KASKUS

Menarik ini ane mau lihat solusi yg dberikan oleh TNI kita


Btw


Kenapa gak FREE AUSTRALIA ya? Itukan tanahnya aborigines
Pemerintah RI (TNI) berani melawan musuh yg merupakan aktor negara (malaysia) di perairan ambalat yaitu berani nyerempet kapal tentara malaysia dan digiring keluar teritori RI, ini yg berlayar di freedom flotila bukan aktor negara tapi gerombolan pro separatis opm maka harusnya Pemerintah RI (TNI) bisa lebih tegas lagi, tunggu mereka masuk batas teritori kemudian ciduk mereka semua dan hukum dengan hukuman penjara maximal, kesalahan mereka jelas, mereka melanggar hukum,tdk ada ijin masuk dan pasport yg merupakan aturan yg berlaku diseluruh dunia.
ini kasus kaya lussitania expresso bakal terjadi lgi... aushit memang fuck!
tenggelamkan saja itu kapal, buat kaya nmavi marmara juga boleh.... gnggu kedaulatan aja.... pokoknya NKRI harga mati
Quote:Original Posted By t_3_L_0_R
Waingai, aktivis Papua Merdeka yang mendapat suaka di Australia 7 tahun lalu mengklaim perjalanan mereka tidak bermotif politik tapi sebuah perjalanan budaya.

Perjalanan itu disebut mempunyai misi untuk memperingati pemisahan daratan Australia dan pulau Papua sejak zaman pencairan es 10 ribu tahun yang lalu dan era kolonisasi.

“Terserah orang mau bilang apa, tujuan saya cuma satu, saya jalan untuk ;connect ;dua tempat antara pulau dan daratan besar,” kata Waingai.

lol
Quote:Original Posted By knoxvillee
ane share berita
Quote:'Yang disebut Freedom Flotilla adalah golongan pinggir yang pandangannya tidak didukung oleh orang Australia pada umumnya," demikian siaran pers Kedubes Australia yang diterima, Minggu (18/8).

ingat medan perangnya itu opini masyarakat dunia. Yg harus diubah itu adalah pandangan masyarakat dunia thd negara ini (termasuk si aktivis aborigin yg mengaku belum mengerti ttg keadaan di papua). Kalo dibalas dg cara yg malah memperburuk pandangan mereka thd kita hasilnya semakin buruk dong.

kalo misalnya mereka dilanda badai, harapkan TNIAL/AU langsung dan berhasil memberi bantuan. coba bayangkan apa yg terjadi kalo muncul di headline koran mainstream di australia menggambarkan TNI sebagai hero (dan diulang2)...
disini diuji kedewasaan TNI n aparat Negara menangani kasus gak genah kek gini..
bukan kah emang yang diharapkan mereka perhatian, apalagi klo ampe "digebukin" TNI tambah seneng dia.

mending majuin petugas2 sipil or polisi, toh mereka juga unarmed TNI cukup amati aja dari jauh klo panas baru deh maju.
Saat kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando Israel.... saya yakin lebih dari 50 % warga Indonesia menghujat dan mencemooh pasukan komando Israel, bahkan mungkin di formil ini. ( hayo ngaku aja )

Seandainya nanti kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando TNI-AL, apakah lebih dari 50% warga Indonesia akan menghujat pasukan komando TNI-AL ? ( termasuk dulu yang menghujat pasukan komando Israel ? )
Yang jelas sih pasti rakyat Israel akan mencemooh orang Indonesia yang telah menjilat ludahnya sendiri. ( jangan marah ya... )

Pasti nanti ada yang NGELES dengan bilang.... ini kan lain persoalannya.
Quote:Original Posted By itilmencelat
Saat kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando Israel.... saya yakin lebih dari 50 % warga Indonesia menghujat dan mencemooh pasukan komando Israel, bahkan mungkin di formil ini. ( hayo ngaku aja )

Seandainya nanti kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando TNI-AL, apakah lebih dari 50% warga Indonesia akan menghujat pasukan komando TNI-AL ? ( termasuk dulu yang menghujat pasukan komando Israel ? )
Yang jelas sih pasti rakyat Israel akan mencemooh orang Indonesia yang telah menjilat ludahnya sendiri. ( jangan marah ya... )

Pasti nanti ada yang NGELES dengan bilang.... ini kan lain persoalannya.


