Menelaah Keanehan Fatwa ‘Jihad Nikah’ Di Konflik Suriah


Kemunculan fatwa jihad nikah atau jihad seksual beberapa waktu lalu yang dikaitkan dengan seruan Jihad Syekh Muhammad Al-Arifi kini tengah menjadi tanda tanya besar bagi sebagian pengamat konflik di Timur tengah.

Ini berkaitan dengan peringatan Dominique Hyde, seorang perwakilan UNICEF mengenai kemungkinan adanya pemanfaatan kepada kaum perempuan untuk dijual dan diekspose dalam situasi negatif suatu konflik.

Jihad nikah adalah fatwa aneh yang bertujuan untuk memberikan semangat juang kepada para ‘mujahidin’ pendukung oposisi yang sedang berperang melawan tentara pemerintahan Bashar Al-Assad.

Fatwa ini sebenarnya

sumber: http://www.acehbaru.com/menelaah-kea...konflik-suriah
numpang +1 aja dagh..

ga ngerti ni apaan


Ini nih penjelasan yang bener, jangan mau dikibuli aja gan. Think smart!!!
Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah
Spoiler for Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah:


Spoiler for sumber:
Quote:Original Posted By siearwan


Ini nih penjelasan yang bener, jangan mau dikibuli aja gan. Think smart!!!
Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah
Spoiler for Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah:


Spoiler for sumber:


nah lho ketahuan tipu2 syiah
anehan TS nya
Aceh baru beritanya susah dimengerti
Jihad nikah apa jihad sex

Biasa itu, cari2 alasan utk membenarkan sesuatu yg jelas2 salah...

PEMBERONTAK SURIAH SALAFI-WAHABI GAN

Tiga Bukti Penting Memperjelas Wahabi-Salafi Tasyabbuh (Serupa) Yahudi

Benarkah Salafy Wahabi Tasyabbuh Yahudi ?

Ketika kaum Salafi Wahabi selalu mencemo’oh kaum muslimin selain golongannya sebagai “ahlul tasyabbuh” yang tak pernah bisa dibuktikan kecuali hanya berdasar prasangka buruk, mereka lupa dengan diri mereka sendiri bahwa mereka sesungguhnya adalah “Ahlul Tasyabbuh” yang tak tertandingi.

Tak percaya, minta buktinya? Inilah jawabannya full gambar plus video sebagai bukti-bukti kuat tasyabbuh Salafi Wahabi dengan Yahudi.

Bukti ke – 1, Salafi -Wahabi Tasyabbuh Yahudi:


Penampilan Syaikh-syaikh Salafi -Wahabi Meniru Rabbi – rabbi Yahudi


Penampilan Syaikh-Syaikh Wahabi Sangat serupa dengan penampilan Rabbi-rabbi Yahudi, sedangkan Penampilan Para Ulama Aswaja sangat mirip dengan Nabi Saw. Silahkan lihat hadits-hadits yang menggambarkan penampilan Nabi Muhammad saw. Sebagian dari hadits-hadits tersebut ada di bawah gamabar ini….



Keutamaan Memakai Imamah ( udeng-udeng ) Dalam Shalat Bagi Laki-laki

KH.Ahmad Dahlan


رَكْعَتَانِ بِعِمَامَةٍ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةٍ بِغَيْرِ عِمَامَةٍ.
Sholat dua roka’at bagi laki-laki memakai imamah/udeng-udeng lebih utama pahalanya dari pada tuju puluh roka’at tanpa memakai imamah.
(hadis diriwayatkan oleh sahabat Jabir RA)


Abu Sheikh melaporkan dari Ibnu Abbas R.Anhu bahawa Nabi S.A.W mempunyai 3 penutup kepala sepanjang kehidupannya. (Bajhul Majhood, jilid ke-6, hal. 52)

Di dalam “mukhtasar”, kehidupan Nabi S.A.W, terdapat 3 jenis penutup kepala yang didapati,
- Petama ialah seperti rupa kopiah yang mana di dalamnya mempunyai garisan padanya.
- Yang kedua ialah yang diperbuat daripada kain hibara.
- Dan yang ketiga ialah penutup kepala yang menutupi telinga, yang mana selalunya Baginda memakainya di dalam safar (perjalanan).

