KASKUS

Kecemasan Menjelang Persidangan Kasus Cebongan



Quote:
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bertepatan dengan sidang perdana kasus penembakan empat tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cebongan, Sleman, Yogyakarta, Kamis (20/6/2013) ini, memori para saksi diungkit kembali pada peristiwa mencekam di sel A5 Blok Anggrek LP Cebongan, Sabtu (23/3/2013) dini hari lalu. Kecemasan mereka tampaknya akan semakin bertambah saat majelis hakim meminta keterangan di ruang persidangan.

Salah satu saksi, yang juga mantan Kepala LP Cebongan Sleman B Sukamto Harto, membenarkan jika para saksi mengalami trauma dan stres berkelanjutan sejak peristiwa penembakan tiga bulan lalu itu.

”Dalam kasus ini, para saksi tidak hanya menjadi saksi, tetapi sekaligus juga korban. Petugas LP saat kejadian juga menjadi korban penganiayaan fisik. Para tahanan yang berada dalam satu sel dengan empat korban melihat secara langsung pembunuhan yang hanya beberapa meter di dekat mereka,” kata Sukamto, pekan lalu.

Menurut dia, yang lebih mengkhawatirkan adalah saat pengadilan digelar. Sebab, mereka juga harus berhadapan dengan ke-12 terdakwa, oditur, dan hakim yang semuanya berasal dari kesatuan militer. Secara psikologis, mental para saksi mengalami gangguan dan kecemasan yang sangat luar biasa karena kesaksian mereka akan berpengaruh terhadap hukuman. Bahkan, nasib karier 12 anggota Batalyon 21 Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartasura, yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut dipertaruhkan.

Saksi lain, Kepala Satuan Pengamanan LP Cebongan Margo Utomo mengungkapkan, dirinya bersama 10 petugas LP lain siap menjadi saksi dalam persidangan itu. Namun, apabila dalam persidangan nanti pemanfaatan video telekonferensidimungkinkan, ia dan saksi lain akan lebih senang dan nyaman.

Menambah kecemasan

Sebelumnya, dua hari menjelang sidang perdana kasus penembakan di LP Cebongan tersebut, rekan-rekan terdakwa dari Batalyon 21 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Yogyakarta. Dengan tegas, Komandan Batalyon 21 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura Letnan Kolonel Muhammad Aidi menyebutkan kegiatan tersebut sebagai solidaritas terhadap 12 rekan mereka yang akan diadili pada Kamis ini di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta.

Selain berziarah untuk mengenang para pahlawan, kegiatan ini sebagai solidaritas terhadap rekan-rekan kami yang akan diadili besok. Kami berjuang untuk masyarakat dan tak ada yang lain. Latihan utama kami adalah membunuh, tetapi membunuh untuk melindungi mereka yang lebih besar,” ujar Aidi.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 27 anggota Batalyon 21 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan Kartasura hadir di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara. Kedatangan mereka disambut hangat beberapa organisasi masyarakat, seperti Paksi Katon, Banser, dan lainnya.

Saat ditanya, Aidi menampik jika kegiatan ini merupakan bentuk teror terhadap persidangan pada kasus Cebongan yang akan segera digelar. Sekali lagi, Aidi mempertegas bahwa apa yang mereka lakukan adalah bentuk solidaritas terhadap rekan satu korps.

”Kami datang ke sini tidak membawa senjata, tetapi dalam konteks menyekar di Taman Makam Pahlawan tempat makam Panglima Besar Jenderal Soedirman. Karena terkait sidang yang akan dilakukan pada Kamis, rekan-rekan kami jelas tidak mungkin hadir. Sebab, mereka harus tetap menjalani proses hukum. Meskipun demikian, kami berharap hukuman mereka diringankan,” papar Aidi.

Menanggapi hal itu, anggota Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Inspektur Jenderal (Purn) Teguh Soedarsono, mengatakan, kedatangan anggota Batalyon 21 Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan ke Yogyakarta itu berpotensi menimbulkan kekhawatiran tak hanya kepada saksi yang akan hadir di persidangan, tetapi juga hakim dan seluruh pihak yang terlibat dalam persidangan kasus penembakan.

”Sikap-sikap arogansi seperti ini semestinya tidak perlu lagi dimunculkan agar proses persidangan nanti benar-benar berjalan dengan fair. Perlu diketahui, tiga hakim agung dari Mahkamah Agung akan datang langsung memantau proses persidangan tersebut. Apabila persidangan berlangsung secara unfair (tidak jujur), citra pengadilan kita akan hancur di mata dunia,” ujar Teguh.

