KASKUS

Awas, Ranjau Asuransi Prudential (Catatan untuk Ahmad Dhani)



Menyimak berita ditolaknya klaim asuransi Dul AQJ oleh Asuransi Prudential, maka saya sebagai orang yang cukup tahu tentang Prudential terpanggil untuk urun rembug.

Biukan rahasia, kalau Prudential itu manis sekali waktu menawarkan asuransi tetapi pahit dan sangat sulit untuk diklaim. Demikian juga dengan iming-iming hasil Unit Link (asuransi yang dibagi dua : asuransi dan investasi) yang beda banget dengan kenyataan. Silakan tanya di Tahun 2013 ini, siapa yang hasil unit linknya dapat mencapai jumlah rupiah sesuai iming-iming agen?

Namun para agen tetap semangat mencari korban upss maksudnya mencari nasabah, mengingat komisi 30% dari premi yang dibayar nasabah. Silakan hitung, kalau dapat 10 nasabah @ Rp 1 juta, berarti komisi si agen Rp 3 juta perbulan. Tidak heran kalau agen Prudential, konon sudah 1000 orang berpenghasilan lebih dari Rp 300 juta perbulan. Ditambah iming-iming untuk jalan-jalan ke luar negeri 6 bulan sekali. soooodap kan?

Kembali ke peristiwa si Dul AQJ. Memang ada klausul di dokumen polis yang menyatakan Prudential tidak akan membayar klaim jika peristiwa tersebut melanggar hukum, dalam hal ini si Dul menyupir tanpa memiliki SIM. Memang itu point kuat untuk jadi senjata Prudential mengemplang pembayaran klaim. Namun terlepas bahwa klausul Prudential itu sudah disepakati oleh Ahmad Dhani sebagai pembayar polis, maka hati nurani kita bicara.

Apakah si Doel dengan sengaja melakukan kecelakaan, apakah ia sengaja membunuh ke-7 korban, apakah ia sendiri tidak menderita secara fisik dan mental? Lagipula apakah hak Prudential menghakimi bahwa si Dul tidak berhak menerima uang klaim, padahal perkara itu sama sekali belum diperiksa apalagi diputus pengadilan.

Bagaimana tidak jengkel, saat kita membutuhkan dana yang sebenarnya berasal dari duit kita sendiri, eh malah ditolak. Bagaimanapun kita mau membayar premi asuransi karena kita berharap dapat memanfaatkannya suatu hari nanti, entah klaim asuransi jiwa (kematian), klaim kecelakaan, atau klaim kesehatan.

Ranjau Prudential lainnya adalah saat kematian. Jika ada kisah yang tidak jelas tentang kematian, misalnya isu sedikit saja kalau ia meninggal karena narkoba atau bunuh diri, maka dengan enteng Prudential menolak membayar klaim kematian. Bayangkan betapa kecewa keluarga, karena sudah bertahun-tahun bayar premi, dan saat kemalangan tentu berharap mendapat penghiburan, eh giliran mau klaim eh ditolak dengan alasan macam-macam.

Sementara ranjau Prudential untuk kesehatan sudah terlalu panjang daftarnya. Silakan googling saja, betapa ratusan bahkan ribuan orang kecewa karena klaim rumah sakit ditolak Prudential dengan alasan yang kesannya dicari-cari.

Sekali lagi, Prudential itu BISNIS asuransi. Prudential BUKAN TEMAN di kala susah.

Karena itu, saya dan keluarga memutuskan tidak mau berurusan dengan Prudential lagi.

sumber (bukan ane penulis artikelnya )


ternyata banyak Jebakan Betmen Prudential

Asuransi Ahmad Dhani Tidak Cair, Ini Saran Asosiasi

Mandeknya pencairan klaim asuransi sering menjadi persoalan. Ini juga dialami oleh AQJ atau Dul yang merupakan putra dari Ahmad Dhani yang kecelakaan beberapa waktu lalu. Hingga sekarang, belum ada kepastian klaimnya akan cair dari perusahaan asuransi.

Ketua AAJI Hendrisman Rahim menyarankan agar tertanggung membawa persoalan ini ke
Badan Media Asuransi Indonesia (BMAI). Ini bertujuan untuk menyelesaikan perselisihan antara tertanggung dengan perusahaan asuransi.

"Untuk kondisi sekarang, di mana terjadi perselisihan sebaiknya dibawa ke BMAI," ungkapnya kepada detikfinance, Jumat (27/9/2013)

Ia mengaku belum mengetahui persoalan Dul secara rinci. Sebab terkait dengan kerhasiaan tertanggung dengan perusahaan. Untuk itu, harusnya tertanggung dapat menempuh jalan mediasi bersama BMAI.

BMAI merupakan badan independen yang nantinya akan membantu penyelesaian persoalan dari kedua belah pihak. BMAI, menurut Hendrisman biasanya akan memulai proses dengan kajian klausul atau aturan yang telah menjadi kesepakatan.