Adapun sorban yang diselendangkan dibahu bukan disebut ‘imamah tapi rida (selndang). Dalam keterangan hadist lain juga diterangkan tentang keutamaan memakai imamah (sorban / penutup kepala) sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadist :

Qoola Rosululloh SAW. “i’tamu tajdaaduu hilman, waqoola shollalahu ‘alaihi wasalam: ‘al’amaaimuu tijaanul ‘arobi yu’thol ‘abdu bikulli kaurotin yudawwiruuhaa ‘ala ro’sihi aw qolansuwatuhatihi nuuron.

Bersabda Rasulullah SAW. “Pakailah sorban, maka akan bertambah wibawamu“‘, dan Nabi bersabda: “Sorban adalah mahkota orang arab yang diberikan kepada hamba, setiap putaran yang dililitkan pada kepala atau kopyah berupa cahaya.”

Dalam keterangan hadist ini Rosululloh menganjurkan utk memakai sorban (untuk udeng-udeng) yang dililitkan melingkar diatas kepala. Dengan memakai sorban akan menambah kewibawaan seseorang karena bagaikan mahkota yang bercahaya menyinari di sekelilingnya. Dan yang sering kita jumpai seorang memakai sorban melingkar diatas kepalah adalah para alim – ulama’, atau habaib, mereka terliahat sangatlah anggun dan berwibawa menyapa umatnya dengan pakaian Sunnahnya.


Bukti ke – 2, Wahabi Tasyabbuh Yahudi:

Shalat Salafy Wahabi Mirip dengan Ibadah Yahudi




Sebagai bukti pelengkap, kami menemukan link ke YouTube yang menggambarkan bagaimana Yahudi beribadah. Silahkan anda langsung melihat videonya, dan video ini menunjukkan tata cara ibadah orang Yahudi yang mirip shalat, ada rukuk, sujud dan mendekapkan tangan didada. Bedanya orang Yahudi membaca ayat-ayat Taurat dan Talmud.

Ada 3 video yang kami temukan tentang ibadah orang Yahudi. Semua video ini memperjelas praktek ibadah agama samawi sebelum Nabi Muhammad, sebagaimana terilustrasikan dalam surat Maryam ayat 30 dan 31.

Dikisahkan dalam Quran, Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” QS. Maryam (19) : 30

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku dengan shalat dan zakat selama aku hidup.” QS. Maryam (19) : 31

Mungkin anda sebelum membaca ayat di atas bertanya-tanya, masa nabi Isa shalat ? Tapi jawabannya sudah jelas ada dalam video ini. Jelaslah nabi Isa pun dulu shalat karena beliau orang Yahudi. Dengan bukti ini kita semakin percaya dengan cerita guru-guru kita bahwa shalat sebenarnya sudah diamalkan jauh sebelum nabi Muhammad Saw. Perintah shalat yang diterima nabi Muhammad waktu Isra Miraj berupa shalat wajib lima waktu, tata cara shalatnya berbeda dengan yang ada di video yang dilakukan oleh orang Yahudi – Nasroni pada zaman ini.

Dibawah ini adalah 3 video ibadah kaum Yahudi

……………..
Tahukah anda, ibadah orang Yahudi ternyata ada wudhunya seperti dalam Islam.

…………
Video yang memperlihatkan keluarga Yahudi ibadah berjamaah

………………

LAGI CONTOH BUKU SEMBAHYANG WAHABI YANG PATUT DIJAUHI..



DALAM GAMBAR DIATAS MEREKA MENGANJURKAN SALAT DENGAN MELETAKKAN TANGAN DIATAS DADA.SEMENTARA GAMBAR YANG KE-2 MENYARANKAN SALAT DENGAN SUJUD DIATAS KAIN SERBANNYA, INI ADALAH MEMBATALKAN SALAT,KERANA SUJUD PADA SEBAGAIAN PAKAIN YANG BERGERAK BERSAMA PERGERAKKAN TUBUH ANGGUTA KITA.

RUJUK KITAB SEPERTI SABILALMUHTADIN,BUGHIAH DAN SEBAGAINYA.


