KASKUS

lini produksinya beneran sanggup tuh 65 dalam 3 tahun??
mudah mudahan CH-47 nya juga segera menyusul, lumayan dan sangat cocok dan multi fungsi. ntar PT DI nya dapat jatah ngecat juga gpp.
Quote:Original Posted By mengkom
syarat tatetot dan keharusan ngambil "barang dalam negeri" kadang emang bikin ribet

dan juga menguntungkan bagi mereka yang bisa "memainkan" syarat tsb...
Quote:Original Posted By mengkom
65 biji jenis helinya apa nih?
Kalo bell 412 memang seperti kemaren produksinya cepat sekali.. Karena emang cuma ngerakit dr kit..


Boing/airbus aja ngerakit kok, komponen dibuat dibanyak negara (termasuk di PT.DI),setelah jadi semua baru dirakit di pabrik boing/airbus, kalau semua dibuat dlm satu perusahaan tdk akan efisien bro, sama kayak industri otomotif, tdk ada pabrik yg 100% membuat semua komponen suatu produk mobil.
Quote:Original Posted By kaka404

dan juga menguntungkan bagi mereka yang bisa "memainkan" syarat tsb...


nah ini smart pointnya
kalo bisa di "mainkan" kenapa di cuekin
Quote:Original Posted By rocketer


Boing/airbus aja ngerakit kok, komponen dibuat dibanyak negara (termasuk di PT.DI),setelah jadi semua baru dirakit di pabrik boing/airbus, kalau semua dibuat dlm satu perusahaan tdk akan efisien bro, sama kayak industri otomotif, tdk ada pabrik yg 100% membuat semua komponen suatu produk mobil.


betul..produsen pun gak 100% produksi in-house..contoh seperti yang agan kemukakan di atas..

Contoh lain, Jepang bikin MBT type 90, mesin dan kanon-nya dari jerman..itu sudah praktek jamak di industri alutsista..

bedanya..menurut ane, definisi "produsen" itu mereka terlibat dalam desain atau ada local content dalam produknya..contoh CN-235..biarpun mesin dan avionik buatan luar, tapi body ada local content buatan PTDI, kita juga terlibat dalam desain..

Nbell 412? tinggal rakit dari modul..kemudian dicat dan uji terbang..
sama dengan beli Grob dan Wong Bee..dua pesawat itu juga dirakit di PTDI kok..tapi gak dibilang "produksi PTDI" atau "lisensi PTDI" kan?
ato beli IFV tarantula dari korsel..dirakitnya juga di pindad..gak dibilang produksi pindad kan?

just my 2c

ini pas banget>>>>>
Quote:Original Posted By kaka404
jadi maksudnya tniau pesen heli melalui ptdi ya?


Quote:Original Posted By mengkom


betul..produsen pun gak 100% produksi in-house..contoh seperti yang agan kemukakan di atas..

Contoh lain, Jepang bikin MBT type 90, mesin dan kanon-nya dari jerman..itu sudah praktek jamak..

bedanya..menurut ane, definisi "produsen" itu mereka terlibat dalam desain atau ada local content dalam produknya..contoh CN-235..biarpun mesin dan avionik buatan luar, tapi body ada local content buatan PTDI, kita juga terlibat dalam desain..

Nbell 412? tinggal rakit dari modul jadi..kemudian dicat dan uji terbang..
sama dengan beli Grob dan Wong Bee..dua pesawat itu juga dirakit dari modul di PTDI kok..tapi gak dibilang "produksi PTDI" atau "lisensi PTDI" kan?

ato beli IFV tarantula dari korsel..dirakitnya juga di pindad..gak dibilang produksi pindad kan?

