KASKUS

Pilklada JATIM: Ulama NU Keberatan Jatim Dipimpin Cewek. Khofifah Tak Direstui Kyai?

Sekjen PPNUI: Surat Dukung Khofifah Palsu, Akan Kami Polisikan
Pencalonan Khofifah bisa batal jika terbukti palsu.
Senin, 3 Juni 2013, 10:15

VIVAnews - Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) memastikan partai mereka resmi mendukung pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur nanti. Sekretaris Jenderal PPNUI Andi William Irfan menyatakan, surat dukungan ke pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi itu palsu.

Andi William Irfan menegaskan, dia tidak pernah menandatangani surat rekomendasi partai yang kemudian diserahkan KPU Jatim sebagai dukungan kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja. DPP PPNUI jauh hari telah memutuskan memberikan rekomendasi kepada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Jatim di Pilkada 29 Agustus 2013.

"Jadi, kalau ada surat rekomendasi dukungan yang diserahkan ke KPU Jatim, itu jelas palsu. Dan, terkait itu, saya akan melapor balik ke Mabes Polri, terkait pemalsuan dan pencemaran nama baik," kata Andi William Irfan di Kantor Sekretariat Aliansi Partai Politik Non Parlemen Provinsi Jatim, Jalan Jawa 22, Surabaya, Minggu 2 Juni 2013.

Dia menambahkan, kalau DPP PPNUI, sesuai rapat pleno sepakat memberikan dukungannya ke pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf. "Sejak awal, partai kami tegas, memberikan rekomendasi dukungan kepada pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf. Karena, sesuai keputusan partai, PPNUI tidak akan memberikan dukungan kepada calon pemimpin perempuan. Itu juga kami lakukan untuk pilpres sebelumnya," urai Andi.

Dan, soal kemelut dukungan ganda di KPU Jatim, DPP PPNUI minta pihak-pihak lain tidak ikut mengeluarkan pendapat yang memperkeruh suasana. "Kami minta pihak-pihak lain tidak ikut berpendapat, kami ini partai kecil jangan diobok-obok," katanya.

Untuk diketahui, Khofifah membawa dukungan enam partai saat mendaftar jadi calon peserta pilkada pada Selasa 14 Mei lalu. Khofifah didukung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dengan 12,26 persen; Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) 1,48 persen; Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 0,87 persen; Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) 0,24 persen; Partai Matahari Bangsa (PMB) 0,20 persen, dan Partai Kedaulatan 0,50 persen. Total Khofifah punya 15,55 persen.

Ketua KPU Jawa Timur Andre Dewanto menyebut pendaftaran pasangan Khofifah-Herman S Sumawiredja sah, karena sudah melebihi dukungan yang diatur KPU, yakni minimal 15 persen suara parpol. Jika dukungan PPNUI dan Partai Kedaulatan dianggap tidak sah, jelas jumlah persen suara pendukung Khofifah tidak mencukupi lagi angka minimal 15 persen.
http://nasional.news.viva.co.id/news...kami-polisikan

Pilkada Jatim:
Khofifah: Ada yang ketakutan Cagub dari NU murni
Rabu, 5 Juni 2013 − 21:18 WIB


Khofifah Indar Parawansa

Sindonews.com - Khofifah Indar Parawansa menilai ada sejumlah pihak yang merasa ketakutan dengan munculnya calon gubernur Jawa Timur yang murni dari golongan Nahdatul Ulama (NU). Mantan menteri era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid ini menyebut, hal itu lantaran jumlah pemilih pada pemilihan gubernur Jawa Timur 29 Agustus 2013 mendatang mencapai 29,8 juta jiwa. 24 juta diantaranya merupakan warga Nahdliyin. “Jadi wajar kalau mereka ketakutan,“ ujarnya di sela acara Harlah Muslimat NU Tulungagung, Rabu (5/6/2013) malam.

Mereka yang dimaksud Khofifah adalah orang-orang yang sengaja mengganjal pencalonannya sebagai gubernur Jawa Timur. Secara implisit, tudingan terarah kepada pasangan inkumbent Soekarwo dan Syaifullah Yusuf. “Ada yang tidak senang dengan pencalonan saya yang kedua kali ini. Sudah mendapat dukungan 30 persen suara, masih juga merecoki dukungan calon lain. Suaranya sudah berlebih, tapi masih mau mencuri suara dari partai kecil,“ sindir Khofifah.

Seperti diketahui pencalonan Khofifah yang berpasangan dengan Irjen Pol (Purn) Herman S Sumawiredja sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur terancam gagal. Sebab dua partai pendukung Khofifah, yakni Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdatul Ummah Indonesia (PPNUI) diklaim telah mendukung pasangan Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa). Sementara untuk mencalonkan diri sebagai pasangan Cagub-Cawagub minimal harus mendapat dukungan suara parpol 15 persen.

