alexa-tracking
Kategori
Kategori
Pengumuman! Kuis ini Cuma Buat Fans Game of Thrones Sejati. Hadiahnya Mangstab Gan!
Home / FORUM / All / Debate Club /
Trending Topic Debate
4.18 stars - based on 49 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011306488/trending-topic-debate

Trend Topic Debate Club

Tampilkan isi Thread
Thread sudah digembok
Halaman 316 dari 430
Quote:


alesannya apa bray emoticon-Cool



jangan bikin gw emosi bray emoticon-Cool
Quote:

eh si dongok emoticon-Ngakak
gw kan cuma bilang, ADA solusi utk masalah dana emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
lagian masalah subsidi silang ngga menyeluruh kan krn keputusan rektorat jg emoticon-siul:
which mean, kalo ada orang dgn kuasa lebih besar (dlm hal ini pemerentah) yg mencanangkan subsidi silang, bukannya ngga mungkin hal itu terlaksana emoticon-Smilie goblok pangkat lima luh! emoticon-fuck2




Quote:

aduh blok
gw bilang
kalo misal ada invasi
dan kita masih loading2 nunggu rudal sama tank kita siap
selama nunggu itu lu kira rakyat2 pada kaga dibunuhin?
lu kira emak lu yg macem lonte dan doyan baik itu gak dimampusin?
lu kira bapak lu yg guobloknya setengah mampus, 11-12 sama tololnya moderator lounge itu kaga dimatiin?
lu kira adek lu, nenek lu, kakak lu, oom lu, encang encing lu yg peyang dan bau pipis itu kaga dikuburin?

naahhhh, untuk mengantisipasi pembunuhan rakyat2 sipil imbisil yg bahkan kencing aja kagak lurus macem elu dan keluarga lu itulah, maka patutnya diadakan wajip militer emoticon-Cool




Quote:

ini masalah perintah dan kuasa blok emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
pinter2nya pemerentah ajalah buat ngoordinir emoticon-anjing
lagian kalo sipil2 pada jago militer, seenggaknya kan jadi imbang kalo diadu sama militer beneran emoticon-Repost (S)


Quote:


oww menarik sekali...emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
bagaimanakah yg mnurut lu "terlaksana dgn benar" itu? emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:


brayyy, salam kegelapan brayy emoticon-Cool

ah elahh emoticon-Cool
sebagai DE paling berkelas di DC. Sebetulnya yang paling penting itu adalah wajib PRAMUKA. emoticon-Cool
why? krn gw dari dulu tergila-gila pengen bgt jd Penggalang tp gak kesampean. emoticon-Frown
masa gw join pramuka sampe lulus SMA cuma dpt jadi Siaga doang. emoticon-Nohope
seharusnya setelah wajib militer tambah cinta indonesia emoticon-I Love Indonesia (S)

tiga hari lagi tanggal 17 agustus gan xixixixixixixi "MERDEKA" !!!
Post ini telah dihapus oleh
Quote:


Betul, China dan Vietnam mampu memenangkan pertempuran (Vietnam di Vietnam War, dan China di Korean War). Tapi, dari 2 contoh kasus tersebut, Anda akan melihat jumlah korban yang tewas di Vietnam, dan di pihak China, sangat besar. Mengapa? Karena memang sebagian tentara tersebut kurang terlatih, atau hanya merupakan conscripts.

Sebagai contoh, di Korean War, casualty di pihak US sekitar 700 ribu jiwa, di pihak Utara sebanyak 1.6 juta jiwa. Angka termasuk yang wounded. Walaupun jumlah personil bisa memenangkan pertempuran, teknologi juga dapat memenangkan pertempuran, dan mengurangi jumlah korban yang tewas.

Jangan lupa, conscripting ini hanya dalam waktu sebulan. Apa yang mampu dihasilkan dari training sebulan? Saya yakin kualitas tentara yang dihasilkan juga sangat minim. Sebagai perbandingan, wamil di Israel bisa 30 bulan.

Quote:


Seperti yang juga saya katakan juga, bahwa conscripting bukan sesuatu yang murah juga. Perlu ada fasilitas khusus, perlu ada dinas khusus, dan perlu ada pengaturan khusus. Catat juga bahwa conscripting tanpa pembelian senjata (paling tidak senapan serbu) tidak akan membawa hasil apa-apa. Untuk apa punya banyak personil tapi tidak membawa senjata apapun?


