alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Melek Hukum /
Debate Enthusiast Baka: Jessica Wongso Tidak Bunuh Mirna Salihin
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/56ac7414a09a39d4428b4567/debate-enthusiast-baka-jessica-wongso-tidak-bunuh-mirna-salihin

Debate Enthusiast Baka: Jessica Wongso Tidak Bunuh Mirna Salihin

Di bawah emoticon-Ngakak
Halaman 1 dari 3
Dirkrimum Khrisna Murti mengatakan alasan penetapan Jessica Wongso sebagai tersangka pembunuhan Wayan Mirna melalui sianida adalah:

"Alat bukti keterangan saksi kami miliki, banyak, kurang lebih 20 keterangan saksi. Keterangan ahli ada 6, yang sudah diperiksa dan akan tambah lagi. Petunjuk dokumen atau surat sudah kami miliki, barbuk atau petunjuk yang kesesuaian satu sama lain sudah kami miliki," ujar Khrisna.

http://news.detik.com/berita/3131053/ini-bukti-bukti-yang-jadi-dasar-polisi-tetapkan-jessica-sebagai-tersangka

Banyaknya bukti yang diajukan justru menimbulkan pertanyaan karena kenapa hasil rekaman CCTV tidak disebut?

Jadi apakah dalam rekaman CCTV memperlihatkan Jessica membubuhi sesuatu di dalam kopi atau melakukan gerakan-gerakan yang mencurigakan di seputar gelas kopi itu? Kalo tidak maka terbukti tanpa bisa dibantah bahwa tidak ada hubungan kausalitas antara kopi beracun yang diminum Mirna dengan Jessica Wongso selain dia yang pesan.
tiada pertamax di antara kitaemoticon-Hammer2
pejwan gan emoticon-Rate 5 Star
Gubrak...di melek hukum aja banyak junker dan pengejar page 1 emoticon-Hammer
Kalo benar"tersangka dengan bukti yg akurat harusnya di hkum maksimal,harus dihukum yg seberat beratnya ..mengingat mereka cenderung ga mengakui perbutannya dan berbelit belit...jangan krna menangis entar hati hakim luluh dan ringan hukumannya..bia
sakan kalo cewe cantik menangis seorang hakim dan jaksa akan bergetar hatinya hehehe angelia sondah hehehe
ini bukti bakalan d kasi tau k public detail gak?

ayo d pengadilan aja
Ini dalam konteks apa yg mau di perdebatkan ?
Penyidikan,penyelidikan ?
Kok bisa ?
Putusan hakim aja belum ?
hanya satu alasan kenapa cctv gak disebut penyidik, cctv tak membuktikan apa apa untuk memperkuat dugaan pembunuhan
terlalu banyak ahli yg dimintai keterangan, padalan keterangan ahli gak mengikat

lanjut ......
gua udah rate 5 bintang, biar kumon mau turun emoticon-Ngakak (S)
Katanya dr pantauan cctv kehalau sm tasnya neng jess, klo bener berarti rekaman cctv tsb ga kuat utk dipake sbg alat bukti bagi kedua belah pihak.emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
Tp klo seandainya tidak terhalang ya, rekaman cctv itu bisa menjadi alat bukti yang menentukan.
Kita tunggu saja di pengadilan, in the mean time neng jess nikmati dulu hotel neo eh prodeo emoticon-Ngakak (S)
Terlepas salah atau tidak, tidak pantas sahabatnya meninggal kok cengar cengir. Seperti orang yang puas akan pekerjaanya. Kita tunggu saja akhir ceritanya.
Ini masalah pelik karena polisi ngg punya bukti kuat. Ane yakin si pembunuh udah punya persiapan mateng. Tapi klo dari jalan cerita memang jessica yg panyas dicurgai, secara beberapa barang bukti sama inkonsistensinya dia. Bukti pertama yg masih jadi misteri, kenapa tas belanja bisa pas banget menutupi kamera cctv. Kedua celana jessica yg ilang. Kecurigaan makin besar karena kondisi psikologis jessica yg datar-datar saja begitu tahu dekatnya meninggal. Dan kemarin saat digelandang ke Poda, dia minum kopi tp saat ditanya knapa saat kejadian bersama mirna dia ngg minum kopi, karena punya maag.
Diubah oleh primafauzi
Dan yang sangat disayangkan Media diberi kebebasan buat ngundang saksi ahli yg keterangannya justru semakin menyudutkan jessica dimata publik. Padahal saat itu polisi masih belum memutuskan tersangka.
seperti dugaan ane, yang membunuh kita adalah orang2 yang dekat atau bahkan sangat dekat dengan kita
Ane bukan team Jessica, bukan pula ahli hukum, ane hanya penggemar film detektif, kebanyakan nonton CSI ane gan...
Mnrt ane orang membunuh pake racun itu pasti pengecut, bukan orang yang akan ada dekat korbannya apalagi disampingnya, pasti jauh dan umumnya nyuru orang lain.
Motif pemberian racun itu selalu karena masalah yg besar,, persaingan jabatan, bisnis, politik dan oleh karena itu selalu sasaran dan pelaku adalah juga orang orang "besar", bukan orang biasa, awam.
Mungkin ga salah sasaran?

