alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011600345/96791769175817692972-masagi-fraternity--supranatural-encyclopedia-29721769175817699679

Musyrikkah Keep Entitas?

Musyrikkah Keep Entitas?


Pertanyaan yang selalu tercetus pada calon keeper ketika hendak mengkeep entitas adalah; apakah mengkeep entitas itu musyrik atau tidak? Hal itu sangat wajar, apalagi timbul di diri seseorang pemeluk suatu agama yang memperhatikan kualitas keimanan, kehati-hatian dan ketaatannya pada nilai-nilai agama. Pertanyaan itu sering muncul pada calon keeper yang beragama Muslim, namun tak sedikit pula calon keeper nonmuslim yang mempertanyakan apakah mengkeep entitas itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang dianutnya?

Oleh karena istilah Musyrik identik dalam konteks reliji Muslim, maka pembahasan ini lebih banyak berkaitan dengan khazanah Islami. Walau begitu, esensi yang terkandung sinergi dengen khasanah agama-agama lain. Bisa menjadi rujukan maupun referensi bagi yang nonmuslim.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sejenak kita kaji sekilas mengenai “musyrik”. Kata “musyrik” berasal dari bahasa Arab, yang diambil dari kata dasarnya “syaraka” yang memiliki pengertian; “mencampurkan dua atau lebih hal yang berbeda menjadi seolah sama”. Sedangkan istilah musyrik dalam Islam lebih merujuk pada “menyekutukan Allah”. Tendensi menyekutukan ini amatlah luas, yang bisa diartikan pula salah satunya dengan mempersamakan, baik mempersamakan zat, sifat, maupun perbuatan Allah dengah hal lain (makhluk atau benda).

Kita dapat memperluas lagi, bahwa musyrik itu dapat diasosiasikan dengan hal berikut :
1. Menyembah selain Allah.
Penyembahan berasosiasi dengan suatu hal yang dilakukan dengan tujuan khidmat, kultus, dan pengagungan. Jika seseorang melakukan khidmat, kultus dan pengagungan, dalam intensitas dan kadar tertentu pada selain Allah, maka ia bisa dinilai telah musyrik. Misalnya, mengkultuskan sebuah benda atau makhluk.
2. Ketergantungan dan menempatkan suatu hal pada selain Allah
Misalnya menggantungkan diri dan menempatkan suatu benda atau makhluk lebih tinggi, atau lebih agung dari Allah. Seseorang, bisa dikatakan musyrik jika ia menganggap suatu kejadian bersumber bukan dari dan karena kekuasaan Allah. Misalnya menganggap kesuksesan yang diraihnya karena bantuan benda atau makhluk, bukan karena bantuan kekuasaan Allah.
3. Melupakan Allah
Berbuat sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian dan membuat melupakan Allah. Misalnya ketika seseorang berinteraksi dengan benda atau makhluk yang membuat ia terlena dan melupakan Allah, itu dapat dikatakan musyrik.
4. Berlebih-lebihan
Memperlakukan dan menganggap suatu hal (benda atau makhluk) secara berlebih-lebihan, itupun dapat diasosiasikan dalam bentuk kemusyrikan. Misalnya ketika seseorang memperlakukan sebuah benda atau makhluk dengan berlebih-lebihan sehingga tidak sebanding dan lebih besar daripada perlakuan kultus pada Allah.

Musyrik itu terbagi dalam beberapa kategori; musyrik yang kecil, dan musyrik yang besar. Penentuan klasifikasi besar atau kecilnya, dan landasan utamanya adalah Dalil Naqli (Al-Qur’an) serta Dalil Aqli (sunnah, hadist, ijma, ijitihad, dll), ataupun fatwa. Silahkan mencari dan membaca referensi mengenai dalil-dalil ini ada di setiap rak buku seorang muslim yang Kaffah (total) menjalankan ajarannya.