Quote:


Betul, saya tidak menyangkal bahwa wamil meningkatkan nasionalisme, dan menjaga kedaulatan. Pertanyaan saya tetap, haruskah dengan wajib militer meningkatkan nasionalisme?
Quote:


salam kaca mata riben juga bray emoticon-Cool

Quote:


ngeri aja sunat militer bray emoticon-Cool

dijedor pake pistol burungnya dunk bray emoticon-Cool


para debater tulen, lanjutken bray emoticon-Cool
Quote:


Kenapa ? Kenapa tidak ? saya melihat ini win win solution.
Di satu sisi menguatkan pertahanan kita disisi lain meningkatkan SDM kita menjadi lebih berkualitas.

Dengan mudah anda bayangkan rutinitas dalam wamil harus bangun pagi jam 4/5. Apel dan senam pagi dilanjutkan mandi di pancuran air, sarapan, mempersiapkan diri di barak dan seterusnya. Kira2 apa yang anda dapat?

Coba anda tanya supir taksi di negara2 yang menerapkan wamil. Sudahkah mereka berpartisipasi dalam wamil? Manfaat apakah yang mereka dapat?
Dengan yakin, tegas, dan bangga mereka akan menjawab, "SUDAH!! Disiplin, berani, tanggung jawab, percaya diri!

Siapa tahu bisa menghapuskan budaya Indonesia akan ketidak disiplinannya alias jam karetnya.

Peningkatan keamanan negara sekaligus character building yang sangat baik.
Sekali lagi ini win win solution.

Quote:



Berbeda dengan Korea Utara. Karena Korea Utara adalah negara yang menganut sistem perekonomian tertutup.

Kita lihat ke Swiss, negara yang dalam track recordnya tidak punya musuh dan jarang terlibat perang. Beberapa tahun lalu mereka mengadakan referendum, bagaimana sebaiknya Apakah wajib militer dihentikan dan diteruskan?
Secara mengejutkan mayoritas penduduk menyetujui untuk DITERUSKAN.

Mengapa rakyat Swiss dengan pemerintahannya yang demokratis dan dengan track record tidak aktif dalam berperang mempertahankan wajib militer? Mereka yakin bahwasanya wajib militer merupakan bagian dari pembangunan SDM karena memberikan pendidikan, pelatihan dan sekaligus pengalaman untuk menjadi pemimpin dalam masyarakat atau sekedar pemimpin untuk dirinya sendiri.

Quote:


Dengan begitu tidak ada salahnya memandang wajib militer juga sebagai suatu fasilitas.
Post ini telah dihapus oleh drtommy94
saya ambil posisi kontra. soalnya banyak yang pro :P


Quote:


win win solution dari sudut pandang peningkatan keamanan negara dan peningkatan kualitas sdm.

tapi bagaimana dengan perusahaan yang ditinggal pekerja-nya wamil? apakah ada jaminan perusahaan tsb bisa bertahan dalam sebulan ditinggal karyawan-nya? seperti yang sudah disebutkan agan AccretiaStriker, perusahaan di sini yang dimaksud adalah perusahaan kecil bukan perusahaan besar. apakah dengan mempekerjakan para pengangguran?

kita ambil contoh usaha sablon yang hanya mempekerjakan 3 orang pekerja. 2 diantaranya dikenakan wamil. apakah dengan 1 orang pekerja dapat mengatasi pesanan2 sablon dari client? dengan rentang waktu sebulan, dapatkah sang pemilik mencari pengganti dalam waktu sebulan? dengan skill yang dibutuhkan (dalam hal ini menyablon)? saya kira tidak bisa dengan mengambil pengangguran begitu saja. namanya juga pengangguran, bisa dipastikan ia tidak memenuhi skill requirement suatu pekerjaan. memang bisa dipelajari seiring waktu. tapi apakah bisa dikuasai dalam waktu satu bulan? bagaimana pula ketika si pekerja lama selesai wamil? memecat pengangguran tadi? anda bisa ganti dengan usaha kecil menengah apapun. saya yakin perbedaannya tidak akan begitu jauh.

maka menurut hemat saya, wamil tidak relevan dengan economic boost.

ditambah lagi waktu wamil indonesia yang cuma sebulan.. kilat sekilat2nya.. bulan puasa gini di tiap sekolahan yang mayoritas muslim juga ada yang namanya pesantren kilat.. tapi sepertinya ga ada pengaruhnya sama temen2 saya.. apakah wamil kilat ala indonesia bisa berpengaruh pada karakter pemuda bangsa?


