alexa-tracking

Pertanyaan2 yang belum ada thread-nya, boleh disimpan di sini

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000011276912/pertanyaan2-yang-belum-ada-thread-nya-boleh-disimpan-di-sini
Quote:Original Posted By unconscious
Halo gan,
tolong tanya. saya pernah kejadian parkir mobil di gang yang sempit (cukup untuk 2 mobil)
saya parkir disebelah kiri / lajur kiri, karena di kiri ada selokan, mobil saya tidak parkir mepet kiri dan saya hanya sebentar mau ambil barang.
lalu datang mobil dari arah yang sama mau lewat, tapi ruang untuk lewat tidak cukup dan sama sopir mobil tsb diteruskan sampai menyenggol dan membuat spion mobil saya bengkok.

seketika itu saya langsung ke depan mobil (saat itu sopir mobil masih mencoba pelan2 menerobos dan setelah dipaksa akhirnya bisa lewat tapi spion mobil saya bengkok ke depan, walaupun memang bisa dikembalikan ke posisi asal).
setelah itu sopir mobil tsb membuka kaca saya pun langsung bertanya wahh bagaimana pak kok dipaksa, dan akhirnya terjadi cekcok dsb, dan akhirnya sopir tsb jalan trus.

yang saya sayangkan sopir tsb tanpa ragu2 langsung menerobos padahal spion sudah bersentuhan, dan sewaktu saya memberitahukan untuk berhenti/mundur dengan maksud saya mau memindahkan mobil saya, si sopir tetap saja nekat menerobos.

yang saya ingin tanyakan, menurut hukum apabila saya melaporkan ke pihak yang berwenang, apakah laporan saya ada dasar hukumnya atau memang saya berada di posisi yang salah.

Terima kasih.


Gak bisa gan. Lagipula kan spion ente bisa dikembalikan ke posisi asal, secara materi ga ada kerugian yg berarti yg ente derita.

Anggap aja lah itu resiko di jalan gan. Kalau ente ga mau seperti itu, ya ente klo parkir pastikan ditempat yg aman/semestinya.
Quote:Original Posted By roamroyen


1. Jangan lupa surat dan somasinya dibuatkan tembusan kepada BI dan OJK.

2. Ane rasa ente bisa ajukan kembali pengaduan ke OJK, jika tidak ada tanggapan. Seperti yg ente bilang, dikronologis ente sebelumnya laporan ente ditolak karena yg ente adukan masih menanggapi keluhan ente.

3. Dan/atau ajukan gugatan perbuatan melawan hukum di pengadilan karena ente sebagai pihak yg menderita kerugian atas perbuatan HC yg diduga melawan hukum.

4. Ke polisi, ane sampe skrg merasa belum ada unsur pidana yg menurut ane bisa ente laporkan. Ga tau klo suhu2/master Melek Hukum yg lain, yg punya pendapat lain.
BANI, ane rasa tdk bisa diajukan ke BANI karena tdk memenuhi syarat untuk diselesaikan melalui jalur arbitrase/BANI.


Quote:Original Posted By sabuaji08


OK gan..
Btw, kalo ke pengadilan, ajukan gugatan yg pas kemana ya? Pengadilan Negeri atau PTUN?



Dari cerita agan saya menangkap bahwa pihak bank ragu-ragu meloloskan permohonan kredit agan karena pihak bank melihat nama yang mirip nama agan di database BI checking. Mungkin benar hal itu akibat adanya kesalahan input, atau bahkan pemalsuan data seperti bayangan agan. Tapi bisa saja itu benar-benar orang lain yang kebetulan mempunyai nama mirip dan tanggal lahir yang sama dengan agan? Menurut pendapat saya jangan buru-buru mengirimkan somasi apalagi mengajukan gugatan, salah-salah justru agan yang balik dituduh melakukan perbuatan melawan hukum.

Menurut saya sebaiknya agan kirim surat ke HC dengan tembusan ke BI & OJK -seperti saran agan raomroyen- ditambah tembusan kepada bank yang menolak agan, tapi suratnya jangan memakai tone yang keras (somasi). Buatlah lebih ke bentuk surat permohonan yang pada intinya agan minta konfirmasi dari HC bahwa agan bukanlah pihak yang menunggak tersebut. Kalau perlu lampirkan kembali surat pernyataan seperti yang diminta HC yang dibuat di hadapan atau dilegalisasi notaris.

