alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Sports / ... / Soccer & Futsal Room /
★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51c7c4761cd7199b4200000d/forum-diskusi-sepakbola-nasional

★ Forum Diskusi Sepakbola Nasional ★

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 323 dari 505
Quote:


Ane mah pilpres udh move on gan
padahal ane sm doi nyoblosnya sama lho, yg garuda itu
ane juga ttp gasuka sm PSSI, itu pasti
ga serang juga sih, ane konsisten aja gasuka sm PSSIemoticon-Big Grin
ttp dukung menpora, karena baru kali ini menpora berani kayak gitu
Jaman nurdin jg adem ayem aja menporanya
Quote:


hmmm. sorry ya postingan uda lama juga ane lupa2. iya ane paham tentang itu. nasi uda jd bubur semua uda terjadi. dimana pssi uda dibekuin krn emg bebal berlindung dibawah statuta yg tidak pernah dilaksanakan dengan baik oleh federasi dan menpora yg uda ambil action dengan bekuin pssi tp tetep terkesan apa yg dilakuin pemerintah kurang matang krn banyaknya waktu yang dibutuhin menpora untuk mengeksekusi aksinya yg ampe skrg eksekusi baru sampe sebatas pengumuman Tim Transisi. Anak mabes sini banyak yg gak seneng liat postingan ente gan riza yg bilang diri agan adalah netralmania. Ane sih menghargai pendapat2 ente tp ente jg harusnya bisa nunjukin kalo agan memang benar2 adalah seorang yg netral dlm memandang kasus ini. keep posting gan. :beer
Quote:


tim TT cuman orang yang imejnya bagus di masyarakat
Ngerti bola aja engga semuanya, tapi si Ridwan Kamil tuh pernah salaman foto bareng ma Djohar Arifin, La Nyala, Jokdri,dll pas Persib Juara di palembang emoticon-2 Jempol

Quote:


yang ane baca di PR pemain di musim sekarang cuma dibayar DP kontrak sama gaji bulan terakhir main, ga sampai full kontrak semusim lha wong sponsornya pada cabut.

Klub ketar ketir ga bisa ngadain laga home tanpa sponsor, kaya Persib besok lawan klub Myanmar
Quote:


Dibilang yg ditunjuk g tau sih g jg gan.g mgkn tiba2 ditunjuk gt aja.kl istilahnya mndadak ya ada benernya.jd yg ditunjuk blm smpet mikir jauh.sdh diiyain aja dl.pdhl bnyk psti disekitr org itu jg yg ngebisikin ini itu,konflik kpentingn dgn pihak laen dll.

Quote:

S E T U J U dan harus dimulai...

juseturu karena udah dikuping Menpora tuh saran tapi doi cuek mangkanye ane KZL emoticon-Ngakak

Malahan sekarang fokus pak menteri gmana Liga Jalan sesuai janjinya pada yang demo dan 'sponsor' yang ngantri #PokoeJoged emoticon-Cape d... (S)

Quote:

Bukannya SK Imam Nahrawi Copy Paste Edit dari SK Andi Malarangeng ? emoticon-Big Grin

Diubah oleh Riza.Fahdli
Quote:

ane silent reader kok gan pas konflik dualisme dulu...
dari trit legend, trit timnas, ane udah baca sedikit nya emoticon-Embarrassment
persoalan kenapa ane posting berita itu, kayak ente kagak paham aja gan emoticon-Malu (S)

pantesan salah tafsir.. emoticon-Hammer (S)
Quote:


koran PR tgl, bln, & thn kapan gan?

kekeke
Quote:



yah, dah banyak berita gituan, tetap aja gak ada kejelasan siapa tim teknis nya kan?
emang agan udah merasa jelas? atau gak kepikiran untuk bertanya?
Quote:

ABang, udah dari tadi ane suruh cari info dulu yang bener bang, biar ga dibilang sok tau. udah berapa deh yang abang bilang salah semua.emoticon-Cape d... (S) sekali lagi salah saya bilang bego loh bang

Spoiler for transfer:

Quote:


tolong donk dari kemarin saya minta datanya persib ketar ketir bahkan udah gada sponsor.
Diubah oleh reys_mar12
apa-apaan nih menpora pake ngebekuin PSSI,mana yg kepilih jadi TT orang2 gak ngerti sepak bola lagi,ada anggota jil,orang partai.mau jadi apa persepakbolaan negara kita ini (emang selama ini jadi apa yah)emoticon-Mad (S) emoticon-Mad (S)
wah gw udah gak bisa joget lagi deh, bakal kena baned sma FIFA nih.parah deh menporanya, menpora biarinlah tuh tim ilegal,gk bayar pajak,gak bayar gaji pemain yang penting gw bisa joget2. biarin aja timnas gk berprestasi yang penting mafia kenyang.

