alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Story / ... / Stories from the Heart /
Petrichor, A Lovely Story After Rain
4.94 stars - based on 18 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/53bad29731e2e603318b460c/petrichor-a-lovely-story-after-rain

Petrichor, A Lovely Story After Rain

Tampilkan isi Thread
Halaman 11 dari 15
belom ada kelanjutannya kah ?
Agannya masih lebaran yaa ?? emoticon-Mewekemoticon-Mewek
Post ini telah dihapus oleh dipretelin
apakah itu Lelaki Baru ( Mike ) akan menjadi "Batu Sandungan" yang baru ?

bagaimana sama kabar Putri ya gan ?
apakah cuma jadi "karakter" prolog doang ??
ke depannya masih akan munculkah si doski ?

Part 34

Malam itu aku dan Vivi pergi ke sebuah acara ulang tahun temannya, karena aku telah berjanji untuk ikut.

Setelah Vivi pulang dan berganti pakaian, kami langsung berangkat ke tempat acara. Acara itu sendiri adalah acara ulang tahun Lira, sahabat Vivi yang juga dekat denganku, sudah beberapa kali kami melakukan double date. Meskipun bukan sekali aku terus berkenalan dengan pacar pacar barunya saat double date itu.

Acaranya dilaksanakan disebuah garden cafe di sekitaran ancol, jadi semua acara dilaksanakan outdoor.

Kami tiba di acara itu pukul 8, nampaknya bukan kami tamu pertama, meskipun di undangan itu tertera bahwa acara akan mulai pukul 9 malam, ternyata beberapa teman sudah tiba duluan.

"Vivi! Yaampun buk, untung lo cepet dateng, gue bingung nih ntar acaranya dijadiin standing party atau gimana, soalnya ini kursi banyak kurangnya, duuh" sambut Lira ketika kami tiba dan berjumpa dengannya

"Yaampun jeng lo woles dikit napa, gue baru sampe udah lo ribetin, nyelamatin aja belum" gerutu Vivi

"Ntar aja deh selametannya, pokoknya sekarang lo bantuin gue sini. Yan Vivi sama gue kedalam nih, lo ngikut gak?" Cerocos Lira

"Ntar gue nyusul Ra, mau nyari minum dulu, kering nih tenggorokan" alasanku

"Elo mah jago banget kalo ngeles, takut disuruh suruh ye? Noh minibar disitu tuh, jangan diabisin semua, acara belum mulai juga" kata Lira

"Tau aja lu, ntar kalo ada tugas angkat mengangkat gue bantuin deh, panggil aja entar" kataku lalu melepas pegangan pada tangan Vivi dan berlalu

"Awas kalo ngilang ya lu, ntar Vivi yang gue suruh ngangkut-ngangkutin" omel Lira

"Iya nek lampir" kataku lalu meninggalkan mereka

Aku pun berjalan kearah minibar yang menyediakan minuman, acara Lira ini bisa dibilang cukup mewah, setahuku untuk makan biasa berdua saja kadang akan muncul angka jutaan di bill, lah ini dia bikin acara ulang tahun disini.

Ada banyak pilihan minuman yang tersedia di situ, kebanyakan minuman yang mengandung alkohol. Maklum, teman teman Vivi dan Lira kebanyakan anak anak hedon, Lira sendiri sangat aktif menjelajah dunia malam, Vivi pun sewaktu baru kenal denganku juga begitu, tapi lama kelamaan Vivi mulai mengurangi petualangan malamnya, dan sekarang Vivi tidak pernah lagi berdekatan dengan yang namanya club ataupun diskotik. Aku bersyukur karena merasa aku sedikit banyak membawa Vivi kejalan yang agak lurus, meskipun lebih banuak bengkoknya, hehe.

Anggur putih menjadi pilihanku untuk diminum, yang ringan saja, akupun bukan jenis orang yang senang untuk mencoba jenis jenis minuman, aku sudah terbiasa minum anggur karena biasanya Vivi akan menyajikannya disaat saat dinner romantis bikinannya sendiri, ntah itu saat anniversary kami, ataupun saat kami merayakan pencapaian kecil kecilan kami bersama.

Sebuah kursi dibawah pohon cherry menjadi pilihanku untuk duduk sejenak. Sambil meminum minuman yang kuambil tadi, aku memerhatikan orang orang yang berlalu lalang. Lama kelamaan undangan mulai ramai berdatangan saat waktu dekat pukul 9.

"Eh bro, ngapain sendiri aja disini" tiba tiba ada yang memukul pundakku, ternyata Mike

"Eh iya bro gue kurang kenal sama orang orang yang disini, makanya melipir gue kesini hehe" kataku sambil menjabat tangan Mike

Mike lalu duduk disampingku dan kami berbincang bincang berdua. Ternyata Mike adalah seorang mahasiswa kedokteran di universitas yang sama dengan Vivi, pantas saja mereka bisa kenal.