Ini beda kapal dan organisasi.
Baca dulu dari awal, jangan tunjukkan kebodohan karena kemalasan anda !

Dan memang ini beda persoalan nya.

Anda menyamakan Indonesia sama seperti Israel ???
Cckckckck....
Quote:IMD - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto telah menginstruksikan TNI-AL dan TNI-AU melalui Panglima TNI untuk mengantisipasi kedatangan kapal Australia yang membawa sekelompok aktivis Australia dan Papua Barat yang dikabarkan akan berlayar dari Cairns, Australia, Sabtu (17/8) waktu setempat, ke Papua Barat, Indonesia. Ini dilakukan sebagai bentuk protes kekerasan yang dialami masyarakat Papua Barat.

Djoko di Jakarta, Minggu (18/8), mengaku telah berkomunikasi dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Greg Moriaty. Menurut Djoko, Greg menjelaskan kapal tersebut akan berlayar dari Cairns ke Papua Nugini, bukan ke Indonesia atau wilayah Papua.

"Mereka juga tidak memiliki visa untuk melintas wilayah Indonesia. TNI-AL dan TNI-AU sudah siaga untuk mengantisipasi perjalanan mereka," kata Djoko melalui pesan singkatnya.

Ia pun telah menyampaikan kepada Dubes Australia sebaiknya tidak boleh ada negara menjadi tempat memfasilitasi untuk pemberangkatan siapapun yang mengganggu kedaulatan negara lain. "Sangat jelas, saya sampaikan kepada Dubes Australia sebaiknya tidak boleh ada negara menjadi tempat memfasilitasi untuk pemberangkatan siapapun yang mengganggu kedaulatan negara lain. Kalau dikaitkan dengan kekerasan dan HAM. Kami (pemerintah Indonesia) juga memilik concern yang sama," tegasnya.

Diketahui, sekitar 50 orang dalam rombongan tersebut akan menumpang dua kapal Papua Barat Freedom Flotilla, ke pantai timur Australia, melalui Selat Torres, lalu menuju Papua Nugini, di mana mereka berharap dapat melanjutkan perjalanan ke Merauke di pantai selatan Papua.

Di antara mereka terdapat seorang warga Aborigin Australia, Kevin Buzzacott, dan pemimpin Papua Barat, Jacob Rumbiak. Para peserta Freedom Flotilla ini telah menolak visa Indonesia, dan akan memasuki perairan Indonesia tanpa izin berlayar.
Quote:Original Posted By itilmencelat
Saat kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando Israel.... saya yakin lebih dari 50 % warga Indonesia menghujat dan mencemooh pasukan komando Israel, bahkan mungkin di formil ini. ( hayo ngaku aja )

Seandainya nanti kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando TNI-AL, apakah lebih dari 50% warga Indonesia akan menghujat pasukan komando TNI-AL ? ( termasuk dulu yang menghujat pasukan komando Israel ? )
Yang jelas sih pasti rakyat Israel akan mencemooh orang Indonesia yang telah menjilat ludahnya sendiri. ( jangan marah ya... )

Pasti nanti ada yang NGELES dengan bilang.... ini kan lain persoalannya.


sejauh ini sih yg gw lihat hanya KEBODOHAN lu aja ...
Quote:Original Posted By itilmencelat
Saat kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando Israel.... saya yakin lebih dari 50 % warga Indonesia menghujat dan mencemooh pasukan komando Israel, bahkan mungkin di formil ini. ( hayo ngaku aja )


Hidup semu ditahun 2013, jaman dah moderen ko berandai2.