"Kan sebelum ada kesepakatan, ada aturan yang tertera. Harusnya tertanggung dan perusahaan harus benar-benar paham. Itu harus clear sejak awal. Mungkin banyak tertanggung yang tidak paham hukum. Makanya harus ditanyakan sampai benar-benar mengerti soal aturannya. Itu akan dilihat dulu," jelasnya.

Kemudian kedua belah pihak akan dipertemukan untuk mencari jalan tengah. Ia mengatakan BMAI menyediakan jasa mediasi secara gratis. Baik tertanggung atau pun perusahaan dapat mengajukan sesegera mungkin untuk persoalan yang dihadapi.

"Pengajuannya benar-benar tidak susah. Tertanggung dalam hal ini Dul misalnya dapat mengajukan, kemudian lanjut untuk mediasi. Kemudian dicari penyelesaiannya," kata Hendrisman.

Sementara itu terkait Dul yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) saat mengenderai mobil, menurutnya juga harus mengacu dari kesepakatan. Meskipun di satu sisi Dul dinilai ceroboh karena telah melanggar aturan lalu lintas, namun tetap harus dikembalikan ke kesepakatan.

"Tetap harus liat perjanjiannya. Kadang memang ada perusahaan yang tidak mencantumkan aturan pelanggaran lalu lintas karena dianggap sudah diketahui secara umu. Tapi kalau disebutkan di sana perusahaan harus bayar, ya bayar. Jadi ini kan perlu clear. Biar jelas, makanya dibawa ke BMAI," jawabnya.


http://finance.detik..com/read/2013/...991101mainnews


Quote:Original Posted By opomeneh
TS kerja d Asuransi apa emang?
Mnurut ane sih, Sah2 aja.. Toh memang klausal nya seperti itu. Yang normal2 aja.

bukan gan... kan dicantumkan sumber artikelnya


BONUS




gw dikira agen manulife
gak ada bakat gw jd agen asuransi


kalo asuransinya bener gak usah panik/emosi.. langsung aja komen di sumbernya.. sante gan

sumber


kan emang pasti ada klausalnya,
mana ada asuransi mau rugi

btw asuransi itu ghoror dan haram kata pak ustadz
wew , ane juga pake tuh cuman buat pendidikan aja sih
mana yg bener ya
Gitu cara pihak asuransi mncari keuntungan.
yg namanya ASURANSI emang kebanyakan ASU gan
mantau aja deh..
gue kemarin hampir mau ikut tuh asuransi,,tapi kata temen ane,,dah g ush,,,asuransi g ada yg bener,,karna temen ane semua asuransi udh di ikut nya,,ketika mau di klim uang nya susah bener,,jd ane pikir2 dulu dah mau ikut asuran si
anak ane tersayang ane ikutin prudential syariah alhamdulillah sampe saat ini ga ada masalah gan, waktu anak ane rawat inap di rumah sakit juga cepet klaimnya, klo ga salah 2 minggu cair dan penuh....moga2 ke depan ga ada masalah antara keluarga ane & asuransi...

btw yg iming2 komisi gede emang bener lho gan, temen ane sampe dibela-belain keluar dari kerjaannya di bank pundi (padahal udah jadi pegawe tetap dg gaji hampir 4jt) demi jadi agen prudential...
kalo ane sih pake askes aja gan...
Quote:ASURANSI itu singkatan dari
Spoiler for ckckck:
untung ane ga masuk gan
Ente jgn ngomong2 yg kaga bener gan....
itu bisa mencemarkan nama baik prudent...
bisa di tuntut ente...

ane nasabah prudent.. ane baik2 aja ama prudent.. pas ane sakit di rmh sakit.. biayanya di tanggung prudent.. hampir skitar 10jt...
lancar2 aja klo klaim...

skrg gini aja gan.. klo ente yg punya prudent apa ente mau bayar klaim nya si dul??
dul itu gak punya sim..mengemudikan dgn ugal2an... di tambah lagi katanya gosipnya dia mau foto speedemeternya...

ente mau bayar??

jadi ente jgn ngomong swmbarangan gan.. klo ga tau dasar2 kesepakatan klaim...

gak berguna ente gan....
selalu ada celah untuk menolak claim
ane asuransi axa mandiri so langsung d bawah bank jd aman


koment ane : asuransi mobil jangan bayar, tapi asurasi kesehatan tetap mesti bayar.
Simple aja gan, ane bukan belain Asuransi..

Tapi, kalau si Dul gak melanggar aturan dengan bawa mobil? apakah bakal terjadi kecelakaan?

tergantung dari mana melihat nya...
ane gak suka asuransi dari dulu gan
tep aja si Dul anak Jalanan salah gan, kebut2an dan gak punya SIM tapi nekat bawa mobil.

TS mau dioperasi dokter abal2 tanpa ijin? trus klo malpraktek dianggep si dokter abal2 enggak salah gitu?

mengenai asuransi, selama enggak aneh2 dan pas ngisinya formulir nya bener harusnya gak masalah. tapi ya gitu emang Bisnis Asuransi nyari celah entah sekecil apapun biar enggak bayar klaim.

asuransi mah gan pas ngerkrut aja gombalnya minta ampun , pan mau claim jutexnya minta ampun
×