Quote:Original Posted By gunawanspurs
dlam urusan kelistrikan otomotif, mesti dibedakan konsep arus dr aki yg merupakan simpanan (gunanya terutama sbg pendukung sistem starter kendaraan) vs arus pengisian dari alternator utk mendukung pemenuhan konsumsi arus listrik kendaraan saat mesin dijalankan (termasuk charging accu).

IMHO, ga ada hubungan langsung antara kapasitas penyimpanan accu vs kapasitas pengisian alternator, krn mmg fungsinya beda (apalagi pd alternator modern yg udah pake IC scr elektronis, bukan manual pake cut out). mobil kecil dgn mesin cc kecil (yg otomatis cma butuh accu kecil krn mesinnya enteng distarter) bisa aja pake alternator raksasa (katakan accu 32 Ah tp alternator 120 A) kalo konsumsi llstrik kontinyu kendaraannya mmg besar, spy tdk besar pasak drpd tiang. ga ada bahaya overcharge krn sudah dikontrol otomatis oleh IC di alternator.

yg terpenting dr sistem pengisian listrik kendaraan utk beban kontinyu:

1. kondisi alternator yg bener2 sehat (gulungan primer & sekunder, areng/carbon brush, IC, bearing)
2. belt yg ga kendor & msh ok/ga bunyi2
3. perkabelan yg baik, ga bocor/pake kabel jelek, sambungan/skun2 yg bener
4. grounding yg baik (standar udah ok klo mw ditambah ya lebih baik)
5. dan yg paling utama, ga lebih besar pasak vs tiang, pastikan konsumsi daya msh normal, pastikan ga ada yg short kellistrikan spy ga tekor

USAHAKAN, saat beban listrik penuh, mesin di RPM 1500--an, Vdc pengisian minimal kisaran 13.5 V k atas. Ini akan mendukung aki spy ga tekor & awet. serta kelistrikan maupun komponen2nya berfungsi optimal (spt lampu ga redup, blower maximal).


mantab penjelasannya, ane setuju gan. fungsi aki memang untuk stater dan sebagai penstabil arus bila aki sudah terisi penuh kembali setelah stater. jadi pada saat mesin sudah hidup dan aki sudah penuh segala kebutuhan kelistrikan mesin dan kelistrikan aksesoris mobil dipenuhi oleh alternator.

bila kondisi alternator dan aki dalam keadaan normal ada baiknya bisa ditambah voltstabilizer sebagai peredam noise amper, dan bisa di pasang juga groundwire tambahan supaya arus yg mengalir bisa maksimal terutama di titik2 yg kebutuhan arusnya besar, pemasangan groundwire di selinder head 2 biji ( selinder 1 dan 4) untuk menyempurnakan pengapian busi, lalu di braket koil, di body/braketnya alternator, di motor stater, di body/braketnya kompresor ac, blower ac, extrafan (bila ada), lainnya bisa di dekatkan terminal min lampu2 (headlamp dan aksesoris)

mungkin bisa dibedakan antara voltase dan ampere, kebutuhan voltase sekitar 13-14 volt lebih dari itu akan merusak aki dan kelistrikan mobil, makanya dipasang regulator (kalo di zebra sudah pakai regulator IC). sedangkan kebutuhan misalnya untuk pengapian mesin dan kelistrikan aksesoris atau ada tambahan aksesoris perlu disesuaikan kebuthan amperenya. apalagi untuk mobil ane yg umurnya udah lebih dari 15 tahun, kondisi kabel dan body grounding ikut menentukan hambatan arus.
Quote:Original Posted By boypenjelajah


mantab penjelasannya, ane setuju gan. fungsi aki memang untuk stater dan sebagai penstabil arus bila aki sudah terisi penuh kembali setelah stater. jadi pada saat mesin sudah hidup dan aki sudah penuh segala kebutuhan kelistrikan mesin dan kelistrikan aksesoris mobil dipenuhi oleh alternator.