Beberapa saat kemudian, acara dimulai dengan ditandai perkenalan MC acara itu, Vivi sendiri yang mengucapkan kalimat pembukaan.

Sepanjang acara itu, Mike menemaniku. Dia juga seorang peminum yang kuat, sudah 5 shot tequila yang disajikan di minibar ditenggaknya habis.

Aku sudah memperingatkannya untuk tidak mabuk karena bisa merusak mood acara. Mike sendiri dijadwalkan untuk memimpin doa atau apalah itu untuk Lira (Lira juga seorang pemeluk katolik), Mike sendiri sejauh yang kutahu memang orangnya lebih religius dibanding temannya yang lain. Tapi dengan keadaannya yang mabuk sekarang, nampaknya dia tidak akan sanggup.

Kuberitahu Lira dan Vivi tentang keadaan Mike, Lira sedikit kesal sesaat, namun akhirnya mereka memilih orang lain untuk mewakili Mike.

Aku mengamankan Mike dan membawanya menjauh dari acara. Aku membaringkan Mike ditanah dibawah sebuah pohon.

Kutunggui Mike yang sedang mabuk berat sambil menghisap rokok sebatang demi sebatang.

"Lo beruntung bisa milikin Vivi men" kata Mike tiba tiba, nampaknya dia masih dalam keadaan sangat mabuk sehingga kata katanya terdengat seperti racauan

"Lo nikmatin aja dulu masa masa lo sama Vivi selagi bisa. Maafin gue ya bro, gue bahagia ngeliat kalian berdua bahagia, tapi asal lo tau, Vivi dan gue udah dijodohin dari kecil" kata Mike meracau.

Aku tersentak mendengar kalimatnya, saat kuminta dia untuk mengulang kembali kata katanya, Mike kembali tak sadarkan diri.
Sori telat apdet habis lebaran banyak kerjaan kejar tayang emoticon-Mewek

Part 35

Aku tidak terlalu memikirkan racauan Mike, bagaimanapun juga dia saat itu sedang kacau.

Tapi sejauh yang kutahu, orang yang sedang mabuk itu selalu mengeluarkan kejujuran. Aku bingung untuk percaya atau tidak pada racauan Mike.

Acara selesai tepat pukul 12 malam. Diakhiri dengan ledakan ledakan kembang api diatas langit. Harus kuakui acara Lira ini benar benar berkelas.

Mike sendiri diambil alih oleh temannya untuk diantarkan ke tempatnya. Aku dan Vivi izin pulang pada Lira pada pukul 2, kebanyakan tamu tamu telah berpulangan sesudah acara.

Aku hanya diam membisu ketika Vivi bercerita tentang betapa excitednya dia pada acara tadi. Akupun menghindari genggaman tangan Vivi yang mencoba menggandengku. Aku masih kepikiran dengan kata kata Mike.

Vivi yang menyadari sikapku kemudian diam. Setibanya diparkiran, Vivi masuk lebih dulu kedalam mobil setelah kuhidupkan mesin dan ac nya. Kukatakan padanya aku ingin merokok dulu.

Sebenarnya, hatiku juga telah lama tau bahwa suatu saat kejadian ini akan terjadi. Apapun caranya, ntah itu Vivi yang meninggalkanku atau aku yang meninggalkannya, hatiku telah rela. Karena dari awal aku juga telah mengetahui bahwa aku dan Vivi tidak pernah berjodoh. Betapa besarpun cintaku padanya. This thing just wont work like our plan.

Aku mengacak ngacak rambutku sambil racauan Mike terus terngiang ditelingaku. Disaat itulah, mataku menangkap sesosok yang telah kukenal dengan sangat baik, terekam sangat dalam di memoriku. Setiap lekukan tubuhnya, pekat dan lurus rambutnya. Putri. Berjalan dengan seorang lelaki putih tinggi dengan kacamata frame tipis. Mobilnya terparkir tepat diseberang mobilku.

Tiba tiba Vivi keluar dari mobil lalu berjalan kearah Putri. Astaga! Apakah selama ini Vivi dan Putri saling kenal?

Ternyata Vivi berjalan bukan kearah Putri, melainkan kearah lelaki yang bersama Putri.