Mazhab Hanafi mengatakan, ” Bersedekap itu hukumnya sunah, bukan wajib. Yang terutama bagi laki-laki adalah meletakkan telapak tangan di atas punggung tangan kiri dan ditempatkan di bawah pusar. Sedangkan bagi perempuan adalah meletakkan kedua tangannya di atas dada.”
Mazhab asy-Syafi’i mengatakan, ” Hal itu disunahkan bagi laki- laki dan perempuan. Yang paling utama adalah meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri dan ditempatkan di antara dada dan pusar, dan agak bergeser ke arah kin.”
Mazhab Hanbali mengatakan, ” Hal itu adalah sunah. Yang paling utama adalah meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kin, dan ditempatkan di bahwa pusar.”
Mazhab Maliki mengatakan, ” Hal itu boleh dilakukan. Akan tetapi, di dalam salat fardu disunahkan meluruskan tangan (ke bawah) .”
Ini lah pendapat 4 Mazhab dalam masaalah meletakan tangan selepas Takbir di dalam sembahyang.(Kitabul Fiqah Al Juzairi)
[img][/img]

Bonus Video ibadah Kristen Koptik

Video shalatnya orang Kristen koptik kuno yang diliput oleh National Geographic Chanel. Sayang video itu berdurasi singkat tidak seperti video shalat orang Yahudi itu, jadi belum jelas gerakannya walaupun sama ada sujudnya.


Bukti ke – 3, Wahabi Tasyabbuh Yahudi:
Aqidah Wahabi Mirip Aqidah BuatanYahudi Berupa Aqidah TRINITAS


Pendapat kaum Wahabi yang membagi tauhid kepada tiga bagian; tauhid Ulûhiyyah, tauhid Rubûbiyyah, dan tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât adalah bid’ah batil yang menyesatkan. Pembagian tauhid seperti ini sama sekali tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an, hadits, dan tidak ada seorang-pun dari para ulama Salaf atau seorang ulama saja yang kompeten dalam keilmuannya yang membagi tauhid kepada tiga bagian tersebut. Pembagian tauhid kepada tiga bagian ini adalah pendapat ekstrim dari kaum Musyabbihah masa sekarang; mereka mengaku datang untuk memberantas bid’ah namun sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa bid’ah.

Di antara dasar yang dapat membuktikan kesesatan pembagian tauhid ini adalah sabda Rasulullah:
أمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتىّ يَشْهَدُوْا أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّيْ رَسُوْل اللهِ، فَإذَا فَعَلُوْا ذَلكَ عُصِمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وأمْوَالَهُمْ إلاّ بِحَقّ (روَاه البُخَاريّ

“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. (HR al-Bukhari).

Dalam hadits ini Rasulullah tidak membagi tauhid kepada tiga bagian, beliau tidak mengatakan bahwa seorang yang mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh” saja tidak cukup untuk dihukumi masuk Islam, tetapi juga harus mengucapkan “Lâ Rabba Illallâh”. Tetapi makna hadits ialah bahwa seseorang dengan hanya bersaksi dengan mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh”, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah maka orang ini telah masuk dalam agama Islam (ber-tauhid). Hadits ini adalah hadits mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah orang dari kalangan sahabat, termasuk di antaranya oleh sepuluh orang sahabat yang telah medapat kabar gembira akan masuk ke surga. Dan hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Tujuan kaum Musyabbihah membagi tauhid kepada tiga bagian ini adalah tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang Islam ahli tauhid yang melakukan tawassul dengan Nabi Muhammad, atau dengan seorang wali Allah dan orang-orang saleh. Mereka mengklaim bahwa seorang yang melakukan tawassul seperti itu tidak mentauhidkan Allah dari segi tauhid Ulûhiyyah. Demikian pula ketika mereka membagi tauhid kepada tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât, tujuan mereka tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyâbihât. Oleh karenanya, kaum Musyabbihah ini adalah kaum yang sangat kaku dan keras dalam memegang teguh zhahir teks-teks Mutasyâbihât dan sangat “alergi” terhadap takwil. Bahkan mereka mengatakan: “al-Mu’aw-wil Mu’ath-thil”; artinya seorang yang melakukan takwil sama saja dengan mengingkari sifat-sifat Allah. Na’ûdzu Billâh.