Kesaksian jarak jauh

Ketua Tim Pemeriksa Kompetensi Psikologis Saksi di LP Cebongan Yusti Probowati mengungkapkan, dari total 42 saksi kasus penembakan di LP Cebongan, hanya 31 saksi yang siap memberikan kesaksian langsung di persidangan.

Adapun 10 saksi lain hanya bisa bersaksi langsung, tetapi tanpa hadir di persidangan, dan satu saksi lagi terpaksa bersaksi tidak langsung karena keterbatasan kapasitas kognitif.

Menurut Yusti, 10 saksi kasus LP Cebongan mengalami gejala depresi, trauma, dan kecemasan. Mereka tidak hanya mengalami trauma atas peristiwa penembakan terhadap empat tahanan titipan beberapa waktu lalu, tetapi juga stres memikirkan proses persidangan yang akan segera mereka hadapi.

Melihat kondisi para saksi yang sebagian masih mengalami depresi dan trauma tersebut, diperkirakan jumlah saksi yang tidak bersedia hadir secara langsung dalam persidangan akan bertambah menjelang detik-detik pelaksanaan sidang.

Oleh sebab itu, LPSK menyiapkan fasilitas video telekonferensi bagi para saksi yang bisa bersaksi tanpa harus hadir di persidangan secara langsung.

Teguh menambahkan, sidang kasus LP Cebongan akan menjadi salah satu ujian bagaimana negara Indonesia menyelenggarakan peradilan militer yang dipercaya dan transparan. Karena itu, jika kepercayaan terhadap sidang pengadilan ini hilang, citra Indonesia sebagai negara hukum sebagaimana dimuat dalam UUD 1945 bakal tercoreng di mata dunia. (Aloysius B Kurniawan)


salut dengan jiwa solidaritas di korps baret merah
”Selain berziarah untuk mengenang para pahlawan, kegiatan ini sebagai solidaritas terhadap rekan-rekan kami yang akan diadili besok. Kami berjuang untuk masyarakat dan tak ada yang lain. Latihan utama kami adalah membunuh, tetapi membunuh untuk melindungi mereka yang lebih besar,” ujar Aidi.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

then i blame this world to making a good man BAD...


kalau boleh di bilang 12 orang itu memang di didik untuk mati kok..! jatuhkan saja eksekusi mati dan mereka akan mati dgn harga diri..!! bravo..!
latihan utama kami membunuh, tapi membunuh untuk melindungi mereka yang lebih besar
wow...maksudnya lebih besar apanya ya..?
Quote:Original Posted By bluerider6089
”Selain berziarah untuk mengenang para pahlawan, kegiatan ini sebagai solidaritas terhadap rekan-rekan kami yang akan diadili besok. Kami berjuang untuk masyarakat dan tak ada yang lain. Latihan utama kami adalah membunuh, tetapi membunuh untuk melindungi mereka yang lebih besar,” ujar Aidi.


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

then i blame this world to making a good man BAD...


kalau boleh di bilang 12 orang itu memang di didik untuk mati kok..! jatuhkan saja eksekusi mati dan mereka akan mati dgn harga diri..!! bravo..!


coba kalau 4 orang itu ga mati, preman di jogja pasti semakin PD
Quote:Original Posted By sanglanceng
latihan utama kami membunuh, tapi membunuh untuk melindungi mereka yang lebih besar
wow...maksudnya lebih besar apanya ya..?


this nation..
Maksudnya Kopasus mau bunuh bangsa ini?
Quote:Original Posted By bluerider6089


this nation..


Quote:Original Posted By Mistaravim
Maksudnya Kopasus mau bunuh bangsa ini?




pagi ini kok banyak yg ga nyambung ya...ki klewang.. skrg om kit.. sama-sam K ga cocok nih main hari Kamis hehehehe...

12 well trained operators ready for join with PMC
Logika mereka memang berbeda dengan orang biasa2 saja, begitu juga logika hukumnya, apa yang berlaku buat warga negara biasa tidak berlaku buat mereka...

Yah dimaklum aja, mereka kan Khusus, Istimewa, putra terbaik bangsa, ksatria
Nga nyambung darimananya? masa Kopasus lebih besar dari bangsa ini?
Lagian mana ada pasukan dididik utk untuk mati?
Quote:Original Posted By sanglanceng
latihan utama kami membunuh, tapi membunuh untuk melindungi mereka yang lebih besar
wow...maksudnya lebih besar apanya ya..?


Quote:Original Posted By bluerider6089


this nation..


