KASKUS

Exclamation Jepang Belum mau lepas Inalum Kepada Indonesia !

TOKYO, Jaringnews.com -

Tenggat waktu negosiasi antara Investor Jepang dengan Pemerintah RI tersisa tak sampai dua bulan lagi. Namun, pihak Jepang mengakui masih terdapat perbedaan besar di antara kedua belah pihak. Itu sebabnya, belum ada kepastian apakah PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) akan menjadi 100 persen milik Indonesia per 1 November nanti, seperti yang direncanakan.

"Sampai hari ini masih terdapat perbedaan yang besar antara kami dengan Pemerintah Indonesia menyangkut harga jual dan syarat-syarat penjualan,” kata Yoshihiko Okamoto, komisaris utama Nissan Asahahan Aluminium (NAA), konsorsium yang memiliki 58,8 persen saham PT Inalum, seperti dikutip oleh kantor berita Reuters (13/9).

Ia tidak menjelaskan apa saja perbedaan-perbedaan tersebut.

PT Inalum, didirikan pada tahun 1976, adalah perusahaan patungan antara Pemerintah RI dengan sejumlah perusahaan Jepang. Perusahaan ini bergerak dalam pengolahan dan produksi aluminium selain mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sigura-gura. RI memiliki saham 41,2 persen dan konsorsium Jepang 58,8 persen atas perusahaan dengan kapasitas produksi aluminium 246 ribu ton per tahun itu.

Menurut perjanjian induk (Master Repurchase Agreement, MRA), kerjasama kedua belah pihak akan berakhir setelah 30 tahun, yaitu pada 30 Oktober ini. Pemerintah RI berhak mengakuisisi saham NAA dengan mengacu pada harga berdasarkan nilai buku.

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp7 triliun untuk pembelian saham NAA. Namun menurut sumber Reuters, yang ditawarkan oleh Pemerintah RI kepada Jepang jauh di bawah itu.

Yoshihiko Okamoto mengatakan apabila tidak tercapai kesepakatan, Jepang akan membawa masalah ini kepada pihak ketiga sebagai mediator yaitu International Center for Settlement of Investment Disputes (ICSID).

"Kami masih sangat mengharapkan tercapai kompromi dan berusaha dengan segala sampai bulan depan,” kata dia.

Investor Jepang sebetulnya masih ingin terlibat di Inalum, paling tidak sebagai pemilik saham minoritas. Namun, Pemerintah Indonesia telah bulat untuk mengambil alih keseluruhan saham NAA sehingga Inalum 100 persen milik Indonesia.

Itu sebabnya, menurut Yoshihiko, negosiasi yang berlangsung sekarang terfokus pada penjualan saham dan syarat-syarat penjualannya, bukan lagi soal boleh tidaknya NAA menjadi pemegang saham.

Dirjen Pengelolaan Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Hadiyanto, mengatakan, walaupun tidak tercapai kesepakatan sampai akhir Oktober nanti, Indonesia berpendapat Inalum secara otomatis 100 persen milik Indonesia pada 1 November karena perjanjian kerjasama Indonesia-Jepang sudah berakhir pada saat itu. Bahwa masih ada ketidaksepakatan yang harus diselesaikan, lebih menyangkut kepada selisih harga jual saham. “Itu yang harus dibicarakan dengan mediator,” kata dia, ketika ditemui di Gedung DPR beberapa waktu lalu.





Inalum


Spoiler for Sumber:


masih belum mau di lepas sama Jepang ternyata
semoga negosiasi nilai nya bisa cepet selesai dah, biar bisa balik lagi jadi punya kita sepenuh nya
Pernah kerja disini ane gan
klo dah dibeli semuanya, jaga baek baek yah
Quote:Original Posted By fuckfpi
Pernah kerja disini ane gan


wuihh, boleh di share dong pengalaman nya gan
Jepang butuh utk industri. Sementara Indonesia sendiri jg masih kekurangan utk memenuhi kebutuhan dlm negri.
wah bakal jadi sengketa bangun nih

kalo di property namanya hak atas bangunan berbeda dengan hak atas tanah
pastinya hak atas bangunan di kuasai oleh pihak pembangun = jepang
hak atas tanah dikuasai indonesia


.
.

---------------------------------------------------------------------------------------------
Mari gabung, bersama membangun Perusahaan Property (terutama jika anda warga Jabodetabek)
●●▌Diskusi▐●● Prakiraan Kerjasama - Developer Property <---- click Link[/QUOTE]

ane pernah visite ke perusahaan, perumahan karyawan & pelabuhannya.

perumahannya asri banget, gede2, halaman luas, hijau, rapi, bersih, air listrik gratis, fasilitas wah, supermarket khusus...

ya ane paham kalo beberapa yang pernah disitu malah berharap biar dikelola Jepang aja... soalnya kalo ke kita 100%, bisa nggak terawat tuh fasilitasnya dan jadi komersil
Quote:Original Posted By KijangKrista2.5
ane pernah visite ke perusahaan, perumahan karyawan & pelabuhannya.

perumahannya asri banget, gede2, halaman luas, hijau, rapi, bersih, air listrik gratis, fasilitas wah, supermarket khusus...

ya ane paham kalo beberapa yang pernah disitu malah berharap biar dikelola Jepang aja... soalnya kalo ke kita 100%, bisa nggak terawat tuh fasilitasnya dan jadi komersil


ohh, begitu toh gan.
Thanks atas info nya
tapi tetep ane berharap sih bisa segera 100% jadi milik Indonesia.
ane berdoa sich semoga cepet jadi milik indonesia.. syukur2 tuch freeport jug ajadi milik indo nesia
ane berdoa mudah2an bisa balik jadi milik..kita gan...
BUseet, setahu ane, Inalum itu bukan sekedar bikin smelter, tapi juga bikin PLTA Asahan 2 (kalo ga salah ya)..

pemerintah jaman itu mana ngerti bikin2 industri sekalian bangun PTA-nya, sekarang mah enak, tinggal nasionalisasi. dulu tuh, boro2 pejabat ada yagn ngerti beginian.
kira2 bagus nya jadi 100% milik indonesia atau masi kerjasama dengan jepang ya gan?
kalo di ambil alih sama indo...
tuh jepang bakal tarik industri strategisnya di indo.
ujung2nya phk...
hahahaaa...di setir asing secara halus banget
Bener, klo udah milik indonesia..jaga baik2 tuh
ntar klo diakusisi ma indo malah jadi lahan korupsi dan kaga terawat gimane. wkkk
jangan sampai ada birokrat Indonesia, yg manggut-manggut saja karena uang receh mereka!!! Tetap harus nasional yg memegang 100%, begitu juga pertambangan dan perminyakan yg lainnya!
harus diakusisi lah biar ini milik indonesia, masa kita harus import mulu
Duitnya gede disitu... Ya ga rela lah.....
Quote:Original Posted By sbud
ane berdoa sich semoga cepet jadi milik indonesia.. syukur2 tuch freeport jug ajadi milik indo nesia


Aamiin gan! Pokoknya yg terkait dng SDA harusnya dikuasai negara demi kemakmuran rakyat...
Quote:Original Posted By sbud
ane berdoa sich semoga cepet jadi milik indonesia.. syukur2 tuch freeport jug ajadi milik indo nesia


pasti jadi milik indonesia gan kalo sumber emas sama uraniumnya udh dikerok abis