KASKUS

[Gara2 Blom Ada Perpres]Puskesmas Belum Terima Dana Kapitasi BPJS

Puskesmas Belum Terima Dana Kapitasi BPJS

Khawatir Pengelolaan Terbentur Perda

TANJUNG REDEB. Meskipun sudah memasuki bulan ketiga
berjalannya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang
dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Kesehatan. Dinas kesehatan maupun Pusat Kesehatan
Masyarakat (Puskesmas) sebagai fasilitasi kesehatan tingkat
pertama di Kabupaten Berau belum menerima dana kapitasi
atau dana pembayaran dari BPJS. Meskipun dibayarkan,
Puskesmas sebagai pengelola juga belum berani memanfaat
anggaran tersebut. Pasalnya, peraturan mengenai tata cara
pemanfaatan dana BPJS tersebut belum jelas. Sehingga
dikhawatirkan akan menimbulkan dampak hukum bagi instansi
pengelola. Disamping juga dikhawatirkan pengelolaan akan
berbenturan dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang
Retribusi Pelayanan Kesehatan. Hal itu diungkapkan Kepala
Dinas Kesehatan Berau, Drg Totoh Hermanto, usai mengikuti
sosialisasi konsep pembayaran langsung kapitasi yang digelar
BPJS bagi manajemen Puskesmas di Berau, Kamis (27/3)


Lebih lanjut Totoh menjelaskan kalau dari sosialisasi BPJS
menyebutkan konsep pembayaran kapitasi langsung kepada
puskesmas tanpa melalui Dinas Kesehatan. Dalam konsepnya
dana kapitasi juga langsung dimanfaatkan Puskesmas sesuai
dengan tata cara yang ditentukan tanpa harus menyetor dana
yang diterima kepada kas daerah. Sementara dalam perda
retribusi pelayanan kesehatan yang berlaku hingga saat ini
ditegaskan Totoh bahwa semua penerimaan puskesmas harus
lebih dulu disetor ke kas daerah. Artinya sekalipun dana
kapitasi jika mengacu perda harus disetor ke kas daerah. Hal
itu juga pernah terjadi saat BPJS masih berstatus askes,
dimana puskesmas harus menyorot dana kapitasi akses ke
kas daerah. "Jadi kalau dikelola langsung, dikhawatirkan akan
berbenturan perda. Ini yang kita harapkan dapat disingkronkan
lebih dulu," tegasnya.

Disisi lain, peraturan presiden (perpres) mengenai pengelolaan
dana kapitasi BPJS ini disebutkan Totoh juga masih dalam
draft yang artinya belum final. Sehingga tidak akan mungkin
menjadi acuan bagi puskesmas maupun Dinas Kesehatan
untuk menjalankan pengelolaan tersebut.

Namun ditegaskan Totoh, persoalan dana kapitasi ini tidak
akan menghambat pelayanan yang diberikan tim medis
puskesmas kepada masyarakat. Artinya pelayanan kesehatan
tetap berjalan normal sesuai dengan ketentuan yang ada.
Pihaknya juga telah mengintruksikan kepada seluruh
puskesmas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat. "Kalau pelayanan tetap kita berikan yang terbaik,
karena itu tugas kita. Meskipun sampai sekarang persoalan
BPJS ini belum maksimal," tegasnya.

Sementara Kepala BPJS Berau, Johansyah dalam pertemuan
bersama Pemkab Berau, menyebutkan kalau dana kapitasi
yang diterima puskesmas dari BPJS jauh lebih besar dari
kapitasi yang diterima saat masih berstatus askes. Pasalnya
besaran hitungan per kapita juga lebih besar. Terkait
pengelolaan tersebut ditegaskannya juga akan mengacu
kepada ketentuan yang ada dan pihaknya terus melakukan
sinkronisasi bersama Pemkab Berau. Sementara untuk
pendaftar BPJS mandiri di Berau disebutkannya sudah ada
800 jiwa dari lebih 1.000 jiwa yang mengambil formulir
pendaftaran. "Kita juga memberikan pelayanan terbaik dengan
mempercepat pelayanan. dalam sehari jika persyaratan
lengkap pendaftaran BPJS langsung selesai," tandasnya.