Quote:


FYI:
Swiss adalah negara yang per-kapita menyimpan senjata di rumah pribadi. ini dikarenakan rakyat Swiss menyimpan senjata di rumah pribadi selama wamil. track record bisakah dilihat dari sejarah? kalau bisa, Swiss pernah tiga kali mengalami mobilisasi umum sejak ditetapkan konstitusi modern tahun 1845. memang tidak secara aktif. tapi ke-aktifan Swiss bisa ditengok dari operasi2 klandestin-nya. KGB, Stasi, CIA, MI5, dan Mossad sering menggunakan Swiss. kalo James Bond indak tahu saya...

wamil Swiss memakan waktu satu tahun, bisa dicicil per-bulan setiap tahun tanpa bunga emoticon-Ngakak
dan FYI, dari 7,6 juta rakyat Swiss, diperkirakan ada sekitar 3,6 juta yang bisa dikenakan wamil. dan dari sekitar 3,6 juta tsb yang layak maju di garis depan diperkirakan sekitar 2,8 juta, lebih dari sepertiga jumlah penduduk. jadi, di atas kertas anda harus mengalahkan seluruh rakyat Swiss yang mampu mengangkat senjata untuk menaklukan Swiss.

silahkan bandingkan sendiri dengan indonesia emoticon-Malu (S)

Quote:


ya, memang tidak ada salahnya. toh 'hanya' dipandang...
Apakah sudah terpikir resiko dan efek sampingnya di kemudian hari?

Apakah Wamil bisa menjamin nasionalisme dan patriotisme sebagai warga negara?
Kalau negaranya saja secara ekonomi belum mampu menyejahterakan rakyat tetep saja nasionalisme semakin menurun.

Berbeda dengan negara2 maju yang memberlakukan wamil. Bagi mereka yang ikut wamil, hidupnya sudah terjamin (termasuk keluarganya). Dan bila yang bersangkutan meninggal dalam wamil, hidup keluarganya ditanggung oleh negara.
Wamil di Indonesia?

Kemungkinan terburuk (bila negaranya saja masih mentalitas korup) maka akan terjadi seperti pemberontakan PETA jaman Jepang dulu.
BTW, ini hanya prasangka terburuk saya saja........

Lagian selama sebulan apakah membuat rakyat terampil mempergunakan senjata perang?
Mau pakai bambu runcing saja?.....Atau beneran pakai pistol?

Namun pistol masih kalah dengan nuklir ataupun senjata kimia......

Kecanggihan teknologi dan kemajuan sebuah negara (dalam ekonomi dan pendidikan) lebih menjamin keberhasilan program Wamil.
Quote:

Apakah bro memandang keberhasilan atau kemenangan dalam sebuah peperangan hanya dari segi jatuhnya jumlah korban saja?
Memang dalam sebuah peperangan harus diperhitungkan dan diperhatikan agar dapat meminimalkan sebisa mungkin jumlah korban yang jatuh di pihak kita, tapi bro lihat hasil yang dicapai oleh Korea Utara, China dan Vietnam, di luar rezim sistem pemerintahannya mereka telah berhasil mempertahankan kedaulatan wilayah mereka, semangat nasionalisme telah berhasil mereka pelihara, rasa bangga mereka dapatkan karena berhasil mengalahkan dan mengusir musuh, dan negara2 lawan pun tidak berani memandang mereka dengan sebelah mata. Dan yang terutama, terdapat beberapa hal yang tidak bisa tergantikan oleh sistem persenjataan yang canggih yaitu ; semangat juang, rasa patriotisme, dan rasa nasionalisme.
Saya akan kembali mengajak bro berpikir realistis, mengingat budget pertahanan yang kita miliki, satu bulan lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Dengan pengenalan ketrampilan dasar militer walau cuma sebulan, setiap warganegara yang mengikuti, dapat dipanggil kembali dan siap sewaktu-waktu dibutuhkan.



