alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Mau dimodalin 25 Juta untuk acara komunitas? Ceritain aja tentang komunitas lo di sini!
Home / FORUM / All / Food & Travel / ... / Catatan Perjalanan OANC /
Halmahera Volcanic Arc Expedition 2013 (story…)
5 stars - based on 5 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5217259218cb17fc0f00000c/halmahera-volcanic-arc-expedition-2013-story

Halmahera Volcanic Arc Expedition 2013 (story…)

Halmahera Volcanic Arc Expedition 2013 (story…)

Spoiler for PETA:

Spoiler for PETA:




oleh: jenggot
untuk: netters


====================================

sembilan hari di tanah maluku utara & halmahera ternyata masih sebagian kecil saja tempat2 eksotis yg bisa saia kunjungi. jika dihitung maka butuh waktu lebih dari dua bulan untuk mengeksplor semua kekayaan alam maluku utara. tapi karena keterbatasan waktu, saia hanya bisa mengunjungi beberapa tempat saja. meskipun demikian sembilan hari perjalanan ini sudah lebih dari cukup buat saia untuk menambah wawasan budaya, kekayaan alam & pesona etnik2 disana. dan sekali lagi, indonesia timur mengajarkan saia bagaimana seharusnya hidup rukun dalam pluralitas & bagaimana seharusnya menjaga alam (jenggot, 2013).
====================================




Jumat, 31 mei 2013 (day 1)

meski hari kerja terakhir, tapi saia tidak bisa pulang lebih awal karena pekerjaan yang cukup banyak & beberapa meeting divisi. selepas maghrib barulah saia bisa pulang. tidak berlama2 di rumah setelah pamit sama anak2 & mamanya, saia pun segera menuju terminal damri bandara di pasarminggu. tapi karena saia tiba pukul delapan malam, terminal damri pun sudah sepi. tidak ada lagi alternaitf selain menggunakan taksi & saia pun terpaksa menggunakan jasa taksi bandara yang harganya hampir empat kali lipat dari bis damri.


tiba di bandara soekarno hatta sekitar pukul sepuluh malam dan bertemu dengan pak dadi sebagai rekan seperjalanan nantinya. seharusnya malam itu kami berangkat bertiga, tetapi karena satu rekan lain (eka) masih di bandung & gagal mendapatkan travel bandara maka akhirnya beliau pun batal untuk bergabung, padahal semua persiapan sudah selesai. ah sayang sekali, tapi itulah yang terjadi. setelah itu kami menunggu di lobi keberangkatan terminal 2F bandara soekarno hatta.


hampir tengah malam barulah kami menuju konter cek in bandara untuk mengurus re-route perjalanan, karena pesawat kami GA 600 dibatalkan keberangkatannya. selesai re-reoute di kasir, kami pun cek in kembali dengan GA 640 tujuan makassar untuk transit dan melanjutkan penerbangan dengan GA 660 tujuan ternate. beruntung, semua saia issued dari jakarta sehingga di makassar tidak perlu repot2 lagi mengurus cek in (karena ada insiden kecil menjelang keberangkatan kami dari makassar ke ternate).



seperti biasa, pesawat jenis Boeing 737-800 Next Generation sebagai pesawat andalan garuda indonesia untuk rute2 menengah sudah siap terparkir dini hari itu. karena penerbangan malam, saia tidak terlalu memaksa hunting hot seat, meski demikian saia pastikan untuk tidak mendapat center seat (gagal window seat, minimal aisle yg saia dapat, hehe). pukul setengah satu pagi pesawat pun take off dengan mulus menuju makassar.

satu jam pesawat mengudara, pramugari bernama melati membangunkan saia & menyajikan makan malam sebagai paket standar perjalanan garuda indonesia. sebenarnya saia sedikit terganggu karena jam dua dini hari bukanlah waktu yg tepat untuk makan, tapi ya sudah saia paksakan makan nasi goreng ayam dini hari itu.


sektiar pukul tiga dini hari pesawat mendarat di bandara sultan hasanudin makassar untuk transit karena GA 640 adalah pesawat dengan rute ambon. hal pertama yang saia lakukan adalah mencocokan jam karena perbedaan wilayah jawa & makassar karena waktu makassar satu jam lebih cepat dari waktu di jawa. setelah itu saia dan pak dadi keluar bandara untuk mencari kedai kopi sambil menunggu pesawat menuju ternate yang akan berangkat pukul enam pagi WITA. bandara ini cukup bersih dan hiasan kolam besar + air mancur di depannya sangat indah berpadu dengan lampu2 malam bandara.
Spoiler for :



sekitar jam lima pagi ketika saia sedang menikmati bangunan megah bandara terbesar di indonesia timur ini tiba2 ada panggilan telepon dari customer service Garuda & menanyakan keberadaan saia! saia pun menjawab dengan santai "sedang di depan bandara". seketika petugas CS Garuda meminta saia agar segera menuju ruang tunggu gate 2 & masuk ke pesawat karena pesawat sudah akan berangkat..!!!

kepanikan bertambah dengan panggilan di pengeras suara yang memanggil kami berdua untuk segera masuk pesawat. tidak lagi lewat gate dua, kami berdua langsung naik mobil avanza internal milik AP-2 & langsung di drop ke pesawat yg sudah siap berangkat. itulah bagian dari pelayanan sempurna maskapai terbaik ke-7 di dunia ini. meski jelas2 ini kesalahan kami, tetapi garuda dengan setia menunggu.
Spoiler for :




Sabtu, 1 juni 2013 (day 2)

setengah enam pagi waktu indonesia bagian tengah, pesawat pun take off. kali ini saia sangat excited krn untuk pertama kalinya saia naik pesawat jenis Bombardier CRJ-1000 Next Generation yang merupakan pesawat2 yang baru dibeli Garuda. disamping keamanan penerbangan, menggunakan pesawat jenis baru tentu lebih nyaman karena semua itemnya baru.