Ane ada pengalaman pribadi nih..
Ane thn 2000 kontrak rumah di bilangan pasteur bandung, di komplek itu samping rmh kontrakan ane sungai dan depan ane rumah kosong. Ane diserang tikus got tiap hari gan, gede banget, kucing aja takut, lalu ane oleh tetangga disarankan pake racun tikus, ane di kasih tahu belinya di warung depan komplek.
Ane beli itu racun tikus di warung, ada dua macam, yg satu serbuk kaya kopi kasar yang satu serbuk kaya garam gitu harus dilarutkan, ane beli keduanya.
Ane pake tuh racun tikus, yg mirip kopi ane kepel2 sama nasi, kalo yg dilarutkan, ane oles di sisa makanan dan ditaro di pirin kecil.
Bener gan manjurrrr, itu tikus makan umpan ane pada koit gelepakan ga jauh dari tempat ane taro itu umpan, cepet gan matinya.
Alhasil rumah ane bebas tikus.
Nah ada tiga bulan ane ga ngeraxun tikus gan.
Suatu hari ane kedatengan tamu, teman ane dateng maen ke rumah bawa anjing poodle kexil.
Itu anjing ame teman dilepas rantenya, keliaran lah dia dirumah.
Ga lama ane denger tu suara, anjing itu mendengking kaya kejepit pintu.
Lari lah kita nyamperin kesumber suara yaitu di samping rumah belakang garasi.
Waduh....rupanya itu anjing jilatin air di piring kecil yg ane bekas pake umpan racun tikus.
Piring yang sudah ada geletak disitu 3 bulan, tidak pernah dipake racun lagi dan memang juga ane ga pernah cuci.
Koit dia gan, kejang2 lalu mulutnya berair gitu, parah deh.
intinya itu piring sudah tiga bulan tidak dipake dan memang tidak dicuci, tapi rupanya si racun yg dilarutkan itu nempel di piring itu, saat dia tergenang air racunnya larut lagi.
Point ane, mungkin kah kejadiannya sial seperti ini.
Sekian dulu deh....
Gan,.. gan... emoticon-Wakaka
lha wong orang datang pesen minum'an ajah di'sebut'in rame2 ampe kumplit, kek anak kecil tunjuk jari maw jawab soal, masa cuplik'an cctv yang lebih konkrit malah di'umpet'in..
khan gak etis, jelas me'nuju kosong tanpa isi. emoticon-Smilie
kan udah jadi tersangka tuh, nah mending kita ke persidangannya aja biar tau begimana BAP nya sama pembuktiannya
emoticon-Blue Guy Peace
Saya sendiri TIDAK TAHU apakah benar Jessica pembunuhnya atau bukan. Tapi saya berpendapat bahwa penydik telah melakukan 2 pelanggaran hak terhadap Jessica.


1. Tersangka BERHAK didampingi pengacara di SETIAP tingkat pemeriksaan
http://www.hukumonline.com/berita/ba...-krishna-murti

Sesuai Pasal 54 KUHAP
"Guna kepentingan pembelaan, tersangka atau terdakwa berhak mendapat bantuan hukum dari seorang atau lebih penasihat hukum selama dalam waktu dan pada setiap tingkat pemeriksaan, menurut tatacara yang ditentukan dalam undang-undang ini."