Kembali berkaitan dengan entitas keeping, sebagian ulama menghalalkan alias memperbolehkan dan tidak memandang musyrik untuk mengkeep entitas. Hingga kini masih menjadi kontroversi. Masing-masing pihak yang memperbolehkan dan yang melarang tentu mempunyai dalil dan alasan sendiri, dan di sini tak akan dibahas mengenai dalil-dalil atau alasan tersebut, sebab kita semua tau bahwa akhirnya bukan berbicara dari kacamata supranatural malah jadi kacamata spiritual dan tentunya memicu perdebatan tak berkesudahan.

Dalam tulisan ini kami berpendapat bahwa mengkeep entitas itu tidak musyrik, alasan yang dikemukakan bukan berdasar dalil-dalil atau alasan reliji, meskipun bersinggungan erat dengan konteks reliji tapi kami mencoba memandang dalam sudut pandang logis dan general, itu semata agar dapat disinkronkan dengan konsepsi dan nilai-nilai agama lain.

Mengkeep entitas tidaklah musyrik, selama itu tidak membuat kita berganti haluan menyembah pada selain Allah. Tidak musyrik, selama mengkeep entitas tidak menjadikan kita sebagai seorang yang berkhidmat, berkultus serta mengagungkan entitas dibanding Allah. Tidak musyrik jika dalam mengkeep entitas kita tidak berlaku berlebih-lebihan sehingga melupakan Allah. Tidak musyrik jika kita tidak melakukan offering.

Bila dengan mengkeep entitas kita menjadi semakin taat pada nilai-nilai agama, menjadi pribadi yang lebih beriman, dan semakin giat dalam beribadah dengan kualitas dan kuantitas ibadah yang meningkat dari sebelumnya, bukankah itu positif?

Banyak ulama yang lekat mengkaji Tauhid, bahkan ia dikenal mempunyai karomah dari bantuan entitas, justru menjadikan entitas keeping itu sebagai sarana dan media untuk mengenali dan menghayati tanda-tanda kebesaran Allah. Sebab, entitas itu ghaib, dan beriman kepada yang ghaib dalam pengertian menyikapinya dengan bijak dinilai dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah.

Lalu apakah meminta bantuan pada entitas termasuk musyrik? Jawabnya, tidak.

Dengan prasyarat, hakekatnya meminta bantuan pada Allah, dan syariatnya melalui bantuan entitas. Ini tak berbeda jauh ketika kita meminta bantuan manusia, hakekatnya kita meminta bantuan pada Allah dan syariatnya manusia yang mengeksekusinya. Intinya, kita tidak mensejajarkan atau menempatkan entitas lebih tinggi dari Allah.



Yang rentan pada kemusyrikan adalah entitas dengan vessel. Jika seseorang cenderung merawat dan memperlakukan vessel berlebihan, misalnya memberikan sesajen dalam kajian “hadiah” atau berterima kasih (offering) juga mengurus sehingga menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, bahkan diperbudak untuk pengurusan vessel, serta vessel diperlakukan dengan etika berlebihan, maka itu dikategorikan musyrik. Karena ada kecenderungan keeper ketakutan entitas meninggalkan vessel atau tidak memberikan benefit jika tidak di offering, sehingga seringkali keeper dibuat merawat dan menjaga vessel secara berlebihan. Bahkan keeper mengurus vessel lebih baik ketimbang mengurus diri sendiri dan keluarganya.

Perbedaan pendapat, sangat wajar, namun patut kita sikapi dengan bijak.



Terkecoh Entitas “Nakal”

Supranatural lebih banyak sisi misteriusnya, sehingga dinilai sensitif dan cukup rentan pada kemusyrikan. Banyak orang yang memanfaatkan supranatural tergelincir pada jalan kemusyrikan, misalnya orang-orang yang putus asa dari rahmat dan pertolongan Allah memilih jalan pintas dengan meminta bantuan pada entitas. Mereka melakukan ritual pemujaan (offering) pada suatu entitas dengan tujuan entitas dapat membantu memperoleh kemakmuran alias kekayaan dengan cepat dan mudah.