sejak issued di jakarta saia sudah diberitahu bahwa GA 660 adalah CRJ-1000, itu sebab di kasir konter jakarta saia sudah request hot seat 17E & 17F untuk kami berdua. sukses mendapatkan hot seat & hasilnya adalah kenyamanan selama penerbangan dua jam makassar - ternate.
Spoiler for :

Spoiler for :



jam delapan lewat kami tiba di bandara sultan babullah ternate. kembali saia harus menyesuaikan waktu karena waktu ternate lebih cepat satu jam dari makassar dan dua jam lebih cepat dari jakarta. ada yang unik dari bandara ternate ini, yaitu runway nya yang pendek. bahkan ketika pesawat selesai melakukan pengereman, posisi pesawat tepat di ujung landasan (sisi laut). keluar bandara tim penjemput pun sudah siap & kami langsung diajak menuju kota ternate.

hari sabtu ini acara kami adalah wisata kota & wisata kuliner seharian. setelah dari bandara, rekan2 penjemput (reza & ical) membawa kami keliling kota ternate sambil bercerita tentang sejarah tiap2 tempat yang kami lewati. cukup menarik melihat sejarah kota ternate yang masuk dalam kota2 tertua di indonesia. ternate sudah berumur lebih dari 900 tahun. bayangkan dengan jakarta yang belum sampai 700 tahun usianya. persinggahan pertama kami adalah di RM Noni yang merupakan salah satu kedai makan terbaik di ternate untuk menu bubur tinutuan (bubur manado).

bubur ini mirip dengan bubur di manado, tapi karena suasananya ternate jadi saia lbh senang menyebutnya bubur ternate. rasanya kuat, rempah2 terbaik di dunia berkumpul di kuahnya, daun kemanginya banyak & buah labunya lebih empuk & cepat larut di mulut. sambalnya juga pas dengan lidah2 saia yg berasal dari jawa.
Spoiler for :

Spoiler for :



selesai wisata kuliner pertama, perjalanan dilanjutkan menuju pantai swering dan menikmati suasana pantai sambil melihat kerajinan batu bacan yang cukup banyak tersebar disini. setelah cukup puas berfoto2, mobil avanza yang kami gunakan berangkat kembali menuju daerah pusat kuliner lain (papeda). setelah masuk gang2 kecil kami pun tiba di kedai papeda khas ternate.

kedainya tidak terlalu besar tapi cukup ramai pengunjung. menu utama siang ini adalah papeda,dkk. rasa papeda adalah netral, tapi akan menjadi juara jika kuah ikan disajikan bersamaan dengan papeda. ikan tenggiri, bobara, cakalang merupakan jenis2 ikan saia kira ada di meja makan kedai ini. semua saia cicipi bersama papeda & saia cukup puas menikmatinya. hmm...rasanya ingin kembali kesana.
Spoiler for :

Spoiler for :



lewat tengah hari kami berempat menuju benteng tolukko yang berada di sisi lain kota ternate. benteng portugis ini cukup megah menjulang dominan di sisi kota ternate & cukup strategis sebagai tempat untuk mengintai kapal2 yang lalu lalang dari dan menuju ternate. selesai berfoto, kami berangkat kembali ke lokasi wisata lain kota ternate yaitu batu angus (stone magma). meski saia sudah tau bagaimana mekanisme terjadinya lava field disini & bagaimana komposisi lavanya, tapi tetap membuat penasaran karena luas wilayahnya yang cukup menarik.

dari sisi tebing lautnya saia bisa melihat bagaimana sedimentasi ternate nyaris sebagian besar karena aktivitas vulkanik gunung gamalama. material piroklastik khas letusan eksplosif banyak pula saia temukan di lokasi wisata ini. tidak lama2 karena masih banyak tempat yg harus saia kunjungi, kami pun bergegas.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



avanza hitam kembali mengitari pulau ternate untuk menuju pantai sulamadaha yang menjadi ikon pantai terbaik ternate. tiba di pantai saia sedikit ragu melihat pasir pantainya yang hitam & kotor dan tidak yakin kalau ini adalah pantai terbaik ternate. dan benar saia ternyata bukan pantainya yang menjadi jagoan wisata disini, tetapi teluk yang berada tersembunyi dibelakang tebingnya.

untuk mencapai ke teluknya kami pun berjalan kaki mengitari tebing lebih kurang dua puluh menit dengan jalanan menanjak. tiba di teluknya saia pun tertegun melihat kejernihan airnya. terumbu karang yang indah terlihat dari atas tebing & saia tidak lagi berpikir lama dan segera melepas pakaian & byyyurrrrr….. setelah berenang2 di sisi teluk, saia kembali ke pantai dan mengajak pak dadi & reza untuk snorkeling sedikit ke tengah teluknya. dan begitulah…selanjutnya kami bertiga sudah ber-snorkeling ria di tengah teluk dengan sangat antusias.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



puas bermain air & menyantap hidangan pantai + kelapa muda, kami pun berangkat kembali meninggalkan pantai sulamadaha & menyempatkan singgah sekitar sepuluh menit di lokasi wisata benteng kastela yang merupakan benteng sekaligus tempat lokasi pembunuhan petinggi ternate pada masa lalu. guide kami (reza) dengan gamblang menjelaskan bagaimana sejarah benteng kastela dan bagaimana trik orang2 ternate mengambil jasad pemimpinnya disana untuk dibawa kembali ke daerah asalnya & dimakamkan.

