KASKUS

Cool OJK: Asuransi BUMIPUTERA 1912 Bakal Almarhum 2 Tahun Lagi

Quote:OJK: AJB Bumiputera Cuma Mampu Bertahan 2 Tahun Lagi
Senin, 30 September 2013 19:57 wibDina Mirayanti Hutauruk - Okezone

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 hanya akan mampu bertahan dalam dua tahun ke depan jika tidak segera dilakukan perbaikan. Pasalnya, Risk Based Capital (RBC) yang dimiliki sudah berada dibawah 120 persen dari total aset.

Oleh karena itu, Deputi Komisioner OJK Bidang Industri Keuangan Non Bank I (IKNB) Ngalim Sawega mengatakan hal pertama yang harus dilakukan memperbaiki internal perusahaan yakni jajaran direksi dan komisaris.

"Saat ini langkah utama untuk mengatasi hal itu adalah jajaran direksi dan komisaris AJB telah diganti, mulai dari Direktur Utama, Direktur Pemasaran, Direktur SDM dan Umum, Direktur Teknik, dan Direktur Kepatuhan dan Pengawasan Internal," kata Ngalim di Kantor OJK Jakarta, senin (30/9/2013).

Dia berharap, dengan terpilihnya jajaran direksi dan komisaris yang baru maka akan mampu mengembalikan kondisi keuangan internal perusahaan dimana seluruh sahamnya dipegang oleh para pemilik polis asuransi.

Ngalim mengatakan hingga saat ini Bumiputra masih mampu membayarkan klaim asuransi bagi para pemegang polis asuransi. Namun jika tidak segera ada perbaikan, lanjut dia, maka dalam jangka panjang akan menjadi perusahaan yang cukup mengkhawatirkan karena tidak mampu membayarkan semua klaim asuransi yang dimiliki pemilik polisnya sekitar 4 jutaan orang.

Dia menjelaskan, bisnis Bumiputera terhambat karena saat ini jumlah premi baru sangat kecil, sementara kewajiban pembayaran klaim asuransi kepada 4 juta pemilik polis terus berjalan.

"Kalau terhambat, tidak ada likuiditas masuk, jadi takutnya nanti akan terhenti," jelasnya.

Dia mengatakan, yang paling penting dilakukan untuk membangkitkan perusahaan adalah tercukupinya likuiditas untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang. (kie) (wdi)
http://economy.okezone.com/read/2013...74379/redirect


padahal baru tahun lalu merayakan ultah 100nya

tapi ndak heran juga sih, masak pemilik perusahaannya nasabah asuransi sendiri, yg ngelola agennya, nasabah sebagai pemilik sama sekali ndak tahu apa2 bagaimana perusahaannya dikelola, lalu yg ngawasi siapa? ada yg bisa jelasin? malah ane salut ini perusahaan kok bisa jalan 100 tahun
Quote:Original Posted By Pitung.Kw

padahal baru tahun lalu merayakan ultah 100nya
tapi ndak heran juga sih, masak pemilik perusahaannya nasabah asuransi sendiri, yg ngelola agennya, nasabah sebagai pemilik sama sekali ndak tahu apa2 bagaimana perusahaannya dikelola, lalu yg ngawasi siapa? ada yg bisa jelasin? malah ane salut ini perusahaan kok bisa jalan 100 tahun

siap2x dah
TS salah satu pemilik polis di Bumi Putera?
ternyata...
jumlah pemilik polis yang banyak...
dan usia yang matang...
ndak membuat dia menjadi firm yak?
soal ginian ane ga tau gan,,nyimak dulu
padahal asurasi ini sangat berkibar selama beberapa puluh tahun yang lalu.

bentar lagi snasib sama BB yang akan bangkrut.

Mungkin karena ga mau berinovasi karena menganggap gak akan punya kompetitor yang sebanding.

ternyata oh ternyata
Masalahnya ini kan:

Dia menjelaskan, bisnis Bumiputera terhambat karena saat ini jumlah premi baru sangat kecil, sementara kewajiban pembayaran klaim asuransi kepada 4 juta pemilik polis terus berjalan.

Marketingnya kurang tokcer nih..
Quote:Original Posted By Van Boteng
TS salah satu pemilik polis di Bumi Putera?


nope, tapi hampir tahun lalu ditawarin agennya yg merupakan klien ane juga. Hampir masuk, cuma batal gara2 ane dengar 2 kalimat ini:

1. pemilik BUMIPUTERA adalah nasabahnya sendiri (langsung aja kepikiran WTF)

2. si agen ngotot menjelasin keuntungan membayar iuran melalui dia daripada disetor ke rek BUMIPUTERA
Quote:Original Posted By jap_flap
Masalahnya ini kan:

Dia menjelaskan, bisnis Bumiputera terhambat karena saat ini jumlah premi baru sangat kecil, sementara kewajiban pembayaran klaim asuransi kepada 4 juta pemilik polis terus berjalan.

