KASKUS

Misteri kasus pembunuhan Franceisca Yofie

seminggu lebih setelah peristiwa pembunuhan yg menimpa branch manager sebuah perusahaan leasing PT Venera Finance perlahan-lahan mulai terkuak, berikut kronologisnya

Sadis! Wanita Cantik Tewas Dibacok dan Diseret Motor di Bandung
Bandung, - Wanita berparas cantik menjadi korban penganiayaan sadis di Bandung. Pelaku tak dikenal membacok dan menyeret wanita muda yang tanpa mengantongi identitas.

Peristiwa ini terjadi di dekat Lapang Abra, Jalan Cipedes Tengah, RT 7 RW 1, Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, beberapa saat warga setempat berbuka puasa atau sekitar pukul 18.30 WIB, Senin (5/8/2013).

"Korban berusia sekitar 20 hingga 25 tahun ini menjadi korban penganiayaan. Bagian kepalanya luka terbuka karena dibacok. Saksi melihat pelaku menyeret korban diseret di jalan," jelas Kapolsek Sukajadi AKP Suminem di kamar mayat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Polisi hingga kini masih mengidentifikasi jasad wanita berhidung mancung dan berkulit putih itu. "Kami masih mencari identitasnya. Sebab tidak ditemukan tanda pengenal," jelas Suminem.

Ia menyebut, saat ditemukan sekarat di tempat kejadian perkara oleh warga, korban menggunakan baju blezeer hitam dan celana panjang katun hitam. "Baju dan celananya sobek-sobek karena bekas diseret. Korban sempat bernafas saat ditolong warga, namun meninggal dunia sewaktu perjalanan ke rumah sakit," tutur Suminem.

Pantauan detikcom, pukul 21.00 WIB, warga masih berkurumun di lokasi kejadian. Menurut warga sekitar, Denin (21), wanita itu ditemukan sekarat dengan posisi tertelungkup di tengah jalan berbeton. "Wajahnya geulis (cantik). Tapi enggak ada warga yang mengenalnya," kata Deni.

Korban kini berada di kamar mayat di RSHS Bandung setelah diangkut menggunakan mobil patroli polisi. Bagian kaki hingga dada korban terdapat lebam lantaran bekas seretan. Polisi masih menyelidiki perkara tersebut.
sumber:http://news.detik..com/read/2013/08/05/214631/2324766/10/sadis-wanita-cantik-tewas-dibacok-dan-diseret-motor-di-bandung?n992204fksberita

Spoiler for Selasa, 6 Agustus 2013:


Spoiler for Selasa, 6 Agustus 2013:

Spoiler for Rabu, 7 Agustus 2013:

Spoiler for Kamis, 8 Agustus 2013:

Spoiler for Jumat, 9 Agustus 2013:


percaya g percaya, komen agan ini di post sebelum berita ada hubungan antara kompol AB dgn sisca nongol

Quote:Original Posted By dj_waxx

jgn percaya yg media beritakan gan... beberapa hari sebelum siska terbunuh, ada kejadian yg luput diberitakan, pertengkaran tentang perselingkuhan, dan pertengkaran yg terjadi di media sosial milik siska yg berhubungan dengan salah 1 pejabat POLDA, dan menurut sumber yg berbicara dgn saya, sepertinya kasus ini tidak akan (secara sengaja maupun tidak) diungkap sampai ke intinya... mungkin hanya akan berakhir sampai ditangkapnya sang eksekutor (pembunuh bayaran) atau joki hukuman (jasa tahan badan)

contoh simpel : baru 10 menit lalu saya lihat di salah 1 siaran televisi swasta RC*I, yg memberitakan bahwa ini adalah kasus perampokan... namun, mobil yg SISKA yg diparkir di depan kost2an tempat SISKA dijemput oleh eksekutor tidak dicuri padahal pintu terbuka, kamar kost2an pun masih lengkap tidak ada yg dijarah... silakan dinilai saja sama agan... apakah perampok biasa mau menggusur korban sejauh 500m dari kostan dan mencuri perhatian penduduk hanya untuk sebuah dompet?

percaya atau tidak saat kejadian berlangsung, TKP eksekusi tidak sesepi yg diberitakan (sumber: CCTV seberang KOST)


Spoiler for Sabtu, 10 Agustus 2013:

Spoiler for Minggu, 11 Agustus 2013:


Quote:Original Posted By elliotwave

copas dari kompas
Si Jampang
Senin, 12 Agustus 2013 | 23:35 WIB
Kata teori, semakin cantik simpanannya - semakin tinggi pangkatnya! Apa iya pantas pangkat Brigadir Kepala? Ya tho ?

copas dari kompasiana

SISCA DENDAM KE OKNUM AB KARENA OKNUM AB ITU TELAH MENYERET IBUNDA SISCA KE POLISI. DAN IBUNDA SISCA MENINGGAL GARA2 OKNUM AB JUGA. OKNUM AB ADALAH KEKASIH SISCA DULUNYA DAN SAMPE MEMILIKI 1 ANAK YG BERNAMA AFGAN. KELUARGA TDK BERANI CERITA KRN OKNUM AB ADALAH SALAH SATU PERWIRA TINGGI. AYO PROPAM INVESTIGASI TERUS. PUBLIK BANDUNG MENDUKUNG ANDA

Copas dari koment detik mungkin bisa menjadi petunjuk

Spoiler for Senin, 12 Agustus 2013:

Spoiler for Senin, 12 Agustus 2013:

Senin, 12 Agustus 2013
Quote:
Kompol A Kirim Anak Buah Kuntit Terus Gerak-gerik Sisca

Bandung - Kompol A ternyata selalu membayangi langkah Sisca Yofie (34). Informasi yang diperoleh kepolisian, perwira di Polda Jabar itu menurunkan anak buahnya menguntit gerak-gerik Sisca, sang kekasih.

"Kompol A menyuruh anak buahnya mengamati korban. Satpam di kompleks itu mengakui. Anak buah Kompol A berpangkat bintara inisial EE," jelas Kapolrestabes Kombes Pol Sutarno di kantornya, Selasa (13/8/2013).

Sisca sudah menjauh dari Kompol A yang sudah beristri. Tapi sang pacar tak mau putus, Sisca bahkan sampai pindah kos 3 kali.

"Sudah lama anak buahnya disuruh mengamati Sisca," jelas Sutarno.

Tapi, lagi-lagi Sutarno menegaskan, walau melakukan tindakan demikian tak ditemukan kaitan pembunuhan dan penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan dengan A.

"Tak ada kaitan Kompol A dengan pembunuhan Sisca," tutupnya.

Spoiler for Selasa, 13 Agustus 2013:

Spoiler for Selasa, 13 Agustus 2013:


update
UPDATE di post 3
UPDATE di post 6

Quote:Original Posted By foto korban semasa hidup





Spoiler for tulisan2 di facebook sisca:

Spoiler for twitter sisca terakhir:

Spoiler for rambut sisca tersangkut di gir?????:

Quote:Original Posted By rekaman CCTV pada saat kejadian



Spoiler for salah satu pelaku:
makin misterius aja nih gan modusnya
Quote:
Wawan dan Ade Sangkal Dibayar Seseorang untuk Bunuh Sisca

Bandung - Dua pelaku pembunuhan Sisca Yofie, Wawan (39) dan Ade (24), dihadirkan ke publik. Kepada wartawan, keduanya menyangkal dibayar seseorang untuk membunuh sisca.

"Enggak ada yang menyuruh dan bayar (bunuh Sisca). Saya melakukan ini sama Ade," ucap Wawan yang dihadirkan dalam ekspose perkara di aula Mapolrestabes Bandung, Selasa (13/8/2013).

"Kerjaan saya tukang airbrush dan rongsokan," kata Wawan melalui pengeras suara.

Serupa dengan Wawan, Ade juga menepis ada yang menyuruh keduanya untuk membunuh Sisca. "Enggak ada yang menyuruh," ucap Ade yang mengaku pekerjaannya sebagi debt collector di sebuah koperasi.

Keduanya juga sama-sama mengaku tak kenal dengan Kompol A yang disebut sebagai kekasih Sisca. "Nggak tahu," timpal Ade yang bersama Wawan mengenakan baju tahanan, berpenutup wajah dan bercelana pendek ini.

Quote:
Telepon Sisca Yofie digilir Empat Orang
TEMPO.CO, Bandung - Selain menangkap dua tersangka pelaku pembunuhan Sisca Yofie, Polrestabes Bandung juga menahan 4 orang yang menemukan, menjual dan membeli telepon pintar milik wanita mantan model freelance yang terbunuh sepekan lalu itu. Keempatnya adalah K, D, G dan E.

"Mereka tersangka pencurian dan penadahan, dikenai pasal 363 (KUH Pidana), pasal 480. Sedangkan E dikenai pasal 55 dan 56 (tersangka ikut serta),"ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Sutarno di kantornya, Senin petang 12 Agustus 2013.