Pihak kedua yang menurutnya ikut bertanggung jawab atas penjegalanya sebagai calon gubernur adalah KPU Jatim. Ia mencontohkan KPU beberapa kali membatalkan acara rapat pleno yang mengundang seluruh parpol pengusung maupun pendukung calon gubernur Jatim. “Acara dibatalkan mendadak hanya karena ada sekjen yang tidak hadir. Padahal seluruh Ketua Umum Partai hadir,“ terangnya.

Umat, khususnya Nahdliyin di Jawa Timur, kata Khofifah sengaja dibingungkan. Kendati demikian dirinya tetap optimis akan lolos dan akan merebut suara mayoritas pemilih dalam pilgub mendatang. “Saya optimis bisa lolos dari upaya penjegalan ini,“ pungkasnya.
http://daerah.sindonews.com/read/201...-dari-nu-murni

Ulama NU Keberatan Jatim Dipimpin Perempuan
22 April 2013, 13:45

suarasurabaya.net - Selain belum memperoleh pasangan, ulama NU Jawa Timur menyatakan keberatan dipimpin seorang perempuan. Pertimbagannya bukan pada haram atau tidak, karena selam ini NU tidak menolak pemimpin perempuan. Dalam penilaian para ulama, jika Jawa Timur dipimpin seorang perempuan, maka mudaratnya akan lebih besar dibanding manfaatnya, terutama dari sisi psikologis.

KH Miftahul Ahyar Rais Suriyah PW NU Jatim mengatakan, Pilgub Jatim yang lalu sempat menyisakan perpecahan di kalangan ulama NU. Sebagian ulama mendukung khofifah, sebagian lagi menolak karena dia perempuan. "Perpecahan di kalangan ulama gara gara pro dan kontra dalam pilkada, harus dihindari," kata KH Miftah di Jakarta (22/4/2013) tadi.

Dalam pandangan ulama, elektabilitas Khofifah tidak diragukan lagi, bahkan sulit dicarikan tandingannya di kalangan warga nahdliyin. "Ibarat nasi kebuli, harganya mahal, tapi tidak semua orang menyukai karena kandungan kolestrolnya cukup tinggi. Karena itu banyak orang yang memilih nasi pitih," ini jelas pengasuh ponpes Miftahus Sunah Surabaya itu.

KH Miftah mengatakan, jika saja Khofifah memposisikan diri sebagai wakil Gubernur atau Wakil Presiden, ulama NU pasti mendukung. Menanggapi pernyataan NU Jatim ini, Muhaimin Iskandar ketum DPP PKB, partai pendukung utama Khofifah mengatakan tidak masalah. "Silahkan Pro dan konra itu biasa, dalam sejarah banyak contohnya yang besar tidak selalamanya menang." Demikian pungkas Muhaimin.
http://www.suarasurabaya.net/roadtog...mpin-Perempuan
Quote:

Fatwa Haram Memilih Presiden Wanita
Senin Kliwon, 7 Juni 2004

Pertarungan menjelang pemilu presiden 5 Juli mendatang makin keras. Cara apa pun ditempuh agar dapat menjegal lawan politik. Isu haram memilih wanita sebagai presiden kembali diwacanakan menjelang pemilu presiden 2004. Sayangnya, fatwa kiai NU yang mengharamkan memilih presiden perempuan bukan didasarkan kepentingan agama, tetapi lebih kepentingan pragmatis kelompoknya. Agama telah dipolitisasi. Siapa yang diuntungkan dan dirugikan?

Isu haram memilih wanita sebagai presiden kembali diwacanakan menjelang pemilu presiden 2004. Respons di masyarakat pun bermuncullan, mayoritas mengecam fatwa yang dilontarkan oleh para kiai NU di Jawa Timur tersebut. Sasaran tembaknya jelas, satu-satunya capres wanita, Megawati Soekarnoputri. Dengan demikian, dua kali Megawati mengikuti pemilu pada Pemilu 1999 dan Pemilu 2004. Dua kali pula, upaya menjegal dengan memanfaatkan isu ini diembuskan.

Kalau kita melihat ke belakang, fatwa haram memilih presiden wanita sebenarnya sudah berakhir. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dulu mendengung-dengungkan penolakan presiden wanita juga tidak mempersoalkan lagi. Ketika itu, ulama yang ada di PPP menggunakan ayat-ayat di dalam kitab suci Alquran dan hadits Nabi untuk menembak Megawati. Namun, belakangan mereka akhirnya menyetujui dan membolehkan wanita sebagai seorang presiden.

