KASKUS

Caleg PKS ‘Hamili’ Siswi SMP

Caleg PKS ‘Hamili’ Siswi SMP

-- katanya sih berita HOAX --
-- jadi kalo yang mau ngotot masuk linknya, bisa klik disini --
-- gw cukup jantan mengakui kalo itu berita HOAX, ga kayak PKSpuyengan yang hapus berita fitnah saut situmorang diem diem --

http://poskomalut.com/2014/03/03/cal...ili-siswi-smp/

--

salah ketik ane
Quote:Original Posted By k41t
salah ketik ane


kopi dulu gan semuanya
ntar baru bisa dibuka kok
Tanpa ada maksud sedikitpun Bwat BELA..

tp q kok merasa ada yang aneh dengan britanya ya??
1. pelapor terkesan tidak serius, karena cuma secara lisan,
2. Pelapor pindah tempat tinggal, knp pindah?? apa malu?? kalo malu knp LAPOR
3. itu yang di pajang Nomer Hpnya sapa ya??

mungkin ane yang
ada yg bisa bantu??
apa iya
bookmarked dulu aja deh gan,,, mau komen macem macem takutnya ntar ternyata beritanya masih simpang siur
Quote:Original Posted By k41t
Tanpa ada maksud sedikitpun Bwat BELA..

tp q kok merasa ada yang aneh dengan britanya ya??
1. pelapor terkesan tidak serius, karena cuma secara lisan,
2. Pelapor pindah tempat tinggal, knp pindah?? apa malu?? kalo malu knp LAPOR
3. itu yang di pajang Nomer Hpnya sapa ya??

mungkin ane yang
ada yg bisa bantu??

cewek daerah itu rata2 pemalu gan, apalagi ini diperkosa, sejak kapan ada korban perkosaan tidak malu?
apalagi pelakunya adalah caleg yang biasanya di daerah2 itu jadi raja kecil minimal kaya dan banyak tukang pukul
Ini beritanya hoax gan -__-
Cari aja nama yg inisial AP itu, pasti gak ada. Terus cari juga nomor teleponnya, pasti ngaco.
http://iwanyuliyanto.wordpress.com/2014/03/04/caleg-pks-hamili-siswi-smp-percaya/
Astaghfirlloh.....
dimana akidahnya???
Pasti ini zionis wahabi apa yahudi ya?
Akibat sering coli waktu sidang di DPR..


Berarti emang bener logo dibawah ini:
Quote:Original Posted By caprez



Caleg PKS Hamili Siswi SMP. Percaya?

Caleg PKS Hamili Siswi SMP. Percaya?

–: Mari kembali belajar membaca media berita
Bismillah …

Luar biasa kehebohan dunia maya saat “obyek” yang dibencinya atau tidak disukainya itu tersandung masalah. Amunisi caci maki dan ledekan langsung dimuntahkan saat itu secara sporadis.

Sore ini ada yang muncul di timeline twitterku, dan ketika saya search dengan 2 kata: “PKS hamili” sebagai kata kunci di mesin pencarian twitter, rupanya sudah menjadi pembicaraan yang heboh, lebih dominan yang mengolok-olok dan mencaci-maki.

Berita yang menjadi obyek pembicaraan adalah ini:

Poskomalut.com: Caleg PKS ‘Hamili’ Siswi SMP

Tadi pagi, kita semua sudah belajar bagaimana membaca media pada jurnal ini, mengkritisinya agar tidak menelan bulat-bulat apa yang disampaikan wartawan. Dan juga belajar dari jurnal sebelumnya yang telah di-shared para pembaca ke 4000 lebih akun FB, dan ratusan akun twitter, Alhamdulillah, yang artinya akan makin banyak yang kritis dan cerdas bagaimana membaca media. Semoga. Saya berharap demikian. Untuk itu, mari kita lanjut belajar lagi mumpung ada bahannya.

….

Menurut Anda apa kejanggalan dalam pemberitaan link berita dari Poskomalut.com di atas?
Coba baca baik-baik berita tersebut sebelum meneruskan membaca analisa saya di bawah ini.



Baiklah, untuk sementara saya menemukan 3 kejanggalan, silakan menambahkannya di kolom komentar kalau Anda menemukan kejanggalan lainnya.

Kejanggalan 1:

Tidak ada laporan secara resmi / tertulis kepada pihak yang berwajib, tapi anehnya berita dimuat di media. Perhatikan baik-baik capture di bawah ini [*klik gambar untuk memperbesar*]:



Kejanggalan 2:

Nama terduga tertulis di dalam berita. Kalau memang benar AP = Abdullah Piter, coba periksa namanya dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) dan Daftar Caleg Tetap (DCT) di sini: http://dct.kpu.go.id/
Atau cari namanya di sini: DCT Anggota DPRD Maluku Utara

Ada?
Ada caleg yang inisialnya AP?
Saya tidak menemukan.
.