[url]www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/rubrik/15/23530[/url]

Rata2 semua kyk gini, BPJS udah kasih dana kapitasi, tp dinkes blom berani mendistribusikannya lantaran aturan2nya blom jelas. Walopun ada bbrp daerah yg sudah mengerjakan dgn berpedoman pada peraturan yg ada saja.

Kemaren rapat BPJS Kesehatan, kepala cabangnya bilang klo draft perpresnya sudah jadi, cuman nunggu disahkan saja. Diperkirakan akhir Maret 2014, ternyata sampe skr msh blom jelas

Semoga bisa keluar cepet dan begitu keluar nanti, perpresnya juga akan diikuti sama permenkes dan juga permendagri yg mengikat, jadi daerah harus patuh alias otonami daerah tdk mempunyai kekuasaan utk "ngakalin" penyaluran dananya. Sehingga dana kapitasi lgs disalurkan seluruhnya ke puskesmas, tanpa harus mampir dulu ke pemda seperti yg sudah2. Soalnya klo mampir bakalan kena sunat tuh dana.
Sekedar membantu menjelaskan. Utk pekerja penerima upah yg ikut BPJS, dikatakan bahwa 4% dibayar perusahaan/pemberi kerja, dan 1/2% dibayar pekerja. Itu maksudnya yg dipotong dari gaji si pekerja utk premi ya yang 1/2% itu. Sisanya yg 4% dari gaji, dibayar oleh si perusahaan/pemberi kerja dari duitnya sendiri, bukan dari motong gaji si pekerja.

Yang nantinya mulai bulan juli 2014, yg 1/2% akan jadi 1%.

Jadi bukan dipotong 4 1/2 % - 5% dari gaji ya
Reserved 2
duitnya kepake buat kampanye gan
Quote:Original Posted By des.12
duitnya kepake buat kampanye gan


emang sudah siap sistem kapitasinya ?

sistem pelaporan aja yang nentuin performance dan besarnya dana kapitasi aja belum ada...

jangan sistem pelaporan deh, formulir bpjs aja belum lengkap dan standar
Pejabatnya lg pada sibuk, utamakan kepentingan partai dan perut sendiri!
Program impian... Mo Tidur dulu ahh.. Bangun nya ntar 2019... Wekekekek.
program BPJS emang belum bener2 matang ya ternyata, pelayanannya udah dijalanin tapi peraturan2nya belum semua fix
Quote:Original Posted By RyoEdogawa
Semoga bisa keluar cepet dan begitu keluar nanti, perpresnya juga akan diikuti sama permenkes dan juga permendagri yg mengikat, jadi daerah harus patuh alias otonami daerah tdk mempunyai kekuasaan utk "ngakalin" penyaluran dananya. Sehingga dana kapitasi lgs disalurkan seluruhnya ke puskesmas, tanpa harus mampir dulu ke pemda seperti yg sudah2. Soalnya klo mampir bakalan kena sunat tuh dana.

setuju, semoga dari pusat langsung ke puskesmas, kalo lewat pemda nanti kemungkinan besar pasti disunat/ditahan dulu/dipersulit dll soalnya
Ada rumah sakit yg dibandung dah ngeluarin 5 M buat BPJS dan belum dibayar2 sama pemerintah....karenaaa.....belum ada mekanisme reimbursment nya...!!

Well done SBY...! Program prematur dah dibrojolin...
Quote:Original Posted By Abidin_Domba
emang sudah siap sistem kapitasinya ?

sistem pelaporan aja yang nentuin performance dan besarnya dana kapitasi aja belum ada...

jangan sistem pelaporan deh, formulir bpjs aja belum lengkap dan standar


Program digeber, buat dipajang dan diklaim keberhasilan sby/demokrat di pemilu 2014, ya kayak gini hasilnya..

