KASKUS

Quote:Original Posted By Stealthflanker


Santai aja gan namanya aja proses.. saya dulu bikin Kapal ya awalnya begini :

Spoiler for Ramia Class-Oktober 2009:

Dulu panjangnya cuman 110 m

Kapal yang sama bulan Desember 2009

Spoiler for Desember 2009:


Yang ini 112 m


Lalu yang terbaru 31 Mei 2012 atau tiga tahun kemudian.

Spoiler for Ramia Class 2012:


Sekarang 133 m dan masih ane sebut "Guided Missile Frigate"

Hmm yang penting itu definitif kalau menurut ane.. kan kapal ente masih make VLS.. nah itu tambahin barang lainnya seperti Meriam, Radar. Paling tidak konsep ente kelihatan "bergigi" lah.

Selebihnya ya jangan malu-malu ngerombak konsep sesuai perkembangan ente.

Nanti tahun 2014 bisa berobah lagi itu konsep ane diatas

Selamat Modeling gan .. BTW ente pake Blender yah ?





Hebat hebat..

Kalau udah sejago mas buat 3D nya, bisa bisa trit ini dibuat 3 tahun lagi

Iya blender baru 3 hari yang lalu... sebelumnya 3D NOL besar hanya oret2an....


Quote:Original Posted By makingthings




Urun rembug,
Desain hull depan sptnya kurang pas, biasanya utk kapal yg didesain kecepatan tinggi atau pemecah ombak yang berlayar di samudra dalam, bukan untuk perairan dangkal yang tidak mengutamakan shallow draft, didesain dengan model 'deep-vee' ujung depan lancip sedangkan bagian buritan flat untuk memanfaatkan efek 'planning'

Nah ketinggian tiang radar juga terlalu tinggi mengakibatkan kemungkinan top heavy dan gangguan cross wind, mungkin ditinggikan utk mendapatkan jangkauan radar yang lebih jauh tetapi sepertinya kurang proporsional.

Bentuk kapal perang panjang kali lebar biasanya tidak seperti rata rata kapal lain, yaitu lebih ke cigarrete shape, alias ramping panjang. Menurut pengamatan saya sptnya desain ini beam- nya terlalu lebar, alias terlalu gemuk

Quote:Original Posted By makingthings


VLS 3 jeti per cell atau per unit berapa cell gitu



Harpoon sepertinya masih subsonic, yakhont mid range supersonic, dan kita sudah punya pengalaman makenya sepertinya masuk akal.


satu kotak gitu kekna... ada 8 cell klo a-50 n a-70...
ente bisa liat di video ato brosurnya.. buat detail vls-nya,, kek dimensi dsb,, jadi ntar klo ente mo lanjutin desain berasa riil...

*btw klo harpoon tu sempet rada susah di akses kapan taon gitu sama indonesia nya.. jadi klo bisa lupain aja desain dengan harpoon base,, nah kalo pake yakhont juga bisa diliat di van speijk kita,, butuh apa aja... klo mau rada enak pake SCALP Naval aja,, nato juga... semangat gan buat lanjutin ampe beres desainnya,,*
Quote:Original Posted By spicywasabi


Urun rembug,
Desain hull depan sptnya kurang pas, biasanya utk kapal yg didesain kecepatan tinggi atau pemecah ombak yang berlayar di samudra dalam, bukan untuk perairan dangkal yang tidak mengutamakan shallow draft, didesain dengan model 'deep-vee' ujung depan lancip sedangkan bagian buritan flat untuk memanfaatkan efek 'planning'

Nah ketinggian tiang radar juga terlalu tinggi mengakibatkan kemungkinan top heavy dan gangguan cross wind, mungkin ditinggikan utk mendapatkan jangkauan radar yang lebih jauh tetapi sepertinya kurang proporsional.

Bentuk kapal perang panjang kali lebar biasanya tidak seperti rata rata kapal lain, yaitu lebih ke cigarrete shape, alias ramping panjang. Menurut pengamatan saya sptnya desain ini beam- nya terlalu lebar, alias terlalu gemuk



Namanya mimpi, (tapi kalau masuk akal kenapa tidak)

Destroyer rada-rada Blue Navy Warfare. Hanya kita negara berpenduduk besar tapi tidak punya destroyer.