bila kondisi alternator dan aki dalam keadaan normal ada baiknya bisa ditambah voltstabilizer sebagai peredam noise amper, dan bisa di pasang juga groundwire tambahan supaya arus yg mengalir bisa maksimal terutama di titik2 yg kebutuhan arusnya besar, pemasangan groundwire di selinder head 2 biji ( selinder 1 dan 4) untuk menyempurnakan pengapian busi, lalu di braket koil, di body/braketnya alternator, di motor stater, di body/braketnya kompresor ac, blower ac, extrafan (bila ada), lainnya bisa di dekatkan terminal min lampu2 (headlamp dan aksesoris)

mungkin bisa dibedakan antara voltase dan ampere, kebutuhan voltase sekitar 13-14 volt lebih dari itu akan merusak aki dan kelistrikan mobil, makanya dipasang regulator (kalo di zebra sudah pakai regulator IC). sedangkan kebutuhan misalnya untuk pengapian mesin dan kelistrikan aksesoris atau ada tambahan aksesoris perlu disesuaikan kebuthan amperenya. apalagi untuk mobil ane yg umurnya udah lebih dari 15 tahun, kondisi kabel dan body grounding ikut menentukan hambatan arus.


Langkah2 optimalisasi kelistrikan yg maknyuzzz om, perlu ditiru sm rekan2 d sini trmasuk saya.

skedar klarifikasi dan sharing, pada battery acid yg ga lain aki d mobil kita, setau ane, voltage charging yg disarankan pada kisaran 13.5 - 14.5 V (biasanya regulasi kiprok/IC alternator di mobil & motor, ga akan lewat angkat 14.5 V), dan di level 14.8 V air accu mulai terhidrolisis jd gas hidrogen (H2) dan Oksigen, yg bikin resiko kebakar & cepat mengeringkan aki.

Voltase minimal utk mempertahankan kondisi load accu (trickle charge) tanpa beban, di kisaran 13.2 V. jd klo di bawah itu, aki sudah scr otomatis melepas muatan, walau tanpa beban (automatic discharge), scr perlahan2. itulah kenapa penting utk memanaskn mesin scr berkala klo mobil jarang dipake, katakan minimal 4-5 hari sekali, agar accu tdk trlalu ngedrop voltasenya shg terkena proses sulfatisasi yg merusak sel aki.

oh ya, menyambung obrolan yg kemarin om Boy, utk operasional alternator di mobil yg kemagnetannya variabel (melalui kumparan sekunder), kalo beban kelistrikan dinaikkan, bisa mengakibatkan beban mesin yg bertambah/lebih berat ditandai dgn RPM idle yg turun, itulah knapa di karbu Esteem jg ada idle up utk lampu utama.

mengapa ? krn saat beban listrik naik ktika lampu utama dinyalakan, alternator akan bereaksi utk memperbesar output dgn cara memperkuat medan magnet di kumparan sekunder agar listrik yg dihasilkan oleh kumparan primer (akibat prinsip elektromagnetism) jg membesar. medan magnet yg lebih kuat otomatis akan lebih memberatkan tahanan putaran poros alternator, yg mesti dihela oleh mesin lewat puli alternator. AFAIK & CMIIW.

Ini berbeda dgn alternator di motor yg umumnya menggunakan magnet dgn kekuatan yg tetap. Salam D'Zebrakusers.

Quote:Original Posted By gunawanspurs
problem mobil na om sptnya besar pasak drpd tiang, klo ga produksi kekecilan (error di sisi alternator) ya konsumsi kegedean (klo komponen kelistrikan yg digunakan standar2 aja jml & bebannya, ada kemungkinan arus bocor/short d jalur kelistrikan yg gede nyedot arusnya). mengingat udah 2x ganti alterrnator, klo mmg tukang servis na jujur & alternator ga bermasalah, kayaknya masalah mmg di sisi konsumsi daya listriknya yg kegedean, mesti ditelusuri d mana kesalahannya.