Quote:Original Posted By chibiyabi


pagi ini kok banyak yg ga nyambung ya...ki klewang.. skrg om kit.. sama-sam K ga cocok nih main hari Kamis hehehehe...

12 well trained operators ready for join with PMC


Wow.....Wow!!
special citizen? Above the law?
Quote:Original Posted By kompariken
Logika mereka memang berbeda dengan orang biasa2 saja, begitu juga logika hukumnya, apa yang berlaku buat warga negara biasa tidak berlaku buat mereka...

Yah dimaklum aja, mereka kan Khusus, Istimewa, putra terbaik bangsa, ksatria


Quote:Original Posted By Mistaravim
Maksudnya Kopasus mau bunuh bangsa ini?




cermati dong kata2 nya ting...

arahnya utk melindungi yg jauh lebih besar,..ya bangsa ini lah...

masak kecoak 4 ekor...............
Lha bukannya yg 12 ini expendables? tokh spt yg sampeyan tulis...mereka dididik utk mati
Quote:Original Posted By bluerider6089


cermati dong kata2 nya ting...

arahnya utk melindungi yg jauh lebih besar,..ya bangsa ini lah...

masak kecoak 4 ekor...............


Quote:Original Posted By Mistaravim
Nga nyambung darimananya? masa Kopasus lebih besar dari bangsa ini?
Lagian mana ada pasukan dididik utk untuk mati?




blue : mereka membunuh untuk melindungi yang lebih besar...

contoh : matk'al membunuh untuk rakyat israel kan ( alasan mereka )..kill to protect

red : killed or to be killed... ( ralat yg di atas , mean siap mati utk apa yg mereka yakini )

untuk itu SF di buat kan..maafkan kalo ane sangat naif...
Quote:Original Posted By Mistaravim
Nga nyambung darimananya? masa Kopasus lebih besar dari bangsa ini?
Lagian mana ada pasukan dididik utk untuk mati?



Key word is UNTUK..

Quote:Original Posted By bluerider6089


cermati dong kata2 nya ting...

arahnya utk melindungi yg jauh lebih besar,..ya bangsa ini lah...

masak kecoak 4 ekor...............


Matkal? nga tuh....mereka adalah prajurit yg dididik utk menjaga kedaulatan serta keamanan bangsa
Quote:Original Posted By bluerider6089


blue : mereka membunuh untuk melindungi yang lebih besar...

contoh : matk'al membunuh untuk rakyat israel kan ( alasan mereka )..kill to protect

red : killed or to be killed... ( ralat yg di atas , mean siap mati utk apa yg mereka yakini )

untuk itu SF di buat kan..maafkan kalo ane sangat naif...


Quote:Original Posted By Mistaravim
Matkal? nga tuh....mereka adalah prajurit yg dididik utk menjaga kedaulatan serta keamanan bangsa




tapi klo 4 orang itu ga mati bisa saja keamanan bangsa ini semakin sakit kan om?dalam hati mereka wong SF aja bisa kita bunuh apalagi yg lain
atas ane pd ngaco baca dong baik2...
melindungi mereka yang lebih besar artinya melindungi momod2 dimari kl gak percaya timbang aj tuh berdua

Quote:Original Posted By Mistaravim
Matkal? nga tuh....mereka adalah prajurit yg dididik utk menjaga kedaulatan serta keamanan bangsa




ayo-ayo yg punya channel ke blackwater, haliburton dll, sudah siap bertugas 12 org yg telah menghabisi 4 kecoa (over over over kill sih)..
Dengan melanggar hukum? saya baru tau klo gara² keempat orang ini,keamanan negara ini terancam
Cebongan itu hanya balas dendam aja kok,jadi nga usah lebay bawa urusan keamanan segala.
Quote:Original Posted By pelangiforester


tapi klo 4 orang itu ga mati bisa saja keamanan bangsa ini semakin sakit kan om?dalam hati mereka wong SF aja bisa kita bunuh apalagi yg lain


Quote:Original Posted By Mistaravim
Matkal? nga tuh....mereka adalah prajurit yg dididik utk menjaga kedaulatan serta keamanan bangsa




ya..

tapi jika dan hanya jika...kondisi rakyat israel spt indo ini pribadi saya sangat yakin hal cebongan ini bisa terjadi...
preman di jogya lebih jagoan yg bahkan aparat pun ngeri sama mereka..

tapi to good to be true,..ga ada preman di sana ...karena kebanyakan sipil even young pretty lady carrier a weapon

ini pandangan pribadi lho ya..

oot : kerja dulu ya..ntar sore ane liat lagi ini trit