KASKUS

Uni Eropa Hentikan Perundingan Dengan Ukraina

Uni Eropa Hentikan Perundingan Dengan Ukraina

Demonstrasi anti pemerintah terus berlangsung di Ukraina. Senator AS John McCain berkunjung ke Kiev dan memberi dukungan pada para demonstran.



Demonstrasi anti pemerintah terus berlangsung di Ukraina. Senator AS John McCain berkunjung ke Kiev dan memberi dukungan pada para demonstran.

Senator John McCain mengunjungi ribuan massa pro Eropa yang berkumpul di pusat kota Kiev pada hari Minggu (15/12) dan menegaskan lagi dukungan Amerika Serikat.

"Kami berada di sini untuk mendukung tuntutan Anda, mendukung kedaulatan Ukraina untuk menentukan nasibnya sendiri secara mandiri. Masa depan Anda terletak di Eropa", kata McCain yang langsung disambut dengan tepukan tangan para demonstran.

Sehari sebelumnya, McCain sudah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Leonid Kozhara dan tokoh-tokoh oposisi. Ia antara lain berbicara dengan juara dunia tinju Vitali Klitschko, Ketua Partai UDAR, dan Arseniy Yatsenyuk, ketua partai dari tokoh oposisi Yulia Tymoshenko.

Vitali Klitschko menyerukan pada "seluruh warga Ukraina" untuk bergabung dengan para demonstran dan "menyuarakan aspirasi agar bisa hidup di sebuah negara modern Eropa".

Partai Tymoschenko melaporkan, McCain juga membicarakan kemungkinan sanksi Amerika Serikat terhadap beberapa pejabat tinggi dalam pemerintahan Presiden Viktor Yanukovych.

Uni Eropa bekukan perundingan

Puluhan ribu orang menggelar demonstrasi damai di pusat kota Kiev hari Minggu. Mereka menuntut Yanukovych agar segera melakukan pendekatan kepada Uni Eropa dan tidak menjalin hubungan lebih erat dengan Rusia. Aksi protes di Ukaina meluas tiga minggu lalu, setelah Yanukovych menolak menandatangani perjanjian kerjasama dengan Uni Eropa.

Komisi Eropa untuk sementara menghentikan perundingan dengan Ukraina. Namun para menteri luar negeri Uni Eropa menegaskan, pintu tetap terbuka. Menteri Luar Negeri Uni Eropa hari Senin (16/12) melakukan pertemuan di Brussel untuk membahas situasi di Ukraina. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Pejabat urusan luar negeri Eropa, Catherine Ashton menerangkan, krisis Ukraina tidak perlu punya dampak negatif terhadap hubungan Eropa dan Rusia. Menteri Luar Negeri Belanda Frans Timmermans mengatakan, Ukraina harus menentukan sendiri masa depannya. "Tapi sudah jelas apa yang diinginkan warga Ukraina", katanya.

Presiden Viktor Yanukovych hari Selasa (17/12) merencanakan kunjungan ke Moskow untuk membahas lagi hubungan perdagangan antara kedua negara. Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan bantuan keuangan, jika Ukraina menandatangani perjanjian perdagangan.

Untuk menenangkan aksi protes, Yanukovych memecat walikota Kiev yang dianggapnya bertanggung jawab atas kekerasan aparat keamanan ketika menyerbu kamp para demonstran akhir November lalu. Beberapa orang tewas dalam insiden itu.
hp/rn (dpa, rtr, afp)
ember
=========================================================================== ========
ukraina sedang dipersimpangan jalan antara masuk UE ato masuk EAU...

Amerika Pertimbangkan Sanksi Terhadap Ukraina

Amerika Pertimbangkan Sanksi Terhadap Ukraina
AS ancam sanksi terhadap Ukraina jika aparat keamanan terus bertindak keras terhadap demonstran. Kubu oposisi menolak berunding dan bertekad lanjutkan aksi protes.
ember


Ribuan demonstran masih bertahan di Lapangan Kemerdekaan di pusat kota Kiev dalam cuaca dingin. Pasukan khusus yang dikerahkan gagal membubarkan kerumunan massa hari Rabu malam (11/12) dan akhirnya ditarik kembali. Para demonstran menyatakan mereka akan melanjutkan protes dan kembali membangun barikade-barikade yang sebelumnya dibongkar polisi.

Amerika Serikat memperingatkan Presiden Yanukovych agar tidak menggunakan kekerasan militer untuk menghadapi warga sipil yang melakukan aksi damai dan tidak bersenjata.

"Kami mempertimbangkan beberapa opsi. Memang belum ada keputusan. Yang dibahas termasuk kemungkinan memberlakukan sanksi, tapi saya tidak akan memberi rinciannya", kata jurubicara Kementerian Luar Negeri Jen Psaki kepada wartawan di Washongton.

Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel melakukan pembicaraan telepon dengan rekan sejabatnya dari Ukraina Pavlo Lebedev. Jurubicara Pentagon Car Woog menerangkan, Hagel menegaskan bahwa hubungan kedua negara akan mengalami gangguan berat "jika militer dilibatkan dalam upaya membubarkan aksi protes damai". Lebedev menyatakan, pemerintah Ukraina tidak bermaksud mengerahkan militer.

Oposisi rencanakan aksi lebih besar

Pejabat urusan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton saat ini berada di Kiev dan mengupayakan perundingan antara pemerintah dan oposisi. Ashton sudah bertemu dua kali dengan Presiden Viktor Yanukovych, namun sampai saat ini berlum ada tanda-tanda kompromi.

Kelompok oposisi menyatakan akan menggelar aksi protes yang lebih besar lagi, setelah aparat keamanan mencoba membubarkan demonstrasi dengan kekerasan. Menurut media setempat, puluhan bus dan kendaraan umum tiba di sekitar Kiev pada Kamis pagi (12/12).

Tokoh oposisi juara tinju dunia Vitali Klitschko menceritakan kepada harian Jerman "Bild", bagaimana aparat keamanan berusaha membubarkan kerumunan demonstran dengan kekerasan. "Situasinya mengerikan. Aparat merusak tenda-tenda dan memukuli demonstran. Mereka merusak demonstrasi damai."

Tolak perundingan

Karena kekerasan aparat, oposisi sekarang menolak perundingan dengan pemerintah. Tapi Presiden Yanukovych menyerukan agar segera dilakukan "dialog nasional" dan berjanji tidak akan terjadi kekerasan lagi. Kubu oposisi menuntut agar Yanukovych mundur dan segera dilakukan pemilu baru.

Aksi protes di Ukraina meluas setelah Yanukovych membatalkan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Uni Eropa akhir November lalu.

Perdana Menteri Ukraina Mykola Azarov sekarang menyatakan, perjanjian dengan Uni Eropa bisa ditandatangani, asal Uni Eropa memberi bantuan senilai 20 miliar Euro untuk Ukraina. Uni Eropa menolak permintaan itu.
hp/ab (dpa, rtr, afp)
ember
=========================================================================== =========

Ruslana: "Tak Ada Langkah Mundur Bagi Ukraina"

Ruslana: "Tak Ada Langkah Mundur Bagi Ukraina"
Penyanyi Ukraina Ruslana memenangkan kejuaraan European Song Contest tahun 2004. Sekarang ia mendukung demonstrasi pro Eropa yang menentang politik Presiden Yanukovych.



Deutsche Welle: Bagaimana perasaan Anda melihat kekalutan politik di Ukraina?

Ruslana: Saat ini, saya sangat marah, penuh emosi, karena kita bisa melihat dengan mata kepala sendiri, bagaimana kasarnya sikap pemerintah. Ini semua tidak bisa digambarkan dengan kata-kata lagi. Mereka semua penjahat! Sulit dibayangkan, orang-orang ini bisa naik ke puncak kekuasaan, sekalipun mereka punya sejarah kriminal di masa lalu. Saya dulu tidak percaya, mereka akan bertindak sejauh ini. Saya masih ingat peristiwa Revolusi Oranye tahun 2004. Dulu Presiden Leonid Kuchma malah tidak mau mengerahkan pasukan khusus. Dia tidak mau melawan rakyatnya sendiri. Orang-orang yang berkuasa sekarang sudah tidak peduli lagi. Tapi, tidak ada langkah mundur bagi Ukraina! Kita hanya bisa melindungi diri, jika kita tetap bersatu dan melanjutkan aksi protes sampai mereka nanti mundur sendiri. Kalau tidak, mereka akan menangkapi dan memukuli kita.

Anda sebenarnya seorang penyanyi. Apa yang membuat Anda aktif mendukung aksi demonstrasi di lapangan ini?

Saya berada di sini sebagai relawan. Saya sudah menyanyi dua kali. Tapi sekarang saya tidak bisa menyanyi lagi. Karena suara saya habis, sebab saya terus menerus membacakan teks deklarasi hak asasi manusia.. Sejak aksi hari pertama saya ada di Maidan (Lapangan Kemerdekaan di pusat kota Kiev –red). Saya juga datang ke sini malam hari. Sebab saya tahu, ada demonstran yang bermalam di sini. Dan siang hari, mereka melanjutkan aksi protes. Ini contoh sederhana, betapa kuatnya mereka secara fisik dan emosional.

Mengapa Anda memrotes kebijakan pemerintah yang menghentikan perjanjian kersajama dengan Uni Eropa?