Sutarno menuturkan pengungkapan kasus handphone Yofie berawal dari informasi masyarakat pada Rabu malam, 7 Agustus 2013. "Ada informasi penjualan handphone itu (milik Yofie) ke D. Setelah ditelusuri D mengaku beli handphone itu dari E,"tutur dia.

Oleh D, Sutarno melanjutkan, telefon genggam itu dijual ke G. Polisi lalu melacak dan menemui G, warga Tasikmalaya. "Barang buktinya kami dapatkan ada di G yaitu sebuah Blackberry Dakota milik korban (Yofie),"kata dia.

Jajaran reserse kriminal, Sutarno mengatakan, lalu mengamankan E yang sedang berada di Garut. Kepada polisi, E mengaku mendapatkan barang dari K yang ternyata menemukan handphone itu di sekitar jalan di depan rumah kos Yofie di Jalan Setra Indah Utara.

"Malam itu, setelah kejadian (pembunuhan Yofie), K sedang melintas di depan rumah kos korban. Di dekat mobil korban, dia melihat barang dengan lampu menyala berkedip-kedip,"kata Sutarno.

Setelah tahu bahwa barang itu ternyata telepon genggam, K membawanya. K lalu mengontak E dan minta dibantu menjualkan barang temuannya itu. Malam itu juga oleh E barang dijual di rumah D.

"Mungkin handphone itu terlempar di dekat rumah kos itu (saat Wawan mencuri tas milik Yofie),"kata Sutarno.


analisa ane, korban membawa 3 handphone, 1 iphone diambil wawan dan ade, tapi dibuang ke kali, 1 BB terjatuh ke kolong mobil dan terlindas saat anak yg punya kos memasukan mobil sisca ke halaman rumah, dan 1 BB dakota lagi jatuh di sekitar lokasi sebelum di temukan oleh K dijual ke E dijual ke D trkir dijual ke G

Quote: Kedua Pembunuh Sisca Mengaku Sering 'Diikuti' Korban

Bandung - Wawan (39) dan Ade (24) memberikan alasan mengapa mereka menyerahkan diri ke polisi. Usai membunuh Sisca Yofie (34), keduanya mengaku diikuti arwah korban.

Ade adalah pelaku yang menyerahkan diri ke kepolisian. Ade mengaku menyerahkan diri karena merasa bersalah. Ia juga merasa dibuntuti oleh arwah almarhum.

"Saya takut karena dibayang-bayangi korban terus," ujar Ade saat ekspose di kantor Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/8/2013).

Ketakutan yang sama juga dialami Wawan. Karena merasa ketakutan, pria yang bekerja sebagai pengepul rongsokan dan air brush ini kemudian membuang hasil jambretan berupa iPhone di daerah Saguling.

"Saya ngebuang karena takut. Diikuti korban terus," ungkapnya.


para tersangka merasa di hantui korban gan

===========================================================
UPDATED

ada kaskuser komen begini gan, moga bisa jadi petunjuk

Quote:Original Posted By refreshing2011


Kemungkinan Ini aktor intelektualnya
Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Iptu Albertus Eko Budiharto (berita 2003 : http://www.bumn.go.id/21788/publikas...sia-ditangkap/)
Pernah mengkriminalkan Ibunya Sisca Yofie dengan kasus kehilangan mobil
Sekarang katanya uda Kompol


Yang menjadi pertanyaan :

Jambret kok Iphone dibuang ke waduk?

Pelaku yang ditangkap kok ditutupin sarung mukanya?

Pada awal berita : pertama polisi bilang tidak ada barang hilang dan ada 2 Ktp Sisca dengan 1 Ktp alamat Asal dan 1 Ktp alamat kos tapi belakangan tasnya hilang dijambret ?

Teman sisca mengatakan sisca telfon ke kantor memberitahu kalo ada yang membuntuti dia dari kantor ?
http://news.detik..com/read/2013/08/...?991104topnews

Kilometer motor dicek ternyata tdk berfungsi tapi kenapa bisa memberitahu kecepatan motor 70 km/jam? Jalan daerah situ rusak ga mungkin secepat itu jalannya?

Dari CCTV tampak tidak ada perlawanan, tapi si Pelaku bilang sisca yang ga mau melepaskannya dan melawan?

Terseret 1 kilometer, panjang rambut hanya sebahu kok bisa terjepit gir dan terseret sejauh itu?

Ditemukan foto korban bersama kompol A tetapi katanya dari kepolisian menyatakan tidak ada komunikasi sms ato telpon antara sisca dan kompol A, bagaimana mungkin suatu hubungan cinta tidak ada komunikasi?

Biasa pelaku kejahatan seefisien mungkin dalam melakukan kejahatan, kenapa ini sampai ditarik di jalanan sampai sejauh 1 kilometer lalu dibacok 3 kali?


Rabu, 14 Agustus 2013
Quote:
Hubungan Sisca dan Kompol Albertus Lewati Batas Wajar

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepala Polrestabes Bandung Kombes Sutarno menegaskan, hubungan antara Kompol Albertus Eko Budiarto dan korban pembunuhan di Cipedes, Bandung, Franciesca Yofie telah melewati batas kewajaran.

"Intinya begini, dengan mempelajari surat tiga, tulisan dua, tulisan satu dan foto-foto almarhum itu, patut diduga Kompol A dan almarhum sudah melakukan hubungan di luar batas kewajaran sebagai teman. Padahal kan, Kompol A itu jelas-jelas sudah punya istri," ujar Sutarno, Selasa (13/8/2013).

Sebelumnya Sutarno memaparkan, dalam penggeledahan di kamar kos Sisca di Jalan Setra Indah, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, Satreskrim Polrestabes Bandung menemukan barang bukti berupa tulisan berupa surat dan foto-foto Kompol Albertus bersama Sisca.

"Diduga keduanya saling membalas surat, kita temukan suratnya berikut foto," kata Sutarno.

Dalam surat milik Kompol A yang dilayangkan kepada Sisca, tidak tertera tanggal kapan dibuatnya. "Jadi begini, surat yang petama itu memang saya cari pas penggeledahan itu tidak ada tanggalnya, harinya pun engga ada," katanya.

"Tapi kita memang menemukan surat yang diduga dibuat oleh Kompol A, sebagai jawaban dari surat Sisca. Surat itu memang tidak terlalu bagus, surat yang diduga dibuat oleh Kompol A itu seperti konteks awal, baru draf. Kayaknya, surat itu dibuat dalam surat rapi, setelah rapi baru dikirim ke almarhum," kata Sutarno.

Selain itu, polisi juga menemukan surat-surat jawaban yang dikirim Sisca kepada Kompol Albertus. Surat dari almarhum ini tertera tanggalnya, 3 Juni 2012. "Diperkirakan korban membuat surat sebelum bulan Juni, mungkin bulan Mei, atau bulan April atau mungkin bulan Juni, tanggalnya awal," katanya.

Sutarno mengaku heran setelah membaca surat-surat dari masing-masing pihak, ditambah foto-foto yang ditemukan. Dari situlah muncul dugaan kuat bahwa hubungan keduanya sudah melewati batas kewajaran.


Quote:Original Posted By theslice
kejadiannya deket rumah ane nih gan. dari kamar ane keliatan tuh tkp tubuh korban ditinggalin.

ini murni kasus pembunuhan kalo kata ane sama tetangga2 ane. ni gan ane mau nambahin.
1. barang berharga milik korban ga ada yg ilang sama sekali
2. bohong kalo rambut korban nyangkut di gir motor, rambutnya emang dijambak pelaku. ada saksi yg liat.
3. kemungkinan korban di bacok terlebih dulu baru di seret. soalnya ada beberapa orang yg liat pelgua nyeret korban tapi dikira nyeret boneka soalnya keadaan korban lemes ga ada perlawanan.
4. pas sebelum ngelepas (ninggalin) korban, pelgua sempet cekcok trus ngebacok korban lgi baru kabur. ada warga yg mergokin.
5. pas jam kejadian gak sepi2 banget kok. emang lg jam buka puasa tapi ada bbrpa kendaraan yg lewat trus ada warga juga yg masih diluar. satpam komplek ane aja liat kok gan.
6. pelgua pamit ke orang rumah buat minta sumbangan 17Augustus (rumahnya deket situ juga) tapi masak minta sumbangan pas jam buka puasa, udh gitu pake helm full face lg padahal deket tempatnya.
7. minta sumbangan kok bawa2 golok
8. pada hari kejadian korban keluar kantor jam 1siang, lalu pulang kekosan jam 6an (lalu terjadilah musibah) nah yg belum kejawab tuh korban kemana dr jam 1 ke jam 6 itu.

mudah2an kebenaran bakal keungkap semuanya gan.


