KASKUS

Exclamation {Mirip Kasus Indoguna} PT Kernel Gelontorkan Uang utk Muluskan Ekspansi ke SKK Migas

PT Kernel Gelontorkan Uang untuk Muluskan Ekspansi ke SKK Migas
Icha Rastika
Selasa, 20 Agustus 2013 | 14:16 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com — Komisaris PT Kernel Oil Private Limited (KOPL) Simon G Tanjaya, melalui pengacaranya, Junimart Girsang, mengaku telah menggelontorkan sejumlah uang demi memuluskan rencana PT KOPL untuk berekspansi ke kegiatan hulu minyak dan gas.

Simon mengaku telah menyerahkan uang kepada Deviardi alias Ardi, pelatih golf Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, senilai total 700.000 dollar AS.

"Pak Simon ingin ekspansi perusahaan Kernel Oil ke SKK Migas," kata Junimart di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (20/8/2013).

Menurutnya, PT Kernel Oil ingin berekspansi ke kegiatan hulu minyak dan gas karena selama ini hanya bergelut dalam bisnis solar. PT Kernel, kata Junimart, belum pernah ikut tender di SKK Migas.

"Karena selama ini mereka bergerak di bidang perdagangan solar. Solar ini hubungan ke Dirjen Migas, ke BPH Migas, dan ke Kementerian Perdagangan," kata Junimart.

Ia juga mengungkapkan, kliennya memberikan uang kepada Deviardi karena menganggap Ardi sebagai sekretaris SKK Migas. Kepada Simon, kata Junimart, Ardi mengaku sebagai sekretaris SKK Migas. Mengenai kepada siapa saja uang 700.000 dollar AS dibagi-bagikan oleh Ardi, Junimart mengatakan bahwa kliennya tidak mengetahui hal tersebut.

Simon mengaku tidak tahu jika kemudian uang itu diberikan Ardi kepada Rudi. "Hanya beliau mengetahui uang itu diserahkan melalui Pak Ardi, nanti Pak Ardi yang akan mengatur pembagian ke sana, kemari," ujarnya.

Simon pun, lanjut Junimart, mengaku tidak kenal Rudi ataupun pejabat SKK Migas yang lain.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Rudi sebagai tersangka atas dugaan menerima suap dari petinggi PT KOPL Simon terkait kegiatan hulu minyak dan gas. Selain Rudi dan Simon, KPK juga menetapkan Deviardi sebagai tersangka.

Sama halnya dengan Rudi, Deviardi diduga menerima uang dari Simon. Beberapa hari lalu, Deviardi dan Rudi tertangkap tangan penyidik KPK di kediaman Rudi dengan barang bukti uang senilai 400.000 dollar AS, 90.000 dollar AS dan 127.000 dollar Singapura, serta motor berkapasitas mesin besar bermerek BMW.

Tim penyidik juga menyita uang tunai 200.000 dollar AS dari kediaman Ardi. Terkait penyidikan kasus ini, KPK telah menggeledah ruang kerja Sekjen Kementerian ESDM Waryono Karyo. Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita uang 200.000 dollar AS yang dibungkus dalam tas hitam. Selain menggeledah ruangan Sekjen ESDM, KPK menggeledah kantor SKK Migas sejak Rabu (14/8/2013) malam, hingga Kamis (15/8/2013) sore.

Dari penggeledahan tersebut, KPK menyita sejumlah uang dan emas di ruangan Rudi. Nilai uang yang ditemukan sekitar 60.000 dollar Singapura, 2.000 dollar AS, dan kepingan emas seberat 180 gram. KPK juga menyita uang dalam deposit box yang berada di Bank Mandiri, Jakarta, senilai total 350.000 dollar AS.

Source


Selasa, 20 Agustus 2013 | 13:29
Deviardi Mengaku sebagai Sekretaris SKK Migas


Jakarta - Deviardi, pelatih golf, perantara suap dari Kernel Oil Pte Ltd kepada Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Minyak dan Gas (SKK Migas) nonaktif, Rudi Rubiandini, ternyata mengaku dirinya sebagai Sekretaris SKK Migas.

Hal itu diungkap oleh Junimart Girsang, pengacara petinggi Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya, di kantor KPK, Selasa (20/8). "Ardi (sapaan akrab Deviardi) itu mengaku sebagai Sekretaris SKK Migas kepada Simon," kata Junimart.

Menurut Junimart, Deviardi telah mengelabui Simon dengan mengaku sebagai Sekretaris SKK Migas. Karena percaya Deviardi sebagai Sekretaris SKK Migas, maka Simon menyerahkan uang kepada SKK Migas guna kepentingan bisnis, kepada Deviardi.

Simon menurut Junimart, mengaku menyerahkan uang sebanyak dua kali kepada Deviardi. Uang US$300.000 diserahkan lima hari sebelum Lebaran, kemudian uang US$400.000 diberikan kepada Deviardi seusai lebaran, saat KPK menangkap Rudi.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Rudi Rubiandini Kepala SKK Migas nonaktif, beserta Simon Tanjaya (pemilik Kernel Oil) dan Deviardi, seorang pelatih golf, sebagai tersangka. Rudi dan Deviardi diduga telah menerima uang dari Simon sebesar US$400.000. Pemberian uang diduga terkait dengan kegiatan-kegiatan yang menjadi lingkup kewenangan SKK Migas.