Ini sebenarnya masalah intuisi saja. Ada hal-hal yang tidak bisa diterangkan hanya secara logika. Banyak orang merasa, mereka harus ikut aksi protes. Di sekeliling kami ada pasukan keamanan dengan peralatan teknis yang canggih, pasukan yang sangat agresif. Orang bahkan tidak tahu, dimana mereka dilatih. Tidak jelas, apa orang-orang ini bagian dari polisi, atau hanya memakai seragam kepolisian, tapi sebenarnya masuk struktur lain. Tapi kita tidak boleh mundur sedikit pun! Situasinya cukup berbahaya. Keamanan ada di tangan kita sendiri.

Anda menyerukan orang agar datang ke Maidan untuk bergabung dengan aksi protes. Bagaimana dengan keselamatan mereka?

Secara moral, saya tentu merasa bertanggung jawab untuk mereka. Orang-orang muda itu melihat saya ada di sana sampai malam hari. Mungkin karena itu, banyak yang bertahan di sana. Saya minta mereka untuk tetap bersatu dan bersama-sama menjaga keamanan. Kita harus tetap bersatu dan mempertahankan blokade damai. Hanya kalau banyak massa yang ikut dalam aksi protes, aparat keamanan satu persatu akan mundur.

Ruslana memenangkan Eurovision Song Contest tahun 2004. Itulah untuk pertama kalinya Ukraina memenangkan kejuaraan musik itu. Ruslana menjadi salah satu tokoh penting dalam Revolusi Oranye pada tahun yang sama. Tahun 2012 ia memulai kampanye hak asasi manusia dan penegakkan hukum di negaranya.
ember
=========================================================================== ===========

Polisi Bergerak Hadapi Demonstrasi di Ukraina

Polisi Bergerak Hadapi Demonstrasi di Ukraina
Aparat keamanan di Ukraina mulai mengepung kerumunan demonstrasi pro Eropa. Satuan khusus diberitakan menyerbu dan menggeledah kantor partai oposisi dari bekas PM Tymoschenko.



Aparat keamanan Ukraina diberitakan mengepung kamp-kamp demonstran dan berusaha membubarkan kerumunan massa. Hari Senin malam (09/12/13), ratusan pasukan anti huru hara dan polisi dikerahkan ke pusat kota Kiev dan mengepung Lapangan Kemerdekaan tempat demonstran berkumpul. Polisi mulai membongkar barikade yang dibangun demonstran di jalan-jalan di sekitar kantor pemerintahan.

"Kami akan mempertahankan Maidan", kata salah satu pimpinan oposisi Arseniy Yatsenyuk sambil menyebut nama populer Lapangan Kemerdekaan dalam bahasa Ukraina. Sebelumnya, polisi terlihat mengepung lokasi di depan Balai Kota Kiev, yang sudah seminggu lebih diduduki demonstran.

Aksi demonstrasi meluas seminggu yang lalu, setelah Presiden Viktor Yanukovych batal menandatangani perjanjian kerjasama dengan Eropa karena tekanan dari Rusia. Hari Minggu malam, demonstran merobohkan Patung Lenin di pusat kota Kiev sebagai tanda protes terhadap pengaruh Rusia.

Masih belum jelas berapa banyak massa yang tetap bertahan di pusat kota Kiev. Kubu oposisi menyatakan sekitar 500.000 orang ikut aksi turun ke jalan. Kalangan pengamat menyebut jumlah peserta protes mencapai 300.000 orang.

Kantor oposisi diserbu

Ostap Semerak dari Partai Tanah Air pimpinan Yulia Tymoshenko menuturkan kepada wartawan, aparat keamanan menyebu kantor pusat mereka dengan menghancurkan pintu dan jendela. Partai Tanah Air adalah kelompok oposisi terbesar di parlemen Ukraina.

"Mereka menyerang kami" kata Semerak. "Pemandangannya menakutkan". Para penyerbu kemudian membawa beberapa perangkat komputer dan menghancurkan komputer-komputer lain di kantor itu. Anggota oposisi memberitakan, aparat keamanan juga menjaga beberapa kantor media yang dianggap pro oposisi dan memblokir situs internet mereka.

Yulia Tymoschenko adalah salah satu tokoh politik yang menentang Yanukovych dalam Revolusi Oranye tahun 2004. Setelah Yanukovych berkuasa, ia ditahan tahun 2011 atas tuduhan melakukan korupsi. Pengeritik Yanukovych mengatakan, proses terhadap Tymoshenko adalah pengadilan politik.

Biden bicara dengan Yanukovych

Wakil Presiden AS Joe Biden menelpon Presiden Yanukovych hari Senin dan menyatakan keprihatinan atas situasi di Ukraina. Biden meminta agar pemerintah tidak mengerahkan kekerasan menghadapi para demonstran.

"Wakil Presiden menekankan pentingnya upaya de-eskalasi dan memulai dialog dengan pimpinan oposisi untuk mencari konsensus politik bagi Ukraina," demikian pernyataan dari Gedung Putih.