Meski demikian,
LPD panjang 130 M, dan bisa masuk Surabaya kapan saja,
http://www.marinetraffic.com/ais/shi...MMSI=419000174

1 bulan lalu saya naik kapal ini di surabaya.. LOA 190 m, sepertinya destroyer LOA 140 m mudah saja masuknya.

Shallow draft bisa di atasi dengan umbi sonar di haluan, jadi efeknya seperti bullbous bow.

Mengenai tiang radar, saya berfikir, karena tidak harus kebal peluru, kenapa kita tidak pakai kombinasi alumunium, dan komposit karbon kevlar untuk tiang tiang menjulang. Frekuensi radio ada batasan efektifnya nya untuk benda di luar batas cakrawala, pilihannya kalau bukan helikopter ya tiang harus setinggi mungkin.

Mengenai, crosswind, kalau memang peralatan mekanisnya tidak terlalu banyak disitu, mungkin bisa di rampingkan.

PT PAL waktu pertama kali buat kapal sendiri (Caraka Jaya Niaga) langsung miring pada saat diluncurkan, sebab mereka merancang lambungnya dari nol, sementara waktu itu tahun 80 90an belum banyak software stabilitas kapal seperti sekarang ini. USS Zumwalt misalnya, memakan biaya banyak dan cost overrun salah satunya karna mencoba platform lambung baru.

Padahal tahun 70 an mereka bangun Ticonderoga Class, pake desain lambung Spruance yang sudah usang, patut untuk di tiru.

Lambung yang saya gambar basisnya dari type 45 BaE, yang saya rasa paling modis diantara "Bahkan" LOCKHEED MARTIN naval system dan destroyer lain. Itupun basis lambung T45 itu di copy dari FREMM.

Sempat berpikir bahwa type lambung ini bermasalah distabilitas seperti Nakhoda Ragam, tapi kalau di lihat sepintas specnya, Nakhoda Ragam tidak memiliki persenjataan berat seperti T45 yang bisa memindahkan titik Gravitasi ke bawah titik Metacentrum kapal.

VLS dan rudal rudal misalnya, atau munisi untuk deck gun, jadinya munisi itu seperti balast.

CMIW kalau saya gak salah, kapal kapal Caraka Niaga batch awal itu menggunakan "Permanent Balast" untuk mengimbangi negative equilibriumnya.


Thanks for share mas
Quote:Original Posted By 18s


satu kotak gitu kekna... ada 8 cell klo a-50 n a-70...
ente bisa liat di video ato brosurnya.. buat detail vls-nya,, kek dimensi dsb,, jadi ntar klo ente mo lanjutin desain berasa riil...

*btw klo harpoon tu sempet rada susah di akses kapan taon gitu sama indonesia nya.. jadi klo bisa lupain aja desain dengan harpoon base,, nah kalo pake yakhont juga bisa diliat di van speijk kita,, butuh apa aja... klo mau rada enak pake SCALP Naval aja,, nato juga... semangat gan buat lanjutin ampe beres desainnya,,*


Saya rasa trit ini bukan untuk "saya belajar gambar 3D". model itu hanya untuk visualisasi saja, banyak yang lebih berbakat kok.

Yang penting bagi saya adalah untuk mematahkan persepsi bahwa destroyer itu diluar jangkauan kantong kita.

Di negara-negara itu man/hour mereka lebih mahal, kalau saya bandingkan, bangun kapal di PAL sekira Rp. 19 juta per ton baja (termasuk bajanya) di UK bisa 5000 euro per ton, artinya kita bisa menghemat lebih dari separoh harga buat lambungnya saja, kenapa tidak dibuat disini?...

