KASKUS

Smile Dandim Perintah Polisi Tangkap Warga di Gereja

Dandim Perintah Polisi Tangkap Warga di Gereja
05 February 2014 Yuliana Lantipo Nusantara dibaca: 544





JAKARTA - Komandan Kodim (Dandim) 1714/Puncak Jaya, Papua memerintahkan aparat Polisi Resort Kota (Polresta) Puncak Jaya menangkap warga yang dicurigai anggota TPN-OPM di gereja Gidi, Distrik Gondobaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Minggu (26/1).

Pihak kepolisian setempat mengklaim Gereja Gidi di distrik baru tersebut menjadi tempat menyembunyikan senjata.

Perintah pemeriksaan yang berlanjut dengan penahanan beberapa warga sipil berawal dari peristiwa perampasan delapan senjata otomatis berikut amunisinya oleh anggota TPN-OPM di Pos Polisi Kulirik, Distrik Gondobaga, Puncak Jaya, pada Sabtu (25/1).

Sumber SH yang mengaku saksi sekaligus korban penyergapan aparat pada Minggu dini hari menyebutkan, sebanyak tujuh warga lokal ditahan saat pemeriksaan yang dilakukan di halaman gereja. Salah satu di antaranya seorang pendeta Gereja Gidi di Gondobaga.

Saat dikonfirmasi SH dari Jakarta, Kapolresta Puncak Jaya, AKBP Marselis Sarimin, tak menampik adanya pemeriksaan dan penangkapan terhadap warga lokal pada Minggu itu.

Namun, penangkapan dan penahanan hanya dilakukan terhadap tiga warga. Mereka kemudian dibebaskan setelah diperiksa dan diinterogasi. Ketiganya terbukti tak bersalah.

“Waktu itu yang kami ambil (tahan) tiga orang, tapi sudah dikasih keluar (dibebaskan). Kami investigasi di Polres, diperiksa. Dia tidak terlibat, ya kita kasih keluar. Tidak ada tujuh orang, mereka bertiga saja. Yang satu, hari itu juga dikeluarkan, yang dua lagi besoknya (Senin, 27 Januari) baru kita kasih keluar. Semua tidak terbukti, ya kita kasih keluar,” Kata AKBP Marselis Sarimin kepada SH melalui sambungan teleponnya, Selasa (4/2).

Menurut Marselis, peristiwa yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Puncak Jaya Kompol Y Hadut, dilakukan atas perintah Komandan Kodim (Dandim) 1714/Puncak Jaya. Marselis mengklaim aksi pemeriksaan dilakukan tanpa tindakan kekerasan terhadap warga.

Berdalih harus mendapatkan kembali senjata yang dicuri, pemeriksaan dilakukan di semua tempat. Ia melanjutkan, pihaknya telah menjalankan pemeriksaan sesuai Undang-Undang KUHP Pasal 5, yang melindungi para aparat menjalankan tugasnya di mana saja terkecuali wilayah pihak kedutaan suatu negara.

Marselis menambahkan, pemeriksaan di gereja dilakukan atas laporan anggota polisi yang melihat orang berpakaian sipil berlari ke dalam gereja sambil membawa senjata.

“Kata Pak Dandim, kalau TNI yang periksa lebih besar lagi, makanya Polri yang periksa. Itu sudah sesuai KUHAP Pasal 5. Waktu itu ada anggota (polisi) lihat orang lari ke gereja membawa senjata, makanya dicek kebenarannya. Jadi, waktu itu Pak Dandim yang minta Pak Wakapolres yang masuk (gedung gereja). Tapi, Wakapolres tidak masuk sendiri, dia minta pendeta dua orang, yang punya gereja, untuk masuk bersama-sama ke dalam,” ia menjelaskan.

Dalam pemeriksaan tersebut, dugaan Marselis dan anggotanya tidak terbukti. Marselis mengungkapkan, aktivitas masyarakat sudah berjalan normal pascaperitiwa tersebut. Bahkan, ia mengklaim masyarakat setempat sudah terbiasa dengan bunyi-bunyi tembakan.

“Kalau orang di luar bilang mencekam, di sini biasa saja. Saya sudah hampir lima tahun bekerja di daerah ini, makanya saya tahu betul. Tidak ada masalah. Masyarakat di sini sudah terbiasa dengar bunyi senjata. Itu biasa di sini,” Marselis menuturkan.

Masih Ditahan

Sumber SH, yang meminta namanya dirahasiakan, sebelumnya mengaku disekap bersama ratusan warga lainnya sejak pukul 3 atau 4 dini hari di Gereja Gidi. Gereja tersebut luas dan cukup untuk menampung banyak warga.

Hingga pukul 6 pagi, satu per satu warga mulai dikeluarkan dari gereja ke halaman untuk diinterogasi. Sesekali, terdengar keras suara anggota berseragam TNI dan polisi menanyakan senjata dan tempat persembunyian anggota TPN-OPM.

Sebelum pasukan gabungan TNI dan Polri meninggalkan gereja pada tengah hari, mereka membawa serta tujuh warga sipil. Satu di antaranya Pendeta Gereja Gidi di Distrik Gondobaga, Puncak Jaya. Ketujuhnya belum diketahui keberadaannya. Sumber SH menegaskan, tak ada pembakaran rumah maupun gereja seperti isu yang tersebar.

“Mereka pakai pakaian dinas, tentara. Mereka bawa senjata saja, tapi tidak tembak. Hanya pukul saja, tapi mereka tahan tujuh orang. Kami tidak bisa melawan karena mereka banyak sekali. Di jalan saja kalau ada orang kumisnya panjang, besar, itu ditangkap semua. Jadi, kami tidak bisa perhatikan orang-orang dibawa ke kantor polisi atau kantor tentara, atau ke mana. Mereka masih hidup atau sudah mati, kami masih belum tahu,” ujar sumber SH yang mengaku hanya ditampar.

