CARI
KATEGORI
KATEGORI
Pengumuman! Ikuti Surveynya, Dapatkan Badge-nya! Klik Disini
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Politisi Senior PDIP Izedrik Emir Moeis [JUGA] ditahan penyidik KPK
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/51ded2417b12435c48000003/politisi-senior-pdip-izedrik-emir-moeis-juga-ditahan-penyidik-kpk

Politisi Senior PDIP Izedrik Emir Moeis [JUGA] ditahan penyidik KPK

Politisi Senior PDIP Izedrik Emir Moeis [JUGA] ditahan penyidik KPK
JAKARTA, suaramerdeka.com - Setelah hampir berstatus sebagai tersangka, akhirnya Politisi Senior PDIP Izedrik Emir Moeis ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Emir ditahan di rumah tahanan Guntur menyusul Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq, politisi Partai Golkar Zulkarnaen Djabbar, dan mantan Kepala Korp Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo.

''Setelah melakukan pemeriksaan terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji berkaitan dengan proyek PLTU Tarahan, Lampung tahun 2004, melakukan upaya penahanan terhadap tersangka IEM di rutan Jakarta Timur cabang KPK di Pomdam Guntur untuk 20 hari pertama,'' ujar Kepala Biro Humas KPK Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, Kamis (11/7).

Ditanya mengapa Emir baru ditahan setelah hampir setahun dan baru diperiksa perdana sebagai tersangka, Johan mengatakan, penyidik yang tahu pertimbangan kenapa tersangka baru ditahan.

Menurut Johan, pihaknya juga terlebih dahulu memeriksa saksi-saksi dalam rangka untuk melengkapi berkas penyidikan termasuk saksi pihak luar (WNA).

''Setelah pemeriksaan saksi-saksi hari ini (kemarin, red) dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan diputuskan oleh penyidik untuk ditahan. Saya kira berkasnya kemungkinan sudah akan selesai untuk tahap 2,'' ujar Johan.

Dalam kasus PLTU Tarahan, Emir selaku panitia anggaran DPR RI (sekarang bernama Badan Anggaran) diduga menerima sejumlah uang sebesar 300 ribu dolar Amerika Serikat terkait pengadaan proyekPLTU.

Emir telah ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat, 20 Juli 2012. Keputusan tersebut berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor: Sprin.Dik-36/01/07/2012.

Tiga hari berselang, KPK mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri terhadap Emir bersama Direktur Utama PT Artha Nusantara Utama Zuliansyah Putra Zulkarnain dan General Manager PT Indonesian Site Marine Reza Roestam Moenaf kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM per tanggal 23 Juli 2012 yang berlaku enam bulan.

KPK pun menjerat Emir dengan Pasal 5 ayat 2, Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. Atas perbuatannya Emir terancam pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.


sumber :http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/07/11/164197/Emir-Moeis-Ditahan-di-Rutan-Guntur

Jujur Gan, ane makin bingung, bentar lagi pemilu 2014, mau milih partai mana emoticon-Bingung
menurut pendapat Agan-agan sekalian bagaimana ini?
Diubah oleh chocolatewomen
Ane pilih calon independen aja (kalo ada), kalo ga ada ya ane golput.

Yg logis2 ajalah kalo orang yg terlibat partai pasti ada politik balas budi ke partai yg mengusungnya. Pasti itu ... sekali lagi ... PASTI itu.
emang makin langka politisi yang bersih d negara ini
Quote:


Kek nya g mungkin gan

Sistem politik kita g memperbolehkan kek gitu....pernah ada rencana gt tapi di mentahkan Mk
kalo saya seh... Pilih no. 13 gan... Partai Putih...
emoticon-Ngakak
Gaada bukti gan, mainan politik doang ini..
Demokrat tengsin orangnya ditangkepin
PKS manas2in kok Emir blom ditangkep juga padahal kasus udah hampir setaun
KPK malu gabisa nemuin bukti, ya jadi ditahan aja dulu

Terinspirasi nonton Game of Thrones, hehe..
Demokrat, PKS, PDI-P semua korupsi.. partai lain blm kebuka aja tuh.. emoticon-Ngakak
so, mending golput aja dah..
gak usah milih..

gak ada satupun partai yg bersih dari korupsi emoticon-Ngakak
jangan coblos partainya
sekarang kan KPU dah kasih tau caleg2nya siapa aja emoticon-Big Grin..
nah disini cari dah tiap caleg track reccordnya apa walau lewat google.. minimal gak milih kucing dalam karung
Quote:


Berarti ane ga akan pernah menggunakan hak suara ane emoticon-Big Grin

Umur udah 31, belom pernah sekali pun ane ikut nyoblos, karna sejak SMA ane belajar kek ginian dari guru pelajaran Tata Negara emoticon-Malu (S)
PDIP tetep partai yang paling bersih gan............. Penahan Emir Moeis penuh dengan unsur politis dan tekanan FBI...........KPK sudah tidak bisa netral
KPK hanya dijadikan alat untuk menekan partai tertentu
liat aja KPK kerjanya sekarang cuma "TUKANG NGUNGKAP ISTRI ORANG"

KPK emoticon-Tai KPK emoticon-Hoax
Diubah oleh perdjoangan
ParTai wong licik ternyata hobi korupsi juga emoticon-Cape d...
ga terlalu disorot media ya emoticon-Big Grin

=======

masih ada yg bilang kpk antek zionis? emoticon-Big Grin
Quote:


PDI-P Partai paling bersih? Ente dapet data darimana? Data dari ICW malah PDI-P paling korup. Ya wajar nggakada pemberitaannya, soalnya kader-kader PDI-P yang korup itu pada beringas. Bisa mati wartawan beritain busuknya kader PDI-P.

Lagipula, di Indonesia sampe kiamat juga kagak bakalan ada partai yang bersih dari KORUPSI. Mau partainya Mamak Banteng, Pak Beye, Si Bowo, Bang Wir, Ler Ical, BewokPaloh, dll,dll, semuanya sama. SERAKAH sama kekuasaan, jabatan, dan pastinya serakah sama DUIT RAKYAT.

Mudah-mudahan pemilu ke depannya membolehkan calon independen maju jadi calon pemimpin, supaya nggak ada politik balas budi ke Parpol-Parpol Tai Anjing.
Quote:


pdip dkk itu masih yang terbaik dah

emoticon-Ngacir
Quote:


ente mabok tai sapi ya gan,,sapi yang mocongnya putih emoticon-Smilie ,, dulu ane selalu coblos tai sapi,,tapi sekarang ,,,sisapi semakin brutal,, KPK disikat, POLRI dan Presiden di remote,,, parah,,,, mending,, golput,,ane coblos semua biar rusak kartu suara ane,,
gak kaget gw apalagi kpk d obok obok emoticon-Mad








anu numpang lewat emoticon-Traveller
Maju terus tangkepin koruptor.
Quote:


yg moncong putih banteng mas bro bukan sapi emoticon-Hammer (S) emoticon-Hammer (S)
Quote:


Masih kena racun kobokan


GDP Network
© 2021 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di