tidak seperti membaca buku, dengan mengunjungi lokasi2 sejarah secara langsung saia jadi lebih mudah memahami & merasakan suasananya. sayang lokasi bersejarah ini tidak terurus dengan baik sehingga nyaris tidak terlihat dari jalan raya jika kita kurang jeli.
Spoiler for :



selepas benteng kastela, perjalanan wisata kami lanjutkan ke danau tolire. danau vulkanik ini berada di sisi lain kota ternate & lokasinya sudah cukup mudah terjangkau. tiba di danau tolire saia sempatkan melihat morfologi danau dan jenis batuan di sisi tebingnya. tidak banyak sejarah geologi tolire yang saia ketahui sehingga saia pun ragu bagaimana mekanisme terbentuknya danau ini apakah karena letusan ataukah deformasi.

karena saia dalam rangka wisata, maka saia tidak ingin berpusing2 ria memikirkan teknis danaunya. saia malah menikmati mitos & keangkeran danau ini karena dihuni oleh buaya putih. oya jika cuaca cerah maka dari danau ini kita bisa melihat kubah baru gunung gamalama produk letusan september 2012.
Spoiler for :

Spoiler for :



selesai dari danau tolire sebenarnya badan sudah cukup lelah karena sudah sejak semalam perjalanan dari jakarta saia tidak isitirahat, tapi karena lokasi wisata belum habis maka menjelang maghrib saia putuskan memilih danau ngade sebagai destinasi terakhir hari ini & tempat2 wisata lain akan kami kunjungi lain waktu. bukit diatas danau ngade adalah spot terbaik untuk meng-capture danau ngade - pulau maitara - dan pulau tidore dengan gunung kie matubu yang megah.

menjelang sunset kami tiba di ngade dan berfoto2 hingga hari gelap. akhirnya penutup acara hari pertama ini adalah makan malam nasi bambu dan ikan cakalang bakar di seputaran pantai swering ternate & kembali ke penginapan untuk beristirahat.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :




Minggu, 2 juni 2013 (day 3)

minggu pagi kami berdua bangun dan langsung cek out dari penginapan & dijemput kembali oleh reza & ical dengan avanza hitam yang sudah kami carter utk keperluan kami selama di ternate. setelah regroup dengan tim guide & tim backup ekspedisi, hari ini tim kie matubu berjumlah tujuh orang (saia, pak dadi, abied, faiz, babon, salim, reza) berangkat menyeberang ke pulau tidore.

rencana awal adalah dengan menggunakan kapal fery, tapi karena jadwalnya masih lama, saia putuskan untuk naik kapal kecil yg lebih cepat di dermaga lain (khusus speedboat) meskipun biayanya lebih mahal.
Spoiler for :

Spoiler for :



tiba di pelabuhan tidore, tim kie matubu langsung berangkat menuju basecamp gurabunga. dengan mencarter toyota terios putih, kami pun melibas trek2 pesisir utara kepulauan tidore. karena hari sudah siang, saia putuskan makan siang di kota tidore dengan menu standar ayam penyet di salah satu kedai makan di pusat kota. selesai makan siang perjalanan dilanjutkan menuju basecamp gurabunga.

tiba di desa gurabunga, saia sangat surprise dengan kebersihan & kerapihan penataan desanya. ternyata desa gurabunga adalah pemenang lomba desa terbersih tingkat nasional beberapa tahun lalu. dengan fakta2 ini saia menjadi lebih mencintai kawasan ini (maluku utara) disamping keramahan penduduknya juga karena  kesadaran masyarakatnya dalam pola hidup bersih & pelestarian lingkungannya. 
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



tidak ada perijinan khusus ataupun persyaratan administrasi untuk mendaki gunung kie matubu ini, tim guide hanya memberitahukan kepada pengurus desa perihal maksud kedatangan kami & setelah itu pendakian dimulai tepat dari belakang desa gurabunga. desa berketinggian 600 mdpl ini sebenarnya cukup panas menurut saia dan memang demikian, meskipun kami mendaki di dalam hutan2 perkebunan penduduk yg termasuk rimbun tetapi masih terasa panas untuk ukuran saia.

dua jam pertama pendakian, kami melalui perkebunan alpukat, durian, nangka dan tentunya pala sebagai ciri khas rempah2 maluku. 

sepanjang perjalanan saia cukup heran dengan buah2an yang berserakan busuk dimakan bakteri pengurai tanpa ada orang yang berusaha mengambilnya. ternyata memang orang2 desa di gurabunga tidak mungkin bisa memanen hasil kebun jauh diatas desanya karena jumlah mereka tidak sebanding dengan luasnya lahan pertanian & perkebunan di kaki gunung kie matubu ini. intinya banyak durian, alpukat, nangka, dll matang yang berserakan di sepanjang perjalanan & tdk pernah sempat dimakan manusia (ah sayang sekali…).

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



hutan gunung kie matubu cukup unik karena jenis hutan tropis ini cukup lengkap memiliki jenis tumbuhan berdasar ketinggian. jika di bawah ada tanaman2 buah2an & pala, maka semakin keatas berganti dengan rimbunnya hutan bambu. di sekitar pos dua ada sebuah rumah adat sebagai simbol persembahan orang2 desa gurabunga yg biasa digunakan dalam ritual2 adat tertentu. aturan mereka jelas, semua pendaki dilarang mendekati rumah adat yang sangat sakral itu (jika ingin pendakiannya aman & selamat). saia kira ini local wishdom yang khas disana, karena itu saia ikuti semua aturan2 lokal sebagai penghormatan budaya mereka.
Spoiler for :



sore menjelang malam akhirnya kami tiba di pos lima (batas vegetasi) dan mendirikan camp untuk beristirahat. ada yang unik di camp ini, teman2 guide ternate pada awalnya mendirikan tenda untuk digunakan oleh kami malam ini, tetapi saia menolak untuk tidur di dalam tenda karena ketinggian kami masih dibawah 2000 mdpl & bagi saia pribadi belum merasa perlu untuk masuk tenda pada ketinggian tersebut.

