KASKUS

Sejarah Semua Jenis Bela Diri yang ada di dunia ( Armed and Non-Armed)



Ada begitu banyak jenis beladiri yang ada didunia ini, Berbagai jenis dan aliran serta ragam yang kadang bercampur budaya sebuah negara.

Dulu saat saya masih aktif sebagai MArtist, saya mempelajari cukup banyak jenis MA, dan saya tertarik dengan asal mula banyak bela diri yang ada didunia saat ini.

Yang akan saya bahas adalah yang aktif maupun yg sudah punah, baik tangan kosong maupun bersenjata. Yang dibahas disini hanyalah sejarahnya, jika ingin belajar beladirinya langsung atau mencari perguruan, silahkan di Forum Sport - Subforum Martial Arts

Semoga menambah wawasan

Sejarah Seni Beladiri

Menurut legenda, sumber dari semua ilmu beladiri yang ada didunia modern ini berasal dari india dalam hal ini Bodhidharma atau Daruma Taishi atau Tatmo Chouwsu. Ia hidup pada abad VI masehi.

Untuk misi pengembangan agama budha ke Cina, maka Bodhidharma melakukan perjalanan kaki seorang diri menembus “hutan belantara perawan” yang penuh dengan 1001 marabahaya, termasuk binatang buas, tetapi berkat ketegaran dan kemampuan seni beladirinya, Daruma Taishin berhasil tiba di Cina.

Bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa sekitar tahun 520 Masehi, seorang pendeta india bernama Daruma yang dilahirkan di kanchipuran dekat madras telah melakukan perjalanan ke Cina dalam hal ini kota kuang atau canton dimana disana pendeta itu bertemu dengan Wu Ti, seorang kaisar dari dinasti Liang. Dari sana ia melanjutkan perjalanan ke kerajaan Wei, dimana ia mendirikan kuil tempat pusat pengembangan Ajarannya.

Jika legenda tentang Daruma Taishi memang benar, maka jelas bahwa pendeta yang dimaksud itu adalah Daruma, orang yang mendirikan kuil shaolin.

Ia pertama kalinya hanya melatih spritual pada murid-muridnya tetapi lama kelamaan para muridnya semakin lemah dan sakit-sakitan, akhirnya ia tiba pada kesimpulan bahwa rohani dan jasmani harus diseimbangkan, maka dianjurkannya kepada murid-muridnya gerakan-gerakan jasmani seni beladiri, yang kemudian dikenal sebagai Kungfu Shaolin, dan oleh kalangan seni beladiri dipercayai sebagai sumber pertama seluruh seni beladiri yang ada didunia berasal dari Kungfu Shaolin.

Konon Daruma menurmuskan tehnik-tehnik shaolin kungfunya berdasarkan pada gerakan-gerkan binatang, yaitu : Macan, Beruang, Monyet, Bangau dan Rusa.

Didalam perkembangan selanjutnya dari beladiri cina itu kemudian muncul 4 jenis ilmu bela diri cina, yaitu :

Aliran Keras : Shaolin Kungfu
Aliran Lunak : Hsing’I
Aliran Lunak : Pakua Chang
Aliran Lunak : Tai Chi Cuen

Tetapi dulunya Daruma hanya membedakan keseluruhan tehnik-tehnik beladirinya atas 2 kelompok

Kelompok tehnik keras ( Go-Ho )
Kelompok Tehnik Lunak ( Ju – Ho )

Pada waktu terjadinya “Perang boxer” yaitu pembasmian oleh tentara kerajaan pada pendeta-pendeta Budha dari kuil Shaolin yang sebahagian besar pendeta-pendeta Shaolin tewas terbunuh dalam pertempuran melawan tentara kaisar, tetapi masih ada diantara mereka yang berhasil lolos dan meninggalkan dataran Cina.

Pelarian-pelarian inilah yang menurut legenda merupakan cikal bakal timbulnya berbagai Ilmu Beladiri Asia, contohnya seperti :

Di Jepang ; Judo ( jalan kehalusan) diciptakan oleh mendiang dr. Jigaro kano, Jujitsu (tehnik kehalusan) merupakan seni beladiri klasik Jepang yang berasal dari masa samurai, Aikido (Ai=bertemu, Ki=Semangat, dan Do=Jalan). Didirikan oleh prof. Morihei Ueshiba, Guru utama dari Morihei Ueshiba adalah Master Sokaku Takeda. Sumo ( seni beladiri Gulat tradisional Jepang ). Kenjitsu (ilmu pedang Jepang klasik). Bojitsu ( Seni Beladiri yang mengandalkan tongkat panjang). Naginata Jitsu (Seni Beladiri yang mengandaklan Pedang).

Di Birma; Bando (Seni beladiri asli tangan kosong). Banshei (seni beladiri menggunakan senjata) dan Kick-boxing tradisional (Seni beladiri tangan kosong yang menggunakan banyak tehnik tendangan).

Di Thailand; Thai Boxing (Seni beladiri baik tangan maupun kaki) dan Krabi krabong ( Seni beladiri menggunakan senjata).

Di Kampuchea, Laos, Vietnam; Tinju Tradisional dan Permainan senjata.

Di Malaysia; Bersilat

Di Indonesia; Pencak silat

Di Fhilipina; Eksrima (Seni beladiri yang mengandalkan tongkat sepanjang 75 cm)

Di Okinawa; Naha-Te ( Tangan Kota Naha ), Seni beladiri Okinawa yang berpusat di kota Naha, tokohnya adalah Master Kanryo Higaonna, guru dari Master Choyun Miyagi. Shuri-Te ( Tangan Kota Shuri ), Seni Beladiri yang berpusat dikota Shuri, tokohnya adalah Master Matsumura yang bergaya keras. Murid terkenal dari Shuri-Te nanti antara lain Ankoh Itosu, guru dari master gishin funakoshi, pendiri Shotokan Karate dan Tomari-Te ( Tangan Kota Tomari ), Seni beladiri Okinawa yang berpusat dikota Tomari.

Di Korea; Tae Kwon Do ( seni beladiri yang menitik beratkan pasda keterampilan kaki. Diciptakan oleh jenderal Choi Hong Hee. Tang Soo Do (Seni beladiri yang menitik beratkan pada penggunaan kaki diciptakan oleh Hwang Kee, sebagai gabungan unsur Karate Shotokan, Shaolin kungfu dan Tae Kyon). Hwa Rang Do ( seni beladiri tangan kosong Korea )

Salah seorang pelarian dari kuil Shaolin hanya mengunakan tehnik lunak dan sempat tiba di Jepang lalu mengembangkan Ilmunya, yaitu Jujitsu. Kemudian bersumber dari jujitsu ini muncul ilmu baru seperti Judo dan Aikido.

Demikian pula seorang yang bernama Doshin So, yang lahir pada tahun 1911 di jepang, murid dari Master Chin Ryo (beliau menguasai Shaolin Kungfu). Merumuskan lagi ilmu beladiri baru hasil kombinasi beladiri Jepang dan Cina, yang dinamai Shorinji Kempo, yang berarti “Ilmu tinju Kuil Shaolin” (shaolin Temple Fist Way) pada tahun 1946.
Sejarah Shorinji kempo

Shorinji kempo berasal daripada perkataan sho = hutan, rin = bambu, ji = kuil, ken = aturan. Kalau kempo bermakna "jalan hidup",
"KASIH SAYANG TANPA KEKUATAN ADALAH KELEMAHAN"
"KEKUATAN TANPA KASIH SAYANG ADALAH KEZALIMAN"
(DOKTRIN SHORINJI KEMPO)

Kempo dan Budhisme
Sekilas orang berkesimpulan bahwa bela diri Kempo berasal dari daratan China. Anggapan ini tidaklah semuanya benar. Kira-kira tahun 550 SM, pendeta Buddha yang ke-28, yaitu Dharma Taishi, pindah dari tempat tinggalnya di Baramon, India ke daratan China. Beliau menetap di sebuah kuil yang bernama Siau Liem Sie atau dikenali dengan nama Shorinji yang terletak di pripinsi Kwa - Nam.
Dalam perjalanannya dan pengembaraannya Dharma Taishi menyebarkan ajaran agama Budha. Tidak sedikit tantangan, ancaman dan hinaan yang dialaminya, bahkan nyaris merenggut jiwanya. Dari pengalaman-pengalaman timbulah anggapan dalam dirinya bahwa seorang calon Bikshu sebaiknya juga melatih ketahanan jasmaninya, disamping membersihkan rohaninya untuk mencapai nirwana setelah bersemedi.
Dalam ajaran agama Budha, dikatakan bahwa hidup itu berasal dari "kosong" atau "tiada". Namun oleh Dharma Taishi dilengkapinya, bahwa tiada gunanya menjadi "kosong" atau "tiada" atau "suci" jika tidak bisa membela sesama manusia yang ditimpa kemalangan.
Selama di India, Dharma Taishi pernah belajar indo Kempo (silat India), karena banyaknya tantangan yang dihadapi dalam pengembaraannya di Cina maka ia mempelajari pula berbagai aliran silat China Kuno. Selama bertapa 9 tahun ia bertekad menyusun ilmu mempertahankan diri dan dimaksukkan sebagai syarat dan mata pelajaran bagi calon pendeta Budha.
Sejak itu ilmu beladiri yang ditemukannya telah menjadi sebagian pendidikan keagamaan pada Zen Budhisme. Dharma tetap beranggapan bahwa semua pengikutnya haruslah berfisik kuat guna melanjutkan usaha menyebarluaskan ajaran agama Budha yang cukup berat itu.
Dalam ceritera klasik Cina, sering dijumpai nama Tatmo Cowsu. Nama ini tidak lain yang dimaksud adalah Dharma Taishi sendiri, yang mencipatakan seni beladiri Shorinji Kempo atau Siauw Liem Sie Kung Fu.
Seni Beladiri ini secara khusus dilatih kepada para calon Bikshu didikannya, dan diajarkan secara rahasia di dalam kuil Shorinji. Selain anggota tidak boleh melihat atau masuk ke dalam kuil. Namun keampuhan seni Bela Diri ciptaanya itu dengan cepat pula menjadi buah bibir masyarakat sekitarnya, bahkan menjalar secara luas di daratan tiongkok,china.


