KASKUS

( makin hot ) AHOK VS LULUNG

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyayangkan pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham Lunggana, tentang keberadaan pedagang kaki lima di Tanah Abang. Basuki menilai pria yang akrab disapa Lulung itu tak memahami peraturan daerah.
Kamis (25/7/2013) kemarin, Lulung menyebut Basuki berbicara sembarangan tentang PKL di Tanah Abang. Lulung merasa tersinggung oleh ucapan Basuki tentang adanya oknum DPRD DKI yang "bermain" dalam urusan PKL dan preman di sekitar Pasar Tanah Abang. Ia menyarankan kepada Basuki untuk memeriksa kesehatan jiwanya.
Menanggapi hal itu, Basuki mengaku heran terhadap sikap Lulung tersebut. Ia menilai sikap Lulung itu menunjukkan bahwa anggota Fraksi PPP tersebut tak memahami peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang keberadaan PKL.
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Ketua DPRD DKI Abraham
"Saya sayang sekali, ya. Saya pikir Jakarta kacau mungkin ada wakil ketua DPRD seperti dia, yang tidak mengerti perda dan ngajak warganya melanggar perda. Ini ya masalah," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Dalam Pasal 25 Ayat 2 Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, disebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang berdagang, berusaha di bagian jalan/trotoar, halte, jembatan penyeberangan orang, dan tempat-tempat untuk kepentingan umum lainnya di luar tempat yang ditentukan oleh Gubernur DKI. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI mendorong para PKL yang selama ini berdagang di badan jalan di sekitar Tanah Abang untuk pindah ke Blok G Tanah Abang.
Menurut Basuki, jika seorang anggota DPRD tidak mengerti perda, apalagi melanggar, maka orang tersebut sudah tidak berhak lagi menjabat sebagai wakil ketua DPRD. Ia mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bisa mencopot jabatan orang tersebut.
"Kalau terbukti ada anggota DPRD yang melawan, menghasut rakyat melanggar perda, dia otomatis sudah gugur sebagai anggota DPRD sebetulnya, lho. Sumpah jabatannya sudah gugur," ujar Basuki.
Basuki mengatakan, jika penertiban PKL Tanah Abang tidak dapat dilakukan dengan sosialisasi dan cara-cara persuasif, maka Pemprov DKI akan memilih jalur hukum. Ia menegaskan, tidak mungkin seluruh pasukan keamanan berjaga terus-menerus di Tanah Abang untuk memantau keberadaan PKL di sana.
"Saya lakukan ini untuk sumpah jabatan saya, untuk menegakkan perda dan aturan," kata Basuki.
Basuki menegaskan, ia tidak segan-segan melaporkan PKL yang bersikeras menolak pindah dari badan jalan ke lokasi binaan yang telah disediakan oleh Pemprov DKI.

http://t.co/3WzudQh0As

Emang anggota dewan ngertinya apa sih ? cuma "study banding" doang bisanye
ini kan anggota DPRD yg kebakaran djenggot dgn pernyataan ahok!! padahal ahok gak ada menyebutkan nama pejabat DPRD yg jd beking tanah abang.....eh mmalah si lutung ini yg tersungging
makanya kemarin waktu pemilu dprd ane golput
"Saya sayang sekali, ya. Saya pikir Jakarta kacau mungkin ada wakil ketua DPRD seperti dia, yang tidak mengerti perda dan ngajak warganya melanggar perda.
Menurut Basuki, jika seorang anggota DPRD tidak mengerti perda, apalagi melanggar, maka orang tersebut sudah tidak berhak lagi menjabat sebagai wakil ketua DPRD. Ia mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bisa mencopot jabatan orang tersebut.


ampun nih cina berani bener lawan bos preman tanah abang

tanah abang emang punya cina kok koh, sebagian besar pedaganya cina juga
tuh preman2 mah makin kesudut, pada migrasi ke bekasi

Jadiin kaya mangga 2 aja koh, lebih tertib
Study case banyak-banyak juga sama aja otak nya kosong. Perda juga mereka sendiri yang mengesahkan tapi belagak lupa ingetan. Apa mungkin ya ada udang di balik batu mengapa tuh wakil tersinggung dengan pernyataan pak wakil gubernur
Quote:Original Posted By offsprings
ini kan anggota DPRD yg kebakaran djenggot dgn pernyataan ahok!! padahal ahok gak ada menyebutkan nama pejabat DPRD yg jd beking tanah abang.....eh mmalah si lutung ini yg tersungging


