KASKUS

Thumbs up Tokoh-tokoh yang berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Gak nyangka bakal jd HT
Spoiler for HT:


Spoiler for no repost:


Hari ini kita akan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 68
Nah pada peristiwa tersebut banyak tokoh yang berperan penting dalam peristiwa tersebut..
Salah satunya Bapak Proklamator RI Ir.Soekarno
Ane jelasin bebrapa tokoh yang berperang penting dalam proklamasi kemerdekaan indonesia tsb


Quote:Ir.Soekarno



Siapa yang tidak kenal dengan Ir.Soekarno, Beliau adalah orang yang paling berjasa dalam kemerdekaan republik indonesia.

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno yang biasa dipanggil Bung Karno, lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970. Bung Karno sebagai tokoh pada masa perjuangan hingga masa kemerdekaan menjadi panutan bagi para pejuang kemerdekaan yang lain. Beberapa peran Bung Karno di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Bung Karno menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Hatta dan Mr. Achmad Soebardjo.
b. Bung Karno menandatangani teks Proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Hatta.
c. Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di kediamannya di jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta
.


Quote:Drs. Moh. Hatta



Selain sebagai Wakil presiden Indonesia beliau juga adalah Bapak Koperasi Indonesia

Dr.(H.C.) Drs. H. Mohammad Hatta (populer sebagai Bung Hatta, lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat (kampung TS ), 12 Agustus 1902 – wafat di Jakarta, 14 Maret 1980 pada umur 77 tahun) adalah pejuang, negarawan, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Bung Hatta adalah teman seperjuangan Bung Karno. Beberapa peran Bung Hatta dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Bung Hatta menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Karno dan Mr. Achmad Soebardjo.
b. Bung Hatta menandatangani teks Proklamasi atas nama bangsa Indonesia bersama Bung Karno.


Quote:Mr. Achmad Soebardjo



Achmad Soebardjo Djojoadisurjo (lahir di Karawang, Jawa Barat, 23 Maret 1896 – wafat 15 Desember 1978 pada umur 82 tahun) adalah Menteri Luar Negeri Indonesia yang pertama. Mr. Achmad Soebardjo merupakan salah seorang tokoh dari golongan tua yang berperan dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Adapun peranan Mr. Achmad Soebardjo adalah sebagai berikut.
a. Mr. Achmad Soebardjo menyusun konsep teks proklamasi di rumah Laksamana Tadashi Maeda bersama Bung Karno dan Bung Hatta.


Quote: Laksamana Tadashi Maeda



Walaupun beliau orang Jepang , dia rela membantu indonesia karena simpati akan nasib rakyat indonesia

Laksamana Tadashi Maeda adalah seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. Ia melanggar perintah Sekutu yang melarang para pemimpin Indonesia mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peranannya dalam mempersiapkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Laksamana Tadashi Maeda menyediakan rumahnya untuk tempat penyusunan konsep teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.


Quote: Sukarni



Sukarni (lahir di Blitar, Jawa Timur, 14 Juli 1916 – wafat di Jakarta, 7 Mei 1971 pada umur 54 tahun), yang nama lengkapnya adalah Sukarni Kartodiwirjo, adalah tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Sukarni adalah salah seorang tokoh pemuda dan pejuang yang gigih melawan penjajah. Peran Sukarni antara lain sebagai berikut.
a. Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks Proklamasi adalah Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia.
b. Sukarni jugalah dan para golongan muda yang mendesak Soekarno & Hatta agar segera mempercepat proklamasi kemerdekaan RI


Quote: Fatmawati



beliaulah sang istri dari Bapak Proklamator Indonesia

Fatmawati yang bernama asli Fatimah. Lahir di Bengkulu pada tahun 1923 dan meninggal dunia di Jakarta pada tahun 1980 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Fatmawati setia menemani Bung Karno selama masa perjuangan. Peranan Fatmawati dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah sebagai berikut.
a. Fatmawati menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta.