Kejanggalan 3:

Coba perhatikan gambar di bawah ini. Semoga paham faktanya ya. [*klik gambar untuk memperbesar*]



Anehnya berita yang tidak jelas kebenaran informasinya ini di-copas oleh beberapa media lain dengan menyebut bersumber dari poskomalut.com. Media – media yang asal copas seperti itu patut dicurigai sebagai bagian dari spin doctor, karena sudah jelas tidak memenuhi kaidah jurnalisme tapi kok dimuat juga.

Kalau perilaku media di Indonesia kebanyakan seperti ini, yang mengedepankan gossip tanpa memegang teguh prinsip Kebenaran dan prinsip Disiplin Verifikasi, dua elemen dasar dan penting dari Sepuluh Elemen Jurnalisme, lantas apa jadinya akhlak penduduk negeri ini?

Setiap hari warga akan gaduh dan ribut tentang sesuatu yang tidak pernah terjadi. Media akan menjadi penyubur budaya kontra-produktif dalam tatanan masyarakat.

Bayangkan …

Siapa saja bisa bikin cerita heboh, tinggal ikuti tutorial si Setan Mansyuth. Caranya begini:

[1] Pemfitnah bekerjasama dengan LSM dan media.
[2] Kemudian buat laporan kepada pihak yang berwajib.
[3] Selanjutnya bikin situasi yang seakan-akan terburu-buru untuk pergi sehingga petugas polisi tidak sempat mencatat dalam laporan resmi.
[4] Selang beberapa jam kemudian, datangkan LSM dan media yang seakan-akan menanyakan kasus tersebut kepada polisi. Polisi jelas akan meng-iyakan kalau beberapa jam yang lalu ada laporan masuk namun tidak tercatat.
[5] Atas bahan tersebut sangat bisa dijadikan bahan berita. Rilis berita ke publik.
[6] Manfaatkan jaringan spin-doctor dan buzzer social media.
Beres.

Begitulah, … yang penting dibikin heboh duluan. Yang penting image obyek yang dibencinya itu terpatri di hati banyak publik.

Cara ini memanfaatkan psikologi masyarakat yang kini sudah mulai terbiasa (pura-pura) tidak mendengar atau tidak membaca klarifikasi jika muncul di kemudian hari. Coba deh perhatikan… berapa banyak mereka yang menyebarkan berita bohong dengan menghujat plus dibumbui sikap bak seorang moralis tulen, namun setelah kemudian datang klarifikasi, para penyebar berita bohong tersebut bersedia minta maaf? Juga berapa banyak media yang minta maaf? Berapa banyak yang menyebarkan berita klarifikasi? Yang saya amati sedikiiiit sekali yang bersikap ksatria.

Apakah Anda ikut menyebarkan berita yang tidak jelas tersebut?
Nah.. kalau beritanya palsu gimana?
Apa yang Anda jawab di akherat kelak?
Apa Anda mampu meminta maaf kepada semua followermu yang telah membaca berita bohong tersebut?

Mari tanamkan selalu sikap kritis dalam membaca media.

Namun demikian, meskipun tidak jelas informasinya, saya mendorong pihak yang berwajib mengusut tuntas kasus ini, mencari pelapor, menyelidiki kebenarannya, dan kemudian menangkap pelakunya dan memrosesnya sesuai hukum yang berlaku bila memang laporan itu nyata. Dan saya akan membuat jurnal klarifikasinya.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Sumber dari sini
Quote:Original Posted By jasmerah1945
Caleg PKS Hamili Siswi SMP. Percaya?

–: Mari kembali belajar membaca media berita
Bismillah …

Luar biasa kehebohan dunia maya saat “obyek” yang dibencinya atau tidak disukainya itu tersandung masalah. Amunisi caci maki dan ledekan langsung dimuntahkan saat itu secara sporadis.

Sore ini ada yang muncul di timeline twitterku, dan ketika saya search dengan 2 kata: “PKS hamili” sebagai kata kunci di mesin pencarian twitter, rupanya sudah menjadi pembicaraan yang heboh, lebih dominan yang mengolok-olok dan mencaci-maki.