akhirnya dua tenda yg didirikan pun tampak kosong. saia sendiri memilih tidur tanpa tenda & hanya menggunakan kantung tidur dengan alas matras di hutan pos lima kie matubu ini. karena cukup lelah, saia pun tidur nyenyak sampai akhirnya dibangunkan oleh alarm pada jam 5 pagi.
Spoiler for :


*Bersambung......
Diubah oleh vulcano.hunter
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Senin, 3 juni 2013 (day 4)

jam lima pagi kami semua sudah bangun & melanjutkan perjalanan ke puncak. tidak terlalu lama memang, karena satu jam kemudian kami sudah berada di kawasan puncak kie matubu bersamaan dengan terbitnya matahari pagi. cuaca sangat cerah & kami pun berhasil mendokumentasikan semua pemandangan (360 derajat) dari sekeliling puncak kie matubu. lansekap more, mati, makian di selatan dan jajaran halmahera volcanic arc sisi utaranya pun bisa kami dokumentasikan dengan baik. gamalama, gamkonora, tobaru, dukono tampak jelas di puncak kie matubu pagi hari itu. saia jg sempat melihat kepulan asap dari gunung dukono yg memang sedang mengalami aktivitas vulkanik cukup tinggi di puncak kie matubu ini. 

Spoiler for :
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



selesai dokumentasi, kami semua turun kembali ke camp & selepas makan siang tim turun kembali menuju desa gurabunga. dalam perjalanan turun, kami bertemu dua orang expatriat (jonathan & christine) yang awalnya saia kira adalah turis asing yg sedang wisata di indonesia. karena melihat perbekalan logistik mereka yang sangat minim, saia pun meminta babon untuk menyiapkan roti selai kacang untuk dua bule ini. setelah ngobrol2 ternyata bule ini fasih berbahasa indonesia & keduanya tinggal di jakarta.

awalnya saia tidak terlalu surprise, sampai obrolan kami menyinggung masalah "disaster mitigation", ternyata jonathan adalah tim geoscientist australia yang diperbantukan dalam progam Aus-AID di indonesia bekerja sama dengan Bnpb, Lipi & Badan Geologi. seperti bertemu rekan kerja akhirnya obrolan kami pun langsung cair dan tidak lagi canggung seperti awalnya. 

sore hari kami akhirnya tiba kembali di desa gurabunga & langsung mencarter angkutan menuju pelabuhan tidore. dua jam kemudian tiba di pelabuhan tidore & kami pun langsung menyeberang kembali ke ternate untuk regroup dengan satu orang wanita anggota tim yang baru tiba di hari ketiga ekspedisi ini.

sekitar pukul tujuh malam akhirnya kami tiba di basecamp ESA dan beristirahat. mba yanti pun akhirnya bisa bergabung dengan tim utama malam ini (setelah seharian berkeliling ternate dengan avanza hitam yg setia mengantar kemanapun kami mau). setelah basa basi, saia ajak mba yanti untuk kembali menikmati wisata kuliner nasi bambu & ikan bakar di pantai swering, sayang karena sudah kemalaman nasi bambunya kehabisan. lalu akhirnya menu wisata kulinernya diganti dengan ikan bobara bakar. setelah terlihat kekenyangan & kecapean, kami antar mba yanti menuju penginapan utk beristirahat disana sedangkan saia dan pak dadi kembali ke sekre ESA untuk briefing lanjutan.



hampir tengah malam briefing tim masih belum mencapai kata sepakat. akhirnya pak dadi pamit untuk beristirahat. selepas jam satu malam pun saia belum bisa mengambil keputusan apakah gunung gamkonora, gunung kie besi (pulau makian) atau gunung dukono yang akan menjadi target ekspedisi kami. sebenarnya sampai jam sepuluh malam saia sudah memutuskan gamkonora sebagai target esok hari, tetapi kabar terbaru yg saia update disana adalah status siaga III gunungapinya (terutama di kalderanya) cukup beresiko untuk didaki.

tidak banyak orang tau jika gunung gamkonora adalah satu dari lima gunung di indonesia yang memiliki karakter letusan sangat dahsyat (VEI: 5) selain tambora, krakatau, galunggung & raung. oleh karena itu saia putuskan untuk mencoret gamkonora. pilihan saia tersisa dua gunung (kie besi atau dukono) dan saia putuskan mencoret kie besi karena minimnya dukungan spot2 indah di pulau makian. akhirnya gunung dukono yg menjadi pilihan untuk kami jelajahi esok hari.

sebenarnya aktivitas vulkanik gunung dukono pun sangat tinggi & suara gemuruh kawahnya bahkan bisa kita dengar dalam radius 2km menjelang puncak. tapi karena morfologi gunung dukono yang terbuka kepundannya & pelepasan energinya lebih konstan, maka saia putuskan untuk menuju kesana (meski harus dilakukan dengan resiko pribadi).




