KASKUS

Terjebak Es, Kapal Rusia Natalan di Antartika

TEMPO.CO, Antartika - Penumpang kapal ekspedisi Rusia yang berlayar menuju Antartika akan mendapatkan putih Natal yang lebih lama dari biasanya. Hal ini disebabkan mereka terperangkap di dalam es dan tengah menunggu kapal lain untuk membantu mereka.

Dikutip Xinhua, Otoritas Keselamatan Maritim Rusia mengumumkan pada Rabu kemarin, bahwa kapal MV Akademik Shokalskiy terperangkap di lokasi yang berjarak sekitar 100 mil dari basis Prancis, Dumont D'Urville atau sekitar 1.500 mil dari Hobart, Tasmania.

Kapal berpenumpang 74 orang ini mengirim sinyal marabahaya yang diterima oleh pusat koordinasi penyelamatan Inggris pada 25 Desember 2013 pagi. Pusat koordinasi itu pun langsung menghubungi Australia yang menangani wilayah tersebut untuk melakukan penyelamatan.

Tiga buah kapal pemecah es sudah diterjunkan ke lokasi. Kapal tersebut diperkirakan akan sampai di lokasi sebelum hari Jumat. Menurut laporan, tidak ada satu pun yang terluka dalam musibah ini. ember
==========================================================================
kasihan...
ngomong2 koq bisa kapal yang bukan pemecah es kesasar di kutub selatan?
nyari jalan pintas?
ijin nyimak gan
Quote:Original Posted By risolers
ngomong2 koq bisa kapal yang bukan pemecah es kesasar di kutub selatan?
nyari jalan pintas?

biasa kok mama rosi menjelajahi perairan asing..
untuk nyari sda baru, memetakan kondisi perairan, dll..

Quote:Original Posted By risolers
ngomong2 koq bisa kapal yang bukan pemecah es kesasar di kutub selatan?
nyari jalan pintas?



lagi nyari es tebu gan
Quote:Original Posted By stratovarius666

lagi nyari es tebu gan

jelas bukan itu kapal penjelajah buat riset..
Quote:Original Posted By wahwibson
jelas bukan itu kapal penjelajah buat riset..
. Buat pangkalan rahasia dunk
klo mo melewati antartika, mending naek lontong kelas delta iv aja, dijamin bebas hambatan, tau2 udah nyampe west coast usa
Quote:Original Posted By stratovarius666
. Buat pangkalan rahasia dunk

penggemar konspirasi nich....
kalo antartika stasiun barat dan mama rosi ada kok..
kalo mama sino ane nggak tahu..
Quote:Original Posted By aris_wahyu
klo mo melewati antartika, mending naek lontong kelas delta iv aja, dijamin bebas hambatan, tau2 udah nyampe west coast usa

buset lontong nuke buat ngetroll memang sering sich..
Quote:Original Posted By wahwibson

penggemar konspirasi nich....
kalo antartika stasiun barat dan mama rosi ada kok..
kalo mama sino ane nggak tahu..

buset lontong nuke buat ngetroll memang sering sich..


Sebenernya klo buat ngetroll mama rosi lebih senang make kelas oscar, beberapa kali berhasil menguntit dan bahkan mengitari gugusan armada ke 7 mamarika di pasifik

Tapi kayaknya udah ngga lagi, sepertinya disayang sayang sejak tragedi kursk,,
Quote:Original Posted By aris_wahyu

Sebenernya klo buat ngetroll mama rosi lebih senang make kelas oscar, beberapa kali berhasil menguntit dan bahkan mengitari gugusan armada ke 7 mamarika di pasifik
Tapi kayaknya udah ngga lagi, sepertinya disayang sayang sejak tragedi kursk,,

delta IV juga selalu bawa SLBM loch...

kok bisa sih
gapapalah kan awaknya banyak
Quote:Original Posted By wahwibson

delta IV juga selalu bawa SLBM loch...