Falsafah Kempo


Karena seni bela diri kempo waktu itu menjadi sebagian dari latihan bagi para calon Bikshu, dengan sendirinya ilmu itu harus mempunyai dasar falsafah yang kuat. Dengan dilandasi agama Budha, yaitu dilarang membunuh dan menyakiti, maka semua KENSHI (pemain Kempo) dilarang untuk menyerang terlebih dahulu sebelum diserang. Hal ini menjadi doktrin Kempo, bahwa "perangilah dirimu sendiri seblum memerangi orang lain".
Cukup lama sejak meletusnya perang BOXER nama Shorinji Kempo menghilang. Bahkan di Tiongkok sendiri, ketika kaum KUN CHAN TANG (Partai Komunis Tiongkok), Kempo juga megalami kemunduran (set back). Gerak atau teknik Kempo yang diperbolehkan muncul ketika itu hanyalah yang menyerupai senam belaka (TAI KYO KUEN).
Berdasarkan doktrin ini mempengaruhi pula susunan beladiri ini, sehingga gerakan teknik selalu dimulai dengan mengelak/menangkis serangan dahulu, baru kemudian membalas. Selanjutnya disesuaikan menurut kebutuhan yakni menurut keadaan serangan lawan. Dharma selalu mengajarkan bahwa disamping dilarang menyerang juga tidak selalu setiap serangan dibalas dengan kekerasan.
Sehingga dalam ilmu Kempo itu lahirlah apa yang berbentuk mengelak saja. Cukup menekukkan bagian-bagian badan lawan, kemudian mengunci dan bila terpaksa barulah dilakukan penghancuran titik-titik lemah lawan, berupa tendangan, sikutan, pukulan dan sebagainya. Bentuk yang pertama dikenal sebagai JUHO dan yang berikutnya sebagai GOHO.
Setiap kenshi diharuskan menguasai teknik GOHO (keras) dan JUHO (lunak), artinya tidak dibenarkan apabila hanya mementingkan pukulan dan tendangan saja dengan melupakan bantingan dan lipatan-lipatan.
Akibat Perang Boxer
Shorinji kempo sendiri mengalami perkembangan pesat di daratan Cina. Pengikutnya semakin banyak dan pengaruhnya semakin besar dalam masyarakat Cina.
Di tahun 1900 - 1901, di Cina meletus perlawanan rakyat menentang masuknya Kolonialisme Barat.Dan banyak pengikut Shorinji Kempo melibatkan diri dengan perlawanan rakyat. Pemberontakan di awal abad ke 20 itu akhirnya menjadi gerakan nasional yang disokong Ratu TZE-SJI, yang juga ingin membersihkan tanah airnya dari penjajahan Barat.
Kolonalisme Barat akhirnya dapat mematahkan perlawanan rakyat Cina dengan menggunakan peralatan perang mutakhir. Sementara rakyat Cina kebanyakan hanya melawan dengan mengandalkan tangan dan kaki saja. perang yang menelan jutaan korban itu terkenal dengan sebutan "PERANG BOXER". Penjajah mengejar dan membunuh pengikut Dharma Taishi, organisasinya dilarang, kuil-kuil Shorinji Kempo dirusak, dibakar dan dihancurkan.
Begitu pun, masih banyak pula pengikut Shorinji Kempo dan Bikshu-bikshu yang sempat meloloskan diri dari kerajaan pasukan penjajah. Kebanyakan dari mereka yang meloloskan diri tersebut masih berusia muda, dan belum menguasai seni Bela Diri yang di wariskan DHARMA THAISI tersebut.
Bikshu-bikshu yang sempat meloloskan diri ke arah timur dan selatan, lalu mengajarkan aliran Shorinji Kempo kepada pedagang-pedagang dari Okinawan, Taiwan dan Muangthai.
Karena tidak teroganisasinya kesatuan, maka penyebaran Shorinji Kempo mulai membentuk seni bela diri baru. Mereka melarikan diri ke Muangthai dengan hanya menguasai teknik GOHO (memukul, menendang dan menangkis) mempengaruhi perkembangan bela diri yang ada di negeri tersebut. Munculah apa disebut THAI BOXING. Ajaran Shorinji Kempo, terutama teknik GOHO, juga mempengaruhi seni bela diri yang ada di Okinawa, Jepang. Maka di Okinawa timbullah seni bela diri yang dinamakan OKINANAWATE yang kemudian dkenal dengan nama KARATE.
Mereka yang melarikan diri ke pulau-pulau Jepang lainnya dan menguasai teknik JUHO (lunak) juga mempengaruhi seni bela diri yang ada di daerah-daerah tersebut. Kemudian muncullah seni bela diri JU-JIT-SU, Ju berarti halus-lenting dan fleksibel. Disamping itu lahir pula seni bela diri AIKIDO dan JUDO. Setelah menghilang beberapa waktu lamanya, kempo mulai bangkit kembali setelah perang dunia II, aliran-aliran seni bela diri lainnya tetap bersumber dari Shorinji Kempo sebagai aliran seni beladiri yang tertua.
Perkembangan Kempo Selepas Perang Dunia II
Shorinji Kempo baru bangkit kembali di Jepang setelah usainya Perang Dunia II. Dalam waktu yang relatif singkat seni bela diri ini menyebar luas, bukan saja di Jepang tetapi diseluruh dunia.
Seorang pemuda Jepang yang bernama SO DOSHIN dikirim ke Cina dalam pasukan ekspedisi tentara Jepang ke Manchuria pada tahun 1928. Tetapi ia tidak sepaham dengan cara-cara penjajahan Jepun, kemudian melarikan diri dari induk pasukannya dan mengembara di daratan Cina.
Dalam pengembaraannya ia bertemu dengan pendeta Budha dan akhirnya ia dibawa ke kuil Siaw Liem Sie, yang sudah diperbaiki oleh penerus-penerus Dharma Taishi.
Di kuil ini Sho Dosin mempelajari ilmu Shorinji Kempo langsung dibawah asuhan Mahaguru (silang) ke-20 yaitu WEN TAY SUN. Karena kesetiaannya dan penguasaannya yang sempurna terhadap Shorinji Kempo, maka So DosHin diberi penghargaan tertinggi menjadi Maha Guru ke - 21 dan ia memperoleh ijin untuk meninggalkan kuil Shorinji untuk meneruskan ajarannya di daratan Jepang (Tanah Airnya).
Tahun 1945, Sho Dosin kembali ke Jepang dan membuka DOJO (tempat latihan) tersendiri. Ia memilih kota TADOTSU, yang terletak di propinsi KAGAWA di pulau SHIKOKU, yang kemudian terkenal sebagai pusat Shorinji Kempo.
Banyak sekali yang datang ke DOJOnya untuk menjadimurid di sana, bukan saja dari daerah sekitarnya tetapi juga dari daerah-daerah lainnya, bahkan dari luar Jepang (terutama mahasiswa asing yang belajar di Jepun). So Doshin menggembleng murid-muridnya dengan disiplin yang keras seperti yang dialaminya sendiri. Namun di balik penggemlengan fisik dan mental itu, Guru Besar Shorinji Kempo ini tetap menempatkan seni beladiri ini sebagai pengayom hati dan jiwa dengan penuh rasa damai dan welas asih bagi para pengikutnya.
Sebab itulah lambang organisasi Shorinji Kempo menggunakan lambang agama Budha, yaitu "Manji" , semacam tanda swastika yang berputar ke kiri, yang berarti "kasih sayang dan kekuatan" yang sesuai dengan doktrin Shorinji.
Dalam tindakan sehari-hari sering diartikan sebagai berikut :
"Dimana ada kekuatan harus ada kebijaksanaan dan kebijaksanaan harus disertai kekuatan"