skedar perbandingan, ZSX ane dgn semua lampu nyala temasuk lampu rem, AC dobel blower on di level paling kenceng, soundsystem standar nyalan volume suara max, Vdc pengisian RPM 1500 masih bisa mentok regulasi 14.4 V tuh, cuma pake alternator standar bawaan mobil yg "hanya" 40 A.

terimakasih nih agan2 masukannya... kalo saya mau betulin system kelistrikanya dimana ya bengkel yang bagus sekalian mo pasang idleup ac. kira2 abis berapa? udah banyak keluar duit tuh buat betulin mobil dari beli ampe skarang.
seblmnya terimakasih nih
Quote:Original Posted By engging
congratulation gan.. sukses jg akhirnya bs ngangon zeby espassnya. share dimari gan foto2nya.. btw lam kenal gan tunggangan ane ,espass97 domisili cipayung jakarta timur.


Sip gan nanti ane share Zeby ane. Ane domisili di perum 3 gan Tangerang. salam kenal semua
Quote:Original Posted By gunawanspurs

oh ya, menyambung obrolan yg kemarin om Boy, utk operasional alternator di mobil yg kemagnetannya variabel (melalui kumparan sekunder), kalo beban kelistrikan dinaikkan, bisa mengakibatkan beban mesin yg bertambah/lebih berat ditandai dgn RPM idle yg turun, itulah knapa di karbu Esteem jg ada idle up utk lampu utama.

mengapa ? krn saat beban listrik naik ktika lampu utama dinyalakan, alternator akan bereaksi utk memperbesar output dgn cara memperkuat medan magnet di kumparan sekunder agar listrik yg dihasilkan oleh kumparan primer (akibat prinsip elektromagnetism) jg membesar. medan magnet yg lebih kuat otomatis akan lebih memberatkan tahanan putaran poros alternator, yg mesti dihela oleh mesin lewat puli alternator. AFAIK & CMIIW.

Ini berbeda dgn alternator di motor yg umumnya menggunakan magnet dgn kekuatan yg tetap. Salam D'Zebrakusers.



setuju gan, memang alternator mobil menggunakan magnet variable dari kumparan sekunder.

beban kelistrikan bila headlamp dinyalakan terjadi rpm turun disebabkan karena pasokan untuk pengapian arus ke coil dan delco berkurang karena kesedot untuk menyalakan headlamp, untuk mengakalinya seperti di esteem menggunakan idleup, ada jg yg menggunakan kapasitor di sistem headlamp. atau untuk modifikasi ada yg menggunakan relay berkapasitor seperti MX.
Quote:Original Posted By c0b3xs

terimakasih nih agan2 masukannya... kalo saya mau betulin system kelistrikanya dimana ya bengkel yang bagus sekalian mo pasang idleup ac. kira2 abis berapa? udah banyak keluar duit tuh buat betulin mobil dari beli ampe skarang.
seblmnya terimakasih nih


ga berani rekomen om krn belom pernah trouble kelistrikan yg harus smpe opname di bengkel. mungkin nanti agan2 senior yg lain d sini bisa kasih masukan. minimal om udah ada gambaran kira2 problemnya ada d mana shg ga gampang dikadalin sm teknisi klo ketemu yg "nakal". idle up AC bukannya dr ori bawaannya udah ada om,klo AC Zeby na original ?

Quote:Original Posted By Namestu


Sip gan nanti ane share Zeby ane. Ane domisili di perum 3 gan Tangerang. salam kenal semua


Salam kenal jg om dr Kranji, Bekasi.

Quote:Original Posted By boypenjelajah


setuju gan, memang alternator mobil menggunakan magnet variable dari kumparan sekunder.

beban kelistrikan bila headlamp dinyalakan terjadi rpm turun disebabkan karena pasokan untuk pengapian arus ke coil dan delco berkurang karena kesedot untuk menyalakan headlamp, untuk mengakalinya seperti di esteem menggunakan idleup, ada jg yg menggunakan kapasitor di sistem headlamp. atau untuk modifikasi ada yg menggunakan relay berkapasitor seperti MX.


klo di motor yg pake alternator kemagnetan tetap, mmg spt itu om, pd idle RPM pasokan listrik jd tekor, klo di motor kelistrikan full DC (baik electricity maupun ignition) spt New Megapro, menyalakan lampu utama dlm idle RPM, lama2 tekor trus Vdc ngedrop, bisa menurunkan performa mesin krn Vdc ke koil jg menurun. mesin lama2 akan turun idle RPM & terasa pincang.

