KASKUS

Heart Masyarakat Lenteng Agung luluh hatinya!!!

Christian subdistrict head wins support of local residents


The Jakarta Post, Jakarta | Headlines | Thu, August 22 2013, 10:08 AM


Civil dialogue: Lenteng Agung sub-district head Susan Jasmine Zulkifli (right) talks to a local resident on Wednesday. Several residents petitioned the governor for her transfer, as the majority of Lenteng Agung residents are Muslim, and she is not. (JP/P.J. Leo)

The new head of Lenteng Agung subdistrict in South Jakarta, Susan Jasmine Zulkifli, 43, whose replacement on sectarian grounds was demanded on Monday, has won the support of many residents.

A group of people calling themselves the Forum of Lenteng Agung Residents for Reformation (Formala) said on Wednesday that they were supporting Susan as part of their support for the city administration’s efforts to develop good governance.

A member of the forum, R. Nio Soeprapto, said that his forum would gather together residents who wanted improvements in Lenteng Agung to discuss a solution to the opposition by some residents.

“We strongly suggest the subdistrict head check out the people who drew up the petition because no resident has rejected her appointment,” he said. “If such a rejection was true, we would consider it as intolerance related to ethnicity, religion, race and group affiliation and, therefore, report it to the police.”

Susan, a Protestant, was among 311 of Jakarta’s subdistrict and district leaders who were inaugurated by Governor Joko “Jokowi” Widodo in June.

However, more than a month after her inauguration, some Lenteng Agung residents went to the City Hall to deliver a petition demanding that the city administration replace her.

The representatives of the residents submitted a list of 2,300 names and 1,500 photocopies of ID cards to support their petition. They said that it did not make sense that they had a non-Muslim leader, as their previous leaders had all been Muslims.

They argued that it would be awkward for Muslim residents to have Susan as their leader, because she would not be able to join religious activities held by the 22 mosques, 59 musholla (houses of prayer) and hundreds of majelis talim (Islamic teaching groups) in their subdistrict.

They said they would stage a protest should the governor fail to accommodate their request.

Naser Nasrullah, a representative of the residents said on Monday that they only wanted the city administration to transfer her to a more heterogeneous subdistrict.

Resident Laeli, 35, said that she did not see Susan’s religion as a problem. “I don’t care about her religion as long as she serves the residents, such as facilitating them to get cards for free health services and cards for their children’s free-of-charge education.”

Susan responded to the petition by saying that she would not join religious events because she would respect the Muslim majority in the subdistrict.

“I would definitely join such events if the residents allowed me, but some residents told me that in Islam a non-Muslim is prohibited from entering a mosque or musholla,” she said. “However, I will always send my deputy head or another official to join such events.”

“The first priority for us is to create more effective public services by establishing one-stop services for ID cards and health cards on one floor of our office,” she said, adding that her other priorities were cleaning the Ciliwung River in the subdistrict and relocating street vendors to reduce traffic congestion. (ian)

The Jakarta Post

Dialog dan pendekatan personnel membawa wanita cantik ini memenangkan hati rakyat Lenteng Agung
Wah akhirnya diterima ya? nga gitu fasih inggris nih saya
baguslah kalo udah bisa diterima,
semoga tar bersama2 bisa ngebangun daerah yg dipimpinnya.
kepaksa ane copy paste ke mbah gugle

Kepala baru dari Lenteng Agung kecamatan di Jakarta Selatan, Susan Jasmine Zulkifli, 43, yang pengganti atas dasar sektarian dituntut pada hari Senin, telah memenangkan dukungan dari banyak warga.

Sekelompok orang yang menamakan diri Forum Lenteng Agung Warga untuk Reformasi (formala) mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka mendukung Susan sebagai bagian dari dukungan mereka terhadap upaya pemerintah kota untuk mengembangkan tata pemerintahan yang baik.

Seorang anggota forum, R. Soeprapto Nio, mengatakan bahwa forum itu akan mengumpulkan warga yang ingin perbaikan dalam Lenteng Agung untuk membahas solusi untuk oposisi oleh beberapa warga.

"Kami sangat menyarankan kepala kecamatan memeriksa orang-orang yang menyusun permohonan karena tidak ada warga yang menolak pengangkatannya," katanya. "Jika penolakan seperti itu benar, kami akan mempertimbangkan itu sebagai intoleransi terkait dengan suku, agama, ras dan afiliasi kelompok dan, karena itu, melaporkannya ke polisi."

Susan, seorang Protestan, berada di antara 311 dari kecamatan dan kabupaten pemimpin Jakarta yang diresmikan oleh Gubernur Joko "Jokowi" Widodo pada bulan Juni.

Namun, lebih dari sebulan setelah pelantikan dirinya, sebagian warga Lenteng Agung pergi ke Balai Kota untuk menyampaikan petisi menuntut agar pemerintah kota menggantikannya.

Para perwakilan warga menyerahkan daftar 2.300 nama dan 1.500 fotokopi KTP untuk mendukung permohonannya. Mereka mengatakan bahwa itu tidak masuk akal bahwa mereka memiliki seorang pemimpin non-Muslim, sebagai pemimpin mereka sebelumnya semua telah Muslim.

