SAS Success Counter Terror Story in Afghan

Successful counter-terror ambushes for the British Special Forces soldiers SAS in Afghanistan.
Wednesday, July 31, 2013 08:41 AM


SAS while in combat and patrol operation in Afghan

British Special Forces troops have killed dozens of Taliban fighters in one of their most successful counter-terror ambushes in Afghanistan. The krack SAS team were alerted after an American pilotless drone spotted a convoy of heavily armed Taliban in pick-up trucks heading into Helmand province on Friday.

As the insurgents moved in from neighbouring Nimruz province into Helmand, a US air-strike was called in to cut them off before they disappeared into the local population and a jet destroyed two vehicles.

A band of 45 fighters fled across the desert in trucks as the SAS rushed to the area, taking up ambush positions ahead of them to cut off their escape and opening fire on the convoy.



The fighting that followed was so close-up that at one stage both sides were just several metres apart and the Brits barely had time to reload their weapons.

In several hours of battle, one British trooper was caught up in a quick-draw confrontation with a member of the Taliban.

The soldier shot the Taliban dead but felt the thud of an AK47 bullet embedding in the chest plate of his body armour.

He escaped with bruising.



The dramatic confrontation – the latest in a string of special forces victories against the insurgents – left 30 Taliban dead, including an un-named senior commander of the network.

A military insider said: “This operation was a huge success and shows how special forces can operate quickly against a ruthless enemy.

“The Taliban have been trying to move back into certain parts of Helmand province to try and flex their muscles before the troop withdrawal.

“And this shows why an element of British and American special forces may remain in Afghanistan long after the regular troops have gone home.”



Sumber: Army Recognition

Hmmm, drone dan pasukan reaksi cepat. Ini mungkin yang dibutuhkan oleh TNI di Papua
kena projectil AK-47 dari jarak dekat tapi survive, body armour SAS nya yahud tuh
Quote:Hmmm, drone dan pasukan reaksi cepat. Ini mungkin yang dibutuhkan oleh TNI di Papua

bukannya udah kek gitu ya, cuma medan Papua yg super keras dan penuh pohon jadi kendala tersendiri
Lebih hebatan body armour SAS daripada armournya Anoa, point blank range gak apa apa
Quote:Original Posted By sopicali
kena projectil AK-47 dari jarak dekat tapi survive, body armour SAS nya yahud tuh


mungkin justru karena dari jarak dekat velocity peluru AK belum maksimal ...

*mbakar menyan dulu manggil om garand
Quote:Original Posted By NenenEnthutiast
mungkin justru karena dari jarak dekat velocity peluru AK belum maksimal ...

*mbakar menyan dulu manggil om garand


bukannya semakin dekat justru punching powernya masih gede banget yah??
Quote:Original Posted By pikacool


bukannya semakin dekat justru punching powernya masih gede banget yah??


Yang sudah pernah saya saksikan apabila di tembak peluru AK - 7,46 mereka yg terkena, walau memakai tameng baja / ceramic dan di lapis kevlaar tetap "terhenyak" sementara, dan kehilangan konsentrasi sementara waktu, dan bekas kena tembakannya meninggalkan bekas. Nah, yang digambarkan "SAS" walau kena tembak dan memakai rompi keliatannya gpp malah berhasil menumbangkan Taliban. Sakti benar dan hebat ya "SAS". Tapi itu kan katanya, katanya, digambarkan secara kartunis, bagaimana ceritanya yang benar wallahualam bisawab. Allah yg Maha Tahu sebenarnya.
Quote:Original Posted By boleroes11


Yang sudah pernah saya saksikan apabila di tembak peluru AK - 7,46 mereka yg terkena, walau memakai tameng baja / ceramic dan di lapis kevlaar tetap "terhenyak" sementara, dan kehilangan konsentrasi sementara waktu, dan bekas kena tembakannya meninggalkan bekas. Nah, yang digambarkan "SAS" walau kena tembak dan memakai rompi keliatannya gpp malah berhasil menumbangkan Taliban. Sakti benar dan hebat ya "SAS". Tapi itu kan katanya, katanya, digambarkan secara kartunis, bagaimana ceritanya yang benar wallahualam bisawab. Allah yg Maha Tahu sebenarnya.