Dengan hanya hadits shahih di atas, cukup bagi kita untuk menegaskan bahwa pembagian tauhid kepada tiga bagian di atas adalah bid’ah batil yang dikreasi oleh orang-orang yang mengaku memerangi bid’ah yang sebenarnya mereka sendiri ahli bid’ah. Bagaimana mereka tidak disebut sebagai ahli bid’ah, padahal mereka (wahabi) membuat ajaran tauhid yang sama sekali tidak pernah dikenal oleh orang-orang Islam?! Di mana logika mereka, ketika mereka mengatakan bahwa tauhid Ulûhiyyah saja tidak cukup, tetapi juga harus dengan pengakuan tauhid Rubûbiyyah?! Bukankah ini berarti menyalahi hadits Rasulullah di atas?! Dalam hadits di atas sangat jelas memberikan pemahaman kepada kita bahwa seorang yang mengakui ”Lâ Ilâha Illallâh” ditambah dengan pengakuan kerasulan Nabi Muhammad maka cukup bagi orang tersebut untuk dihukumi sebagai orang Islam (Ahli Tauhid).


SUBHANALLAH...
Quote:Original Posted By siearwan


Ini nih penjelasan yang bener, jangan mau dikibuli aja gan. Think smart!!!
Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah
Spoiler for Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah:


Spoiler for sumber:


Lha wong sumbernya aja juga dr yg seideologi, sama-sama wahabi..
ada yang bisa jelasin ini..

V

Quote:Original Posted By ilcloudmkii
gw searching, sumber awal "sexual jihad" ternyata awalnya report dari raymond ibrahim...


yang dah terbukti beberapa kali bikin beberapa hoax bombastis, bahkan sejak 2007
http://www.loonwatch.com/?s=raymond+...brahim&x=0&y=0

syeikh yang dibilang raymond sebagai pencetus jihad seks, muhammad al arifi, udah ngebantah malah...


yang menarik argumentasinya dimari...
http://www.patheos.com/blogs/altmusl...st-an-opinion/
http://freehalab.wordpress.com/2013/...-fatwa-hoaxes/


fyi, ini bukan bahan yang cocok di baca sama otak 10cc ya
Quote:Original Posted By siearwan


Ini nih penjelasan yang bener, jangan mau dikibuli aja gan. Think smart!!!
Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah
Spoiler for Dusta & Makar Syiah Tukang Mut'ah Tentang Jihad Nikah di Suriah:


Spoiler for sumber:



DUNGU lo di kibulin VOA ISLAM.com dan AMMMARAH.COM mau aja itu ulama suni bukan syiah tong

http://en.wikipedia.org/wiki/Mohamad_al-Arefe

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Suriah-Merebak

http://cnsnews.com/news/article/sexu...-syrian-rebels




gag usah jauh jauh kek gitu lah, pada dasarnya seluruh agama memang di buat cuman untuk jadi sarana kampanye politik paling efektif dgn barometer keberhasilan dari seberapa hebat imbasnya terhadap harta yang dapat di kumpulkan dari hasil cerita yang sifatnya nakut nakutin orang, biar keluar duit, dan seberapa fanatik kah si pendengar hinga saking percayanya hidupnya mirip dgn boneka vodo

tiap kali ibadah sudah pasti tujuannya ngumpulin sumbangan, atau dengan sedikit insentif dengan memberitakan tahayul tahayul yang membuat orang takut dan berfikir jika hartanya bisa meredakan rasa hawatir yang timbul dari cecita cerita yang sangat meragukan itu

ujung ujungya di satu sisi penyebar berita itu tersenyum lebar karena hartanya bertambah dan banyak orang yang tunduk didepan dia cuma di takut-takutin, di satu sisi umatnya akan hidup dalam ketergantunga akan picisan sang penyiar berita, karena racun rasa takut dan hawatir yang di tanam sang penyiar

intinya sifatnya sangat mirip dengan pengguna narkoba. bisa sakao klo gak nebar duit
Quote:Quote:Original Posted By KASKUS.SENIOR
Tiga Bukti Penting Memperjelas Wahabi-Salafi Tasyabbuh (Serupa) Yahudi

Benarkah Salafy Wahabi Tasyabbuh Yahudi ?

Ketika kaum Salafi Wahabi selalu mencemo’oh kaum muslimin selain golongannya sebagai “ahlul tasyabbuh” yang tak pernah bisa dibuktikan kecuali hanya berdasar prasangka buruk, mereka lupa dengan diri mereka sendiri bahwa mereka sesungguhnya adalah “Ahlul Tasyabbuh” yang tak tertandingi.