Kalau di Amerika terkenal dengan nama Miranda Rights / Miranda Warnings. Kalau di film2 action criminal, disaat petugas polisi menangkap tersangka yang akan diintergoasi biasanya akan dibacakan Miranda Rights ini yang bunyinya :
"You have the right to remain silent. Anything you say can and will be used against you in a court of law. You have the right to speak to an attorney, and to have an attorney present during any questioning. If you cannot afford a lawyer, one will be provided for you at government expense"

Memang saat "pengusiran" tersebut status Jessica saat itu masih berstatus sebagai saksi saja, belum sebagai tersangka seperti yang tertulis di KUHAP. Tapi logikanya jika tersangka, terdakwa bahkan terpidana saja tetap boleh mendapatkan perlindungan pengacara, kenapa yang masih berstatus saksi tidak boleh? Dengan didampingi pengacara yang mengerti hukum, diharapkan saksi mendapatkan perlindungan hak-hak seperti menolak pertanyaan penyidik yang diluar topik, pertanyaan yang menjebak dan mengarahkan, pertanyaan dengan ancaman verbal ataupun fisik, dan sebagainya; selain mungkin juga berguna secara psikologis yaitu saksi yang awalnya mungkin merasa dibawah tekanan bisa menjadi lebih tenang dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Sehingga "pengusiran" tersebut tidak boleh terjadi kecuali pengacara memang mengganggu jalannya pemeriksaan seperti asyik bertelepon, dan sebagainya.

Karena konsekuensi kegagalan petugas memberikan hak-hak kepada saksi/tersangka/terdakwa/terpidana bisa mengakibatkan keterangan yang diambil saat interogasi menjadi tidak valid dan tidak bisa dipergunakan pada saat proses peradilan.


2. Bukti Permulaan yang Cukup & Penyidik MENOLAK memberikan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kepada tersangka
http://megapolitan.kompas.com/read/2...gacara.Jessica

Untuk menaikkan status dari saksi menjadi tersangka dibutuhkan minimal dua bukti permulaan yang cukup (silahkan digoogling). Beberapa yang saya dapatkan :
http://www.boyyendratamin.com/2012/0...kan-bukti.html
https://doonukuneke.wordpress.com/20...at-orang-awam/
http://www.hukumonline.com/berita/ba...urniawaty--sh-

Intinya undang-undang tidak bisa merinci bukti permulaan yang cukup itu seperti apa dan bagaimana bentuk realnya, karena itu semua dikembalikan kepada subyektifitas penyidik. Jika memang dirasa sudah cukup kuat bahwa bukti permulaan akan bisa menjadi bukti yang tegas dan tak terbantahkan bahwa seseorang melakukan tindak pidana maka penyidik bisa menaikkan status menjadi tersangka.

Permasalahannya adalah karena kembali kepada subyektifitas penyidik maka tentu saja baik Jessica maupun publik jadi bertanya-tanya bukti permulaan yang cukup yang dimiliki penyidik seperti apa? Sehingga bisa menaikkan status Jessica menjadi tersangka untuk kemudian menangkap dan menahannya. Sejauh ini dari berita-berita yang muncul banyak-banyak munculnya berupa OPINI. Contohnya seperti :
  • "Jessica pelakunya karena buang celana yang MUNGKIN saja mengandung sianida"
  • "Jessica pelakunya karena datang lebih dulu dan memesan kopi dan MUNGKIN saja berkesempatan menaburkan racun"
  • "Jessica mengirim WA minta cium berarti motifnya MUNGKIN cemburu karena pasangannya menikah"
  • "Jessica lah pembunuhnya karena dia yang paling mencurigakan karena tetap tenang yang merupakan ciri Psikopat"
  • "Jessica datang ke cafe dan melihat keatas SEAKAN-AKAN mencari keberadaan CCTV"
  • "Jessica sempat menoleh kepalanya ke kanan dan kiri SEAKAN-AKAN mengawasi keadaan sekitar"
  • "Jessica menaruh tas posisinya bisa bagus menutupi kamera"
  • "Jessica menolak minum kopi karena tahu kopinya beracun"
  • dan segudang opini lainnya.