Quote:Sayuti Melik



Dialah yang mengetik Teks Proklamasi untuk dibacakan Ir.Soekarno

Sayuti Melik adalah tokoh pemuda yang juga sangat berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Peran Sayuti Melik adalah sebagai berikut.
a. Sayuti Melik mengetik naskah Proklamasi setelah ia sempurnakan dari tulisan tangan Bung Karno.


Quote:Selain tokoh – tokoh di atas, juga terdapat para tokoh-tokoh yang ikut berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Para tokoh-tokoh tersebut adalah sebagai berikut.
1. B.M..Diah
Beliau merupakan tokoh yang berperan sebagai wartawan dalam menyiarkan kabar berita Indonesia Merdeka ke seluruh penjuru tanah air.
Spoiler for pict:


2. Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Tri Murti
Mereka berperan penting dalam pengibaran bendera merah putih pada acara proklamasi 17-08-1945. Tri Murti sebagai petugas pengibar pemegang baki bendera merah putih.
Spoiler for pict:


3. Frans S. Mendur
Beliau seorang wartawan yang menjadi perekam sejarah melalui gambar-gambar hasil bidikannya pada peristiwa-peristiwa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia bersama kawan-kawannya di Ipphos (Indonesia Press Photo Service).
Spoiler for pict:


4. Syahrudin
Adalah seorang telegraphis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi ketika personil jepang istirahat pada tanggal 17 agustus 1945 jam 4 sore.
Spoiler for pict:


5. Soewirjo
Beliau adalah Gubernur Jakarta Raya yang mengusahakan kegiatan upacara proklamasi dan pembacaan proklamasi berjalan aman dan lancar
Spoiler for pict:

.


Tidakkah kita selayaknya menghormati mereka yang telah bersusah payah dengan berkorban nyawa , tenaga dan pikirannya supaya NKRI merdeka
"Be Creatif Indonesia, Lets Continue Our Patriotic Hero Dreams"


Quote:sumber
sumber
sumber


Quote:Harapan TS cuma
Jangan Lupa
Jadilah kaskuker yang baik dgn meninggalkan komennya


Tambahan kaskuser :

Quote:Quote:Original Posted By ankamez
TS ane nitip Film ane ttg ex prajurit jepang yang terinspirasi teman indonesianya tentang sebuah ramalan yang singkron sm ideologi yg dia anut.
Walaupun setting waktu film ini post-kemerdekaan, tapi tetap aja gan, klo kemerdekaan ga dipertahanin setelah proklamasi, Jawa pasti udah direnggut Belanda lagi di Agresi Militer 1 dan 2.




Terkadang kita terlalu mengingat pahlawan-pahlawan besar sampai kita lupa bahwa kemerdekaan direnggut oleh banyak orang, banyak korban, banyak detil-detil kecil yang menjadikan kemerdekaan sakral.
Pesan dr Film ini, bahwa pahlawan bisa datang dari mana aja gan, bahkan dari pihak musuh sekalipun.

Kalo berkenan boleh dipampang di page one TS.


Quote:Original Posted By favgadget
Sekedar Tambahan Aja Gan, Supaya Generasi Sekarang Ga Ada Yang Lupa...



Djiaw Kie Siong Dan Peristiwa Rengasdengklok

Spoiler for rengasdengklok:


Spoiler for rengasdengklok:


SUMBER 1
SUMBER 2

INI FOTO2 NYA
Foto Djiaw Kie Siong


Kondisi Dalam Rumah Bersejarah




RUMAHNYA GAN!!!



Kalau TS berkenan, tolong cantumkan di dpn ya... Biar generasi sekarang tau peristiwa lengkapnya seperti apa...

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA

info mantap gan ane pun baru tau


Quote:Update tambahan kaskuser Datuk Tan Malaka

Makasih banyak yang udah nyendolin
Quote:




Mampir ke Thread ane lainnya :
Quote: 10 Rahasia Dan Trick Situs Google



yg gw tahu no 1 dan 2 aja gan

makasih gan sharenya
pertamax....
para tokoh kharismatik....
Sambungan Tambahan kaskuser :

Quote:

Quote:Original Posted By adityas182
Sory gan bukan niatan saya untuk mengoreksi..
tetapi yang agan share ini, bukanlah pemeran utama dalam sebuah gerakan besar untuk merebut kemerdekaan..

