KASKUS

(ask) adakah yang tau kisah Jendral ini?


Wakil MenPangal/Komandan KKO. Almarhum Letjen KKO R. Hartono, kematiannya meninggalkan misteri yang tak terungkap hingga kini...adakah yang tau tentang kisahnya sebagai salah satu perwira yang paling setia kepada Bung Karno?
"hitam kata sukarno, hitam kata KKO, putih kata sukarno, putih kata KKO"

Btw jenderal hartono yang KKO juga ada R nya?
Quote:Original Posted By raisa_farizza
"hitam kata sukarno, hitam kata KKO, putih kata sukarno, putih kata KKO"


sungguh luar biasa ya salut dengan kesetiaannya, tau dgn kisahnya?
Quote:Original Posted By irengmbutheng


sungguh luar biasa ya salut dengan kesetiaannya, tau dgn kisahnya?


ada beberapa tulisan tentang itu, tapi saya lagi ga ada waktu buat bongkar file.... entar kalau sempat, yang pasti beliau sempat meminta bung karno untuk memerintahkan KKO menyerang pasukan Suharto tapi ditolak bung karno, beliau meninggal dengan luka tembak jarak dekat di kepala yang oleh pemerintah suharto dikatakan bunuh diri karena merasa gagal menjalankan tugas sebagai duta besar di pyong yang, tapi hal itu di ragukan kebenarannya oleh banyak pihak termasuk ali sadikin....
sampai sekarang kisah jenderal (KKO) R. hartono ini masih terselimuti dengan misteri
setelah tahun 1968 beliau "di buang" untuk menjadi dubes RI di pyongyang pada tahun 1971 di panggil kembali ke tanah air, tapi tiba-ttiba muncullah kabar kalau Jenderal R. Hartono bunuh diri di kediamannya dengan menembakkan pistol ke bagian belakang kepalanya??
agak janggal memang...banyak yang meragukan kalau jenderal ini mati karena bunuh diri, karena beliau dikenal orang yang teguh dan pantang menyerah, aneh rasanya kalau beliau bunuh diri hanya karena dianggap gagal sebagai dubes di korea utara

bahkan beberapa pihak percaya kalau beliau meninggal karena di bunuh...wallahualam bisawab
yang ay tau,,,,hartono dikabarkan meninggal karena bunuh diri setelah kepulangannya ke tanah air dari pyongyang,,,,,,bahkan anak istrinya baru bisa pulang dua minggu setelah kematian hartono,,,,bahkan hartono tidak di visum,,,,termasuk musuh soeharto nih,,,,,,,,cmiiw
Quote:Original Posted By raisa_farizza


ada beberapa tulisan tentang itu, tapi saya lagi ga ada waktu buat bongkar file.... entar kalau sempat, yang pasti beliau sempat meminta bung karno untuk memerintahkan KKO menyerang pasukan Suharto tapi ditolak bung karno, beliau meninggal dengan luka tembak jarak dekat di kepala yang oleh pemerintah suharto dikatakan bunuh diri karena merasa gagal menjalankan tugas sebagai duta besar di pyong yang, tapi hal itu di ragukan kebenarannya oleh banyak pihak termasuk ali sadikin....

trima kasih saya tunggu info dari njenengan .. saya jg agak meragukan dg misteri kematiannya, pdhal beliau adl orang yg tak mudah putus asa..teman sejawatnya jg mengamini itu.
Quote:Original Posted By alexander hagal
sampai sekarang kisah jenderal (KKO) R. hartono ini masih terselimuti dengan misteri
setelah tahun 1968 beliau "di buang" untuk menjadi dubes RI di pyongyang pada tahun 1971 di panggil kembali ke tanah air, tapi tiba-ttiba muncullah kabar kalau Jenderal R. Hartono bunuh diri di kediamannya dengan menembakkan pistol ke bagian belakang kepalanya??
agak janggal memang...banyak yang meragukan kalau jenderal ini mati karena bunuh diri, karena beliau dikenal orang yang teguh dan pantang menyerah, aneh rasanya kalau beliau bunuh diri hanya karena dianggap gagal sebagai dubes di korea utara

bahkan beberapa pihak percaya kalau beliau meninggal karena di bunuh...wallahualam bisawab

berakhir dengan cukup tragis jika berseberangan dgn penguasa waktu itu.. trima kasih pencerahnya
Quote:Original Posted By irengmbutheng

berakhir dengan cukup tragis jika berseberangan dgn penguasa waktu itu.. trima kasih pencerahnya


Komandan Korps Komando (KKO) Letjen Hartono termasuk salah seorang petinggi militer yang menyatakan siap menunggu perintah pukul dari Sukarno. KKO sejak lama memang dikenal sebagai barisan pendukung utama Soekarno.

Suatu hari di pertengahan Maret 1966, Hartono yang ketika itu menjabat sebagai Menteri/Wakil Panglima Angkatan Laut itu datang ke Istana Merdeka menemui Bung Karno. Ketika itu Achadi sedang memberikan laporan pada Sukarno tentang penahanan beberapa menteri yang dilakukan oleh pasukan yang loyal pada Soeharto.

