KASKUS

kereen gan, garut ternyata tempat yg eksotis ya.
Quote:Original Posted By happy2006


Iya gan....sambil upload foto-2 ini ane kepikiran juga....kira2 kalau kita kagak di jajah Belanda...kondisi kita lebih baik atau malah lebih buruk yaa? Karena setelah agan agan melihat foto-2 ini pasti bisa merasakan, yang sudah ada dan di rampas dari Belanda aja kita kagak bisa pelihara....bukan dalam hal bangunan fisik aja gan...tapi juga dalam hal moral, budi pekerti, sopan santun, toleransi....spt nya kita bergerak mundur ke belakang...


Wah ane sudah menikmati foto-fotonya sampai sejauh ini.
Ane benar-benar mengerti kenapa sekarang dinamakan zamrud dari katulistiwa.

Ane juga ingat perkataan guru-guru ane dulu kalau pas zaman Belanda, mereka semua dididik keras dalam hal budi pekerti.

Sesuatu yang ane lihat memang kita mundur.
G.F.J Bley (1855-1944)




Portret dari G.F.J. Bley dengan alat foto camera antara 1915-1940
Bisa dibayangkan betapa beratnya perjuangan Beliau , naik turun gunung, dalam usaha mengambil sudut foto yang baik dengan alat foto sebesar dan seberat ini.


G.F.J. Bley antara semak-semak teh dan pohon peneduh Albizzia 1918



Keinginan untuk menghasilkan cetak foto berwarna yang indah sudah ada sejak teknologi fotografi dikenal manusia, Salah satunya yang mencoba menghasilkan karya cetak foto berwarna adalah G.F.J. Bley

G.F.J. Bley (1855-1944) lahir di Jever (Jerman). Ia lulusan perguruan tinggi teknik Mittweida. Pada tahun 1878 ia tiba di Jawa, di mana ia memulai karirnya sebagai seorang insinyur di sebuah pabrik gula. Setelah beberapa tahun mengembara, pada tahun 1890 ia benar-benar menetap sbg administrator pada perusahaan kopi Arabika di Selokaton. Ia mengembangkan kopi robusta, kina, kapuk, kakao dan terutama teh. Setelah kembali dari cuti di Eropa (1900), ia memegang jabatan sbg Presidensi Asosiasi Petani Tanaman (Planters/Pekebun) Semarang-Kedoe. Selama hidup aktif ia sebagai pekebun dan mengakui pentingnya iklan. Ia duduk atas nama asosiasi pekebun untuk tanaman berserat kongres di Surabaya (Surabaya, 1911) dan sukses menciptakan sampel produk pada Pameran Kolonial di Semarang (1914). Kemudian ia memotret manufaktur dalam penyusunan Kongres pada Pameran Teh di Bandung (Bandung, 1924), untuk mendirikan Souk Abu Mische Pertanian Society dan Stasiun Penelitian Teh Bogor.

Setelah pensiun pada 1916 ia mengabdikan dirinya untuk fotografi dan untuk mempelajari tanaman serat, khususnya kapuk. Sekitar 1918 ia menetap di Bogor. Di sana ia diterima di laboratorium Treub memiliki ruang baginya, yang ia bisa membangun cita-citanya.
G.F.J. Bley adalah seorang fotografer amatir yang baik dengan aspirasi artistik dan pemandangan lanskap di Jawa. Banyak album fotonya dapat ditemukan dalam koleksi Tropenmuseum dengan Nilai besar adalah bahwa ia membuat dalam cetak warna. foto Warna memang langka di koleksi pra-perang dunia ke 2. Adapun Foto secara tradisional tidak murni hitam, tetapi abu-abu dan putih. Dengan albumin didapatkan hasil cetak standar merah atau cokelat atau setelah toning sepia coklat sampai ungu. Tapi Bley bisa beberapa langkah lebih maju. Dia menggunakan cairan warna cetak silver gelatin yang bisa menghasilkan warna biru dan hijau seperti gambar dari Wine Koops Bay (sekarang Pelabuhan Ratu) panorama sering biru dan hijau lanskap gunung.Di foto yang lain dengan hati-hati Bley menggunakan teknik mewarnai dengan cat air, yaitu dengan kuas . Seringkali ini dilakukan oleh muridnya Souk Ardi. Terkadang Bagian yang belujm rapih dari foto masih terlihat, seperti dalam foto dari danau kawah di Ijen Plateau .
Tn. Bley meninggal pada usia lanjut pada tahun 1944 di Buitenzorg (Bogor).