1 Datuk Tan Malaka
Spoiler for PIC:


Sutan Ibrahim Gelar Datuk Tan Malaka lahir di Pandan Gadang, Suliki, Sumatera Barat, tahun 1896. Ia menempuh pendidikan Kweekschool di Bukittinggi sebelum melanjutkan pendidikan ke Belanda. Pulang ke Indonesia tahun 1919 ia bekerja di perkebunan Tanjung Morawa, Deli.

Penindasan terhadap buruh menyebabkan ia berhenti dan pindah ke Jawa tahun 1921. Ia mendirikan sekolah di Semarang dan kemudian di Bandung. Aktivitasnya menyebabkan ia diasingkan ke negeri Belanda. Ia malah pergi ke Moskwa dan bergerak sebagai agen komunis internasional (Komintern) untuk wilayah Asia Timur. Namun, ia berselisih paham karena tidak setuju dengan sikap Komintern yang menentang pan-Islamisme.

Ia berjuang menentang kolonialisme "tanpa henti selama 30 tahun" dari Pandan Gadang (Suliki), Bukittinggi, Batavia, Semarang, Yogya, Bandung, Kediri, Surabaya, sampai Amsterdam, Berlin, Moskwa, Amoy, Shanghai, Kanton, Manila, Saigon, Bangkok, Hongkong, Singapura, Rangon, dan Penang. Ia sesungguhnya pejuang Asia sekaliber Jose Rizal (Filipina) dan Ho Chi Minh ( Vietnam).

Ia tidak setuju dengan rencana pemberontakan PKI yang kemudian meletus tahun 1926/1927 sebagaimana ditulisnya dalam buku Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia, Kanton, April 1925 dan dicetak ulang di Tokyo, Desember 1925). Perpecahan dengan Komintern mendorong Tan Malaka mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI) di Bangkok, Juni 1927.

Walaupun bukan partai massa, organisasi ini dapat bertahan sepuluh tahun; pada saat yang sama partai-partai nasionalis di Tanah Air lahir dan mati.

Perjuangan Tan Malaka yang bersifat lintas bangsa dan lintas benua telah diuraikan secara rinci dalam dua jilid biografi yang ditulis Poeze. Setelah Indonesia merdeka, perjuangan Tan Malaka mengalami pasang naik dan pasang surut. Ia memperoleh testamen dari Bung Karno untuk menggantikan apabila yang bersangkutan tidak dapat menjalankan tugasnya.

Namun, tahun 1948, Tan Malaka dikenal sebagai penentang diplomasi dengan Belanda yang dilakukan dalam posisi merugikan Indonesia. Ia memimpin Persatuan Perjuangan yang menghimpun 141 partai/organisasi masyarakat dan laskar, menuntut agar perundingan baru dilakukan jika Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia seratus persen.

Tahun 1949 Tan Malaka ditembak. Tanggal 28 Maret 1963 Presiden Soekarno mengangkat Tan Malaka sebagai pahlawan nasional. Namun, sejak era Orde Baru, namanya dihapus dalam pelajaran sejarah yang diajarkan di sekolah walau gelar pahlawan nasional itu tidak pernah dicabut. Adalah kebodohan rezim Orde Baru menganggap Tan Malaka sebagai tokoh partai yang dituduh terlibat pemberontakan beberapa kali. Tan Malaka justru menolak pemberontakan PKI tahun 1926/1927. Ia sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa Madiun 1948. Bahkan, partai yang didirikan tanggal 7 November 1948, Murba, dalam berbagai peristiwa berseberangan dengan PKI.