Tak percaya, minta buktinya? Inilah jawabannya full gambar plus video sebagai bukti-bukti kuat tasyabbuh Salafi Wahabi dengan Yahudi.

Bukti ke – 1, Salafi -Wahabi Tasyabbuh Yahudi:


Penampilan Syaikh-syaikh Salafi -Wahabi Meniru Rabbi – rabbi Yahudi


Penampilan Syaikh-Syaikh Wahabi Sangat serupa dengan penampilan Rabbi-rabbi Yahudi, sedangkan Penampilan Para Ulama Aswaja sangat mirip dengan Nabi Saw. Silahkan lihat hadits-hadits yang menggambarkan penampilan Nabi Muhammad saw. Sebagian dari hadits-hadits tersebut ada di bawah gamabar ini….



Keutamaan Memakai Imamah ( udeng-udeng ) Dalam Shalat Bagi Laki-laki

KH.Ahmad Dahlan


رَكْعَتَانِ بِعِمَامَةٍ أَفْضَلُ مِنْ سَبْعِيْنَ رَكْعَةٍ بِغَيْرِ عِمَامَةٍ.
Sholat dua roka’at bagi laki-laki memakai imamah/udeng-udeng lebih utama pahalanya dari pada tuju puluh roka’at tanpa memakai imamah.
(hadis diriwayatkan oleh sahabat Jabir RA)


Abu Sheikh melaporkan dari Ibnu Abbas R.Anhu bahawa Nabi S.A.W mempunyai 3 penutup kepala sepanjang kehidupannya. (Bajhul Majhood, jilid ke-6, hal. 52)

Di dalam “mukhtasar”, kehidupan Nabi S.A.W, terdapat 3 jenis penutup kepala yang didapati,
- Petama ialah seperti rupa kopiah yang mana di dalamnya mempunyai garisan padanya.
- Yang kedua ialah yang diperbuat daripada kain hibara.
- Dan yang ketiga ialah penutup kepala yang menutupi telinga, yang mana selalunya Baginda memakainya di dalam safar (perjalanan).

Adapun sorban yang diselendangkan dibahu bukan disebut ‘imamah tapi rida (selndang). Dalam keterangan hadist lain juga diterangkan tentang keutamaan memakai imamah (sorban / penutup kepala) sebagaimana telah diriwayatkan dalam hadist :

Qoola Rosululloh SAW. “i’tamu tajdaaduu hilman, waqoola shollalahu ‘alaihi wasalam: ‘al’amaaimuu tijaanul ‘arobi yu’thol ‘abdu bikulli kaurotin yudawwiruuhaa ‘ala ro’sihi aw qolansuwatuhatihi nuuron.

Bersabda Rasulullah SAW. “Pakailah sorban, maka akan bertambah wibawamu“‘, dan Nabi bersabda: “Sorban adalah mahkota orang arab yang diberikan kepada hamba, setiap putaran yang dililitkan pada kepala atau kopyah berupa cahaya.”

Dalam keterangan hadist ini Rosululloh menganjurkan utk memakai sorban (untuk udeng-udeng) yang dililitkan melingkar diatas kepala. Dengan memakai sorban akan menambah kewibawaan seseorang karena bagaikan mahkota yang bercahaya menyinari di sekelilingnya. Dan yang sering kita jumpai seorang memakai sorban melingkar diatas kepalah adalah para alim – ulama’, atau habaib, mereka terliahat sangatlah anggun dan berwibawa menyapa umatnya dengan pakaian Sunnahnya.


Bukti ke – 2, Wahabi Tasyabbuh Yahudi:

Shalat Salafy Wahabi Mirip dengan Ibadah Yahudi




Sebagai bukti pelengkap, kami menemukan link ke YouTube yang menggambarkan bagaimana Yahudi beribadah. Silahkan anda langsung melihat videonya, dan video ini menunjukkan tata cara ibadah orang Yahudi yang mirip shalat, ada rukuk, sujud dan mendekapkan tangan didada. Bedanya orang Yahudi membaca ayat-ayat Taurat dan Talmud.

Ada 3 video yang kami temukan tentang ibadah orang Yahudi. Semua video ini memperjelas praktek ibadah agama samawi sebelum Nabi Muhammad, sebagaimana terilustrasikan dalam surat Maryam ayat 30 dan 31.