Quote:


Well apakah bro tidak menyadari bahwa untuk persenjataan type tertentu kita telah mampu memproduksinya sendiri melalui Pindad baik itu persenjataan infantri, amphibi, bahkan peralatan taktik dan strategi bahkan untuk perlengkapan tempur maritim/perairan pun bahkan kita telah sanggup membuat sendiri melalui PT PAL walaupun baru sejenis corvert?

  • SS1 V1 dan V2
  • SS2 V1 dan V2
  • RPG Launcher
  • Senapan/senjata genggam
  • Granat Lontar
  • dan lain2


Coba bro perhitungkan biayanya bila dibandingkan dengan mengimport sebuah persenjataan modern yang sangat rumit dan canggih dari luar negri.
Pembelian sebuah pesawat jet tempur, misalkan Sukkhoi, bila dibandingkan biaya pembelian dan perawatannya, berapa banyak warga yang mengikuti kegiatan wajib militer yang dapat dipersenjatai?

Apakah bro juga mengetahui, bahwa untuk meningkatkan daya gentar bagi negara2 tetangga, selain memiliki sistem persenjataan yang canggih, juga adalah semangat nasionalisme, patriotisme, dan persatuan warga negara dari suatu negara?
Sekarang bagaimana kita bisa memiliki posisi tawar yang baik bila rasa persatuan dan semangat nasionalisme bangsa kita saat ini yang sedemikian terpuruk?
Melatih warga negara dengan ketrampilan dasar militer selain meningkatkan kesiapan dan kemampuan tempur warga negara kita hal ini juga dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan patriotisme tiap2 warga negara yang mengikuti, dan hal ini pun dapat meningkatkan daya gentar dan posisi tawar kita dengan negara2 tetangga setiap menghadapi permasalahan atau sengketa kedaulatan wilayah.

Quote:

Penyelenggaraan Wamil adalah perwujudan hak konstitusi tiap2 warga negara untuk berperan serta dalam sistem pertahanan negara sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, selain meningkatkan nasionalisme, Wamil juga dapat meningkatkan rasa patriotisme, semangat juang dan kesiapan tiap2 warga negara dalam mempertahankan kedaulatan negara. Menurut bro sendiri, adakah cara lain untuk mewujudkan hal2 yang saya telah sebutkan barusan?
Bila hanya meningkatkan semangat Nasionalisme, well, berbagai upacara dan pelajaran kewarganegaraan di sekolah pun bisa. bahkan sampai tingkat perkuliahan pun dapat melalui mata kuliah Kewiraan (entah saat ini masih menjadi MKDU wajib atau tidak di setiap perguruan tinggi), tapi untuk hal2 yang telah saya sebutkan di atas?emoticon-Smilie

Dan kembali saya menyatakan keheranan saya, kenapa rekan2 yang mengambil sikap kontra menyatakan Wamil yang diselenggarakan oleh Malaysia dan Singapore adalah hal yang wajar, dan argument yang dibawakan pun menggunakan asas ratio perbandingan jumlah penduduk yang jelas hal ini sangat tidak sesuai dan cacat logika. Karena bila menggunakan asas ratio perbandingan jumlah penduduk maka doktrin yang menjadi dasar adalah doktrin "keamanan", dan karena kita semua di sini berbicara "militer" maka yang menjadi doktrin dasar adalah "pertahanan" dan asas ratio yang digunakan adalah cakupan luas wilayah, kontur geografis, dan panjang garis perbatasan. Mengapa kalian mengatakan Singapore dan Malaysia "wajar" menyelenggarakan Wamil tapi tidak bagi Indonesia dengan berbagai alasan?????????
Quote:


mungkin terburu2 bikin argumen biar bs menang debat dan dapet cendol emoticon-Stick Out Tongue

















oh man... emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:


Anda bicara soal nasionalisme dan patriotisme. Sekali lagi, apakah nasionalisme dan patriotisme hanya bisa lahir dari wajib militer? Banyak hal lain yang bisa melahirkan nasionalisme dan patriotisme!

Quote:


Dipanggil sebagai apa? Komponen cadangan? Pelatihan selama sebulan pun tidak bisa menghasilkan apa-apa. Apa arti militer sesorang yang hanya sebulan mengalami pendidikan militer? Saya rasa tentara dengan pelatihan sebulan tidak berguna, malahan hanya memberatkan di medan pertempuran.