"Nabil!" sapa Vivi pada lelaki itu

"Eh elu Vi! Apa kabar? Dari acaranya Lira juga?" Kata lelaki itu

"Iya, elu juga? Kok gue ga ketemu elu didalem!? Yaampun Nabil lo kapan kurusnya? Sd kan lu gembrot banget, udah bawa gandengan juga yaampun sampai pangling gue!" Kata Vivi

"Hehe iya gue juga baru datengnya jam 11an tadi. Elu mah ceritanya pas sd, gue sma udah begini juga, lagian kok lu masih bisa tau sama gue? Hehe" kata lelaki itu cengengesan, gaya bicaranya agak sedikit ngondek.

"Iyah kan tompel di tanganlu kaga pindah pindah jadinya gue yakin ini elu. Wajah lu juga gaada berubah sekalipun udah kurus hehe" kata Vivi

"Bisa aja lu. Eh oh iya, kenalin nih calon gue, Putri" kata lelaki itu mengenalkan Vivi pada Putri, mereka berjabat tangan sambil mengenalkan diri

"Elu sendiri?" Tanyanya

"Engga, noh gue bawa calon juga, sayang sini dong kenalan sama temen aku" kata Vivi memanggilku.

Terjawab sudah. Janji janji aku dan Putri memang telah patah. Saat ini, entah kenapa semesta mempertemukan kami saat kami berdua sudah milik orang lain. Nampaknya semesta sudah menetapkan keputusan untuk membunuh janji kami.

Aku menghampiri mereka, kulihat Putri terkejut melihatku. Tapi kemudian dia tersenyum. Senyum yang pernah meluluhkan hatiku, malam itu sekali lagi hatiku luluh kembali karenanya.

Setelah aku berkenalan dengan Nabil, dia lalu memperkenalkanku dengan Putri. Aku hendak mengatakan pada mereka bahwa kami sebenarnya kami sudah saling kenal, tapi tiba-tiba

"Putri, aku calon tunangannya Nabil" katanya lalu mengulurkan tangannya.

Aku tersentak.
Beginikah akhirnya Put? Kamu memutuskan untuk berpura pura tidak mengenalku dan menegaskan bahwa kamu sudah dimiliki oleh orang lain?

Memang benar bahwa selama ini aku berhasil melupakan kamu karena aku mencintai Vivi, tapi beginikah caranya Put? Tragis sekali nasib janji janji muluk kita di pinggir lembah itu.

"Rian, salam kenal" kataku akhirnya lalu menyambut uluran tangannya.

Malam itu, aku merasakan kembali halusnya tangan Putri 5 tahun lalu saat menjabat tanganku di haru pertama aku di sekolah baru itu. Ditengah deru nafasnya yang tidak beraturan setelah dia terlambat masuk kelas. Namun malam ini kami berjabat tangan dengan diri masing masing yang lain. Kali ini, Putri tidak lagi ngos-ngosan saat menjabat tanganku. Tidak lagi ada bulir keringat didahinya karena dia berlari dilorong untuk tidak terlambat.

Namun. Senyum itu masih sama seperti 5 tahun yang lalu
Diubah oleh bekassr
wanjirr, so complicated.. emoticon-army
putri yg katanya dah punya calon, si mike yg katanya calon vivi..
sett dah bisa ketemu gitu ya yan.. emoticon-Big Grin
waduh makin complicated ya gan ??

ternyata itu toh alasan Mike sama Vivi bisa deket emoticon-Hammer (S)

nah itu muncul lagi si Putri, tapi malah bkin suasana makin "kompleks" yakk emoticon-Hammer2
asem udeh kaya sinetron aja
itu bisa ketemu sama putri di acara ultah

vivi udah di jodohin
dan putri udah mau tunangan emoticon-Berduka (S)
Weh sama sama dari pekanbaru gan. Numpang buka tenda ya
Btw udah dirate 5 ya
Diubah oleh 48thronin
Quote:


Mau dibikin supaya gakaya sinetron ga ngerti gan, ini udah diupayain sebisa mungkin supaya gakaya ftv emoticon-Hammer2
Quote:


mau kayak ftv ato kayak apa yg penting apdet gan...
tp heran ane,udah jaman robot begini masih ada aja yg namanya jodoh2an
btw apes bgt yg dijodohin sama vivi..dapet bekas elu gan emoticon-Big Grin
ketinggalan 2 part...tapi seruuu boyyy..lanjuuutt
owalahh itu Mike
kudu "mabok" dulu baru keluar alasan sebenernya muncul di tengah agan sama vivi emoticon-Hammer2
wuihhh. bener2 akhir yg tragis .
tpi seru sih ceritanya
Quote:

Belum berakhir mah gan... emoticon-Hammer2
Quote:


ehm gtu ya gan. tpi menurut feeling gue kayanya ini akan berakhir deh gan. entah kapan pasti bakal tamat
pasti nyesek banget tu TS, pas denger vivi dah dijodohin emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Halaman 11 dari 15


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di