Tapi bila agan sudah yakin ada kesalahan input atau malah benar ada pemalsuan data, silahkan mengambil langkah yang lebih tegas yang outlinenya sudah dijelaskan agan roamroyen tersebut.


Halo gan. Ane mau tanya tentang hukum dari kerjasama dengan aplikasi luar negeri. Jadi begini ane ada pekerjaan mempromosikan aplikasi dari China. Ane di Indonesia, perusahaannya di China. Kita udah buat agreement, dan di agreement tidak ada maksimum budget dan maksimum install. Jadi ane bekerja sebaik-baiknya gan sampai bisa mencapai angka yang cukup tinggi.

Terus setelah ane kerja, ane dapet email gan katanya disuruh stop promosi soalnya angkanya terlalu tinggi buat perusahaan dia. Ane bingung donk, soalnya di agreement ga ada tulisan itu. Jadi ane diskusi dulu sama marketingnya. Terus dia beralasan katanya karena kebanyakan yang download aplikasi dia dari hasil promosi ane itu cuma install doank tapi jarang dimaenin. Terus dia juga bilang kalau perusahaannya perusahaan kecil jadi ga sanggup buat bayar ane dengan jumlah install segitu. Marketingnya maksa ane buat stop promosi. Akhirnya ane stop tapi nasi udah jadi bubur, installnya sudah hampir 2x lipat melewat kuota yang baru disebutkan.

Ane jadi takut gan, takut perusahaannya mangkir bayarin ane. Mana sekarang perusahaan itu nutup aplikasi hitung install-nya. Sekarang yang mau ane tanya ngurusin urusan beginian secara hukum gimana ya. Kita sih ada agreement tapi ane harus protesnya kemana? Apa ada hukum yang bisa membantu ane? Soalnya jauh juga Indonesia dan China.
Quote:Original Posted By DragonDojima
Halo gan. Ane mau tanya tentang hukum dari kerjasama dengan aplikasi luar negeri. Jadi begini ane ada pekerjaan mempromosikan aplikasi dari China. Ane di Indonesia, perusahaannya di China. Kita udah buat agreement, dan di agreement tidak ada maksimum budget dan maksimum install. Jadi ane bekerja sebaik-baiknya gan sampai bisa mencapai angka yang cukup tinggi.

Terus setelah ane kerja, ane dapet email gan katanya disuruh stop promosi soalnya angkanya terlalu tinggi buat perusahaan dia. Ane bingung donk, soalnya di agreement ga ada tulisan itu. Jadi ane diskusi dulu sama marketingnya. Terus dia beralasan katanya karena kebanyakan yang download aplikasi dia dari hasil promosi ane itu cuma install doank tapi jarang dimaenin. Terus dia juga bilang kalau perusahaannya perusahaan kecil jadi ga sanggup buat bayar ane dengan jumlah install segitu. Marketingnya maksa ane buat stop promosi. Akhirnya ane stop tapi nasi udah jadi bubur, installnya sudah hampir 2x lipat melewat kuota yang baru disebutkan.

Ane jadi takut gan, takut perusahaannya mangkir bayarin ane. Mana sekarang perusahaan itu nutup aplikasi hitung install-nya. Sekarang yang mau ane tanya ngurusin urusan beginian secara hukum gimana ya. Kita sih ada agreement tapi ane harus protesnya kemana? Apa ada hukum yang bisa membantu ane? Soalnya jauh juga Indonesia dan China.


Urusan untuk soal yg ente sebutin, sepertinya Bussiness to Bussiness, sehingga goverment tdk bisa intervensi lebih jauh.

Jika terjadi persoalan/masalah/sengketa, ya liat di agreementnya menunjuk pengadilan/hakim atau hukum mana yg berwenang? Jika sudah ditunjuk hukum yg berwenang, ya tinggal ajukan permasalahan/gugatan di tempat hukum mana yg ditunjuk. Coba baca dulu agreementnya.
om-om nanya kalo pembuatan akte kelahiran anak tp kk suami istri masih pisah bisa gak ya?
Bener kan ya bs nanya disini? moga2 ga salah masuk forum ane emoticon-linux
Quote:Original Posted By sabuaji08
Pagi Gan.. mohon pencerahan utk masalah ane, berikut kronologisnya. (Maaf agak panjang).