Kenapa memberatkan?
Anda harus diberi senjata, diberi amunisi, diberi seragam, dan lain-lain, yang akan lebih berguna bila diberikan kepada tentara yang lebih terlatih.
Bila Anda terluka, harus ada medevac bagi Anda, dimana medevac adalah resources yang sangat berharga.

Karena tactical value nya yang sangat rendah, untuk apa melakukan wajib militer?

Quote:


So? Memang industri pertahanan kita sudah mulai berkembang kok. Saya rasa ini tidak ada korelasinya dengan wajib militer.

Quote:


Sekali lagi, apakah bro memperhitungkan konsep force multiplier? Bila punya banyak tentara, lalu hanya dibombardir oleh pesawat tempur, untuk apa? Bila punya banyak tentara, tapi kurang mobilitas, untuk apa? Bila punya banyak tentara, tapi lautan dikuasai musuh, untuk apa? Modernisasi lebih penting. Dan seperti saya tekankan diatas, jumlah pasukan yang besar cenderung mengurangi efisiensi tempur.

Quote:


Sekali lagi, daya gentar tidak bicara soal nasionalisme, tapi harus dibarengi dengan kemajuan teknologi yang baik. Bicara daya tawar dan daya gentar, kedua hal tersebut harus ada.

Pertanyaan nya kembali keatas, bahwa : Apakah wajib militer merupakan satu-satu cara meningkatkan nasionalisme? Bagaimana dengan mereka yang "dipaksa"? Akankah nasionalisme itu lahir karena suatu paksaan?

Quote:


Seperti yang telah Anda katakan juga sebelumnya, pertahanan dan keamanan adalah hal yang sangat berkaitan. Jika Anda menginginkan daya gentar, apakah hanya bisa lahir dari suatu doktrin pertahanan? Daya gentar berbicara juga dengan kemampuan Anda memproyeksikan kekuatan Anda ke negara lain.

Jika berbicara Malaysia dan Singapura, jangan lupa Singapura dan Malaysia adalah negara yang bisa mempersenjatai seluruh reserve nya. Apakah kita bisa? Ini juga jadi pertanyaan.

Kalau Anda bicara kontur geografis, bukankah sudah saya katakan sebelumnya, bahwa sangat sulit bagi Indonesia dan asing untuk memproyeksikan kekuatannya pada suatu titik, karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Jadi, mengapa kita fokus kepada wajib militer? Fokuskan saja kepada modernisasi AL dan AU?

Anda juga sama sekali belum menyinggung masalah ekonomi yang terganggu, apabila wajib militer dilaksanakan.

Sekali lagi, dasar saya menolak wajib militer ialah karena inefisiensi dari wajib militer itu sendiri. Karena tidak ada nilainya di sisi militer, untuk apa diadakan?
Quote:


Memang dalam pelaksanaan wajib militer diutamakan bagi mereka yang sudah bekerja. Dan perekrutannya pun tidak mendadak jadi perusahaan/tempat bekerja bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu

Secara ekonomi, komponen cadangan lebih efisien daripada tentara biasa karena mereka hanya dipanggil ketika dibutuhkan.

Pasal 21
(1) Anggota Komponen Cadangan yang berasal dari unsur Pegawai Negeri Sipil dan pekerja dan/atau buruh sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1), selama menjalani masa bakti dan/atau dalam penugasan sebagai Komponen Cadangan tidak menyebabkan putusnya hubungan kerja dengan instansi atau perusahaan tempatnya bekerja.


(2) Dalam hal Anggota Komponen Cadangan melaksanakan penugasan dalam masa bakti sebagai Komponen Cadangan tidak mengakibatkan hapusnya sebagai peserta didik, dan tetap memperoleh hak-hak akademis.

(3) Pimpinan instansi, pimpinan perusahaan atau pimpinan badan swasta atau pimpinan lembaga pendidikan wajib memberi kesempatan kepada pegawai, pekerja dan/atau buruh atau peserta didik untuk mengikuti dinas atau penugasan sebagai Komponen Cadangan dan wajib untuk tetap memberikan hak-haknya.

• Masalah wamil yang 'apakah akan ada efeknya atau tidak',,

Pasal 17 (1) Anggota Komponen Cadangan wajib menjalani masa bakti Komponen Cadangan selama 5 (lima) tahun dan setelah masa bakti berakhir secara sukarela dapat diperpanjang paling lama 5 (lima) tahun.