Program yang bagus cuma belum matang.
Banyak yang sudah memanfaatkan program ini. Tapi ya itu tadi kurang sosialisasi dan informasi yang diberikan sangat minim.

Bagusnya faskes ke dokter pribadi bukan puskesmas.
Sama saja kalau mau berobat ke puskesmas cuma dengan KTP juga gratis

Quote:Original Posted By Abidin_Domba
emang sudah siap sistem kapitasinya ?

sistem pelaporan aja yang nentuin performance dan besarnya dana kapitasi aja belum ada...

jangan sistem pelaporan deh, formulir bpjs aja belum lengkap dan standar


Dan di beberapa tempat wa baca pengurusannya susah dan sampe antri. Padahal di tempat wa kmrn sehari lgs jd kartunya. Jadi begitu dirawat di puskesmas tuh pasien disaranin ngurus bpjs kesehatan, besoknya sudah punya kartu dia

Memang butuh banyak perbaikan di sana sini, kita cuma bisa berharaplah ya. Utk pelayanan, semoga klo dananya lgs ke puskesmas, pelayanan bisa jd bagus, soalnya klo gak kena sunat, dananya itu banyak banget, jadi bisa lebih enak beli sendiri obat2nya, gak perlu ngeresepin obat luar lg klo obatnya abis, karena puskesmas lebih tau kebutuhannya dibandingkan klo obat2nya didrop sama dinkes, yg sering gak sesuai sama permintaan.

Oh iya, klo hitungan besaran dana kapitasi itu sudah ada kok Gan. Utk puskesmas kisarannya Rp3000 - Rp6000, tgt kelengkapannya. Jadi klo puskesmasnya lengkap, ada dokter umumnya dan dokter giginya, brarti dana kapitasinya yg 6000. Klo yg tidak lengkap minimal dptnya yg 3000.

Jadi klo itungan kasarnya, puskesmas yg lengkap, melayani 3000 org anggota BPJS kesehatan, berarti tiap bulannya puskesmas dapat dana kapitasi sebesar 18 juta rupiah. Cuman cara pembagiannya detail utk masing2 pekerja, itu yg memang blom ada. Padahal sampe cleaning servis pun dapet kok.
Quote:Original Posted By rikky_c_a
Ada rumah sakit yg dibandung dah ngeluarin 5 M buat BPJS dan belum dibayar2 sama pemerintah....karenaaa.....belum ada mekanisme reimbursment nya...!!

Well done SBY...! Program prematur dah dibrojolin...


Prematur tapi klo cepat dibenahi sih gpp ya Gan. Jgn sampe nunggu bermasalah dulu baru diperbaiki
BPJS emang ribet...
ujung2nya yg jadi korban orang ga mampu yg sakit...
waduh, nunggu setelah pemilu kali
dana belum turun.

duitnya masih mengedap di kemenkes.

ah sudahlah, duit kalo udah mengendap akan diapain.

liat aja dana abadi umat sama dana pendidikan, duitnya diendapkan.



BOS DKI jakarta selatan aja cuma turun 1/4, udah dilaporin tetep aja kasusnya mengambang.

BOP hingga 1 april belum pada turun, padahal dijanjikan pertengahan maret.



parah orang-orang pengurusnya, kelamaan nungguin deposito x ya, denger2 dapet berapa M tuh
Quote:Original Posted By yogalee3
BPJS emang ribet...
ujung2nya yg jadi korban orang ga mampu yg sakit...


Yang bener2 gak mampu, klo aparat desanya kerja bener, akan mendapatkan kartu jamkesmas yg otomatis akan masuk dalam BPJS kesehatan.

Yang jadi masalah di lapangan adalah kartu jamkesmas ini sudah mengalami beberapa kali ganti kartu. Artinya selalu ada pembaharuan data, seringnya masyarakat yg dapet kartu ternyata baru sadar bahwa kartunya tidak berlaku lagi saat mereka berobat. Bagaimana ceritanya mereka tidak tahu bahwa ada kartu baru atau mereka tidak terdaftar lg utk kartu baru tsb itu hanya aparat desanya yg tau
×