Asumsi saya, SIGMA itu mahal selain karna manhour mahal untuk bangun lambung, damen membebankan biaya riset yang sekian ratus juta dolar dibagi 4 unit + 2 unit buat Maroko karena CMIW SIGMA adalah kapal pertama yang dibangun damen secara modular, ditambah dengan jatah buat makelar

Tapi sebaik baik mungkin kita menghitung, kalau pemerintahan masih seperti ini memang sulit buat kita untuk berlogika.

Untuk itu saya mengundang orang dari litbang AL dan Dephan untuk menjawab pertanyaan ini...

Bagaimana bisa kapal KCR yang panjang 43 meter, dengan 2 mesin harganya bisa 70 milyar gitu?. tanpa senjata pula.
kasi yakhont..ama Anti pesawat...apa aja boleh,,, namanya juga "misal"..... di sini semua serba gak boleh, lanjut aja...mau jadi cemooha ya resiko...asal jgn di gembok aja ama momod...kalo gitu ya sudah
Quote:Original Posted By makingthings
Ok.. VLS di dek haluan jadi 48.. tinggal copas mas bro

Kalau yang kita punya C-705 seperti apa nanti VLSnya?..


Quote:Original Posted By makingthings
Update masih sekitar 130 juta dolar

1. Lambung:
a. Badan kapal
Lambung bawah : 140 x 30 x 12 (plt)
Superstructure : 50 % dari lambung bawah
Total 8694 ton
Pelat lambung keseluruhan (high tensile marine grade) = Rp. 104 milyar
Biaya pembuatan (Rp 9 juta per ton ) = Rp. 78,246 milyar
Material lain (serat karbon untuk tiang radome, alumunium, tembaga, kuningan) gross Rp. 20 milyar.

b. Mesin
CODOG =
Atau
CODAG =

c. Navigasi =

2. Armament
a. AAW
Short Range : input dari Harkness - Raytheon 2x21 RAM (42 missiles) di kiri dan kanan lambung.
Apa kita bisa dapat?..
Berapa harganya

b. ASuW
Deck turret gun: input dari Harkness - BaE System AGS 155 Naval Gun
Mid range subsonic: input dari Harkness - Boeing RGM – 84A harpoon 1.2 juta dolar per unit x 48 biji, total 57,6 juta dolar = 570 milyar

c. ASW
Torpedo : input Harkness – Hughes 12 x MK40 Torpedo ADCAP 5 juta dolar per unit x 12 biji, total 60 juta dolar = 600 milyar
d. CIWS
3. Sensor & Radar
Radar & Targeting : Input dari Stealth Flanker - APAR, SMART- L, SAMPSON : (harga ?)….
Electronic Support : Thales kah?.. (harga..?)

4. Heli
Update harga = 1,372 trilyun


wiw ternyata dilanjutin hoho

spec armament yg ane kasih itu gambaran armament buat kapal sekelas CG loh. klo dimasukin semuanya bisa jadi gambot ukuran kapalnya. jadinya seperti ini

Spoiler for spek lengkapnya:


nah sekarang destroyernya mau dibikin seperti apa dulu? klo pengen punya kemampuan serang darat, LACM seperti TLAM atau hyunmoo nya korsel bisa dimasukin. untuk sub hunter selain torpy bisa ditambahkan VLA. klo jadi AAW destroyer, bawa short+medium+long range SAM seperti RAM (ciws), ESSM, SM3/6 atau bisa diganti dengan family aster, storm shadow/SCALP EG seperti kata agan 18s didepan, dll. lalu RAM ditempatkannya jangan disamping kapal. taruh di fore & aft kapal gan

AShM nya bisa pake harpoon, exocet, c705, atau misil idola semua yakhont

gun nya ga usah pake yg 155mm, pake aja 127mm seperti DZP atau 114mm seperti di daring

radar/sensor bisa konsultasi sama om plenker atau yg lain yg lebih tahu

cmiiw, sorry klo ada yg salah. selamat berkreasi



Quote:Original Posted By makingthings


VLS 3 jeti per cell atau per unit berapa cell gitu



Harpoon sepertinya masih subsonic, yakhont mid range supersonic, dan kita sudah punya pengalaman makenya sepertinya masuk akal.


tolong digambar pakai yakhont ya oom. harga per biji usd 3m.untuk yang lain di googling dulu ya..
dibikin lebih garang dikit gan desainnya
Quote:Original Posted By makingthings


Saya rasa trit ini bukan untuk "saya belajar gambar 3D". model itu hanya untuk visualisasi saja, banyak yang lebih berbakat kok.

