alexa-tracking

Diskusi Pajak Final 1% PP 46 Tahun 2013

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5517faa91a99758a0b8b457d/diskusi-pajak-final-1-pp-46-tahun-2013
mau sedikit bertukar pikiran disini siapa tau bisa mendapatkan masukan
ane bru bikin npwp memang tujuan untuk mengikuti TA
saya lapor penghasilan 1% itu dengan omset 5-10jt perbulan usaha konter pulsa
nah di TA saya lapor total hrt krg lbh 1M
npwp sdh rilis dan TA kemungkinan bulan ini rampung
yang mau saya diskusikan jika dlm tahun ini sy berencana membeli rumah dengan nilah berkisar 300jt
apakah akan ada masalah di perpajakan dan di saya pribadi ? mohon sekali inputan bagi yg memahami
Gan mohon info nya mengenai pelaporan pajak ukm PP46 yg 1% dari omset
ane ada usaha kuliner suami istri yang omsetnya sekitar 12 juta an perbulan sudah berjalan kurang lebih 2 tahun tapi ane tidak pernah lapor pajak sebelumnya, pada bulan Juni 2016 lalu ane ada buat npwp tapi tidak pernah bayar / lapor pajaknya tiap bulan.

- sekarang kalau ane harus lapor / bayar nya apa bisa sekaligus gan? dihitungnya dari Januari 2016 - Desember 2016 atau dari Juni 2016?
- form apakah yg harus ane isi gan.
- karena ane belum bayar pada bulan2 sebelumnya apa ane kena denda?
- apakah hanya ini pelaporan pajak yang harus ane laporkan dan bayar untuk memenuhi kewajiban pajak ane gan? (harta ane bisa dikatakan nihil gan.. emoticon-Malu (S) rumah ngontrak, mobil atas nama saudara, paling motor atas nama istri)

mohon maaf pertanyaannya gan.. ane betul2 newbie utk masalah pajak ini. emoticon-Malu (S)

emoticon-Toast terimakasih sebelumnya gan
Gan , sy kan baru bikin NPWP November 2016
dan baru tau pas konsul ke bag pajak, ktnya masuknya ke yg bayar pph final 1% itu..
Masalahnya baru tau juga kl telat bayar pph final 1% ini kan kena telat lapor masa jd 100rb / bulan dan denda 2% dr pajaknya / bulan...
jd gede banget donk dendanya...secara sy baru tahu msk ke yg 1% , dan ga tau kl hrs byr per bln gt pajaknya...
Nah jd gmn ya, bs ga krn sy WP baru jd dimasukinnya bkn ke yg pendapatan final 1% ini...
karena kan sy juga baru py NPWP Nov 2016..jd kan sy juga baru byr pjk 1% penghasilan taon 2016 baru skrg...
Jd gmn yah, mohon pencerahan...pusing saya soal pajak ini...
Quote:


punya atau menambah harta itu sah-sah saja gan, tidak ada yang melarang...
namun kewajaran dari perolehan harta juga perlu menjadi pertimbangan.

sesuai yang ane pahami, rumus ekonomi pendapatan=konsumsi+tabungan+investasi harta masuk pada investasi sehingga nilai perolehan harta pada suatu tahun logikanya tidak akan melebihi pendapatan tahun tersebut. pendapatan bisa dari penghasilan dan/atau ditambah utang.


Quote:


Pajaknya 1% dr peredaran usaha perbulan.
yang diisi untuk laporan adalah formulir SPT Tahunan PPh 1770. Jan-Des 2016
Pelaporan hanya spt tahunan saja selama omset dibawah 4,8 Miliar
ane jualan online penghasilan 2-5 juta perbulan. rencana nya saya mau bikin npwp. bayar pajak nya itu nanti bagaimana ya? bayar nya perbulan ato pertahun?
Quote:


kalau yang agan maksud dengan penghasilan pada post agan diatas adalah peredaran usaha agan, maka agan kena pajak penghasilan (pph) berdasarkan pp-46 karena setahun peredaran usaha belum sampai 4,8 miliar.

cara penghitungan pph pp-46 ini adalah peredaran usaha dikalikan dengan tarif yaitu 1%. untuk kasus agan, misal bulan agustus omset 3jt maka pajaknya adalah 30rb (1% x 3jt), misal lagi bulan september omset agan adalah 5jt berarti pajak bulan september adalah 50rb (1% x 5jt)

setelah buat npwp maka kewajiban perpajakan agan dimulai. silahkan bayar pph final pp-46 seperti diuraikan diatas sejak bulan agan terdaftar. cara pembayarannya buat dulu kode billing di situs www.sse3.pajak.go.id (kalo belum pernah registrasi ya silahkan registrasi dulu secara online. cukup masukkan npwp dan alamat email) dengan menggunakan kode jenis pajak 411128 (pph final) dan kode jenis setoran 420 (peredaran bruto tertentu). setelah dapat kode biling silahkan setor lewat ibanking, atm, teller bank, pos, mana yg agan suka. jangan lupa simpan baik2 bukti pembayaran pajaknya ya.
Quote:


lalu untuk lapor spt nanti pake formulir yg mana gan? apakah nanti tahunan kita harus bayar pajak lg?
Quote:


lapor spt tahunan orang pribadi untuk non karyawan pakai formulir 1770 gan. kalau agam sudah rutin tiap bulan bayar pajaknya ya ga bayar lagi. alur pelaporan biasanya agan isi trus nanti diteliti sama petugas pajaknya, kalau bener baru dilaporkan. Nah kalau ada bulan yg agan belum bayarkan pajaknya, nanti pas penelitian spt tahunan diminta dibayar oleh penelitinya.
Gan, ane mau nanya terkait pajak progresif
Ane beli kendaraan roda 4 tahun 2017 januari, waktu itu ane masih jadi satu KK sama ortu sekarang udah pisah sendiri punya KK sendiri namun masih dengan alamat KK yang sama.
pertanyaan ane apakah pajak progresif bisa dihilangka atau masih tetap ?

Makasih sbelumnya gan
Quote:


ada juga usaha yg profitnya cuma cukup ngasih makan karyawan, kalau di tutup kasian para karyawannya, uda tua tua mau cari kerja juga susah. gak di tutup ya gitu.
Wakakka susah pajak final bangke.. toko emas moh mo bayar pajak brp?

Lah toko saya bukan toko emas pegawai baru 1. Omset pertahun bisa sampe 5m.. disuruh pajak nga jelas gini.. yah jelas bisa bangkrut..

Selamat deh udah banyak retail bangkrut.. onset gede disuruh bayar pajak dari omset yah bangkrut.. kita tunggu aja yg bangkrut2 selanjutnya
Quote:


msh mending gan, lha klo posisi minus? karna ada utang bank gmn?emoticon-No Hope
saya mau tanya. klo kita punya tempat usaha yg ngontrak sm org apa nanti kita hrus bayar pajak lg?
Quote:


klo misalkan ane ada sewa toko jg apa ane msih di kenakan pajak jg gan?
Quote:


transaksi sewa tanah dan/atau bangunan sebenarnya dikenai pajak penghasilan pasal 4 ayat (2) yang dibebankan kepada penerima penghasilan. untuk wajib pajak tertentu yang menyewa diwajibkan untuk memotong pph final 4 ayat (2) tersebut debgan tarif 10%. siapa saja wajib pajak tertentu itu? coba cek di sini.

tapi kalau agan bukan pemotong ya ga ada tanggung jawab agan untuk pajak atas transaksi tersebut. bayarkan saja seluruh uang sewa, biar pemilik yg menyetorkan pajaknya sendiri.
Close
Quote:


untuk wajib pajak orang pribadi baru cara menentukannya adalah dengan hitung omset bulan saat terdaftar kemudian disetahunkan. kalau jumlahnya kurang dari 4,8M berarti dikenai pajak 1% berdasarkan PP-46/2013. kalau kasus agan misal sampai akhir januari nanti omset selama sebulan katakanlah 300jt, maka disetahunkan dengan cara dikalikan 12 (jumlah bulan januari sd desember) ketemu angka 3,6M berarti agan kena pph final 1% atau 3jt. kapan bayarnya? maksimal tanggal 15 bulan berikutnya. silahkan gunakan kode akun pajak 411128 (pph final) dan kode setor 420 (peredaran bruto tertentu) pada saat membuat kode billing.

kalo konter pulsa/hp setau saya memang masuk situ. tenang saja gan usaha nyata lah yg jd dasar pengenaan pajak, bukan melulu nomenklatur Klasifikasi Lapangan Usahanya. tapi kalau agan keberatan untuk klasifikasi lapangan usaha tersebut bisa lihat2 di KEP-233/PJ/2012 dan perubahanya atau bisa di Peraturan Dirjen Pajak nomor PER-17/PJ/2015 tentang penghitungan Norma disitu dijelaskan jenis usaha apa saja yg dicakup ileh klasifikasi lapangan usaha yang tertera di Surat Keterangan Terdafatar agan. jika dirasa perlu bisa kok minta dirubah klasifikasi lapangan usahanya.

semoga membantu.
maun tanya gan untuk persentase/perhitungan yg dipakai pihak pajak untuk menentukan nilai wajar penghasilan netto seseorang dilihat dari jumlah setoran pajaknya kira2 berapa persen ya?
contoh sebagai umkm yg menggunakan pph final 1%, setoran bulanan 200rb (omzet 20jt), nah untuk penilaian kantor pajak nilai maksimum pendapatan netto nya sndiri brapa %?
jadi dalam SPT tahunan kan dilaporkan omzet setahun 240jt dan pajak yg disetor 2,4jt, namum ada penambahan harta senilai 24jt apakah masih dalam batas wajar? (contoh dianggap dr omzet 20jt penghasilan bersihnya 20% = 4jt, uang konsumsi 2jt, sisa 2jt ditabung)
apakah penghasilan netto di angka 20-30% dari omzet masih termasuk wajar oleh kantor pajak?
terima kasih
Quote:


pastinya tanya kantor pajaknya aja gan hehehe. atau mungkin bisa dilihat dari jenis usahanya gan, dari situ nanti intip ke PER-17/PJ/2015 tentang norma penghitungan penghasilan netto, berapa persen norma untuk usaha agan.
×