PSSI Netralmania bersama mu,mari joget
Quote:

Kalo itu masuk agenda menpora bagus kan, step by step, yang penting udah jelas langkah-langkahnya..
Dibanding menpora yang lalu-lalu, yang selalu mentok. Ini baru berapa bulan udah keliatan. Tapi ya gitu di media, sepakbola keliatan jadi anak emas, padahal cabang lain juga ada kok yang bermasalah federasinya..

Quote:



ngasih pertanyaan kayak gini

dikira gw kayak si riza yg jadi peramal wanna be kekeke

bisa ga kasih pertanyaan itu yg agak berbobot?

biar ga jadi bahan olok2 kekeke
Tim Transisi dan Sanksi FIFA


Menteri Pemuda dan Olahraga hari Jumat mengumumkan Tim Transisi yang terdiri dari 17 tokoh masyarakat. Tim Transisi diberi tugas untuk menggulirkan kompetisi yang dibekukan pengurus PSSI dan membentuk kepengurusan PSSI yang baru.

Langkah yang ditempuh Menpora digugat oleh pengurus PSSI. Mereka mempertanyakan kewenangan Menpora untuk membekukan kepengurusan PSSI dan membentuk Tim Transisi.

Namun Menpora merasa dilindungi oleh Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional dan didukung oleh Presiden Joko Widodo. Bahkan Presiden ikut menentukan nama-nama yang duduk di Tim Transisi.

Kita tentu harus berpandangan positif bahwa pemerintah bersungguh-sungguh ingin membenahi persepakbolaan nasional. Hanya saja tujuan yang baik harus dilakukan dengan proses yang benar agar hasil akhirnya maksimal.

Di sinilah kita ingin mempertanyakan proses itu. Baru beberapa hari, tiga anggota Tim Transisi menyatakan ketidaksediaannya duduk di dalam tim. Pertama adalah Velix Wanggai, mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kedua mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution. Terakhir, Ketua Palang Merah Indonesia Farid Husain.

Pengunduran tiga orang itu tampaknya elementer, tetapi vital dalam kerja sebuah lembaga negara yang ingin memperbaiki sistem persepakbolaan nasional. Kalau memang Kemenpora serius untuk memperbaiki persepakbolaan nasional, seharusnya mereka mencari orang yang mau memberikan waktu, tenaga, pikiran, dan bahkan materi untuk membenahi sepak bola nasional.

Sebelum tim itu diumumkan seharusnya Kemenpora memastikan bahwa nama-nama yang akan disebut memang bersedia berkorban untuk kemajuan sepak bola Indonesia.

Ternyata Kemenpora tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang paling elementer itu. Mereka tidak mengonfirmasikan orang-orang yang akan ditunjuk duduk di dalam Tim Transisi.

Akibatnya, penolakan itu mendelegitimasi Kemenpora. Bahkan mendelegitimasi Presiden yang katanya ikut menentukan nama-nama yang masuk ke dalam Tim Transisi.

Padahal ketika seorang pejabat negara berbicara, yang dipegang masyarakat ucapannya. Prinsip yang seharusnya dijalankan, "his words is his bonds".

Ini adalah blunder kedua yang dilakukan Kemenpora. Ketika menyusun Tim Sembilan yang ditugaskan mengevaluasi kompetisi dan kepengurusan PSSI, kesalahan yang sama terjadi. Begitu nama-nama Tim Sembilan diumumkan, ternyata wartawan Budiarto Shambazy menolak untuk duduk di dalam tim.

Kalau untuk persoalan yang elementer saja tidak bisa mengerjakan dengan cermat, bagaimana lalu ingin membenahi persoalan sepak bola yang rumit. Padahal untuk bisa memperbaiki sepak bola Indonesia bukan hanya dibutuhkan pikiran besar, tetapi juga langkah besar dan kemauan besar.

Saya bahkan berulangkali menyampaikan bahwa untuk memperbaiki persepakbolaan Indonesia membutuhkan sosok yang memiliki karakter, kompetensi, dan juga koneksi. Mereka adalah sosok yang memiliki integritas, mempunyai kapasitas dan kapabilitas mengurusi sepak bola, serta mempunyai jaringan yang luas.

Ujian Pertama Tim Transisi

Ujian pertama dari tiga hal itu bisa dilihat dari cara Tim Transisi menangani dua ujian pertama yang harus dihadapi. Pertama, menghadapi tuntutan legalitas yang diajukan pengurus PSSI ke Pengadilan Tata Usaha Negara. Sejauh mana langkah pembekuan yang dilakukan Menpora itu sesuai dengan UU SKN.

