alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
[Korban Anak Perwira TNI AU] Polisi Pastikan Segera Ungkap Pembunuh Akseyna
5 stars - based on 7 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/557dcf06620881fe5f8b456d/korban-anak-perwira-tni-au-polisi-pastikan-segera-ungkap-pembunuh-akseyna

[Korban Anak Perwira TNI AU] Polisi Pastikan Segera Ungkap Pembunuh Akseyna

Tampilkan isi Thread
Halaman 20 dari 28
Quote:


Roh maksudnya gan?
Mungkin ngak gan ada yg bohong, atau salah ingat yang mereka lihat di hari lain? Makin kayak drama pinocio ni gan.
Apa ngak ada cctv atau sesuatu yg bisa membuktikan semua pernyataan itu benar atau ngak. Orang kan bisa aja bohong atau lupa kn gan.

Kalau ternyata ngak ada bukti, bisa aja lupa, mungkin liatny hari lain atau ada tujuan tertentu untuk bohong, ada kepentingan ttu.

Ane setuju gan hari senin dan selasa mjd hr yg aneh setelah bca tulisan agan. Knp ace ngk masuk pas uts hari jumat tp masuk hr senin, dan di lab malam2, lagi praktek apa gan, atau lagi uji sesuatu, membuktikan yg d perdebatkan ttg ledagan lab atau apa, masa d lab cuma sendiri, mata kuliah apa itu gan?. Trus hr slasa berkeliaran d area kmpus tp ngk msuk klas, tambh aneh.. apa itu benar atau cuma kebohongan atau yg mereka lihat makhluk abstral yg seperti agan bilang, sereeem.

Makin lama makin menakutkan ini kasus gan, dan belum ditemukanny si pelaku lebih menakutkan lagi, yang artinya pelakunya masih berkeliaran.

Diubah oleh druffy3
Quote:

Yup, yg ane maksud makhluk astral itu ya semacam roh. Sayangnya, pihak ui bilang cctv dibawa kpk jd g ada bukti sama sekali. Ada beberapa kemungkinan, pertama mereka lupa waktu kejadian, kedua mereka bohong, dan yang ketiga mgkn mereka seakan melihat tp bs aja bukan ace/yg dilihat rohnya ace.
Nah ane juga g tau mata kuliah apa yg terakhir kali diikuti ace. Dan teman terakhir yg bertemu ace apa dikasih tau ace kalo mau ketemuan bikin laporan kelompok praktikum ekologi jam berapa, dimana dll. Jangan2 ace dibunuh setelah bikin laporan. Kan biasanya anak kuliahan bikin laporan di kampus sampe malam2. Nambah clue lagi nih.
emang yang paling serem, pelakunya masih berkeliaran dimana2.
Quote:


-.- ane kira cctv kayak memori hp, rekamannya aj yg d ambil, bisa save copy paste, ternyata ngak y gan, Wah... repot juga kalo cctvny sm kpk terus emoticon-Frown

Kalau kejadianny habis bikin laporan, apa cctv saat bikin tugas atau menuju lokasi bikin tgs ngak ada gan/ dbawa kpk jga. Trus kemana buku2 ace gan, ini harus di selidiki jga gan, apa ace ngak bawa buku, laptop k kampus, trus pakai pakaian apa terakhir... siapa saja yg ikut, kok besokny malah ace ngak dtg.. apa ngak ad tmanny yg tahu atau nanya kok ngak hadir?
Lalu knp ace ngak ikut ujian hr jumat? #rumit

Kalau d lingkungan ane ngak ada yg bikin laporan d kmpus mpe mlam gan, maklum kampusnya udh tutup.