iya delta emang kelasnya bawa SLBM, tapi performa patroli, kecepatan dan keheningan masi unggul si oscar meskipun cuma kelas SSGN
kaga terlalu bikin sedih, banyak yang senasib soalnya
natalan di mana juga jadi dah, yang penting merayakan
Quote:Original Posted By Queron
gapapalah kan awaknya banyak

kasihan kan mereka punya keluarga..
Quote:Original Posted By aris_wahyu

iya delta emang kelasnya bawa SLBM, tapi performa patroli, kecepatan dan keheningan masi unggul si oscar meskipun cuma kelas SSGN

asal bawa SLBM cukup banget buat ngetroll..
Quote:Original Posted By sim.long
kaga terlalu bikin sedih, banyak yang senasib soalnya



Kapal Peneliti Terjebak di Antartika

Kapal Peneliti Terjebak di Antartika

Sebuah kapal penelitian berpenumpang 74 orang terjebak di tengah lautan beku Antartika. Peneliti khawatir, aksi penyelamatan bakal membahayakan kelangsungan proyek penelitian.

Sekawanan pinguin yang mendekat menatap takjub orang-orang bertopi kupluk khas Natal sedang lalu lalang di atas geladak kapal. Begitulah celoteh Chris Turney, Pemimpin Eskpedisi di atas kapal penelitian "MV Akademik Shikalsky" melalui telepon satelit kepada BBC.

Tidak ada nada panik dalam suaranya. Padahal kapal yang ditumpangi Turney sedang terjebak di tengah es Antartika. Sebelumnya awak kapal sudah meminta pertolongan lewat radio. Permintaan tersebut disambut oleh otoritas kelautan Australia yang meminta kapal-kapal di sekitar untuk membantu kapal naas tersebut.

Kapal yang dibangun di Finnlandia itu sedang dalam perjalanan istimewa, yakni napak tilas petualangan peneliti Antartika asal Australia, Sir Douglas Mawson yang berlabuh di benua putih itu sekitar 100 tahun lalu.


Terjebak Cuaca Buruk di Tempat Terpencil

Turney ditemani oleh ilmuwan dan wisatawan yang ingin mengalami perjalanan panjang Mawson. Ia juga ingin mengulangi pengukuran yang dilakukan Mawson seabad silam. MV Akademik Shilasky yang mengangkut 74 penumpang dan awak kapal, berlayar sejak akhir November lalu.

Nasib sial menghampiri ketika kapal terjebak cuaca buruk saat berada di kawasan yang jarang dilalui jalur pelayaran internasional, sekitar 2800 Kilometer di selatan kota pelabuhan Australia, Hobart di Tasmania. "Kami berhadapan dengan es tebal dan baru menyadari, bahwa jalan kami terblokir setelah arah angin berbalik," tulis Turney, Rabu (25/12) lewat surat elektronik.

"Beruntung sebuah kapal Cina sedang dalam perjalanan dan bakal tiba di sini 27 Desember nanti. Ada juga kemungkinan bahwa angin berputar arah dan kami bisa membebaskan diri. Jarak kami dengan laut terbuka cuma berkisar dua kilometer."

Pelestarian Peninggalan Mawson

Melalui perjalanan tersebut, Turney dan timnya ingin mempopulerkan penelitian kutub kepada publik umum. Selain peneliti dan wistawan, MV Akademik Shilasky juga mengangkut wartawan Guardian dan BBC Inggris. Mereka antara lain mengunggah video di situs Youtube yang menampilkan penggalian gubug milik Dawson di Cape Denilson. Gubug tersebut sempat tertimbun salju setebal dua meter.

Sejak 1997 Yayasan Gubug Mawson berupaya melestarikan peninggalan sang peneliti. Turney dan timnya adalah pengunjung pertama sejak tiga tahun terakhir.

Menurut penyedia jasa perjalanan, Expeditions Online, kapal MV Akademik Shilasky yang berlayar sejak 1984 itu memiliki 26 kabin besar untuk wisatawan. Kapal itu sendiri dipesan oleh Universitas New South Wales untuk digunakan selama perjalanan. Awak kapal dikabarkan berasal dari Rusia.
ember
=====================================================================