just my 2c




Yup,
Seperti ketika anak anak (seperti adik ai) merakit sebuah mobil Tamiya atau model kit Gundam lansiran Bandai, lantas apakah bisa disebut adik ai sudah bisa produksi Gundam atau Tamiya? Ya gak kan tetap saja yang disebut bahwa produk yang sudah dirakit itu adalah bikinan Bandai.
Quote:Original Posted By kenyot10
Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, PT Dirgantara Indonesia Persero (PT DI) sedang mengerjakan banyak proyek yang berasal dari dalam dan luar negeri. Berbeda dengan kondisi semasa Orde Baru, BUMN kedirgantaraan ini sepi pesanan. "Sekarang ini, PT DI paling sibuk dalam sejarahnya karena banyak pekerjaan, seperti membuat helikopter 65 unit, dan harus jadi dalam 3 tahun, buat spare part Boeing dan Airbus. Waktu orba (orde baru) tidak sesibuk ini," kata Dahlan, seperti dilaporkan Antara, di Jakarta, Jum`at (23/8).



Quote:Original Posted By kecoakkocak
Dalam waktu 3th lho harus selesai


nah, ini yang harus jadi sorotan
jadi inget perbincangan dengan ID Bhaskoro di fanpage formil facebook (I don't know who he really is, is he Mr. Bhass?? )

beliau mengatakan, pemesanan superpuma aja Wanprestasi alias gagal dipenuhi jumlah yang seharusnya dikirimkan untuk AD.
belum lagi pemesanan Cougar, ini mau ditambah lagi 65 unit?

harus dihitung juga seluruh pesanan PTDI ada cn 235, cn 219, Cougar yang tadi, sayap A-380 dan kolega, cn 295 (cmiiw)

mampu gak ya PTDI nyelesain ini?
Quote:Original Posted By mailanakemak




nah, ini yang harus jadi sorotan
jadi inget perbincangan dengan ID Bhaskoro di fanpage formil facebook (I don't know who he really is, is he Mr. Bhass?? )

beliau mengatakan, pemesanan superpuma aja Wanprestasi alias gagal dipenuhi jumlah yang seharusnya dikirimkan untuk AD.
belum lagi pemesanan Cougar, ini mau ditambah lagi 65 unit?

harus dihitung juga seluruh pesanan PTDI ada cn 235, cn 219, Cougar yang tadi, sayap A-380 dan kolega, cn 295 (cmiiw)

mampu gak ya PTDI nyelesain ini?


IMHO, ini bukan Cougar seluruhnya walau mungkin akan ada Cougar juga didalam pesanan ini. Sebagian besar IMHO akan berkutat pada Bell 412EP. Mending nunggu rilis resmi dari Kemenhan ataupun PT DI nya sendiri.
Quote:Original Posted By madokafc


IMHO, ini bukan Cougar seluruhnya walau mungkin akan ada Cougar juga didalam pesanan ini. Sebagian besar IMHO akan berkutat pada Bell 412EP. Mending nunggu rilis resmi dari Kemenhan ataupun PT DI nya sendiri.


tante mado

ane gak ada bilang seluruhnya Cougar, tapi maksudnya ane PT DI itu sedang melakukan pengerjaan Cougar malah ditambahin lagi project baru yang entah apalagi model yang dipesan.

kalopun bell 412EP buat ane gak majalah kok. menurut ideologi semut "jumlah semut yang banyak akan mengalahkan seekor gajah"
hasil wawancara dengan semut
Tante Mado cougar? hmm...


ok, back to choppa.

IMHO kalau berupa kit dan pengerjaannya bisa efisien 65 unit - mungkin - bisa jadi,