Meraka yang tersesat mendatangi suatu tempat yang dianggap keramat dan terdapat suatu entitas yang bisa membantu mengabulkan keinginannya meraih kekayaan. Misalnya, mereka menyangka di suatu tempat itu bersemayam Nyi Blorong yang dianggap bisa memberikan kekayaan. Namun, ketika mereka merasakan manifestasi atau kemunculan Nyi Blorong, sesungguhnya belum tentu itu Nyi Blorong. Sebab banyak entitas “nakal” yang memiliki kemampuan shapeshifting (mancala putra – mancala putrid) dan berpura-pura membantu mengabulkan pesugihan, entitas itu contohnya “Siluman Ular” clas ZzzZZzzzZZZ yang mengaku-aku dan mewujudkan diri menjadi seperti Nyi Blorong. Sudah jelas manusia yang jauh dari pencerahan seperti ini terkecoh entitas “nakal”.

Entitas seperti itu tidak hanya berkeliaran di tempat-tempat tertentu seperti yang di-mistis-kan banyak orang. Jadi, tak usah repot jauh-jauh mendatangi gunung atau pemakaman tertentu, toh di tengah kota juga kita bisa menemui entitas seperti itu.

Yang demikian itulah yang sudah jelas dapat kita kategorikan sebagai musyrik, sebab memuja dan meminta selain kepada Allah.

Kita pun tak tahu persis bagaimana mekanisme entitas itu dalam membantu mengabulkannya, apakah dengan cara halal atau haram, atau bahkan hanya sihir untuk mengelabui mata manusia. Akhirnya, hanya menjerumuskan kita pada jalan kesesatan. Maka hal itu sangat rentan nilai mudharat alias negatifnya ketimbang nilai manfaat positifnya.

Kesimpulannya, dari pada kita terkecoh oleh hal yang demikian, lebih baik menggunakan usaha sendiri dengan maksimal sesuai hukum 3 usaha, usaha fisik, usaha spiritual dan usaha supranatural. Hendaknya kita menguasai basic supranatural knowledge dengan baik, termasuk entitas dan konsultan supranaturalnya. Agar kita tak terkecoh dan tergelincir dalam kemusyrikan. Cermatlah memilih konsultan supranatural yang tidak musyrik dan tidak bertolakbelakang dengan nilai-nilai suatu agama apapun. Nyata, logis dan terpercaya.


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca sharing ini.
Semoga mencerahkan. emoticon-shakehand



Salam hangat,





Luthfi ‘Vei’ Kosimsaputra
[Chairman of MASAGI Fraternity]

Selamat siang kang lutfhi dan penghuni MF
Terima kasih atas jawaban-jawaban yg mencerahkan kang.

Tapi ada 2 hal yg benar2 menarik perhatian saya.

Sebuah kalimat yg sempat membuat saya sedikit tertegun --> "Yang mencari takkan mendapatkan, yang tak mencari malah mendapatkan."

Dan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan bagi saya --> "Nyai Roro Kidul adalah spirit? Tidak, beliau lebih tinggi daripada Archon."


Selamat siang
Salam
Aneyudis

Tebori Tattoo

selamat pagi menjelang siangggg akang teteh semua.. kiranya mau sedikit sharing soal Tebori Tattoo.. kalo flashback sedikit, jadi sebelumnya saya ada bikin tattoo lotus dengan lafal "om" di tengah lotus nya dengan menggunakan mesin, tapi karena di saat itu keadaan tubuh kurang fit dan sudah subuh, jd saya dan artist tattoo memutuskan untuk dilanjutkan nanti lagi saja tunggu sudah sembuh total.. tapi ternyata baru seminggu selesai pembuatan tato yg baru 50% itu, artist tattoo nya harus pulang kampung karena ada berita duka dari keluarga nya emoticon-Berduka (S)

nhaaa skrng qta fastforward ke minggu lalu.. jadi minggu lalu saya sedang bersilahturahmi ke mabes, tiba2 kang Vei nanya "mana kang, coba liat tatonya yang belum kelar" tiba-tiba kang Vei ambil spidol dan digambar lg tanpa contoh, alias FREEHAND emoticon-Cool trus saya pkir mau di retouch nih ama kang Vei, ehh bner ajaaa.. kang Vei nawarin mau di retouch gak, gak pake lama saya iya in ajaaa.. sekalian biar tau rasanya tebori ama mesin sakitan mana..