Spoiler for Rabu, 14 Agustus 2013:


menurut informasi, korban terakhir surat menyurat dgn kompol Albertus Eko Budiarto tahun lalu gan, dan dalam isi surat2 tsb, polisi menyimpulkan bahwa yg dendam adalah korban kepada kompol A, bukan sebalik nya

Quote:
Ini Sebab Sisca Yofie Marahi Kompol Albertus Eko
TEMPO.CO, Bandung - Alasan kemarahan eks model cantik Sisca Yofie kepada mantannya yang diumbar di notes akun Facebook-nya kini terungkap. Ternyata sasaran kemurkaan Sisca Yofie adalah mantan pacarnya, perwira polisi Kompol Albertus Eko Budi.

Kepala Bidang Provos dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Sudrajat, membenarkan jajarannya telah memanggil dan memeriksa Komisaris (Pol) Albertus Eko Budi terkait kasus terbunuhnya Sisca Yofie. Pemeriksaan dilakukan dua kali di kantor Propam Kepolisian Resor Kota Besar Bandung.

"Yang periksa Propam Polda. Saya ikut saat dia diperiksa pas malam Lebaran sampai semalaman," ujar Sudrajat.

Kepada Sudrajat, Albertus mengakui memang pernah berselingkuh dengan Sisca Yofie pada 2010 hingga 2012. Namun, sejak hubungan mereka terputus, Albertus tak pernah bertemu Sisca Yofie. Hanya, kata Sudrajat, Eko sempat melayat dan nyekar ke pusara Tan Hay Kim, tak lama setelah ibu Sisca itu meninggal pada April lalu.

"Eko (Albertus) juga menemui kakak Sisca di rumah keluarga itu di Pagarsih. Tapi Sisca rupanya tidak suka (kedatangan Eko ke makam ibunya). Jadi muncul seperti (tulisan caci maki) yang ada di Facebook Sisca itu. Dia (Albertus) tidak tahu kenapa Sisca marah," tutur Sudrajat.

Ada dugaan kemarahan Sisca terkait dengan tindakan Albertus sebelumnya, yang pernah memeriksa ibu pacarnya itu di kantor polisi.

Semua berawal dari laporan kehilangan mobil yang dibuat Sisca di Polda Jawa Barat. Mobil tersebut menurut pengakuan Albertus adalah miliknya yang dipinjam-pakai oleh Sisca. Belakangan ketahuan mobil itu tidak hilang dan masih ada di tangan Sisca. "Ibu Sisca lalu diperiksa polisi sebagai saksi," kata Sudrajat.

Pemeriksaan atas ibunya itu ternyata membuat Sisca Yofie berang dan menuliskan catatan kemarahannya di Facebook. Hubungan antara kemarahan itu serta hubungannya dengan Kompol Eko kini ditelisik polisi. Sejauh ini, Polrestabes Bandung menegaskan tidak ada bukti keterlibatan Eko dalam pembunuhan Sisca Yofie.

Quote:Original Posted By nyo2langit
Temen ane yg kebetulan kerja di TPU Pandu Bandung pernah beberapa kali ketemu sisca ini
Maaf nih yah gan, orangnya emang sedikit aga tempramen, setiap datang dia selalu marah2 soal orang yang simpen bunya di makam ibunya (mungkin org itu oknum polisi itu)

Sempet dia bilang mau balik lagi buat 40 hr ibunya dan akhirnya kejadian deh ini


Kamis, 15 Agustus 2013
Quote:Original Posted By boghell
Saksi-saksi Lihat Rambut Sisca Dijambak dan Diseret, Bukan Tergilas Gir

Bandung - Sadisnya pembunuhan Sisca Yofie (34) masih menyimpan cerita. Banyak yang menyangsikan rambut Sisca tergilas gir pelaku. Saksi-saksi menyatakan korban dijambak dan diseret. Mana yang benar?

"Dijambak pakai tangan kiri pelaku, lalu diseret," kata saksi Reza ketika ditemui detikcom di Jl Cipedes Tengah, Sukajadi, Bandung, Kamis (15/8/2013).

Reza memang tak melihat secara jelas kejadian itu. Sebab kondisi gelap. Namun ia sempat melihat sepeda motor berkelebat dan tangan kiri pelaku menggantung, seperti tengah membawa sesuatu.

Reza adalah orang yang berada di dekat lokasi ditemukannya Sisca. Ia buru-buru berlari ke lokasi saat orang-orang berdatangan. Sisca ditemukan dalam kondisi tertelungkup bermandikan darah.

Kesaksian serupa juga disampaikan Ibu Ade. Perempuan ini melihat pelaku membawa korban dengan tetap melajukan kendaraannya.

"Saya melihat ke jalan ada debu, ternyata ada motor yang penumpang belakangnya membawa seperti boneka yang ditarik," ujar Ibu Ade kepada detikcom.

Pelaku pembunuhan, Wawan dan Ade, mengaku tidak menyeret korban. Pengakuan kedua tersangka itu dikuatkan pihak kepolisian. Kondisi rambut Sisca terseret di gir bisa saja terjadi.

"Setelah kami lihat, gir motor ini tidak terpasang penutup. Jadi rambut korban masuk dan terseret," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Rabu (14/8) kemarin.

Umumnya motor jenis bebek, bagian gir dan rantai itu tertutup pengaman. Karena tak tertempel dudukan penutup gir dan rantai itulah kuat dugaan rambut Sisca menyangkut dan tertarik saat motor berkondisi maju.

"Barang bukti potongan rambutnya ada di gir itu," kata Sutarno.

Sisca terseret sejauh 500 meter. Motor Suzuki Satria pelaku melaju dengan kecepatan 70 km/jam. Ade dan Wawan menuturkan, saat hendak kabur usai mengambil tas Sisca, perempuan itu memegang bahu Ade.


Kamis, 15 Agustus 2013
Quote:
Saksi: Pelaku Membacok Sisca Dulu, Baru Menyeret
Jakarta - Ada keterangan yang terungkap dalam kasus pembunuhan sadis yang mengakibatkan Sisca Yofie (34) meninggal dunia. Seorang saksi melihat Sisca terlebih dahulu dibacok dibagian dahi sebelah kanan, baru kemudian diseret dengan motor.

"Berdasarkan keterangan Yadi pada saat olah TKP yang dilakukan polisi, setelah dibacok, Sisca lalu didorong ke motor dan pelaku yang di belakang dengan tangan kirinya menyeret korban. Namun, saat itu Yadi kurang jelas apakah rambutnya yang ditarik apa bagian lain," ujar Rudi yang merupakan anak pemilik kos dimana Sisca tinggal, Kamis (15/8/2013).

Rudi menjelaskan, saksi Yadi saat itu berada hanya seratusan meter dari tempat kejadian. Yadi melihat, saat berada di motornya, pelaku memang sudah membawa golok.

Rudi tidak yakin bahwa kasus pembunuhan ini hanya sebatas kasus penjambretan. Hal tersebut dikarenakan tas korban tidak dibawa oleh pelaku.

"Setahu saya tas tidak hilang karena waktu masukkin mobil ada tas warna coklat di bawah bangku penumpang sebelah kiri," imbuh Rudi.


Quote:Original Posted By boghell
Sebagai info, urutan prioritas bukti dalam sebuah kasus adalah:
Alat bukti keterangan saksi,
Alat bukti keterangan ahli,
Alat bukti surat,
Alat bukti keterangan terdakwa,
Barang bukti.
Dalam kasus ini kayanya justru 2 prioritas terendah yang terus diubek-ubek oleh pulisi negeri dagelan ini.
Sementara 3 prioritas yang lebih atas malah jarang atau nyaris tidak pernah didalami....
Benar2 negeri dagelan

Kutipan dari forum detikcom ( nightswan )


keterangan dari para saksi berbeda dgn kesaksian pelaku, tapi polisi lebih percaya dgn pelaku gan


==============================================================
Quote:
Semasa Hidup, Sisca Sering Ziarah ke Makam Ibunya


Jakarta - Hingga sekitar sebulan lalu, Franceisca Yofie (34) atau Sisca Yofie masih terlihat mendatangi makam ibunya, Tan Hay Kim (72) yang meninggal dunia pada 22 April 2013 lalu. Sisca disebut kerap mendatangi makam ibunya.

Hal itu diungkapkan Roni, salah satu pekerja pembuat makam di TPU Kristen Pandu.

"Yang saya pernah lihat sendiri sih dua kali. Tapi sepertinya sih lumayan sering. Selain dia (Sisca-red) saya enggak pernah lihat yang lain datang ke makam ibunya itu," ujar Roni saat ditemui di TPU Kristen Pandu, Jalan Pandu, Bandung, Selasa (13/8/2013).

Dua kali melihat Sisca, Roni mengaku selalu melihat perempuan muda itu mengenakan celana pendek. Ia pun selalu datang seorang diri.

"Dia duduk di depan makamnya. Diam saja, sekitar setengah jam sampai 1 jam lah," katanya.

