Albertus Mabel, Anak Kepala Suku Dani, Papua Lulusan Taruna Akpol


aya, - Perhatian hadirin Prasetya Prawira TNI-Polri tertuju kepada seorang lelaki tua berikat kepala dengan bulu burung kakaktua. Pria ini adalah Yali Mabel, kepala suku Dani dari Wamena, Papua, yang datang menyaksikan pelantikan kelulusan putranya sebagai perwira remaja Polri oleh Presiden SBY.

"Wah... Wah... Wah (Selamat.... Selamat.... Selamat)," kata Yali sambil terus memeluk erat Albertus Mabel, putranya yang baru saja dilantik sebagai lulusan Akademi Polisi angkatan 59.

Albertus merupakan putra pertama Yali dari hasil pernikahannya dengan Nakla Himan, istri ketiganya. Dia menceritakan, bagaimana akhirnya Albertus lulus menjadi perwira remaja Polri setelah lulus SMA pada tiga tahun lalu.

"Saya bangga anak saya ikut jaga negara ini. Saya juga bela negara ini," sambung Yali di lokasi upacara di Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Selasa (2/7/2013).

Yali nampaknya beberapa tahun lagi akan kembali berbangga pasalnya, Wamili adik dari Albertus mengikuti jejak anak nomor ketiganya.

http://news.detik..com/read/2013/07/...ri?nd771104bcj"]http://news.detik..com/read/2013/07/...ri?nd771104bcj[/URL]


Lepas Status Putra Mahkota Demi Karir Perwira

Albertus Mabel layak berbangga. Putra Kepala Suku Dani, Yali Mabel, itu mendobrak tradisi konservatif suku yang mendiami Pegunungan Tengah, Kabupaten Jayawijaya. Taruna akademi polisi (Akpol) itu lulus menjadi perwira polisi yang dilantik Presiden SBY kemarin.

SURYO EKO PRASETYO, Surabaya

PEMANDANGAN di tengah deretan bangku undangan pelantikan calon perwira remaja Akademi TNI-Akademi Kepolisian (Akpol) di Lapangan Banda, komplek Akademi Angkatan Laut (AAL) terlihat tidak biasa. Di antara sektor A3-A4 barat gedung markas komando AAL, seorang pria khas Indonesia timur duduk mengenakan ikat kepala khas tarian perang menyerupai udeng di kepalanya.
Di bagian bawah ikat kepala, sebuah ornamen mengelilingi kepala melewati pelipis dan atas telinga dilengkapi bulu putih burung kakak tua. Kelopak matanya cekung dan jambangnya ditumbuhi rambut. Warna kulit hitam dan rambut keriting semakin menguatkan identitas bahwa yang bersangkutan etnis Papua. Apalagi dia mengenakan batik warna merah muda dengan hiasan motif ikon provinsi itu, burung cenderawasih.
“Perkenalkan, beliau kepala Suku Dani yang bermukim di Desa Anemayogi, Kecamatan Kurulu, Jayawijaya. Namanya Yali Mabel,” ungkap Bekto Suprapto, mantan Kapolda Sulawesi Utara dan Kapolda Papua yang berada di sampingnya. “Mohon maaf kalau bahasa Indonesianya kurang lancar,” lanjut Bekto yang bertindak sebagai wali taruna Akpol Albertus Mabel, putra Yali Mabel, 65.
Yali sengaja didatangkan ke Surabaya untuk menyaksikan pelantikan Albertus, 22, sebagai perwira polisi. Bekto mengungkapkan, Albertus yang lulus pendidikan Akpol Semarang 2013 tergabung dalam perekrutan affirmative action. Yakni, program khusus perekrutan taruna untuk daerah-daerah tertentu demi kepentingan integrasi bangsa. Selama ini, program itu mewadahi calon taruna dari berbagai etnis yang tersebar.
Albertus lolos seleksi bersama tiga taruna dan seorang taruni asal Papua. Yakni, Noach Hendrix, Agustinus Pigay, Henry Korwa, dan taruni Indah Fitria Dewi. Mereka mengungguli 254 peserta lain ketika tes di Polda Papua hingga ke Akpol Semarang. Pada angkatan yang sama, dia tergabung bersama tiga lulusan Akademi TNI. Rincinya,
kadet Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Rahmat Soleh Yoku, Sermatutar Sena Adji Putra, dan seorang taruna Akmil Angkatan Darat Petrus Nasatekay.
Program untuk Akpol berlangsung tiga tahun sedangkan Akmil dan AAL selama empat tahun. Dari delapan taruna asal Papua itu, Albertus menjadi sosok menarik lantaran statusnya sebagai putra kepala Suku Dani. Sebagai suku yang berusaha menjaga tradisi turun temurun, Albertus sebenarnya diproyeksikan Yali melanjutkan tahtanya sebagai kepala suku.
“Tradisi mereka berusaha mempertahankan etnis karena Albertus dianggap yang terkuat di antara saudara-saudaranya,” terang Bekto. Hal itu dibuktikan dengan foto-foto mantan Kepala Densus 88 tersebut ketika menyambangi keluarga Yali di Jayawijaya. Dari belasan saudara, Albertus yang lolos masuk Akpol 2010 lalu punya fisik yang paling besar dibanding saudara-saudaranya.
Seperti dituturkan Yali bahwa Albertus merupakan anak ketiga dari istri ketiganya. “Sebanyak delapan anak yang lahir dari lima istri, Albertus yang terkuat,” tutur Yali sembari tersenyum. Lantaran sudah lebih dari 40 tahun menjadi kepala suku, sejatinya dia semula berencana mewarisi gelar itu ke Albertus. Namun, keinginan itu harus dia pendam lantaran sang putra meninggalkan Jayawijaya sejak menjalani pendidikan tiga tahun lalu.
Selama ditinggal Albertus setelah lolos seleksi di Polda Papua hingga ke Akpol Semarang, Yali tidak lagi memaksakan Albertus menggantikan dirinya setelah meninggal nanti. Kelegowoan dia turut mengubah tradisi konservatif, khususnya pantangan terhadap anak yang kendak merantau jauh. Bahkan, adik Albertus bernama Malik Mabel pada tahun lalu diterima di Akpol. Malik kini menjalani pendidikan tingkat pertamanya.
Dengan bergabungnya Albertus dan Malik di kepolisian, kata Yali, diharapkan mereka dapat terlibat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Sebagaimana diungkapkan Bekto, program affirmative memberi kesempatan yang sama kepada putra daerah yang wilayahnya kurang terjangkau oleh akses pemerintah pusat. Kebijakan itu sekaligus untuk memberi kesempatan terhadap produk lokal untuk berkiprah lebih tinggi.
Seperti dilontarkan Albertus yang berharap dapat mengikuti jejak Wakil Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw. Tidak banyak putra daerah anggota TNI-Polri menjadi orang penting di negeri ini setelah masa Laksamana Muda TNI pur Freddy Numberi (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perhubungan).
“Tentu ada kebanggaan bisa dipercaya memimpin daerah sendiri seperti Wakapolda Papua sekarang,” ujar Albertus. Alumnus SMA GPPK Santo Thomas, Wamena itu menuturkan keinginannya berkarir di kepolisian hingga level tertinggi tanpa dibayangi statusnya sebagai kandidat “putra mahkota” kepala Suku Dani. “Sebaiknya kakak saja yang kelak meneruskan status kepala suku,” imbuhnya. (*)