25 Nov 2017 Ane mengajukan kredit di salah satu bank.

26 Nov 2017 Ane dikabari salesnya, kalo pengajuan ane terkendala BI Checking. Dimana dari BI Checking ane terdapat tunggakan dengan kategori kolektibilitas 5 (tertinggi) dg tunggakan diatas 6 bulan. Tunggakan tersebut laporan dari penyedia Jasa keuangan PT. HOME CREDIT INDONESIA
Karena saya tidak merasa pernah berhutang utk mencicil HP, saya disarankan utk ke BI utk mengajukan BI Checking personal.

27 Nov 2018 saya mengajukan BI Checking ke BI terdekat

28 Nov 2018 hasilnya keluar. Benar sesuai yg disampaikan sales bank, ada laporan dari Home Credit Indonesia. Yang saya temukan adalah :
Nama sama dengan ane (bedanya suku kata akhir di singkat)
Tanggal lahir sama dengan tgl lahir ane
selebihnya, No. KTP, Alamat, Pekerjaan, Pekerjaan semua berbeda dengan data ane
Disitu ane sempet konsultasi dg petugas BI, mereka curiga ada kesalahan input data saja. Disarankan menghubungi ke Home Credit Indonesia.

Selanjutnya, ane menuju kantor Home Credit Indonesia, cabang Bandung. Ini salah satu hal yang ane sayangkan. Di kantor Bandung, ane hanya bertemu dg satpam. Alasannya kantor bandung hanya untuk training sales, customer service ada di Jkt dan hanya via telpon.

Selanjutnya, ane menghubungi CS Home Credit via telpon. awalnya dicek dengan Nama & tgl lahir ane, hasilnya, tidak ditemukan nasabah atas ane saya. selanjutnya hanya dibuatkan laporan.

29 Nov 2017 saya dihubungi 2x oleh Home Credit Indonesia. Menyampaikan hal berikut.
Setelah ditelusuri mendalah, ditemukan nasabah atas nama dan tanggal lahir sama dengan ane,
data alamat, pekerjaan, no.KTP juga sama dengan yg muncul di BI checking ane. Dimana data tersebut bukan data ane. ane sampaikan bahwa ane belum pernah mengajukan apapun ke Home Credit, disini kembali dibuat laporan dan dijanjikan tindak lanjut.

Selanjutnya di hari yg sama, ane coba dg pembuktian terbalik. Ane telpon lagi ke CS. ane menggunakan no. KTP yg bukan KTP ane tadi. Ane dapat data hampir sama dari BI Checking,
* Tanggal lahir sama dengan tgl lahir ane
* No. KTP, Alamat, Pekerjaan, Pekerjaan semua berbeda dengan data ane

Data tambahan:
* transaksi pembelian HP November 2013, di salah satu toko di Ratu Plaza Jakarta. dimana ane bulan November 2013 sedang persiapan sidang skripsi di Solo.
cicilan hanya dibayar 1x di bulan Desember 2013, selanjutnya tidak dibayar hingga sekarang dengan total tunggakan mencapai Rp. 8.xxx.xxx
* Nama Ibu Kandung bukan dari nama ibu kandung ane

di sini ane mulai mengindikasikan bahwa ini kasus bukan kesalahan input data, tapi PEMALSUAN IDENTITAS.


4 Desember 2017, ane sempat dikontak lagi, diminta buat surat pernyataan bermaterai bahwa ane tidak pernah menjadi nasabah Home Credit.
Disitu sempat ditanyakan No.NPWP dimana No.NPWP dari data Home Credit berbeda dg NPWP ane.

Selanjutnya ane tidak pernah dikontak lagi oleh Home Credit untuk mendapat follow up atau update terbaru.

11 Des 2017 ane sempat buat laporan ke OJK via email. Namun, dari balasan email disampaikan bahwa laporan tidak dapat ditindaklanjuti, karena belum memenuhi salah satu kriteria. yaitu sudah adanya tanggapan dari pihak Home Credit.


Ane sempat terpikir beberapa hal:
1. Ane pengen viralkan di medsos. Entah via akun2 IG seperti Lam*e Tur*h dll. bagaimana menurut agan2?
2. Lapor polisi, Lembaga Arbitrase atau sebagainya.

Mohon masukan dari agan2 sekalian yang paham hukum. Disini sebaiknya langkah apa yg ane ambil. Jika buat laporan, sebaiknya Melalui apa ane harus buat laporan karena OJK sudah buntu.

Ane memang tidak dirugikan secara langsung dari sisi materil, tapi ane bener2 sangat rugi, dimana kedepannya selama nama ane masih tercatat memiliki hutang ini di BI, ane tidak akan bisa mengajukan kredit dimanapun itu.