Yang penting bagi saya adalah untuk mematahkan persepsi bahwa destroyer itu diluar jangkauan kantong kita.

Di negara-negara itu man/hour mereka lebih mahal, kalau saya bandingkan, bangun kapal di PAL sekira Rp. 19 juta per ton baja (termasuk bajanya) di UK bisa 5000 euro per ton, artinya kita bisa menghemat lebih dari separoh harga buat lambungnya saja, kenapa tidak dibuat disini?...

Asumsi saya, SIGMA itu mahal selain karna manhour mahal untuk bangun lambung, damen membebankan biaya riset yang sekian ratus juta dolar dibagi 4 unit + 2 unit buat Maroko karena CMIW SIGMA adalah kapal pertama yang dibangun damen secara modular, ditambah dengan jatah buat makelar

Tapi sebaik baik mungkin kita menghitung, kalau pemerintahan masih seperti ini memang sulit buat kita untuk berlogika.

Untuk itu saya mengundang orang dari litbang AL dan Dephan untuk menjawab pertanyaan ini...

Bagaimana bisa kapal KCR yang panjang 43 meter, dengan 2 mesin harganya bisa 70 milyar gitu?. tanpa senjata pula.


ooooo... kirain... #danmenjaditidakmenarik

*btw gak perlu orang litbang kali,,, ente pake logika aja,, kcr 43 meter,, ente itung labor cost,, sama tetek bengek ongkos produksi lain,, udah gitu tambah engine kapal buat kapal perang sama material termasuk interior n peralatan navigasi,, masih masuk akal lah,, wong fishing boat single egine 40meteran aja second kondisi bagus tuh masih kisaran 1jt usd.. apalagi barunya bisa 3jt an usd.. sekitar 30milyaran... kapal perang 70 milyaran gak mungkin ane bisa ngarep pake senjata aneh2.. *

Spoiler for calon KRI.................................:
kadang sebagai orang awam yang terpikir membuat kapal ya sama aja potong baja rangkai sana sini jadi kemudian di isi ini itu saya membayangkan seperti saat membuat perahu saja cuma dimensinya besar dan di tambah senjata sistem dll.
setelah melihat dan membaca diskusi para master disini saya baru tau ternyata bayangan saya selama ini salah dan jauh meleset.
dan yang paling berat di negara ini ya cuma 1 ternyata anggaran kita yang cekak dan kemauan yang belum full.
Quote:Original Posted By Harkness


nah sekarang destroyernya mau dibikin seperti apa dulu? klo pengen punya kemampuan serang darat, LACM seperti TLAM atau hyunmoo nya korsel bisa dimasukin. untuk sub hunter selain torpy bisa ditambahkan VLA. klo jadi AAW destroyer, bawa short+medium+long range SAM seperti RAM (ciws), ESSM, SM3/6 atau bisa diganti dengan family aster, storm shadow/SCALP EG seperti kata agan 18s didepan, dll. lalu RAM ditempatkannya jangan disamping kapal. taruh di fore & aft kapal gan

AShM nya bisa pake harpoon, exocet, c705, atau misil idola semua yakhont

gun nya ga usah pake yg 155mm, pake aja 127mm seperti DZP atau 114mm seperti di daring

radar/sensor bisa konsultasi sama om plenker atau yg lain yg lebih tahu

cmiiw, sorry klo ada yg salah. selamat berkreasi





kalo bisa Destroyernya yang berkemampuan 3D kek KDX-III, bahkan bisa gotong LACM,
berhubung dimarih senangnya multirole. Ntar kalo sudah punya 3-5 yg 3D, baru dah desain dedicated AAW atau ASW, tentu basic hull dan jeroannyanya modular dan commonality lho sama yg 3D tadi pake desain yang sudah ada/proven, gak usah yang aneh2 modelnya.
.................................................................
Berhubung hubungan baik dengan ratu Elizabeth, moga moga kita bisa dapet BaE AGS 155 mm naval gun.

