KASKUS

Perihal Ganti Rugi Kecelakaan Lalu Lintas

Spoiler for Berita kejadian:



Sore gan

Mau minta tolong bantuan hukumnya Saya coba membuat 2 versi beritanya dan mohon tanggapan untuk keduanya

(1) Versi Pertama
Mobil yang dikendarai orang tua saya keluar dari gang. pada saat posisi mobil masih miring, ternyata ada motor dalam kecepatan tinggi, dimulai dari ujung stang kirinya menabrak bagian tengah mobil lalu motor terlempar ke jalur berlawanan dan masuk ke kolong truk. Pengendara selamat tapi kakinya hancur dan kemungkinan cacat.

(2) Versi kedua
Mobil yang dikendarai orang tua saya keluar dari gang. pada saat posisi mobil sudah lurus dengan jalan, ada motor dalam kecepatan tinggi berusaha memacu tapi barangkali kaget dengan sesuatu dari arah berlawananan, kehilangan keseimbangan dan menabrak bagian tengah mobil dimulai dari ujung stang kirinya lalu motor terlempar ke jalur berlawanan dan masuk ke kolong truk. Pengendara selamat tapi kakinya hancur dan kemungkinan cacat.


Quote:Versi pertama menurut saya tidak mungkin terjadi karena kalo dimulai dari ujung stang kiri, seharusnya motornya akan menghantam full ke body mobil karena motor akan lari kekiri. bukan terlempar ke kanan. Hal ini masih debateable karena masing-masing pihak ada versinya


Pertanyaan saya
Apakah ada aturan tertulis yang menjelaskan mengenai masalah besaran maksimal ganti rugi dalam kasus kecelakaan lalu lintas? saya ingin tahu langkah apa yang harus dilakukan dengan dua versi diatas. Kami sudah menawarkan bantuan tapi dianggap tidak cukup dan harus sampai selesai tanpa ada batasan dan tentunya itu memberatkan.


Mohon untuk sarannya ya


Terimakasih sebelumnya gan

help anyone?
Kalo emang pengendara motornya yang nabrak mobil, ngapain yang punya mobil yang bingung kasi duit? Justru harusnya yang punya mobil bisa minta ganti rugi karena mobilnya jadi rusak.
Quote:Original Posted By Evo
Kalo emang pengendara motornya yang nabrak mobil, ngapain yang punya mobil yang bingung kasi duit? Justru harusnya yang punya mobil bisa minta ganti rugi karena mobilnya jadi rusak.


iya gan, itu kalo versi kedua. Masalahnya yang berwenang mau menjadikan versi pertama karena kebetulan pengendara motornya aparat. jadi agak repot juga. makanya pengen tau kira-kira ada payung hukumnya mengenai Ganti Rugi ini

Thanks atensinya gan
any suggestion gan?
minta ganti rugi gan... motor salah UUD skrng udah d rubah ga liat dr CC'a lgi tpi kesalahannya
Mau alasannya mobil masih miring, tp udah masuk ke jalan kan? Kalo dalam kondisi seperti itu ya tetap yang salah sepeda motornya. Kecuali kalo mobilnya muncul waktu sepeda motor sedang melintas, lalu mobilnya yang nabrak sepeda motornya.
Quote:Original Posted By s4yur.shop
minta ganti rugi gan... motor salah UUD skrng udah d rubah ga liat dr CC'a lgi tpi kesalahannya


Quote:Original Posted By Evo
Mau alasannya mobil masih miring, tp udah masuk ke jalan kan? Kalo dalam kondisi seperti itu ya tetap yang salah sepeda motornya. Kecuali kalo mobilnya muncul waktu sepeda motor sedang melintas, lalu mobilnya yang nabrak sepeda motornya.


Terimakasih atensinya gan

ane pengen tau payung hukumnya. karena agak sulit kalo tidak ada dasar hukum. Mohon pencerahannya ya
Quote:Original Posted By transamin

Terimakasih atensinya gan

ane pengen tau payung hukumnya. karena agak sulit kalo tidak ada dasar hukum. Mohon pencerahannya ya


tanpa menilai siapa benar dan salah dalam peristiwa lakalalin itu, tentang bantuan dan ganti rugi dalam lakalalin sudah dimuat dlm UULAJ, tetapi hanya sedikit. ingat ya gan terminologinya bantuan dan ganti rugi, bukan denda, kalau denda mah masuk ke negara.

kita mulai dari penggolongan lakalalin :

Quote:Pasal 229
(1) Kecelakaan Lalu Lintas digolongkan atas:
a. Kecelakaan Lalu Lintas ringan;
b. Kecelakaan Lalu Lintas sedang; atau
c. Kecelakaan Lalu Lintas berat.
(2) Kecelakaan Lalu Lintas ringan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan kecelakaan yang
mengakibatkan kerusakan Kendaraan dan/atau barang.
(3) Kecelakaan Lalu Lintas sedang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b merupakan kecelakaan
yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang.
(4) Kecelakaan Lalu Lintas berat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan kecelakaan yang
mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.
(5) Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disebabkan oleh kelalaian Pengguna
Jalan, ketidaklaikan Kendaraan, serta ketidaklaikan Jalan dan/atau lingkungan.


kemungkinan cacat berarti lakalalin berat, definisinya dapat dilihat dalam penjelasan pasal itu. tanggungjawab diatur ps 235 UULAJ :
Quote:(2) Jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

penjelasan pasal ini menyatakan ;
Quote:Pasal 235
Ayat (1) Yang dimaksud dengan membantu berupa biaya pengobatan adalah bantuan biaya yang diberikan kepada korban, termasuk pengobatan dan perawatan atas dasar kemanusiaan.


