MOHON PENJELASAN TENTANG SEDULUR PAPAT KE LIMA PANCER

salam sepuh2 semua..
sayapengen tau penjelasan dan fungsi dari sedulur papt ke lima pancer, dan bagaimana cara agar kita bisa berkomunikasi dengan mereka,,
Ane ga tau mbahe

Bawah ane mungkin tahu :-)
coba cari diforsup gan, ada beberapa trit yang membahas juga kok
Atas ane Sepuh_Sepuhnya Dulur_4
V
V
V
V
V

Bawah ane lebih saketih lagi
SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati dimulai dari kidung Dhandanggula yang berbunyi sebagai berikut:

Ana kidung a kadang permati,Among tuwung ing kawasanira,Nganakake saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumekso ing awak mami, Anekakaken sedya,Ing kawasanipun, Adi ari ari ika,Kang mayungi ing laku kawasaneki,Nekakaken pangarah.

Punang getih ing raine wengi,Ngrerewangi ulah kang kuwasa,Andadekaken karsane,Puser kawasanipun,Nguyu uyu sabawa mami,Nuruti ing paneda,Kawasanireku,Jangkep kadang ingsun papat,Kalimane pancer wus dadi sawiji,Tunggal sawujud ingwang.

Yeku kadang ingsung kang umijil,Saking marga ina sareng samya,Sadino awor enggone,Sakawan kadang ingsun,Ingkang nora umijil saking,Marga ina punika,Kumpule lan ingsun,Dadya makdum sarpin sira,Wewayangan in dat samya dadya kanti,Saparan datan pisah.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat, lima pancer” itu adalah

Kakang Kawah,
Adhi Ari – Ari
Ponang Getih
Puser
Pancer

-Kakang Kawah :saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) dengan demikian Kawah lantas dianggap saudara tua yang biasa disebut Kakang Kawah yaitu berasal dari daya anasir air
-Adhi Ari-Ari:setelah bayi lahir barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, maka disebut Adhi Ari-Ari. yang melambangkan daya dari anasir tanah
-Ponang Getih: Darah/Rah yang keluar pada persalinan (darah nifas) merupakan perwujudan dari daya anasir api
-Puser(udel): Pusar(Tali pusar) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari.
Pancer: yaitu saudara kita yang dudah bersatu dengan kita.

Pancer/pusat sering di identikan dengan jiwa, suksma sejati,alam bawah sadar atau nurani yang telah menyatu dengan diri kita, Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh empat saudaranya di empat arah mata angin
Dari situlah muncul istilah ‘Sedulur papat Lima Pancer’

sedulur papat lima pancer ini juga dikenal dengan sedulur keblat papat,yaitu saudara yang menjaga/berada di 4 arah mata angin.

timur: nama Retna Dumilah, perlambang: lairing rahina, warna putih, hal kebijaksanaan
selatan: Bambang Bunar buwana,perlambang: uriping rahina, warna merah, hal kesehatan
barat: Kencana Remeng,perlambang: lairing wengi, warna kuning, hal rejeki
utara:Srikolem, perlambang: uriping wengi, warna hitam, hal kebahagiaan


setelah masuknya Islam maka kepercayaan ini di isi dengan istilah2 arab :

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja,tentulah tidak tentram
Supiyah : yaitu nafsu Keindahan. Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara).
Aluamah : yaitu nafsu Serakah Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah
Mutmainah : yaitu Keutamaan, Walaupun nafsu ini merupakan kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga keluarga kita sendiri menjadi terlantar, jelas itu bukan hal yang baik.


berikut mantra untuk meminta pertolongan sedulur papat lima pancer:

niat ingsun amatak ajiku si wisakarma
"Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
sedulurku papat kalima pancer,
sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
bukaken gedhongku
rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
mara enggal tumandanga bebarengan"

Pada mantra ini ada kata "Bapanta" yang dimaksud dengan kata ini adalah Bapa Angkasa (Tuhan di tempat yang maha tinggi),sedangkan "Ibunta"adalah ibu pertiwi (Shakti nya)
yaitu energi maskulin dan feminin dari Tuhan ( Purusha dan Prakriti )
yaitu permohonan pada Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita melalui sedulur papat lima pancer.