Tapi jangan keburu takut dulu bro.., 5 tahun disini bukan 365 hari x 5.

Berdasarkan pasal 18 ayat (1), ayat (2), dan (3), masa bakti anggota terbagi dalam dinas aktif dan tidak dalam dinas aktif.
Selanjutnya, berdasarkan pasal 26 ayat (2) dan (3), pembinaan anggota dilakukan dalam dinas aktif dengan penugasan PALING lama 30 hari dalam 1 (satu) tahun.

Jawaban saya : PASTI ADA.

Sumber: RUU KOMPONEN CADANGAN PERTAHANAN NEGARA
Quote:


Mobilisasi yang jarang diteruskan dengan serangan atau serbuan membuktikan lawan cukup punya pertimbangan dalam menyerang swiss. Meski dapat menang lawan akan kehilangan banyak personil. Pertimbangan ini yang membuat mereka berpikir 2x untuk menyerang swiss.
Penyimpanan senjata drumah2pun bukan tanpa pengawasan.

Dan salah satu faktor itu pula yang membuat swiss memiliki tingkat kriminal yang rendah.

Spoiler for ...:


Bandingkan dengan Indonesia? Tentu saya akan bandingkan dengan negara kita yang sudah kehilangan pulau2 di perbatasan tanpa dapat berbuat apapun.
Sudah waktunya Indonesia bangkit dan kembali disegani.


Quote:


Kita memandang wajib militer sebagai fasilitas bakti kita dalam peningkatan keamanan negara luar ataupun dalam dimasa damai ataupun perang, dan fasilitas untuk membangung karakter bangsa menjadi lebih disiplin, berani, dan bertanggung jawab.
perlu gan emoticon-army: , biar ngarti cara dan fungsi snjata juga macam2 strategi, kode isyarat.. paling ga, walaupun terjadi perang, kocarkacirnya ga malu2in amat, ditambah pake snjata teknologi maju.. emoticon-Stick Out Tongue


masa bambu runcing lage?

emoticon-Mewek gua ga mo mati konyol kocarkacir ga bisa apa2
Quote:

Saya tidak pernah mengatakan bahwa Wamil adalah satu2nya penyelenggaraan yang dapat meningkatkan nasionalisme dan patriotisme dan saya menyatakan bahwa demi menjalankan amanat konstitusi yang diemban oleh negara apakah terdapat cara lain bagi negara dalam menjalankan amanah yang terdapat pada UUD 1945 pasal 30 yang lebih efisien dalam menjalankan tugas bela negara?
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara.
Quote:

Kamu berpikir terlalu jauh dan terjebak pada pemikiran spekulatif bro emoticon-Smilie.
Dan sangat kentara sekali kamu tidak memiliki wawasan militer dan wawasan nusantara yang cukup baik emoticon-Smilie.
Sekali lagi saya tekankan, warga negara sipil yang tidak memiliki pemahaman dan pengalaman dasar militer, ketika terjadi konflik eksternal, anggaplah sebuah, ekspansi militer, akan lebih muda menjadi sasaran tembak dan bombardir ketimbang warga yang memiliki pemahaman dasar militer ?
Sebulan pelatihan memang bukan waktu yang memadai untuk menjadikan seseorang menjadi prajurit tempur yang terlatih dan profesional, tetapi melalui penyelenggaraan Wamil walaupun hanya sebulan tiap2 warganegara yang mengikuti dan menjalani pelatihan secara intensif akan memiliki pemahaman bagaimana harus tanggap dalam menghadapi situasi darurat militer dan tiap2 warganegara akan memiliki pengetahuan dan pemahaman dasar mengenai penggunaan senjata serta komponen militer lainnya yang mendasar.
Apakah bro tidak mengetahui berapa lama prajurit2 Vietnam atau tentara2/prajurit yang terlibat pada perang dunia pertama dilatih?
Apakah mereka dikirim ke medan perang dalam keadaan kondisi sebagai prajurit terlatih dan profesional?
RUU ini masih sekedar menjadi Rancangan yang belum ditetapkan sebagai UU dan mengenai jangka waktu penyelenggaraan Wamilnya sendiri masih bisa dirubah dan ditetapkan sesuai dengan kondisi dan keperluan, bisa saja nanti menjadi 2 bulan, 3 bulan, atau 9 bulan, tetapi bila saya membaca dan mengikuti argument2 bro, argument2 bro lebih menekankan pada sikap antipati penyelenggaraan Wamil dan waktu penyelenggaraan 1 bulan hanya sebagai argument pengiring, bagaimana bila nanti RUU ini disahkan dan ditetapkan bahwa jangka pelatihannya menjadi lebih dari satu bulan?
Quote:

Memiliki tactical value yang rendah ? emoticon-Nohope
Well dalam sebuah pertempuran, akan lebih mudah mana antara menghadapi hanya tentara terlatih saja dibandingkan dengan tentara dan warga sipil yang memiliki pemahaman dasar militer yang telah bergabung?
Apakah bro tidak mengingat bahwa pada pertempuran di Vietnam pertempuran dapat dimenangkan oleh Viet Cong yang sebagian besar personil militernya adalah paramiliter dan sipil terlatih yang terpanggil dalam hal bela negara?
Amerika Serikat kalah oleh Vietnam bukan oleh tentara profesional Vietnam, tetapi dikalahkan oleh "Rakyat Vietnam Utara" yang terpanggil dan tergerak oleh doktrin2 yang diajarkan oleh Ho Chi Minh dan apakah bro mengingat pergerakan rakyat China dan sejarah Tentara Pembebasan Rakyat ketika menghadapi invansi Jepang dan berhasil mengalahkan para Warlord dan Kuomintang (partai nasionalis) beserta para pendukungnya hingga mereka melarikan diri ke Pulau Formosa? emoticon-Berduka (S) emoticon-Nohope
Dan bro berkata "bila" banyak tentara, tetapi "bila" dibombardir, bukankah para tentara ini manusia yang memiliki kemampuan berpikir?
Yang akan diam saja ketika pesawat bomber musuh datang menyerang?
Bagaimana bila rakyat sipil kita banyak yang tidak memiliki pengetahuan mendasar mengenai militer yang bahkan cara menarik pelatuk saja tidak tahu bahkan tidak bisa, bukankah nyawa mereka akan semakin sia2 dan dapat menjadi sasaran serangan dengan sangat mudah?

Quote:

Sekali lagi, apakah saya pernah mengutarakan wamil sebagai "satu2nya" cara meningkatkan nasionalisme?
Dan bro sekali lagi berpikiran "spekulatif", bagaimana dengan mereka yang "dipaksa", well bagi orang2 yang merasa "terpaksa" mengikuti Wamil adalah mereka yang tidak memiliki semangat Nasionalisme yang cukup tinggi, para artis mandarin di Thaiwan, Korea, sangat bangga mengikuti Wamil dan mau berkorban meninggalkan kehidupan glamor dan rutinitas keselebritisan mereka mengapa kita tidak ? emoticon-Berduka (S)
Spoiler for pics:

Tidak malukah anda melihat foto2 di atas? emoticon-Berduka (S) emoticon-Nohope
Quote:

Apakah bro tidak memahami dengan baik pengertian doktrin pertahanan dan keamanan dengan sangat baik?
Bila "militer" berkaitan dengan "keamanan" maka definisi keamanan akan lebih bertendensi pada keamanan kedaulatan wilayah dan perbatasan yang akan bersinggungan dengan pihak2 luar, dan bila menggunakan ratio jumlah penduduk, bukankah ini saja menempatkan warga negara pada posisi sebagai ancaman kedaulatan negara, wilayah dan perbatasan negara?
Quote:

Apakah Indonesia semiskin itu sehingga tidak sanggup mempersenjatai dan melatih rakyatnya dalam penyelenggaraan Wamil yang lebih cenderung pada pengenalan dan pelatihan? emoticon-Nohope emoticon-Berduka (S)

Quote:

Memang akan sangat sulit, tetapi dengan membekali tiap2 warga negara dengan pengetahuan dan pemahaman militer bukankah ini suatu langkah kemajuan?