http://www.radarbanyumas.co.id/alber...-taruna-akpol/


Spoiler for komentar:




PERTAMAX milik nubie..

Diamankan dari PKL gusuran Tanah Bang,,
Quote:Original Posted By ecxecutionerz
PERTAMAX milik nubie..



Diamankan dari PKL gusuran Tanah Bang,,



ini trit bakal rame ga yah??? keknya kalo bahasan selain partai, cari muka, dan saling serang antar golongan...

mesti sepi...



Posted with kaskusQR
Quote:Original Posted By efisiensidiri
urabaya, - Perhatian hadirin Prasetya Prawira TNI-Polri tertuju kepada seorang lelaki tua berikat kepala dengan bulu burung kakaktua. Pria ini adalah Yali Mabel, kepala suku Dani dari Wamena, Papua, yang datang menyaksikan pelantikan kelulusan putranya sebagai perwira remaja Polri oleh Presiden SBY.

"Wah... Wah... Wah (Selamat.... Selamat.... Selamat)," kata Yali sambil terus memeluk erat Albertus Mabel, putranya yang baru saja dilantik sebagai lulusan Akademi Polisi angkatan 59.

Albertus merupakan putra pertama Yali dari hasil pernikahannya dengan Nakla Himan, istri ketiganya. Dia menceritakan, bagaimana akhirnya Albertus lulus menjadi perwira remaja Polri setelah lulus SMA pada tiga tahun lalu.

"Saya bangga anak saya ikut jaga negara ini. Saya juga bela negara ini," sambung Yali di lokasi upacara di Akademi Angkatan Laut, Bumimoro, Surabaya, Selasa (2/7/2013).

Yali nampaknya beberapa tahun lagi akan kembali berbangga pasalnya, Wamili adik dari Albertus mengikuti jejak anak nomor ketiganya.

http://news.detik..com/read/2013/07/...ri?nd771104bcj"]http://news.detik..com/read/2013/07/...ri?nd771104bcj[/URL]


Lepas Status Putra Mahkota Demi Karir Perwira

Albertus Mabel layak berbangga. Putra Kepala Suku Dani, Yali Mabel, itu mendobrak tradisi konservatif suku yang mendiami Pegunungan Tengah, Kabupaten Jayawijaya. Taruna akademi polisi (Akpol) itu lulus menjadi perwira polisi yang dilantik Presiden SBY kemarin.