Selasa, 4 juni 2013 (day 5)

selasa pagi tim ekspedisi dukono dimodifikasi menjadi dua tim. satu tim ternate dan satu tim halmahera. total jumlah tim adalah delapan orang (saia, pak dadi, mba yanti, mba nasti, mba eci, abied, faiz, andi, eno). perjalanan dimulai dengan menyeberang ke pelabuhan sofifi dengan mencarter speedboat (krn kapal fery nya tidak berangkat pada hari itu). tiba di pelabuhan sofifi menjelang tengah hari & disambut oleh dua mobil penjemput. satu mobil inova & yaris akan mengantar kami menuju camp pendakian gunung dukono.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



perjalanan sepanjang 127km dari sofifi ke tobelo adalah salah satu perjalanan yang paling mengesankan selama ekspedisi berlangsung. jalan mulus dengan banyak tikungan tajam + kontur naik turun gunung di tengah hutan & perkebunan kelapa dilibas oleh2 supir2 lokal dengan mulus. di GPS yang saia bawa rombongan kami mencatat top speed 139km/jam pada jalanan antara sofifi - tobelo.

sebuah perjalanan yang menyenangkan sekaligus cukup beresiko, tapi karena supir2 lokal sangat piawai, saia pun tidak terlalu khawatir. tiba di daerah kao, kami beristirahat di rumah makan di desa tahane. rumah makan ini saia kira milik orang bugis, krn saia sempat mendengar dialek mereka (cmiiw). rumah makannya cukup bersih & luas. ini rumah makan yang paling ramai dikunjungi oleh orang2 yang bepergian dari tobelo menuju sofifi, sidangoli ataupun jailolo. konsepnya seperti perasmanan, tetapi harganya flat. menu apapun yg dipilih, harganya adalah 25ribu per orang. memang terasa mahal, tapi karena tidak mudah menemukan rumah makan di halmahera, saia kira wajar jika harganya dipatok segitu. perjalanan pun dilanjutkan menuju kota tobelo.
Spoiler for :

Spoiler for :



sepuluh kilometer sebelum masuk kota tobelo, kami berhenti di rumah inyo yang juga sering digunakan sebagai basecamp rekan2 tobelo. selesai droping logistik & makan siang, kami berangkat ke kota tobelo untuk regroup dengan mba eci & mba nasti yang juga akan bergabung dengan tim dukono. di dalam kota tobelo kami pun mampir kembali ke rumah makan "saung tobelo" untuk kembali menikmati wisata kuliner all u can eat disini.

restoran dengan gaya khas jawabaratan ini cukup bersih, rapih dengan menu2 yang cukup mengundang rasa lapar. sebenarnya kami belum lama makan di rumah inyo, tetapi godaan all u can eat di saung tobelo menjadikan perut kami harus sedikit di modif karena overload makanan2 enak khas tobelo. saia pun langsung bertanya menu spesial RM ini ke pelayannya. si pelayan dengan percaya diri menawarkan menu "Bebek Tinoransa" sebagai menu spesial & saia pun memesannya. saia langsung terbayang lemak yg berlebih, tekstur daging yg tipis dibalut tulang bebek yg lebih keras dari tulang ayam.


saia sekilas teringat menu "nasu palekko" yg jg adalah menu olahan bebek yang beberapa tahun lalu sempat saia cicipi di salah satu RM di kota enrekang sulawesi selatan. dan ternyata benar, setelah bebek tinoransa dihidangkan rasanya sangat mirip nasu palekko, bedanya hanya lebih spicy, rempah2nya (pala) lebih kuat dan ada menu tengah daun pakis & daun pepaya sebagai lalapannya. lebih nikmat & panas di lidah karena setelah makan dilanjut dengan minum air guraka dgn taburan kenari khas halmahera menjadikan pengalaman kuliner saia bertambah.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



setelah kenyang makan puas di saung tobelo, kami melanjutkan perjalanan untuk bertemu mba eci di unira. selesai bertemu kami pun meluncur menuju basecamp mamuya tempat kediaman mba nasti. sekitar jam 7 malam kami pun tiba di mamuya. selesai silaturahmi dengan keluarga di mamuya, kami pun packing kembali perlengkapan yang akan digunakan esok hari pada pendakian gunung dukono.

selesai packing kami pun seharusnya beristirahat, tetapi ada satu suguhan khas lokal (welcome drink) tobelo yang biasa disuguhkan untuk tamu2 dari jauh sebagai simbol kekerabatan. atas nama "budaya", saia pun menerima jamuan tersebut dan akhirnya kami pun ngobrol panjang lebar bertukar cerita budaya kami masing2 dengan diselingi canda tawa efek "tjap tikoes" yang kami nikmati malam itu. hmm….sebuah suasana yang sangat saia inginkan untuk terulang kembali suatu hari.
Spoiler for :

Spoiler for :




Rabu, 5 juni 2013 (day 6)

hari masih gelap, tapi kami semua sudah bangun dan siap untuk memulai pendakian ke gunung dukono. tim ekspedisi kali ini berjumlah delapan orang dan bertepatan dengan fajar menyingsing kami pun memulai perjalanan. perjalanan dimulai dari mamuya yang berketinggian 11 meter diatas permukaan laut. tiga puluh menit berjalan kami pun tiba di area hot spring (air panas) mamuya. saia melihat GPS & surprise, ternyata ketinggian area ini adalah 13 meter DIBAWAH permukaan laut.

sejenak saia berpikir apakah instrumen gps oregon 550i ini yang salah atau memang kami berada minus 13 meter dibawah permukaan laut? setelah saia kalibrasi ulang dua kali akhirnya saia yakin kalau kami memang berada 13 meter dibawah permukaan laut.
Spoiler for :



satu jam berjalan selepas air panas mamuya, kami menyusuri perkebunan kelapa. sepanjang mata memandang hanya hamparan nyiur melambai diselingi tanaman coklat dan palawija sampai akhirnya kami bertemu dengan sungai jernih yang cukup indah di tengah perkebunan kepala. selepas sungai kami mulai meninggalkan perkebunan kelapa dan masuk ke area bekas hutan inti gunung dukono.