untuk dapat menggunakan ajian ini dikenal adanya pitukon/mahar yaitu berupa puasa selama 40 hari dan membaca mantra ini pada tengah malam selama 40 hari berturut2 dimulai pada weton yang bersangkutan. atau untuk keperluan yang khusus, mantra dibaca pagi hari menghadap ke timur, siang menghadap ke selatan, sore menghadap ke barat dan tengah malam menghadap ke utara, setelah kesulitan diatasi (hari ke 41) harus mengadakan selamatan

NB: banyak sekali versi dari sedulur papat lima pancer ini, harus di ingat mengenai versi manakah yang benar tentu setiap penghayat versi tersebut mengklaim versinyalah yang asli dan benar
Quote:Original Posted By BantengMirc
SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati dimulai dari kidung Dhandanggula yang berbunyi sebagai berikut:

Ana kidung a kadang permati,Among tuwung ing kawasanira,Nganakake saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumekso ing awak mami, Anekakaken sedya,Ing kawasanipun, Adi ari ari ika,Kang mayungi ing laku kawasaneki,Nekakaken pangarah.

Punang getih ing raine wengi,Ngrerewangi ulah kang kuwasa,Andadekaken karsane,Puser kawasanipun,Nguyu uyu sabawa mami,Nuruti ing paneda,Kawasanireku,Jangkep kadang ingsun papat,Kalimane pancer wus dadi sawiji,Tunggal sawujud ingwang.

Yeku kadang ingsung kang umijil,Saking marga ina sareng samya,Sadino awor enggone,Sakawan kadang ingsun,Ingkang nora umijil saking,Marga ina punika,Kumpule lan ingsun,Dadya makdum sarpin sira,Wewayangan in dat samya dadya kanti,Saparan datan pisah.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat, lima pancer” itu adalah

Kakang Kawah,
Adhi Ari – Ari
Ponang Getih
Puser
Pancer

-Kakang Kawah :saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) dengan demikian Kawah lantas dianggap saudara tua yang biasa disebut Kakang Kawah yaitu berasal dari daya anasir air
-Adhi Ari-Ari:setelah bayi lahir barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, maka disebut Adhi Ari-Ari. yang melambangkan daya dari anasir tanah
-Ponang Getih: Darah/Rah yang keluar pada persalinan (darah nifas) merupakan perwujudan dari daya anasir api
-Puser(udel): Pusar(Tali pusar) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari.
Pancer: yaitu saudara kita yang dudah bersatu dengan kita.

Pancer/pusat sering di identikan dengan jiwa, suksma sejati,alam bawah sadar atau nurani yang telah menyatu dengan diri kita, Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh empat saudaranya di empat arah mata angin
Dari situlah muncul istilah ‘Sedulur papat Lima Pancer’

sedulur papat lima pancer ini juga dikenal dengan sedulur keblat papat,yaitu saudara yang menjaga/berada di 4 arah mata angin.

timur: nama Retna Dumilah, perlambang: lairing rahina, warna putih, hal kebijaksanaan
selatan: Bambang Bunar buwana,perlambang: uriping rahina, warna merah, hal kesehatan
barat: Kencana Remeng,perlambang: lairing wengi, warna kuning, hal rejeki
utara:Srikolem, perlambang: uriping wengi, warna hitam, hal kebahagiaan


setelah masuknya Islam maka kepercayaan ini di isi dengan istilah2 arab :

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja,tentulah tidak tentram
Supiyah : yaitu nafsu Keindahan. Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara).
Aluamah : yaitu nafsu Serakah Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah
Mutmainah : yaitu Keutamaan, Walaupun nafsu ini merupakan kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga keluarga kita sendiri menjadi terlantar, jelas itu bukan hal yang baik.


berikut mantra untuk meminta pertolongan sedulur papat lima pancer:

niat ingsun amatak ajiku si wisakarma
"Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
sedulurku papat kalima pancer,
sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
bukaken gedhongku
rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
mara enggal tumandanga bebarengan"

Pada mantra ini ada kata "Bapanta" yang dimaksud dengan kata ini adalah Bapa Angkasa (Tuhan di tempat yang maha tinggi),sedangkan "Ibunta"adalah ibu pertiwi (Shakti nya)
yaitu energi maskulin dan feminin dari Tuhan ( Purusha dan Prakriti )
yaitu permohonan pada Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita melalui sedulur papat lima pancer.