Tak terlihat seperti apa raut muka Sisca saat itu. Termasuk apakah ia menangis atau tidak. "Enggak kelihatan. Karena pakai kacamata hitam," tutur Roni.


Quote:
Sisca Yofie Dimakamkan di Dekat Pusara Ibunya


Jakarta - Makam Franciesca Yofie (34) alias Sisca Yofie berada dekat dengan makam ibundanya yang bernama Tan Hay Kim / Tjing (Sarah) yang meninggal pada 22 April 2013 lalu. Hingga saat ini makam Sisca belum ditandai dengan papan nama atau biodata.

Pantauan detikcom, makam Sisca hanya terpisah dua makam dari makam ibunya. Namun bedanya, makam ibunda Yofie kondisinya sudah baik, dibentuk menyerupai rumah dengan tulisan keterangan yang lengkap. Sementara makam Sisca masih berupa tembok semen tanpa penanda nama sekalipun.

Makam Sisca berada di bagian tengah. Cukup sulit menemukan makam perempuan muda itu, apalagi tanpa ada penunjuk nama.

"Makamnya masih seperti ini, karena belum ada keputusan dari keluarga," ujar Roni, pembuat makam saat ditemui di TPU Kristen Pandu di Jalan Pandu, Bandung, Selasa (13/8/2013).

Ia menuturkan, bentuk makam dan tulisan yang akan dipasang harus sesuai dengan kesepakatan keluarga. "Kalau kita kan kalau udah ada dari keluarga, baru dibuat. Kalau belum ada ya nunggu saja," katanya.

Pada makam ibunda Sisca tertulis lengkap namanya, tanggal lahir dan meninggal, nama suami dan nama kelima anaknya. Dimana Sisca merupakan anak kelima dari lima bersaudara. Usia ibunda Sisca saat meninggal dunia yaitu 71 tahun.

Terlihat di dua makam tersebut masih terdapat taburan bunga yang mulai mengering. Menurut keterangan Roni, Senin (12/8/2013) kemarin, ada sekitar 6 orang yang datang untuk ziarah ke makam Sisca.

"Ada dua perempuan dan empat laki-laki. Pakai baju seragam biru. Sepertinya teman kantornya," tuturnya


UPDATE DI BAWAH GAN
yakin 100 persen gan nih bukan penjambretan. nyuri hp ama duit ndak mungkin sampe sadis kek gitu. . .
moga 2 pelakuny cepet ketangkep gan
UPDATE



Quote:Original Posted By juangmahmud
Nih gan liat... Video amatir warga sekitar. Warganya juga cacat nih... Masak tau orang sekarat dibiarin jadi tontonan,.. Malah direkan kayak tidak ada tindakan..



Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:Original Posted By 3onlinesell
KOMPOLNAS Sambangi Polda Jabar Telisik Kejanggalan Tewasnya Sisca
http://www.kompolnas.go.id/kompolnas...ewasnya-sisca/

(Kompolnas bekerja dengan mengumpulkan dan menganalisis data sebagai bahan pemberian saran kepada Presiden. Saran yang diberikan oleh Kompolnas berkaitan dengan anggaran Polri, pengembangan sumber daya Polri , dan pengembangan sarana dan prasarana Polri, dalam upaya mewujudkan Polri yang profesional dan mandiri. Kompolnas juga menerima saran dan keluhan masyarakat mengenai kinerja kepolisian dan menyampaikannya kepada Presiden. Keluhan yang diterima Kompolnas adalah pengaduan masyarakat yang menyangkut penyalahgunaan wewenang, dugaan korupsi, pelayanan yang buruk, perlakuan diskriminasi, dan penggunaan diskresi kepolisian yang keliru. Pengumpulan data dan keluhan masyarakat ini dilakukan melalui jalur media komunikasi elektronik, terutama internet, dimana masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan staf Kompolnas yang sedang aktif di situs www.kompolnas.go.id/hubungi-kami)


Quote:
Kompolnas Mulai Telusuri Kasus Sisca, Kroscek RS dan Polrestabes Bandung
Bandung - Kompolnas menelusuri kasus pembunuhan Sisca Yofie (34). Mereka mendatangi RS Hasan Sadikin Bandung, tempat Sisca diautopsi, dan Polrestabes Bandung.

Rombongan Kompolnas tiba di Mapolrestabes Bandung sekitar pukul 14.45 WIB, Jumat (16/8/2013). Sebelumnya, mereka mengunjungi RSHS. Belum dijelaskan hasil kunjungan tersebut.

"Tadi ke Forensik RSHS dulu," ujar salah satu Komisioner Kompolnas Edi Hasibuan singkat sebelum masuk ke ruangan Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno.

Ia mengatakan, setelah dari Polrestabes, mereka akan melanjutkan ke lokasi terjadinya pembunuhan di Cipedes, Sukajadi.

"Habis dari sini kita ke lokasi, lalu baru ke Polda," katanya.

Rombongan Kompolnas yang terdiri dari dua komisioner laki-laki dan satu perempuan itu diterima oleh Kapolres di ruangannya.


Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:
Polda Instruksikan Pembunuh Fransisca Yovie Jalani Tes Kebohongan
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pengakuan pembunuh Branch Manager PT Venera Multi Finance Fransica Yovie dianggap banyak pihak janggal. Terkait hal itu, Kepolisian Daerah Jawa Barat meminta Polrestabes Bandung untuk mendatangkan pendeteksi kebohongan untuk mengetahui kebenaran pengakuan pembunuh Fransisca Yovie.

"Bahkan saya minta ke Polrestabes Bandung untuk mendatangkan lie decetcor untuk memastikan pelaku berkata jujur atau tidak," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius, di Bandung, Jumat.

Ditemui usai menghadiri sidang paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam Rangka Peringatan HUT RI ke-68 Kemerdekaan RI Tahun 2013 di ruang sidang Gedung DPRD Jawa Barat, Kapolda menuturkan hingga saat ini penyelidikan dan penyidikan kasus Fransisca Yovie belum selesai.

"Belum, itu kan masih di Polrestabes Bandung," kata Suhardi.

Menurut dia, pihaknya sudah menginstrusikan Kapolrestabes Bandung untuk menuntaskan dan memeriksa semua yang terlibat dalam kasus Fransisca Yovie.

"Kan saya minta ke Polrestabes Bandung semuanya diperiksa," ujarnya.

Selain itu, kata Suhardi, pihaknya juga telah mengerahkan segala cara untuk menuntaskan kasus pembunuhan keji yang terjadi di penghujung Bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriah.

Ia mengatakan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan datang ke Mapolrestabes Bandung dan Mapolda Jawa Barat.

"Mereka (Kompolnas) nanya ke kami, ya kami persilahkan. Siang ini Kompolnas akan datang ke Polrestabes, Polda akan bertemu tersangka," katanya.

Quote:
Arwah Sisca genyangan hantui warga
http://daerah.sindonews.com/read/201...n-hantui-warga
Sindonews.com - Pasca tewasnya Sisca Yofie, di Jalan Cipedes Tengah, Kecamatan Sukajadi, pada Senin 5 Agustus 2013, kisah mistik pun bermunculan, dan menjadi buah bibir warga sekitar.

Salah seorang warga Cipedes Tengah, Reza (30) menuturkan, setelah kejadian muncul cerita-cerita mistik dari warga sekitar. Terlebih warga yang berdekatan dengan lokasi ditemukannya tubuh Sisca, dekat Lapangan Abra.

"Ada yang bilang pernah liat kaki tanpa badan, ada juga yang mendengar suara perempuan nangis, bahkan ada juga yang lihat penampakan (Sisca)," kata Reza, saat ditemui disekitar lokasi kejadian, Kamis (15/8/2013).

Bahkan, kata dia, bau amis dari darah Sisca masih tercium hingga tiga hari setelah kejadian. "Kayanya banyak yang takut. Soalnya pas malam takbiran biasanya ramai, tiba-tiba jadi sepi," tuturnya.

Reza yang ikut menggotong jasad Sisca pun merasa selalu diikuti oleh arwah korban. Tidak sampai di situ, Reza pun sempat sakit beberapa saat setelah kejadian.

Di tempat yang sama, kakak Reza, Ade mengaku sempat tak sadarkan diri sesaat setelah melihat tubuh korban yang banyak darah.

"Habis liat saya enggak kuat dan langsung pulang. Pas nyusuin anak saya, tiba-tiba saya gak sadar dan kata suami saya seperti orang yang lagi ngobrol," tuturnya.

Disaat tak sadarkan diri itu, Ade merasa kesakitan dan tidak bisa bergerak. Dan secara tiba-tiba, ada bisikan kearah telinganya.

"Dia bilang, 'Ibu kenapa gak tolongin saya'. Saya jawab, 'saya gak nolongin karena saya kira boneka'. Pas saya balik nanya, 'kamu namanya siapa', dia langsung nangis," bebernya.