Lulung dah linglung, ga bisa menempatkan diri sebagai wakil rakyat. Malah menjembatani dgn stament yang tidak mendukung ketertiban.
Quote:Original Posted By offsprings
ini kan anggota DPRD yg kebakaran djenggot dgn pernyataan ahok!! padahal ahok gak ada menyebutkan nama pejabat DPRD yg jd beking tanah abang.....eh mmalah si lutung ini yg tersungging


gan ava ente ajib bner ...
malu-maluin orang betawi aje nih lutung
Lulung ini preman dlm arti preman sebenarnya
Wakil ketua aje otaknye kaya begitu,apalagi anggotanya....
biarin aja gan, bentar lg lebaran paling pd maap-maapan dah
Quote:Original Posted By offsprings
ini kan anggota DPRD yg kebakaran djenggot dgn pernyataan ahok!! padahal ahok gak ada menyebutkan nama pejabat DPRD yg jd beking tanah abang.....eh mmalah si lutung ini yg tersungging


Lutung????
Bisa j agan plesetinnya
Quote:Original Posted By jb2013
JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyayangkan pernyataan Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham Lunggana, tentang keberadaan pedagang kaki lima di Tanah Abang. Basuki menilai pria yang akrab disapa Lulung itu tak memahami peraturan daerah.
Kamis (25/7/2013) kemarin, Lulung menyebut Basuki berbicara sembarangan tentang PKL di Tanah Abang. Lulung merasa tersinggung oleh ucapan Basuki tentang adanya oknum DPRD DKI yang "bermain" dalam urusan PKL dan preman di sekitar Pasar Tanah Abang. Ia menyarankan kepada Basuki untuk memeriksa kesehatan jiwanya.
Menanggapi hal itu, Basuki mengaku heran terhadap sikap Lulung tersebut. Ia menilai sikap Lulung itu menunjukkan bahwa anggota Fraksi PPP tersebut tak memahami peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang keberadaan PKL.
Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Ketua DPRD DKI Abraham
"Saya sayang sekali, ya. Saya pikir Jakarta kacau mungkin ada wakil ketua DPRD seperti dia, yang tidak mengerti perda dan ngajak warganya melanggar perda. Ini ya masalah," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Jumat (26/7/2013).
Dalam Pasal 25 Ayat 2 Perda DKI Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, disebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang berdagang, berusaha di bagian jalan/trotoar, halte, jembatan penyeberangan orang, dan tempat-tempat untuk kepentingan umum lainnya di luar tempat yang ditentukan oleh Gubernur DKI. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI mendorong para PKL yang selama ini berdagang di badan jalan di sekitar Tanah Abang untuk pindah ke Blok G Tanah Abang.
Menurut Basuki, jika seorang anggota DPRD tidak mengerti perda, apalagi melanggar, maka orang tersebut sudah tidak berhak lagi menjabat sebagai wakil ketua DPRD. Ia mengatakan, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) bisa mencopot jabatan orang tersebut.
"Kalau terbukti ada anggota DPRD yang melawan, menghasut rakyat melanggar perda, dia otomatis sudah gugur sebagai anggota DPRD sebetulnya, lho. Sumpah jabatannya sudah gugur," ujar Basuki.
Basuki mengatakan, jika penertiban PKL Tanah Abang tidak dapat dilakukan dengan sosialisasi dan cara-cara persuasif, maka Pemprov DKI akan memilih jalur hukum. Ia menegaskan, tidak mungkin seluruh pasukan keamanan berjaga terus-menerus di Tanah Abang untuk memantau keberadaan PKL di sana.
"Saya lakukan ini untuk sumpah jabatan saya, untuk menegakkan perda dan aturan," kata Basuki.
Basuki menegaskan, ia tidak segan-segan melaporkan PKL yang bersikeras menolak pindah dari badan jalan ke lokasi binaan yang telah disediakan oleh Pemprov DKI.

http://t.co/3WzudQh0As

Emang anggota dewan ngertinya apa sih ? cuma "study banding" doang bisanye


Kalo tidak salah mustinya si lulung gak sperti cacing kepanasan. Malah terkesan kaya orang bodoh.
Quote:Original Posted By offsprings
ini kan anggota DPRD yg kebakaran djenggot dgn pernyataan ahok!! padahal ahok gak ada menyebutkan nama pejabat DPRD yg jd beking tanah abang.....eh mmalah si lutung ini yg tersungging


Lutung????
Bisa j agan plesetinnya
org bodo...cocok jadi kere saja.
siapa sih yg milih ni org ke,arin?
Penasaran dengan kelanjutan episodenya :P
sensian banget ni , padahal ga disebut
Nih anggota dHewan kalo ga merasa tersinggung, knp harus marah? Atau jgn2 emang dia preman nya..
nyimak..



g ada picknya pak lulung y?

negara kita tidak maju dari dulu sampe sekarang

malah bisa dibilang mundur

rupanya kualitas pejabat negara kita seperti itu

Ahok terlihat seperti musuh smua anggota DPR tetapi pahlawan dimata rakyat jelata

rakyat tidak bodoh,rakyat tau mana yg baik dan tidak,apapun kata2 manis anggota DPR ataupun PRO ke orang2 yg dirasa tertindas dalam konteks tidak tepat

makin membuat citra mereka semakin hancur