Mereka berpendapat bahwa hal itu akan menjadi canggung bagi warga Muslim untuk memiliki Susan sebagai pemimpin mereka, karena dia tidak akan bisa mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh 22 masjid, 59 mushola (rumah doa) dan ratusan majelis talim (kelompok ajaran Islam) di kecamatan mereka.

Mereka mengatakan mereka akan melancarkan protes harus gubernur gagal untuk mengakomodasi permintaan mereka.

Naser Nasrullah, seorang perwakilan warga mengatakan pada hari Senin bahwa mereka hanya ingin pemerintah kota untuk mentransfer ke sebuah kecamatan lebih heterogen.

Resident Laeli, 35, mengatakan bahwa dia tidak melihat agama Susan sebagai masalah. "Saya tidak peduli agamanya selama dia melayani warga, seperti memfasilitasi mereka untuk mendapatkan kartu pelayanan kesehatan gratis dan kartu pendidikan gratis-of-charge anak-anak mereka."

Susan menanggapi petisi tersebut dengan mengatakan bahwa dia tidak akan bergabung dengan acara keagamaan karena dia akan menghormati mayoritas Muslim di kecamatan.

"Saya pasti akan bergabung dengan acara-acara seperti jika warga memungkinkan saya, tetapi beberapa warga mengatakan kepada saya bahwa dalam Islam non-Muslim dilarang memasuki masjid atau musholla," katanya. "Namun, saya selalu akan mengirim wakil kepala saya atau pejabat lain untuk bergabung acara tersebut."

"Prioritas pertama bagi kami adalah untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih efektif dengan membentuk layanan satu atap untuk KTP dan kartu kesehatan di lantai satu kantor kami," katanya, menambahkan bahwa prioritas yang lain membersihkan Sungai Ciliwung di kecamatan dan relokasi PKL untuk mengurangi kemacetan lalu lintas.
Semoga aja tar gak muncul segerombolan orang yang menuntut Bu Susan jadi mualaf dulu sebelum menjabat lurah disana..
baguslah, mulai ada pemimpin yg bisa berdialog & bukan omdo. apalg sampai keluarin album
Bikin malu aje nih kalo berita sampe tersiar ke luar sana.
Apa kata dunia ? di ibukota negara RI abad 21 masih ada kelompok yang model begini. INI JAKARTA LOH. bukan daerah pelosok
Quote:Original Posted By susubasi
baguslah, mulai ada pemimpin yg bisa berdialog & bukan omdo. apalg sampai keluarin album


koq begitu sih Gan... jangan nyindir-nyindir gitu dwonk.... boleh dwonk sebagai persiapan setelah tidak menjabat sebagai presiden lagi....

acara ini disponsori oleh pulpy minute
terus yg kemarin menolak orang mana dan dr organ apa ya?

agan2 pasti tau sendiri
dikasi lurah bohay gtu ditolak
biasa liat babeh2 tambun yg doyanny molor kali ye
gak jadi bikin petisi keluarkan LA dari DKI
bikin malu saja.
english gann
Padahal ibunya Caem tuh :sLurpppp
yang paling penting khan liat hasil kerjanya... kalo bagus buat warganya kenapa nggak? apalagi bisa berdialog dgn baik kepada warganya.. buat apa punya pemimpin tapi hanya menerapkan "one way communication"
Quote:Original Posted By krammer
Semoga aja tar gak muncul segerombolan orang yang menuntut Bu Susan jadi mualaf dulu sebelum menjabat lurah disana..


ntar kalo jadi mualaf...tritnya bakalan muncul d kaskus bro
Quote:Original Posted By jb2013
Bikin malu aje nih kalo berita sampe tersiar ke luar sana.
Apa kata dunia ? di ibukota negara RI abad 21 masih ada kelompok yang model begini. INI JAKARTA LOH. bukan daerah pelosok




please stop

emang di amerika ada kepala daerah muslim

yang namanya mayoritas dimana mana sama
jangan kasi stereotip seolah2 orang indonesia aja yang begitu
Yup biasa ketemu Lurah model Ahmad Fathanah, giliran dikasih lurah model caem, pintar dan punya kemampuan komunikasi ke warga lagi gitu pada nolak. Goblog banget dah. Pindah ke kelurahan ai aja deh bu, kalau mereka masih nolak
Quote:Original Posted By kamenyaro

"Kami sangat menyarankan kepala kecamatan memeriksa orang-orang yang menyusun permohonan karena tidak ada warga yang menolak pengangkatannya," katanya. "Jika penolakan seperti itu benar, kami akan mempertimbangkan itu sebagai intoleransi terkait dengan suku, agama, ras dan afiliasi kelompok dan, karena itu, melaporkannya ke polisi."

Laporin saja biar jadi pelajaran bagi para oknum cecunguk itu.

Quote:Original Posted By kamenyaro

Resident Laeli, 35, mengatakan bahwa dia tidak melihat agama Susan sebagai masalah. "Saya tidak peduli agamanya selama dia melayani warga, seperti memfasilitasi mereka untuk mendapatkan kartu pelayanan kesehatan gratis dan kartu pendidikan gratis-of-charge anak-anak mereka."

Masih ada yg berpikiran terbuka rupanya.
Gara2 nama daerahnya LA beritanya jadi bahasa ingris?

Lurah mah cuma tukang stempel, gak perlu yg agama tertentu. Kecuali lurahnya disuruh jadi imam masjid ya gak nyambung.