Seandainya nanti kapal Freedom flotilla diserang oleh pasukan komando TNI-AL, apakah lebih dari 50% warga Indonesia akan menghujat pasukan komando TNI-AL ? ( termasuk dulu yang menghujat pasukan komando Israel ? )
Yang jelas sih pasti rakyat Israel akan mencemooh orang Indonesia yang telah menjilat ludahnya sendiri. ( jangan marah ya... )

Pasti nanti ada yang NGELES dengan bilang.... ini kan lain persoalannya.


update terbaru

Quote:'Flotilla' of one boat bound for West Papua
The “Freedom Flotilla” of Australian protesters set sail from far north Queensland on Monday bound for the province of West Papua, where the Indonesian military stands ready to repel it.

The flotilla once had three boats, but is now down to one, the Pog, which carries just six people, after other boats broke down and could not be repaired.

None of the indigenous Australian protesters who have travelled with the flotilla remain aboard, and Amos Wanggai, who fled Indonesia’s restive province in 2006 and was granted refugee status in Australia, is the only West Papuan.

Flotilla leader Jacob Rumbiak is “still on Thursday Island and is available for talking and negotiating with the Indonesian military'', a spokesman said.

Earlier plans to stop off in Papua New Guinea have also been abandoned due to a threat from local police to arrest them.

The Pog is expected to take two to five days to reach West Papua.

But Indonesian navy spokesman Untung Surapati said armed forces headquarters in Jakarta had issued an instruction: “Don’t let the Freedom Flotilla enter Indonesia.''

“So as long as the order still stands, we keep our alertness high,” he said.

Captain Goeroeh Ardianto, an Indonesian navy spokesman at Merauke, West Papua, where the boat is heading, said if the protesters were armed “we have to be extra careful in handling them”. “But if they are not, we’ll try to have some dialogue with them. If they insist on illegally crossing the maritime border and we are forced to take strong action, we will.”

The navy had not beefed up its forces, and only its normal sea patrol was operating in the area, Captain Ardianto said. This includes the KRI Mulga warship and three small patrol boats.

A troop carrier with about 1500 soldiers landed in Merauke in late August, prompting fears from the protesters that troops were reinforcements sent to intercept them. But Captain Ardianto said it was just the normal rotation of troops to the area being replaced.

The expedition is designed to highlight the suppression of political rights in West Papua and to express solidarity between the indigenous people of Australia and West Papua.

Despite comments from outgoing foreign minister Bob Carr that the protesters would receive no consular assistance at all, the Australian Foreign Affairs ministry has offered normal consular help if they are arrested in Indonesia.

Coalition foreign affairs spokeswoman Julie Bishop said Indonesia is entitled to use “whatever means it wishes to protect” its territorial integrity, and that “Indonesia is within its rights to turn these boats around where it is safe to do so''.


Read more: http://www.theage.com.au/world/floti...#ixzz2eNfcwRDG

tinggal satu kapal kecil berisi 6 (mungkin) orang.... semoga tidak terjadi hal2 yg buruk bagi semua pihak
Quote:Original Posted By dankdinkdunk
disini diuji kedewasaan TNI n aparat Negara menangani kasus gak genah kek gini..
bukan kah emang yang diharapkan mereka perhatian, apalagi klo ampe "digebukin" TNI tambah seneng dia.

mending majuin petugas2 sipil or polisi, toh mereka juga unarmed TNI cukup amati aja dari jauh klo panas baru deh maju.

tepatnya disini juga diuji kedewasaan warga negara (terutama media dan bapak2/ibu2 yg mewakili warga negara) bagaimana menghadapi hal seperti ini

kalo nyontoh komen si bapak diatas... dijabarain apa2 yang akan dia lakukan dst..
kalo ternyata terjadi "insiden" maka kita pun jangan langsung menjatuhkan palu.. tapi lakukan investigasi, jabarkan apa yang terjadi dst dll dkk
Quote:Original Posted By kaka404

tinggal satu kapal kecil berisi 6 (mungkin) orang.... semoga tidak terjadi hal2 yg buruk bagi semua pihak

tepatnya disini juga diuji kedewasaan warga negara (terutama media dan bapak2/ibu2 yg mewakili warga negara) bagaimana menghadapi hal seperti ini

kalo nyontoh komen si bapak diatas... dijabarain apa2 yang akan dia lakukan dst..
kalo ternyata terjadi "insiden" maka kita pun jangan langsung menjatuhkan palu.. tapi lakukan investigasi, jabarkan apa yang terjadi dst dll dkk


tucano, mana tucano

mereka ingin jadi martir kan ?
Quote:Original Posted By newmomotaro
mereka ingin jadi martir kan ?

