Quote:Original Posted By fs169


Ah, masak sih gak nyantol...



Sebenarnya berapa sih idealnya tingkat kesiapan pesawat utk sebuah air force?


Rata-rata AU NATO countries mencapai 75 % paling nggak, tapi kan dimereka jumlah fighter dan luas area wilayah harus dilindungi atau diproteksi sudah lebih mencukupi dibandingkan dengan jumlah fighter TNI AU dengan luas area Indonesia.

Kalau mau ideal (versi ane), seharusnya TNI AU atleast punya 3 area komando pertahanan udara dengan pembagian area wilayah mengikuti TNI AL dengan konsep armadanya, nantinya akan ada sekitar 480 unit front line fighter dengan tingkat kesiapan 70 persen, nantinya satu area komando di jaga sekitar 10 skuadron jet fighter.

Dari 10 skuadron, yang bisa dimobilisasi setiap saat ada sekitar 4-6 skuadron saja, sementara 2 skuadron akan didapuk sebagai cadangan, dan sisanya masuk maintenance dan pengecekan berkala. Jumlah pilot dengan sertifikasi jet fighter harusnya bisa mencapai angka 1800 personel lebih, lalu ground technisian mencapai angka 22000 hingga 26000 personnel, itu diluar Paskhas lho tapi sudah mencakup technisi untuk pesawat lainya macam cargo dan helo.

Kenapa sampai sebesar itu? Melihat actual threatment terhadap kedaulatan TNI terdapat dari negara-negara sekitar dan munculnya super power baru di kawasan macam India dan China yang sama-sama memiliki armada kapal induk. Indonesia harusnya melihat kalau AU-nya minimal harus bisa menetralisir gabungan kekuatan AU Singapore, Australia, PLNAAF, INAF, dan Malaysia sekaligus. Dihitung diatas kertas saja, Singapore punya sekitar 128 frontline fighter, Australia sekitar 100 unit, Malaysia sekitar 48 unit, sementara itu PLANAF ada sekitar 36 unit yang masuk dalam carrier groupnya, begitu juga India ada sekitar 48 unit. Kalau ditotal ada sekitar 360 fighter disini yang setiap saat bisa menjadi ancaman bagi TNI AU, semoga saja ada yang mau mengaddress kelemahan kita ini.
Quote:Original Posted By madokafc


Rata-rata AU NATO countries mencapai 75 % paling nggak, tapi kan dimereka jumlah fighter dan luas area wilayah harus dilindungi atau diproteksi sudah lebih mencukupi dibandingkan dengan jumlah fighter TNI AU dengan luas area Indonesia.

Kalau mau ideal (versi ane), seharusnya TNI AU atleast punya 3 area komando pertahanan udara dengan pembagian area wilayah mengikuti TNI AL dengan konsep armadanya, nantinya akan ada sekitar 480 unit front line fighter dengan tingkat kesiapan 70 persen, nantinya satu area komando di jaga sekitar 10 skuadron jet fighter.

Dari 10 skuadron, yang bisa dimobilisasi setiap saat ada sekitar 4-6 skuadron saja, sementara 2 skuadron akan didapuk sebagai cadangan, dan sisanya masuk maintenance dan pengecekan berkala. Jumlah pilot dengan sertifikasi jet fighter harusnya bisa mencapai angka 1800 personel lebih, lalu ground technisian mencapai angka 22000 hingga 26000 personnel, itu diluar Paskhas lho tapi sudah mencakup technisi untuk pesawat lainya macam cargo dan helo.

Kenapa sampai sebesar itu? Melihat actual threatment terhadap kedaulatan TNI terdapat dari negara-negara sekitar dan munculnya super power baru di kawasan macam India dan China yang sama-sama memiliki armada kapal induk. Indonesia harusnya melihat kalau AU-nya minimal harus bisa menetralisir gabungan kekuatan AU Singapore, Australia, PLNAAF, INAF, dan Malaysia sekaligus. Dihitung diatas kertas saja, Singapore punya sekitar 128 frontline fighter, Australia sekitar 100 unit, Malaysia sekitar 48 unit, sementara itu PLANAF ada sekitar 36 unit yang masuk dalam carrier groupnya, begitu juga India ada sekitar 48 unit. Kalau ditotal ada sekitar 360 fighter disini yang setiap saat bisa menjadi ancaman bagi TNI AU, semoga saja ada yang mau mengaddress kelemahan kita ini.


blon ada yg nyadar sejak jaman ORBA karena doktrin agung kita khan " TAK ADA PERANG SAMPE DUNIA BERAKHIR "

Quote:Original Posted By Ryadee


mosok gan ?