Spoiler for freehand sketch (awas ajna rusak) :


nha itu lotus nya cma bgian kelopak bwah smpai tengah yg baru kelar dgn tinta warna hitam.. di retouch dengan ad wrna pink kemerah merahan agar lebih hidup.. gak cuma itu aja, ditambahin gmbar naga lagi ama kang Vei biar lebih sadiss, makasih yah kang Vei emoticon-Malu (S)

dan ternyata awal dari kecongkakan saya, pasti rasa nya tebori gak sesakit pake mesin.. mesin aja saya kuat, masa tebori yang gak pke mesin bisa gak kuat.. dann ternyata semuanya SIRNAAAAA!!!!! lebih sakit dengan tebori drpda mesin.. asliiii dehhh gak tipu tipu emoticon-Cape d... (S)

di tengah pembuatan tattoo saya tnya sama kang Vei, kalo gitu Tebori itu pelan donk kang bikin nya, secara manual gitu gak pake mesin., mau gak mau masuk nya pelan2.. ternyata saya salah nanya, bisa dibikin ketokan nya secepat mesin bahkan lebih cepat dan tentunya lebih nyessss emoticon-Takut

kurang lebih sekitar 4jam an lhaaa, ternyata badan saya sudah mulai nyerah dengan sensasi tebori ini, alias tintanya udah gk masuk lg.. jadi gk bisa dilanjutkan lg.. stelah saya lihat sudah sbrpa besar progress nya, kang Vei cuma bilang "yahh.. sayang banget yahhh, padahal baru 10%" apaaaaa... baru 10%? emoticon-Cape d... (S) cuma hasilnya emang edannn.. terus outline naganya sempat menggunakan mesin

dibanding mesin, dengan tebori warna tinta lebih cepat keluar alias ketara.. terus shadingan warnya lebih edannn.. dan pastinya, sakitnya jg harus tahan baru bisa dapetin hasil luar biasa dari tebori ini..

Spoiler for shaded outline nya:


mangstab khan? saya rekomendasikan yang suka sensasi dari kenikmatan tattoo, bole coba metode tebori ini emoticon-Toast

sekian dan terima kasih
-ALBERT-

Entitas Dalam Cerita Keseharian Kita

Entitas Dalam Cerita Keseharian Kita


Representasi Entitas dalam Cerita

Masyarakat Indonesia sejak era tahun 97-an, mungkin sudah akrab dengan serial “Monkey King” alias “Sun Go Kong” yang tayang di salah satu stasion tv swasta nasional.

Para peminat serial tv itu ataupun pembaca karya sastranya pasti sudah hafal cerita-cerita unik mengenai si kera yang terlahir dari sebuah batu mistis yang menyerap saripati energi (qi/chi) matahari dan bulan selama ribuan tahun itu. Juga ada yang masih ingat fragmen-fragmen suka duka sang kera sakti mengawal pendeta Tong Sam Chong dalam ekpedisi ke barat untuk mengambil kitab suci. Sebagian orang menganggap cerita ini nyata “based on true story”, terilhami dari kehidupan nyata yang terjadi di masyarakat Tiongkok zaman dahulu, dan sebagiannya menilai hanya cerita fiksi sastra buatan pujangga. Terlepas dari anggapan nyata atau tidak, sebagian orang bijak hanya memfokuskan pada hikmah dan tuntunan bahwa di balik cerita itu tersimpan simbolis dan filosofi untuk dijadikan pelajaran agar hidup lebih baik.