Sementara hingga saat ini :
  • Bukti CCTV sendiri menurut penyidik TIDAK membuktikan Jessica menaburkan racun, sehingga penyidik membutuhkan keterangan saksi-saksi dan juga keterangan saksi ahli.
    http://news.detik.com/berita/3130981...-di-kopi-mirna
  • Saksi-saksi lain TIDAK ada yang menyatakan melihat Jessica menaruh racun.
  • Jessica sendiri TIDAK mengakui perbuatan yang dituduhkan.
  • Dan seratus saksi ahli ala detektif karbitan penggemar serial manga Detective Conan juga akan mampu menghasilkan seratus pernyataan yang berbeda, dan yang terpenting dalam kasus ini tidak ada korelasinya antara keterangan saksi ahli dengan perbuatan Jessica benar melakukan pembunuhan atau tidak. Karena jika penyidik BISA menggunakan kesaksian ahli yang membenarkan Jessica melakukan pembunuhan, maka bagaimana jika ada kesaksian ahli yang TIDAK membenarkannya? Silakan digoogling sendiri ahli-ahli yang pro dan kontra, ada BANYAK mulai dari kriminolog hingga hakim.

Sampai disini sudah sewajarnya jika Jessica maupun kuasa hukumnya ingin meminta salinan BAP untuk dipelajari guna kepentingan pembelaan di pengadilan nanti. Sehingga tidak boleh ada alasan penyidik TIDAK memberikan salinan BAP walaupun penyidik menggunakan celah dalam Pasal 72 KUHAP yaitu tidak mengatur waktu pemberian salinan BAP-nya sehingga BAP akan diberikan setelah berkas P-21. Seharusnya penyidik WAJIB memberikan dulu BAP yang ada, jika memang nanti ada temuan bukti baru maka berikanlah lagi hak tersangka untuk mendapatkan salinan BAP yang terupdate tersebut, begitu terus hingga berkas dinyatakan P-21.
Pasal 72 KUHAP, yang berbunyi sebagai berikut:
Atas permintaan Tersangka atau Penasihat Hukumnya pejabat yang bersangkutan memberikan turunan berita acara pemeriksaan untuk kepentingan pembelaannya.”
http://www.hukumonline.com/klinik/de...as-turunan-bap


Kesimpulan.
Saya mengharapkan polisi lebih mengembangkan penyidikannya seperti yang telah banyak disebutkan di berbagai opini di internet seperti :
  • Darimana sianida tersebut didapatkan? Sianida bukan barang yang dijual bebas. JIKA memang penyidik mencurigai Jessica sebagai pembunuhnya coba ditelusuri dari mana kemungkinan Jessica bisa mendapatkan sianida tersebut.
  • Celana Jessica yang dicurigai mengandung sianida HARUS ditemukan dan dibuktikan terlebih dahulu sehingga bisa menjadi sebuah alat bukti VALID.
  • Telusuri berbagai motif dan kemungkinan lain termasuk bagaimana JIKA pelakunya bukan Jessica.
  • Siapakah yang mendapatkan keuntungan dari kematian Mirna? Atau adakah yang diuntungkan jika ada yang mati di kafe tersebut?
  • Dan lain-lain.

Dan saya mengharapkan polisi bertindak profesional dan bisa membedakan antara OPINI dengan BUKTI. Juga bekerja dengan sungguh-sungguh walaupun didalam tekanan media dengan menggunakan nalar yang tajam dan hati nurani yang baik. Sehingga mencegah terjadinya kriminalisasi terhadap Jessica.


DISCLAIMER :
Saya BUKAN pakar hukum dan saya juga BUKAN pihak yang membela Jessica. Dan jujur saya juga tidak tahu apakah benar Jessica pembunuhnya atau bukan. Disini saya hanya membela HAK Jessica yang terabaikan. Mungkin saya terlalu banyak nonton film aksi kriminal dan hukum baik film Hollywood, Korea, Mandarin atau negara-negara dengan sistem hukum yang bagus. Tapi saya benar-benar mengharapkan sebuah prosedur hukum yang jujur, adil, jelas, tegas dan transparan untuk Jessica khususnya dan Indonesia umumnya. Karena jika ada pelanggaran yang menimpa Jessica, maka mungkin saja berikutnya pelanggaran tersebut akan bisa menimpa kita semua.
si J udah jadi tersangka,tinggal nunggu P21 terus limpah ke PN.
Percuma jg beropini disini apalagi sampai menyatakan J tidak bersalah,walau itu sah2 aja sih sesuai asas praduga tidak bersalah.
Tapi yg ane tau,untuk menyatakan salah atau tidaknya adalah Majelis Hakim melalui minimal 2 alat bukti ditambah dg keyakinan Hakim. So,We'll see aja gimana endingnya kasus ini.
Nama racun tikusnya apaan gan???
Quote:


Halaman 1 dari 3


×
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di