Perkembangan Shorinji Kempo di Indonesia

Konsekuensi yang harus dilaksanakan oleh pemerintah Jepang setelah kekalahannya pada perang Dunia II kepada Indonesia adalah Pampasan Jepang. Salah satu cara atau bentuk pembayaran pampasan itu, adalah sejak akhir 1959 Pemerintah Jepang menerima mahasiswa Indonesia dan juga pemudanya belajar dan training di Negeri tersebut.
Maka, sejak itu secara bergelombang dari tahun ke tahun sampai Tahun 1965, Ratusan Mahasiswa dan pemuda Indonesia mendapat kesempatan untuk belajar di Jepang. Dari Jumlah tersebut,tidak sedikit pula dari mereka yang memanfaatkan waktu-waktu senggang dan liburnya untuk belajar dan memperdalam seni Bela Diri yang ada di Jepang. Dari mereka ini pula, akhirnya sekembalinya ke tanah air tidak saja menggondong ijazah menurut bidang study mereka, juga memperoleh tambahan berupa penguasaan atas seni bela diri yang ada di Jepang, seperti : Karate, Judo, Ju Jit Su dan juga Kempo.
Pada tahun 1962, dalam suatu acara kesenian yang dipertunjukkan Mahasiswa Indonesia menyambut kunjungan Tamu-tamu penting dari tanah airnya, seorang Pemuda Indonesia bernama UTIN SYAHRAZ mendemonstrasikan kebolehannya bermain Kempo. Utin Syahraz tiba di Tokyo sekitar tahun 1960 sebagai Trainee pampasan. Sebelumnya ia adalah pegawai pada Departemen Pekerjaan Umum di Jakarta. Apa yang di demonstrasikannya itu, akhirnya menarik minat pemuda dan mahasiswa Indonesia lainnya, mereka antara lain INDRA KARTASASMITA dan GINANDJAR KARTASASMITA serta beberapa lainnya yang dating kemudian ke Jepang. Dalam waktu-waktu luang dan libur, mereka memanfaatkan waktunya untuk datang langsung ke pusat Shorinji Kempo di Kota Tadotsu untuk menimba langsung seni beladiri tersebut dari Sihangnya.
Pemuda-pemuda tersebut sadar, tidak ada lagi kebanggaan mereka, selain memberikan apa yang terbaik mereka terima di Jepang kepada Pemuda-pemuda bangsanya sendiri sekembalinya ke Tanah Air. Hal tersebut tidak lain, untuk kejayaan bangsa dan Negara mereka, agar tidak ketinggalan dengan bangsa-bangsa lain, tidak saja dalam ilmu pengetahuan, juga dalam olah raga.
Untuk meneruskan warisan seni bela diri Shorinji Kempo, seperti apa yang mereka peroleh di Jepang kepada rekan-rekan senegaranya, ketiga pemuda, yakni UTIN SYAHRAZ (Kini Almarhum), INDRA KARTASASMITA dan GINANDJAR KARTASASMITA bertekat melahirkan dan membentuk suatu wadah yang bernama PERKEMI (Persaudaraan Beladiri KEMPO Indonesia). Wadah ini secara resmi dibentuk pada tanggal 2 Februari 1966.
Dari hanya beberapa murid dan hanya berlatih di teras rumah waktu itu, kini PERKEMI telah melahirkan ribuan Kenshi-kenshi yang tersebar di seluruh Tanah Air. Selain merupakan salah satu anggota Top Organisasi yang bernaung dalam wadah KONI (Komite Olah Raga Nasional Indonesia), Perkemi juga menjadi anggota penuh dari federasi se-Dunia atau WSKO (World Shorinji Kempo Organization) yang berpusat di kuil Shorinji Kempo,di kota Tadotsu,Jepang.. Sedangkan dua dari tiga perintis/pendiri PERKEMI,yakni Ir. Drs. Ginandjar Kartasasmita (kini Menteri Pertambangan dan energi RI) dan Indra Kartasasmita (Kini direktur Perkapalan dan Telekomunikasi Pertamina tetap aktif, baik dalm kepengurusan PERKEMI maupun pembinaan para Kenshi muda lainnya.


FALSAFAH BELADIRI SHORINJI KEMPO


1. Ken Zen Ichi nio (ken = berkelahi, Zen = bersemedi, Ichi = satu, Nio = badan)
- Dalam Shorinjikempo, berkelahi dan bersemedi dilakukan dalam satu badan.
2. Shu Syu Ko Ju (Shu = diutamakan, Syu = bertahan, Ko = menyerang, ju = disesuaikan)
- Dalam ilmu Shorinji Kempo lebih diutamakan bertahan dari pada menyerang, dan serangan disesuaikan dengan keadaan lawan.
3. Go ju ittai ( Go = kasar, Ju = lemah, Ittai = bersama-sama)
- Dalam berlatih Kempo, harus menguasai Goho dan Juho secara bersama-sama.
4. Fusatsu Fugai (fu = tidak/tanpa, satsu = membunuh, gai = menyakiti/merugikan)
- Dalam Shorinji Kempo, diusahakan mengalahkan lawan tanpa menyakiti – membunuh.
5. Komite Shutai (Kumite = berpasangan, Shutai = diutamakan)
- Dalam Shorinji Kempo, harus berlatih secara berpasangan.
6. Riki Ai Funi
- Dalam Shorinji Kempo terdapat penyatuan kekuatan dan rasa kasih sayang.

ATEMI NO GO YOSHO
ATEMI NO GO YOSHO ( Lima syarat / unsur serangan )
Betapapun kerasnya pukulan atau tendangan atau Atemi Lainnya ia tidak akan efektif tanpa memenuhi seluruh lima unsur / syarat serangan . Adapun lima unsure tersebut yakni :
1. KYU SHO ( Titik Kelemahan )
2. MA AI ( Jarak Sasaran )
3. KAKU DO ( Sudut Sasaran )
4. SHYOKU DO ( Kecepatan Serangan )
5. KYO JITSU ( Kebulatan Hati )
KYU SHO ( Titik Kelemahan )
Seperti sudah pernah diajarkan, dalam tubuh manusia ini terdapat banyak sekali Titik Kelemahan. Penting sekali bagi kita untuk menghafal dan dengan sekejap dapat menemukan letaknya titik kelemahan tersebut, terlebih-lebih terhadap badan yang sadang bergerak. Secara umum titik kelemahan yang di kenal untuk permainan Kempo ada 138 tempat. Adalah menjadi syarat utama untuk dengan sempurna memasukan serangan kita ke “ spot “ itu.
MA AI ( Jarak Sasaran )
Zpenting untuk diingat dan dirasa penentuan jarak jangkau antara lawan dan kita. Jarak di sini bukannya agar dapat terkena tetapi sasaran harus kena pada saat pukulan / tendangan kita mencapai titik optimumnya, dengan keadaan kuda – kuda yang terkuat. Untuk itu setelah “ terasa “ jarak cukup maka harus diperhitungkan gerak pundak, pinggul, dan sebagainya agar jarak tersebut tidak “ lepas “ lagi.
KAKU DO ( Sudut Sasaran )
Untuk lebih mengefektifkan serangan, maka tidak semua titik kelemahan dapat dimatikan dengan serangan yang sama. Serangan ke SUI-GETSU misalnya hanya efektif pada 10 derajat – 15 derajat . Demikian juga titik kelemahan lain, lain pula sudut serangannya.
SHYOKU DO ( Kecepatan Serangan )
Dalam melaksanakan serangan, makin cepat serangan itu mendarat, makin baik. Ini bukan berarti bahwa serangan itu harus dilakukan terburu – buru, melainkan kecepatan “ di jalan “ sampai sasaran. Betapa kerasnya buku – buku atau otot – otot kita akan terkalahkan oleh speed serangan yang mengenai titik kelemahan. Sarung tinju yang berisi yang berisi spoons yang kenyal dan lembek itu pun ika dilancarkan dengan kecepatan tinggi dapat menghasilkan “ Knock out “ , juga lipatan kertas koran jika disabetkan dengan kecepatan tinggi dapat memutuskan sumpit, begitulah contohnya. Memukul benda – benda keras, bukan hanya melukai kulit luar saja, tetapi sesuai dengan jaringan – jaringan syaraf yang juga rusak, maka akan membawa akibat kelainan – kelainan internal tubuh lawan.
KYO JITSU ( Kebulatan tekad )
Kebulatan hati di sini mencakup kebulatan mental dan phsik, artinya kita siap lahir batin untuk melancarkan serangan. Sebenarnya melakukan ATEMI itubukan hanya tenaga lawan, tetapi juga kekuatan mental lawan. KYU JITSU phisik kelihatan dalam sikap Gamae kita .
KYU JITSU mental, misalnya kalau kita “ lengah “ atau “ kendor “ semangat kita, maka saat beberapa detik itu dapat mengakibatkan kecelakaan fatal bagi kita atau “ kendor “-nya kesiapan kita itu membuat pukulan / tendangan kita menjadi “ tidak berisi “ atau terbaca lawan, sehingga sia- sialah tenaga yang kita keluarkan.
Demikianlah jika serangan kita ingin efektif berisi dan mantap maka tidak satu syarat pun boleh tertinggal. Tiada cara lain untuk menyempurnakan refleks, kecepatan, pengenalan titik kelemahan, dan sebagainya, selain berlatih dengan keras dan penuh variasi gerakan di DOJO dengan diperlengkapi alat – alat ( Do ) untuk mempraktekan dengan sesungguhnya bagaimana rasanya serangan

Gakka
*Ashi Sabaki
* Kihon Bogi
* Gatame
* Kari Ashi
* Tachi Kata
* Tai Sabaki




JANJI
Kami berjanji : Akan selalu bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati atasan, tidak meremehkan bawahan, saling mengasihi, saling menolong.
Kami berjanji : Akan tunduk pada pimpinan, mengikuti latihan tanpa keraguan, sebagai insan yang murni.
Kami berjanji : Akan mengamalkan ajaran Kempo, bagi masyarakat banyak, dan tidak hanya untuk kepentingan pribadi.
IKRAR
Kami Putra Indonesia : Pecinta Tanah Air, bertekad mempertinggi martabat bangsa.
Kami Putra Indonesia : Pembela kebenaran dan keadilan, berprikemanusiaan, bersopan santun, senantiasa mengutamakan, kepentingan bangsa dan negara, diatas kepentingan pribadi.