Dikisahkan dalam Quran, Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi.” QS. Maryam (19) : 30

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku dengan shalat dan zakat selama aku hidup.” QS. Maryam (19) : 31

Mungkin anda sebelum membaca ayat di atas bertanya-tanya, masa nabi Isa shalat ? Tapi jawabannya sudah jelas ada dalam video ini. Jelaslah nabi Isa pun dulu shalat karena beliau orang Yahudi. Dengan bukti ini kita semakin percaya dengan cerita guru-guru kita bahwa shalat sebenarnya sudah diamalkan jauh sebelum nabi Muhammad Saw. Perintah shalat yang diterima nabi Muhammad waktu Isra Miraj berupa shalat wajib lima waktu, tata cara shalatnya berbeda dengan yang ada di video yang dilakukan oleh orang Yahudi – Nasroni pada zaman ini.

Dibawah ini adalah 3 video ibadah kaum Yahudi

……………..
Tahukah anda, ibadah orang Yahudi ternyata ada wudhunya seperti dalam Islam.

…………
Video yang memperlihatkan keluarga Yahudi ibadah berjamaah

………………

LAGI CONTOH BUKU SEMBAHYANG WAHABI YANG PATUT DIJAUHI..



DALAM GAMBAR DIATAS MEREKA MENGANJURKAN SALAT DENGAN MELETAKKAN TANGAN DIATAS DADA.SEMENTARA GAMBAR YANG KE-2 MENYARANKAN SALAT DENGAN SUJUD DIATAS KAIN SERBANNYA, INI ADALAH MEMBATALKAN SALAT,KERANA SUJUD PADA SEBAGAIAN PAKAIN YANG BERGERAK BERSAMA PERGERAKKAN TUBUH ANGGUTA KITA.

RUJUK KITAB SEPERTI SABILALMUHTADIN,BUGHIAH DAN SEBAGAINYA.


Mazhab Hanafi mengatakan, ” Bersedekap itu hukumnya sunah, bukan wajib. Yang terutama bagi laki-laki adalah meletakkan telapak tangan di atas punggung tangan kiri dan ditempatkan di bawah pusar. Sedangkan bagi perempuan adalah meletakkan kedua tangannya di atas dada.”
Mazhab asy-Syafi’i mengatakan, ” Hal itu disunahkan bagi laki- laki dan perempuan. Yang paling utama adalah meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kiri dan ditempatkan di antara dada dan pusar, dan agak bergeser ke arah kin.”
Mazhab Hanbali mengatakan, ” Hal itu adalah sunah. Yang paling utama adalah meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung tangan kin, dan ditempatkan di bahwa pusar.”
Mazhab Maliki mengatakan, ” Hal itu boleh dilakukan. Akan tetapi, di dalam salat fardu disunahkan meluruskan tangan (ke bawah) .”
Ini lah pendapat 4 Mazhab dalam masaalah meletakan tangan selepas Takbir di dalam sembahyang.(Kitabul Fiqah Al Juzairi)
[img][/img]

Bonus Video ibadah Kristen Koptik

Video shalatnya orang Kristen koptik kuno yang diliput oleh National Geographic Chanel. Sayang video itu berdurasi singkat tidak seperti video shalat orang Yahudi itu, jadi belum jelas gerakannya walaupun sama ada sujudnya.


Bukti ke – 3, Wahabi Tasyabbuh Yahudi:
Aqidah Wahabi Mirip Aqidah BuatanYahudi Berupa Aqidah TRINITAS


Pendapat kaum Wahabi yang membagi tauhid kepada tiga bagian; tauhid Ulûhiyyah, tauhid Rubûbiyyah, dan tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât adalah bid’ah batil yang menyesatkan. Pembagian tauhid seperti ini sama sekali tidak memiliki dasar, baik dari al-Qur’an, hadits, dan tidak ada seorang-pun dari para ulama Salaf atau seorang ulama saja yang kompeten dalam keilmuannya yang membagi tauhid kepada tiga bagian tersebut. Pembagian tauhid kepada tiga bagian ini adalah pendapat ekstrim dari kaum Musyabbihah masa sekarang; mereka mengaku datang untuk memberantas bid’ah namun sebenarnya mereka adalah orang-orang yang membawa bid’ah.