Mohon bantuannya agan2 sekalian, mohon maaf jadi panjang ceritanya.


Gan cek PM emoticon-Smilie
Quote:Original Posted By kachu3008
om-om nanya kalo pembuatan akte kelahiran anak tp kk suami istri masih pisah bisa gak ya?
Bener kan ya bs nanya disini? moga2 ga salah masuk forum ane emoticon-linux


Bisa

Permisi..

Dalam suatu gugatan PMH, putusan hakim menyatakan menolak gugatan dari Penggugat. Apakah bisa seandainya penggugat hendak melaporkan tergugat ke jalur pidana?
Apa tidak nebis in idem?
Quote:Original Posted By ditlyl
Permisi..

Dalam suatu gugatan PMH, putusan hakim menyatakan menolak gugatan dari Penggugat. Apakah bisa seandainya penggugat hendak melaporkan tergugat ke jalur pidana?
Apa tidak nebis in idem?


Bisa jika memenuhi unsur pidana.
Tidak nebis in idem
siang agan boleh minta bantuan
jadi ada 2 kasus yang saat ini sedang menimpa para sahabat saya

1. sahabat saya yang satu ini menyewakan apatemen kepada salah seorang pengusaha batu bara
namun hingga satu tahun berlalu tidak pernah sang penyewa membayarkan kewajiban nya kepada teman saya
hingga akhirnya diberikan surat tagihan dan pembayaran selama setahun
sang penyewa "kabur" begitu saja
padahal orang tersebut mampu mebayar namun entah kenapa tidak mau melakukan kewajiban nya

2. sahabat saya yang satu ini terkena tipu investasi oleh teman nya sendiri
jadi teman nya ini mengajak teman saya investasi untuk usaha jual beli kontainer
saat bulan pertama sahabat saya mendapat bayaran dari hasil investasi nya , total investasi sebesar 2m
namun bulan ke dua ke tiga dan selanjut nya tidak ada kelanjutan
saat diajak bicara pun tidak ada itikad baik dan malah mengusir kita
hingga akhir nya kita laporkan polisi melalui pengacara
info terakhir dari pengacara meminta 150jt agar dapat masuk persidangan
dikarenakan terkendala biaya akhirnya kasus tersebut diam di tempat

kira-kira adakah masukan atau solusi untuk kasus di atas?


Quote:Original Posted By maas4
siang agan boleh minta bantuan
jadi ada 2 kasus yang saat ini sedang menimpa para sahabat saya

1. sahabat saya yang satu ini menyewakan apatemen kepada salah seorang pengusaha batu bara
namun hingga satu tahun berlalu tidak pernah sang penyewa membayarkan kewajiban nya kepada teman saya
hingga akhirnya diberikan surat tagihan dan pembayaran selama setahun
sang penyewa "kabur" begitu saja
padahal orang tersebut mampu mebayar namun entah kenapa tidak mau melakukan kewajiban nya

2. sahabat saya yang satu ini terkena tipu investasi oleh teman nya sendiri
jadi teman nya ini mengajak teman saya investasi untuk usaha jual beli kontainer
saat bulan pertama sahabat saya mendapat bayaran dari hasil investasi nya , total investasi sebesar 2m
namun bulan ke dua ke tiga dan selanjut nya tidak ada kelanjutan
saat diajak bicara pun tidak ada itikad baik dan malah mengusir kita
hingga akhir nya kita laporkan polisi melalui pengacara
info terakhir dari pengacara meminta 150jt agar dapat masuk persidangan
dikarenakan terkendala biaya akhirnya kasus tersebut diam di tempat

kira-kira adakah masukan atau solusi untuk kasus di atas?


(1) itu ranah perdata, penyelesaiannya musyawarah atau gugatan ke pengadilan negeri.

(2) sudah lapor polisi, jadi saya asumsikan pengacara teman agan menemukan unsur pidana. Perkara pidana itu yang membiayai negara, pelapor tidak perlu bayar apapun. Coba kroscek ke lawyernya, 150 juta itu fee dia atau "biaya untuk yang berwajib" ? Kalau fee buat lawyer ya silahkan dinego, jika memang tidak bisa kurang cari lawyer lain atau lapor sendiri. Jika itu "biaya untuk yang berwajib" maka sudah benar jangan dibayar, salah-salah malah kena pidana suap.

Demikian, semoga membantu.
Quote:Original Posted By bk.admin




(1) itu ranah perdata, penyelesaiannya musyawarah atau gugatan ke pengadilan negeri.