Quote:


Gak tau deh yang diambil sama KPKnya dlm bentuk rekaman doank atau sama CCTV nya segala. Gak aman banget kalo di kampus g ada CCTV nya. Ane juga mikir yang sama. Saat ace pulang dari kampus kan bawa buku. Bukunya kemana?
Pakaian terakhir yang dipakai ace, udah disebutin sama2 temen2 yang sempet ke kosan ace dan acak2 laptopnya.
capture tweets ayahnya akseyna :
[Korban Anak Perwira TNI AU] Polisi Pastikan Segera Ungkap Pembunuh Akseyna

bohong dan alibi, maksudnya ke siapa ya?
Diubah oleh tigis
Quote:


merujuk ke "Ibu" sih tweetnya. tapi sangat merujuk ke dosennya gak sih kalau yang "Apakah ibu pernah bertemu secara personal/memangilnya? II belum. Keburu kejadian ini II ..."

entahlah, tapi lumayan salut sama ayah korban, masih cukup kalem, walau ane yakin dia sendiri udah punya kesimpulan atau rekaan siapa yang sudah berbuat jahat sama anaknya.
Diubah oleh lephielephie

Ada Sesuatu di Laboratorium Sebelum Akseyna Tewas

WARTA KOTA, SEMANGGI - 'Bismillahirahmanirrahim, Ya Allah yang Maha Mengetahui, tunjukkanlah kepada kami APA YANG TERJADI DI LABORATORIUM ITU?'.
Ayah Akseyna Ahad Dori (18), Kolonel (sus) Mardoto, membenarkan Ia memposting tulisan tersebut di akun twitter miliknya, @mardoto pada pada 3 Juli 2015.

"Iya benar saya yang tulis itu dan itu (@mardoto) akun twitter milik saya," ucap Mardoto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (4/7/2015) malam.

Dia juga mengaku tulisan itu terkait pembunuhan anaknya.
Mardoto mengaku banyak mendengar perkembangan baru di kasus itu saat Ikut gelar perkara kasus pembunuhan anaknya di Polda Metro Jaya pada Jumat (26/6/2015).

Ia pun jadi tahu seluruh keterangan rekan-rekan Akseyna yang telah diperiksa Polisi.
"Tapi soal Laboratorium, konfirmasi saja ke pihak UI langsung," ucap Mardoto ketika dihubungi Wartakotalive.com, Sabtu (4/7/2015). Sebelum kematiannya, kata Mardoto, Akseyna memang bersentuhan dengan Laboratorium.

Sementara itu, Kepala Departemen Biologi UI, Yasman, membenarkan di hari-hari terakhirnya Akseyna memang bersentuhan dengan Laboratorium.

Ia mengungkapkan itu dalam pesan singkatnya kepada Wartakotalive.com, Sabtu (4/7/2015) malam.
Menurut Yasman, Akseyna diketahui mengikuti praktikum pada Senin (23/3/2015), atau 3 hari sebelum ditemukan tewas pada Kamis (26/3/2015) pagi.

Yasman menulis, di hari Senin (23/3/2015) Akseyna ikut praktikum dari jam 13.00 sampai pukul 15.30.
Setelah itu, tulis Yasman, Akseyna sempat mengembalikan buku di ruang baca Departemen Biologi.

Kemudian, tulis Yasman, sehabis itu Akseyna sempat berdiskusi kelompok untuk mengerjakan laporan praktikum Ekologi yang mesti dikumpulkan pada Selasa (24/3/2015).

Dari diskusi kelompok itu Akseyna kemudian pulang ke kosnya menjelang Maghrib.

Namun, tulis Yasman, Akseyna justru tak masuk kelas Praktikum Ekologi pada Selasa (24/3/2015) tersebut.
Kemudian kembali tak ikut kuliah pada Rabu (25/3/2015).


Lalu ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada Kamis (26/3/2015) pukul 09.30.
Akseyna adalah mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) angkatan 2013.
Dia tewas mengambang di danau dalam kondisi menggendong tas berisi enam batu seberat 14 kilogram.

Awalnya Polisi bingung apakah Akseyna tewas karena bunuh diri atau dibunuh. Namun, kemudian Polisi meyakini Akseyna tewas dibunuh.
Kini Polisi masih terus menyelidiki dan memeriksa para saksi. Tapi Polisi belum menunjuk satupun tersangka.(ote)
-
sumber: http://wartakota.tribunnews.com/2015...a-tewas?page=3
-

-

Laboratorium UI, Saksi Bisu Kematian Akseyna

- http://metro.news.viva.co.id/news/re...matian-akseyna
"Di hari Senin, 23 Maret 2015, Akseyna ikut praktikum dari jam 13.00 sampai pukul 15.30. Setelah itu, Akseyna sempat mengembalikan buku di ruang baca Departemen Biologi," ujarnya.
Kemudian, sehabis itu Akseyna sempat berdiskusi kelompok untuk mengerjakan laporan praktikum yang mesti dikumpulkan pada Selasa, 24 Maret 2015. Dari diskusi kelompok itu Akseyna kemudian pulang ke kosnya menjelang Maghrib.