Mendengar laporan itu, menurut Achadi, Bung Karno berkata (kira-kira), “Kemarin sore Harto datang ke sini. Dia minta izin melakukan pengawalan kepada para menteri yang menurut informasi akan didemo oleh mahasiswa.”

“Tetapi itu bukan pengawalan,” kata Achadi. Untuk membuktikan laporannya, Achadi memerintahkan ajudannya menghubungi menteri penerangan Achmadi. Seperti Achadi, Achmadi juga duduk di Tim Epilog yang bertugas menghentikan ekses buruk pascapembunuhan enam jenderal dan perwira muda Angkatan Darat dinihari 1 Oktober 1965. Soeharto juga berada di dalam tim itu.

Tetapi setelah beberapa kali dicoba, Achmadi tidak dapat dihubungi. Tidak jelas dimana keberadaannya.

Saat itulah Hartono minta izin untuk menghadapi Soeharto dan pasukannya. Tetapi Bung Karno menggelengkan kepala, melarang.

Padahal masih kata Achadi, selain KKO, Panglima Kodam Jaya Amir Machmud, Panglima Kodam Siliwangi Ibrahim Adji, dan beberapa panglima kodam lainnya juga bersedia menghadapi Soeharto.

“Bung Karno tetap menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak mau terjadi pertumpahan darah, dan perang saudara.”

Kalau begitu apa yang harus kami lakukan, tanya Achadi dan Hartono.

Bung Karno memerintahkan Hartono untuk menghalang-halangi upaya Soeharto agar jangan sampai berkembang lebih jauh. “Hanya itu tugasnya, Hartono diminta menjabarkan sendiri. Yang jelas jangan sampai ada perang saudara,” kata Achadi.
^^^^
yup setelah peristiwa penolakan sukarno untuk menghadang pasukan suharto Tak lama setelah itu ada demo di jalan yang dilakukan prajurit KKO di Surabaya. Slogan terkenal Demo itu adalah “Pejah Gesang Melu Bung Karno” (Hidup Mati Ikut Bung Karno). Kejadian itu di tahun 1966.
Quote:Original Posted By raisa_farizza


Komandan Korps Komando (KKO) Letjen Hartono termasuk salah seorang petinggi militer yang menyatakan siap menunggu perintah pukul dari Sukarno. KKO sejak lama memang dikenal sebagai barisan pendukung utama Soekarno.

Suatu hari di pertengahan Maret 1966, Hartono yang ketika itu menjabat sebagai Menteri/Wakil Panglima Angkatan Laut itu datang ke Istana Merdeka menemui Bung Karno. Ketika itu Achadi sedang memberikan laporan pada Sukarno tentang penahanan beberapa menteri yang dilakukan oleh pasukan yang loyal pada Soeharto.

Mendengar laporan itu, menurut Achadi, Bung Karno berkata (kira-kira), “Kemarin sore Harto datang ke sini. Dia minta izin melakukan pengawalan kepada para menteri yang menurut informasi akan didemo oleh mahasiswa.”

“Tetapi itu bukan pengawalan,” kata Achadi. Untuk membuktikan laporannya, Achadi memerintahkan ajudannya menghubungi menteri penerangan Achmadi. Seperti Achadi, Achmadi juga duduk di Tim Epilog yang bertugas menghentikan ekses buruk pascapembunuhan enam jenderal dan perwira muda Angkatan Darat dinihari 1 Oktober 1965. Soeharto juga berada di dalam tim itu.

Tetapi setelah beberapa kali dicoba, Achmadi tidak dapat dihubungi. Tidak jelas dimana keberadaannya.

Saat itulah Hartono minta izin untuk menghadapi Soeharto dan pasukannya. Tetapi Bung Karno menggelengkan kepala, melarang.

Padahal masih kata Achadi, selain KKO, Panglima Kodam Jaya Amir Machmud, Panglima Kodam Siliwangi Ibrahim Adji, dan beberapa panglima kodam lainnya juga bersedia menghadapi Soeharto.

“Bung Karno tetap menggelengkan kepala. Dia sama sekali tidak mau terjadi pertumpahan darah, dan perang saudara.”

Kalau begitu apa yang harus kami lakukan, tanya Achadi dan Hartono.

Bung Karno memerintahkan Hartono untuk menghalang-halangi upaya Soeharto agar jangan sampai berkembang lebih jauh. “Hanya itu tugasnya, Hartono diminta menjabarkan sendiri. Yang jelas jangan sampai ada perang saudara,” kata Achadi.


thanks infonya.. Barangkali pemikiran Soekarno lebih melihat ttg Bangsa ini jangan sampai pecah seperti Jerman, Korea dan Vietnam. Beliau lebih iklas jika dirinya yang menjadi korban, secara logika pun pada waktu itu Barisan setia Soekarno masih kuat, baik di militer maupun sipil. Tapi saya sangat menaruh hormat dengan ksatria-ksatria seperti Jendral Hartono. Semoga memberi pencerahan kepada anak bangsa,
Quote:Original Posted By alexander hagal
^^^^
yup setelah peristiwa penolakan sukarno untuk menghadang pasukan suharto Tak lama setelah itu ada demo di jalan yang dilakukan prajurit KKO di Surabaya. Slogan terkenal Demo itu adalah “Pejah Gesang Melu Bung Karno” (Hidup Mati Ikut Bung Karno). Kejadian itu di tahun 1966.