Tp di mobil dgn alternator kemagnetan variable, hal itu tdk terjadi, krn saat lampu dinyalakan, pasokan listrik dr alternator jg menyesuaikan via kemagnetan kumparan sekunder, klo di mobil ane, di idle RPM (850 -an) Vdc ga pernah drop di bawah 13.8 V (dan akan mentok regulasi 14.4 V pd >1500 RPM) dgn beban kelistrikan (standar) paling besar sekalipun. Rasanya 13.8 V belum bisa dikatakan Vdc drop yg bisa mempengaruhi performa pengapian kendaraan.

Medan magnet dlm alternator utk membangkitkan listrik via prinsip elektromagnet, membutuhkan daya dr mesin spy kumparan sekunder (rotator assy) bisa berputar. itulah jg kenapa mobil dgn output power kecil standarnya ga pake alternator dgn output gede, spy kerugian tenaga yg disedot alternator saat bekerja ga gitu parah membebani kinerja mesin.

Quote:
.........The generated magnetic field opposes to the
movement, offering a resistance that depends on
the number of lamps used. The higher the current
consumed by the lamps, the higher the effort by
the user. To make the halogen lamps glow, the
user has to make a considerable physical effort............


source:

LINK

smoga berguna, AFAIK & CMIIW.

Quote:Original Posted By gunawanspurs
ga berani rekomen om krn belom pernah trouble kelistrikan yg harus smpe opname di bengkel. mungkin nanti agan2 senior yg lain d sini bisa kasih masukan. minimal om udah ada gambaran kira2 problemnya ada d mana shg ga gampang dikadalin sm teknisi klo ketemu yg "nakal". idle up AC bukannya dr ori bawaannya udah ada om,klo AC Zeby na original ?



Salam kenal jg om dr Kranji, Bekasi.



klo di motor yg pake alternator kemagnetan tetap, mmg spt itu om, pd idle RPM pasokan listrik jd tekor, klo di motor kelistrikan full DC (baik electricity maupun ignition) spt New Megapro, menyalakan lampu utama dlm idle RPM, lama2 tekor trus Vdc ngedrop, bisa menurunkan performa mesin krn Vdc ke koil jg menurun. mesin lama2 akan turun idle RPM & terasa pincang.

Tp di mobil dgn alternator kemagnetan variable, hal itu tdk terjadi, krn saat lampu dinyalakan, pasokan listrik dr alternator jg menyesuaikan via kemagnetan kumparan sekunder, klo di mobil ane, di idle RPM (850 -an) Vdc ga pernah drop di bawah 13.8 V (dan akan mentok regulasi 14.4 V pd >1500 RPM) dgn beban kelistrikan (standar) paling besar sekalipun. Rasanya 13.8 V belum bisa dikatakan Vdc drop yg bisa mempengaruhi performa pengapian kendaraan.

Medan magnet dlm alternator utk membangkitkan listrik via prinsip elektromagnet, membutuhkan daya dr mesin spy kumparan sekunder (rotator assy) bisa berputar. itulah jg kenapa mobil dgn output power kecil standarnya ga pake alternator dgn output gede, spy kerugian tenaga yg disedot alternator saat bekerja ga gitu parah membebani kinerja mesin.



source:

LINK

smoga berguna, AFAIK & CMIIW.


kyaknya yg depan ori kalo yg double blowernya buatan sendiri ga aslo pabrikan.
Quote:Original Posted By c0b3xs


kyaknya yg depan ori kalo yg double blowernya buatan sendiri ga aslo pabrikan.


klo Zeby na udah pake AC dr asalnya, dan karbu jg msh original, mestinya itu perangkat idle up AC jg ada. coba digoogling atau nunggu upload soehoe2 d sini, gambaran fisik karbu sekaligus perangkat idle up AC spt apa. seingat ane perangkat ini ga mahal2 amat, mungkin yg skarang trpasang udah rusak ?

