KASKUS

Quote:Original Posted By benitobagaskara
Tentara Nazi German pernah ada di Lampung




Bendera Perancis, Nederland dan Duitse SS di Tandjong Djatti, Pantai Teluk Semangka Lampoeng 10-10-1934.


masih Padalarang tahun 1900 an


Jembatan Tjikoebang 1900


Pembangunan jembatan kereta api Padalarang thn 1890


jembatan kereta api di atas sungai Tjileuleuj 1900


Kereta Inspectie di jembatan Tjisomang 1900


Pembangunan jembatan kereta api Padalarang thn 1890


Jembatan dari bambu di atas sungai Tjileuleuj 1903


Pembangunan Jembatan Kereta Api Tjisomang Juni 1905


Jembatan besi baru dipasang pada Emplasemen setasiun Tjikadongdong , foto tahun 1900


Terowongan Sasaksaat 23 Juni 1903 baru selesai di kerjakan


Terowongan Sasaksaat 23 Juni 1903 baru selesai di kerjakan


Pekerjaan di Terowongan Sasaksaät 1902


Terowongan Sasaksaät 1903


Eleuh..eleuh...geuning aya batur salembur..nuhun atuh kang cendolna raos pisan...
Suasana di Masjid Ampel di distrik Arab Surabaya, menunggu prosesi parade penobatan Ratu Belanda Wilhelmina

[img] Uploaded with ImageShack.us[/img]

Pada terbitan 23 Agustus 1898 Harian Lokomotif menulis tentang perayaan mendatang di Surabaya sekitar penobatan Ratu Wilhelmina pada tanggal 6 September. Selama minggu festival, yang dimulai pada tanggal 30 Agustus, ada beberapa parade Militer . Foto ini diambil oleh studio O. Kurkdjian di sekitar Masjid Ampel - yang menara di latar belakang dapat dilihat - di distrik Arab Surabaya.

Jalan-jalan dihiasi oleh Bendera Merah Putih Biru. Yang menarik pada foto sebelah kanan ada Ornamen Bambu berupa Bintang menyerupai Bintang Daud negara Israel.

Puncak perayaan pada Selasa, 30 Agustus 1898. Malam pukul tujuh, musik milisi dengan drumer dan peniup terompet dari jalan Goebeng menuju rumah Residen, dibawakan oleh komandan milisi ke aloon aloon-, melalui jalan Genteng, jalan kota . Juga membawa team musik, drumer dan peniup terompet dari batalyon 13 sampai tujuh jam dan berjalan-jalan melalui kota, datang. Pukul delapan terompet besar ditiup oleh kedua muziek coprs dengan drumer dan peniup terompet. Seruling dan drum Angkatan Laut juga ikut terlibat. Pada malam hari, sembilan Assaut militer besar tampil di gedung komedi.

Rabu, 31 Agustus. Parade, resepsi resmi mulai pukul tujuh permainan populer seperti: mastloopen, memanjat tiang, cincin menusuk, zakloopen, hardloopen rintangan, pincang, pelemparan gelang-gelangan dlm permainan, giliran tanda, pengikat terjadi, komedi Anak-Anak, wayang golek, wayang koelit, topeng, ronggeng, loedroekan.

Pada Malam harinya, penerangan jalan umum dimatikan . Semua warga diundang dan untuk berhati-hati karena Kepala pemerintahan daerah akan menyalakan kembang api- kembang api yang megah, menembakkan meriam, peluncuran balon api, air mancur dengan warna-warni yang indah, flare, kincir angin dalam warna nasional, bom, bintang dalam api yang indah dibantu dengan cahaya flare. Buket bunga, tourbillons, laurel dan ek cabang dalam bentuk karangan bunga di W tengah dan di atas mahkota, piramida, bom kemegahan, patung Ratu, dikelilingi oleh bendera dan Fireworks juga dengan mahkota emas, flare baterai, King Crown dengan tulisan
mark up lg buat update foto2nya biar ga ketinggalan jauh... lg belajar sejarah nih ama agan happy2006
ada di halaman 32 gan, ini Link nya : mesjid ampel surabaya