MARS PERKEMI
Persaudaraan beladiri Kempo Indonesia
Berjiwa satria membela negara demi keadilan
Majulah PERKEMI majulah
Menyongsong masa depan
Jayalah PERKEMI jayalah
Demi nusa dan bangsa
Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan
Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman
Persaudaraan beladiri Kempo Indonesia
Majulah PERKEMI jayalah
Untuk Indonesia
BUSHIDO
Dari huruf kanji ( China / Jepang-nya tertulis ( Tombak ) si stop Bu. Ini kiasannya ialah “ menolak serangan “ ; bagaimana menolak serangan secara sempurna ? Kita harus bayangkan bahwa “ serangan “ itu bukan sekedar pukulan atau tendangan lawan. “ Serangan “ dalam arti kata luas meliputi juga “ cobaan”;”kesulitan”;tekanan mental/phisik, rasa dendam, iri, emosi, dan sebagainya, itu semua mesti dikuasai. Dikuasai mulai dari menguasai diri ( taklukan dirimu ) dan menguasai lawan / serangan.
Di dalam proses pendidikan bela diri harus dilihat bahwa “ serangan “ itu mungkin saja datang setiap saat dan sepanjang masa hidup. Oleh karena itulah “persiapan diri “ kita juga harus komplit, bukan sekedar latihan teknik – teknik bela diri saja, juga latihan ketahanan mental, ketahanan phisik sepanjang masa.
Dengan latihan tersebut kita akan terbiasa menjadi orang yang sportif, bijaksana, berpikiran luas, tidak cepat tersinggung, pandai menghargai orang lain dan juga secara badaniah sehat dan kuat.
Kalau BU artinya ajaran kesatriaan, maka BUSHI ( SHI atau kesatria ) artinya kesatria yang mengikuti pendidikan Kesatriaan. BUSHIDO ( DO=jalan/alur/cara ) artinya “ dengan jalan kesatria “ . Sering kita pakai istilah “ bermental BUSHIDO “ yang secara tepat kita samakan artinya dengan SPORTIF atau TAHAN UJI. Memang begitulah. Bagaimana dengan praktek latihan rutin kita ? Lihatlah umpamanya peraturan – peraturan dan ketentuan serta cara – cara latihan kita, mulai dari pakaian, sikap,baris, chi-kon, gerakan – gerakan, dan sebagainya, semua harus benar, rapi dan 100% dikerjakan.
MENGAPA ANDA KENA MAKI SEMPAI? MENGAPA SEMPAI KENA MAKI SENSAI? Lantaran tentunya gerak dan sikap belum sempurna dan juga untuk terbiasa menerima “ TEKANAN BATHIN “ berupa makian atau bentakan – bentakan dan “ TEKANAN BADAN “ berupa teknik – teknik yang sakit dan ilmu.
Sejarah Ilmu/Seni Bela Diri Kungfu

Kung fu adalah ilmu bela diri dari Tiongkok. Makanya kita tidak asing dengan kata chinese kungfu. Akan tetapi, arti kata kung fu yang sebenarnya memiliki makna luas, yakni sesuatu yang didapat dalam waktu yang lama dan dengan ketekunan yang sungguh-sungguh. Sehingga seorang ahli memasak yang hebat pun dapat dikatakan memiliki kungfu yang tinggi.

Selain kata kung fu, istilah wushu dan kun dao juga sering dipakai untuk menyebut ilmu bela diri dari Tiongkok. Sedangkan ilmu Kungfu yang sudah menyebar ke Asia Tenggara (terutama Indonesia) di masa lalu disebut Kuntao, menurut Donn Draeger dalam buku beliau yang berjudul Weapons and Fighting Arts of Indonesia. Namun di masa kini, istilah Kuntao tersebut sudah sangat jarang dipergunakan. Salah satunya banyak perguruan kungfu di Indonesa.

Kung Fu adalah suatu seni beladiri dengan teknik pertahanan diri dan penyerangan atas lawan yang unik dari negeri Tiongkok. Asal mula dan sejarah kung fu pada umumnya dapat ditelusuri yaitu beribu-ribu tahun yang lalu di negeri Tiongkok dipraktekkan secara rahasia yang selanjutnya meluas dan merata ke daerah-daerah Timur dalam bentuk dan jenis yang bermacam-macam gerak tekniknya. Catatan-catatan tertulis tentang perkembangannya boleh dikata sudah tidak ada. Namun demikian, teori-teori umumnya menyatakan bahwa para Pendeta Budha yang pertama-tama menggunakan teknik mematahkan serangan lawan tanpa senjata (alat), dengan maksud untuk membela diri terhadap serangan dan gangguan para penjahat apabila para Pendeta tersebut sedang menjalankan misi agamanya. Lagi pula tidak diketahui dengan pasti teknik mana yang pertama kali digunakan akan tetapi yang jelas kebiasaan yang berlaku adalah spesialisasi bagi suatu teknik tertentu.

Disuatu daerah misalnya mempunyai kecakapan khusus membanting, di daerah yang lain mempunyai spesialisasi teknik menendang, sedangkan di daerah yang lainnya memakai teknik khusus memukul dengan tangan. Hal-hal tersebut mengakibatkan terdapatnya bagian-bagian yang disebut aliran-aliran kung fu.

Ada suatu cerita tradisional (legenda) tentang Pendeta Budha yang bernama Dharma yang menurut cerita tersebut Pendeta Dharma berasal dari suku Brahmana di sebelah selatan India. Pada suatu ketika, Pendeta Dharma pergi ke daratan Tiongkok kira-kira tahun 500 AD dan akhirnya tiba di daerah Liang. Di Ibukota Ching-Kang, ia memberikan pelajaran dan latihan-latihan pembelaan diri disamping pelajaran agama. Penguasa kerajaan setempat berminat untuk belajar terutama pelajaran agama dan ingin menyebarkan ajaran-ajaran Budha keseluruh daerah taklukan.

Pendeta Dharma selanjutnya meninggalkan daerah Liang dan menyeberangi sungai Yangtze menuju bagian utara Tiongkok dan tiba di negeri Wei dan menyendiri serta membangun sebuah Kuil yang kemudian disebut Kuil Siaw Liem (Siaw Liem Sie) di Shung-shan, propinsi Howan. Ia berdiam diri menyendiri (bertapa) selama waktu sembilan tahun sambil melakukan zen (meditasi) dengan cara duduk di atas sebuah batu karang yang besar. Pada saat itulah Pendeta Dharma menemukan rahasia-rahasia jasmani. Ia mengutarakan kepada murid-muridnya antara lain “semangat dan jasmani harus bersatu”, dan hal ini menjadi dasar dari kung fu.

Demikianlah kungfu mulai dipraktekkan oleh biarawan dan Imam-imam Tao Kinisha-Siaw Liem di propinsi Howan yang merupakan jantung daratan Tiongkok. Dalam biara Siaw Liem, murid-murid digembleng dengan cara melatih kung fu dan mempelajari seninya tentang hubungan aspek-aspek mental dan fisik. Kung fu bagi mereka bukan hanya merupakan suatu pengetahuan teknik membela diri tetapi juga merupakan suatu filsafat hidup. Kung fu mengandung ide-ide bagaimana memberi perlawanan yang mencelakakan lawan, melekuk-lekuk secara mudah dan ringan, meloncat dengan segala cara serta mengambil manfaat/keuntungan dari kekeliruan pelajaran dalam bentuk kehidupan.

Berkat ketekunan para murid Siaw Liem, kemampuan dan kemantapan serta keahlian mendidik para Imam Tao maka dalam Kuil Siaw Liem telah terbentuk Pendekar-pendekar yang kuat dan berdisiplin dalam keahlian membela diri dengan cara kung fu.

Namun dalam tahun 575 AD tentara kekaisaran menyerbu dan menghancurkan Kuil Siaw Liem serta membunuh sebagian biarawan dan Imam dengan tuduhan terdapat indikasi memberontak dan melawan kaisar.

ALIRAN-ALIRAN KUNG FU :

Sejak hancurnya Kuil Siaw Liem maka aliran-aliran kung fu berkembang menjadi 2 (dua) aliran, yaitu yang disebut:
- A l i r a n K e r a s
- A l i r a n L e m b u t


Aliran Keras :
Aliran ini banyak berkembang di dan ke daerah Tiongkok bagian utara dan Mongolia, dengan cirri-ciri gerakan antara lain: serangan yang selalu ofensif dan agresif, sedangkan andalan atau keampuhannya ialah gerak kaki (tendangan), loncatan yang panjang dan cepat. Sifat dari aliran ini berpusat pada kecepatan dan koordinasi gerakan dan kekuatan fisik. Aliran ini lebih banyak menggunakan dan mengandalkan tenaga luar atau kekuatan jasmani.

Aliran Lembut
:
Aliran ini banyak berkembang di daerah Tiongkok bagian Selatan dengan ciri-ciri gerakan antara lain pukulan selalu ringan dan lambat. Sasaran pukulan yang tiba-tiba diarahkan selalu ke mata, kemaluan, ulu hati, dan bagian leher. Sedangkan yang menjadi andalan atau keampuhan gerakan adalah pukulan, menggaruk atau mencakar serta cekikan. Sifat dari aliran ini berpusat pada kelembutan, kesatuan antara “jiwa dan badan” dan kekuatan harus diserasikan dengan gerak napas. Aliran ini lebih banyak mengandalkan pada kekuatan “dalam” atau “batin”.

Dari kedua aliran ini, sesuai dengan perkembangannya telah banyak mengkombinasikan aliran-aliran ini yang akhirnya disebut “Aliran Nan Pe” atau disebut juga “ Aliran Utara Selatan”.