Tapi tahukah kita? Sebagian pernak-pernik cerita yang terdapat di cerita Sun Go Kong adalah benar-benar ada dalam khazanah supranatural. Banyak kebenaran supranatural yang terdapat dalam fragmen-fragmen cerita Sun Go Kong, namun disembunyikan dalam simbol-simbol dan peristiwa dalam cerita. Banyak hal-hal yang ditampilkan dalam cerita itu persis dengan yang ditemukan dan dibuktikan praktisi dan ilmuwan supranatural.

Di aliran supranatural Tiongkok kuno, misalnya, Sun Go Kong yang memiliki kemampuan dapat menempuh 108.000 li (54.000km) dalam sekali lompatan, konon adalah representasi dari sebuah keilmuan supranatural yang ada di masyarakat Tiongkok pada masanya, yakni ilmu “Gin Kang” dimana pemakainya dapat meringankan tubuh, berjalan di atas air, dan berlari melesat secepat angin. Selain itu, Wu Shing San (gunung lima jari) yang diasosiasikan dengan lima jari tangan Sakyamuni Bodhisatva (Budha Rulai/Budha Ju lai) adalah kiasan untuk menyembunyikan rahasia suatu tempat atau suatu keilmuan supranatural. Gunung lima jari dan lima jari Budha Sakyamuni adalah representasi dari lima unsur alam (air, api, angin, tanah, dan unsur kelima yang dirahasiakan) adalah sebuah rahasia supranatural yang memiliki benefit dahsyat.

Dan, tahukah kita, sebenarnya dalam dimensi astral ada OIE (Omnipresent Immortal Entity) Sun Go Kong. Salah satu yang ditunjukkan dalam bagian-bagian cerita mengenai Sun Go Kong adalah kelebihan sang kera sakti yang mempunyai 8400 helai bulu di seluruh tubuhnya, dan setiap helai bulunya dapat berubah menjadi apapun dan bahkan dapat menggandakan dirinya menjadi banyak. Kemampuan itu adalah representasi dari OIE Sun Go Kong yang menaungi 8400 spirit yang tiap spiritnya adalah elder spirit yang memiliki ribuan pengikut spirit. Dan, benefit-benefit OIE Sun Go Kong ini persis seperti yang divisualisasikan dalam cerita Sun Go Kong “Perjalanan ke Barat”. Pendeta Tong diibaratkan mengkeep Sun Go Kong sebagai asisten pengawal yang melindungi dari kendala siluman-siluman dalam perjalanannya.

Kalau di negeri tirai bambu ada tokoh Sun Go Kong yang memiliki kesamaan dengan Hanoman Perbancanasuta dalam cerita pewayangan yang bersumber dari epos Mahabrata, masyarakat Sunda pun punya cerita Lutung Kasarung jelmaan dari Sanghyang Guruminda.

Kalau cerita “Monkey King” erat dan menjadi representasi dari suatu entitas OIE Sun Go Kong. Lain lagi dengan representasi dari spirit, yang kita gambarkan di sini melalui “Aladin & Lampu Wasiat”. Dalam kisah 1001 malam “Stories of Arabian Night”, salah satunya adalah menceritakan seorang bernama Aladin yang mendapatkan lampu wasiat, di dalam lampu itu dihuni sosok jin alias spirit. Cerita ini merepresentasikan spirit keeping, dimana lampu wasiat adalah “vessel”. Istilah vessel merujuk untuk penyebutan suatu benda yang menjadi tempat entitas berdiam.

Sebagian yang direpresentasikan dalam cerita juga serial dan film Aladin itu menyimpan kiasan untuk merepresentasikan sekelumit kebenaran dalam supranatural, sebagian lagi merupakan “bumbu penyedap” fiksi dalam memvisualisasikan sebuah fenomena supranatural. Jin Biru, seperti di dalam kisah Aladin adalah sosok spirit yang memang benar ada di dalam dimensi astral, ras Marid Djinn. Tentu dalam kisah ini Aladin membebaskan spirit dari vessel yang membelenggunya. Sudah jelas spirit di dalam vessel tak bisa melakukan apapun untuk membantu keepernya.