Namun, hal tersebut pun sirna setelah sang suami menyadarkannya, ditambah dengan tangisan bayi yang tengah digendong dirinya.


Jumat, 16 Agustus 2013
Quote:
4 Fakta baru kasus pembunuhan Sisca bantah keterangan polisi

http://www.merdeka.com/peristiwa/4-f...an-polisi.html

Polrestabes Bandung menyebut jika pembunuhan terhadap Sisca Yofie murni bermotif penjambretan yang dilakukan Ade dan Wawan. Polisi juga menutup rapat kemungkinan pembunuhan sadis tersebut bermotif dendam.

Polisi pun sudah menjelaskan kronologi pembunuhan wanita cantik berusia 34 tahun itu. Namun kini ditemukan fakta baru soal kasus tersebut yang jauh berbeda dengan versi polisi.

Kesaksian baru soal pembunuhan Sisca Yofie disampaikan oleh Rudi, anak pemilik indekos Sisca. Rudi menuturkan kronologi kejadian tewasnya Sisca dan mengungkap pengakuan sosok bernama Yadi.

Pengakuan Yadi kepada Rudi inilah yang berbeda dengan apa yang disampaikan polisi mengenai pembunuhan Sisca.

Berikut empat fakta baru tersebut:
1. Sisca tidak dijambret tapi langsung dibacok
Cerita Rudi mengenai pengakuan Yadi ini disampaikan di indekos Sisca Yofie di kawasan Setra Sari, Bandung, Kamis (15/8). Rudi bersedia menemui wartawan setelah keluarga Sisca mengambil barang-barang di indekos tersebut. Saat itu, tidak ada anggota keluarga Sisca yang bersedia memberi keterangan.

Dari dalam rumah indekos, datang Rudi Artur, putra pemilik kos. Dia mengaku tahu kejadian pada hari tewasnya Sisca sekitar pukul 19.30 WIB saat keluar rumah. Dia kaget mendapati mobil Sisca dalam kondisi pintu terbuka dan mesin masih menyala.

"Kondisi mobil sudah terbuka, tapi tidak ada orangnya. Mobilnya masih menyala. Kejadian 18.30 WIB, saya keluar sekitar 19.30 WIB," kata Rudi.

Dia mengaku berbincang dengan seorang saksi bernama Yadi. Saksi Yadi menyampaikan kepada Rudi dua hari setelah kejadian tentang malam nahas Sisca.

"Dia (Yadi) orang yang sedang bertamu, yang tidak jauh dari Sisca," ujar Rudi.

Saat itu, Yadi berada di mulut Gang Tuker, sekitar 20 meter dari indekos Sisca. Keluar dari Gang Tuker dengan mengendarai motor, Yadi melihat pelaku dua orang ini turun dari motor yang diparkir sekitar 10 meter dari lokasi Sisca.

Saat itu Sisca lagi turun dari mobil dan sedang membuka pagar.

"Dua pelaku turun dari motor, lalu teriak 'woi'. Sisca nengok, lalu dibacok mengenai dahi kanan," ujar Rudi menirukan keterangan yang disampaikan Yadi.

2. Pelaku sempat memapah Sisca
Dari penuturan saksi Yadi, pelaku tiba-tiba langsung membacok Sisca saat sedang membuka gerbang. Sisca yang dibacok di dahi langsung lemah.

"Sisca melemah, kemudian dipapah ke motor sekitar 10 meter dari lokasi. Sisca diapit. Sisca dipapah," ujar Rudi menirukan Yadi.

Pengakuan Yadi ini sangat berbeda dengan apa yang disampaikan polisi mengenai kronologis kejadian pembunuhan.

3. Pelaku menyeret Sisca dengan cara menjambak rambut
Polisi menyebut jika pelaku tidak berniat menyeret Sisca. Namun usai tasnya dijambret, Sisca lalu berusaha mengejar pelaku dan terjatuh sehingga rambutnya masuk ke gir motor.

Dengan panik, pelaku lalu tetap melaju sehingga Sisca terseret karena rambutnya tergulung di gir motor. Keterangan polisi ini sangat janggal.

Keterangan versi polisi ini pun berbeda dengan apa yang dilihat oleh saksi Yadi. Yadi mengaku melihat pelaku menyeret kepala Sisca pakai tangan kiri.

Keterangan Yadi ini pun sepaham dengan saksi Uju. Uju juga melihat pelaku penyeret tubuh Sisca dengan cara menjambak rambutnya.

4. Tas Sisca ada di mobil tidak diambil pelaku
Polisi menyebut bahwa pembunuhan Sisca diawali dengan penjambretan tas milik wanita cantik itu. Namun lagi-lagi saksi di lokasi berkata lain.

Rudi tidak yakin bahwa kasus pembunuhan ini hanya sebatas kasus penjambretan. Hal tersebut dikarenakan tas korban tidak dibawa oleh pelaku.

"Setahu saya tas (Sisca) tidak hilang karena waktu masukkin mobil ada tas warna coklat di bawah bangku penumpang sebelah kiri," ujar Rudi.

Lalu versi siapa yang benar soal pembunuhan sadis ini?



Quote:Original Posted By boghell
Kasus Sisca, Kompolnas Akan Dalami Kemungkinan Istri Kompol A Terlibat

Bandung - Kompolnas akan mendalami kasus pembunuhan Sisca Yofie (34). Termasuk memeriksa Kompol A dan kemungkinan keterlibatan peran istrinya dalam kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Hamidah usai mendatangi Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka, Jumat (16/8/2013). Ia menyatakan belum bisa memberikan kesimpulan soal keterlibatan Kompol A karena baru akan memeriksa Kompol A di Polda Jabar.

"Soal Kompol A itu nanti ya, kalau sudah selesai di Polda," kata Hamidah.

Sebelumnya, polisi telah menyatakan Kompol A tidak ada hubungannya dengan pembunuhan Sisca. Kalaupun bukan Kompol A yang terlibat, mungkinkah istri A yang melakukannya akibat cemburu?

"Ya, itu juga akan kita dalami. Tentu kemungkinan itu pasti ada. Karena saya tidak mau kasus ini jadi kasus serba kebetulan. Kebetulan jatuh, kebetulan kelilit motor, kebetulan ada hubungan," katanya.

Setelah dari Polrestabes, Kompolnas melanjutkan mendatangi lokasi kejadian dan Polda Jabar. Hingga saat ini, ketiga anggota komisioner berada di lantai II Mapolda Jabar, di ruang Kapolda Jabar untuk meminta keterangan Kompol A.

Lanjutkan Kompolnas.



Jumat, 16 Agustus 2013

Quote:
Mengapa Kompol Albertus Menginap di Hotel Pada Hari Terbunuhnya Sisca?
Jakarta - Polisi menyebut Kompol Albertus Eko Budi berada di sebuah hotel di Bandung saat peristiwa pembunuhan Sisca Yofie (34) pada Senin (5/8) lalu terjadi. Kompol Albertus diketahui bertempat tinggal di Bandung, lalu mengapa dia menginap di hotel?

"Dia orang Bandung," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul saat berbincang dengan detikcom, Kamis (15/8/2013) malam.

Martinus mengatakan Kompol Albertus tak ada kaitannya dengan pembunuhan Sisca Yofie. Keberadaan Kompol Albertus di hotel untuk berlibur.

"Dia tidak terlibat. Itu kan hari libur, dibawa istrinya ke hotel," ujarnya.

Martinus sebelumnya telah mengonfirmasi anak buahnya yang saat ini betugas di Bidhumas Polda Jabar tersebut memiliki hubungan khusus dengan Sisca. Mereka berpacaran selama dua tahun atau 2010 hingga 2012, padahal Kompol Albertus adalah pria beristri.

Surat cinta dari Kompol Albertus juga ditemukan di kamar kos Sisca. Selain itu, dia juga diketahui menyuruh anak buahnya untuk menguntit Sisca.


alasan berlibur bener2 gak asuk akal bgt, separah ini kah polisi percaya, aneh aj, org bandung berlibur masa di hotel, di bandung pula , gak di selidiki lebih lanjut lagi

Minggu, 18 Agustus 2013
Quote:
Polisi Didesak Transparan Usut Kejanggalan Pembunuhan Sisca
Bandung - Rekonstruksi pembunuhan Sisca Yofie (34) segera digelar Senin mendatang. Desakan agar kejanggalan tewasnya Branch Manager Verena Multi Finance itu diungkap tuntas kian menguat.

Salah satunya dari LSM Masyarakat Pencegah Kejahatan (MPK) yang mendesak meminta polisi untuk bersikap profesional, tegas dan transparan dalam menangani kasus tewasnya Sisca.

"Kami ini adalah bagian dari suara masyarakat. Tugas pokok kami yaitu untuk meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tindak kejahatan. Kasus ini menjadi perhatian kami karena banyak disoroti," ujar Ketua Pembina MPK, M Jaya, saat ditemui di Polrestabes Bandung, Sabtu (17/8/2013).