untuk dapat menggunakan ajian ini dikenal adanya pitukon/mahar yaitu berupa puasa selama 40 hari dan membaca mantra ini pada tengah malam selama 40 hari berturut2 dimulai pada weton yang bersangkutan. atau untuk keperluan yang khusus, mantra dibaca pagi hari menghadap ke timur, siang menghadap ke selatan, sore menghadap ke barat dan tengah malam menghadap ke utara, setelah kesulitan diatasi (hari ke 41) harus mengadakan selamatan

NB: banyak sekali versi dari sedulur papat lima pancer ini, harus di ingat mengenai versi manakah yang benar tentu setiap penghayat versi tersebut mengklaim versinyalah yang asli dan benar




wow... puh.. mantaph sekali ...



coba ah praktekin...
Quote:Original Posted By BantengMirc
SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati dimulai dari kidung Dhandanggula yang berbunyi sebagai berikut:

Ana kidung a kadang permati,Among tuwung ing kawasanira,Nganakake saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumekso ing awak mami, Anekakaken sedya,Ing kawasanipun, Adi ari ari ika,Kang mayungi ing laku kawasaneki,Nekakaken pangarah.

Punang getih ing raine wengi,Ngrerewangi ulah kang kuwasa,Andadekaken karsane,Puser kawasanipun,Nguyu uyu sabawa mami,Nuruti ing paneda,Kawasanireku,Jangkep kadang ingsun papat,Kalimane pancer wus dadi sawiji,Tunggal sawujud ingwang.

Yeku kadang ingsung kang umijil,Saking marga ina sareng samya,Sadino awor enggone,Sakawan kadang ingsun,Ingkang nora umijil saking,Marga ina punika,Kumpule lan ingsun,Dadya makdum sarpin sira,Wewayangan in dat samya dadya kanti,Saparan datan pisah.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat, lima pancer” itu adalah

Kakang Kawah,
Adhi Ari – Ari
Ponang Getih
Puser
Pancer

-Kakang Kawah :saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) dengan demikian Kawah lantas dianggap saudara tua yang biasa disebut Kakang Kawah yaitu berasal dari daya anasir air
-Adhi Ari-Ari:setelah bayi lahir barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, maka disebut Adhi Ari-Ari. yang melambangkan daya dari anasir tanah
-Ponang Getih: Darah/Rah yang keluar pada persalinan (darah nifas) merupakan perwujudan dari daya anasir api
-Puser(udel): Pusar(Tali pusar) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari.
Pancer: yaitu saudara kita yang dudah bersatu dengan kita.

Pancer/pusat sering di identikan dengan jiwa, suksma sejati,alam bawah sadar atau nurani yang telah menyatu dengan diri kita, Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh empat saudaranya di empat arah mata angin
Dari situlah muncul istilah ‘Sedulur papat Lima Pancer’

sedulur papat lima pancer ini juga dikenal dengan sedulur keblat papat,yaitu saudara yang menjaga/berada di 4 arah mata angin.

timur: nama Retna Dumilah, perlambang: lairing rahina, warna putih, hal kebijaksanaan
selatan: Bambang Bunar buwana,perlambang: uriping rahina, warna merah, hal kesehatan
barat: Kencana Remeng,perlambang: lairing wengi, warna kuning, hal rejeki
utara:Srikolem, perlambang: uriping wengi, warna hitam, hal kebahagiaan


setelah masuknya Islam maka kepercayaan ini di isi dengan istilah2 arab :

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja,tentulah tidak tentram
Supiyah : yaitu nafsu Keindahan. Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara).
Aluamah : yaitu nafsu Serakah Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah
Mutmainah : yaitu Keutamaan, Walaupun nafsu ini merupakan kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga keluarga kita sendiri menjadi terlantar, jelas itu bukan hal yang baik.


berikut mantra untuk meminta pertolongan sedulur papat lima pancer:

niat ingsun amatak ajiku si wisakarma
"Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
sedulurku papat kalima pancer,
sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
bukaken gedhongku
rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
mara enggal tumandanga bebarengan"

Pada mantra ini ada kata "Bapanta" yang dimaksud dengan kata ini adalah Bapa Angkasa (Tuhan di tempat yang maha tinggi),sedangkan "Ibunta"adalah ibu pertiwi (Shakti nya)
yaitu energi maskulin dan feminin dari Tuhan ( Purusha dan Prakriti )
yaitu permohonan pada Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita melalui sedulur papat lima pancer.