(2) sudah lapor polisi, jadi saya asumsikan pengacara teman agan menemukan unsur pidana. Perkara pidana itu yang membiayai negara, pelapor tidak perlu bayar apapun. Coba kroscek ke lawyernya, 150 juta itu fee dia atau "biaya untuk yang berwajib" ? Kalau fee buat lawyer ya silahkan dinego, jika memang tidak bisa kurang cari lawyer lain atau lapor sendiri. Jika itu "biaya untuk yang berwajib" maka sudah benar jangan dibayar, salah-salah malah kena pidana suap.

Demikian, semoga membantu.


terima kasih agan untuk jawaban nya

1) musyawarah sudah dilakukan beberapa kali dan kami selalu mendapat jawaban "sedang tidak ada dana" tapi tinggal di hotel dan sudah 1 tahun berlalu emoticon-Smilie

2) sudah kami kroscek 150jt itu "biaya untuk yang berwajib",
sudah kami coba tidak bayarkan namun kasus jadi nya jalan di tempat tidak naik ke peradilan
kasus ini pun sudah setahun berlalu

baik nya langkah selanjut nya bagaimana ya?
Quote:Original Posted By maas4
siang agan boleh minta bantuan
jadi ada 2 kasus yang saat ini sedang menimpa para sahabat saya

1. sahabat saya yang satu ini menyewakan apatemen kepada salah seorang pengusaha batu bara
namun hingga satu tahun berlalu tidak pernah sang penyewa membayarkan kewajiban nya kepada teman saya
hingga akhirnya diberikan surat tagihan dan pembayaran selama setahun
sang penyewa "kabur" begitu saja
padahal orang tersebut mampu mebayar namun entah kenapa tidak mau melakukan kewajiban nya

2. sahabat saya yang satu ini terkena tipu investasi oleh teman nya sendiri
jadi teman nya ini mengajak teman saya investasi untuk usaha jual beli kontainer
saat bulan pertama sahabat saya mendapat bayaran dari hasil investasi nya , total investasi sebesar 2m
namun bulan ke dua ke tiga dan selanjut nya tidak ada kelanjutan
saat diajak bicara pun tidak ada itikad baik dan malah mengusir kita
hingga akhir nya kita laporkan polisi melalui pengacara
info terakhir dari pengacara meminta 150jt agar dapat masuk persidangan
dikarenakan terkendala biaya akhirnya kasus tersebut diam di tempat

kira-kira adakah masukan atau solusi untuk kasus di atas?


1. Waduh.. Temen ente kok bisa dikibulin sampe setahun gtu gan? Ane dulu waktu ngekost aja selalu bayar dimuka gan. Ngekost aja klo ga ada duit ga dapet kunci, lah ini sewa apartemen bayar di akhir.. Sudah setahun pula. Solusinya, sama dengan yg dijelaskan agan bk_admin.

2. Karena teman ente hire pengacara, seharusnya solusi sudah bisa dibicarakan melalui pengacara. Karena pengacara temen ente pasti lebih tau informasi terkait perkara dibanding agan2 di kaskus. Terkait biaya, silakan tanyakan ke pengacara kegunaannya. Sehingga teman ente bisa menilai, worth it ga biaya yg dikeluarkan dengan feedbacknya. Terkait penjelasan uang tsb untuk anggota, saran ane.. usahakan langkah hukum didahulukan.. klo langkah hukum yg ditempuh sudah jelas, pelicin itu sekedar supporting bukan hal yg menentukan gan.
"Osamu seirei" apaan sih gan?
Apa betul itu UU di buat oleh jepang saat penjajahan d Indonesia?
Trus apakah masih di pakai di indonesia?
gan ane newbie mau tanya.
alkisah ada seorang advokat mempost sesuatu,terus ane komen "sepi job,beralih menjadi penggiat fb sekalian promo"
dan dibalas komen orang lain"loh jangan nyindir mas"
saya balas "saya curhat tentang saya sendiri kok,dan jg gk nyebut .merek,lagian kerjaan lg sepi"
eh yg punya post komen intinya dia nantang saya dgn adu argumen,mengatakan saya masih kecil,dan mengancam mau memperkarakan kasus tsb entah hate speec atau apa gitu.
apa yg harus saya lakukan?kl menurut pribadi sih gk salah karena gk nyebutkan siapa2.maaf tulisan agak blepotan,maklum sekolah jarang masuj