CARI
KATEGORI
KATEGORI
Home / FORUM / All / News / ... / Berita Luar Negeri /
Filipina, Mulai Kelola Sampah Plastik Menjadi Jalan Raya? Tahan Lama Kah?
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5e3fe78f28c9914121196557/filipina-mulai-kelola-sampah-plastik-menjadi-jalan-raya-tahan-lama-kah

Filipina, Mulai Kelola Sampah Plastik Menjadi Jalan Raya? Tahan Lama Kah?

Filipina, Mulai Kelola Sampah Plastik Menjadi Jalan Raya? Tahan Lama Kah?
(pembuatan jalan dari bahan sampah palstik, Filipina)

Filipina adalah salah satu negara Asia Tenggara yang juga berdekatan dengan Indonesia, tepatnya diatas pulau Sulawesi.

Filipina, Mulai Kelola Sampah Plastik Menjadi Jalan Raya? Tahan Lama Kah?
Belum lama ini negara tetangga kita sedang uji coba pengelolaan sampah plastik menjadi bahan pembuatan jalan raya. Dikarenakan setiap tahunnya negara tersebut sangat banyak menumpuk sampah plastik. Bahkan mencapai 1,88 juta ton sampah plastik. Hal tersebut diterangkan di m.dream.co.id . Filipina sendiri merupakan penghasil sampah plastik terbesar ketiga, dan urutan pertama adalah China. Itu aangat mengganggu kesejahteraan masyarakatnya. Mengingat sampah plastik tak mudah terurai, dan harus memakan puluhan juta tahun untuk bisa benar benar lenyap.
Filipina, Mulai Kelola Sampah Plastik Menjadi Jalan Raya? Tahan Lama Kah?
Itulah yang membuat beberapa perusahaan akhirnya berfikir keras, supaya sampah plastik tetap bisa berfungsi dan bisa dijadikan kontruksi. Yaitu dengan uji coba bahan pembuatan jalan raya.

Perusahaan SMC salah satu yang menguji coba pembuatan bahan tersebut. SMC merupakan (San Miguel Corporation) perusahaan besar yang menggunakan lebih dari 1800 ribu kemasan dan tas plastik menjadi pengganti aspal dijalan 1500 meter persegi. Tentu saja itu tak sedikit, namun nyatanya hal tersebut sangat bermanfaat dan juga mengurangi sampah plastik serta mengurangi biaya untuk pembuatan jalan. Karena sampah plastik didapat dengan percuma.

Dan terbukti efektif dan ampuh, bahkan sampah plastik yang dicairkan mampu mengikat aspal dan bisa bertahan lebih lama daripada aspal konvensional.

Namun hal ini sendiri juga sempat kontroversi karena mengubah sampah plastik menjadi aspal justru membuatnya lebih tak bisa terurai dan tak bisa didaur ulang.

Ternyata masih banyak yang belum mendukung adanya pengelolaan sampah plastik menjadi bahan pembuatan jalan. Namun sepertinya tak membuat pemerintah Filipina tinggal diam. Saat ini masih terus dilakukan uji coba mengatasi masalah tersebut.

Paling tidak sudah banyak sampah plastik berkurang dan bisa bermanfaat untuk masyarakatnya. Bagaimana pendapat kalian mengenai hal ini? Apa kalian setuju jika ini juga diterapkan di Indonesia. Saya sendiri belum pernah mendengar ada penerapan ini di negara kita. Atau ini malah menjadi boomerang karena sampah plastik menjadi tak bisa didaur ulang?

Tinggalkan komentar kalian dibawah dan jangan lupa segelas cendolnya. Terima kasih.

Sumber Informasi
https://m.liputan6.com/lifestyle/rea...han-baku-jalan
https://m.dream.co.id/travel/news/at...k-200130s.html

profile-picture
profile-picture
jeffreymaulana3 dan bajier memberi reputasi
d indo lebih hebat lagi
sampah plastik & organik d buat nimbun rawa2, terus gak lama d timbun tanah
1 tahun kemudian jadilah perumahan & pemukiman (normalnya butuh 5 tahun lebih baru boleh d bangun jadi pemukiman)

gw liat proses nya dgn mata kepala gw sendiri
gmn tuh sampah2 plastik d buang gtu aja ke rawa2
profile-picture
profile-picture
jeffreymaulana3 dan sintamustika memberi reputasi
profile picture
PandoraKnight
kaskus maniac
kalo sekedar timbun maah berbahaya dalam jangka waktu lama. mikroplastiknya itu bisa diserap tanah dan air tanah dibawahnya, jadi polutan. klo dibikin jalan relatif aman karena si plastiknya terikat dengan bahan lainnya jadi sulit diserap tanah atau air
profile picture
Ahyau
kaskus addict
@PandoraKnight
Disini emang banyak dipake buat nguruk gan. soal dampaknya jadi polutan mah udah gak dipikirin, yg penting murah meriah, drpd uruk pake tanah, satu truk ud brp duit?
profile picture
novocal2
kaskus holic


yoiii kasian yg tinggal di PIK (tanah urukan campur sampah plastik & organik)
harga rumah d goreng dadakan kyk tahu bulet
tiap tahun amblas
tiap tahun tembok retak2
air tanah nya asin, kotor & bau (kecampur plastik pula)
elektronik & mobil gak tahan lama
GDP Network
© 2020 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di