lanjut mengenai ganti rugi diatur :
Quote:Pasal 236
(1) Pihak yang menyebabkan terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 wajib mengganti kerugian yang besarannya ditentukan berdasarkan putusan pengadilan.
(2) Kewajiban mengganti kerugian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pada Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2) dapat dilakukan di luar pengadilan jika terjadi kesepakatan damai di antara para pihak yang terlibat.


tanggung jawab untuk mengganti kerugian hanya dapat hilang berdasarkan alasan yg sudah limitatip diatur dlm pasal 234 UULAJ:
Quote:(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku jika:
a. adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar kemampuan Pengemudi;
b. disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak ketiga; dan/ atau
c. disebabkan gerakan orang dan/ atau hewan walaupun telah diambil tindakan pencegahan.


ingat lagi gan, itu untuk gantirugi bukan memberi bantuan, karena memberi bantuan wajib. riksa pasal diatas.
jng dibantai ya karena ngekuot .... hanya sekedar bantu, TS minta minta dasar hukum ... ampuuun dije............
Quote:Original Posted By toean.demang


tanpa menilai siapa benar dan salah dalam peristiwa lakalalin itu, tentang bantuan dan ganti rugi dalam lakalalin sudah dimuat dlm UULAJ, tetapi hanya sedikit. ingat ya gan terminologinya bantuan dan ganti rugi, bukan denda, kalau denda mah masuk ke negara.

kita mulai dari penggolongan lakalalin :



kemungkinan cacat berarti lakalalin berat, definisinya dapat dilihat dalam penjelasan pasal itu. tanggungjawab diatur ps 235 UULAJ :


penjelasan pasal ini menyatakan ;


lanjut mengenai ganti rugi diatur :


tanggung jawab untuk mengganti kerugian hanya dapat hilang berdasarkan alasan yg sudah limitatip diatur dlm pasal 234 UULAJ:


ingat lagi gan, itu untuk gantirugi bukan memberi bantuan, karena memberi bantuan wajib. riksa pasal diatas.
jng dibantai ya karena ngekuot .... hanya sekedar bantu, TS minta minta dasar hukum ... ampuuun dije............


Terimakasih infonya ya gan. cek kulkas. cendol sent. Kalo ada masukan yang lain sangat diharapkan
Quote:Original Posted By transamin

Pertanyaan saya
Apakah ada aturan tertulis yang menjelaskan mengenai masalah besaran maksimal ganti rugi dalam kasus kecelakaan lalu lintas? saya ingin tahu langkah apa yang harus dilakukan dengan dua versi diatas. Kami sudah menawarkan bantuan tapi dianggap tidak cukup dan harus sampai selesai tanpa ada batasan dan tentunya itu memberatkan.


Mohon untuk sarannya ya




agan sudah benar dengan menunjukkan empati pada yg luka, tapi kebaikan ini dapat disalahartikan sebagai pengakuan bersalah. nah lho

aturan masalah nominal ganti rugi gak ada gan, umumnya orang akan menuntut setinggi tingginya, baik itu ganti rugi material maupun immaterial. kadang asal njeplak, tanpa argumen.

biarpun gitu hakim akan berpatokan pada nilai nilai keadilan dan kepatutan antara lain yg dilihat tentunya kemampuan finansial orang yg dituntut. status dan kedudukannya dalam masyarakat dan biasanya juga yg dikabulkan sebatas berapa habis buat perawatan medis sewajarnya. ini akan dibuktikannya di pengadilan. kerugian immateriel jarang dikabulkan, karena ini kan kelalaian jd diluar kemauan para pihak yg terlibat, namanya aja kecelakaan.

siapapun yg salah dalam perkara pidana kecelakaan itu, pihak yg benar atau korban punya hak memprakarsai gugatan untuk meminta ganti rugi kalau deal gak terjadi.

agan harus perkuat di polisinya jng sampai jadi tersangka, ini mission imposible om, pola pikir sudah mendarah daging motor selalu benar kalau lawan mobil. kalau sudah ditetapkan, berat merubahnya.
ada pendapat dari agan kita nih gan, berhubungan dengan perilaku mengemudi, mungkin berguna bagi agan, mematahkan argumen pengendara motor atau polisi yg kayaknya sudah menjudge ortu agan yg lalai.

Quote:Original Posted By judebao
yg salah yg nabrax.

ada pasal, pengemudi wajib menjaga jarak dengan kendaraan di depannya.

jadi anda telah lalai tidak menjaga jarak dengan kendaraan di depannya. kalau anda menjaga jarak, walaupun yg didepan ngerem mendadak, anda maih punya waktu buat ngerem.

Jarak aman antar kendaraan saat melaju adalah 3 detik. Dengan asumsi, reaksi manusia biasanya membutuhkan waktu 1,5 - 2 detik, ditambah reaksi mekanis mobil saat pengereman 0,5 - 1 detik. Trus, untuk patokan bisa menggunakan benda diam di pinggir jalan misalnya pohon, papan rambu, reklame atau tanda lain. Caranya, ketika mobil di depan Anda melewati tanda tersebut, hitung berapa waktu yang Anda butuhkan untuk mencapai titik tersebut. Bila kurang dari 3 detik berarti jarak terlalu dekat.
Patokan tersebut tidak berlaku pada saat hujan. Selang waktu yang ideal menjadi 4 sampai 5 detik. Sedangkan ketika melintas di jalan licin, jarak ideal bisa dua kali lipat dari normal.
Quote:Original Posted By transamin


Terimakasih infonya ya gan. cek kulkas. cendol sent. Kalo ada masukan yang lain sangat diharapkan


thanks gan, sorry gak bisa liat kulkas gua, but thanks.
×