Harry Poeze telah menemukan lokasi tewasnya Tan Malaka di Jawa Timur berdasarkan serangkaian wawancara yang dilakukan pada periode 1986 sampai dengan 2005 dengan para pelaku sejarah yang berada bersama-sama dengan Tan Malaka tahun 1949. Dengan dukungan dari keluarga dan lembaga pendukung Tan Malaka, sedang dijajaki kerja sama dengan Departemen Sosial Republik Indonesia untuk memindahkan kuburannya ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Tentu untuk ini perlu tes DNA, misalnya. Tetapi, Depsos dan Pemerintah Provinsi Jatim harus segera melakukannya sebelum masyarakat setempat secara sporadis menggali dan mungkin menemukan tulang belulang kambing yang bisa diklaim sebagai kerangka jenazah sang pahlawan nasional.

Temuan baru
Banyak penemuan baru yang terdapat dalam buku Tan Malaka yang terakhir ini. Sejarah revolusi Indonesia tahun 1945-1949 seperti diguncang untuk ditinjau ulang. Peristiwa Madiun 1948 dibahas sebanyak 300 halaman. Poeze menggunakan arsip Komintern yang terdapat di Moskwa.

Ia juga menemukan arsip menarik tentang Soeharto. Selama ini sudah diketahui bahwa Soeharto datang ke Madiun sebelum meletus pemberontakan. Soemarsono berpesan kepadanya bahwa kota itu aman dan agar pesan itu disampaikan kepada pemerintah. Poeze menemukan sebuah arsip menarik di Arsip Nasional RI bahwa Soeharto pernah menulis kepada "Paduka Tuan" Kolonel Djokosoejono, komandan tentara kiri, agar beliau datang ke Yogya dan menyelesaikan persoalan ini. Soeharto menulis "saya menjamin keselamatan Pak Djoko". Dokumen ini menarik karena ternyata Soeharto mengambil inisiatif sendiri sebagai penengah dalam peristiwa Madiun.

Dalam kondisi ini, Tan Malaka mungkin lebih cocok disebut sebagai pahlawan yang terlupakan. Mengapa demikian, karena Ia berpuluh-puluh tahun telah berjuang bersama rakyat, namun kemudian dibunuh dan dikuburkan disamping markas militer di sebuah desa di Kediri pada 1949, tanpa banyak yang tahu. Padahal ia lebih dari tiga dekade merealisasikan gagasannya dalam kancah perjuangan Indonesia. Ini dapat dilihat dari ketika Tan Malaka pertama kali menginjakkan kaki di tanah Jawa, yakni dengan mendirikan Sekolah Rakyat di Semarang. Padahal Tan Malaka ketika sedang dalam pengejaran Intelijen Belanda, Inggris dan Amerika.

Menurutnya, pendidikan rakyat jelas merupakan cara terbaik membebaskan rakyat dari kebodohan dan keterbelakangan untuk membebaskan diri dari kolonialisme. Tan Malaka dan gagasannya tidak hanya menjadi penggerak rakyat Indonesia, tetapi juga membuka mata rakyat Philipina dan semenanjung Malaya atau bahkan dunia.

Harry Poeze telah menemukan lokasi tewasnya Tan Malaka di Jawa Timur. Lokasi tempat Tan Malaka disergap dan kemudian ditembak adalah Dusun Tunggul, Desa Selopanggung, di kaki Gunung Wilis. Penembakan itu dilakukan oleh Suradi Tekebek atas perintah Letnan Dua Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya. Pada masa selanjutnya, Soekotjo pernah menjadi Wali Kota Surabaya dan terakhir berpangkat brigjen, meninggal tahun 1980-an.

Dalam penelitiannya Poeze juga memanfaatkan foto-foto sejarah. Rapat raksasa di lapangan Ikada (sekarang lapangan Monas) Jakarta, 19 September 1945, yang dihadiri 15.000 orang dari seputar Jakarta merupakan momen historis penting. Walau Indonesia sudah merdeka, peralihan kekuasaan belum terlaksana. Tentara Jepang masih memegang senjata dan mengancam jika rakyat mengadakan rapat lebih dari lima orang. Rapat raksasa di lapangan Ikada itu dirancang pemuda untuk memperlihatkan dukungan rakyat kepada proklamasi. Soekarno ragu untuk menghadiri rapat tersebut karena khawatir tentara Jepang melakukan penembakan massal terhadap penduduk. Rapat itu akhirnya berlangsung dan Soekarno berpidato beberapa menit.