Hari Selasa (10/12/13) pejabat luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton berkunjung ke Kiev untuk melakukan pembicaraan dengan Yanukovych. Uni Eropa khawatir, ketegangan politik di Ukraina bisa meruncing menjadi konflik terbuka.

Minggu yang lalu, Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle bertemu dengan kalangan oposisi, antara lain juara dunia tinju Vitali Klitschko. Menurut mingguan Der Spiegel, pemerintah Jerman ingin membantu Vitali Klitschko sebagai tokoh politik di Ukraina yang pro Eropa.
hp/vlz (rtr, afp, dpa)
ember
=========================================================================== ===
Presiden / pemimpin negaranya klo nda salah diprotes ama warganya, ditanya disuap apa ama Rusky sampe mo berpaling dari EU...

Di lain pihak pendukungnya mungkin akan bilang bahwa aksi demonstrasi ini mungkin dibiayai oleh pihak Barat....

dilema demokrasi....
ini mah rebutan pengaruh sama pangkalan rudal.
Quote:Original Posted By gremory.1
Presiden / pemimpin negaranya klo nda salah diprotes ama warganya, ditanya disuap apa ama Rusky sampe mo berpaling dari EU...

Di lain pihak pendukungnya mungkin akan bilang bahwa aksi demonstrasi ini mungkin dibiayai oleh pihak Barat....

dilema demokrasi....

halah ukraina diputus sepihak gas dan minyak sama mama rosi 3 bulan saja dah cukup bikin angkat topi...
ekonomi ukraina dijamin hancur kalo terjadi begitu...
singkat kata ukraina terpecah 2 kubu pro barat dan pro maam rosi...
memang benar dilema ke barat salah ke mama rosi salah...
Quote:Original Posted By imronhelp
ini mah rebutan pengaruh sama pangkalan rudal.

menempatkan pangkalan rudal barat di ukraina sama saja menyatakan perang secara tidak langsung ke mama rosi..
wah ukraina cewe nya cakep2 tuh gan

oot

ayo indonesia masuk ambil kesempatan. kan lagi ribut pro eropa apa russia, nah belom ada kan kasus pro non blok di kasus ini?
Quote:Original Posted By wahwibson

halah ukraina diputus sepihak gas dan minyak sama mama rosi 3 bulan saja dah cukup bikin angkat topi...
ekonomi ukraina dijamin hancur kalo terjadi begitu...
singkat kata ukraina terpecah 2 kubu pro barat dan pro maam rosi...
memang benar dilema ke barat salah ke mama rosi salah...

menempatkan pangkalan rudal barat di ukraina sama saja menyatakan perang secara tidak langsung ke mama rosi..


ya udah tinggal perang aja, jadiin kek sudan dan sudan selatan, beda nya ini ukraina barat dan timur

mending join SCO aja jadi blok timur lebih menguntungkan, jgn mau masuk EU yg udah mo bangkrut
Quote:Original Posted By wahwibson
ukraina sedang dipersimpangan jalan antara masuk UE ato masuk EAU...


Pengen deket ke UE, tapi takut mama rosi marah ...
Quote:Original Posted By peyotpetot


Pengen deket ke UE, tapi takut mama rosi marah ...


Takut di bikin kayak georgia di serang sama russia.
Quote:Original Posted By kalengkarat


Takut di bikin kayak georgia di serang sama russia.


kalo yang ini ga usah di serang... udah matiin aja kran gas nya... matik dah
Quote:Original Posted By kancut_bau
wah ukraina cewe nya cakep2 tuh gan
oot
ayo indonesia masuk ambil kesempatan. kan lagi ribut pro eropa apa russia, nah belom ada kan kasus pro non blok di kasus ini?

ukraina udah terpecah jadi 2 kubu yaitu kubu pro mama rosi dan Pro EU..
Quote:Original Posted By aloxion

ya udah tinggal perang aja, jadiin kek sudan dan sudan selatan, beda nya ini ukraina barat dan timur
mending join SCO aja jadi blok timur lebih menguntungkan, jgn mau masuk EU yg udah mo bangkrut

mo perang dijamin cuma kena tusbol rudal2 mama rosi...
nggak ingat kasus georgia nyatanya barat nggak berani macem2 sama mama rosi...
Quote:Original Posted By peyotpetot

Pengen deket ke UE, tapi takut mama rosi marah ...

Quote:Original Posted By kalengkarat

Takut di bikin kayak georgia di serang sama russia.

Quote:Original Posted By black_

kalo yang ini ga usah di serang... udah matiin aja kran gas nya... matik dah

nggak bakal berani ukraina macem2 sama mama rosi...
emang nggak perlu perang stop minyak dan gas 1 bulan udah lumpuh total ukraina..
×