kisah ini yang membuat gw sedih . . . karena saat itu Soekarno berkata pada KKO begini "Biarlah saya yang menjadi korban, jangan sampai Rakyat Indonesia terpecah hanya karena aku (Soekarno)" maka kemarahan rakyat Surabya terutama KKO aga redam
Quote:Original Posted By irengmbutheng


thanks infonya.. Barangkali pemikiran Soekarno lebih melihat ttg Bangsa ini jangan sampai pecah seperti Jerman, Korea dan Vietnam. Beliau lebih iklas jika dirinya yang menjadi korban, secara logika pun pada waktu itu Barisan setia Soekarno masih kuat, baik di militer maupun sipil. Tapi saya sangat menaruh hormat dengan ksatria-ksatria seperti Jendral Hartono. Semoga memberi pencerahan kepada anak bangsa,


dan jangan lupa, untungnya suharto juga melakukan hal yang sama pada tahun 1998, beliau memilih mengundurkan diri daripada harus menggunakan kekuatan militer untuk melawan pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan dia

itulah yang namanya negarawan
[QUOTE=papina;524a4804148b467e19000007]

kisah ini yang membuat gw sedih . . . karena saat itu Soekarno berkata pada KKO begini "Biarlah saya yang menjadi korban, jangan sampai Rakyat Indonesia terpecah hanya karena aku (Soekarno)" maka kemarahan rakyat Surabya terutama KKO aga redam[/QU
Semoga ada penelusuran kembali utk menulis sejarah para ksatria yang terpinggirkan... Al Fatikah bagi Ksatria yang terhormat seperti mereka...
Quote:Original Posted By alexander hagal


dan jangan lupa, untungnya suharto juga melakukan hal yang sama pada tahun 1998, beliau memilih mengundurkan diri daripada harus menggunakan kekuatan militer untuk melawan pihak-pihak yang berusaha menjatuhkan dia

itulah yang namanya negarawan


semoga indonesia punya negarawan lagi.... negeri ini sekarang terlalu banyak politikus....
Quote:Original Posted By raisa_farizza


semoga indonesia punya negarawan lagi.... negeri ini sekarang terlalu banyak politikus....


saya yakin ada...
Quote:Original Posted By raisa_farizza


semoga indonesia punya negarawan lagi.... negeri ini sekarang terlalu banyak politikus....


sudah ada tuh jokowi, sayang banyak yang sirik dan ndak senang ada yang negarawan yang down to earth di negeri ini. maka fitnah kejam pun bertebaran untuk menjegalnya, misal konspirasi zionis lah yang ingin menjadikan jokowi RI1 hanya karena pernah kejebret jalan bareng bos james riady, misal lagi ada yang bilang jokowi berlindung dibawah ketek mbok mega, misal bapak/ibu nya bukan muslim lah, misal jokowi pencitraan dan kesayangan media lah. oh inilah ajaibnya negeri ini ada yang baik demi rakyat bawah malah ditolak dan dianjing2kan eh giliran yang tidak baik malah dipuja puji dan dieluk2an bak dewa sing penting seia sekata, seiman, sealiran.....poor Indonesia.
Quote:Original Posted By Judess


sudah ada tuh jokowi, sayang banyak yang sirik dan ndak senang ada yang negarawan yang down to earth di negeri ini. maka fitnah kejam pun bertebaran untuk menjegalnya, misal konspirasi zionis lah yang ingin menjadikan jokowi RI1 hanya karena pernah kejebret jalan bareng bos james riady, misal lagi ada yang bilang jokowi berlindung dibawah ketek mbok mega, misal bapak/ibu nya bukan muslim lah, misal jokowi pencitraan dan kesayangan media lah. oh inilah ajaibnya negeri ini ada yang baik demi rakyat bawah malah ditolak dan dianjing2kan eh giliran yang tidak baik malah dipuja puji dan dieluk2an bak dewa sing penting seia sekata, seiman, sealiran.....poor Indonesia.

nah makannya kalau sidah begitu, kita juga jangan menjadi bagian dari mereka...kita harus selalu mengedepankan logika berpikir
sebenarnya banyak kok...cuman media males mengangkat mereka, nggak menjual soalnya
malah sekarang yang sering muncul khan muka-muka nyebelin yang omongannya bikin panas hati....asal njeplak
sukarno dan suharto, ada 2 hal yang mirip pada diri 2 negarawan ini, mereka berkuasa terlalu lama, minus point.
Quote:Original Posted By radicalmolecule
sukarno dan suharto, ada 2 hal yang mirip pada diri 2 negarawan ini, mereka berkuasa terlalu lama, minus point.


setiap kepala negara ada plus minusnya
....kalau ane melihatnya, sukarno dan suharto ini sebenarnya korban dari orang-orang di sekelillingnya
×