untuk dapat menggunakan ajian ini dikenal adanya pitukon/mahar yaitu berupa puasa selama 40 hari dan membaca mantra ini pada tengah malam selama 40 hari berturut2 dimulai pada weton yang bersangkutan. atau untuk keperluan yang khusus, mantra dibaca pagi hari menghadap ke timur, siang menghadap ke selatan, sore menghadap ke barat dan tengah malam menghadap ke utara, setelah kesulitan diatasi (hari ke 41) harus mengadakan selamatan

NB: banyak sekali versi dari sedulur papat lima pancer ini, harus di ingat mengenai versi manakah yang benar tentu setiap penghayat versi tersebut mengklaim versinyalah yang asli dan benar


pakde ingsun pun nate ngamalake,,
ketemu , serammm

Quote:Original Posted By softvue




wow... puh.. mantaph sekali ...



coba ah praktekin...


wah om, mau praktekin yaaa
__________________
ikut ndeprok sambil menyimak
Quote:Original Posted By BantengMirc
SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati dimulai dari kidung Dhandanggula yang berbunyi sebagai berikut:

Ana kidung a kadang permati,Among tuwung ing kawasanira,Nganakake saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumekso ing awak mami, Anekakaken sedya,Ing kawasanipun, Adi ari ari ika,Kang mayungi ing laku kawasaneki,Nekakaken pangarah.

Punang getih ing raine wengi,Ngrerewangi ulah kang kuwasa,Andadekaken karsane,Puser kawasanipun,Nguyu uyu sabawa mami,Nuruti ing paneda,Kawasanireku,Jangkep kadang ingsun papat,Kalimane pancer wus dadi sawiji,Tunggal sawujud ingwang.

Yeku kadang ingsung kang umijil,Saking marga ina sareng samya,Sadino awor enggone,Sakawan kadang ingsun,Ingkang nora umijil saking,Marga ina punika,Kumpule lan ingsun,Dadya makdum sarpin sira,Wewayangan in dat samya dadya kanti,Saparan datan pisah.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat, lima pancer” itu adalah

Kakang Kawah,
Adhi Ari – Ari
Ponang Getih
Puser
Pancer

-Kakang Kawah :saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) dengan demikian Kawah lantas dianggap saudara tua yang biasa disebut Kakang Kawah yaitu berasal dari daya anasir air
-Adhi Ari-Ari:setelah bayi lahir barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, maka disebut Adhi Ari-Ari. yang melambangkan daya dari anasir tanah
-Ponang Getih: Darah/Rah yang keluar pada persalinan (darah nifas) merupakan perwujudan dari daya anasir api
-Puser(udel): Pusar(Tali pusar) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari.
Pancer: yaitu saudara kita yang dudah bersatu dengan kita.

Pancer/pusat sering di identikan dengan jiwa, suksma sejati,alam bawah sadar atau nurani yang telah menyatu dengan diri kita, Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh empat saudaranya di empat arah mata angin
Dari situlah muncul istilah ‘Sedulur papat Lima Pancer’

sedulur papat lima pancer ini juga dikenal dengan sedulur keblat papat,yaitu saudara yang menjaga/berada di 4 arah mata angin.

timur: nama Retna Dumilah, perlambang: lairing rahina, warna putih, hal kebijaksanaan
selatan: Bambang Bunar buwana,perlambang: uriping rahina, warna merah, hal kesehatan
barat: Kencana Remeng,perlambang: lairing wengi, warna kuning, hal rejeki
utara:Srikolem, perlambang: uriping wengi, warna hitam, hal kebahagiaan


setelah masuknya Islam maka kepercayaan ini di isi dengan istilah2 arab :

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja,tentulah tidak tentram
Supiyah : yaitu nafsu Keindahan. Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara).
Aluamah : yaitu nafsu Serakah Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah
Mutmainah : yaitu Keutamaan, Walaupun nafsu ini merupakan kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga keluarga kita sendiri menjadi terlantar, jelas itu bukan hal yang baik.


berikut mantra untuk meminta pertolongan sedulur papat lima pancer:

niat ingsun amatak ajiku si wisakarma
"Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
sedulurku papat kalima pancer,
sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
bukaken gedhongku
rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
mara enggal tumandanga bebarengan"

Pada mantra ini ada kata "Bapanta" yang dimaksud dengan kata ini adalah Bapa Angkasa (Tuhan di tempat yang maha tinggi),sedangkan "Ibunta"adalah ibu pertiwi (Shakti nya)
yaitu energi maskulin dan feminin dari Tuhan ( Purusha dan Prakriti )
yaitu permohonan pada Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita melalui sedulur papat lima pancer.