Kalau OIE dan spirit dekat berhubungan dengan kehidupan kita seperti yang direpresentasikan dalam serial Sun Go Kong dan Aladin, lalu bagaimana dengan Archon?

Bagi penyuka manga dan anime pasti tahu Naruto. Serial ini bisa dikatakan dapat merepresentasikan Archon keeper. Itu digambarkan pada bagian cerita dimana tokoh Naruto yang mampu mendatangkan/mensummon sosok Gamabunta untuk membantunya saat pertempuran. Naruto bisa dikatakan representasi dari seorang keeper, dan Gamabunta membawahi Gamakichi yang memimpin Gama-gama lain adalah representasi dari Archon. Jelas sekali bahwa Gamabunta tidak mau membantu Naruto, sampai di saat Naruto membuktikan dirinya pantas dan mendapat respect dari Gamabunta.

Kehidupan kita sudah erat berhubungan dengan entitas. Seorang calon keeper entitas tentu mudah mengetahui seluk beluk entity keeping yang sebenarnya, mengingat kehidupan kita cukup erat berkaitan dengan entitas, baik kisah-kisah legenda, mitos, maupun fenomena supranatural yang terjadi di sekitar kehidupan kita.


Komitmen Entity Keeping

Yang perlu kita cermati dan kita garisbawahi nilai-nilai simbolis filosofis dalam cerita yang merepresentasikan ketiga tingkatan entitas itu adalah komitmen.

Komitmen Sun Go Kong dalam membantu mengawal dan melindungi pendeta Tong ketika perjalanan ke barat. Versi Hanoman, adalah komitmen Hanoman yang setia membantu Sang Rama. Lutung Kasarung jelmaan dari Sanghyang Guruminda pun berkomitmen membantu Purbasari. Gamabunta berkomitmen membantu Naruto saat bertarung. Serta, Jin Biru – Marid Djinn dalam Aladin pun merepresentasikan komitmen entitas dalam membantu keepernya.

Komitmen ini berhubungan dengan kedua sisi; sisi pertama adalah komitmen asisten dalam hal ini entitas dalam membantu keeper, serta sebaliknya keeper yang berkomitmen mengkeep entitas dan memanfaatkan benefit dengan sebaik-baiknya. Komitmen, secara garis besar berhubungan dengan keputusan yang diambil serta kesiapan dengan segala resiko dan tanggung jawab ketika melakukan sesuatu.

Maka sebelum mengkeep entitas, seorang calon keeper haruslah memiliki komitmen yang mapan dan mantap. Komitmen ini adalah pondasi dasar untuk membangun kerjasama dan interaksi (bonding & komunikasi) yang baik di antara seorang keeper dengan entitasnya, juga seorang keeper dengan conjurer. Komitmen tersebut adalah sarana untuk memelihara relationship semua pihak, baik keeper, entitas, maupun conjurer, sehingga entitas keeping berjalan dengan semestinya. Keeper harus menyadari dan siap bertanggungjawab terhadap apapun tindakan dan affirmasi yang terjadi selama mengkeep entitas.

Seperti halnya entitas yang erat berkaitan dengan cerita di kehidupan sehari, tattoo pun hampir sama. Tattoo erat berhubungan dengan cerita kehidupan sehari-hari, dimana tattoo merepresentasikan nilai estetika dan aktualisasi cita rasa seni seseorang. Kesamaan dari kedua itu adalah komitmen. Sebelum memiliki tatto, seorang calon pemilik tattoo pun memiliki komitmen sebelum badannya dirajah.

Namun, komitmen seorang calon keeper entitas lebih tinggi daripada tattoo. Mengingat dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari entitas keeping lebih besar ketimbang tattoo.