Menurut sumber SH yang sama, ketujuh warga yang ditahan adalah jemaat gereja setempat, yakni Penius Telenggen, Tigapur Enumbi, Niyo Murib, (Pendeta) Kemeron Telenggen, Ore Telenggen, Baniur Enumbi, dan Timiunus Telenggen.

http://www.sinarharapan.co/news/read...rga-di-gereja-

ya sudahlah yang pentingkan rakyat papua jadi aman , ga usah dijadikan polemik lah hal kecil seperti ini, karena bila jadi polemik justru separatis OPM akan teriak kegirangan dan malah di buat strategi berlindung dengan menjadikan warga sebagai tameng hidup

yang baca berita ini mohon sikapi dengan adem yah , daripada kita berpolemik untuk sesuatu yang ga jelas yang ada malah menjadikan semboyan "NKRI harga mati" jadi luntur

Sayang presiden kita penakut kesana....kalo si kebo bener ya kesana di bereskan semua mslh nya..,.gitu aja repot,,,,
Waduh maen tsmpar2 aja
Rakyat sendiri tuh
Ntar makin benci mereka
Quote:Original Posted By robbyvert
Waduh maen tsmpar2 aja
Rakyat sendiri tuh
Ntar makin benci mereka


namanya juga lagi di interograsi , ga usah buruk sangka dulu ahhh...
Dukung papua merdeka dari NKRJ negara kesatuan republik jawanesia
GEREJA jadi tempat penyimpanan senjata
Quote:Original Posted By adoeka


namanya juga lagi di interograsi , ga usah buruk sangka dulu ahhh...


Gimana mau rakyat sana suka
Tuh sopnya ditatar lagi lah buat ngadepin rakyat pendukung pemberontak
Quote:Pihak kepolisian setempat mengklaim Gereja Gidi di distrik baru tersebut menjadi tempat menyembunyikan senjata.

wuidih markas teroris kristen ternyata

Quote:Salah satu di antaranya seorang pendeta Gereja Gidi di Gondobaga.

terorist kristen
Quote:Original Posted By robbyvert
Waduh maen tsmpar2 aja
Rakyat sendiri tuh
Ntar makin benci mereka


ibaratnya
Kalo kamu duduk 1 kursi sama temenmu yang habis nyopet, kamu juga bisa ikutan diciduk kok. Ntar ditampar juga.
Kalo ga trbukti ya lepas. Trus kamu mau apa?
Protes karna ditampar?
semoga terorist di papua yang ngetem di gunung gunung dibasmi tuntas sudah pada tahu dewan gereja mendukung aksi terorist kristen ini untuk pisah dari NKRI loch

http://tabloidjubi.com/2013/11/06/de...i-papua-barat/



Quote:Original Posted By robbyvert


Gimana mau rakyat sana suka
Tuh sopnya ditatar lagi lah buat ngadepin rakyat pendukung pemberontak


susah jugalah pret, kalau di halusin dan ada area area yang ga bisa di sentuh TNI dan polisi itu sama saja membuat OPM mendapatkan tempat baru untuk berlindung di tengah masyarakat


wa sebetulnya kesel juga bacanya kok tempat ibadah di periksain sih tapi setelah wa pikir pikir mendingan kek gitulah yang penting keselamatan warga terjamin dan tidak bisa dijadikan tameng hidup dan tempat bersembunyinya anggota OPM.
lagi ibadah dan di berkati pendeta untuk melakukan aksi terorist dan pisah dari NKRI



Puluhan Warga Papua dan Mahasiswa Papua Daerah Istimewa (DIY) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Merayakan Ibadah Bersama, Untuk Memperingati Hari Bunyi Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik West Papua dan Ulang Tahun Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka (Tpn/OPM) yang ke 41 Tahun Victoria 1971 oleh Pimpinan

Pdt. Lenis Kogoya S. Th. M, Memimpin doa Safaat dan Renungan Firman Tuhan dalam Hut Tpn-Opm (1971-2012). doa safatnya menyatakan Tuhan Memberkati dan Memberi Jawaban sejati bagi kami untuk Papua Merdeka. Perjuangan kami mulai dari Sejak Tahun 1960-an hinggga saat ini, Baik Aktivis Pemuda, Aktivis Mahasiswa, Aktivis Perempuan, Aktivis Gereja, Aktivis Lsm seluruhnya Tuhan lindungi kami. Tutur dalam doanya.

http://www.malanesia.com/2012/07/amp...kuran-hut.html
bahkan Dewan Gereja se Dunia "Keluarkan Statement Masalah Papua Jadi Agenda Internasional" loh

http://suarabaptis.blogspot.com/2012...keluarkan.html

sangat sangat nasionalis sekali pendeta pendeta ini







terorist papua


jadi inget uskup Gelo yang di TimTim dolo



kalo gak playing victim terus tereak-tereak ke dunia luar kalo enggak yaa berkhianat deh ma negara tempat diye idup dasar penghianat



calon trit sepi dari pemangsa babi

trit begini pasti sepi dari kristen

kenapa ya ada yang tahu
Siapapun itu kalau mau nyebar propaganda ngerusak NKRI ya hajar!!! kalau perlu karungin di larung sekalian Isu ini paling juga gak jauh-jauh dari freeport


Quote:Original Posted By pakulusbulus.
trit begini pasti sepi dari kristen

kenapa ya ada yang tahu

Mungkin karena gak ada fanboy OPM di sini,
jadi gak ada yang belain.
kumaha te es we lah.
Quote:Original Posted By widya poetra



Mungkin karena gak ada fanboy OPM di sini,
jadi gak ada yang belain.


sok tau lu