Dan ketika bro menjadikan faktor ekonomi sebagai salah satu faktor, sekali lagi bro terjebak pada pemikiran spekulatif dan penuh dengan asumsi2 dan saya akan melawan bro dengan pemikiran spekulatif dan asumsi juga, bukankah dengan penyelenggaraan Wamil dapat meningkatkan produksi senjata, seragam (tekstil) yang dapat menyerap tenaga kerja dan ikut membantu pergerakan ekonomi?
Berapa banyak tenaga kerja yang bisa terserap melalui sektor2 industri militer, apakah bro memperhitungkannya juga statistik makro dan mikro ekonominya?
Dan bila bro akan menyinggung mengenai anggaran belanja negara, apakah bro mengetahui budget negara yang dikeluarkan setiap tahun untuk menggaji para pegawai negri sipil yang tetap maupun honorer yang tidak benar2 efisien dalam menjalankan sistem birokrasi?
Bagaimana bila mereka para pegawai negri sipil ini yang tidak benar2 menjalankan birokrasi dengan efisien dialihkan menjadi komponen utama Wamil dan pos anggaran budget mereka pun dialihkan pada budget penyelenggaraan Wamil dan anggaran2 pertahanan nasional lainnya?
Bukankah akan menghasilkan efisiensi?

@bold ;
Dengan sangat terpaksa sekali, saya akan menyatakan bro kurang memiliki wawasan militer dan pertahanan dengan cukup baik.
Saya sudah katakan berkali2 sebelum2nya, ketika dalam keadaan darurat
dan tanggap militer, akan lebih efisien manakah antara warga sipil yang benar2 awam dibandingkan dengan warga sipil yang telah memiliki pemahaman mendasar mengenai militer?
Apakah benar tidak ada efisiensi? Coba bro bila masih kuliah dan Menwa masih diaktifkan di kampus bro, kamu ikuti pelatihan2nya, atau bila tidak, kunjungan ke Cijantung Mako Khopassus, Mabes Cilangkap, Mako Marinir di Cilandak sana akan sedikit membuka wawasan bro mengenai pelatihan militer dan pengetahuan militer secara on real dan tidak hanya mengandalkan informasi berdasarkan data statistik atau data2 di dunia maya saja emoticon-Berduka (S).
Bila bro memiliki rekan, kerabat yang aktif di militer, pinjam saja pada mereka video2 pelatihan para kader militer dan bro bisa lihat manfaat apa yang menjadi sasaran dalam pelatihan mereka dan manfaat apa yang mereka peroleh emoticon-Army (S).

Dan bagaimana pula bro bisa mengatakan bahwa kesanggupan memproduksi senjata tidak memiliki korelasi, bukankah kesanggupan meproduksi sendiri memiliki korelasi dengan penyelenggaraan wamil dalam menghemat pembiayaan emoticon-Cape d... (S).
Kalo pas wamil, dibuli2 terus kena pukul di kepala yang menyebabkan pendarahan di otak yang menyebabkan peluang strooke dan kanker otak di usia 40an gimana?

Atau kalau pas latihan ada tulang yang sedikit bergeser dan menyebabkan syaraf kejepit, dan menimbulkan masalah di usia 50an gimana?

Negara mau bantu dan ngerti??? tai kucing emoticon-Big Grin
Kalau ente miskin di masa tua, ga bisa berobat, itu urusanmu dewek emoticon-Big Grin
Mampus juga negara ga peduli

Oh ya, kaskusser mau bantu kalo udah begitu? bantu apaan? parkir mobil di depan rumah sendiri karena ga ada garasi aja dihina2 kok emoticon-Big Grin kaskusser tai kucing emoticon-Big Grin

Itulah pemerintah emoticon-shakehand
gak setuju ah...
emang urgensinya apa?

menurut gw masuk dunia militer itu pengabdian, butuh panggilan jiwa. Kalau gak ada kebutuhan mendesak, lebih baik kuota penerimaan TNI saja yg diperbesar. Biar para anak2 SMA yg emang ngebet masuk tentara aja yg diterima,bukan anak kutu buku yg dipaksa masuk barak emoticon-Ngakak (S) Toh SDM kita melimpah

kalau tuh orang emang merasa cocoknya buat berkiprah di sipil, ya jgn dipaksakan mengecap pendidikan militer. Mending dibiarkan konsentrasi dibidangnya daripada terpecah konsentrasinya dgn kegiatan wamil. Jadi inget artis korea yg harus ninggalkan panggung demi wamil emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Halaman 316 dari 430
GDP Network
© 2019 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di