Spoiler for pic:


Poeze sempat memeriksa foto-foto tentang peristiwa itu. Ia menemukan seseorang yang memakai helm di dekat Bung Karno ketika berpidato. Bahkan, pada salah satu foto, Soekarno dan orang itu berjalan berdampingan. Setelah membandingkan berbagai foto itu, berkesimpulan bahwa lelaki berhelm itu adalah Tan Malaka. Lelaki itu lebih pendek dari Soekarno dan ukurannya di foto ternyata cocok karena tinggi Soekarno adalah 1,72 meter dan Tan Malaka 1,65 meter.

oh ia satu lagi pesan ane gan, jangan mau memakan sejarah melenceng versi soeharto

Taro di pajwan kalo berkenan gan, jadi biar lengkap

kalau istilahnya pelopornya ini
Quote:Quote:Original Posted By tokomadju
yg gw tahu no 1 dan 2 aja gan

makasih gan sharenya


sama" gan, kita harus saling mengingatkan

[QUOTE=p3t3r4ndr345;520f04f73f42b20b48000003]Tengkiu inponya gan
Soalnya ane udah lupa ama pelajaran sejarah jaman dulu


makasih gan

Quote:Original Posted By sanchan.egao
merdeka!


merdeka !

Quote:Original Posted By tnwdjy
Jadi terharu ingat jaman proklamasi gan


iya gan keras bgt perjuangan pahlawan kita

Quote:Original Posted By Chikalplus
share yg bermanfaat banget tuk nambah wawasan ane nih gan


makasih gan

Quote:Original Posted By aryandasaja
Orang2 hebat yg dipunya indonesia..
Mereka berpikir utk anak cucu,bukan buat mereka sndiri


emang salut ane gan ama pahlawan kita

Quote:Original Posted By searchinggold
mantap gan

smoga ane the next tokoh hehe


semoga aja gan

Quote:Original Posted By SepH..
masi banyak tokoh" yang berperan,cuma di pelajaran sejarah cuma sedikit yang dikupas.. nice thread gan


thanks gan

Quote:Original Posted By amyramzietkj
ternyata ad yg sama
ane jg cuma tau yg nomor 1 n 2 ajh gan
makasih udh share.. conice inpoh ny


sama" gan

Quote:Original Posted By 77VestaKiryu77
mudah"an jd pedepoman buat ane n generasi mendatang...biar jd bangsa yg bisa hargai bangsa nya sendiri


setuju

sejarah gaaan meskipun pelajaran sejarah sulit banget, klo ini mah ane masih tau dikit-dikit
btw, makasih TS udah bikin trit ini

btw anyway bitiwew, ane pekiwan ternyata
Quote:Original Posted By gaisuke

sejarah gaaan meskipun pelajaran sejarah sulit banget, klo ini mah ane masih tau dikit-dikit
btw, makasih TS udah bikin trit ini

btw anyway bitiwew, ane pekiwan ternyata


thanks gan bantu gan biar yang lain pada tau
dikit bgt yang komeng
sepi amat thread ane
mantap gan , yang paling berjasa banget siapa yah gan kira" ?

Merdeka!!
Merdeka!!!

Hormat Grak!!! buat pahlawan-pahlawan diatas
jasa-jasa harus selalu di hargai dan di kenang
Nih gua bantu komeng gan, FYI, ane paling salut sama Ir. Soekarno dia orang yang penuh kharismatik, seorang Insinyur, Seniman, Budayawan, Negarawan, ah banyak lah
cekidoteuy #ajib
merdeka gan..berkat jasa2 mereka kita bisa seperti sekarang ini
Laksamana Maeda juga berperan banyak rupanya

Quote:[Free DOWNLOAD] Buku Biografi JOKOWI - Spirit BANTARAN KALI

[Free DOWNLOAD] Buku HABIBIE dan AINUN

[Free DOWNLOAD] Buku SEPATU DAHLAN ISKAN
Laksamana maeda keren