SAM nya yang long range kalo bisa , kalo musuh lolos dari SAM baru para fighter dengan BVR nya yang bertarung

Quote:Original Posted By merkapa


blon ada yg nyadar sejak jaman ORBA karena doktrin agung kita khan " TAK ADA PERANG SAMPE DUNIA BERAKHIR "



sama jargon wani piro harusnya diapus dan dimusnahkan dari muka bumi, karena berarti itu pembenaran buat kemalasan dan kurangnya ide kreatif
Quote:Original Posted By bronco1978


pesawat yg operasional 110-115 biji. F-5 yg layak 4 biji.. wait.. bukannya ini harusnya rahasia negara? bukannya ini melanggar UU KIP?



ah.. gw lupa. kalo pejabat ga papa bocorin rahasia. yg ga boleh itu motret pesawat jatuh...

iya nih parah bocorin kesiapan, parah.
kalo nyebutin jumlah pesawat yang kita punya dan dimana lokasi sih gak jadi rahasia lagi tapi nyebutin jumlah pesawat yg siap itu rahasia

Quote:Original Posted By madokafc


sama jargon wani piro harusnya diapus dan dimusnahkan dari muka bumi, karena berarti itu pembenaran buat kemalasan dan kurangnya ide kreatif


tambahan juga : komitmen dari petinggi tni, tni au, kemenhan, dan pemerintah, komitmen utk melakukan perubahan, perbaikan, dan juga komitmen njagani dhuwite ngalir (tapi ojo dikorupsi)
Quote:Original Posted By madokafc


sama jargon wani piro harusnya diapus dan dimusnahkan dari muka bumi, karena berarti itu pembenaran buat kemalasan dan kurangnya ide kreatif


jargon ini udah jadi budaya kita, dan bahkan bisa diterjemahkan jadi banyak hal
wani piro? sanggup beli?
wani piro? untuk pelicinnya juga
wani piro? kampanye politik untuk mendukung pengadaan, gesekan kepentingan, jabatan, serta posisi

jadi wajar pengadaan kita njelimet

biar ga oot soal readiness berbeda dari ska ke ska, dan tupoksi
kalo NATO memang berkisar dari 70%-85%, tapi ga jarang juga turun dari angka segitu

beli barang gampang, ngerawatnya yang susa
Quote:Original Posted By suyab


tambahan juga : komitmen dari petinggi tni, tni au, kemenhan, dan pemerintah, komitmen utk melakukan perubahan, perbaikan, dan juga komitmen njagani dhuwite ngalir (tapi ojo dikorupsi)


komitmen tanpa konsekuensi sama saja janji kosong
Quote:Original Posted By checksix


komitmen tanpa konsekuensi sama saja janji kosong


konsekuensi dari komitmen, benar juga, makasih ralatnya om
Kasihan si mbah falcon, udah tua masih aja di suruh terbang. Ane cuma bisa ngucap "prihatin" buat mbah sama kru pilotnya... Semoga tetap selamat di setiap pengoperasiannya.
Kalo sukhoi ga ada senjatanya kalo perang nembak pake apa om?

Makin kesini kok berita alutsista makin miris aja yaa... punya pesawat yg mendingan tapi ga ada senjatanya, giliran ada senjatanya pesawatnya jadul... belum lagi masalah KS, Javelin dll...
Mbah falcon emang udh tua, tp msh lebih tua mbah macan lho....

Quote:Original Posted By raintaka
Kasihan si mbah falcon, udah tua masih aja di suruh terbang. Ane cuma bisa ngucap "prihatin" buat mbah sama kru pilotnya... Semoga tetap selamat di setiap pengoperasiannya.



Heheheh, itu dia, ntah itu dia kita kalo beli senjata lebih suka kopongan aja, yach kalik aja sekedar buat belajar personel2 kita thd teknologi baru, jd nggak perlu senjata yg lengkap lah. Ya ini baik di darat, laut, maupun udara......