Biara shaolin yang terkenal, didirikan oleh pendeta buddhis india, batou, pada tahun 495 M, di bawah perlindungan kaisar Xiao Wen DI dari dinasti Wei utara. Pada tahun 527 M, budhidarma, seorang pangeran india yang meninggalkan kehidupan mewahnya untuk menjadi pendeta buddha, tida disana untuk mengajarkan buddhisme. Ketika ia menemukan para pendeta terlalu lemah untuk mempraktikkan meditasi, jalan utama untuk pencerahan, ia mengajarkan mereka serangkaian latihan luar yang dikenal sebagai Delapa Belas Tangan Lohan, dan satu sisatem latihan dalam yang dikenal sebagai kitab Metamorfosa otot.

Shaolin bukanlah biara biasa adalah biasa bagi kaisar cina sepanjang sejarah untuk berdoa kepada surga setahun sekali untuk kedamaian dan kemakmuran rakyat, dan mereka melaqkukan upacara di salah satu gunung suci cina. Gunung song tempat biara shaolin terletak adalah gunung suci pusat. Oleh karena itu, shaolin sering dikunjungi oleh kaisar-kaisar dan jenderal-jemnderal besar. Beberapa jenderal pensiun ke biara untuk mencari pencerahan spiritual. Merekla adalah ahli beladiri dan ketika mereka melihat para biksu berlatih Delapan Tangan Lohan, mereka mengembangkan gerakan fisik menjadi kungfu, yang kemudia dikenal sebagai kung fu Lhan Shaolin. Mereka juga mengembangkan Metamoforsa Otot menjadi chi kung shaolin dan sampai saat ini terkenal dengan Shaolin Kungfu

Ada beberapa jenis shaolin kungfu, masing-masing dengan ciri khusus yang sesuai bagi orang yang berbeda dan kebutuhan berbeda. Namun, bentuk dasarnya adalah kungfu lohan, yang merupakan gaya bagus untuk pengikut yang kuat dan besar karena ini menggunakan keuntungan ukuran dan kekuatan. Chi kung shaolin juga dikembangkan menjadi berbagai jenis, tetapik metamorfosa otot tetap merupakan pendekatan dasar untuk latahian tenaga dalam shaolin kungfu.

Kondisi di biara shaolin sangat ideal untuk latihan shaolin kungfu. Lingkungannya ada di daerah paling indah di china dan para bhiksunya tidak terganggu masalah duniawi. Kungfu tidak hanya dipraktekkan sebagai sistem pertarungan, tetapi dipelajari dan diteliti sebagai seni oleh murid yang cerdas dan disilpin yang memiliki banyak waktu dan juga oleh beberapa master terbaik dalam kerajan yang mengajarinya. Pencapaiannya kumulatif, dengan setiap generasi master menambahkan teknik dan keterampilan baru pada suatu kumpulan gerakan yang terus berkembang. Tidak heran bahwa biara itu menjadi pusat utama untuk latihan shaolin kungfu.

Kungfu shaolin pada mulanya hanya diajarkan kepada para bhiksu tetapi kemudian murid awam juga diterima. Setelah lulus murid awam ini dan juga beberapa bhiksu menyebarkan ke berbagai bagian negara untuk mengajarkan seni ini. Kemudian pepatah ‘kung fu shaolin adalah terbaik di dunia’ diterima luas.
Sejarah Bela Diri Karate

Karate atau yang dalam tulisan jepang (空 手 道), merupakan salah satu seni bela diri yang kepopulerannya telah merambah belahan dunia lainnya. Jika merunut pada sejarah karate itu sendiri, maka kita harus menyebut kata “Okinawa”, sebuah daerah yang ada di Jepang. Menurut beberapa sumber, di awal kemunculannya, karate-do disebut dengan nama “tote” yang memiliki arti “tangan Cina”. Tote ini memang berasal dari Cina, namun sejak memasuki wilayah Jepang, dengan semangat nasionalisme yang tinggi, seorang tokoh bernama Gichin Funakoshi kemudian mengubah kanji Okinawa dari Tote menjadi kanji Jepang dan menjadi Karate atau tangan kosong. Hal ini dimaksudkan agar bela diri ini lebih mudah diterima oleh masyarakat Jepang pada saat itu. Jika kita mengamati susunan katanya, karate sebenarnya terdiri atas dua hurfuf kanji yakni “Kara” 空 yang berarti kosong dan juga “te” 手 yang diartikan tangan.


Bela diri karate berada di bawah naungan sebuah federasi bernama Zen-Nippon Karatedo Renmei atau Japan Karate-do Federation dan biasa disingkat JKF. Badan lainnya yang membawahinya adalah WKF atau World Karatedo Federations. Federasi resmi karate-do ini menganggap bawa gaya karate yang paling utama hanya ada 4 yakni: Wado-Ryu, Shito-Ryu, Goju-Ryu dan Shotokan. Meski pada faktanya masih ada banyak varain gaya dari karatedo, namun ke-empat gaya tersebut merupakan kelompok utama yang diakui sebab mereka turut campur langsung dalam sejarah pembentukan federasi karate WKF dan juga JKF. JKF merupakan federasi yang membawahi karate khusus di wilayah Jepang sementara itu WKF cakupannya lebih luas yakni seluruh dunia.
Kembali ke sejarah karate, dahulu semua gerakannya ditujukan memang untuk bela diri tanpa harus menggunakan senjata. Namun, seiring perkembangan waktu, karate modern lebih menekankan pada gerakan olah raga untuk kebugaran tubuh. Karate banyak digemari mulai dari kawasan Asia hingga Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, karate menempati tempat pertama sebagai seni bela diri asing dengan jumlah peminat yang tak sedikit. Memang, keterkaitan sejarah antara Indonesia dan Jepang tak bisa dipisahkan. Meski demikian, sejarah karate masuk ke Indonesia tidaklah dibawa oleh tentara Nippon yang pernah menjajah kita di masa silam. Karate justru dibawa oleh mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan di negeri Sakura tersebut.


Sejarah karate masuk di Indonesia dimulai pada tahun 1963 dan tak bisa lepas dari nama beberapa mahasiswa yakni: Baud AD Adikusumo, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro dan juga Ottoman Noh. Mereka yang kemudian bekerjasama mendirikan Dojo di kota Jakarta. Aliran yang mereka kembangkan adalah Shoto-kan. Perkembangan selanjutnya, mereka mulai membuat sebuah organisasi resmi karate di Indonesia yang diberi nama dengan Persatuan Olahraga Karate Indonesia atau disingkat PORKI. Peresmian organisasi ini pada tanggal 10 Maret tahun 1964. Pada perjalanan selanjutnya, karate mulai marak dan berkembang pesat. Bahkan beberapa aliran karate juga mulai tumbuh di Indonesia, misalnya saja Gojukai yang digagas oleh salah satu ex-mahasiswa Jepang bernama Setyo Haryono. Hingga kini, olahraga sekaligus seni bela diri Karate-do telah mengakar dalam hidup masyarakat dunia dan menjadi salah satu ilmu bela diri yang banyak dipelajari di seluruh dunia.
Sejarah Gulat Highland

Orang Skotlandia telah dikenal sebagai pejuang yang ganas, tapi hanya sedikit yangmembandingkannya dengan Jackie Chan dan William Wallace walaupun kebanyakan orangSkotlandia menjalani banyak latihan seni bela diri. Gulat Highland adalah jenis pertarungan pertama yang diajarkan pada anak muda Skotlandia, biasanya teknik-teknik keluarga diturunkandari ayah ke anaknya. Tercatat bahwa seringkali ksatria Inggris tertangkap basah oleh keahlianorang Skotlandia yang tanpa senjata yang bisa menyeret baju lapis baja dan kuda mereka dengan mudah. Gulat Highland sekarang ini terutama digunakan oleh kelompok reenactment (kelompok yang membuat simulasi dari kejadian sejarah) dan tertinggal dalam sejarah karena banyak tekniknya yang hilang seiring berjalannya waktu
Sejarah Pankration

Lebih 2000 tahun lalu, bangsa Yunani telah mengkreasi sebuah bentuk seni bertarung yang keras dan brutal yg disebut dengan Pankration (baca : pan/cray/shun atau pan-crat-ee-on, tergantung dialek). Istilah Pankration ini terdiri dari kata dalam bahasa Yunani “pan” dan “kratos” yang memiliki arti sebagai "all powers" atau "all-encompassing." Pertama kali diperkenalkan dalam Olympic Games sekitar tahun 648 BC (sebelum Masehi), olahraga pertempuran ini segera setelah itu menyebar dan semakin di-tunggu2 oleh para penggemarnya kala itu.

Pankration mengkombinasikan semua kekuatan fisik dan mental (physical and mental resource) dari sang atlet – baik kekuatan tangan - kaki, pikiran maupun jiwa. Hanya menggigit dan mencolok mata saja yg dilarang dalam seni bertarung yg satu ini. Teknik yg biasa digunakan biasanya adalah : boxing dan wrestling: hook dan uppercut punches, full-powered kicks, elbowing dan kneeing, joint locks, dan juga beberapa bentuk submission chokeholds.

Dalam Pankration tidak ada pembagian kelas berat badan dan juga batas waktu. Namun, ada dua atau tiga kelompok umur di kompetisi kuno. Dalam Olimpiade khusus hanya ada dua kelompok usia yaitu pria dan anak laki-laki. Kegiatan Pankration untuk anak laki-laki didirikan di Olimpiade tahun 200 SM. Dalam kompetisi Pankration, wasit dipersenjatai dengan sebuah batang kuat untuk menegakkan aturan.