Quote:Original Posted By gunawanspurs
klo Zeby na udah pake AC dr asalnya, dan karbu jg msh original, mestinya itu perangkat idle up AC jg ada. coba digoogling atau nunggu upload soehoe2 d sini, gambaran fisik karbu sekaligus perangkat idle up AC spt apa. seingat ane perangkat ini ga mahal2 amat, mungkin yg skarang trpasang udah rusak ?


ga tau jg bro..waktu beli udah gitu, kata orang bengkel blm ada idleupnya
ijin nyimak aj gan...maklum masuk rumah baru.....(*sambil liat langit2 ehmm...

Sharing

Zeby Neo Zebra ZL 2004 ane udah mangkal nih digarasi

Setelah tadi nyoba make lumayan lama, ini hasilnya:

Kekurangan:
1. Bener ternyata kelemahan mobil ini cepet panas. Setelah ane bawa muter, kalo udah mulai panas mobil udah ngga enak dibawanya. Di gas tapi ngga lari, trus suka njot-njotan gitu jalannya. Trus suka bau bensin di dalem mobil (kalo mesin panas)

2. Kaki-kaki keras. Kmaren ada yang punya masalah ini juga gimana nyelesaiin masalahnya gan? Jadi gimana cara ngakalinnya?

3. Setir berat. Ya kudu maklum sih belom power steering hehe

Tapi kalo mobil baru dipake (mesin masih dingin) enak gan. AC ane kebetulan juga dingin (single Blower) audio juga cukup memuaskan.

Jadi masalah yang udah ditemuin (dan mudah2an juga cuman itu aja) ya 3 diatas itu gan. Rencanannya besok mau ane bawa ke dokter spesialis gan. Monggo kalo ada masukan supaya buat reverensi si montirnya gan atau mungkin ada masukan bengkel daerah perum 3, Tangerang yang rekomen bisa juga..

Salam hangat buat para suhu
Zeby2004
newbie numpang masuk , jgn diospek yak gan hehehehe....
mau nanya harga shock dpn espass taon 95 satu set brpaan ya? trus suportny, kata toko tango yg 65rb lebih kuat dari yg ori 75rb. tapi katanya ada yg 350rb, entu knp mahal ya??? apa beda karetny? kuat g tuh yg 350rb gan?

Quote:Original Posted By Namestu
Zeby Neo Zebra ZL 2004 ane udah mangkal nih digarasi

Setelah tadi nyoba make lumayan lama, ini hasilnya:

Kekurangan:
1. Bener ternyata kelemahan mobil ini cepet panas. Setelah ane bawa muter, kalo udah mulai panas mobil udah ngga enak dibawanya. Di gas tapi ngga lari, trus suka njot-njotan gitu jalannya. Trus suka bau bensin di dalem mobil (kalo mesin panas)

2. Kaki-kaki keras. Kmaren ada yang punya masalah ini juga gimana nyelesaiin masalahnya gan? Jadi gimana cara ngakalinnya?

3. Setir berat. Ya kudu maklum sih belom power steering hehe

Tapi kalo mobil baru dipake (mesin masih dingin) enak gan. AC ane kebetulan juga dingin (single Blower) audio juga cukup memuaskan.

Jadi masalah yang udah ditemuin (dan mudah2an juga cuman itu aja) ya 3 diatas itu gan. Rencanannya besok mau ane bawa ke dokter spesialis gan. Monggo kalo ada masukan supaya buat reverensi si montirnya gan atau mungkin ada masukan bengkel daerah perum 3, Tangerang yang rekomen bisa juga..