untuk dapat menggunakan ajian ini dikenal adanya pitukon/mahar yaitu berupa puasa selama 40 hari dan membaca mantra ini pada tengah malam selama 40 hari berturut2 dimulai pada weton yang bersangkutan. atau untuk keperluan yang khusus, mantra dibaca pagi hari menghadap ke timur, siang menghadap ke selatan, sore menghadap ke barat dan tengah malam menghadap ke utara, setelah kesulitan diatasi (hari ke 41) harus mengadakan selamatan

NB: banyak sekali versi dari sedulur papat lima pancer ini, harus di ingat mengenai versi manakah yang benar tentu setiap penghayat versi tersebut mengklaim versinyalah yang asli dan benar


sharingnya bagus,kang...
mantap nih...

kiss
Quote:Original Posted By retnawatiz
salam sepuh2 semua..
sayapengen tau penjelasan dan fungsi dari sedulur papt ke lima pancer, dan bagaimana cara agar kita bisa berkomunikasi dengan mereka,,


Dalam pemahaman yang kami tahu dan pelajari

Untuk mengenal,berikteraksi dan mengaktifkan sedulur papat 4 perlu mengikuti ritual nikah sukmo

dimana sukmo dan rogo di satukan

Mungkin itu salah satu cara tergantung dari pemahaman dan keilmuan yg dipelajari dan di yakini oleh masing2 orang

Salam Rahayu

SEDULUR ALUS

Dikutip dari http://gedhangawohpakel.blogspot.com...ulur-alus.html

SEDULUR ALUS

Di zaman modern ini,selain ada banyak orang yang bertanya :

” Siapa Aku ini?” – “Who am I?”,

“ Mengapa Aku disini?’ – “ Why am I here?”

“ Dari mana Aku datang?’- “ Where do I come from?”.

Ada juga yang bertanya apakah sebenarnya ada ”saudara-saudara halus” dari seorang manusia. Anak muda sekarang menyebutnya antara lain dengan istilah soulmates, teman atau saudara jiwa.

Soulmates yang utama adalah jiwa yang amat dekat ikatannya seperti yang menjadi suami atau istri, saudara kandung pria dan wanita, anak atau orang tua ataupun sahabat dekat. Soulmates yang menjadi teman-teman baik didalam kehidupan duniawi, ada juga kelompok soulmates yang adalah para individu yang sering saling berhubungan karena ada sebabnya/ kepentingannya. Misalnya antara murid dengan pengajarnya.

Di dunia yang banyak ditinggali manusia, didalam pergaulan ini selain ada soul/jiwa yang sudah dikenal sebelumnya di alam kelanggengan atau immortal life, banyak pula yang tidak dikenal. Ini sesuatu yang lumrah saja, karena didunia ini, kita juga tidak mungkin berhubungan dekat ataupun bahkan mengenal dari dekat dengan semua orang.

Saudara-saudara Halus

Sejak kuno, spiritualitas Jawa mengakui bahwa setiap orang mempunyai saudara-saudara halus yang mendampinginya. Mereka tentu tidak kelihatan oleh mata biasa ,karena mereka tidak berbadan fisik. Mereka itu ada dan berbadan halus yang berujud sinar.

Dalam pemahaman spiritualitas universal dinyatakan bahwa setiap manusia selalu didampingi oleh spirit guide atau pengawal suksma, bisa satu pengawal bisa lebih. Para guides atau pengawal juga berasal dari dunia suksma.

Seperti kita telah fahami bahwa manusia sejati adalah suksma yang memakai pakaian badan halus dan badan fisik yang sesuai. Suksma atau jiwa hidup langgeng atau immortal, yang rusak adalah raga. Bila raga rusak, maka suksma/jiwa kembali kealam asal atau dalam bahasa sehari-hari disebut meninggal dunia. Orang Jawa kuno bilang : Kembali kemula-mula, pulang keharibaan Gusti, Tuhan.

Manusia hidup yang berujud bleger- raga eteris dan fisik, didalamnya berupa suksma, yang dalam spiritualitas sering dipanggil pribadi sejati atau Higher Self dan pada penampilan luarnya berujud manusia yang beraga.( Mengenai Pribadi Sejati atau Higher Self, ada sementara spiritualis muda kita, yang menyebutnya dengan “ Kembaran Saya”, mereka berdalih pada waktu ketemu dengan Pribadi Sejati, rupa dan bentuknya persis seperti dirinya).

