alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
FPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal Quran
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56f4058ed675d4ec2a8b4589/fpi-larang-monolog-tan-malaka-pria-minang-yang-hafal-quran

FPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal Quran

TEMPO.CO, Jakarta - Pementasan Monolog Tan Malaka yang rencananya akan digelar Rabu kemarin di Pusat Kebudayaan Prancis atau IFI Bandung terpaksa batal. Sebabnya, sekelompok orang yang mengaku dari berbagai organisasi islam, termasuk Front Pembela Islam, melarang acara tersebut.
FPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal Quran
Ketua Bidang Hisbah FPI DPD Jawa Barat Dedi Subu mengatakan, alasan pelarangan acara itu karena Tan Malaka merupakan seorang tokoh komunis. "Ini indikasi penyebaran, ada teater, itu kan hidupkan paham komunis. Itu sudah jelas munculnya komunisme gaya baru," kata Dedi, Rabu, 23 Maret 2016.

Lalu, bagaimana sebenarnya sosok Tan Malaka tersebut?

Tempo pernah mengupas sosok Tan Malaka dalam edisi khusus yang terbit pada 17 Agustus 2008. Dia berasal dari Nagari Pandan Gadang. Rumah gadang beratap ijuk tempat tinggalnya yang berjarak sekitar seratus meter dari jalan raya yang melintasi Suliki, Payakumbuh, 120 kilometer timur laut Padang, itu hingga kini masih kokoh berdiri.
--------
Larang Monolog Tan Malaka, FPI: Dia Tokoh Komunis

FPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal Quran
Laskar FPI dan LPI mengawasi area sekitar tempat pentas monolog Tan Malaka Saya Rusa Berbulu Merah di Institut Francaise Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 2016. Organisasi FPI dan LPI mendatangi Pusat Kebudayaan Perancis tersebut dan meminta panitia untuk membatalkan pentas monolog yang dianggap membawa isu komunisme.

TEMPO.CO, Bandung - Ketua Bidang Hisbah Front Pembela Islam (FPI) DPD Jawa Barat Dedi Subu mengatakan organisasinya melarang pementasan teater monolog Tan Malaka garapan kelompok Mainteater Bandung. Selain meminta polisi membatalkan acara tersebut, ia juga menyarankan teater mengangkat tokoh penting lain. FPI mengatakan Tan Malaka adalah tokoh komunis.

"Banyak bapak bangsa di Indonesia untuk mendidik generasi muda yang bukan berhaluan komunis. Melawan aruslah ini," kata Dedi kepada Tempo, Rabu, 23 Maret 2016. Menurut Dedi, kebebasan ekspresi ada batasnya dan tidak mendukung seni yang berbau komunis.

Berdasarkan bacaan sejarah, kata Dedi, Tan Malaka merupakan tokoh berhaluan kiri. Undang-undang dan aturan lain melarang penyebaran paham komunis di Indonesia. "Ini indikasi penyebaran, ada teater, itu kan hidupkan paham komunis. Itu sudah jelas munculnya komunisme gaya baru," kata Dedi.

Sejak Rabu siang hingga malam, 23 Maret 2016, anggota ormas Islam berjumlah hingga puluhan orang berdatangan ke lokasi acara monolog di pusat kebudayaan Prancis atau IFI, Bandung. Mereka ingin membubarkan paksa jika monolog tetap dipentaskan. Penyelenggara memutuskan pentas perdana Rabu malam dibatalkan.
https://m.tempo.co/read/news/2016/03...-tokoh-komunis
--------
Apa mereka bisa mendefinisikan komunisme Dan sosialisme emoticon-Wkwkwk
Diubah oleh jackal15
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 5
Teater Monolog Tan Malaka Akhirnya Dipentaskan
Teater monolog Tan Malaka produksi kelompok Mainteater akhirnya dipentaskan di pusat kebudayaan Prancis, IFI, Bandung, Kamis, 24 Maret 2016. Sekitar 200 petugas kepolisian berseragam ikut menjaga di sekitar lokasi acara.

Pasukan polisi terlihat berjaga di dua sisi jalan depan IFI. Kepala Kepolisian Resor Bandung Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol mengatakan pihaknya menyiagakan 200 anggota. "Pengamanan sejak pukul 14.00 sampai acara selesai," katanya, Kamis ini.

Pasukan polisi itu tidak hanya difokuskan pada acara di IFI, tapi juga wilayah sekitarnya. Kebetulan, kata Yoyol, hari ini ada perselisihan kelompok pedagang telepon seluler di mal depan IFI Bandung. "Kami juga jaga preman-preman di sana itu," ujarnya.

Adapun ormas Islam yang kemarin datang menggeruduk tak terlihat di lokasi acara. Soal pengamanan kemarin yang dinilai minim, Yoyol mengatakan petugas dikerahkan secara tertutup tanpa pakaian seragam polisi.


FPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal Quran
Pengumuman pembatalan pentas monolog Tan Malaka Saya Rusa Berbulu Merah tertempel di Institut Francaise Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 23 Maret 2016. Organisasi FPI dan LPI mendatangi Pusat Kebudayaan Perancis tersebut dan meminta panitia untuk membatalkan pentas monolog oleh Mainteater karena dianggap membawa isu komunisme
Diubah oleh jackal15
wih ...artinya dengan melarang pementasan teater yg konon berbau komunis, maka Islam sudah dibela.... afdol betul.....


#logic
fpi ga tau sejarah kali ya emoticon-Hammer (S)
4L , dimana2 rese emoticon-Ngakak
Quote:


Quote:


FPI sok banget

berasa udah punya kavling disorga

bacaan aja masih banyak yang bid'ah
padahal dalam islam bid'ah itu sesat dan menyesatkan

ah elaaahhh

malah bikin kesan umat islam goblok ini mah.... :capedeh
sebenernya gue bingung, komunis itu yang bagaimana sih? emoticon-Embarrassment
Komunis benci, sosialis benci, liberalis b3nci
Cuma khilafah yg ga ada yg diidam2kan, karena cuma dengan khilafah kafir bakal disingkirkan, krn mereka uda ngaku ga bisa bersaing sama kafir
wuiiih apa2 di larang sama ni ormas, kecuali yang dah setor sih emoticon-Big Grin
sakarep mu lah.. buat enek aja pola pikirnya..
Yang katanya komunisme di tentang habis, yang jelas2 anarkisme di dukung penuh emoticon-Ngakak (S)
bukankah tan malaka ini yg mengusulkan keselarasan gerakan islam dan komunisme utk melawan kolonialisme?
Di pikiran fpi kaum goblog komunis itu ga punya agama hahahahhahahahahahah
Kalo memang Tan Malaka itu sesat, bagaimana mungkin Adam Malik bisa jadi wakil presiden di jaman kong Harto.
Adam malik itu muridnya Tan Malaka dan pernah menjadi anggota MURBA yang didirikan dan diketuai Tan Malaka.
sayang sekali
emoticon-Turut Berduka

Ketua PBNU: Tan Malaka Itu Pahlawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Sulthan Fatoni mengatakan Tan Malaka adalah tokoh pergerakan yang sudah diangkat pemerintah sebagai Pahlawan Nasional.

"Setahu saya waktu dulu belajar, ya, beliau itu Pahlawan Nasional,” kata Fatoni saat dihubungi di Jakarta, Kamis, 24 Maret 2016. "Saya merujuk terhadap pandangan negara. Wong negara sudah memutuskan dia itu pahlawan kok, mau diapain lagi?”

Hal itu dikatakan Fatoni terkait dengan pembubaran pertunjukan Monolog Tan Malaka berjudul Saya Rusa Berbulu Merah di Bandung, kemarin. Pementasan yang seharusnya digelar di Pusat Kebudayaan Prancis atau IFI Bandung digeruduk sekelompok orang yang mengaku dari berbagai organisasi islam, termasuk Front Pembela Islam.

Namun Sulthan belum bisa memastikan sikap PBNU secara organisasi. Ia mengatakan pandangan tersebut merupakan pemikirannya secara pribadi. “Kalau PBNU, saya enggak tahu sikapnya. Dilihat konteks negara saja Tan Malaka itu siapa. Dia Pahlawan Nasional,” katanya.

Penanggung Jawab Bidang Budaya dan Komunikasi IFI Bandung, Ricky Arnold, mengatakan pembatalan itu terkait keselamatan banyak orang yang menonton film tersebut karena FPI mengancam akan membubarkan paksa bila acara tersebut nekat diselenggarakan.
----------
member FPI membaca saja sulit, mau disuruh bedain komunisme ma sosialisme

aneh aneh aja TS, sama aja nyuruh pinguin terbang

analoginya gini, pinguin punya sayap tapi ga bisa dipake terbang
member FPI punya otak tapi ga bisa dipake mikir
Waaah... Tan Malaka semarga ama gue... Marga Tan...

FPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal QuranFPI Larang Monolog Tan Malaka, Pria Minang Yang Hafal Quran
Beda mazhab..
Quote:


emoticon-Ngakak
bener banget tu
Quote:


kedengarannya sama ...tapi itu bukan marga tan

tan malaka itu bukan tionghoa ..
tan malaka itu seorg pribumi indonesia
Ayah dan Ibunya bernama HM. Rasad, seorang karyawan pertanian, dan Rangkayo Sinah, putri orang yang disegani di desa
Tan Malaka adalah nama semi-bangsawan yang ia dapatkan dari garis turunan ibu.
Diubah oleh drunkard.jp.
Terima kasih atas pencerahannya gan
Quote:
Halaman 1 dari 5


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di