Organisasi yang disebut Jaya terdiri dari berbagai unsur kelompok masyarakat itu tergerak untuk bisa ikut mengawal kasus ini. "Kami ingin mengawal proses penyidikan dan proses hukum yang sudah, sedang dan akan berjalan," katanya.

Kedatangannya ke Polrestabes Bandung yaitu untuk menanyakan perkembangan kasus Sisca dan menyatakan akan ikut mengawasi kasus. Namun sayangnya, di Satreskrim Polrestabes Bandung Jaya yang datang dengan sekitar 5 orang anggotanya itu ia tak bisa menemui Kasatreskrim karena sedang tak berada di tempat.

MPK mendesak polisi untuk bersikap profesional jika kasus ini melibatkan anggotanya. "Kami minta polisi transparan jika ada aparat yang terlibat. Kami minta hukum tetap ditegakkan. Jangan sampai karena 1 orang jadi merusak korps Polri," tutur Jaya.

Saat disinggung apakah LSM ini ada hubunganya dengan keluarga Yofie, Jaya mengatakan tak ada hubungannya. Namun mereka menyatakan keinginannya untuk bisa mengadvokasi keluarga Sisca.

LSM ini pun mencatat sejumlah kejanggalan dalam kasus ini. Di antaranya, jika penjambretan, kenapa pelaku sampai membawa golok. Bagaimana korban memeluk pelaku saat dibonceng di motor, begitu juga keterangan tersangka yang menyebut rambut korban masuk gear motor.

"Saat memeluk dari belakang itu apa bobotnya tidak membuat motor jatuh. Lalu rambut bisa masuk ke gear, itu harus diuji," tuturnya.


Minggu, 18 Agustus 2013

Quote:
Rekonstruksi Kasus Sisca Batal Digelar Senin Besok, Diundur Jadi Kamis

Bandung - Polisi menjadwalkan menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap Sisca Yovie, Senin (19/8/2013) besok. Namun rencana itu batal. Rekonstruksi diundur hingga Kamis (23/8/2013) mendatang.

"Tidak jadi besok. Diundur hari Kamis," katanya Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul kepada detikcom melalui telepon selular, Minggu (18/3/2013).

Martinus enggan menjelaskan alasan pengunduran jadwal rekonstruksi Branch Manager PT Verena Multi Finance itu. Dia hanya menyebut penyidikan sudah ditentukan waktunya.

"Sudah ditentukan kapan mengumpulkan bukti, kapan mengumpulkan saksi. Begitu juga rekonstruksi, kita sudah jadwalkan di minggu ketiga. Senin itu kan masuk minggu ketiga, tapi bisa saja diundur Kamis. Yang penting masih di minggu ketiga," ujarnya.

Jadwal awal rekonstruksi disampaikan Martinus di sela-sela upacara peringatan HUT RI ke-68 tingkat Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Sabtu (17/8/2013).

"Rekonstruksi digelar Senin (19/8/2013). Rencananya akan dilakukan pagi," ujar Martinus.

Ia mengatakan, rekonstruksi akan dilakukan secara terbuka supaya masyarakat bisa melihat bagaimana kronologis kejadian seperti yang sebenarnya. "Terbuka. Kami tidak akan menutup-nutupi," katanya.


Kamis, 22 Agustus 2013

Quote:
"Rekonstruksi Penjambretan Sisca Mengalir seperti Air"

BANDUNG, KOMPAS.com — Dian Rahadian, kuasa hukum dua tersangka pembunuhan Franciesca Yofie alias Sisca, mengatakan, proses adegan demi adegan rekonstruksi penjambretan berujung pembunuhan yang diperankan kedua pelaku pembunuhan, Wawan dan Ade, berjalan cukup lancar.

"Pelaku dalam rekonstruksi lancar seperti air mengalir," kata Dian Rahadian saat ditemui seusai rekonstruksi, Kamis (22/8/2013).

Lebih lanjut, Dian menambahkan, kedua pelaku terbilang kooperatif dan menjalankan reka ulang kejadian sejak dimulainya niat menjambret hingga tewasnya Sisca di tangan salah satu pelaku, yaitu Wawan, sesuai dengan keterangan yang disampaikan kepada penyidik.

"Tidak ada yang direkayasa. Kita amati dan saksikan bersama, tersangka tidak canggung," bebernya.

Sebagai kuasa hukum tersangka, Dian mengaku hanya menunggu hasil dari rekonstruksi tersebut.

"Tinggal pembuktikan, kita kuasa hukum memberikan seluas-luasnya kepada polisi untuk penyelidikan," terangnya.

Ia pun berharap kasus tersebut bisa segera terungkap kebenarannya. Pasalnya, hingga saat ini, kasus tersebut sudah terlalu jauh melebar.

"Kalau bisa, ada pola penyelidikan yang baru untuk menepis segala keraguan di masyarakat," pungkasnya.


Kamis, 22 Agustus 2013

Spoiler for beberapa foto saat rekonstruksi:



UPDATE DI BAWAH GAN
Kamis, 22 Agustus 2013
Quote:
Ada 28 Adegan di Rekonstruksi Terbunuhnya Sisca
BANDUNG, KOMPAS.com — Sebanyak 28 adegan dalam rekonstruksi penjambretan berujung pembunuhan Fraciesca Yofie (Sisca) dilakukan di enam tempat kejadian perkara di Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/8/2013).

Dari pantauan di lokasi, rekonstruksi dimulai pada pukul 09.00 WIB di tempat pertama, yakni rumah tersangka Wawan di Sukagalih. Rekonstruksi dilanjutkan ke Pos Linmas di Jalan Setra Indah.

Di dua tempat kejadian perkara (TKP) tersebut berlangsung sembilan adegan yang menceritakan pertemuan Wawan dan Ade untuk merencanakan aksi penjambretan. Targetnya pun belum ditentukan.

Kemudian, Wawan mengajak Ade mabuk-mabukan di Pos Linmas. Seusai menenggak sebotol bir, Wawan dan Ade langsung tancap gas mencari mangsa melalui jalan yang menuju rumah kos Sisca.

Rekonstruksi kemudian berlanjut ke rumah kos Sisca di Jalan Setra Indah Utara 2 Nomor 11 A Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung. Di TKP ketiga ini dilakukan delapan adegan, yakni adegan 10 hingga 17.

Di sini digambarkan bagaimana pelaku mencoba mencuri tas dari dalam mobil merek Nissan Grand Livina X Gear warna abu-abu milik Sisca. Pada pada adegan 16, setelah Wawan membawa tas Sisca, manajer cantik itu kemudian mengejar Wawan yang berlari ke tersangka lainnya, Ade, yang sudah menunggu di atas sepeda motor.

Sisca langsung memeluk Ade dari arah belakang, tak ayal dirinya ikut terbawa sepeda motor saat Ade mulai tarik gas. Kejadian ini disaksikan oleh Yadi. Pria ini melihat insiden penjambretan tersebut dari jarak sekitar 30 meter, tepat di mulut Gang Tukeur.

Selanjutnya, Sisca yang terus memeluk erat tubuh Wawan dari belakang hingga terbawa sekira 200 meter menuju ke TKP keempat yang lokasinya tepat di atas jembatan Cipedes Tengah.

Pada adegan 20 di TKP keempat ini, Wawan mulai mengeluarkan golok dari dalam tas miliknya. Golok tersebut ternyata memang sudah disiapkan sebelumnya.

Wawan yang saat itu mengenakan jaket kulit warna hitam kemudian mengayunkan goloknya ke arah kepala Sisca yang masih erat memeluk tubuhnya dari arah belakang. Ayunan golok sebanyak tiga kali dengan tangan kanannya itu tepat mengenai bagian atas kepala Sisca.

Pada saat mengayunkan golok, Wawan tidak menoleh ke belakang. Masih di TKP keempat, Sisca terlihat mulai melemah karena luka bacokan telak di kepalanya.

Barulah pada adegan 21, Sisca kemudian tersungkur ke aspal. Namun, tangan Sisca tetap memegang ujung jaket kulit Wawan sebelah kiri. Sisca pun terseret di atas aspal rusak Jalan Cipedes Tengah.

Tubuh Sisca terlihat terseret cukup jauh hingga ke TKP kelima yang dikatakan tersangka rambut Sisca tersangkut gir sepeda motor tunggangan kedua pelaku.

Sebanyak tiga adegan rekonstruksi, dari adegan 22 hingga 24, menggambarkan bagaimana Sisca terseret hingga akhirnya ditemukan penuh luka oleh warga di depan lapangan Abra.

Rekonstruksi pun berakhir pukul 01.30 WIB di TKP keenam di Jalan Dr Djundjunan Dalam, Gang Sukawarna Baru. Di sini dilakukan empat adegan rekonstruksi, yaitu adegan 25 hingga 28, yang digambarkan Wawan dan Ade berusaha menghilangkan barang bukti, seperti tas, dompet, dan golok ke Sungai Citepus.