Salam hangat buat para suhu
Zeby2004


1. Mesinnya masih belom pas settingnya om, atau malah kurang sehat keadaannya. Mesin Zeby Espass yg sehat, setting pas, pake oli yg OK, ane jamin irit (dalkot 9-11 KM/L, lukot up to 13 KM/L, AC dobel blower full on, mesin 1500 cc), adem (skala suhu ga pernah lewat spertiga), powerful (masih bisa ngentutin mobil2 baru cc <1500 d tanjakan, top speed mentok speedo msh gampang, nyali yg ga gampang).

2. Udah bawaan orok

3. idem no 2, tp asal kasih tekanan ban 32 PSi depan 36 PSi belakang kondisi cold, ga parah2 amat kok.

Pake Zeby yg penting mesin bener2 sehat, kelistrikan beres, AC adem, kaca film yg bagusan (kelas harga 1 jt lah, worth it), selebihnya tinggal kita membiasakan diri bawa gerobak angkot, jgn ditarik spt sedan, fahami kelebihan & kekurangan kendaraan, insyaAllah bisa nyaman di perjalanan, slamat smpai tujuan, dan happy memiliki Zeby Espass.

Quote:Original Posted By amarisatsuki
newbie numpang masuk , jgn diospek yak gan hehehehe....
mau nanya harga shock dpn espass taon 95 satu set brpaan ya? trus suportny, kata toko tango yg 65rb lebih kuat dari yg ori 75rb. tapi katanya ada yg 350rb, entu knp mahal ya??? apa beda karetny? kuat g tuh yg 350rb gan?



AFAIK & CMIIW, yg 75 rb ori itu kode spareparts 008 yg berarti paling low end, bikinan lokal. yg 65 rb biasanya klo ga imitasi Thailand or Taiwan, klo yg 350 rb mungkin yg ori Jepang, setara bawaan asli mobil, terjamin kekuatan & performanya.

Quote:Original Posted By gunawanspurs


1. Mesinnya masih belom pas settingnya om, atau malah kurang sehat keadaannya. Mesin Zeby Espass yg sehat, setting pas, pake oli yg OK, ane jamin irit (dalkot 9-11 KM/L, lukot up to 13 KM/L, AC dobel blower full on, mesin 1500 cc), adem (skala suhu ga pernah lewat spertiga), powerful (masih bisa ngentutin mobil2 baru cc <1500 d tanjakan, top speed mentok speedo msh gampang, nyali yg ga gampang).

2. Udah bawaan orok

3. idem no 2, tp asal kasih tekanan ban 32 PSi depan 36 PSi belakang kondisi cold, ga parah2 amat kok.

Pake Zeby yg penting mesin bener2 sehat, kelistrikan beres, AC adem, kaca film yg bagusan (kelas harga 1 jt lah, worth it), selebihnya tinggal kita membiasakan diri bawa gerobak angkot, jgn ditarik spt sedan, fahami kelebihan & kekurangan kendaraan, insyaAllah bisa nyaman di perjalanan, slamat smpai tujuan, dan happy memiliki Zeby Espass.



AFAIK & CMIIW, yg 75 rb ori itu kode spareparts 008 yg berarti paling low end, bikinan lokal. yg 65 rb bias
anya klo ga imitasi Thailand or Taiwan, klo yg 350 rb mungkin yg ori Jepang, setara bawaan asli mobil, terjamin kekuatan & performanya.



wogh. pantesan mahal...ongkirny dari jepang. coba yg 65rb dlu dah. moga2 awet, doku udah cekak beli ni mobil
terima kasih suhu atas pencerahanny
Quote:Original Posted By gunawanspurs


1. Mesinnya masih belom pas settingnya om, atau malah kurang sehat keadaannya. Mesin Zeby Espass yg sehat, setting pas, pake oli yg OK, ane jamin irit (dalkot 9-11 KM/L, lukot up to 13 KM/L, AC dobel blower full on, mesin 1500 cc), adem (skala suhu ga pernah lewat spertiga), powerful (masih bisa ngentutin mobil2 baru cc <1500 d tanjakan, top speed mentok speedo msh gampang, nyali yg ga gampang).