Meski dianggap telah usai, namun sejumlah kiai NU kembali mewacanakan. Mereka rupanya mencoba keluar dari pakem tersebut. Padahal, Munas Alim Ulama NU 1997 tentang kedudukan wanita dalam Islam telah memutuskan, wanita mendapat tempat yang mulia. Islam tidak menempatkan wanita sebagai unsur subordinat dalam tatanan kehidupan masyarakat.

Mengenai peran wanita di masyarakat, dalam putusan Munas Alim Ulama NU tersebut disepakati sebagai warga negara, wanita mempunyai hak bernegara dan berpolitik. Dalam konteks peran publik menurut prinsip-prinsip Islam, wanita diperbolehkan melakukan peran-peran tersebut dengan konsekuensi bahwa dia dapat dipandang mampu dan memiliki kapasitas untuk menduduki peran sosial dan politik tersebut.

Sejumlah Kiai Nahdlatul Ulama khos atau berpengaruh yang ada di Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram bagi umat Islam, terutama warga NU, memilih presiden wanita. Meski tidak menyebut nama, namun semua orang tentu bisa mahfum bahwa fatwa itu ditujukan kepada satu-satunya calon presiden perempuan, Megawati Soekarnoputri.

Salah satu yang mengeluarkan fatwa Kiai Mas Subadar, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, berkelit dengan mengatakan bahwa fatwa itu didasarkan murni alasan agama. Subadar mengatakan tidak ada keinginan dari para kiai itu untuk menjatuhkan pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dan menguntungkan pasangan lain.
http://www.balipost.co.id/Balipostce...6/7/pol3hl.htm

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal
Kamis, 20/09/2012 08:47

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 menegaskan hukum haram untuk pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyat secara umum, cenderung memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan gagal dalam melaksanakan tugas sebelumnya. Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyah KH Arwani Faishal dalam sidang pleno terakhir Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Senin (17/9). Sidang dikuti sedikitnya 600 peserta dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.

Kepada forum, Arwani menyampaikan, tidak boleh mencalonkan diri, dicalonkan, dan dipilih untuk menduduki jabatan publik atau urusan rakyat/umat orang yang mengidap sifat-sifat seperti itu. “Larangan tersebut karena beberapa hal di atas membuktikan bahwa ia adalah calon yang tidak jujur, tidak terpercaya, suka berkhianat dan tidak memiliki keahlian,” sambungnya. Sumber keputusan didasarkan pada dalil al-Qur’an dan Sunnah, dilengkapi dengan pendapat ulama (aqwal ulama), seperti termaktub dalam kitab Raudlatut Thalibin, Is’adur Rafiq, dan sejumlah kitab lainnya.

Selain tentang memilih calon pemimpin, peserta Munas juga memutusan berbagai persoalan aktual (masail waqi’iyah) lain. Di antaranya, risywah atau suap politik yang berkedok zakat atau sedekah, hukuman mati bagi koruptor, syariat Islam mengenai kekayaan negara, pemenuhan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah, pematokan harga beras, dana talangan haji, dan ihwal pembunuhan karakter. Proses bahsul masail yang diikuti para kiai ini sudah dimulai sejak Ahad pagi.
http://www.nu.or.id/a,public-m,dinam...ng+Gagal-.phpx


----------------------------

Khofifah maju di tempat yang salah, di tengah masyarakat jatim yang religius dan taat Kyainya. Khofifah juga dianggap melanggar pakem Ulama NU, pantang dipimpin wanita selama masih ada laki-laki yang memenuhi syarat sebagai pemimpin ummat. Tahun 2009 lalu, dia kalah dari Soekarwo, selain dia tak direstui Kyai NU, juga dia didukung oleh tokoh-tokoh 'preman' di Jatim dan didukung PDS. Sekarang juga kayaknya dia akan kalah kembali melawan calon incibent, Gubernur Soekarwo yang berpasangan kembali dengan Syaifullah Yusuf, tokoh Pemuda Ansor, dan dekat dengan Kyai se Jawa Timur.
mungkin di mata kayai itu wanita hanya untuk bahan pelampiasan laki2 dan membuat anak setrusnya ga boleh yang lain
wanita mungkin cuman dijadiin konco kelon ro konco guyon,
gaweane mung kon tunggu pawon.
ulama yang mana itu woy
perbedaan pendapat itu mah rahmat dalam islam gan
kofifah kader muslimat trus syaifullah kader anshor toh sama" warga nu
perempuan gak layak pimpin jatim? liat tu surabaya uda mulai ok dipimpin ibu risma hari gini masalahin gander kalo emang pantas dan kredibel knapa enggak
kofifah dibeking preman? kemaren siapa y yang kampanye dikalangan PNS
jatim butuh perubahan
lah keberatan kenapa?
"..Menyenangkan sekali lihat wanita jadi presiden. Seperti halnya lihat monyet keliling naik sepeda.. mungkin itu hal serius bagi mereka, tp bagi pria, hal itu seperti lelucon belaka.." diilhami dari The Dictator 2012.
cuma gara gara gende r

Siapa Bilang Khofifah tdk dpt restu?