Quote:Original Posted By Muzhaffar.corp
Kalo sukhoi ga ada senjatanya kalo perang nembak pake apa om?
Makin kesini kok berita alutsista makin miris aja yaa... punya pesawat yg mendingan tapi ga ada senjatanya, giliran ada senjatanya pesawatnya jadul... belum lagi masalah KS, Javelin dll...


Quote:Original Posted By dsawung

iya nih parah bocorin kesiapan, parah.
kalo nyebutin jumlah pesawat yang kita punya dan dimana lokasi sih gak jadi rahasia lagi tapi nyebutin jumlah pesawat yg siap itu rahasia



bisa juga itu disinformasi gan


Quote:Original Posted By dsawung

iya nih parah bocorin kesiapan, parah.
kalo nyebutin jumlah pesawat yang kita punya dan dimana lokasi sih gak jadi rahasia lagi tapi nyebutin jumlah pesawat yg siap itu rahasia



Udah biasa kok. Setiap ada wawancara dengan pejabat tinggi TNI AU di beberapa media cetak biasanya disebutkan kok berapa kesiapan pesawat dan pesawat yang kesiapannya paling tinggi apa.

Quote:Original Posted By Muzhaffar.corp
Kalo sukhoi ga ada senjatanya kalo perang nembak pake apa om?

Makin kesini kok berita alutsista makin miris aja yaa... punya pesawat yg mendingan tapi ga ada senjatanya, giliran ada senjatanya pesawatnya jadul... belum lagi masalah KS, Javelin dll...


Yakin Sukhoi belum ada senjatanya?
benar juga kan???kebanykan terima hibah, akhirnya modernisasi diabaikan, saya termasuk yg tidak setuju terima hibah 24 F 16 US, disaat kita sudah merencanakan beli F 16 blok 52 baru, walaupun cuma 6 biji, tapi dengan 6 biji itu akan mendorong untuk bergerak ke modernisasi, dengan menerima hibah, dana yg sudah disiapkan akan dialokasikan ke kementrian lain, mendingan TNI secara tegas menolak model2 hibah, dan membiarkan armada nya dimakan usia, supaya pemerintah berpikir untuk benar2 membelikan armada yg baru...sesuai prinsip orang kepepet, pada saat kepepet tembok 2 meter pun bisa kita lompati, oleh sebab itu biarkan saja armadanya bobrok, biar pemerintah menyediakan dana untuk membeli armada2 terbaru....
Quote:Original Posted By torres345
benar juga kan???kebanykan terima hibah, akhirnya modernisasi diabaikan, saya termasuk yg tidak setuju terima hibah 24 F 16 US, disaat kita sudah merencanakan beli F 16 blok 52 baru, walaupun cuma 6 biji, tapi dengan 6 biji itu akan mendorong untuk bergerak ke modernisasi, dengan menerima hibah, dana yg sudah disiapkan akan dialokasikan ke kementrian lain, mendingan TNI secara tegas menolak model2 hibah, dan membiarkan armada nya dimakan usia, supaya pemerintah berpikir untuk benar2 membelikan armada yg baru...sesuai prinsip orang kepepet, pada saat kepepet tembok 2 meter pun bisa kita lompati, oleh sebab itu biarkan saja armadanya bobrok, biar pemerintah menyediakan dana untuk membeli armada2 terbaru....


lha itu lagi balik ke politikus. para politikus ada pikiran ga membuat angkatan perang yg jaguh ?! apa mind setnya cman : ya udah segini aja udah cukup, jgn lebih2. ga enak sama tetangga !

kalo ada niat politik bt memperbaiki pertahanan, itu yg dibeli bkan cman 6 F16 blok 52 baru. duit ? emang susah ya ngutangin ke negara segede indonesia ?
Quote:Original Posted By lovessapilover


lha itu lagi balik ke politikus. para politikus ada pikiran ga membuat angkatan perang yg jaguh ?! apa mind setnya cman : ya udah segini aja udah cukup, jgn lebih2. ga enak sama tetangga !

kalo ada niat politik bt memperbaiki pertahanan, itu yg dibeli bkan cman 6 F16 blok 52 baru. duit ? emang susah ya ngutangin ke negara segede indonesia ?