Quote:Original Posted By benitobagaskara
Suasana di Masjid Ampel di distrik Arab Surabaya, menunggu prosesi parade penobatan Ratu Belanda Wilhelmina

[img] Uploaded with ImageShack.us[/img]

Pada terbitan 23 Agustus 1898 Harian Lokomotif menulis tentang perayaan mendatang di Surabaya sekitar penobatan Ratu Wilhelmina pada tanggal 6 September. Selama minggu festival, yang dimulai pada tanggal 30 Agustus, ada beberapa parade Militer . Foto ini diambil oleh studio O. Kurkdjian di sekitar Masjid Ampel - yang menara di latar belakang dapat dilihat - di distrik Arab Surabaya.

Jalan-jalan dihiasi oleh Bendera Merah Putih Biru. Yang menarik pada foto sebelah kanan ada Ornamen Bambu berupa Bintang menyerupai Bintang Daud negara Israel.

Puncak perayaan pada Selasa, 30 Agustus 1898. Malam pukul tujuh, musik milisi dengan drumer dan peniup terompet dari jalan Goebeng menuju rumah Residen, dibawakan oleh komandan milisi ke aloon aloon-, melalui jalan Genteng, jalan kota . Juga membawa team musik, drumer dan peniup terompet dari batalyon 13 sampai tujuh jam dan berjalan-jalan melalui kota, datang. Pukul delapan terompet besar ditiup oleh kedua muziek coprs dengan drumer dan peniup terompet. Seruling dan drum Angkatan Laut juga ikut terlibat. Pada malam hari, sembilan Assaut militer besar tampil di gedung komedi.

Rabu, 31 Agustus. Parade, resepsi resmi mulai pukul tujuh permainan populer seperti: mastloopen, memanjat tiang, cincin menusuk, zakloopen, hardloopen rintangan, pincang, pelemparan gelang-gelangan dlm permainan, giliran tanda, pengikat terjadi, komedi Anak-Anak, wayang golek, wayang koelit, topeng, ronggeng, loedroekan.

Pada Malam harinya, penerangan jalan umum dimatikan . Semua warga diundang dan untuk berhati-hati karena Kepala pemerintahan daerah akan menyalakan kembang api- kembang api yang megah, menembakkan meriam, peluncuran balon api, air mancur dengan warna-warni yang indah, flare, kincir angin dalam warna nasional, bom, bintang dalam api yang indah dibantu dengan cahaya flare. Buket bunga, tourbillons, laurel dan ek cabang dalam bentuk karangan bunga di W tengah dan di atas mahkota, piramida, bom kemegahan, patung Ratu, dikelilingi oleh bendera dan Fireworks juga dengan mahkota emas, flare baterai, King Crown dengan tulisan



ini ane tambahin foto Mesjid Ampel Surabaya tahun 1927 khusus buat Agan Benito Bagaskara Werkudara






Quote:Original Posted By theslice


Eleuh..eleuh...geuning aya batur salembur..nuhun atuh kang cendolna raos pisan...


eta ku keukeuh masihan wae Cendol....nuhun atuh....langsung di leu'eut....
Kehidupan Masyarakat Tjimahi jaman doeloe


Keluarga Belanda di Tjimahi dengan mobil nya yang indah, tahun 1917. Pegawai merangkap supir duduk di belakang. Ban mobil nya spt nya ban mati ya ?