Kita harus berterimakasih kepada Tn. Bley karena ribuan hasil karya fotonya yang indah yaitu berupa dokumentasi sejarah Indoensia jaman dulu, dapat kita lihat dan nikmati sekarang melalui media Digital.

Berikut beberapa hasil karya foto dari Tn.Bley


Tjisolok Pelabuhan Ratu 1920


Pemandangan sawah dan pohon Hevea, Jawa Barat tahun 1920 (panoramic)


Pegunungan di daerah Pelabuhan Ratu tahun 1920 (panoramic)


Pemandangan di Tjiboeni tahun 1920 (panoramic)


gadis pemetik daun teh, 1920 G.F.Bley

Teknik foto panoramic sudah coba Bley terapkan dan menghasilkan karya yang indah gan....
Hasil karya foto Bley yang lain.


ini adalah foto Tn. Bley yang baru sembuh akibat terjatuh dan mengalami patah tulang pinggul. Ia di rawat di Rumah Sakit Palang Merah Bogor Sekitar bulan Oktober-November 1938.
Dimasa tuanya beliau tidak pernah berhenti berkarya dan sempat melatih seorang mahasiswa bernama Soekardi untuk membantu nya.

Dalam salah satu suratnya Bley menulis:" saya mempunyai saorang murid pribumi untuk membantu saya mengambil gambar, sehingga saya punya waktu banyak waktu untuk mengirim hasil foto ke Colonial Institute di Belanda, karena hanya sedikit sekali orang Belanda yang mengenal negara yang indah ini (Indonesia)".
Hasil karya Soekardi bersama Bley banyak ditemukan di Museum di Belanda.




Bendungan pengatur air sungai Ciujung di Serang Banten Pamarajan tahun 1915 oleh GFBley (masih ada atau tidak ya bangunan ini?)


Gunung Tjeremai 1920, G.F.Bley


Pemandangan Gunung, Tjipetir Jawa Barat 1920


Situ Patengan , Bandung Selatan tahun 1920


Tjibodas 1920 G.F.Bley


Pelabuhan Ratu tahun 1920 G.F.Bley


Pemandangan ke gunung Bisma dari arah Dijeng-plateau juni 1937








Kabut pagi di atas dataran tinggi Dijeng tahun 1915


Kawah Ijen tahun 1915


Kawah Ijen tahun 1915





Kawah Ijen tahun 1915


Pemandangan di kawah Ijen dengan Gunung Suket dan Gunung Raung tahun 1915


Pemandangan di kawah Ijen tahun 1915


foto dari Dataran Tinggi Ijen, dilihat dari Pasanggrahan Sempol tahun 1915


Panorama dari Dataran Tinggi Dieng tahun 1915
Ditunggu update nyabgan
Hotel Bellevue di Buitenzorg, Bogor, antara tahun 1850-1920

Hotel Bellevue sudah lama dibongkar dan sempat menjadi pasar induk Ramayana sebelum berganti wujud menjadi Bogor Trade Mall (BTM) hingga sekarang.Dulu di jaman Belanda, hotel ini begitu terkenal karena memiliki pemandangan yang indah ke arah Sungai Cisadane dengan latar belakang Gunung Salak.
















sumpahhh gan!! photonya keren2 kalau bisa jangan dari pulau jawa aja,sumatra kalimanta sulawesi papua dll jangan lupa hehe ..oia cek kulkas gan lumayan tuh ada ijo-ijo buat buka puasa
masih BOGOR



Sekolah kaum Pribumi di Bogor


Guru, siswa dan peserta pelatihan di Bogor tahun 1892


Quote:Original Posted By fatichdw
keren2 gan
andai ane hidup di masa itu....

gan btw kalo ada foto tentang kabupaten nganjuk tolong dishare yah


Nganjuk segera meluncur Gan...

