KASKUS

Dan Jebretisasi pun hadir di final aff u-19 tadi malam

Ilham Udin Armain mengambil ancang-ancang di depan gawang yang dikawal penjaga gawang Vietnam. Usai Ravi Murdianto, penjaga gawang Timnas U-19 menepis tendangan penalti ke-8 pemain Vietnam, Le Van Truong, hati saya semakin berdegup. Detik-detik penentuan akan berada di kaki pemain asal Ternate ini. Sementara asap dan cahaya dari kembang api di sisi kanan gawang sudah menyeruak. Sepertinya penonton di Gelora Delta Sidoarjo sudah menghirup hawa keenangan malam ini. Dan….Jebreeet….Jegggerrrr (meniru kata-kata komentator malam ini yang superheboh),

“Goooooool….” teriak saya sangat kencang sendirin di rumah. Skor 7-6 untuk kemenangan Indonesia mengakhiri babak adu penalty ini

Tentu saja, komentator sepakbola di MNC TV ini lebih heboh lagi, menyaingi hebohnya penonton di stadion. Tapi tak apalah, kemenangan itu yang saya tunggu sejak lama. Saya yakin, komentar lucu dan menggelikan itu semakin menghibur kemenangan Timnas Garuda Muda di ajang AFF Cup U-19 ini.

Wajah Jhohar Arifin pun sumringah di panggung saat menyematkan medali ke setiap pemain yang maju ke Final. Ketua PSSI ini pasti sangat gemas untuk segera memecah rekor sulit juara dari tim sepakbola Indonesia. Torehan prestasi gemilang Timnas Garuda Muda U-19 menerbitkan harapan semua rakyat akan bangkitnya sepakbola Indonesia. Pelukan hangat Ketua PSSI dengan Evan Dimas melengkapi kebahagiaan anak-anak muda berusia kurang 19 tahun yang menghilangkan haus gelar bertahun-tahun di kancah sepakbola internasional.

Indra Syafri, sang Pelatih juga mendapat pelukan hangat dari Djohar. Dialah arsitek yang mampu menjaga spirit dan membangkirkan keyakinan anak-anak belia Indonesia untuk bisa meraih kemenangan. Pelatih berkumis yang juga ikut bersujud syukur saat gol kemenangan melesak ke gawang yang dikawal penjaga gawang Vietnam patut diberi penghargaan setinggi-tingginya.

“Berilah aku 10 pemuda, niscaya kuguncangkan dunia….” demikian komentator sepakbola semakin mendominasi tayangan dengan kata-kata hebohnya, hehehe. Kata teman saya selain Jebretisasi dan Jegerisasi, Lebayisasi komentator membuat saya semakin geli mendengarnya.

Wajah para penonton yang sejak hampir tiga jam memelototi pertandingan final AFF U-19 ini menjadi cair dan ceria. Termasuk saya yang dengan semangat tinggi langsung menuliskan kisah ini dengan semangat membara. Mungkin saya terprovokasi komentar superheboh dari komentator yang tak kalah ingin ikut berjasa menyemangati pemirsa mengantarkan kemenangan timnas Garuda Muda.

Ya, setelah lebih 20 tahun Indonesia paceklik gelar di ajang sepakbola Internasional, timnas Garuda Muda akhirnya memanen gelar yang dinantikan semua rakyat Indonesia. Sebagai tuan rumah, kemenangan di Final AFF tahun 2013 ini juga menyelamatkan muka Indonesia dari trauma kekalahan di ajang Piala AFF Timnas Senior dan SEAGAMES Timnas U-23.

Evan Dimas dkk sangat luar biasa. Ketahanan fisik dan daya juang yang terjaga membuat permainan gesit dan cepat tim Vietnam dibawah tekanan anak-anak muda Indonesia. Ketenangan Evan Dimas sebagai Kapten Timnas Garuda Muda membuat “pasukan” sepakbola Indonesia terus membawa keyakinan membawa kemenangan di event final yang menegangkan ini.

Akhirnya mala mini saya merasakan keceriaan. Anak saya juga semakin bangga memakai kostum merah bergaris hijau saat bermain bola di lapangan dekat rumah. Saya yakin kita sebagai rakyat Indonesia kembali memiliki kebanggaan yang disulut kembali cahayanya oleh anak-naka berusia dibawah 19 tahun di Timnas Garuda Muda.

Akhirnya tak lupa SBY pun mengucapkan selamat dari akun Twitternya

‏@SBYudhoyono Alhamdulillah, Indonesia menang dlm pertandingan sepak bola Piala AFF U-19. Saya menyaksikan jalannya “Adu Penalti” dr Palembang. *SBY*

Ungakapan menarik dari figur publik Sandrina Malakiano mengomentari pertandingan final AFF 2013 U-19. Sandrina dalam akun twitternya @smalakiano

“jebretisasi…! :-D “@denmasedi: @smalakiano gpp lah mbak daripada revolusi hati dan statutisiasisi”

Memang kalau bila dilihat status di media sosial kata Jebret dan Jegger cukup banyak terlihat di akun pengguna media sosial. Apapun itu, #Jebret, #Jeger, Jebretisasi, jeggerisasi atau apapun bahasanya, Indonesia layak jadi jaura malam ini.

Terima kasih kepada Garuda Muda U-19 atas persembahan gelar yang saya tunggu ini. Semangat perjuangan kalian menginspirasi saya.

salam jebret gan.
salam jebretttt ... bravo sepak bola indonesia
salam jebret juga gan
Vicky Vette apanya Vicky Prase#tyo bro? Apa jangan si Vickt Vette pernah dijebreett ama si Vicky Prasety#@o ya?!?

Eniwei, selamat untuk kemenangan Garuda Muda
wah ternyata jebretisasi dan jegerisasi ikut mengantarkan timnas juara
jegeerrrr
ada yg bisa tampilin tuh PELAKU JEBRET nya....sang komentator...lumayan ada OVJ di sepakbola semalem ternyata
Jebreeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet... Bentar lagi masuk infotainmen,hitam putih,showimah ,tukul nih reporternya....selamat ya om jadi calon seleb
jebret2 tadi malam gan malu

[URL="https://
Jebret...ahay..

Goolll...komentator yang heboh, dengan suara yang jebret juga
ane sampek nangis di riuhan tribun penonton gan , akibat timnas u-19 menang setelah sekian lama paceklik gelar, saatnya indonesia bangkit
Komentatornya Memang Agak Lebay Tapi Jiwa Nasionalismenya Memang Bisa Dibilang Kuat Dan Selalu Mengeluarkan Kata2 Motivasi
jebret sih jebret. link beritanya mana gan
jeger boleh jeger. tapi tetap taat rules gan
penyiar TV rasa radio gan


jebreettttttttt !!!
Komentatornya bakal ngetop gan, segala bung karno, jendral sudirman, sampai ra kartini dibawa bawa
kok semalem si madun gak dipasang sih

Jebreeetttt....

Kira2 di komentator terinpirasi dari mana ya...

Quote:Original Posted By damon.baird
kok semalem si madun gak dipasang sih


madun lg syuting.tendangan si madun season kiamat


komentatornya lebih sukses daripada timnasnya
serasa baca novel stensilan jaman jebot
itulah fungsi pembawa acara sama komentator gan. semakin heboh, semakin menarik

btw, koq ga ada sumbernya gan ?