Sekolah MULO, sekarang setingkat SMP, di Tjimahi tahun 1917. Lulusan SMP jaman doeloe terlihat tua-tua yaa..dan bisa langsung bekerja di perusahaan atau sbg pegawai negri dengan gaji yang besar.


pernikahan Charles de Jongh dan Mathilde Hees, 11-08-1919


foto sebuah keluarga tentara di Tjimahi 1936


Rumah dinas tentara, Tjimahi 1938


Interior rumah sorang Letnan, Tjimahi 1922


interior rumah seorang dokter di Tjimahi thn 1917


Foto Fam J.J. Kunst di Tjimahi; Fritjov memakain tutup kepala, Betty istri J.J.Kunst memangku Tom , Tjimahi 1902
Quote:Original Posted By thechemical
Kehidupan Masyarakat Tjimahi jaman doeloe


Keluarga Belanda di Tjimahi dengan mobil nya yang indah, tahun 1917. Pegawai merangkap supir duduk di belakang. Ban mobil nya spt nya ban mati ya ?


Sekolah MULO, sekarang setingkat SMP, di Tjimahi tahun 1917. Lulusan SMP jaman doeloe terlihat tua-tua yaa..dan bisa langsung bekerja di perusahaan atau sbg pegawai negri dengan gaji yang besar.


pernikahan Charles de Jongh dan Mathilde Hees, 11-08-1919


foto sebuah keluarga tentara di Tjimahi 1936


Rumah dinas tentara, Tjimahi 1938


Interior rumah sorang Letnan, Tjimahi 1922


interior rumah seorang dokter di Tjimahi thn 1917


Foto Fam J.J. Kunst di Tjimahi; Fritjov memakain tutup kepala, Betty istri J.J.Kunst memangku Tom , Tjimahi 1902


ada semua Foto nya gan...ini sih internet di tempat Agan yang alon alon asal kelakon...coba cari jalur internet yang lebih bagus...memang File fotonya besar-besar semua supaya kualitas fotonya tidak berubah dan bisa mendekati aslinya.

coba di klik sekali lagi, ini link nya : Tjimahi 1900 an
Andai ada mesin waktu
Quote:Original Posted By thepuppy
Andai ada mesin waktu


....udah tau lah maksud nya...mau borong tanah di prime area kaaan....?
masih elok indonesia di foto2 tersebut gan
emang enakan jaman belanda gan...indonesia sang mutiara dari timur...sangat eropa sekali....


gan foto di atas kayaknya bukan gereja atopun sekolah teolog, liat tuh ada lambang yahudi(star of david) di tengah2 atas. kemungkinan itu bangunan lodji, soalnya dulu organisasi yahudi kental jaman VOC, sebut freemason lah (bukan maksud bikin kisah teori konspirasi yah gan)
wah dlu bener2 teratur ya
skrg malah brantakan
keren foto2nya..
jadul abis..
waahhhh. keren gan poto-potonya bener2 jadoel update lagi dunk gan


restaurant di dalam Gedung Jaarbeurs tahun 1926

ini adalah Ruang makan di Hotel Papandayan Garoet. kalau sekarang ini adalah hotel bintang 4. Tamu yang diperbolehkan hanya tamu Belanda saja. kalangan Pribumi hanya Bupati atau Residen yang boleh masuk ke hotel ini. Untuk duduk di meja makan ini harus menggunakan Jas bagi pria dan Gaun bagi wanita, setiap meja dilayani oleh satu orang pelayan yang berdiri terus di samping meja pada saat tamu makan. Sendok dan garpu berjajar rapih di samping pring makan, pengambilan sendok dimulai dari sisi paling luar, yaitu sendok Soup sebagai makanan pembuka. mangkok atau piring segera diangkat oleh pelayan begitu sendok lepas dari tangan dan diletakkan di dalam mangkok soup atau piring. Dinding ruangan masih menggunakan bilik, yaitu bambu yang mereka anyam. tihang-2 kayu dengan lampu-2 gas dari minyak. Foto diambil tahun 1900, listrik belum masuk ke kota Garut pada saat itu.


ya, thank you gan, pasti di update krn koleksi foto masih banyak, tapi hrs atur waktu antara ngaskus dan kerja.