teori kompornasi saya: bukan... mereka ingin pulang kampung biar bisa masuk pilkada berikutnya... tapi nggak kepingin kehilangan dukungan (ekonomi) yang udah ada... ^_^
Quote:Original Posted By kaka404

teori kompornasi saya: bukan... mereka ingin pulang kampung biar bisa masuk pilkada berikutnya... tapi nggak kepingin kehilangan dukungan (ekonomi) yang udah ada... ^_^


apa tujuan goliath tabuni dkk. melakukan aksi teror yang cukup gencar akhir2 ini?
ini kabar terakhir gimana kelanjutannya? dah masuk ke perairan indo blm?
ato kena "badai" di tengah laut?
iya nih kok beritanya tenggelam
Quote:Original Posted By SEPURTUA
ini kabar terakhir gimana kelanjutannya? dah masuk ke perairan indo blm?
ato kena "badai" di tengah laut?


The flotilla making its way from Australia towards the Indonesian province of Papua is expected to cross Indonesia's marine border on Thursday.

Organisers of the "Freedom Flotilla" say they aim to let the world know about human rights abuses in the country's disputed Papua region.

The group of around 20 people embarked on their journey last month.

The crew includes Aboriginal elders, West Papuan refugees, filmmakers and other activists.

On Monday the group left Horn Island in the Torres Strait.

Australia's Department of Foreign Affairs and Trade has warned the group that they will not receive any extra consular assistance if they are arrested or detained by Indonesian police


"Today we've been really contemplating the whole auspicious occasion of being September 11 and the whole thing of anti-terrorism," she said.

"And that I guess Australia's been training Indonesian troops like Detachment 88 to wreak havoc and terror on West Papuan people."

Responding to suggestions by the Indonesian Navy that the yacht may potentially be armed, Ms Brown said they "come in peace, bearing no arms."

"We have been absolutely clear about this from the beginning of our journey at the sacred mound springs of Lake Eyre in Arabunna country," she said in a statement.

"We are letting them know our location via our satellite tracker which is available for the world to see up on our website.”

Deputy chief of Papuan police Paulus Waterpauw says unauthorised boat arrivals will be intercepted by the navy and probably detained by immigration authoritie


http://www.abc.net.au/news/2013-09-1...border/4951834
Quote:Original Posted By euphoira



On Monday the group left Horn Island in the Torres Strait.

Australia's Department of Foreign Affairs and Trade has warned the group that they will not receive any extra consular assistance if they are arrested or detained by Indonesian police


"Today we've been really contemplating the whole auspicious occasion of being September 11 and the whole thing of anti-terrorism," she said.

"And that I guess Australia's been training Indonesian troops like Detachment 88 to wreak havoc and terror on West Papuan people."

Responding to suggestions by the Indonesian Navy that the yacht may potentially be armed, Ms Brown said they "come in peace, bearing no arms."

Deputy chief of Papuan police Paulus Waterpauw says unauthorised boat arrivals will be intercepted by the navy and probably detained by immigration authoritie


http://www.abc.net.au/news/2013-09-1...border/4951834

dah jelas kok......pemerintah Ausy tidak akan menjamin keselamatan mereka kalau masuk ke wilayah perairan indo tanpa izin
polri dan imigrasi akan menangkap mereka apabila benar-benra masuk ke wilayah perairan indo secara ilegal

yah kita tunggu aja berita tentang penangkapan mereka...
Quote:Original Posted By euphoira


"We are letting them know our location via our satellite tracker which is available for the world to see up on our website.”


http://www.abc.net.au/news/2013-09-1...border/4951834


satellite tracker? real time? emang ada alamat website nya ya?
Ditangkep aja ama Bakorkamla kalo ga Polair, gantinya kita kirim imigran ilegal sebanyak2 nya biar modar...
×