Sejarah Pankration

1. The Mythical Period -- 1062 B.C. to 702 B.C.

• Sejarah mengatakan bahwa Theseus dan Heracles (Hercules) merupakan penemu dari pankration.
• Theseus menyebarkan pankration ke Athens, Arcadia, Miletus, Ephesus and the Islands of Tenedos, Lesbos, Chios dan Samos.
• Heracles (Hercules) menyebarkan Pankration ke daerah Sparta, Corinth, Peloponnesus and the Apoikias (koloni Yunani) di Italy dan Sicily.
• Pada Olympic Games tahun 776 B.C, nama pemenang untuk pertama kali terekam di dalam sejarah.

2. The Classical Period -- 702 B.C. to 342 B.C.

• Pankration telah menyebar dan dipraktekkan oleh semua kota di Yunani dan koloni di seluruh Mediterania
• Pankration secara resmi masuk ke Olympic games tahun 648 B.C sebagai olahraga pertarungan.
• Pada tahun 531 B.C, pankration dipengaruhi oleh filosofi dari Pythagoras. "Sacred Philosophy" dari Pythagoras diterapkan oleh beberapa Pankratiasts (atlet pankration)
• Pada tahun522 B.C 10 orang master Pankratiast dari Fraternal Association mempromosikan dan mempertahankan filosofi Pythagorean dan Pankration.
• Pada tahun 406 B.C. Polydamas of Scottusa memperkenalkan Pankration ke Asia.

3. The Hellenistic Period -- 342 B.C. to 18 A.D.

• Pada tahun 335 B.C, atlet pankration dari Athena, Dioxippus, menerima tantangan untuk mengalahkan pejuang militer terbaik Macedonia (Coragus). Pertarungan tersebut dihadiri oleh Alexander The Great.
• Pada tahun 330 B.C. Alexander the Great memperkenalkan Pankration ke Persia dengan memberikan 30,000 Persian Nobles yang merupakan sebuah pendidikan lengkap Yunani dan mulai menyatukan kebudayaan Yunani dan Persia.
• Pada tahun 27 B.C. Alexander the Great memperkenalkan pankration ke India.
• Master Pankratiasts dari Asosiasi melihat bahwa terjadi penurunan nilai-nilai moral di Yunani, dan memutuskan untuk berhenti mengajar Pankration kepada public. Dan Pankration menjadi seni bela diri yang diajarkan secara rahasia.
• Tahun 146 B.C. daratan Yunani menyerah kepada kerajaan Romawi, dan pankration menjadi sebuah even gladiator di arena Romawi.

4. The Classical (or Old) Enlightenment Period -- 18 A.D. to 378 A.D.

• Asosiasi pankratiast didirikan di Athens, Sparta, Crete, Alexandria, Antioch, Tarsus, Ephesus, Smyrna, Pergamos, Byzantium, Thessalonica dan di sebagian Pulau Aegean
• Setelah tahun 81 A.D. kedamaian dan stabilitas yg terjadi di Kerajaan Romawi, dan juga ajaran kebajikan oleh Appolonius of Tyana menbuat pankration masuk dalam masa pembangunan spiritual
• Pada tahun 330 A.D. kerajaan Constantine membangun sebuah ibu kota baru Constantinople dan membuat Kerajaan Roma terbagi menjadi Barat dan Timur. Sebagian Besar Asosiasi Pankratiast berada di bagian timur.

5. The Early Byzantine Period -- 378 A.D. to 738 A.D.

• Kerajaan Romawi Barat memasuki masa kelam, Olympic Games termasuk Olympic Pankration dilarang oleh pemerintah kerajaan
• Kerajaan Byzantine Timur dapat bertahan dari serangan kaum barbar dan dapat bertahan hingga ribuan tahun ke depan
• Asosiasi pankratiast sebagai martial art berlanjut untuk dilakukan secara rahasia.

6. The Middle Byzantine Period -- 738 A.D. to 1098 A.D.

• Pankratiast membuka naskah kuno mereka untuk Byzantine Imperial Army.
• Tahun 800 A.D. dalam 4 abad ke depan diperingati sebagai masa keemasan Byzantium
• Di Eropa Barat mulai didatangkan tutor dari berbagai bidang termasuk pankration

7. The Late Byzantine Period -- 1098 A.D. to 1458 A.D.

• Pada 1204 A.D. banyak Asosiasi Pankratiasts bersembunyi di beberapa pegunungan Yunani untuk melestarikan pengetahuan dan seni dari pankration
• Pada 1453 A.D akhirnya menyeraj kepada Turki, Para pankratiast yg tersisan menjadi “petarung bebas” Anatolia barat.

8. The Greek "Dark Ages" Period -- 1458 A.D. to 1818 A.D.

• Yunani diduduki oleh orang Turki, dan jatuh ke dalam zaman kegelapan. Banyak pengetahuan hilang. Ilmu Yunani berhenti.
• Klan kecil pejuang kemerdekaan termasuk beberapa Asosiasi Pankratiasts terus tinggal di pegunungan di kedua daratan Yunani dan Anatolia barat. Perlahan-lahan mereka membangun kekuatan tempur dan sumber daya yang dibutuhkan untuk memenangkan kebebasan mereka dari Kekaisaran Ottoman Turki.

9. The Greek Renaissance Period -- 1818 A.D. to Present (Period Ends in 2178 A.D.)

• Pada tahun 1923 terjadi pertukaran populasi penduduk Yunani dan Turki di daerah masing-masing dan Asosiasi Pankratiasts dari daratan Yunani, Kreta, Konstantinopel, dan Smyrna bertukar teknik dan menetapkan garis keturunan
• Pada tahun 1930, pankration kembali direvitalisasi dengan menggabungkan filsafat, prinsip dan teknik dari 5 klan yang tersisa
• Pada tahun 1950 tiga keluarga pankratiast Yunani bermigrasi dan membawa Asosiasi Pankkratiast ke Amerika Serikat


Teknik Pankration
Para atlet yang terlibat dalam kompetisi Pankration yang disebut pankratiasts,menggunakan berbagai teknik untuk menyerang lawan mereka dan membawanya ke ground/tanah dengan menggunakan teknik submission. Ketika pankratiasts berada dalam posisi berdiri dan akan memulai pertarungan, maka akan disebut dengan nama Ano Pankration. Dan ketika mereka akan bertarung di tanah maka akan pankration disebut dengan istilah kato pankration. Berikut ini adalah teknik-teknik yang digunakan pada pankration.

Posisi Pertrungan
Pankratiast menghadapi lawannya dalam posisi frontal dengan jarak yang sangat dekat dengan posisi badan agak menyamping. Kemudian sisi kiri tubuh sedikit ke arah depan daripada sisi kanan tubuh dan posisi tangan kiri lebih maju dari pada tangan kanan. Kedua tangan terangkat tinggi sehingga ujung jari-jari berada pada garis rambut atau tepat di bawah bagian atas kepala. Sebagian tangan terbuka, jari santai, dan telapak tangan menghadap ke depan secara alami. Berat badaan bertumpu pada kaki kanan yang berada di belakang dengan bagian kaki depan (kiri) menyentuh tanah dengan “bola kaki”.

Menyerang Dengan Kaki Serangan dengan menggunakan kaki merupakan bagian penting dari Pankration dan salah satu fitur yang paling khas. Menendang juga merupakan keuntungan besar untuk pankratiast. Tendangan lurus dengan menggunakan dasar kaki ke arah perut merupakan sebuah teknik yang umum.

Teknik Kuncian Bahu Single
Atlet pankration berada di belakang lawannya dan memaksa lawannya untuk membungkuk dengan lutut kanan lawan menyentuh tanah. Atlet memegang lengan kiri lawan kemudian meluruskannya dan menariknya ke belakang sendi bahu dengan maksimal. Dengan lengan kanan lawan menyilang di dadanya sendiri, atlet menggunakan tangan kirinya untuk menjaga tekanan pada lawan dengan memegang lengan kanannya dan menekan turun ke atas tepat di atas pergelangan tangan. Kemudian tangan kanan atlet menekan sisi kepala dari lawan, sehingga tidak memungkinkan lawan untuk memutar kepala ke kanan untuk mengurangi tekanan di pundaknya.

Kuncian Siku
Dalam teknik ini, posisi tubuh sangat mirip dengan yang telah dijelaskan di atas. Atlet melakukan teknik ini dengan berdiri di belakang lawan, sedangkan yang berikutnya membuat lutut kaki kanan menyentuh ke tanah. Kaki kiri atlet mengangkangi paha kiri lawan, lutut kiri lawan tidak menyentuh lantai dan menangkap kaki kiri lawan dengan menginjaknya. Atlet menggunakan tangan kirinya untuk menekan di samping / belakang kepala lawan dengan tangan kanannya sementara ia menarik lengan kanan lawan ke arah belakang.

Kombinasi Kuncian Bahu
Dalam teknik ini, atlet berada di belakang lawan, dengan keadaan lengan kiri lawan sudah terperangkap. Lengan kiri lawan yg tertangkap di bengkokkan, dengan jari dan telapak tangan lawan terperangkap di ketiak atlet. Untuk menangkap lengan kiri lawan,atlet telah mendorong (dari luar) lengan kirinya sendiri di bawah siku kiri lawan. Lengan kiri atlet mengakhiri dengan menekan di daerah spacula di punggung lawan. Posisi ini tidak memungkinkan lawan untuk menarik keluar tangannya dari ketiak atlet dan memberikan tekanan pada bahu kiri. Lengan kanan atlet ditarik kembali di pergelangan tangan kanan lawan.

