alexa-tracking
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Mengenal Cara Menyembunyikan Jati Diri Syiah Rafidhah Indonesia
3.67 stars - based on 3 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5247f9ca3c118e2b2f000000/mengenal-cara-menyembunyikan-jati-diri-syiah-rafidhah-indonesia

Mengenal Cara Menyembunyikan Jati Diri Syiah Rafidhah Indonesia

Tampilkan isi Thread
Halaman 3 dari 4
kalo dia muncul suruh nunjukin bukunya gan, suruh nunjukin kitabnya
silahkan mencari latar belakang Syiah Rofidhoh
silahkan mencari tau siapa Abdullah bin Saba'

lihat pandangan Ulama 4 Mazhab terhadap Syiah Rafidhoh.....

sekarang syiah udah "canggih" karena menyusup dan membaur ke kelompok2 Islam dengan halus demi mencari pendukung untuk membela mereka, setelah mereka didukung dan merasa aman mereka akan mencari pengikut, pengikut yang akan mengkafirkan Sahabat dan Ahlussunnah, pengikut yang akan menyebarkan kata "wahabi" untuk menutupi dan mengalihkan perhatian umat Islam dari keberadaan mereka di tengah kita, pengikut yang akan beribadah di kuburan, pengikut yang akan berjuang sekuat tenaga di dunia maya maupun di dunia nyata untuk mengadu domba ahlussunnah yang bodoh dan yang lurus, pengikut yang akan menebarkan tatacara beribadah baru yang sama sekali tidak diajarkan Rasulullah, pengikut yang akan menelaah Quran dan hadis untuk dicari kelemahannya sehingga dapat ditafsirkan sendiri.....

belajarlah, belajarlah belajarlah....... tuntut ilmu agama setinggi mungkin, kata Imam bukhori Al Ilmu Qobla Qouli Wal 'amal

mereka gak akan pernah ngaku dia syiah gan karena jika langsung ketahuan mereka takut gak bisa berkembang dan mencari pengikut di Indonesia, mereka akan ngaku2 NU, Muhammadiyah, dll. Jika sudah seperti itu artinya mereka sedang melakukan ibadah mereka yaitu taqiyah, seolah2 dia membela NU, seolah membela muhamadiyah, supaya muslim dapat diadu domba dengan mudah......

ciri khas syiah adalah beribadah di kuburan, kuburan, kuburan dan kuburan, itu mereka lakukan demi merusak islam dari dalam
panjang amat ijin simak dolo gan emoticon-Bingung (S)
mereka sangat menghambakan diri kepada kuburan, memperindah kuburan, memegahkan kuburan, meninggikan kuburan, dan menjadikan kuburan tempat ibadah.

dan mereka tidak menyukai sunnah, sangat anti dengan hadis SHAHIH !!
nice share agan,buat lebih hati-hati lagi
Duaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr.....emoticon-Ngakak
Kok ya ada org2 yg mau ikut ajaran sesat ya?
Quote:


nh jawaban'a gan..
PERTAMA , sebaik-baik jawaban ialah Wallahu
a’lam . Hanya Allah yang Tahu sebenar-benar
alasan di balik kebijakan Pemerintah Saudi
memberikan tempat bagi kaum Syiah untuk
ziarah ke Makkah dan Madinah.
KEDUA, dalam sekte Syiah terdapat banyak
golongan-golongan. Di antara mereka ada yang
lebih dekat ke golongan Ahlus Sunnah (yaitu
Syiah Zaidiyyah), ada yang moderat
kesesatannya, dan ada yang ekstrim (seperti
Imamiyyah dan Ismailiyyah). Terhadap kaum
Syiah ekstrim ini, rata-rata para ulama tidak
mengakui keislaman mereka. Nah, dalam
praktiknya, tidak mudah membedakan kelompok-
kelompok tadi.
KETIGA , usia sekte Syiah sudah sangat tua.
Hampir setua usia sejarah Islam itu sendiri. Tentu
cara menghadapi sekte seperti ini berbeda
dengan cara menghadapi Ahmadiyyah, aliran Lia
Eden, dll. yang termasuk sekte-sekte baru.
Bahkan Syiah sudah mempunyai sejarah sendiri,
sebelum kekuasaan negeri Saudi dikuasai Dinasti
Saud yang berpaham Salafiyyah. Jauh-jauh hari
sebelum Dinasti Ibnu Saud berdiri, kaum Syiah
sudah masuk Makkah-Madinah. Ibnu Hajar Al
Haitsami penyusun kitab As Shawaiq Al Muhriqah ,
beliau menulis kitab itu dalam rangka
memperingatkan bahaya sekte Syiah yang di
masanya banyak muncul di Kota Makkah. Padahal
kitab ini termasuk kitab turats klasik, sudah ada
jauh sebelum era Dinasti Saud.
KEEMPAT, kalau melihat identitas kaum Syiah
yang datang ke Makkah atau Madinah, ya rata-
rata tertulis “agama Islam”. Negara Iran saja
mengklaim sebagai Jumhuriyyah Al Islamiyyah
(Republik Islam). Revolusi mereka disebut
Revolusi Islam (Al Tsaurah Al Islamiyyah). Data
seperti ini tentu sangat menyulitkan untuk
memastikan jenis sekte mereka. Lha wong,
semuanya disebut “Islam” atau “Muslim”.
KELIMA , kebanyakan kaum Syiah yang datang ke
Makkah atau Madinah, mereka orang awam.
Artinya, kesyiahan mereka umumnya hanya ikut-
ikutan, karena tradisi, atau karena desakan
lingkungan. Orang seperti ini berbeda dengan
tokoh-tokoh Syiah ekstrem yang memang sudah
dianggap murtad dari jalan Islam. Tanda kalau
mereka orang awam yaitu kemauan mereka untuk
datang ke Tanah Suci Makkah-Madinah itu
sendiri. Kalau mereka Syiah ekstrim, tak akan
mau datang ke Tanah Suci Ahlus Sunnah. Mereka
sudah punya “tanah suci” sendiri yaitu: Karbala’,
Najaf, dan Qum. Perlakuan terhadap kaum Syiah
awam tentu harus berbeda dengan perlakuan
kepada kalangan ekstrim mereka.
KEENAM , orang-orang Syiah yang datang ke
Tanah Suci Makkah-Madinah sangat diharapkan
akan mengambil banyak-banyak pelajaran dari
kehidupan kaum Muslimin di Makkah-Madinah.
Bila mereka tertarik, terkesan, atau bahkan
terpikat; mudah-mudahan mau bertaubat dari
agamanya, dan kembali ke jalan lurus, agama
Islam Ahlus Sunnah.
KETUJUH, hadirnya ribuan kaum Syiah di Tanah
Suci Makkah-Madinah, hal tersebut adalah BUKTI
BESAR betapa ajaran Islam (Ahlus Sunnah)
sesuai dengan fitrah manusia. Meskipun para
ulama dan kaum penyesat Syiah sudah bekerja
keras sejak ribuan tahun lalu, untuk membuat-
buat agama baru yang berbeda dengan ajaran
Islam Ahlus Sunnah; tetap saja fitrah mereka
tidak bisa dipungkiri, bahwa hati-hati mereka
terikat dengan Tanah Suci kaum Muslimin
(Makkah-Madinah), bukan Karbala, Najaf, dan
Qum.
KEDELAPAN, kaum Syiah di negerinya sangat
biasa memuja kubur, menyembah kubur, tawaf
mengelilingi kuburan, meminta tolong kepada ahli
kubur, berkorban untuk penghuni kubur, dll. Kalau
mereka datang ke Makkah-Madinah, maka praktik
“ibadah kubur” itu tidak ada disana. Harapannya,
mereka bisa belajar untuk meninggalkan ibadah
kubur, kalau nanti mereka sudah kembali ke
negerinya. Insya Allah.
KESEMBILAN , pertanyaan di atas sebenarnya
lebih layak diajukan ke kaum Syiah sendiri, bukan
ke Ahlus Sunnah. Mestinya kaum Syiah jangan
bertanya, “Mengapa orang Syiah masih boleh ke
Makkah-Madinah?” Mestinya pertanyaan ini
diubah dan diajukan ke diri mereka sendiri, “Kalau
Anda benar-benar Syiah, mengapa masih datang
ke Makkah dan Madinah? Bukankah Anda sudah
mempunyai ‘kota suci’ sendiri?”
Demikian sebagian jawaban yang bisa diberikan.
Semoga bermanfaat. Pesan spesial dari saya,
kalau nanti Prof. Dr. Umar Shihab, atau Prof. Dr.
Quraish Shihab (dua tokoh ini saudara kandung,
kakak-beradik; bersaudara juga dengan Alwi
Shihab, Mantan Menlu di era Abdurrahman
Wahid), beralasan dengan alasan tersebut di atas;
mohon ada yang meluruskannya. Supaya beliau
tidak banyak membuang-buang kalam, tanpa
guna.
Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

sumber: abisyakir.wordpress.com/2012/01/02/kalau-syiah-sesat-mengapa-boleh-masuk-tanah-suci/
Quote:


luar biasa gan jawabannya
emoticon-2 Jempol
Quote:


Ane suka cara pandang agan ini... emoticon-Shakehand2
Wah kmrn ane liat di gramedia taman anggrek ada buku judulnya "mazhab ke 5" ane langsung curiga ama tuh buku.Setelah ane buka tuh buku eh isinya syiah.Astaghfirullah.Buat muslim klo baca buku agama skrg harus pintar2 saring mana yang bener2 sesuai ajaran islam dan mana yang bukan
Quote:


jawaban yang cerdas pagi ini,, iya gan tolongin ane dong orang yang fakir ilmu takut terjerumus sama rafidah syiah, di Indonesia ini sudah menyusup banyak sepertinya
udah kalo mau bunuh aja islam syiah
learn and learn
wah.. ane dukung gan.. syiah kudu nyungsep ...
wahabi ma syiah aja ane gk tau. setau ane cm nu, muhammadiyah dan ahmadiyah. yg islam itu yg mn sih emoticon-Bingung
kalau mau tahu syiah ya mesti baca kitab2nya, karena kalau tanya langsung ke Syiah biasanya mereka bertaqiyah ya

bisa cek disini video & artikel syiah tanpa sensor - http://antimajos.com/
Syiah itu bukan islam
Sudah terlihat dari rukun islamnya saja sudah beda dari ajaran nabi muhammad
Syiah itu bukan islam
Intisari Dari Catatan:
TABAYYUN KEPADA SYIAH

Saya Dari Anti Syiah Menjadi Simpatisan Syiah

Oleh: Akbar Nur Hasan


Assalamu’alaikum.. Maaf sebelumnya jika tulisan saya ini dinilai kurang berkenan dan mengganggu. Saya hanya ingin mengajak anda bertabayyun kepada syiah melalui catatan yang saya buat ini berdasarkan hasil pembelajaran dan analisis saya terhadap ajaran syiah selama beberapa tahun lamanya. Tapi sebelum ini agar anda percaya bahwa saya tidak sedang bertaqiyah, maka saya awali dulu dengan bersumpah bahwa demi Allah, sampai dengan sekarang saya tidak pernah bertemu lalu berkenalan dengan orang - orang syiah, atau tidak ada satu orangpun yang pernah saya temui, mereka mengaku sebagai orang syiah. Jika saya berbohong, maka saya siap mati binasa dilaknat oleh Allah! Saya juga bersumpah bahwa demi Allah, tidak ada sedikitpun keuntungan materi yang saya dapatkan dari usaha membela mazhab syiah yang dizhalimi ini, tidak ada yang menyuruh saya, hal ini murni atas inisiatif pribadi, semata – mata karena Allah sekaligus demi kebaikan kita bersama di dunia ini & akhirat kelak. Oleh karena itu jika anda mengaku sebagai mukmin yang bijak, adil dan objektif, mukmin yang memegang teguh agama islam ini dengan kebenaran sejati seumpama menggenggam panasnya bara api, maka tidak ada salahnya untuk anda mau mempelajarinya.

[SKIP]... [SKIP]... [SKIP]...

Awalnya saya hanya tahu syiah sekedar nama dan hal - hal negatif mengenainya, sehingga sayapun menjadi orang yang anti syiah dan ikut pula mencaci maki mereka sebagai golongan yang sesat. Namun walau begitu, seingat saya, saya tidak pernah sekalipun sampai hati ikut – ikutan latah mengatakan bahwa syiah bukan islam, sebelum saya dapat mencari tahunya sendiri. Dari sinilah awalnya tergerak hati saya untuk mencoba bertabayyun (kroscek) kepada mereka walaupun itu hanya melalui media internet, karena saya tidak pernah bertemu secara langsung dengan orang – orang syiahnya sendiri. Setelah saya pelajari beberapa tahun lamanya (2015-2017) dengan perbandingan antara pendapat sunni baik yang pro maupun kontra terhadap syiah, dan dari pendapat syiahnya sendiri, hasilnya cukup mengejutkan dan membuat sedih hati ini, karena ternyata saya banyak menemukan fakta bahwa selama ini yang disebarkan oleh pihak - pihak anti syiah untuk menyerang paham syiah adalah dengan menggunakan hadits - hadits dha’if (lemah), ma’udhu (palsu), bahkan sengaja dipalsukan isi kitabnya oleh mereka. Pemalsuan ini utamanya ditemukan dari kitab - kitab syiah literatur induk yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa asing. Hal ini bukan saja diketahui dari hasil penelitian oleh pihak syiahnya sendiri, tetapi juga dari pihak sunni pun pernah meneliti dan melaporkannya demikian. Maka jika anda bertabayyun dengan membaca buku atau kitab - kitab syiah dari penerbit yang tidak atau kurang bisa dipercaya, yang dari bahasa arab kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa kita (melayu/indonesia) atau ke bahasa – bahasa lainnya, lalu melihat ada konten yang dinilai berlebihan dan tidak sesuai dengan akal sehat, itu bisa jadi kitabnya telah dipalsukan. Ini adalah salah satu bukti dari pemalsuan tersebut:
https://syiahnews.wordpress.com/2010...hatan-wahabbi/