Keduanya kemudian berpisah di Gang Sukawarna. Pada saat itu, Wawan memberikan uang sebesar Rp 50.000 kepada Ade untuk ongkos angkutan umum.


Kamis, 22 Agustus 2013
Quote:
Saksi Bantah Adegan Rekonstruksi Tewasnya Sisca

BANDUNG, KOMPAS.com — Saksi mata yang menyaksikan langsung detik-detik kematian Franciesca Yofie alias Sisca membantah sebagian adegan rekonstruksi yang digelar mulai dari rumah kos di Setra Indah Utara hingga Cipedes tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

Para saksi mata yang membantah sebagian adegan itu juga dihadirkan dalam rekonstruksi. "Saya kecewa, rekonstruksinya tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya," ungkap Reza saat ditemui di sela-sela rekonstruksi, Kamis (22/8/2013).

Menurut Reza, kejanggalan ada pada adegan ke-22 hingga 24, di mana dirinya mulai dihadirkan dalam rekonstruksi.

Pada saat kejadian, sebenarnya berlangsung sekitar pukul 18.20 WIB, posisi terseretnya tubuh Sisca tidak sesuai ketika dilakukan reka ulang. "Pokoknya banyak kejanggalan sejak awal terseret hingga lapangan Abra (tempat korban terakhir ditemukan sekarat)," kata dia.

Selain itu, ketika memasuki lapangan Abra atau tepatnya pada adegan ke-23 dan 24 rekonstruksi, saat kejadian sebenarnya berlangsung, dia dengan jelas melihat tersangka Wawan turun dan membacok dahi Sisca.

Sementara pada adegan rekonstruksi tersebut, Wawan hanya turun untuk memotong rambut Sisca yang dikatakannya terbelit ke dalam gir sepeda motor kedua pelaku itu. "Saya melihat jelas tersangka menarik rambut korban ke atas. Terus kepalanya dibacok," ucap Reza sambil menunjuk ke dahinya.

Selain itu, kakak Reza, yakni Ibu Ade, juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, posisi tangan Sisca saat tubuhnya terseret di adegan 22 jauh berbeda dengan yang disaksikannya langsung.

Pada saat kejadian sebenarnya, kata Ibu Ade, posisi tangan Sisca justru berada sejajar dengan jok motor pelaku, bukan berada di atas aspal sehingga tubuh korban terlihat berada agak menggantung.

"Saya lihat kakinya saja yang terseret. Tangannya di atas," imbuhnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, rekonstruksi belangsung di antara kepungan warga yang antusias. Bahkan, pada lokasi di mana tubuh Sisca ditemukan sekarat, yaitu di lapangan Abra, situasi mulai tidak kondusif. Dorong-dorongan terjadi antara warga, polisi, serta wartawan yang ingin meliput rekonstruksi.



Kamis, 22 Agustus 2013
Quote:

Warga Pertanyakan Saksi Rekonstruksi Kasus Sisca
BANDUNG, KOMPAS.com — Warga Gang Tukeur RT 04 RW 03 Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, mempertanyakan peran Yadi (17), satu saksi yang dihadirkan dalam rekonstruksi penjambretan berujung pembunuhan Franciesca Yofie di Cipedes, Kota Bandung, Kamis (22/8/2013).

Pada saat rekonstruksi, Yadi ditampilkan pada saat Sisca memeluk tersangka Wawan, seusai menggasak tas milik Sisca dari dalam mobil Nissan Grand Livina X Gear. Yadi menyaksikan dari mulut gang Tukeur yang jaraknya sekitar 30 meter dari rumah kos Sisca.

"Yadi itu siapa? Dia bukan orang sini. Saya saja baru lihat," kata Aca (59), salah seorang sesepuh di RT 04 RW 03 Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, saat ditemui seusai rekonstruksi.

Menurut Aca, dia mengenal semua warga Gang Tukeur. Bahkan, di lingkungannya tidak ada warga yang bernama Yadi. "Makanya saya agak aneh. Ngapain dia di sini?" katanya.

Lebih lanjut Aca menambahkan, pembunuhan sadis seperti yang terjadi pada Sisca baru kali ini terjadi di Cipedes. Menurutnya, daerah sekitar rumah kos Sisca hanya sering terjadi pencurian kecil-kecilan, seperti sandal ataupun pakaian yang sedang dijemur.



Quote:

Keluarga: Mengapa iPhone Sisca Dibuang?
BANDUNG, KOMPAS.com — Elfie, kakak korban pembunuhan Kepala Cabang PT Verena Multi Finance, Bandung, Franciesca Yofie (34), Rabu (21/8/2013), mempertanyakan iPhone milik adiknya yang hilang setelah tewas pada awal Agustus lalu. Namun, polisi menyatakan, iPhone tersebut dibuang tersangka, Adek dan Wawan, dalam pelarian mereka setelah melakukan pembunuhan. Hingga kini, iPhone tersebut belum ditemukan oleh polisi.

Kuasa hukum keluarga Franciesca, Mohammad Tohir, menyatakan, Elfie menanyakan soal itu setelah polisi menunjukkan barang-barang milik korban saat gelar barang bukti dan penambahan berkas acara pemeriksaan di Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung, Jawa Barat (Jabar). ”Polisi tak merinci mengapa iPhone itu dibuang,” ujarnya.

Tohir didampingi rekannya, Haerullah, serta kakak korban Elfie dan suaminya. Pemaparan barang milik korban berlangsung selama 1,5 jam. ”Dari barang-barang milik korban, keluarga memang tidak semua tahu,” ujar Tohir.

Sebagaimana diberitakan, Franciesca disergap tersangka setelah turun dari mobilnya di depan rumah kosnya di Jalan Setra Indah Utara II. Pelaku mengaku ingin merampas barang, tetapi korban melawan sehingga dibunuh. Korban kemudian jatuh dan rambutnya terlilit pada gir motor sehingga terseret. Namun, sejumlah saksi menyatakan hal berbeda. Korban diseret dari motor hingga tewas.

Sementara itu, untuk menjaga reka ulang pembunuhan Franciesca, Kamis, Polrestabes akan menjaga ketat dengan mengerahkan personel gabungan. ”Ini antisipasi karena kasus ini mendapat sorotan,” kata Kepala Bagian Operasional Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Dicky Budiman.



Quote:

Asmara Segitiga Kompol A




Mertua Kompol A: Sisca Ganggu Rumah Tangga Eko dan Dita


Jakarta - M. Sitorus tidak bakal lupa pada Franciesca Yofie. Ia memiliki sejumlah kenangan dengan Branch Manager PT Verena Multi Finance Bandung yang dibunuh secara sadis itu. Sitorus pernah diamuk perempuan yang disebut sebagai selingkuhan menantunya, Kompol Albertus Eko Budiarto, itu.

Menghadapi kasus pembunuhan yang menghebohkan itu, Sitorus tetap tenang. Ia pun buka suara mewakili keluarga Eko, yang hampir dua minggu bungkam. Soal tudingan keterlibatan Eko dalam kematian Sisca dan pemeriksaan putrinya pun dia tanggapi dengan nada bicara datar, tanpa emosional. Berikut ini petikan wawancara Pasti Liberti Mappapa dari majalah detik dengan Sitorus dalam fokus majalah detik edisi 91.


Apakah keluarga tahu hubungan Eko dengan Sisca? Dia mulai mengganggu keluarga ini sekitar dua sampai tiga tahun lalu. Dia pernah mengirimkan pesan ke Dita pakai bahasa Batak yang kurang-lebih artinya “saya sudah bersetubuh dengan suamimu”. Sisca pernah datang ke sini sekitar April lalu, ketemu saya dan istri. Dia bilang Eko kejar-kejar dia. Hanya sekali datang ke sini. Siang-siang dia datang sambil marah-marah, 15 menit. Diajak masuk rumah enggak mau.

Sisca pernah mengirim surat kepada Dita berisi foto-foto?
Foto-foto itu sudah pada 2012 dikirim ke anak saya. Tapi kami yakin foto itu rekayasa. Wajahnya ditempel. Foto itu dikirim untuk menghasut Dita agar ribut dengan suaminya. Tapi anak saya yang bungsu, yang senang fotografi, bilang itu bukan asli. Jadi sejak itu kami enjoy saja. Sisca tidak kami reken.

selengkapnya
http://majalah.detik..com/cb/fe12712...ahDetik_91.pdf


April 2013, Sisca Datangi Rumah Mertua Kompol A Sambil Marah-marah[/B
]

Jakarta - Mertua Kompol Albertus Eko Budiarto pernah bertemu dengan Sisca Yofie. Namun bukan dalam suasana yang akrab. Kala itu, sang wanita cantik datang ke kediamannya sambil marah-marah.