KPK menjerat Rudi dan Deviardi dengan pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. Sementara Simon diduga melanggar pasal 5 ayat 1 atau pasal 13 Undang-Undang No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Rudi dan Deviardi kini telah ditahan KPK di Rumah Tahanan (Rutan) Jakarta timur Cabang KPK. Sementara Simon ditahan di Rutan Guntur.

Sejak dua hari lalu, KPK juga melakukan geledah di tiga lokasi, yaitu kantor Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Sekjen Kemen ESDM), kantor Kernel Oil di SCBD, serta di kantor SKK Migas.

Dari hasil geledah, KPK mendapatkan barang bukti berupa dokumen. Selain itu, KPK juga menemukan uang dalam tas hitam sebanyak US$200.000, di ruangan Sekjen Kementerian ESDM bernama Waryono Karno.

Di ruang kerja Rudi, penyidik KPK mendapatkan uang US$2.000, SIN$60.000 dan kepingan emas seberat 180 gram. Selain itu, dari deposit box Rudi di Bank Mandiri, KPK menemukan uang US$350.000. Seluruh uang tersebut kini dalam penyitaan KPK.

Sebelumnya, segera setelah peristiwa tangkap tangan, KPK juga menyita uang US$200.000 dan SIN$127.000 di rumah Rudi, serta US$90.000 di rumah Deviardi (perantara suap ke Simon ke Rudi).

Source

Kasus yang kurang lebih sama = Perusahaan menyuap pemerintah untuk kelancaran bisnisnya.

Kesamaan peran:
Kernel = Indoguna = Penyuap
Deviardi = Fathanah = Perantara
Rudi = Luthfi = Penerima suap

Tinggal menunggu konfirmasi kebenaran pertemuan Simon (Kernel), Deviardi, dan Jero Wacik di lapangan golf.
"Simon pun mengaku tidak kenal Rudi ataupun pejabat SKK Migas yang lain".

Iya ... iyaa ... ane ngerti, kasus2 yg lain juga kek gitu kok, awalnya bilang ngga kenal
Salam tempel uda rahasia umum perizinan birokrasi Indonesia, temen gua ada yg bangun komplek ruko di daerah Kembangan aja untuk perizinan per ruko dipatok langsung 15 jt per ruko sama RT/RW, klo ga bayar segitu ga bakal keluar izinnya. Itung aja klo 10 unit ruko uda keciprat berapa si RT/RW. Ini baru sekelas pejabat kecil, klo sekelas menteri bisa milyaran, bahkan ratusan M
Quote:Original Posted By hawk
Salam tempel uda rahasia umum perizinan birokrasi Indonesia, temen gua ada yg bangun komplek ruko di daerah Kembangan aja untuk perizinan per ruko dipatok langsung 15 jt per ruko sama RT/RW, klo ga bayar segitu ga bakal keluar izinnya. Itung aja klo 10 unit ruko uda keciprat berapa si RT/RW. Ini baru sekelas pejabat kecil, klo sekelas menteri bisa milyaran, bahkan ratusan M

Sepertinya sudah jadi rahasia umum dan budaya.
kernel atau kernet sih?
goblok banget tuh perusahaan kalo percaya begitu aja sama pelatih golf
emang gak di cek dulu
kayanya cuma ngeles neh
ada yang beda kasusnya:
Rudi : pejabat aktif
Luthfi : bukan pejabat...
pejabat disuap bisa rubah kebijakan, non pejabat??? pikir aja sendiri....
Quote:Original Posted By anakuper
ada yang beda kasusnya:
Rudi : pejabat aktif
Luthfi : bukan pejabat...
pejabat disuap bisa rubah kebijakan, non pejabat??? pikir aja sendiri....


anggota dpr bukan pejabat yaaa
beda lahhh, kalo induguna itukan bagi keuntungan (musyarakah n mudharabah).
kalo kernel murni untuk pelicin pemenangan tender
hukum mati koruptor.
Quote:Original Posted By soipon
[size="4"]
Kesamaan peran:
Kernel = Indoguna = Penyuap
Deviardi = Fathanah = Perantara
Rudi = Luthfi = Penerima suap

Tinggal menunggu konfirmasi kebenaran pertemuan Simon (Kernel), Deviardi, dan Jero Wacik di lapangan golf.


Kurang pushtun nya gan
Quote:Original Posted By gunturep


Kurang pushtun nya gan


entar jg bakalan ngerembet k sono gan
Quote:Original Posted By faral


entar jg bakalan ngerembet k sono gan

Bisa2 caddy golf nanti terlibat.
semalam di ILC pimpinan kernel yang namanya widodo ogah pakai bahasa Indonesia (lahir di Semarang). Dia bilang cuma kena titipan uang 700rb dollar. Katanya Kernel ditipu, Kernel bersih.

Oh dunia...
simon bilang kagak kenal rudy.... yah tunggu aja foto nya nanti pas maen golf
kayak si Pahri Hamzah bilang kagak kenal Patonah ehhh ternyata muncul deh foto makan bareng