Quote:Original Posted By cemcem
sumpahhh gan!! photonya keren2 kalau bisa jangan dari pulau jawa aja,sumatra kalimanta sulawesi papua dll jangan lupa hehe ..oia cek kulkas gan lumayan tuh ada ijo-ijo buat buka puasa


Terimakasih untuk cendol nya, sudah ane terima dengan baik. Untuk kota-kota di luar Jawa sudah banyak yang ane tampilkan dihalaman belakang, mungkin lebih baik agan sebutkan nama kotanya supaya ane lebih mudah mencarinya karena negara ini begitoe luas dan begitoe cantik pemandangan nya.
wkwkwkw kayak perdesaan ya masih banyak pohon nya
foto Djadul walau hitam putih tapi masih enak buat dilihat...
memories
Kabupaten Nganjuk 1890-1920 an















masih sekitar Nganjuk-Kertosono


Jembatan kereta api di atas Brantas di Kertosono barat dari arah Jombang tahun 1900. Canggih ya Gan...tahun 1900 sudah bisa ada jembatan seperti ini...dan masih digunakan hingga sekarang. Coba bandingkan dengan proyek-2 PU sekarang, belum juga diresmikan sudah roboh duluan....


W. M. van der Valk Bouman, salah satu direktur perusahaan gula Djatie, Nganjuk


Karyawan perusahaan gula Djatie di Ngandjoek




Sebuah Mesjid di Nganjuk tahun 1885


Guru dan siswa dari Sekolah Belanda-Pribumi (HIS) di Ngandjoek tahun 1923


Bangunan irigasi kali Bratnas tahun 1910


Pintu air di daerah Lengkong, Kali Brantas tahun 1910


Kantor Pos dan Telegraf-Nganjuk

Kantor Pos dan Telegraf-Nganjuk


Pembangunan jembatan Kereta Api di atas Kali Brantas Kertosono untuk jalur Kereta Api dari Surakarta ke Surabaya tahun 1880



Sebuah Grup Pertunjukan Drama berfoto di depan Gedung Pertemuan di Kertosono, 16 Januari 1904


heyy,, pendjadjah kamoe tjantik sekali
Quote:Original Posted By happy2006


ini adalah rumah keluarga Tan, tentunya keluarga TiongHoa yang Kaya, sehingga diperbolehkan membeli rumah di jalan Dago.Luas tanah rumah ini sekitar 3000 m2. Luas Bangunan sekitar 1000m2. Sekarang rumah ini entah masih ada atau sdh breubah menjadi factory Outlet atau SPBU gan... Foto tahun 1920.


back to jadoel nih.

Klo kagak salah dulu bangunan ini di sebelah bangunan SMAN 1 Bandung percis di sebrang RS. Santo Borromeus Jl. Dago. Mohon dikoreksi bila mana ane salah gan
Quote:Original Posted By khaphopo92


back to jadoel nih.

Klo kagak salah dulu bangunan ini di sebelah bangunan SMAN 1 Bandung percis di sebrang RS. Santo Borromeus Jl. Dago. Mohon dikoreksi bila mana ane salah gan


Gan, sebelah SMAN1 sepertinya SMAK Dago , dulu Lyceum, SMU paling TOP di Bandung. Alumni nya anatara lain Presiden B.J. Habibie. Disana diajarkan 5 bahasa, yaitu: Inggris, Belanda, German, Perancis dan Latin. Hanya anak-2 yang pintar bisa masuk Lyceum.
asyiknya ya jaman dulu... sepi polusi...
keren ya masih bersih hehe
×