Kalau pake armor plate efeknya pasti beda karena energi tumbukan peluru jd tersebar dulu sebelum menekan ketubuh , beda dengan yg cuma fabric, dan itu belum hitung benda2 yg dijejal didepan body armor seperti pistol, magazine, pisau dll
Quote:Original Posted By Ardent99


Kalau pake armor plate efeknya pasti beda karena energi tumbukan peluru jd tersebar dulu sebelum menekan ketubuh , beda dengan yg cuma fabric, dan itu belum hitung benda2 yg dijejal didepan body armor seperti pistol, magazine, pisau dll


Emang sudah pernah melihat sendiri, gan ?
Quote:Original Posted By boleroes11


Emang sudah pernah melihat sendiri, gan ?


Nonton acara tv ilmiah, emang ente uda pernah lihat sendiri?
Quote:Original Posted By Ardent99


Nonton acara tv ilmiah, emang ente uda pernah lihat sendiri?

pertanyaannya tidak membaca postingan sebelumnya :
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Original Posted By boleroes11 ►
Yang sudah pernah saya saksikan apabila di tembak peluru AK - 7,46 mereka yg terkena, walau memakai tameng baja / ceramic dan di lapis kevlaar tetap "terhenyak" sementara, dan kehilangan konsentrasi sementara waktu, dan bekas kena tembakannya meninggalkan bekas. Nah, yang digambarkan "SAS" walau kena tembak dan memakai rompi keliatannya gpp malah berhasil menumbangkan Taliban. Sakti benar dan hebat ya "SAS". Tapi itu kan katanya, katanya, digambarkan secara kartunis, bagaimana ceritanya yang benar wallahualam bisawab. Allah yg Maha Tahu sebenarnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita adik sepupu ane yang tentara, temennya waktu tugas ke Aceh, di rawa rawa patroli berpapasan sama anggota GAM jarak hanya beberapa meter. Saling kaget, saling adu cepet nembak. Temennya kalah cepet ketembak duluan, mental jatuh kejerembab kena rompi anti pelurunya. tapi bisa bangun lagi dan membalas ke personil GAM tsb. menyebabkan si GAM tewas, karena tembakan GAM berikutnya macet.

Quote:Original Posted By SpahPanzer

pertanyaannya tidak membaca postingan sebelumnya :
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Original Posted By boleroes11 ►
Yang sudah pernah saya saksikan apabila di tembak peluru AK - 7,46 mereka yg terkena, walau memakai tameng baja / ceramic dan di lapis kevlaar tetap "terhenyak" sementara, dan kehilangan konsentrasi sementara waktu, dan bekas kena tembakannya meninggalkan bekas. Nah, yang digambarkan "SAS" walau kena tembak dan memakai rompi keliatannya gpp malah berhasil menumbangkan Taliban. Sakti benar dan hebat ya "SAS". Tapi itu kan katanya, katanya, digambarkan secara kartunis, bagaimana ceritanya yang benar wallahualam bisawab. Allah yg Maha Tahu sebenarnya.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Cerita adik sepupu ane yang tentara, temennya waktu tugas ke Aceh, di rawa rawa patroli berpapasan sama anggota GAM jarak hanya beberapa meter. Saling kaget, saling adu cepet nembak. Temennya kalah cepet ketembak duluan, mental jatuh kejerembab kena rompi anti pelurunya. tapi bisa bangun lagi dan membalas ke personil GAM tsb. menyebabkan si GAM tewas, karena tembakan GAM berikutnya macet.



(Nah, yang digambarkan "SAS" walau kena tembak dan memakai rompi keliatannya gpp malah berhasil menumbangkan Taliban. Sakti benar dan hebat ya "SAS". Tapi itu kan katanya)


Yg jd masalah ceritanya dianggap meragukan, padahal diberitamya cm ga mendetil menceritakan efek tertembaknya, cm bilang mengalami bengkak2.
itulah pentingnya gear2 berkualitas bagi prajurit...
mahal sih jatuhnya, tapi nyawa prajurit & keberhasilan misi lebih utama

MERDEKA!!!
Quote:Original Posted By Ardent99


Kalau pake armor plate efeknya pasti beda karena energi tumbukan peluru jd tersebar dulu sebelum menekan ketubuh , beda dengan yg cuma fabric, dan itu belum hitung benda2 yg dijejal didepan body armor seperti pistol, magazine, pisau dll