meskipun hutan2 disana 70% sudah artifisial, tetapi saia masih bisa membedakan mana hutan primer dan mana hutan produksi disana. tidak berapa lama kemudian kami tiba di area pohon kelapa hibrida dan karena cuaca cukup panas, akhirnya kami pun beristirahat disana. faiz sebagai anggota tim yang paling handal memanjat memperlihatkan kepiawaiannya dengan memanjat pohon kelapa dan menjatuhkan sekitar tujuh butir kelapa muda yang segar untuk kemudian menjadi menu pelepas dahaga kami.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :



hampir tengah hari (7 jam perjalanan) kami mulai masuk ke hutan inti gunung dukono. hutannya mirip dengan hutan montana di jawa. hanya bedanya disini kita akan sering melalui (menyeberangi) sungai2 lava sepanjang perjalanan menuju puncak. sepertiga perjalanan terakhir, jalur pendakian menjadi curam & cukup rawan di beberapa bagian karena jurang2 di kanan kiri cukup dalam sedangkan jalur yang kami lalui cukup sempit dengan tanpa pengaman.

beruntung cuaca cukup cerah saat itu sehingga langkah kami tidak terganggu dengan jalanan yang licin. sekitar jam empat sore, kami berhasil mencapai batas vegetasi dan tidak lama kemudian kami mencapai kaldera tua gunung mamuya (sisa kawah vulkanik gunung mamuya). dari sini kita bisa melihat dengan jelas kerucut puncak gunung dukono yang menjadi tujuan perjalanan kami. karena hari sudah sore, akhirnya tim bermalam di sekitar kaldera.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :



*Bersambung....
Diubah oleh vulcano.hunter
Kamis, 6 juni 2013 (day 7)

seperti kebiasaan pendakian di gunung2 jawa, jam empat pagi adalah jamnya alarm & tim harus segera bersiap2 untuk summit attack. tapi di halmahera ini tampaknya tidak ada budaya summit attack, sehingga jam empat pagi adalah waktu terbaik untuk tidur nyenyak. saia pun setuju karena beberapa hari ini cukup kelelalahn selama dalam perjalanan, apalagi saia baru dua hari turun dari gunung kie matubu sehingga masih butuh satu/dua hari lagi untuk recovery fisik.

tapi tidak dengan mba yanti, dia sangat bersemangat untuk summit attack dan dengan gaya chaos & sangat represif membangunkan penghuni bivoac di kaldera dukono. dengan sangat terpaksa saia pun bangun dan memang langit sudah mulai tampak terang waktu itu (saia baru sadar kl berada di indonesia timur). akhrinya saia, mba yanti, mba eci, dan pak dadi berangkat menuju puncak. di tengah perjalanan abied & faiz ikut bergabung, sedangkan mba nasti & andi tetap di camp.


sejak tengah malam saia mengamati pola letusan gunung dukono ini & selepas jam satu dini hari gunungnya cenderung tenang & tidak terjadi letusan di kawahnya. padahal kemarin sore ketika kami tiba di kaldera, beberapa kali saia menyaksikan letusan2 magmatis yang cukup besar (column letusan 500 - 1000 meter).

untuk mencapai puncak dukono tidak mudah karena tidak ada jalur untuk mencapainya. kita harus merintisnya dari kaldera dengan cara kita sendiri. akhirnya di perjalanan menuju ke puncak, tim pun terbagi secara alami menjadi tiga. semua mulai terpisah di tebing bawah. awalnya saia, mba yanti & mba eci memaksakan memanjat tebing granit dengan ketinggian sekitar 30m agar menghemat waktu, sedangkan faiz, abied dan pak dadi tetap melalui sungai lava di sisi kanan.

lalu kemudian saia pun berpisah dengan mba yanti & mba eci di punggungan awal kubah gunung karena saia tertarik dengan material2 pumice high SiO2, sedangkan mba yanti & mba eci tetap fokus untuk mencari jalur ke puncak. 

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



akhirnya seratus meter sebelum puncak saia bertemu kembali dengan mba yanti & mba eci, lalu kami pun bersama2 merintis jalur ke puncak dari sisi timur laut setelah sebelumnya saia membuat seismometer manual dgn botol air mineral sbg early warning letusan. sedangkan pak dadi, abied & faiz sukses mencapai puncak dari sisi utara tidak lama setelah kami mencapai puncak.

karena aktivitas letusan yang cukup berbahaya, maka kami tidak mungkin berlama2 memandangi isi kaldera gunung dukono. pukul 05:53WIT (03:53WIB) setelah dokumentasi & mengabadikan lava gunung dukono, kami pun segera turun. sekilas saia melihat lava merah di permukaan kepundan gunung dukono dengan mata telanjang. hampir satu menit saia memandangi dengan seksama dan berkesimpulan SiO2 nya mungkin sudah mature di 56 - 58%. entahlah, tapi gunung ini sudah siap meletus & hanya menunggu waktu saja.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :



tiba kembali di camp untuk sarapan pagi & saia pun terkejut dengan letusan magmatis pertama pagi ini. beruntung semua sudah berada di camp sehingga letusan magmatis yang terjadi di gunung dukono tidak berdampak kepada tim. sekitar pukul sepuluh pagi kami kembali ke pesisir mamuya dengan membawa cerita2 mengesankan.

mba yanti, mba eci & mba nasti adalah tiga wanita super dalam tim ekspedisi yang duluan turun ke mamuya & tiba di air panas empat jam di depan kami. rombongan pria baru bisa mencapai air panas mamuya menjelang maghrib (itu pun dengan bantuan mobil 4 x 4 yang kami tumpangi di kebun kelapa).