2. Udah bawaan orok

3. idem no 2, tp asal kasih tekanan ban 32 PSi depan 36 PSi belakang kondisi cold, ga parah2 amat kok.

Pake Zeby yg penting mesin bener2 sehat, kelistrikan beres, AC adem, kaca film yg bagusan (kelas harga 1 jt lah, worth it), selebihnya tinggal kita membiasakan diri bawa gerobak angkot, jgn ditarik spt sedan, fahami kelebihan & kekurangan kendaraan, insyaAllah bisa nyaman di perjalanan, slamat smpai tujuan, dan happy memiliki Zeby Espass.




Iya gan emang kudu tau diri ya. Bawa mobil beginian ya kudu paham juga plus minusnya. Oke gan thanks sarannya rencanannya hari ini mau dibawa ke bengkel, mudah2an bisa beres semua tanpa nguras dompet

Makasi banyk sarannya om
Quote:Original Posted By gunawanspurs


Salam kenal jg om dr Kranji, Bekasi.

klo di motor yg pake alternator kemagnetan tetap, mmg spt itu om, pd idle RPM pasokan listrik jd tekor, klo di motor kelistrikan full DC (baik electricity maupun ignition) spt New Megapro, menyalakan lampu utama dlm idle RPM, lama2 tekor trus Vdc ngedrop, bisa menurunkan performa mesin krn Vdc ke koil jg menurun. mesin lama2 akan turun idle RPM & terasa pincang.

Tp di mobil dgn alternator kemagnetan variable, hal itu tdk terjadi, krn saat lampu dinyalakan, pasokan listrik dr alternator jg menyesuaikan via kemagnetan kumparan sekunder, klo di mobil ane, di idle RPM (850 -an) Vdc ga pernah drop di bawah 13.8 V (dan akan mentok regulasi 14.4 V pd >1500 RPM) dgn beban kelistrikan (standar) paling besar sekalipun. Rasanya 13.8 V belum bisa dikatakan Vdc drop yg bisa mempengaruhi performa pengapian kendaraan.

Medan magnet dlm alternator utk membangkitkan listrik via prinsip elektromagnet, membutuhkan daya dr mesin spy kumparan sekunder (rotator assy) bisa berputar. itulah jg kenapa mobil dgn output power kecil standarnya ga pake alternator dgn output gede, spy kerugian tenaga yg disedot alternator saat bekerja ga gitu parah membebani kinerja mesin.



source:

LINK

smoga berguna, AFAIK & CMIIW.



mantabs... nambah wawasan ane lagi..

Quote:Original Posted By Namestu
Zeby Neo Zebra ZL 2004 ane udah mangkal nih digarasi

Setelah tadi nyoba make lumayan lama, ini hasilnya:

Kekurangan:
1. Bener ternyata kelemahan mobil ini cepet panas. Setelah ane bawa muter, kalo udah mulai panas mobil udah ngga enak dibawanya. Di gas tapi ngga lari, trus suka njot-njotan gitu jalannya. Trus suka bau bensin di dalem mobil (kalo mesin panas)

2. Kaki-kaki keras. Kmaren ada yang punya masalah ini juga gimana nyelesaiin masalahnya gan? Jadi gimana cara ngakalinnya?

3. Setir berat. Ya kudu maklum sih belom power steering hehe


Salam hangat buat para suhu
Zeby2004


1. coba tune up total dulu gan, seharusnya kondisi mesin sudah panas harusnya tambah enak tarikannya.

2. kaki2 keras sudah bawaan gan, mungkin memang dibuat untuk beban berat, tapi ane coba penumpang full malah lebih enak dibawa ngebut jg gak goyang.

3. setir berat memang zebra belum ada powersteeringnya. tapi biasanya lebih pengaruh dari tekanan angin ban, spooring dan bearing teflon disupportshocknya.