"Sisca pernah datang ke sini sekitar April lalu, ketemu saya dan istri. Dia bilang Eko kejar-kejar dia. Hanya sekali datang ke sini. Siang-siang dia datang sambil marah-marah, 15 menit," kata mertua kompol Albertus Eko, M Sitorus, saat diwawancarai tim majalah detik pekan lalu.

Saat itu, Sisca hanya berada di luar rumah. Ketika Sitorus berusaha mengajaknya ke dalam, branch manager PT Verena Multi Finance Bandung itu menolaknya.

Polisi sudah memeriksa Kompol Albertus Eko dan istrinya, Anindita Murniani. Rumah keduanya yang terletak di Padalarang juga sudah digeledah.

"Anak kami juga ditanya, bagaimana pacarannya si Eko dan Sisca. Pacaran apa? Tidak ada pacaran. Mengapa tidak marah? Dia bilang, mengapa harus marah, kan tidak ada apa-apa," jelasnya.

Wawancara selengkapnya dengan M Sitorus dapat diakses di majalah detik edisi terbaru berjudul Tanda Tanya Pembunuhan Sisca.




[B]Jubir Keluarga: Sisca Tak Pernah Mengejar Kompol Albertus!


Bandung - Keluarga Sisca Yofie membantah keras pernyataan mertua Kompol Albertus Eko Budiarto. Terutama soal tudingan bahwa Sisca mengganggu rumah tangga orang dan mengejar sang polisi.

"Keluarga Sisca membantah keras. Tidak benar Sisca mengejar-ngejar Kompol A," kata penasihat hukum keluarga Sisca, Mohammad Tohir, saat dihubungi detikcom, Senin (26/8/2013).

Menurut Tohir, tak biasa seorang perempuan mengejar lelaki beristri. Justru yang terjadi adalah sebaliknya, kadang laki-laki yang mengejar perempuan.

"Tidak ada istilahnya perempuan mengejar-ngejar seorang lelaki yang sudah punya istri," tegasnya.

Tohir menegaskan, keluarga belum tahu soal hubungan asmara Sisca dengan sang polisi. Selama ini, mereka hanya mendengar dari pemberitaan.

"Keluarga Sisca justru tahu setelah ramai-ramainya berita (soal jalinan cinta Kompol A dan Sisca) di media ini," terangnya.

Hubungan Sisca dan Kompol Albertus Eko sebelumnya diungkap oleh pihak Polrestabes Bandung. Mereka berpacaran selama dua tahun. Setelah putus, Kompol Albertus sempat mengirim dua anak buahnya untuk menguntit Sisca.

Quote:
disini ane ngeliat sepertinya cinta segitiga adalah motif yg paling masuk akal gan, walaupun pengakuan polisi kalo blm ada bukti kuat tapi bisa aj ini cuman sandiwara belaka, n ane gak percaya bahwa sisca yg ngerusak hubungan kompol A n dita, soalny, dari kronologisny bahwa sisca lah yg sampai pindah kos 3x agar tidak terlacak kompol A ditambah lagi, bahwa kompol A menyuruh anak buah ny u/ menguntit sisca... moga kasus ini bisa di investigasi lebih lanjut terkait motif ini n ketawan siapa sebenernya dalang nya


btw
thx buat agan2 yg udah mantengin n bantu update trit ini terus ampe skrg, walopun kasus ini perlahan mulai tenggelem ane usahain bakal terus update di page 1 terus selama ada perkembangan

Quote:
Curhat Istri Kompol Albertus Soal 'Keraguan' dan 'Kesendirian'

Jakarta - Anindita Murniani, istri Kompol Albertus Eko Budiarto, belum pernah buka suara soal kasus pembunuhan Sisca Yofie. Dia juga masih sulit dihubungi. Satu-satunya cerita soal pribadinya hanya bisa ditelusuri lewat blog.

Di blog berjudul Eberdi itu, banyak cerita soal kehidupan Dita yang disampaikan lewat kalimat pendek penuh makna. Sebagian berisi curahan hati sang dokter gigi. Terdapat juga foto-foto alam hasil jepretannya.

Dita menikah dengan Kompol Albertus sejak tahun 2001. Meski tidak dikaruniai anak, ayah Dita, M Sitorus, mengaku rumah tangga putrinya baik-baik saja. Anak juga dipastikan bukan persoalan yang membuat Kompol Eko memiliki hubungan asmara dengan Sisca.

Entah ada kaitannya atau tidak dengan masalah rumah tangga, Dita pernah membuat tulisan soal 'keraguan' yang diposting 9 Agustus, atau berselang 4 hari setelah kematian Sisca Yofie. Lewat goresan itu, dia ingin memberi ketegasan bahwa hubungannya dengan sang suami baik-baik saja.

Tak hanya itu, Dita juga pernah mencurahkan isi hatinya soal kesendirian. Dia mengungkapkan bagaimana risiko seorang istri polisi, yang kerap ditinggal dinas.

Berikut isi blog yang diposting Dita:

ragu

kemarin, hariku yang penuh makna
hari dimana aku beserta orang tersayang diragukan.
kesal, sedih, pesimis memandang mereka-mereka yang sudah meragukan kami.
saat kumengatakan demikian, pasanganku berkata ” percayalah masih banyak diluar sana yang tidak meragukan kita”
jawaban ku secara spontan ” ah… aku ragu!”
lantas dengan bisikan lembut dia hanya berucap ” disaat kau merasa kesal, sedih dan pesimis karena orang lain meragukanmu, mengapa kau tidak melakukan hal yang sama terhadap dirimu, karena kau telah ragu?”



Quote:Original Posted By tiena.jo
buat yg belon sempet liat konpres nya kompol a, mangga di tonton

http://video.tvonenews.tv/arsip/view...an_sisca.tvOne



gan itu umurnya beda-beda ya ditiap harinya
mantap
orang bego mana yang percaya kalau ngejambret perlu nyeret2 korban pake motor ampe jauh2 , napa ga dihabisi ditempat trus dipretelin ato masuk ke dalam kos n jarah aja ngapain pula seret2 jauh gitu n narik perhatian
paling itu 2 cuma dibayar tuk ngaku , ntar paling dapat remisi n lepas beberapa taun setelah agak reda
Quote:Original Posted By Levansin
ane denger korban udah memiliki anak dengan kompol A yg di beri nama afgan, gan,makanya di twitterny dy sempet menyinggung "where are u my little afgan... are u still life...?" mungkin dy dipisah dengan afgan hasil suka sama suka dgn kompol A

Twitternya apa namanya pm ane ya
Quote:Original Posted By whisnur

Twitternya apa namanya pm ane ya


https://twitter.com/sisca_yofie ini gan link nya, twitterny pun sebenernya ada 2, tapi satuny ane lupa, facebookny yg skarang dah gak bisa 2 2 nya
Quote:Original Posted By wei203
orang bego mana yang percaya kalau ngejambret perlu nyeret2 korban pake motor ampe jauh2 , napa ga dihabisi ditempat trus dipretelin ato masuk ke dalam kos n jarah aja ngapain pula seret2 jauh gitu n narik perhatian
paling itu 2 cuma dibayar tuk ngaku , ntar paling dapat remisi n lepas beberapa taun setelah agak reda


SETUJU GAN
kyknya musti pakai detektif deh gan
panggil conan aja dulu
Quote:Original Posted By Levansin


https://twitter.com/sisca_yofie ini gan link nya, twitterny pun sebenernya ada 2, tapi satuny ane lupa, facebookny yg skarang dah gak bisa 2 2 nya


bener tuh gan, facebookny skarang dah gak aktif
update terus gan beritanya ikut mantau
Mantap gan info nya, Komplit...
walaupun beritanya masih mengundang banyak pertanyaan....alias
kurang masuk akal......tapi memang begitulah adanya berita.

di benak ane masih sekitar penyiksaan karena dendam...

Quote:Original Posted By simon444
update terus gan beritanya ikut mantau


sip gan, moga2 aj, kasus ini gak berhenti dengan alasan penjambretan sj, karna terlalu simple, byk sekali kejanggalan yg gak masuk akal
jgn2 dsuru istri ny kompol gan..
indonesiaa emank kalo dah pada punya pangkat emank SOK

Gw Yakin banget itu pelaku d bayar ma Ngompol A..
pasti d bayar tinggi dan di iming2in penjara kelas koruptor yg hidup ny mewah d penjara.. kasus reda langsung bebas..

gak masuk akal preman badan gede gthu masa takut ma hantu..

spermanya dikemanain?

Ada beberapa media sempat bilang ditubuh soska diketemuin sperma kan?lah enggak di check sperma siapa?



Mungkin enggak c.... karena terus dibuntuti

Akhirnya sisca begah juga dan nemuin si A sambil ehem ehem...

(alias sperma di A).

N pelaku pembunuhan adalah istri si A. Yang suruh pembunuh bayaran? Pas abis dipergoki ehem ehem.... langsung d dibunuh.