"Namun, Akseyna justru tak masuk kelas Praktikum Ekologi pada Selasa, 24 Maret 2015 tersebut. Kemudian kembali tak ikut kuliah pada Rabu, 25 Maret 2015. Lalu ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada Kamis, 26 Maret 2015 pukul 09.30 WIB," katanya.

Akseyna adalah mahasiswa Program Studi Biologi Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) angkatan 2013. Dia tewas mengambang di danau dalam kondisi menggendong tas berisi enam batu seberat 14 kilogram. Awalnya polisi bingung apakah Akseyna tewas karena bunuh diri atau dibunuh. Namun, kemudian polisi meyakini jika Akseyna tewas dibunuh. Kini polisi masih terus menyelidiki dan memeriksa para saksi.
-

sementara itu . . .
-
Maryamah baru mengetahui jenazah itu adalah salah seorang anak yang menempati salah satu kamar di Wisma Widya pada Senin sore, 30 Maret 2015, empat hari setelah menghilang. Terakhir terlihat di Wisma Widya, kata Maryamah, Akseyna sedang mengambil air minum pukul 24.00 di lantai bawah. (Baca: Wanita Ini Puasa Senin-Kamis Agar Kasus Akseyna Terungkap)

Kata Maryamah, yang melihat Akseyna mengambil minum adalah suaminya, Edi Sukardi, 42 tahun. Setelah dua hari menghilang, Edi berinisiatif mencari Akseyna. Pada Jumat, 27 Maret, sehari setelah jenazah Akseyna ditemukan di danau UI, Jibril—teman Akseyna—datang ke kamar kos sahabatnya itu.

Edi berujar, Jibril tiba-tiba datang dan masuk setelah meminta kunci tanpa ada orang di dalamnya. Karena pada Jumat itu kondisi kamar Akseyna berantakan, Edi meminta Jibril membereskan kamar temannya tersebut pada Minggu, 30 Maret 2015.


Menurut Edi, saat datang untuk membereskan kamar dan diminta menginap itulah, Jibril menemukan secarik kertas tertancap di paku pada tembok kamar Akseyna. Padahal setiap penghuni kos tidak diperbolehkan menancap paku di tembok karena dapat merusak. "Kalau saya tahu, saya marahi," ujarnya. (Baca: Kasus Akseyna, Rektor UI Lindungi Mahasiswa yang Jadi Saksi)

Edi mempercayakan Jibril untuk merapikan kamar Akseyna karena Jibril dianggap teman yang paling dekat dengan mahasiswa UI itu. Bahkan, pada Minggu, 22 Maret 2015, sebelum ditemukan tewas, Akseyna izin untuk menginap di tempat kos Jibril. "Akseyna kalau nginep izin. Minggu malam Senin sebelum meninggal, dia nginep ke rumah Jibril," tutur Edi.

Yang menjadi masalah lagi, menurut Edi, tulisan yang ditemukan Jibril bukan diberikan ke polisi, tapi malah ke ayah Akseyna. Saat itu Edi belum menduga bahwa jasad yang ditemukan di Danau Kenanga adalah salah satu penghuni kos yang dia jaga. (Baca: UI: Kematian Akseyna Unik dan Susah Disimpulkan)

Saat tahu Akseyna meninggal, Edi menduganya bunuh diri. Sebab, polisi juga awalnya menduga Akseyna bunuh diri. Belakangan, dari sejumlah bukti yang ditemukan, polisi menyebutkan Akseyna tewas dibunuh, dengan sejumlah bukti dan keterangan para ahli yang ikut membantu mengungkap kasus ini.