Gambar ini masih sederhana belum di render, dan belum ada cover dan turret pedestal.

Bagi yang mau sumbang rancangan coernya monggo...
Quote:Original Posted By 18s


ooooo... kirain... #danmenjaditidakmenarik

*btw gak perlu orang litbang kali,,, ente pake logika aja,, kcr 43 meter,, ente itung labor cost,, sama tetek bengek ongkos produksi lain,, udah gitu tambah engine kapal buat kapal perang sama material termasuk interior n peralatan navigasi,, masih masuk akal lah,, wong fishing boat single egine 40meteran aja second kondisi bagus tuh masih kisaran 1jt usd.. apalagi barunya bisa 3jt an usd.. sekitar 30milyaran... kapal perang 70 milyaran gak mungkin ane bisa ngarep pake senjata aneh2.. *

Spoiler for calon KRI.................................:


Yang ini kira2 unit costnya brapa?....
Yang ane d top*x baca jamming sistemnya buatan dalam negri gan,jadi bisa aj harga lebih murah..oya gan gmana kalo d tambah dengan uav gt..kayak kapal2 us..secara kan sekarang jaman uav, biar keren hehe..
Quote:Original Posted By madokafc


Tanpa mengurangi hormat ane kepada yang membuat design 3D dari kapal itu, tapi jujur itu kapal Elek banget


ajarin TSnya gan, kalo agan lebih jago

4TS: designnya di sempurnakan lagi gan, coba buat sedemikian detil dan realistis

Quote:Original Posted By 412hiukencana
beli 2 ini ..

Spoiler for KILLER bandwidth:


Spoiler for update :


Spoiler for masih mau tetep lihat ?:


Spoiler for masih bener2 kuat? :


raono seng metu
Quote:

4TS: designnya di sempurnakan lagi gan, coba buat sedemikian detil dan realistis

raono seng metu



Kalau menyempurnakan, selain memakan waktu lama, kami juga bukan ahlinya...

Tapi bgmanapun juga, tidak ada salahnya mencoba.


yang ini 155 mm deck gun



dan anjungan
Quote:Original Posted By makingthings
Destroyer made in Indonesia



Mohon maaf kalo nyinggung, tapi ga tahan kalo ga comment..
Ini baru di design aja kok sudah miring, masih mending Ragam Class, rumornya kalo pas kecepatan tinggi aja jadi miring ..
Quote:Original Posted By Mirror2


Mohon maaf kalo nyinggung, tapi ga tahan kalo ga comment..
Ini baru di design aja kok sudah miring, masih mending Ragam Class, rumornya kalo pas kecepatan tinggi aja jadi miring ..





Udah di stabilkan mas...
Quote:Original Posted By Exo.Squad
kadang sebagai orang awam yang terpikir membuat kapal ya sama aja potong baja rangkai sana sini jadi kemudian di isi ini itu saya membayangkan seperti saat membuat perahu saja cuma dimensinya besar dan di tambah senjata sistem dll.
setelah melihat dan membaca diskusi para master disini saya baru tau ternyata bayangan saya selama ini salah dan jauh meleset.
dan yang paling berat di negara ini ya cuma 1 ternyata anggaran kita yang cekak dan kemauan yang belum full.


Memang mahal mas, tapi tidak semahal itu, makanya kita perlu breakdown satu satu...

Ingat masalah Sukhoi yang harganya di markup 20 jt dolar diatas pricelist.

Trus begitu KASAD beli leo yang dianggap "underpriced" semua pihak kelabakan.

Sy masih berangan-angan, semoga beliau2 itu memarkup harga senjata karna kelebihan duit itu bisa dipake buat beli sesuatu yang sangat rahasia. Tapi hal itu sepertinya jauh dari mungkin, alih2 mengelabui negara lain padahal rakyat sendiri yang ditipu.



×