Pengaturan

Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2024 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

.gedonggincu.Avatar border
TS
.gedonggincu.
DriverOnline Tak Terima DitilangPolisi,Polantas yang Kabur Tak Mau Tunjukkan Namanya
Driver Online Terima Ditilang Polisi, Adang Si Polantas yang Kabur Tak Mau Tunjukkan Namanya



TRIBUN-MEDAN.COM - Kasus tilang atas pengguna jalan kerap menyuguhkan cerita beragam.
Satuan Polisi Lalu Lintas (Polantas) punya wewenang untuk melakukan tilang (bukti pelanggaran) berupa denda atau sanksi atas pengguna jalan, pengendara ataupun pengemudi yang tidak tertib.
Tujuannya jelas, agar tertib lalu lintas dan kepentingan umum bisa dinikmati oleh seluruh pengguna jalan yang memang sudah membayar pajak.
Hanya saja, di sisi lain, ada saja ulah dari oknum polantas yang tidak patut. Yang kemudian, mencoreng unit tempatnya bekerja.
Berikut ini adalah salah satu kisah yang jadi perbincangan hangat di jagat media sosial.
Driver ojek online (Ojol) menolak ditilang oleh seorang personel polantas di depan Stasiun Kereta Api Medan.
Kejadian ini terekam dalam video yang diunggah oleh akun facebook Ayie Dolay.
Tak diketahui nama polisi yang terlibat pada video tersebut, namun dari seragamnya diketahui polisi tersebut berpangkat Bripka atau Brigadir Kepala.
Pada video teman pengendara menanyakan mengenai kesalahan temannya yang ditilang.
“Kok ditilang bapak? kan lengkap,” tanyanya.
Si Driver pun mengutarakan, ”Bapak ini merazia, tapi badge (tanda pengenal) namanya tidak ada. Katanya kesalahannya apatis, Saya pun gak tahu apa itu maksudnya apatis. Apatis itu gimana yah pak?”.
Polisi yang sedang menulis surat tilang mengutarakan, ”Iya gak apa-apa”.
Si pengemudi pun kembali mencoba mengajak berbincang si polisi, “Halo pak”.
Polisi tidak menjawab, dia diam seraya menulis kertas tilang diatas jok sepeda motornya.
Si pengemudi kembali berbicara, “Saya dirazia di Stasiun Kereta Api Medan. Bapak ini menilang tanpa ada id namanya, ya".
Polisi pun hanya diam.
Si pengemudi kembali mencoba mengajak polisi berbincang supaya polisi menjawab pertanyaannya.
“Menilang tanpa menunjukkan identitas nama. Dimana-mana kalau ada razia pasti ada plank razia,” ujarnya.
Kemudian teman pengemudi kembali menimpali, ”Kok ditilang. Kesalahannya apa ini sekarang?"
Polisi pun menanggapi, ”Nanti aja.”
Pengemudi kembali mengajak polisi berbincang, untuk mencari tahu apa kesalahanya.
“Ngak tahu kenapa ini, kesalahan saya tidak ada tiba-tiba saya langsung ditilang. Kita lihat saja oknum-oknum yang bertangung jawab ini, yang mengurus semuanya,” ujarnya.
Polisi pun menyerahkan surat tilang. Kemudian si pengemudi mengutarakan supaya polisi tersebut menuliskan pasal yang jelas.
“Saya minta SIM saya aja ditilang pak, karena STNK kita butuh. Ini Kesalahan saya apa ini pak? Bapak jelas ini buat pasal saya yah. Saya, om saya pun bekerja di Satlantas,” ujarnya.
Polisi menyetujuinya. Selanjutnya, si pengemudi pun mengutarakan, "KTP Saya di dalam pak. Surat tilang saya pak. Ini bakalan saya pertanyakan dulu yah.”
Polisi pun mengatakan, “Silahkan pak”.
Kemudian seraya mengarahkan kameranya ke arah polisi si pengemudi kembali menanyakan id polisi, yang tidak tertera di bajunya.
“Id bapak mana?” tanya si Pengemudi.
Teman pengemudi pun turut menimpali, “Id bapak kok ditutup itu pak?"
Polisi pun kemudian menutup bundalan kertas tilang yang dia pegang.
Karena si polisi hendak pergi, si pengemudi menghalanginya dengan berdiri di depan sepeda motor polisi.
Ia pun mengutarakan, “Kalau ditilang, saya harus jelas dengan nama bapak.”
Polisi pun mengutarakan, “Nantilah yah”. Kemudian bergegas pergi. Si pengemudi menghalangi, dan mengutarakan, “Om saya oknum juga pak, jadi tolong pak”.
Polisi pun berusaha pergi dengan mengutarakan, “Tolong yah, polisi, hargai yah pak.”
Si pengemudi kembali menghadang dan mengutarakan, “Saya menghargai bapak.”
Karena dihadang, polisi pun memanggil temannya sesama polisi yang kebetulan ada di depan stasiun kereta api. “Ini polisi, tolong woi,” ujarnya kepada temannya.
Dua orang polisi pun datang ke lokasi, kemudian polisi yang menilang pun bisa pergi setelah dibantu.
Dua polisi yang datang membantu, kemudian membela temannya. “Di sini kan dilarang parkir,” ujarnya.
Si pengemudi pun menjelaskan bahwa dia tidak parkir, namun baru keluar dari parkiran yang disediakan Dinas Perhubungan.
“Iya bapak, saya tadi mau pigi, tapi langsung ditangkap dari belakang, tanpa menunjukkan identitas makanya saya keberatan ditilang bapak itu,” ujarnya.
Teman si pengemudi turut menimpali, “Kami parkir di dalam, kami bayar parkir”.
Polisi yang datang membantu kembali menanyakan, “Disini bayar parkir? Di pinggir-pinggir ini?"
Si pengemudi pun mengutarakan bahwa mereka tidak parkir di jalan.
“Kami parkir di dalam pak, tiba-tiba bapak itu menilang saya,” ujarnya.
Ditambahi teman si pengemudi, “Mau keluar langsung ditangkap pak.”
Kembali si pengemudi mengutarakan bahwa dia tahu aturan menilang, sehingga dia tidak diterima ditilang tanpa sebab.
“Om saya aparat pak, jadi saya tahu peraturan menilang. Bisa bapak jelaskan ini pak,” ujarnya kepada polisi yang datang membantu.
Tidak bisa menjelaskan polisinya pun pergi. (*)


http://medan.tribunnews.com/2018/07/...namanya?page=2
Diubah oleh .gedonggincu. 30-07-2018 04:00
0
9.6K
76
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Urutan
Terbaru
Terlama
GuestAvatar border
Guest
Tulis komentar menarik atau mention replykgpt untuk ngobrol seru
Komunitas Pilihan