Jika tattoo lebih banyak berefek internal bagi diri pemilik tattoo, karena sebagian masyarakat belum terbuka dan masih menganggap tattoo sebagai konotasi negatif. Atau pula tattoo identik dengan identifikasi suatu komunitas “kriminal”, namun kini masyarakat sudah banyak kritis menilai tattoo lebih pada estetika budaya urban.

Sedangkan entity keeping, jika disalahgunakan, selain pada diri keeper, orang lain pun dapat terkena dampaknya. Pengaruh pada entity keeping, jika keeper tidak cermat dan bijak, sikap sang keeper dapat berubah menjadi arogan, jumawa, dan petantang-petenteng. Imbasnya dapat meluas lagi, selain keeper, sang conjurer pun secara tak langsung kebagian imbasnya karena mempunyai andil dalam pelaksanaan entity keeping.

Intensitas dan masa waktu interaksi entitas lebih panjang daripada tattoo. Bila tattoo interaksi si pemilik tattoo dan seniman tattoo lebih banyak terjadi ketika proses awal hingga tattoo rampung dirajahkan, lain lagi pada entity keeping, intensitas dan interaksi yang terjalin dari ketiga fihak; keeper, entitas, dan conjurer, tidak hanya berhenti pada proses conjuration saja, namun pasti terjalin selama entitas keeping berlangsung.

Kesimpulannya, sebelum mengkeep entitas, calon keeper harus mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Karena entity keeping membutuhan komitmen tinggi, mengingat dampak jangka panjang dan luas yang terjadi selama entity keeping itu berjalan. Jangan hanya karena obsesi impulsif ingin menjadi seperti Naruto atau Aladin kita terburu-buru mengkeep entitas. Sebaiknya pelajari lebih dahulu berbagai hal mengenai entitas dan entitas keeping, setelah itu pertimbangkan dengan cermat dan lalu membuat keputusan.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca sharing ini.
Semoga mencerahkan.



Salam hangat,





Luthfi ‘Vei’ Kosimsaputra
[Chairman of MASAGI Fraternity]
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam dan salam sejahtera.

Quote:Sabtu : Semua hal yang berhubungan dengan Attunement, keilmuan supranatural dan ritual. Semua hal yang berhubungan dengan Workshop, materi seminar, keilmuan "usaha fisik" yang mendukung hukum 3 usaha dan ilmu pengetahuan lainnya yang "berhubungan" dengan supranatural. Semua hal yang berhubungan dengan Private Consultation, konsultasi kehidupan pribadi, jalan hidup, motivasi dan jika anda berkenan boleh sharing masalah yang sedang anda alami untuk kita cari solusinya.


Sesuai tema hari ini saya ingin bertanya kang.

First question
Pernah suatu hari saya latihan AP dengan posisi tidur. Pada saat itu jam menunjukkan jam 2 pagi. Ketika itu badan saya terasa ringan sekali, dan saya mencoba keluar namun gagal. Yang ada saya malah melihat visualisasi yang aneh-aneh tapi keren, saya pun menikmati visual tersebut. Karena sudah bosan dan kelelahan saya pun membuka mata dan melihat jam, saya kaget karena jam sudah menunjukkkan pukul 5 pagi. emoticon-Bingung (S)
Padahal saya yakin sekali belum ada sejam saya ada di kondisi tersebut.

Menurut akang apa yang terjadi pada saya ?
Apakah saya memang terlalu menikmati sehingga saya lupa waktu, atau saya mencapai kondisi dimana waktu terasa begitu cepat ?

nb: saya yakin sekali tidak tertidur
Second question

Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan seorang Astral Traveller expert dalam mengeluarkan tubuh halusnya ?
Apa ada orang yang memejamkan matanya sebentar saya dia sudah bisa AP kang ?
Third question
Pernah tidak ya kang keluarga besar MF yang sudah bisa AP gathering di dunia sana ?