Pihak anti syiah itu telah berperilaku jahiliyah dengan mengutip hadits - hadits atau pernyataan dari kitab - kitab syiah yang isinya sangat melampaui batas, padahal setelah diteliti ternyata tidak seperti dalam kitab asli yang dirujuk. Mereka dengan keji mengubah, memotong dan membuat hadits - hadits atau pernyataan - pernyatan palsu hasil karangan mereka sendiri pada kitab - kitab syiah terjemahan. Beberapa contoh diantaranya: 1) “Allah tidak tahu masa depan para hamba-Nya sedangkan para imam mengetahuinya”, ini pemalsuan dari kitab Ushulul Kaafi hal 40 sebagaimana kasyful Asrar hal 99 yang hasil pengkajiannya dapat dibaca pada link diatas. 2) “Ali adalah dzat yang awal dan yang akhir”, ini pernyataan Ali yang dikutip sepotong dan hanya bermakna kiasan saja. Selengkapnya: https://www.facebook.com/notes/shadr...200612996515/. 3) “Malaikat Jibril salah memberikan wahyu kepada Nabi Muhammad yang seharusnya diserahkan kepada Ali”, ini pernyataan dari syiah ghulat/ekstrim yang tidak ada hubungannya dengan syiah imamiyah di jaman ini. Selengkapnya: http://www.islamquest.net/id/archive...estion/id7388. Tapi menurut Ibu Emilia Renita AZ yang pernah difitnah berkata begitu dalam sebuah screenshot facebook, beliau membantahnya dan mengatakan bahwa tidak ada syiah ghulat itu, sehingga menurutnya hal tersebut hanyalah sejarah yang direkayasa. Namun sayang, dari pihak syiahnya sendiri banyak yang termakan manipulasi sejarah itu. 4) “Wanita syiah yang bersuami boleh di mut’ah secara bergilir oleh banyak pria dalam durasi waktu yang sangat singkat”, ini pemalsuan dari kitab Tahriir Al Wasiilah 2/265 masalah 17 yang link bantahannya terdapat di poin ke 4 tentang nikah mut’ah terkait dusta al-Amiry. 5) “Memakan tahi/kotoran para imam dijamin masuk surga”, ini pemalsuan dari kitabul anwar wilayah rasul Bab Thaharah, hal 440 yang bantahannya terdapat di poin ke 11. Dan sebagainya. Saya bersyukur dapat tahu atas syubhat yang dibuat - buat ini. Karena kebenaran lebih berharga dari apapun. Setidaknya karena ini saya berhenti menghujat syiah lagi.

Jika anda berpikiran kritis dan sebelumnya pernah mendapati seperti 5 hal diatas, tentulah anda akan punya sedikit/banyak rasa curiga dan keraguan untuk mempercayainya. Karena logikanya, hampir mustahil syiah jika memang benar kesesatannya melampaui batas seperti itu, mereka bisa tetap eksis dan berkembang dari jaman dulu sampai dengan sekarang yang sudah berjalan selama ribuan tahun lamanya. Terlebih disisi mereka banyak sekali para habaib atau dzuriyyat ahlul bait nabi, alim ulama dan hafidzul Qur’an.

Selengkapnya Baca disini:
Versi web => https://simpatisansyiah.wordpress.co...-kepada-syiah/
Versi PDF => https://simpatisansyiah.files.wordpr...pada-syiah.pdf

NB: Pernyataan ttg Syahadatnya syiah, Sholatnya syiah, Nikah mut’ah, Syiah mencaci maki para Sahabat, Syiah menyembah Ali sbg Tuhan, Syiah menabikan Ali, Taqiyah, Siapa saja ahlul bait, Siapakah Abdullah bin Saba, Al Qur’an syiah beda dgn sunni, tradisi menyiksa diri di hari asyura, syiah makan tai imamnya dijamin masuk surga, isu konflik suriah, dll semua itu sudah dibahas pada tulisan saya diatas. Jadi silahkan dibaca secara utuh utk menambah wawasan keagamaan anda dan dalam rangka bertabayyun kepada mazhab syiah. Jika anda tidak bersedia, maka jangan sampai anda menyalahkan takdir Allah atas banyaknya dosa besar dan balasannya yang akan menimpa anda di akhirat kelak. Salahkanlah diri anda sendiri, karena saya sudah pernah mengingatkannya namun anda acuhkan begitu saja. Atas perhatiannya terima kasih. emoticon-Smilie
emoticon-Repost
Halaman 3 dari 4


GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di