Di antara dasar yang dapat membuktikan kesesatan pembagian tauhid ini adalah sabda Rasulullah:
أمِرْتُ أنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتىّ يَشْهَدُوْا أنْ لاَ إلهَ إلاّ اللهُ وَأنّيْ رَسُوْل اللهِ، فَإذَا فَعَلُوْا ذَلكَ عُصِمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وأمْوَالَهُمْ إلاّ بِحَقّ (روَاه البُخَاريّ

“Aku diperintah untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (Ilâh) yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah. Jika mereka melakukan itu maka terpelihara dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka kecuali karena hak”. (HR al-Bukhari).

Dalam hadits ini Rasulullah tidak membagi tauhid kepada tiga bagian, beliau tidak mengatakan bahwa seorang yang mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh” saja tidak cukup untuk dihukumi masuk Islam, tetapi juga harus mengucapkan “Lâ Rabba Illallâh”. Tetapi makna hadits ialah bahwa seseorang dengan hanya bersaksi dengan mengucapkan “Lâ Ilâha Illallâh”, dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah maka orang ini telah masuk dalam agama Islam (ber-tauhid). Hadits ini adalah hadits mutawatir dari Rasulullah, diriwayatkan oleh sejumlah orang dari kalangan sahabat, termasuk di antaranya oleh sepuluh orang sahabat yang telah medapat kabar gembira akan masuk ke surga. Dan hadits ini telah diriwayatkan oleh al-Imâm al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya.

Tujuan kaum Musyabbihah membagi tauhid kepada tiga bagian ini adalah tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang Islam ahli tauhid yang melakukan tawassul dengan Nabi Muhammad, atau dengan seorang wali Allah dan orang-orang saleh. Mereka mengklaim bahwa seorang yang melakukan tawassul seperti itu tidak mentauhidkan Allah dari segi tauhid Ulûhiyyah. Demikian pula ketika mereka membagi tauhid kepada tauhid al-Asmâ’ Wa ash-Shifât, tujuan mereka tidak lain hanya untuk mengkafirkan orang-orang yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyâbihât. Oleh karenanya, kaum Musyabbihah ini adalah kaum yang sangat kaku dan keras dalam memegang teguh zhahir teks-teks Mutasyâbihât dan sangat “alergi” terhadap takwil. Bahkan mereka mengatakan: “al-Mu’aw-wil Mu’ath-thil”; artinya seorang yang melakukan takwil sama saja dengan mengingkari sifat-sifat Allah. Na’ûdzu Billâh.

Dengan hanya hadits shahih di atas, cukup bagi kita untuk menegaskan bahwa pembagian tauhid kepada tiga bagian di atas adalah bid’ah batil yang dikreasi oleh orang-orang yang mengaku memerangi bid’ah yang sebenarnya mereka sendiri ahli bid’ah. Bagaimana mereka tidak disebut sebagai ahli bid’ah, padahal mereka (wahabi) membuat ajaran tauhid yang sama sekali tidak pernah dikenal oleh orang-orang Islam?! Di mana logika mereka, ketika mereka mengatakan bahwa tauhid Ulûhiyyah saja tidak cukup, tetapi juga harus dengan pengakuan tauhid Rubûbiyyah?! Bukankah ini berarti menyalahi hadits Rasulullah di atas?! Dalam hadits di atas sangat jelas memberikan pemahaman kepada kita bahwa seorang yang mengakui ”Lâ Ilâha Illallâh” ditambah dengan pengakuan kerasulan Nabi Muhammad maka cukup bagi orang tersebut untuk dihukumi sebagai orang Islam (Ahli Tauhid).


SUBHANALLAH...


Ckckckckc..... lengkap banget.

Sebaiknya agan bikin thread tersendiri gan.

Pasti jadi HT nih.
orang2 pretpridom koq banyak nongol dimari ya?
apa forum mereka kurang asik ?
ribet yah beragama
Orang2 paham tu tahu, mana yang dungu dan mana yang pinter gan.
Quote:Original Posted By devnull
ribet yah beragama


Yah gitulah gan.
Maklumin aja.
Quote:Original Posted By sbud
numpang +1 aja dagh..

ga ngerti ni apaan


PLUS SATU INDONISTAN AJA DAH