Sekian pertanyaan hari ini

Terima kasih

Wassalam
Sabtu : Semua hal yang berhubungan dengan Attunement, keilmuan supranatural dan ritual. Semua hal yang berhubungan dengan Workshop, materi seminar, keilmuan "usaha fisik" yang mendukung hukum 3 usaha dan ilmu pengetahuan lainnya yang "berhubungan" dengan supranatural. Semua hal yang berhubungan dengan Private Consultation, konsultasi kehidupan pribadi, jalan hidup, motivasi dan jika anda berkenan boleh sharing masalah yang sedang anda alami untuk kita cari solusinya.

Salam Sejehtera kang Vei,
Ijin nanya kang, kenapa kalau kita buat EB di dalam air (posisi rendam) lebih gampang merasakan sensasi baik pada telapak tangan sampai pada terbentuknya EB, dibandingkan pada udara terbuka? Mengapa kang?

Thanks kang Vei.

Pertanyaan kedua kang, jika EB dimasukkan ke dalam minuman atau makanan, apakah orang yang konsumsi makanan atau minuman tersebut secara sadar atau tidak sadar akan tetap kena efek dari EB tadi?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan ketiga kang, efek mana yang lebih kuat, EB yang ditembakkan langsung ke tubuh korban dan EB yg dimakan/diminum korban?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan keempat kang, dikatakan bahwa pemilik Diamond Armor (DA)kebal terhadap tembakan EB, apakah juga tetap kebal terhadap EB yang diminum/dimakan tanpa sengaja/tidak sengaja?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan kelima kang, DA kebal terhadap EB, bagaimana kalau EB yg levelnya lebih tinggi dari level DA, apakah DA akan jebol kang?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan keenam kang, apakah warna EB itu berasal dari elemannya atau gimana kang?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan ketujuh kang, apakah elemen-elemen tunggal bisa menghasilkan elemen lain kang? Misalnya elemen air + angin = es, trus kombinasi 3 elemen dst.

Thanks kang Vei.
selamat pagi, saya izin bertanya kang.

apakah "napsu" sebenarnya adalah sirr murni dalam diri kita?

(napsu dalam konteks benar2 pengen mendapatkan atau melakukan sesuatu)

sehingga jika memang sedang benar2 "napsu" entitas yg di keep pun bekerja super maksimal?

nuhun kang vei..

Thumbs up 

Slamat pagi kang vei. Trima kasih untuk jawabannya minggu kemarin. emoticon-2 Jempol

Pertanyaan saya hari ini, kalau berkenan: Apakah saya bisa bergabung dengan Masagi Fraternity dan apakah syaratnya. Saya sangat tertarik untuk bergabung dengan tujuan untuk mendapatkan guru untuk mendapatkan pencerahan dan bimbingan dalam kehidupan rohani dan jasmani saya.

Trima kasih lagi saya ucapkan sebelumnya dan more power emoticon-Blue Guy Cendol (L)
permisi gan,, mau nanya apakah entitas spirit yang hidup bebas dapat "mengconjure"/"memvesselkan" dirinya sendiri ke dalam suatu benda milik manusia tanpa bantuan/persetujuan manusia itu sendiri ?
Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera.

Sesuai tema hari ini saya mau nanya kang.

First question
Bagaimana sih cara spirit yang mempunyai benefit erotic touch memberikan "touch"nya kang ? Apakah memang mereka sendiri yang langsung menyentuh kita atau mereka memanipulasi otak kita sehingga terasa seperti ditouch ?
Second question
Apakah entitas yang kita keep bisa mempengaruhi komponen2 perasaan kita ? seperti sirr, taksu, emosi dll.
Third question
Tanpa bermaksud SARA, biasanya setelah saya selesai sholat, saya selalu berdoa. Apakah entitas-entitas yang kita keep juga ikut berdoa kepada Sang Makrokosmos ?

Sekian pertanyaan hari ini kang.
Terima kasih

Wassalam