nah itu masalahnya bos, ketika politikus bersabda seperti itu, tidak membeli barang baru dan menerima hibah, seharusnya user dengan tegas menolak dan tetap meminta yg diinginkan, jangan menuruti kemauan politikus, klo politikus tetap kasihnya duit buat hibah, ya udah gak usah diterima sekalian, ketika pertahanan benar2 lemah, ketika terjadi banyak pelanggaran oleh negara tetangga, lemparkan kesalahan itu ke politikus, biar nyahok tuh politikus di bully oleh rakyatnya...
Quote:Original Posted By torres345


nah itu masalahnya bos, ketika politikus bersabda seperti itu, tidak membeli barang baru dan menerima hibah, seharusnya user dengan tegas menolak dan tetap meminta yg diinginkan, jangan menuruti kemauan politikus, klo politikus tetap kasihnya duit buat hibah, ya udah gak usah diterima sekalian, ketika pertahanan benar2 lemah, ketika terjadi banyak pelanggaran oleh negara tetangga, lemparkan kesalahan itu ke politikus, biar nyahok tuh politikus di bully oleh rakyatnya...

sri gan,ane agak2 lupa tp mudah2an bener.bukannya justru utk kasus hibah 24 F 16 justru user yg mau?trus justru politikus(DPR mgkn maksudnya ya?) yg mempertanyakan? tapi terlepas dari mslh kita sama2 ingin kebijakan yg lebih progresif atas pembelian alutsista TNI,ane jg termasuk yg mendukung penerimaan hibah palkon ini,toh lbh banyak manfaat dibanding kerugiannya paling tidak utk jangka dekat,n ini juga dah dibahas panjang lebar kalo ga salah di formil. CMIIW
Quote:Original Posted By torres345
benar juga kan???kebanykan terima hibah, akhirnya modernisasi diabaikan, saya termasuk yg tidak setuju terima hibah 24 F 16 US, disaat kita sudah merencanakan beli F 16 blok 52 baru, walaupun cuma 6 biji, tapi dengan 6 biji itu akan mendorong untuk bergerak ke modernisasi, dengan menerima hibah, dana yg sudah disiapkan akan dialokasikan ke kementrian lain, mendingan TNI secara tegas menolak model2 hibah, dan membiarkan armada nya dimakan usia, supaya pemerintah berpikir untuk benar2 membelikan armada yg baru...sesuai prinsip orang kepepet, pada saat kepepet tembok 2 meter pun bisa kita lompati, oleh sebab itu biarkan saja armadanya bobrok, biar pemerintah menyediakan dana untuk membeli armada2 terbaru....


idealnya kita butuh berapa pesawat gan?
diatas uda bilang kl idealnya butuh 10 sq...
skrng ada brp sq?
kl menurutku pribadi terima hibah 24++ lebih tepat dari pada beli 6 baru...
kenapa karena luas wilayah kita tidak selebar daun kelor gan...
sukhoi skrng ada 14 nantinya jadi 16
f16 ada berapa?
f5 ada berapa?
hawk famili ada berapa?
apakah cukup buat jaga wilayah kita gan?
Quote:Original Posted By badboy2112


idealnya kita butuh berapa pesawat gan?
diatas uda bilang kl idealnya butuh 10 sq...
skrng ada brp sq?
kl menurutku pribadi terima hibah 24++ lebih tepat dari pada beli 6 baru...
kenapa karena luas wilayah kita tidak selebar daun kelor gan...
sukhoi skrng ada 14 nantinya jadi 16
f16 ada berapa?
f5 ada berapa?
hawk famili ada berapa?
apakah cukup buat jaga wilayah kita gan?


nah itu maksudnya gan, dari berita diatas f5 yg udah mau pensiun, rencana mau direfurbish lagi, diperpanjang sampai 2020 sambil nunggu KFX, secara quantity memang bertambah, tapi apakah pola pikir / mindset kita cuma mau terima barang hibah terus??? karena kalau diteruskan, ini akan menjadi kebiasaan.
lebih baik sekalian ditolak hibahnya, dan biarkan politikus dibeberkan data bahwa kita butuhnya pesawat segini, dengan kemampuan segini, beberkan juga kemampuan alutsista negara tetangga, klo pola pikirnya seperti ini terus, TNI akan menerima barang second grade mulu, lihat aja TNI AL mintanya KILO yg datang CBG, minta helo ASW datangnya super emprite second, minta F 16 blok 52 datangnya F 16 produksi th 90....