kalau gagal maka ini akan jadi downfall Dahlan Iskan setelah kasus Tuxuci
Sejauh ini, dari berbagai informasi menjelaskan bahwa khusus untuk helikopter "Bell - 412 EP" pesanan TNI, PT DI hanya sanggup menyerahkan pesanan setiap tahunnya maksimum 2 - 4 unit helikopter per tahun.
Hal ini disebabkan PT DI membeli secara CKD heli tersebut dari pabrik Textron, dan kemudian barang CKD tersebut baru di assembiling di PT DI.
Kemungkinan dalam pembelian CKD tsb, harus membeli secara tunai atau bagaimana, kurang jelas, sehingga oleh karenanya PT DI hanya sanggup men - deliver sejumlah itu per tahunnya.
Perihal pesawat EC - 725 " Cougar " kelihatannya juga sama dengan helikopter "Bell"
Masalah lainnya, kok belum ada industri di dalam negeri yang dapat memanfaatkan geliat PT DI ini dengan menjadi pemasok barang - barang komplementer, misalnya industri paku rivet, kabel misalnya, atau karena nilai investasi tinggi karena harus melewati audit teknis dan perlu sertifikasi sendiri mungkin.
Karena seluruh komponen kok masih import.
Quote:Original Posted By boleroes11
Sejauh ini, dari berbagai informasi menjelaskan bahwa khusus untuk helikopter "Bell - 412 EP" pesanan TNI, PT DI hanya sanggup menyerahkan pesanan setiap tahunnya maksimum 2 - 4 unit helikopter per tahun.
Hal ini disebabkan PT DI membeli secara CKD heli tersebut dari pabrik Textron, dan kemudian barang CKD tersebut baru di assembiling di PT DI.
Kemungkinan dalam pembelian CKD tsb, harus membeli secara tunai atau bagaimana, kurang jelas, sehingga oleh karenanya PT DI hanya sanggup men - deliver sejumlah itu per tahunnya.
Perihal pesawat EC - 725 " Cougar " kelihatannya juga sama dengan helikopter "Bell"
Masalah lainnya, kok belum ada industri di dalam negeri yang dapat memanfaatkan geliat PT DI ini dengan menjadi pemasok barang - barang komplementer, misalnya industri paku rivet, kabel misalnya, atau karena nilai investasi tinggi karena harus melewati audit teknis dan perlu sertifikasi sendiri mungkin.
Karena seluruh komponen kok masih import.


oii..itu mbhass yang ngmongg..ngapain ente kutip berdasarkan inpormasi..
Quote:Original Posted By gogolala


oii..itu mbhass yang ngmongg..ngapain ente kutip berdasarkan inpormasi..


wis2...
...sono manasin motor dulu...

Homolala, opo abamu ?

Quote:Original Posted By thecleaner


wis2...
...sono manasin motor dulu...

Homolala, opo abamu ?



aba ku umik ae wes
Quote:Original Posted By mengkom


sama dengan beli Grob dan Wong Bee..dua pesawat itu juga dirakit di PTDI kok..tapi gak dibilang "produksi PTDI" atau "lisensi PTDI" kan?
ato beli IFV tarantula dari korsel..dirakitnya juga di pindad..gak dibilang produksi pindad kan?



grob dirakit Skatek 043 Lanud ADI Yogyakarta



BRAVO DI !!!...... maju terus .... kata bung Karno "Go to hell with your aid"
Quote:Original Posted By kenyot10


grob dirakit Skatek 043 Lanud ADI Yogyakarta


aaah tengkyu koreksinya om..
kalo ngerakit kit CKD, tingkat skatek aja bisa ternyata..gak perlu "industri dirgantara"
flanker series juga dirakit di lanud hasanudin ya om? berarti gak perlu alat khusus ya..
Quote:Original Posted By mengkom


aaah tengkyu koreksinya om..
kalo ngerakit kit CKD, tingkat skatek aja bisa ternyata..gak perlu "industri dirgantara"
flanker series juga dirakit di lanud hasanudin ya om? berarti gak perlu alat khusus ya..


betul sekali.
Quote:Original Posted By mengkom


aaah tengkyu koreksinya om..
kalo ngerakit kit CKD, tingkat skatek aja bisa ternyata..gak perlu "industri dirgantara"
flanker series juga dirakit di lanud hasanudin ya om? berarti gak perlu alat khusus ya..

Masalahnya kita punya lisensi ngerakit plengker ga?