kamis malam ini kami semua berkumpul di rumah mba nasti untuk istirahat. jam sepuluh malam kami pun pamitan dan melanjutkan perjalanan ke tobelo. selanjutnya sebagian anggota tim istirahat di rumah inyo & sisanya langsung berangkat mengantar mba yanti ke sofifi karena ybs akan pulang ke makassar dengan pesawat pagi dari ternate.
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :




Jumat, 7 juni 2013 (day 8)

setelah mengantarkan mba yanti ke pelabuhan sofifi, siang ini kami melanjutkan perjalanan menuju ke pulau meti sebagai destinasi tambahan. sebenarnya kami diajak juga ke pulau lain (kakara & dodola) tapi karena efisiensi waktu akhirnya kami memutuskan menuju pulau meti.

tiba di pelabuhan penyeberangan tradisional pulau meti menjelang senja dan kami pun langsung menyeberang. pelabuhan disini sangat sederhana & saia kira kawasan pulau meti masih sangat tradisional dalam pengelolaan kawasannya. tidak tampak aktivitas pariwisata di pulau (kompleks pulau meti) ini, sehingga saia pun cukup surprise di pulua seindah ini tapi belum dikelola untuk pariwisata!


malam harinya kami sandar di salah satu sisi pulau dengan pasir putih yang sangat lembut. tidak ada ombak di pulau ini sehingga kami cukup nyaman mendirikan camp di pasir putihnya. malam hari di pasir putih pulau meti adalah salah satu malam terbaik selama ekspedisi ini. suasana yang alami dengan dukungan cuaca malam yang cerah dan hamparan pasir putih sejauh mata memandang, menjadikan malam di pulau meti terasa spesial untuk kami.

lantunan lagu2 tradisional maluku sangat indah dinyanyikan dengan petikan gitar dua orang musisi lokal halmareha (eno & andy). sempat terganggu dengan kehadiran ular (halmaheran retic), tetapi setelah ular tertangkap, acara dilanjutkan kembali & si ular pun saia simpan di kardus krn rencananya akan saia bawa sebagai souvenir, sayangnya pagi harinya si ular sudah kabur entah kemana.

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :




semakin malam suasana semakin indah, mata sudah mulai berat untuk dibuka tapi mulut tidak berhenti mengunyah kacang kulit dan sambil menyanyi lagu2 halmahera yang lambat laun saia mulai bisa menghafalnya. saia serasa berada di private beach karena malam itu hanya kami saja yang berada di pulau meti.

sajian cigam (minuma khas tobelo) sukses membuat suasana malam itu sangat istimewa. sampai akhirnya menjelang tengah malam saia sudah tidak kuat lagi & pamit untuk beristirahat. meskipun jarak tenda hanya lima meter saja, tapi butuh perjuangan yang cukup berat untuk bisa mencapainya. efek cigam terasa telak membuat saia langsung tertidur sangat pulas hingga esok hari. dan baru tau cerita2 lucu semalam setelah mendapat cerita dari temen2 yang masih tetap berpesta selepas saia tertidur.
Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :






Sabtu, 8 juni 2013 (day 9)

mungkin karena pesta semalam yang sangat meriah sehingga kami semua bangun kesiangan pagi ini. suasana camp pulau meti tampak sangat berantakan dan saia pun memakluminya. pagi ini saia gunakan untuk sekedar foto2 pantai dan tentunya memancing!

sebenarnya saia sudah mulai mancing sejak semalam, tetapi karena tdk terlalu suka mancing malam maka baru pagi ini saia lanjutkan. cukup banyak ikan2 terumbu yang saia liat dari sekitar dermaga & sebenarnya tidak sulit untuk memancingnya. hanya karena peralatan memancing saia sangat sederhana sehingga beberapa kali kail saia tersangkut batu karang. entah berapa kali saia strike, tapi kemudian lepas lagi gara2 kail saia tersangkut.
Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :



selesai mancing, saia pun kembali ke camp untuk makan pagi. selepas makan pagi kami berangkat mengelilingi pulau dengan perahu motor yang sudah kami carter selama kami berada di pulau meti. ketika saia keliling pulau sekilas saia melihat pulau sangat kecil di GPS yang saia bawa.

entahlah, saia pun ragu kalau citra yang ditampilkan GPS adalah sebuah pulau. tapi setelah saia tanya kepada juru mudi kapal barulah saia yakin kalau titik di utara pulau utama itu adalah sebuah pulau karang. awalnya saia pun sempat ragu karena jarak tempuh & kecepatan kapal sangat tidak rasional, tapi karena rasa penasaran akhirnya saia minta jurumudi mengarahkan kapal menuju pulau karang yang ada di utara pulau utama ini.



jujur, awalnya tidak ada ekspektasi khusus tetapi ketika samar2 terlihat pulau karang yang dimaksud barulah saia sadar kalau saia sedang menuju salah satu pulau terindah di dunia! 500 meter menjelang pulau ini, kami sudah berada di hamparan terumbu2 karang yang sangat indah. sejauh mata memandang hanyalah terumbu karang dangkal yang sangat cocok untuk aktivitas snorkeling & diving.

dan ketika pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini, saia pun hanya bisa tertegun. sejurus kemudian saia berkeliling pulau sambil mengabadikan dalam bentuk foto. tidak perlu banyak lagi deskripsi tentang pulau ini, biarkan foto2 yang berbicara.
Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :
Spoiler for :

Spoiler for :



menjelang tengah hari kami kembali ke daratan halmahera dengan segudang cerita yang kami dapat di pulau meti selama dua hari. inyo yang setia mengantar kami selama di halmahera sudah duduk santai menunggu kami di dermaga dengan toyota terios putihnya.

dan setelah berganti supir, sore itu pun kami langsung berangkat menuju pelabuhan sofifi sekaligus mengakhiri salah satu epidose terbaik kami di halmahera. tiba di pelabuhan sofifi sekitar pukul tiga dan tidak lama kemudian kapal fery tiba & kami langsung menyeberang ke ternate untuk beristirahat semalam.