Berita yang menjadi obyek pembicaraan adalah ini:

Poskomalut.com: Caleg PKS ‘Hamili’ Siswi SMP

Tadi pagi, kita semua sudah belajar bagaimana membaca media pada jurnal ini, mengkritisinya agar tidak menelan bulat-bulat apa yang disampaikan wartawan. Dan juga belajar dari jurnal sebelumnya yang telah di-shared para pembaca ke 4000 lebih akun FB, dan ratusan akun twitter, Alhamdulillah, yang artinya akan makin banyak yang kritis dan cerdas bagaimana membaca media. Semoga. Saya berharap demikian. Untuk itu, mari kita lanjut belajar lagi mumpung ada bahannya.

….

Menurut Anda apa kejanggalan dalam pemberitaan link berita dari Poskomalut.com di atas?
Coba baca baik-baik berita tersebut sebelum meneruskan membaca analisa saya di bawah ini.



Baiklah, untuk sementara saya menemukan 3 kejanggalan, silakan menambahkannya di kolom komentar kalau Anda menemukan kejanggalan lainnya.

Kejanggalan 1:

Tidak ada laporan secara resmi / tertulis kepada pihak yang berwajib, tapi anehnya berita dimuat di media. Perhatikan baik-baik capture di bawah ini [*klik gambar untuk memperbesar*]:



Kejanggalan 2:

Nama terduga tertulis di dalam berita. Kalau memang benar AP = Abdullah Piter, coba periksa namanya dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) dan Daftar Caleg Tetap (DCT) di sini: http://dct.kpu.go.id/
Atau cari namanya di sini: DCT Anggota DPRD Maluku Utara

Ada?
Ada caleg yang inisialnya AP?
Saya tidak menemukan.
.

Kejanggalan 3:

Coba perhatikan gambar di bawah ini. Semoga paham faktanya ya. [*klik gambar untuk memperbesar*]



Anehnya berita yang tidak jelas kebenaran informasinya ini di-copas oleh beberapa media lain dengan menyebut bersumber dari poskomalut.com. Media – media yang asal copas seperti itu patut dicurigai sebagai bagian dari spin doctor, karena sudah jelas tidak memenuhi kaidah jurnalisme tapi kok dimuat juga.

Kalau perilaku media di Indonesia kebanyakan seperti ini, yang mengedepankan gossip tanpa memegang teguh prinsip Kebenaran dan prinsip Disiplin Verifikasi, dua elemen dasar dan penting dari Sepuluh Elemen Jurnalisme, lantas apa jadinya akhlak penduduk negeri ini?

Setiap hari warga akan gaduh dan ribut tentang sesuatu yang tidak pernah terjadi. Media akan menjadi penyubur budaya kontra-produktif dalam tatanan masyarakat.

Bayangkan …

Siapa saja bisa bikin cerita heboh, tinggal ikuti tutorial si Setan Mansyuth. Caranya begini:

[1] Pemfitnah bekerjasama dengan LSM dan media.
[2] Kemudian buat laporan kepada pihak yang berwajib.
[3] Selanjutnya bikin situasi yang seakan-akan terburu-buru untuk pergi sehingga petugas polisi tidak sempat mencatat dalam laporan resmi.
[4] Selang beberapa jam kemudian, datangkan LSM dan media yang seakan-akan menanyakan kasus tersebut kepada polisi. Polisi jelas akan meng-iyakan kalau beberapa jam yang lalu ada laporan masuk namun tidak tercatat.
[5] Atas bahan tersebut sangat bisa dijadikan bahan berita. Rilis berita ke publik.
[6] Manfaatkan jaringan spin-doctor dan buzzer social media.
Beres.

Begitulah, … yang penting dibikin heboh duluan. Yang penting image obyek yang dibencinya itu terpatri di hati banyak publik.

Cara ini memanfaatkan psikologi masyarakat yang kini sudah mulai terbiasa (pura-pura) tidak mendengar atau tidak membaca klarifikasi jika muncul di kemudian hari. Coba deh perhatikan… berapa banyak mereka yang menyebarkan berita bohong dengan menghujat plus dibumbui sikap bak seorang moralis tulen, namun setelah kemudian datang klarifikasi, para penyebar berita bohong tersebut bersedia minta maaf? Juga berapa banyak media yang minta maaf? Berapa banyak yang menyebarkan berita klarifikasi? Yang saya amati sedikiiiit sekali yang bersikap ksatria.

Apakah Anda ikut menyebarkan berita yang tidak jelas tersebut?
Nah.. kalau beritanya palsu gimana?
Apa yang Anda jawab di akherat kelak?
Apa Anda mampu meminta maaf kepada semua followermu yang telah membaca berita bohong tersebut?

Mari tanamkan selalu sikap kritis dalam membaca media.