Cekikan Daerah Trachea
Dalam melaksanankan teknik mencekik ini, atlet mencengkram area trachea (batang tenggorokan) di antara ibu jari dan keempat jarinya. Teknik mencekik ini dapat dilakukan bila atlet berada di depan atau di belakang lawannya.

Menekan Trachea Dengan Ibu Jari
Atlet mencengkram leher lawannya dengan keempat jari berada di bagian luar leher dan bagian ujung ibu jari menekan ke dalam bagian rongga tenggorokan, memberikan tekanan pada leher.

Mencekik Dari Belakang Dengan Lengan Bawah
Atlet telah menempatkan dirinya di belakang lawan, teknik ini diterapkan dengan menempatkan lengan bawah di daerah trakea lawan sehingga lengan sejajar dengan tenggorokan lawan. Kemudia menarik lengan ke belakang dengan tangan lain dari atlet dapat membantu menarik tangan yang sedang mencengkeram lawan. Tekanan pada trakea lawan akan menyakitkan dan menyebabkan penurunan aliran udara ke paru-paru.

Heave from a reverse waist lock
Dari kuncian pinggang dari arah depan, dan dengan pinggang tetap dekat dengan posisi lawan, atlet mengangkat dan memutar lawan menggunakan kekuatan pinggul dan kaki. Untuk mengakhiri serangan, atlet mempunyai pilihan apakah menjatuhkan duluan kepala lawan ke atas tanah atau tetap membanting lawan ke tanah dengan masih memegang tubuh lawan. Untuk menerapkan pilihan terakhir, atlet harus menekuk satu kaki dan akan jatuh pada lutut sedangkan kaki lainnya bearada dalam keadaan sedikit tertekuk, hal ini diharapkan untuk memungkinkan mobilitas yang lebih besar

Heave from a waist lock from behind
Atlet menuju ke bagian belakang lawannya, melakukan kuncian pinggang seperti biasanya, kemudian mengangkat dan membanting lawan ke belakang dan ke samping. Akibat teknik ini lawan akan mendarat di tanah di bagian sisi tubuhnya atau menghadap ke bawah. Atlet dapat mengikuti lawan ke tanah dan menempatkan dirinya di punggung lawannya, di mana ia bisa menyerang atau mencekik dari belakang.

Heave from a waist lock following a sprawl
Lawan dihadapi dengan arah yang terbalik dengan posisi atlet dalam tingkatan yg lebih tinggi, berada di bagian belakang lawannya. Setelah ini atlet melakukan kuncian pinggang dengan melingkari pinggang lawan dari belakang, dan melingkari bagian tubuh lawan dengan kedua tangan, dan kedua tangan atlet saling terkait di depan perut lawan. Kemudia atlet mengangkat lawan ke belakang dan ke atas menggunakan otot kaki dan otot punggungnya sehingga kaki lawan naik ke udara dan akhirnya mundur, tegak lurus ke tanah dan menghadap atlet. Kemudian lepaskan pegangan dari lawan dan lawan akan terjatuh ke tanah

Positioning in the skamma
Sebagai kompetisi, Pankration diadakan di luar dan di sore hari. Para Pankriast tidak mau berhadapan langsung dengan matahari Yunani, karena hal ini akan membuat mata mereka buta sebagian dan akan membuat keakuratan serangan mereka ke arah lawan menjadi berkurang. Theocritus, dalam sebuah narasi tentang permainan (tinju) antara Polydeukēs dan Amykos, mencatat bahwa dua lawan berjuang mati-matian, berlomba-lomba untuk melihat siapa yang akan mendapatkan matahari di punggungnya. Pada akhirnya dengan keterampilan dan kelicikannya Polydeukēs membuat wajah Amykos menghadap kea rah matahari dan dia sendiri berada di tempat yg teduh. Jadi inti dari strategi ini adalah untuk menempatkan wajah lawan kea rah matahari.

Remaining standing versus going to the ground
Keputusan untuk tetap berdiri atau berada di ground atau tanah jelas tergantung pada kekuatan relative atlet. Namun, ada indikasi bahwa di kaki seseorang umumnya dianggap sebagai hal yang positif, sedangkan menyentuhkan lutut ke tanah atau dimasukkan ke dalam tanah secara keseluruhan dianggap berbahaya. Bahkan, di zaman kuno seperti saat ini, bila lutut jatuh ke tanah akan dianggap sebuah kerugian dan menempatkan diri pada risiko kehilangan pertarungan.

Offensive versus reactive fighting
Mengenai pilihan serangan ke arah lawan versus pertahanan dan mundur, ada indikasinya, misalnya, dari tinju, bahwa lebih baik untuk menyerang. Dio Chrysostom mencatat bahwa mundur di bawah rasa takut cenderung menghasilkan luka yang lebih besar. Sedangkan menyerang sebelum lawan menyerang akan mengurangi luka dan dapat diakhiri dengan kemenangan.
Sejarah Anggar

Sejarah Berdirinya Anggar

Seni bela diri Anggar dapat diartikan sebagai permainan beladiri yang menggunakan pedang. Karena sebelum adanya bentuk Anggar seperti sekarang, pedang digunakan pada masa Persi, Yunani, Romawi dan Babilonia. Relief yang terdapat di candi Luxor di Mesir menggambarkan adegan pertandingan Anggar sekitar abad 119 sebelum Masehi, menggunakan pedang sebagai alat. Saat itu, permainan pedang juga sudah menggunakan pelindung muka juga pelindung pada ujung pedang agar tidak mencelakakan orang. Disamping itu, ada seorang yang bertugas mencatat hasil pertandingan yang digambarkan dengan indahnya dalam relief tersebut.
Bermula dari pedang yang berat dan pakaian perang, berubah menjadi senjata yang ringan dan langsing sehingga mudah cara menggunakannya, termasuk pakaiannya. Pada abad ke-15 muncul sekolah dan perkumpulan Anggar di Eropa yang menelorkan jago-jago seperti Marxbruder dari Frankfurt. Perkembangan olahraga sangat pesat, sehingga pada abad ke-16 tersebut di seluruh Eropa dan resmikan sebagai permainan Anggar Ranier.
Dengan penekanan pada keterampilan, jago-jago Anggar memadukan dengan gerak tipu olahraga Gulat, sehingga tercipta gerakan serangan ke depan (lunge) yang merupakan Anggar sebagai seni beladiri, kemudian perkembangan lebih lanjut seorang Perancis bernama Hendri St. Didier menciptakan istilah pada gerakan-gerakan Anggar yang hingga kini sebagian besar masih digunakan. Dan meskipun bangsa-bangsa lain menggunakan bahasanya masing-masing, namun dalam percaturan internasional banyak digunakan istilah Hendri St. Didier. Bentuk pedang yang diciptakan oleh Koeningsmarken dari Polandia memberi inspirasi terciptanya jenis senjata : Floret, Sabel dan Degen.

Pada abad ke-17, perubahan pakaian terjadi, yaitu semasa Louis XIV menggunakan model pakaian dari sutera satin, jas panjang brokat dan celana sampai lutut (breches) dengan kaos kaki panjang dari sutera dan sepatu bertumit tinggi. Sedangkan penemuan topeng kira-kira pada tahun 1780 oleh seorang master Perancis, La Boessiere menyebabkan adanya perubahan dalam teknik beranggar. Istilah-istilah seperti Remise, Counter repaste redoublement bisa terjadi tanpa bahaya yang berlebihan.

Permainan Anggar pada sat itu merupakan bagian yang paling penting dari pendidikan setiap orang terhormat sebelum masuk Olympiade seperti kita lihat sekarang. Pertandingan Anggar memasuki acara sejak Olympiade pertama tahun 1986 dan pada tahun 1924 nomor puteri untuk pertama kalinya dipertandingkan.

Anggar di Indonesia Khususnya di DKI Jakarta
Pada tahun 1951 merupakan awal berdirinya organisasi Anggar di Indonesia dengan nama IPADI (Ikatan Pemain Anggar di Indonesia) dengan Ketua Umum Dr. Singgih dan Sekretaris Umum Rusman Rukmantoro. Ketika PON I tahun 1948, olahraga Anggar masuk dalam acara eksibisi, dan baru pada PON II setelah berdirinya IPADI, Anggar masuk cabang olahraga resmi yang dipertandingkan sampai sekarang.

Tahun 1953 diadakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang pertama di Jakarta serta Kongres, kemudian memilih R.A. Kosasih sebagai Ketua Umum dan Ong Sik Lok sebagai Sekjen, dan nama IPADI berubah menjadi IKASI (Ikatan Anggar Seluruh Indonesia), berkedudukan di Bandung.

Peraturan Pertandingan
Dalam olahraga Anggar ada tiga macam jenis senjata yang dipertandingkan yaitu :
1. Floret untuk putera dan puteri
2. Sabel khusus untuk putera
3. Degen khusus untuk putera
Penggunaan dari ketiga jenis senjata tersebut berbeda disamping bentuk serta bidang sasaran yang harus diserang. Perbedaan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

Floret
1. Bentuknya langsing, lentur dan ringan, ujungnya datar atau bulat tumpul dan berpegas, bila ditusukan dapat naik/turun, berfungsi seperti shakelar/tombol, hal ini terutama digunakan untuk floret listrik.
2. Pelindung tangannya kecil cukup untuk melindungi bagian tangan saja. Bagian atas diberi isolasi.
3. Penggunaannya : bagian bahwa senjata untuk menangkis dan menekan, ujungnya untuk menusuk.
4. Bidang sasaran yang harus diserang adalah bagian togok yaitu : dari pangkal paha ke atas sampai pangkal lengan dan leher.