Setelah empat hari Akseyna tidak pulang ke Wisma Widya, suami Maryamah meminta Jibril datang membereskan kamar Akseyna pada Minggu, 29 Maret. Jibril datang sendiri setelah asar ke Wisma Widya. Nah, saat sore itu, Jibril menemukan secarik kertas dengan tulisan berbahasa Inggris menempel pada tembok kamar Akseyna.

Jibril pun langsung menunjukkan surat itu kepada Maryamah dan mengatakan ini seperti surat perpisahan. "Kata Jibril, ini surat perpisahan. Intinya, Ace minta jangan dicari. Sebab, yang masuk Jibril dulu baru aku," tutur Maryamah, mengingat kejadian saat itu. (Simak: Keberadaan Saksi Kunci Akseyna Masih Simpang Siur, di Asrama atau...)

Jibril diminta untuk bermalam di kamar Akseyna. Pagi harinya, Senin, ia pulang sekitar pukul 09.00. Saat itu, Maryamah mengaku bahwa dia dan suaminya serta Jibril belum tahu bahwa mayat di danau UI adalah Akseyna.

Yang ia ketahui, tidak ada satu pun barang Akseyna hilang. Saat Maryamah masuk ke kamar, barang Akseyna, seperti laptop, ponsel, dan dompet, masih tergeletak di kamarnya.

Senin sore, persis saat identitas Ace diketahui polisi, rekan Akseyna bernama Pras datang disusul teman yang lain dan meminta dibukakan kamar Akseyna. "Lima anak ada pada ke sini. Pegang laptop pada mati," ucapnya. (Baca: Kematian Akseyna UI Diungkap: Di Sini Saksi Kunci Berpindah)

Maryamah juga tidak tahu bahwa pada Senin pagi atau sore surat itu dicabut dari tembok kamar Akseyna. Setelah teman Akseyna datang, baru banyak polisi yang mendatangi kamar Akseyna di Wisma Widya.

Maryamah pun berharap kasus ini cepat terungkap. Kalau terbunuh, kata dia, biar cepat diketahui pembunuhnya. Dan kalau bunuh diri, segera terungkap apa penyebabnya. "Setiap hari saya berdoa, puasa Senin-Kamis juga saya doakan biar cepat terungkap. Soalnya, saya juga pusing ditanya-tanya terus," katanya. (Baca: Kasus Akseyna, Bukti-bukti Kematian Tak Wajar Makin Kuat)

s: http://metro.tempo.co/read/news/2015...g-di-kamar-ace
-


merah - biru: jadi J datang atas inisiatif sendiri atau diminta M ?

plus: liat semua daftar hadir mulai dari dosen, asdos, aslab, mahasiswa/i, smp satpam h-7 smp h+7
oia gan, apakah di tempat2 di sekitar TKP ada yg punya CCTV ??? ruko, cafe, dll sbgnya ?


smoga segera terungkap, ayo gan, bantu doa mumpung Ramadhan juga.
Diubah oleh hobi_linux
bd bnget ya perlakuan polisi klo korban nya tuh pejabat atau petugas emoticon-Matabelo
Quote:


-dugaan ane juga begitu, kemungkinan besar ke dosen PA'nya.

-rekaan pelakunya ? yang pasti pelakunya punya akses ke kamar akseyna buat nempelin surat.

Quote:


CCTV di UI katanya kagak ada dibawa KPK.
[Korban Anak Perwira TNI AU] Polisi Pastikan Segera Ungkap Pembunuh Akseyna
Quote:

Udah dijawab agan ini.
Quote:

Yup, setuju. Kalo ayahnya ace mau, tinggal minta tolong murid2nya di AU. Habis sudah.
Quote:


Jadi menurut pengakuan penjaga kost ace, awalnya J datang atas inisiatif sendiri. kalo kata dosen PA nya sih atas suruh dosennya untuk mencari. Nah, pengakuan dosen PA ini bertolak belakang dengan tweet terakhir ayah ace yang menanyakan apakah pernah bertemu secara personal/memanggilnya, dosen PA bilang tidak pernah, keburu kejadian ini. Berarti ada inkonsistensi pengakuan. Jadi keliatan, dosen PA ingin melindungi alibi J yang datang ke kos ace hari jumat.
Kemudian, J datang lagi karena disuruh membereskan kamar ace oleh penjaga kost ace. Nah yang makin aneh kenapa ada 5 anak datang lagi ke kamar ace setelah itu? mau apa? Ini mencurigakan. Seperti hendak mencari sesuatu tetapi yang dicari jelas bukan ace. Kalo yang dicari ace, mereka pasti melaporkan kehilangan ace ke orang tua atau polisi setelah 2 X 24 jam, ace tidak terlihat. Ini menurut ane.
Ane gak nuduh siapa-siapa cuma alibi mereka janggal. Mencari ace tapi yang dibongkar laptopnya. Emang ace sembunyi di dalam laptop?
Quote:


ada hubungan apa antara dosen PA dan J?
lalu ada 5 anak lain yg datang mencari sesuatu.
apakah ace ini menjadi musuh bersama?
apa yang disembunyikan ace?

Quote:


Yang ane tau, dosen PA ace = dosen PA J. Hubungan selain itu, ane g tau. Dosen PA twit kalo dy yg nyuruh J cari ace untuk ketemuan hari jumat. Cuma twit dosen PA berbeda dengan alibi yang diberikan ketika ditanya ayah ace.
Nah ane juga gak tau kenapa ace seakan2 dihilangkan. Rahasia apa yang ace tau. Apakah hanya karena ace terlalu cerdas sampai harus dihilangkan. Kalo kasusnya david, jelas karena dosen pembimbingnya ingin menguasai skripsi david yg bs dipatenkan. Nah sementara ace msh semester 4. Blm bikin skripsi. Apakah ada yg tidak suka ace menang olympiade?
Ane termasuk yg gk percaya klo yg dtemui itu hantunya alm.
Proses pembusukan gak bisa bohong, yg bisa bohong cuman manusia. Karena gk ada bukti kuat, dan pelakunya berilmu wereng gk bisa netapin tersangka. Soalnya tkpnya sdh berubah, gk mungkin analisanya sekarang. Sudah telat.

Quote:


Jika proses pembusukan ga bisa bohong berarti skenario polisi kalo ace dibunuh senin malam bener ya gan? Karena skenario polisi kan sesuai dengan hasil otopsi. Sedangkan keterangan saksi-saksi yang melihat ace setelah hari itu, kemungkinan bohong atau lupa. Tau dari mana kalo TKP sudah berubah gan?
Kenapa kelima teman ace yang masuk kamar ace tidak dicek tulisan tangannya? Kata grafolog, di surat itu ada 2 orang yang nulis. Cari salah satu yang menulis di dalam surat tersebut. Bisa jadi salah satu cara mempersempit ruang lingkup.

Quote:


ane rasa polisi udah tau kok siapa pelaku-pelakunya sama seperti mungkin ayah korban (asumsi ane kenapa pelaku-pelaku, karena banyak orang yg terlibat). cuma buktinya belum kuat buat menggiring para pelaku untuk di tangkap.

Semoga secepatnya terungkap kebenaran akan kasus ini, Al Fatihah buat Aceemoticon-Berduka (S)

Spoiler for berita lama :
Diubah oleh lephielephie
semoga pelakuny segera d ketahui
Quote:


Buktinya kurang kuat. TKP jelas berubah, sudah berapa bulan. Mau nyari jejak sepatu juga gak mungkin. Dlu musim hujan ada kemungkinan bekas sepatu-sepatu disekitar danau.
Pelakunya susah kejebak
Quote:


Roger dat gan.
Dr alibi, ane yakin motif n nama2 terduga udah mengerucut oleh pak pol, soalnya ini gk mungkin cm 1 org.
bukti jg ada , batu dan surat dh cukup.
Semoga segera terungkap
Quote:


David itu siapa gan, anak UI? bayak bener kasusnya
kyknya ada yg di ketahui ace tp pihak2 laen ga ingin ace bocorin keluar makannya dia jadi martir
dan ni kasus bener2 terencana trus dilakukan oleh kelompok yg terorganisir
Quote:


David Hartanto Widjaja (21) mahasiswa dari indonesia yang kuliah di singapura.
sumber : http://internasional.kompas.com/read...a.di.singapura

Diubah oleh tigis
Halaman 20 dari 28


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di