Marketingnya kurang tokcer nih..



kalo ngandalin nasabah baru untuk bayar nasabah lama, bukannya ini ponzi scheme ala BMA dulu?
semoga BP bs bertahan, biar gak +lg pengangguran... آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْ
Quote:Original Posted By Pitung.Kw


nope, tapi hampir tahun lalu ditawarin agennya yg merupakan klien ane juga. Hampir masuk, cuma batal gara2 ane dengar 2 kalimat ini:

1. pemilik BUMIPUTERA adalah nasabahnya sendiri (langsung aja kepikiran WTF)

2. si agen ngotot menjelasin keuntungan membayar iuran melalui dia daripada disetor ke rek BUMIPUTERA


Gan bisa dijelasin alasan no 1? Siapa tahu ane bisa belajar logika baru tentang masalah gini

Btw bagus nih disclosurenya, gara-gara ada yang nanya ke pak muliaman hari sabtu kemaren nih kayaknya
gw rasa berita ini menjadi katalis matinya bumiputera
Quote:padahal baru tahun lalu merayakan ultah 100nya

tapi ndak heran juga sih, masak pemilik perusahaannya nasabah asuransi sendiri, yg ngelola agennya, nasabah sebagai pemilik sama sekali ndak tahu apa2 bagaimana perusahaannya dikelola, lalu yg ngawasi siapa? ada yg bisa jelasin? malah ane salut ini perusahaan kok bisa jalan 100 tahun


Quote:Original Posted By Pitung.Kw


nope, tapi hampir tahun lalu ditawarin agennya yg merupakan klien ane juga. Hampir masuk, cuma batal gara2 ane dengar 2 kalimat ini:

1. pemilik BUMIPUTERA adalah nasabahnya sendiri (langsung aja kepikiran WTF)

2. si agen ngotot menjelasin keuntungan membayar iuran melalui dia daripada disetor ke rek BUMIPUTERA


- maksud nya ini apa ya? apakah maksudnya seperti prinsip koperasi, dari, untuk dan oleh anggota? jika iya, maka sebenarnya itu bagus sekali... tinggal masalahnya adalah pemilihan Komisaris nya (dalam PT) atau Pengurus (kalau dalam Koperasi)
- sebenarnya pengawasan terbesar itu ada di pengawas nya (saat ini sudah masuk ke OJK); sudah menjadi rahasia umum bahwa pengawasa lembaga2 keuangan non bank di Indonesia sangatlah tidak cukup; bahkan pengawasan perbankan saja (yang dulu dilakukan oleh BI), menurut ane masih perlu dilakukan perbaikan..

Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.
ternyata...
jumlah pemilik polis yang banyak...
dan usia yang matang...
ndak membuat dia menjadi firm yak?


sebenarnya yang jadi banyak kasus di perusahaan asuransi local itu adalah miss-management.. duit asuransi itu banyakan nganggur.. jadi management yang buruk biasanya tergoda untuk invest besar2an di property... nah, property kan harus dikelola dengan baik.. (contoh, Hotel, gedung perkantoran) ... nah jika property yang dibeli oleh perusahaan asuransi ini tidak dikelola dengan baik, maka dampaknya lambat laun akan sampai ke asuransi... disamping itu property itu tidak selikuid uang tunai...

selain itu, saat tahun 90an banyak perusahaan asuransi macam Prudential, dll.. masuk ke Indonesia... perusahaan asuransi local ini sepertinya masih berkutat dengan konsep nya yang lama, dan tidak bisa naik ke permukaan dalam kompetisi yang semakin sengit...

4 juta nasabah, apakah banyak? tergantung cara melihatnya, jika telah beroperasi 100 tahun... mungkin belum tentu juga...

tunggu aja... bakal ada perusahaan asuransi local yang lain yang menyusul kok.... sekarang dah gak boleh jualan lagi, jadi tinggal tunggu klaim doang...

aduh gan keluarga ane pakai polis di Bumiputera lagi pantesan tiap jatuh tempo disuruh masukin lagi sama agennya.
langsung cari igo pemegang polisnya
Malah dobol
Akhirnya
Quote:Original Posted By Pitung.Kw



kalo ngandalin nasabah baru untuk bayar nasabah lama, bukannya ini ponzi scheme ala BMA dulu?

asuransi berasa money game....
hebat ternyata ada yang lebih sepuh dari Amw#y....
Quote:Original Posted By ralph_wiggum


Gan bisa dijelasin alasan no 1? Siapa tahu ane bisa belajar logika baru tentang masalah gini

Btw bagus nih disclosurenya, gara-gara ada yang nanya ke pak muliaman hari sabtu kemaren nih kayaknya


Quote:Original Posted By Cemananyaa




- maksud nya ini apa ya? apakah maksudnya seperti prinsip koperasi, dari, untuk dan oleh anggota? jika iya, maka sebenarnya itu bagus sekali... tinggal masalahnya adalah pemilihan Komisaris nya (dalam PT) atau Pengurus (kalau dalam Koperasi)
- sebenarnya pengawasan terbesar itu ada di pengawas nya (saat ini sudah masuk ke OJK); sudah menjadi rahasia umum bahwa pengawasa lembaga2 keuangan non bank di Indonesia sangatlah tidak cukup; bahkan pengawasan perbankan saja (yang dulu dilakukan oleh BI), menurut ane masih perlu dilakukan perbaikan..




berapa banyak sih nasabah asuransi yg tiap hari pelototin terus berita tentang perusahaan asuransi yg dia jadi nasabahnya? apalagi sekalian ngawasin tetek bengek seperti pengeluaran dsbnya dari perusahaan itu.

kalo ane sih kagak ada waktu perhatikan itu, paling ane perhatikan berita di koran apa perusahaan itu masih sehat atau ndak, itu doank. Kalo ane jadi eksekutif BUMIPUTERA, ya enak bangetlah, apalagi kalo perjalanan dinas misalnya, tinggal bilang berapa aja. Makanya ane mau tau apa ada tuh yg ngawasin perusahaan, karena kalo pemiliknya nasabah, ane ragu nasabah bakal seketat itu ngawasin.
wah trus nasib para nasabah gimana tuh gan