Kedua, sejauh mana Tim Transisi mampu menghindarkan Indonesia dari sanksi Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA). Bagaimana Tim Transisi bisa datang ke Zurich dan diterima oleh pengurus FIFA.

Di sinilah kita akan melihat sejauh mana kepiawaian Tim Transisi untuk bisa menembus FIFA dan mempersuasi lembaga sepak bola dunia untuk tidak menjatuhkan sanksi kepada Indonesia. Sebab, FIFA adalah Federasi Asosiasi Sepak Bola. Artinya, mereka hanya berhubungan dengan organisasi sepak bola resmi sebuah negara. Tim Transisi bukanlah representasi asosiasi sepak bola.

Tim Transisi bisa menggunakan jalur Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo untuk bisa menemui Presiden FIFA Joseph Blatter. Tetapi itu masuknya sebagai sesama anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC), bukan FIFA.

Kita tentu mengharapkan Tim Transisi bisa menaklukkan FIFA. Sebab, FIFA sudah memberi tenggat waktu sampai 29 Mei. Apabila Tim Transisi tidak cepat bekerja dan mampu meyakinkan FIFA, maka pasti sepak bola Indonesia akan dikucilkan dari persepakbolaan internasional.

Hal yang paling menyakitkan kalau sanksi itu datang, pasti Indonesia tidak bisa berlaga di SEA Games Singapura. Bahkan kalau Indonesia tidak cepat-cepat menyelesaikan persoalannya, jangan-jangan kita batal jadi tuan rumah Asian Games 2018.

Sanksi FIFA Jangan Dianggap Remeh

Tim Transisi memang memiliki tugas yang mulia, membenahi persepakbolaan Indonesia. Namun langkah itu tidak akan ada artinya apabila persepakbolaan kita terlanjur dikenai sanksi oleh FIFA.

Kita berharap tidak ada lagi anggota Tim Transisi yang mengundurkan diri. Kalau terlalu banyak yang mundur, maka kredibilitas tim ini akan terpuruk.

Tim Transisi harus cepat bekerja. Mereka tidak boleh menganggap remeh persoalan. Pekerjaan yang mereka hadapi sangatlah besar dan berat. Ini membutuhkan konsentrasi penuh dan akan sangat menyita waktu.

Padahal kita tahu bahwa mereka itu bukanlah orang yang memiliki banyak waktu. Banyak pejabat negara yang punya tanggung jawab tidak ringan membangun daerahnya. Banyak pengusaha yang harus mengurusi bisnis yang sedang terpuruk karena kondisi makro. Sementara banyak anggota lembaga swadaya masyarakat yang juga sangat sibuk.

Kita juga mengingatkan Kemenpora untuk tidak menganggap enteng soal anggaran. Pertemuan para tokoh bukan tanpa biaya. Apakah dalam waktu panjang mereka mau mengeluarkan biaya sendiri-sendiri? Belum lagi ketika harus memutar roda kompetisi. Menggerakkan perangkat pertandingan itu membutuhkan biaya.

Pertemuan pertama Tim Transisi minggu ini menjadi sangat penting. Kita ingin melihat kesungguhan dari para anggota tim untuk berkorban bagi persepakbolaan nasional. Apakah kita memang benar-benar mendapatkan sosok yang siap untuk menyediakan waktu, tenaga, pikiran, materi, dan bahkan martabatnya untuk kemajuan sepak bola Indonesia?
Quote:


iya gan mungkin emang maksudnya agan riza itu kalimat sarkas dan cuma ane aja yg nganggep serius. menarik juga pembahasan ente buat ngelurusin pemahaman ane. Yup. buat negara sekelas Indonesia saat ini semua bentuk lembaga yang berinteraksi dengan tata kelola negara emang gapernah bisa lepas dari yg namanya politik. Dan kita sebagai masyarakat Indonesia yg emg selalu menjadi korban politik udah selalu judge kalo politik (org2 didalemnya dan termasuk politik yg suka berkuasa) itu bullsh*t!. Gapernah tulus bantu negara. tapi kita sendiri juga gatau gimana yg sebenernya krn kita2 jg ga menyelami tau bahkan gak pernah menyelami dunia politik atau keorganisasian politik. Pengaruh politik kuat banget di negri ini. Maka dari itu kita disini yg diskusi bareng jg sebenere gabisa bener2 berada dipihak yg bisa dengan jelas dan benar melihat perasalahan yg terjadi saat ini dengan sudut pandang yang benar2 netral (dalam arti melihat masalah ini dari berbagai aspek dan sudut pandang tanpa keberpihakan). dan di mabes ini bener2 sagat disayangkan bagi semua gerombolan yang mengaku sebagai orang netral dlm kasus ini gabisa ngasih edukasi bagi penghuni mabes sini tentang bagaimana sudut pandang netral itu memandang (netral = tidak memihak baik itu pada diri sendiri atau siapapun). netral = bisa menempatkan posisi sebagai pemerhati tanpa kepentingan. maaf oot dan dopost kepanjangan.
anti oot : #revolusiPSSI dan Maju terus sepak bola nasional.
Quote:

jangankan pro, liga kita mah semi pro aja belum tentu.. emoticon-Ngakak (S)
galatama udah ada transfer pemain gitu masih katagori kompetisi semi pro pan, kalo mau bandingin ama eropa mah jauuuh emoticon-Big Grin

ane udah bilang di page belakang, mending semi pro dulu lah benerin, maksain kontrak pemain ratusan juta, tapi gak dibayar emoticon-Busa
kesian pemain, keringat udah kering, tapi belom dibayar, management berdosa itu... federasi juga andil dengan nahan jatah hak siar... emoticon-Mad
mending sekalian kontrak part time, liga amatir
udah dua kali liga yang mendekati pro mati gara gara gak ada suporter, pertama galatama, kedua lpi, keduanya kalah sama primordialisme....
apakah liga kedepan yang katanya udah ada blueprint nya bakal ngusung format yang udah gagal dua kali, atau tetep maksain pro, atau balik semi pro dengan verifikasi ketat, proyeksi gaji, financial fairplay atau salary cap?
Diubah oleh elchie
dopost emoticon-Nohope
Diubah oleh slangean
Flashback dulu dikit emoticon-Embarrassment



kasian juga nih liat Pak Gatot di serbu kanan-kiri-depan-belakang emoticon-Ngakak (S)
agak kecewa ama Towel emoticon-Malu (S)
Djamal ama Gusti komen nya gk jelas emoticon-Nohope


lanjut jadi SR lagi emoticon-Ngacir




emoticon-Peace

Diubah oleh slangean
Quote:


Lho kan agan sendiri yang mulanya nulis seolah olah tahu isi tim teknis TT.
mestinya kalau ditanya bisa jawab, jangan ngeles bilang pertanyaan org lain gk berbobot.
saya nanya karena gk tau dan ingin tahu, supaya bisa dapat info yang benar benar fix.
kalau gk bisa ngasih bukti statemennya ya jujur aja... gk papa, cuma diskusi ini, kok..
ralat juga bisa kan ada fitur edit.


Andai Disanksi FIFA, Kemenpora Akan Fokus Pembenahan Sepakbola
11-05-2015
Quote:
keinginan kita sama kok... emoticon-Peace
kira kira keinginan seluruh insan persepakbolaan indonesia sbb:
core:
  • federasi tegas, tidak cuman mengakomodir kepentingan klub besar saja
  • kontrol ketat liga, sehingga tak ada lagi pemain telat berbulan bulan gajinya, apalagi ampe setahun
  • suporter tertib, tidak ada lagi bentrokan yang menyebabkan korban jiwa
  • wasit netral, sehingga tidak ada lagi insiden pemukulan wasit
optional:
  • jadwal liga bisa mengakomodir kepentingan timnas, sehingga kalender FIFA dapat dimanfaatkan
  • kalender FIFA dimanfaatkan timnas untuk menaikan peringkat
  • timnas seenggaknya menang piala AFF

dengan sendirinya sponsor akan datang...
itu semua gak harus dari liga pro, semi pro pun bisa...
asal serius dan ada kerjasama antar lembaga aja..

PT. Liga buat jadwal yang konsisten, gak sering berubah..
PSSI sering mengadakan serifikasi wasit dan pelatih, juga audit PT. Liga..
Pemerintah bisa bantu dengan bikin fasilitas, mulai dari lapangan sepakbola di tiap desa, juga stadion taraf kontinental lalu kerjasama dengan PSSI untuk buat diklat diklat..
Komisi 10 DPR bisa bantu dengan bikin undang undang anti suap khusus keolahragaan..
Polri bisa bantu dengan menjerat pelaku suap dengan undang undang yang ada, sepertinya ini belom di amandemen, karena UU nomer 20 tahun 2001 amandemen dari UU no.31 tahun 1999
Spoiler for 1980:

pssi adalah badan publik, jadi pertandingan sepakbola juga termasuk kepentingan publik kan?
IMO PT. Liga dan PSSI gak diaudit secara idependen juga gak masalah, asal klub yang notabenya pemegang saham 99% tau keuangan PT. Ligaemoticon-I Love Indonesia (S)

dan yang masih jauh, apabila diatas telah tercapai baru deh naikin targetnya bertahap..
lolos grup kompetisi kontinental, masuk piala dunia, semifinal kompetisi kontinental, lolos grup piala dunia... dan seterusnya..
Diubah oleh elchie
Halaman 323 dari 505
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di