Sabel
1. Bentuknya segitiga dengan sudut tidak tajam, seperti parang kecil/tipis, makin ke atas makin pipih dengan ujung ditekuk, supaya tidak runcing. Dengan pelindung tangan penuh menutupi seluruh tangan sampai pangkal tangkai.
2. Penggunaannya : bagian bawah untuk menangkis dan bagian atas untuk memarang serta ujungnya digunakan untuk menusuk.
3. Bidang sasaran yang diserang mulai dari panggul ke atas sampai kepala dan seluruh lengan.

Degen
1. Bentuknya : segitiga berparit yang digunakan untuk memasang kabel, pada pangkal tebal sampai ke ujung makin kecil, namun kuat agak kaku. Ujungnya datar bersih serta berpegas yang berfungsi sebagai tombol pada waktu menusuk. Pelindung tangannya besar.
2. Penggunaannya untuk menangkis pada bagian bawah serta untuk menusuk dengan ujungnya.
3. Bidang sasaran yang diserang : seluruh tubuh dari ujung kaki sampai kepala dan seluruh tangan.

Untuk membuat nilai (point) : pemain harus melakukan serangan yang tepat pada bidang sasaran yang telah ditentukan untuk tiap jenis senjata seperti yang tersebut di atas dan pada gambar. Namun demikian ada ketentuan hak bagi pemain yang menentukan serangannya yang berhasil yaitu :

1. Untuk Floret dan Sabel pemain yang lebih dahulu mengambil inisiatif untuk menyerang, dia yang berhak, tetapi bila seranggannya dapat ditangkis atau dihindarkan, maka haknya sebagai penyerang hilang dan lawannya yang mempunyai hak. Hal ini bila sampai terjadi keduanya membuat serangan yang tepat, pemain yang berhak itu yang mendapatkan nilai/point.
2. Untuk Degen : siapa saja yang lebih cepat menyerang atau menusuk dan tepat ke sasaran, maka dia yang mendapatkan point/nilai. Bila keduannya tepat, maka keduanya mendapat nilai.

Untuk menentukan pemenang pada permainan Anggar ialah :
1. Pemain yang mendapat point/angka 5 terlebih dahulu.
2. Pemain yang telah leading angkanya dan waktu yang ditentukan telah habis. Permainan Anggar ini dilaksanakan dengan waktu 5 menit dan angka yang harus dicapai 5. Maka bagi pemain seperti pada butir 2 tersebut dinyatakan menang. Angka yang didapat oleh pemain-pemain ditambah sampai yang menang mendapat angka 5.
Contoh : A lawan B skor : 2 – 3 untuk B dan waktu habis, maka angka B : 5 dan A : 4 berarti B menang.

3. Bilamana angka sama dan waktunya habis, maka dipertandingkan dengan waktu tidak terbatas sampai salah satu mendapatkan angka tambahan : 1.
Sejarah Sambo

Sambo adalah jenis bela diri dan sistem pertahanan diri yang diciptakan di Uni Soviet pada awal 1900-an. Sambo merupakan perpaduan antara berbagai macam gaya seni bela diri yang ada di dunia yang kemudian disatukan agar lebih efisien dalam menyerang lawan dan mempertahankan diri. Sejak dahulu, orang Rusia sudah mengenal berbagai gaya seni bela diri karena negara mereka yang luas sehingga memungkinkan untuk dapat kontak langsung dengan berbagai bangsa seperti Jepang, Viking, Tatar, Mongol, dan banyak lagi. Kombinasi yang bekerja dari jenis bela diri ini disatukan hingga di kemudian hari terkenal sebagai Sambo Rusia.

Sejarah Sambo
Vasili Oshchepkov, seorang pelatih Karate dan Judo untuk elit Tentara Merah Rusia, adalah salah satu pencipta Sambo di Rusia. Seperti pelatih bela diri lainnya, Oshchepkov ingin anak buahnya yang paling mahir semua dalam teknik seni bela diri. Oshchepkov berusaha merumuskan gaya seni bela diri yang superior dengan menambahkan apa yang ia ketahui dari kemampuan judo yang dimilikinya. Ia kemudian menggabungkannya antara gaya gulat Rusia asli, karate, dan banyak lagi.
Pada tahun 1918, Vladimir Lenin menciptakan Vseobuch atau Pelatihan Militer untuk melatih Tentara Merah di bawah pimpinan K. Voroshilov. Voroshilov kemudian menciptakan pusat pelatihan NKVD (pasukan khusus) dan membawa bersama-sama beberapa instruktur yang berkualifikasi. Seiring dengan hal itu, Spiridonov, seorang Rusia yang pernah ikut dalam perang Rusia-Jepang yang juga pernah melatih gulat di Yunani ini menjadi pelatih pertama dan instruktur bela diri Sambo di Uni Soviet.
Pada tahun 1923, Oschepkov dan Spiridonov bekerjasama untuk melatih dengan upaya menyempurnakan kemampuan tempur Tentara Merah dalam peperangan. Anatoly Kharlampiev dan IV Vasiliev, keduanya telah mempelajari seni bela diri di seluruh dunia secara luas, dan mereka bergabung dalam kolaborasi ini. Satu dekade kemudian, teknik yang mereka pelajari dibawa ke meja gabungan agar diakui dan kemudian hari dikenal sebagai Sambo.
Meskipun Oschepkov dan Spiridonov yang merumusan seni beladiri ini, tetapi Kharlampiev-lah yang lebih sering disebut sebagai bapak Sambo, karena dialah yang mengkampanyekan Sambo untuk menjadi olahraga tempur Uni Soviet, dan yang telah merealisasikannya pada tahun 1938. Namun, ada bukti yang menunjukkan bahwa Spiridonov adalah orang pertama yang benar-benar menggunakan kata Sambo untuk menggambarkan sistem seni bela diri yang telah ia dan Oschepkov sumbangkan. Sambo di kemudian hari diterjemahkan sebagai "Membela diri tanpa senjata."
Ketika teknik Sambo akhirnya telah berhasil disempurnakan, dengan segera sambo diajarkan dan digunakan oleh polisi Soviet, militer, dan banyak lagi, meskipun masing-masing telah diubah dan dimodifikasi lagi untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu.
Pada tahun 1981 Komite Olimpiade Internasional mengakui Sambo sebagai olahraga Olimpiade.



Jenis-jenis Sambo
Beberapa cabang Sambo telah muncul sejak seni bela diri ini pertama kali dirumuskan. Namun, hanya lima yang diakui oleh masyarakat luas. Yaitu:

Combat Sambo: Combat Sambo dibuat untuk militer. Tidak seperti banyak gaya Sambo lainnya, selain teknik jepitan, juga teknik serang dengan menggunakan senjata.

Freestyle Sambo: Freestyle Sambo didirikan oleh American Sambo Association pada tahun 2004 untuk mendukung pengguna non-Sambo dapat berpartisipasi dalam acara-acara Sambo (terutama bagi praktisi judo dan jujitsu). Freestyle Sambo memungkinkan penggunaan teknik mencekik dan yang tidak diijinkan dalam olahraga Sambo.

Bela Diri Sambo: Bela Diri Sambo adalah Sambo yang paling umum dipelajari. Pada Sambo jenis ini, diajarkan cara membela diri terhadap senjata dan hal-hal sejenisnya. Banyak metode serangan memanfaatkan agresi lawan mereka, yang mirip dengan jujitsu dan aikido.

Sambo Khusus: Sambo khusus dikembangkan untuk Pasukan Khusus Angkatan Darat dengan ciri bentuk serangan dan respon yang sangat cepat. Sambo khusus ini dirancang untuk unit tertentu. Dalam hal ini, Sambo Khusus sangat mirip dengan Combat Sambo tetapi dengan serangan yang memiliki tujuan tertentu.

Olahraga Sambo: Olahraga Sambo sangat mirip judo, menjatuhkan lawan dan mematahkan pertahanan lawan untuk menang. Aturan kompetisi mengizinkan semua jenis kuncian, termasuk mengunci dengan menggunakan kaki.

Hingga saat ini, Sambo tak hanya berkembang di Rusia, yaitu negara sebagai pewaris Uni Soviet saja. Kini Sambo sudah menjadi cabang oleh raga dunia, dan juga telah masuk ke Indonesia sejak tahun 2007 lalu.
wew banyak juga yah

kalo sun go kong bela diri apaan tuh?
kalo muay thai gimana tuh?
kayanya yang paling serem yah?
cak gan ulas juga dung sejarah japanese jujitsu (bukan brazilian jujitsu) dan pencak silat dung
wah ini bela diri dari dataran asia doang yg ditulis.
jangan lupa masukin bela diri kuno dari eropa dan timur tengah dong!
Quote:Original Posted By Marlin_van_Sieg
wah ini bela diri dari dataran asia doang yg ditulis.
jangan lupa masukin bela diri kuno dari eropa dan timur tengah dong!


Coba dibaca baik2 gan

Apa Anggar, Sambo, Pankatrion itu asia?
wuidih keren gan
×