Spoiler for :
Spoiler for :





Minggu, 8 juni 2013 (day 10)

saia masih teringat hari pertama menginjakkan kaki di maluku utara ini, ah ternyata sudah hari kesepuluh dan saia pun harus kembali ke jakarta. diantar faiz & tono, saia dan pak dadi bergegas menuju bandara sultan babullah ternate minggu siang itu.

tiba di bandara saia kembali bertemu jonathan & christine yang juga akan kembali ke jakarta dengan penerbangan yang sama dengan saia. setelah itu saia dan faiz mampir ke kedai bandara untuk ngopi sambil ngobrol2 farewel. pak dadi tidak tampak kali ini karena beliau langsung masuk bandara & nongkrong di ruang tunggu bandara. 10 menit sebelum pesawat take off saia pun pamit ke faiz dengan janji akan kembali pada saatnya nanti.



seperti ketika berangkat dari makassar menuju ternate, kali ini saia pun mendapat kesempatan kedua naik pesawat baru milik garuda indonesia jenis CRJ-1000 Next Gen. pesawat bermesin GE CF34 ini adalah pesawat paling baru yang dimiliki garuda. pukul 12:15WIT pesawat GA-661 pun take off dengan mulus. dua jam kemudian saia tiba di makassar untuk transit, selama menunggu jam penerbangan selanjutnya saia pun dijemput (kembali) oleh mba yanti & mba lisda di bandara sultan hasanudin makassar. tidak banyak basa basi, saia pun diajak makan kuliner makassar saat itu juga!

mba yanti pun mengajak saia keluar bandara kemudian membawa saia menuju kedai sop saudara dan makan kuliner khas makassar sop saudara. mba lisda kemudian bergabung bersama satu orang rekannya & kami berempat berangkat ke ramang2, tapi apa daya, hujan deras menghadang perjalanan kami menuju ramang2.

mba yanti & mba lisda sempat merayu agar saia berangkat ke jakarta dengan flight pagi keesokan harinya (ah racun makassar mulai ditebar….) tapi kali ini saia mampu menolak racun makassar yang terkenal cukup ampuh sebenarnya. akhirnya kami kembali ke bandara & ngopi ke kedai kopi bandara. dan seperti ketika berangkat, kali ini saia pun mendapat panggilan final call dari petugas bandara & menjadi penumpang pesawat yang terakhir masuk kabin…emoticon-Big Grin
Spoiler for :

Spoiler for :
Spoiler for :
Spoiler for :

Spoiler for :




tiba di jakarta kembali sekitar pukul 7 malam dengan sepatu, kerir, jaket basah kuyup sisa hujan2an di makassar sore tadi, saia pun menjadi satu2nya orang2 berbasah2 ria di terminal 2F bandara soekarno hatta malam itu. banyak yang heran mengapa kerir, sepatu & jaket saia basah kuyup padahal cuaca jakarta cerah? "ah mereka tidak tau apa saia alami di makassar sore tadi, pikirku".



salam.
Diubah oleh vulcano.hunter
wowwww.......... kerennn banget...

beninggg bersihhhhh emoticon-2 Jempol emoticon-2 Jempol
mantap kang J

ijin gelar tiker sambil baca emoticon-Big Grin
sadis gan pejalananyan emoticon-Cendol (S)
waktu dan support punya,,tapi dari sang nyonya besar yg sulit...
beda sama suhu yang diatas....
mantab n keren bgt ,,
tahun depan aq pengen ksini kang,,,smoga ksampean emoticon-Smilie
keren mantab abiss.. emoticon-Belo
Quote:

tempat yg pas untuk real adventure

Quote:

sok pake autan jgn lupa...

Quote:

dan cape juga yg pasti

Quote:

wah kl udah hubungan dgn nyonya, saia gak ada solusi deh... emoticon-Cape d... (S)

Quote:

saia juga sedang siapin part II nya 26 april - 4 mei 2014, skrg lagi matengin data & upate biaya terbaru (setelah kenaikan BBM) emoticon-Big Grin

Quote:

smoga bermanfaat

Simply, Awesome Trip Kang ! ... emoticon-2 Jempol

Saya hanya bisa :ngecesh: kapan semua variabel2 untuk terealisirnya trip mantap semacam ini terkumpul pada saya..

Destinasi yang menarik plus :
- Kesehatan Jasmani yg cukup
- Waktu yang cukup
- Uang yang cukup


Diubah oleh abumusyaffa
Quote:

semua diawali dari mimpi mendaki gunungapi2 aktif yg terisolir di maluku & halmahera om, dgn dukungan tim lokal & keberuntungan akhirnya separuh destinasi maluku & halmahera bisa saia dokumentasikan. sisanya taun depan saia selesaikan PR nya. emoticon-Big Grin
emang keren gan halmahera
emoticon-Matabelo
mantep om tapi kayanya butuh budget tebel tuh untuk kesana emoticon-Big Grin
Mantteeppp sangaattt...budget berapa total ituuu???
emoticon-Belomatabeloemoticon-Matabelo

trip yang sangat menggiurkan kang

banyak arsipnya :P -edited
Diubah oleh fotodeka
haha.. cerita begini kok minim komen yak..
emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak

emoticon-Belomatabelo

racun semua isinya... emoticon-Sorry
Halmahera Volcanic Arc Expedition 2013 (story…)

cakep yak pemandangannya. emoticon-2 Jempol
Diubah oleh azure.skies
keren bgt emoticon-Frown
setuju, keren
berasa ada disono dan kumplit bener (y)
Halaman 1 dari 2


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di