Kyai NU yg mana bro?
jgn salah K.H Hasyim Muzadi (Mantan ketua PBNU dan pengasuh Al hikam) dan Gus Sholah (adik Gus Dur) sekaligus pengasuh Ponpes tebuireng justru sebagai pendoorong maju nya bu khofifah....
kek ga ada laki lain aja

nu kehabisan kader?
Quote:Original Posted By mds86
kek ga ada laki lain aja

nu kehabisan kader?


klo ulil abshar abdala ini laki" apa perempuan ..... ?





trus itu bu yeni wahid mau nyalon pres bagi mana pak kiyai

kan jelas dia juga wanita
maju trs pantang mundur mb" khofifah kl para kyai g ksi restu gpp,PD aj lah ato kesisni sj mampir ke lapak ane ,nanti ane kasih restu mahar seikhlasnya dah buat mb'khofifah
ulama yang mana ini?

mantan ketua NU KH Hashim Muzzadi dan pengasuh pondok pesantren tebu ireng KH Sholahuddin wahid (gus sholah) keliling mensosialisasikan pasangan khofifah..

rupannya PPNUI sudah tergoda dengan duit incumbent mencoba menggembosi dengan mengalihkan dukungan ke incumbent sehingga pasangan khofifah terancam tercoret dari pencalonan

klo yang ngomong kiyai NU threadnya sepi, paling 1-2 page


coba klo yg ngomong MUI ato fpi ........



beuuuuh 10 page bisa

padahal MUI/fpi juga isinya orng" NU

Quote:Original Posted By laxxxx
klo yang ngomong kiyai NU threadnya sepi, paling 1-2 page


coba klo yg ngomong MUI ato fpi ........



beuuuuh 10 page bisa

padahal MUI/fpi juga isinya orng" NU



jadi apa kesimpulannya?

oh baru ingat kalau gus dur itu.........
Surabaya dipimpin perempuan, boleh diliat hasilnya sekarang ini kaya apa.
Islam memang ga memperbolehkan sholat diimami perempuan buat makmum laki2, tapi ane blm tau soal dipimpin perempuan dlm kehidupan n politik.
Buat yg tau dalilnya boleh dong di sharing di mari
kasihan yahh
semoga bisa berubah keputusannya
Quote:Original Posted By bozat
Surabaya dipimpin perempuan, boleh diliat hasilnya sekarang ini kaya apa.
Islam memang ga memperbolehkan sholat diimami perempuan buat makmum laki2, tapi ane blm tau soal dipimpin perempuan dlm kehidupan n politik.


menurut agan tuh bu mega wati pernah jadi presiden indonesia berhasil mensejahtrakan indonesia
sekelas amerika aja belum pernah wanita ada jadi presiden ,apakah amerika itu mengikuti NU bercanda dan korea selatan aja baru sekarang boleh ada presiden perempuan
ini lah indonesia sangat hebat perempuan juga ada jadi presiden


Quote:Original Posted By partaibiru
menurut agan tuh bu mega wati pernah jadi presiden indonesia berhasil mensejahtrakan indonesia
sekelas amerika aja belum pernah wanita ada jadi presiden ,apakah amerika itu mengikuti NU bercanda dan korea selatan aja baru sekarang boleh ada presiden perempuan
ini lah indonesia sangat hebat perempuan juga ada jadi presiden



lho gan kalo ada salah satu wanita gagal memimpin jangan di generalisasi kalo semua perempuan ga bakalan mampu.
masalah mega gagal mensejahterakan indonesia memang kemampuannya ga mumpuni,tapi kalo soal bu risma mimpin surabaya agan boleh tanya sama warga surabaya.
jadi intinya perempuan ya seperti laki2, ada yg pinter, ada yg bodo, ada yg jenius ada yg katrok
ini bener-bener permainn politik, pemimpin yang saat ini menjabat takut kehilangan kekuasaanya, mereka menggunakan segala cara untuk tetap bisa mempertahankan kekuasaanya.

beberapa waktu yang lalu ada berita bahwa kader nu se-jatim sudah sepakat mengusung kofifah sebagai calon gubenur, peluang kofifah untuk menang pun sangat besar, maka rival politik menjadi sangat ketakutan, mereka berusaha mengiring opini publik bahwa ulama jatim tidak setuju dan lain sebagainya.

memang apa salahnya perempuan menjadi gubenur?? ingat indonesia juga pernah mempunyai presiden perempuan loh.
×