Namun demikian, meskipun tidak jelas informasinya, saya mendorong pihak yang berwajib mengusut tuntas kasus ini, mencari pelapor, menyelidiki kebenarannya, dan kemudian menangkap pelakunya dan memrosesnya sesuai hukum yang berlaku bila memang laporan itu nyata. Dan saya akan membuat jurnal klarifikasinya.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Sumber dari sini


Pasti ini pengaruh konspirasi zionis wahabi bin yahudi yang udah dicuci...

Quote:Original Posted By jasmerah1945
Juga berapa banyak media yang minta maaf? Berapa banyak yang menyebarkan berita klarifikasi? Yang saya amati sedikiiiit sekali yang bersikap ksatria.

Apakah Anda ikut menyebarkan berita yang tidak jelas tersebut?
Nah.. kalau beritanya palsu gimana?
Apa yang Anda jawab di akherat kelak?
Apa Anda mampu meminta maaf kepada semua followermu yang telah membaca berita bohong tersebut?



emmm. lo bukan berbicara tentang pkspiyungan yang memfitnah saut selama berhari hari, lalu diam diam menghapus foto fitnahan itu kan
Quote:Original Posted By metalxx
Pasti ini zionis wahabi apa yahudi ya?
Akibat sering coli waktu sidang di DPR..


Berarti emang bener logo dibawah ini:

hahahah Partai Kelebihan Sahwat



kalo berita ini memang fitnah, gw mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya

gw akan hapus dari trit nya

--

at least, gw cukup ksatria untuk mengakui kesalahan gw
Klo udah HaTers...
apapun yang bisa jadikan bahan untuk nyerang,... akan di pake
gak peduli rasional ato hoax....
pokoke nyinyir
[HOAX GAN..

monggo ditelusuri evidencenya

Caleg PKS Hamili Siswi SMP. Percaya?

biar ketahuan ini berita hoak

AP caleg incumbent, tukang cabul, koruptor juga



http://issuu.com/malutpost/docs/malu...ovember_2011/3

Korban batal lapor karena masih saudara dan malu

Siswi Yang Hamil, Ulah Paman Sendiri

LABUHA-PM, Siswi kelas II salah satu SMP di Labuha Bacan yang dihamili calon anggota legislatif (Caleg) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Halsel Abdullah Piter, ternyata tak lain adalah ponakan istrinya sendiri. Sebab istri pelaku yang bernama Neri dengan orang tua korban ialah kakak-beradik.

Namun, kepada Posko Malut, di rumahnya di Desa Kupal Bacan Selatan, Senin (3/3), Neri mengaku ponakannya yang menjadi korban nafsu bejat suaminya itu, telah dipulangkan ke Jawa, lantaran tak kuasa menanggung malu.

Karena pertimbangan keluarga itulah, maka persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Tidak lagi menempuh jalur hukum. “Benar, kami juga pernah mendatangi Polsek Pulau Bacan, tapi masalah ini sudah kami selesaikan secara kekeluargaan. Mengingat korban dan pelaku masih hubungan keluarga,” ungkap Neri.

Lanjut Neri, “ini aib keluarga, jadi kami minta masalah ini tidak dibesar-besarkan. Apalagi sudah ada penyelesaian di internal keluarga.”

Diketahui sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, korban tinggal serumah dengan tantenya pelaku dan istrinya di Desa Hidayat Kecamatan Bacan. Akibat perbuatan Abdullah, korban hamil empat bulan, dan tidak bisa melanjutkan studinya lantaran malu.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, saat ini korban bersama orang tuanya sudah kembali ke Pulau Jawa. Langkah itu diambil keluarga korban bersama pelaku untuk menghilangkan jejak karena yang bersangkutan tercatat sebagai Caleg PKS, sekaligus menutupi aib keluarga. “Yang torang ketahui beberapa hari lalu, korban dan orang tuannya sudah kembali ke daerah asal, Pulau Jawa. Mungkin dorang malu, karena masalah ini terjadi pada kopenakan sendiri,” ujar salah seorang warga.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kabupaten Halsel, Asnawi Lagalante, tidak berada di Halsel. Begitu juga Sekertaris DPD PKS Husen Said. Asnawi yang dikonfirmasi melalui nomor handphone 081310200881 dan 085240658597 tidak aktif alias berada di luar jangkauan. Demikian pula dengan pelaku Abdullah Piter, nomor handphonenya 082395440506 juga tidak aktif. Sementara Sekretaris DPD PKS Husen Said, ketika dikonfirmasi via hand phone meski aktif, namun Said tidak menerima telpon. Pesan singkat (SMS) yang dilayangkan pun tak ditanggapi.(Ris/dar)

http://poskomalut.com/2014/03/04/sis...paman-sendiri/