Juragan jgn "ngeyel" karena kalau demikian, yg pasti namanya senapan serbu pasti peluru yg keluar bukan satu - satu seperti senapan "locok" juragan, nah yang terjadi proyektil peluru malah rekoset dan ini sangat membahayakan bagi si parajurit "SAS", paling tidak seperti yg sudah saya lakukan pengujian rompi tahan peluru produksi "Special Materialas" Russia di lapangan tembak Polri dan TNI. Baja yg terkena velocity proyekti peluru "dekok"= melesak kedalam seperti "bisul" besar dan proyektil peluru berubah menjadi pipih bulat, namun karena peluru yg dikeluarkan dari senapan serbu AK-47 banyak ada 12 peluru, maka beberapa proyektil malah rekoset kesana kemari dan dipastikan malah membahayakan yang memakai rompi anti peluru.
Baja dg Level III/ IV A juga di tembak dengan peluru buatan PT PINDAD 5,56mm justru berlubang seperti di bor halus, penembakan di laksanakan di PT PINDAD oleh seorang senior P. PINDAD Bp. PH sampai berulang kali dengan hasil sama, bolong kayak di bor.
Akhirnya teknisi dari Russia minta contoh proyektil peluru 5,56mm untuk dibawa pulang.
Selang beberapa bulan kemudian baja untuk rompi tsb yg tadinya di unggulkan karena mendapat piagam penghargaan dari Kalashnikova sendiri karena tahan terhadap tembakan peluru AK-47 setelah mendapat perbaikan / penyempurnaan dibawa dan diserahkan ke PT PINDAD untuk di uji tembak kembali, dan hasilnya saya nggak memonitor.
Salam hormat, juragan.
Pinternya agen agitasi da propaganda militer asing yg selalu menceritakan kisah sukses misi mereka, dimana agar logis (masuk akal) direkayasa dengan bantuan technologi canggih dan disebarkan lewat jaringan infokom yang di kuasai intinya untuk membuat lawan harus berhitung berulang kali kalau menghadapi satuan elite mereka.
Belum pernah diceritakan bagaimana lawan mereka juga sebenarnya banyak telah menggagalkan misi mereka dengan korban besar. Ini yg disebut "Psy War" atau perang urat syaraf.
Buktinya ngelawan RPKAD di Kalimantan Utara "SAS" jadi bulan-bulanan.
"SEAL" diajak latihan di Karangtekok, Asembagus, Jatim dengan KOPASKA puluhan anggota "SEAL" yg "keok" ngelempar "handuk putih". Jago wani kluruke, dul = Ajam jantan berani koarnya, Dul.
Quote:Original Posted By boleroes11

Buktinya ngelawan RPKAD di Kalimantan Utara "SAS" jadi bulan-bulanan.
"SEAL" diajak latihan di Karangtekok, Asembagus, Jatim dengan KOPASKA puluhan anggota "SEAL" yg "keok" ngelempar "handuk putih". Jago wani kluruke, dul = Ajam jantan berani koarnya, Dul.


jangan gitu mbah.......chauvinist namanya
kalau waktu dwikora...SAS "kaget" karena ternyata RPKAD bisa mengimbangi SAS, kalau di bilang jadi bulan-bulanan ya nggak juga
wong korban RPKAD tetep lebih besar dari SAS kok

gimana kalau gantian KOPASKA di ajak latihan SEAL di pegunungan ASPEN?? kira-kira yang ngelempar handuk duluan siapa yah??
Quote:Original Posted By alexander hagal


jangan gitu mbah.......chauvinist namanya
kalau waktu dwikora...SAS "kaget" karena ternyata RPKAD bisa mengimbangi SAS, kalau di bilang jadi bulan-bulanan ya nggak juga
wong korban RPKAD tetep lebih besar dari SAS kok

gimana kalau gantian KOPASKA di ajak latihan SEAL di pegunungan ASPEN?? kira-kira yang ngelempar handuk duluan siapa yah??


Kopaska pernah mengadakan latihan di area pegunungan jayawijaya tidak ya ???
Quote:Original Posted By princeville


Kopaska pernah mengadakan latihan di area pegunungan jayawijaya tidak ya ???


disamping kopassus, mungkin juga
Quote:Original Posted By princeville


Kopaska pernah mengadakan latihan di area pegunungan jayawijaya tidak ya ???


kalo itu kyaknya RPKAD


Quote:Original Posted By alexander hagal


disamping kopassus, mungkin juga


Quote:Original Posted By merkapa


kalo itu kyaknya RPKAD




klo pernah, kemungkinan bisa menyesuaikan diri jika berlatih di pegunungan alpen. puncak jayawijaya itu benar2 tertutup salju lo... (gw cuman lihat dari atas pesawat )