SURYO EKO PRASETYO, Surabaya

PEMANDANGAN di tengah deretan bangku undangan pelantikan calon perwira remaja Akademi TNI-Akademi Kepolisian (Akpol) di Lapangan Banda, komplek Akademi Angkatan Laut (AAL) terlihat tidak biasa. Di antara sektor A3-A4 barat gedung markas komando AAL, seorang pria khas Indonesia timur duduk mengenakan ikat kepala khas tarian perang menyerupai udeng di kepalanya.
Di bagian bawah ikat kepala, sebuah ornamen mengelilingi kepala melewati pelipis dan atas telinga dilengkapi bulu putih burung kakak tua. Kelopak matanya cekung dan jambangnya ditumbuhi rambut. Warna kulit hitam dan rambut keriting semakin menguatkan identitas bahwa yang bersangkutan etnis Papua. Apalagi dia mengenakan batik warna merah muda dengan hiasan motif ikon provinsi itu, burung cenderawasih.
“Perkenalkan, beliau kepala Suku Dani yang bermukim di Desa Anemayogi, Kecamatan Kurulu, Jayawijaya. Namanya Yali Mabel,” ungkap Bekto Suprapto, mantan Kapolda Sulawesi Utara dan Kapolda Papua yang berada di sampingnya. “Mohon maaf kalau bahasa Indonesianya kurang lancar,” lanjut Bekto yang bertindak sebagai wali taruna Akpol Albertus Mabel, putra Yali Mabel, 65.
Yali sengaja didatangkan ke Surabaya untuk menyaksikan pelantikan Albertus, 22, sebagai perwira polisi. Bekto mengungkapkan, Albertus yang lulus pendidikan Akpol Semarang 2013 tergabung dalam perekrutan affirmative action. Yakni, program khusus perekrutan taruna untuk daerah-daerah tertentu demi kepentingan integrasi bangsa. Selama ini, program itu mewadahi calon taruna dari berbagai etnis yang tersebar.
Albertus lolos seleksi bersama tiga taruna dan seorang taruni asal Papua. Yakni, Noach Hendrix, Agustinus Pigay, Henry Korwa, dan taruni Indah Fitria Dewi. Mereka mengungguli 254 peserta lain ketika tes di Polda Papua hingga ke Akpol Semarang. Pada angkatan yang sama, dia tergabung bersama tiga lulusan Akademi TNI. Rincinya,
kadet Sersan Mayor Satu Taruna (Sermatutar) Rahmat Soleh Yoku, Sermatutar Sena Adji Putra, dan seorang taruna Akmil Angkatan Darat Petrus Nasatekay.
Program untuk Akpol berlangsung tiga tahun sedangkan Akmil dan AAL selama empat tahun. Dari delapan taruna asal Papua itu, Albertus menjadi sosok menarik lantaran statusnya sebagai putra kepala Suku Dani. Sebagai suku yang berusaha menjaga tradisi turun temurun, Albertus sebenarnya diproyeksikan Yali melanjutkan tahtanya sebagai kepala suku.
“Tradisi mereka berusaha mempertahankan etnis karena Albertus dianggap yang terkuat di antara saudara-saudaranya,” terang Bekto. Hal itu dibuktikan dengan foto-foto mantan Kepala Densus 88 tersebut ketika menyambangi keluarga Yali di Jayawijaya. Dari belasan saudara, Albertus yang lolos masuk Akpol 2010 lalu punya fisik yang paling besar dibanding saudara-saudaranya.
Seperti dituturkan Yali bahwa Albertus merupakan anak ketiga dari istri ketiganya. “Sebanyak delapan anak yang lahir dari lima istri, Albertus yang terkuat,” tutur Yali sembari tersenyum. Lantaran sudah lebih dari 40 tahun menjadi kepala suku, sejatinya dia semula berencana mewarisi gelar itu ke Albertus. Namun, keinginan itu harus dia pendam lantaran sang putra meninggalkan Jayawijaya sejak menjalani pendidikan tiga tahun lalu.
Selama ditinggal Albertus setelah lolos seleksi di Polda Papua hingga ke Akpol Semarang, Yali tidak lagi memaksakan Albertus menggantikan dirinya setelah meninggal nanti. Kelegowoan dia turut mengubah tradisi konservatif, khususnya pantangan terhadap anak yang kendak merantau jauh. Bahkan, adik Albertus bernama Malik Mabel pada tahun lalu diterima di Akpol. Malik kini menjalani pendidikan tingkat pertamanya.
Dengan bergabungnya Albertus dan Malik di kepolisian, kata Yali, diharapkan mereka dapat terlibat dalam menciptakan keamanan dan ketertiban. Sebagaimana diungkapkan Bekto, program affirmative memberi kesempatan yang sama kepada putra daerah yang wilayahnya kurang terjangkau oleh akses pemerintah pusat. Kebijakan itu sekaligus untuk memberi kesempatan terhadap produk lokal untuk berkiprah lebih tinggi.
Seperti dilontarkan Albertus yang berharap dapat mengikuti jejak Wakil Kapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw. Tidak banyak putra daerah anggota TNI-Polri menjadi orang penting di negeri ini setelah masa Laksamana Muda TNI pur Freddy Numberi (Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perhubungan).
“Tentu ada kebanggaan bisa dipercaya memimpin daerah sendiri seperti Wakapolda Papua sekarang,” ujar Albertus. Alumnus SMA GPPK Santo Thomas, Wamena itu menuturkan keinginannya berkarir di kepolisian hingga level tertinggi tanpa dibayangi statusnya sebagai kandidat “putra mahkota” kepala Suku Dani. “Sebaiknya kakak saja yang kelak meneruskan status kepala suku,” imbuhnya. (*)