Quote:Original Posted By amarisatsuki
newbie numpang masuk , jgn diospek yak gan hehehehe....
mau nanya harga shock dpn espass taon 95 satu set brpaan ya? trus suportny, kata toko tango yg 65rb lebih kuat dari yg ori 75rb. tapi katanya ada yg 350rb, entu knp mahal ya??? apa beda karetny? kuat g tuh yg 350rb gan?



Quote:Original Posted By amarisatsuki


wogh. pantesan mahal...ongkirny dari jepang. coba yg 65rb dlu dah. moga2 awet, doku udah cekak beli ni mobil
terima kasih suhu atas pencerahanny


support shock original kode part 000 (bawaan pabrik dan made in japan) memang kualitasnya lebih bagus, karetnya buatan brigestone (ada logo "B" brigestone) dan platnya lebih tebal 2mm dari yg KW.
Quote:Original Posted By boypenjelajah


mantabs... nambah wawasan ane lagi..


Masukan2 & sharing2 om Boy ttg modif & aplikasi2 praktis di Zeby jauh lebih banyak & sangat berguna, spt sharing ttg carbon cleaning kemarin, 100% works & effective. Matur suwun sanget om.

Quote:Original Posted By boypenjelajah

1. coba tune up total dulu gan, seharusnya kondisi mesin sudah panas harusnya tambah enak tarikannya.

2. kaki2 keras sudah bawaan gan, mungkin memang dibuat untuk beban berat, tapi ane coba penumpang full malah lebih enak dibawa ngebut jg gak goyang.

3. setir berat memang zebra belum ada powersteeringnya. tapi biasanya lebih pengaruh dari tekanan angin ban, spooring dan bearing teflon disupportshocknya.


Rekan2 ada beberapa yg modif pasang tambahan bearing or something di jalur kemudi dan juga di dudukan shockbreaker, apa ada yg masih ingat & bisa mengulas kembali ? Katanya efektif bikin setir tambah enteng (wlopun tentu msh jauh dr efek power steering).

Atleast, seberat2nya stir Espass, masih lebih berat stir Jimny paklik ane dulu.

Quote:Original Posted By boypenjelajah

support shock original kode part 000 (bawaan pabrik dan made in japan) memang kualitasnya lebih bagus, karetnya buatan brigestone (ada logo "B" brigestone) dan platnya lebih tebal 2mm dari yg KW.


Ono rego ono rupo ya om, dan utk part ini slain terkait jarak tempuh, juga pola pemakaiannya. di Zeby ane jg udah tanda2 kepala nongol, tp shock depan masih enjus2 klo lwt gajrukan, and belom bunyi jeduk2, ya ane biarin aja dulu deh.

Quote:Original Posted By gunawanspurs


Rekan2 ada beberapa yg modif pasang tambahan bearing or something di jalur kemudi dan juga di dudukan shockbreaker, apa ada yg masih ingat & bisa mengulas kembali ? Katanya efektif bikin setir tambah enteng (wlopun tentu msh jauh dr efek power steering).

Atleast, seberat2nya stir Espass, masih lebih berat stir Jimny paklik ane dulu.

Ono rego ono rupo ya om, dan utk part ini slain terkait jarak tempuh, juga pola pemakaiannya. di Zeby ane jg udah tanda2 kepala nongol, tp shock depan masih enjus2 klo lwt gajrukan, and belom bunyi jeduk2, ya ane biarin aja dulu deh.




bearing teflon yg di supportshock
Spoiler for :


tanda B
Spoiler for :


tanda O
Spoiler for :
Quote:Original Posted By Namestu
Sip gan nanti ane share Zeby ane. Ane domisili di perum 3 gan Tangerang. salam kenal semua
ada rekan kita jg disana daerah tanggerang.. kang nanang djuna..
Quote:Original Posted By oylumir
ijin nyimak aj gan...maklum masuk rumah baru.....(*sambil liat langit2 ehmm...
lam kenal gan oylumir.. sama sy jg br hadir lg.. salam hormat buat para master suhu Om Boy n Om Gunawan..thx petuahnya jd lebih ngerti..