http://www.radarbanyumas.co.id/alber...-taruna-akpol/


Spoiler for komentar:






mendobrak tradisi, hebat!!! Gw doain bisa jadi Kapolri ni Albertus Mabel
Quote:Albertus merupakan putra pertama Yali dari hasil pernikahannya dengan Nakla Himan, istri ketiganya.

Albertus merupakan anak ketiga dari istri ketiganya. “Sebanyak delapan anak yang lahir dari lima istri,


ketua suku banyak istri juga .................
telat
giliran dah banyak yg pengen "minggat" dari rumah ortu angkat yg ga tau diri,
baru salah satu anak pungutnya dikasi "sesuatu"
buat nyeneng2in doang tuh

sudah saatnya kalimantan, sumatera dan papua MINGGAT dari rumah ortu angkat yg ga tau terima kasih


(padahal si ortu angkat yg sudah menikmati kekayaan anak pungutnya secara zhalim dan semena2 untuk memenuhi kebutuhan hedon anak kandungnya sendiri,,,,,,,)
salah komen gue .....................walaupun bapak istrinya banyak anaknya juga banyak tapi albertus sudah lulus akpol selamat pak .................
Quote:Original Posted By efisiensidiri



ini trit bakal rame ga yah??? keknya kalo bahasan selain partai, cari muka, dan saling serang antar golongan...

mesti sepi...



Posted with kaskusQR


ane ramaikan gan
Ikut senang liat brita ini, semoga fenomena pasca lulus dari jawa ga trjadi ama pak polisi itu, hny yg prnah dipapua tau kata2 ane ini, parah gan
naaah kalo ada apa2 di papua kan gampang, tinggal tanya pak kepala suku
Quote:Original Posted By kawkimax
salah komen gue .....................walaupun bapak istrinya banyak anaknya juga banyak tapi albertus sudah lulus akpol selamat pak .................


jadi bahas istri dan anaknya memang sih banyak istri dan banyak anak si ketua suku tapi ada yang lulus akpol gan
semoga bisa jadi perwira polisi yang bersih dan tegas. itu aja deh harapan rakyat pada siapapun yang masuk Polri
turut berbahagia,

bukti siapapun latar belakang tidak boleh dipandang sebelah mata
Hebat yach, selamat sudah dilantik, ane sumbang picnya ya gan :

Semoga menjadi aparat yang amanah...
heran gw masih banyak aj yg komennya nyinyir ttg NKRI..klopun ad yg salah harusnya merubah..bukan memecah belah
Sebagai percontohan dan pengadil buat masyarakat papua..biar gk berantem n rusuh mulu..
Quote:Original Posted By dukun.kebo.ijo
heran gw masih banyak aj yg komennya nyinyir ttg NKRI..klopun ad yg salah harusnya merubah..bukan memecah belah



keliatan gan orang model begitu... liat aja orang model begitu dedikasi waktu buat ngaskus dan jadi orang ga berguna pasti tinggi...
Quote:Original Posted By dukun.kebo.ijo
heran gw masih banyak aj yg komennya nyinyir ttg NKRI..klopun ad yg salah harusnya merubah..bukan memecah belah


biarin aja gan, wong yang bilang aja belum tentu keluarganya utuh kok, dan belum tentu bisa mempersatukan. senyum aja, toh yang ngomong juga cuman bisa koar" di balik monitor kok, wajar aja. , BTT. selamat yak buat yang udah lulus". semoga tetap amanah.
Banyak duit ni kepalo suku.
Masuk Akpol pan kagak murah.