Menurut kawruh Kejawen, pengetahuan spiritual Jawa yang merupakan satu kebenaran dan kenyataan, setiap manusia selalu didampingi oleh saudara-saudara halusnya. Dari begitu banyak bibit kehidupan berupa sperma sehat calon Bapak yang masuk dalam gua garba ibu, hanya satu yang menjadi janin dan ketika sudah 9/sembilan bulan dikandungan ibu, terlahir sebagai bayi.

Bisa juga dua atau lima , kalau terjadi bayi kembar. Jadi banyak bibit kehidupan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk terlahir sebagai bayi manusia.Sedangkan yang telah menjadi bayi , tumbuh menjadi manusia untuk menjalani kehidupan didunia ini. Oleh karena itu, kita yang menjadi manusia , wajib mensyukuri hidup ini dan mengisi kehidupan didunia ini dengan benar, baik dan berguna bagi sesama dan jagat ini.

Manusia dalam kiprahnya menjalani kehidupan dibumi , selalu didampingi oleh saudara-saudara halusnya kapanpun dan dimanapun dia berada. Para saudara halus ini mendapatkan tugas dari Sang Pencipta Kehidupan, Gusti, Tuhan untuk membantu dan menjaga saudaranya yang pada saat ini menjadi manusia dibumi.

Siapa saja saudara halus itu?

Saudara halus – sedulur alus yang tidak berbadan fisik itu menurut kepercayaan tradisional Jawa selalu membantu saudaranya yang manusia dengan jalan menyertai, melindungi, membantu supaya saudaranya yang manusia menjalani kehidupannya dengan selamat, sehat, sejahtera selama hidup dibumi ini. Tugas sedulur alus tersebut sesuai dengan paugeran – ketentuan dari Gusti.

Saudara halus itu jumlahnya banyak, mari kita coba mengenali mereka :

Mar dan Marti, biasa dipanggil Mar Marti

Mereka adalah saudara manusia yang lebih tua. Mereka tidak ikut dilahirkan melalui gua garba ibu. Mar yang paling tua merefleksikan perjuangan ibu sewaktu melahirkan bayi. Dia adalah daya, kekuatan yang kuat, hebat untuk hidup dan melindungi hidup. Marti merefleksikan perjuangan ibu setelah melahirkan. Perjuangannya berhasil, lega rasanya. Oleh karena itu Mar Marti tinggi pangkatnya, sebagai Raja dan Ratu. Secara mistis warnanya berupa cahaya putih bersih dan kuning muda jernih.

Mar Marti membantu manusia yang dikawalnya ,hanya untuk hal-hal yang penting, dalam keadaan yang benar-benar diperlukan. Karena derajat Mar Marti adalah bagai Raja dan Ratu, maka manusia yang meminta bantuan mereka adalah yang punya perbuatan, pikiran dan rasa yang jernih. Menurut istilah Kejawen adalah manusia yang telah melakukan tapabrata terlebih dahulu, yang sudah melakukan laku spiritual yang sungguh-sungguh.

Sedulur papat kalimo pancer
Saudara empat yang kelima pancer, yaitu :


Kakang Kawah : Kakak Kawah, yang keluar dari rahim ibu, sebelum sibayi. Warnanya putih, tempatnya di Timur.

Adi Ari-ari : Adik ari-ari, yang keluar dari rahim ibu, sesudah si bayi. Warnanya kuning, tempatnya di Barat.

Getih : Darah yang keluar dari rahim ibu sewaktu melahirkan. Warnanya merah, tempatnya di Selatan.

Puser : Pusar, yang dipotong sesudah kelahiran bayi. Warnanya hitam, tempatnya di Utara.

Pancer : Pancer adalah bleger ,wujud badan jasmani yang ada ditengah keempat saudara yang lain yang tidak punya raga fisik.

Sedulur papat kalimo pancer juga disebut Keblat papat, kalimo tengah ,artinya : Kiblat empat, yang kelima ditengah.

Para saudara halus ini mempunyai tugas untuk membantu manusia didalam menjalani kehidupan sehari-hari.Selanjutnya ada saudara-saudara halus yang dipanggil sebagai :

Kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang ora metu saka marga ino.
(Semua saudaraku, yang ada melalui rahim ibu dan yang tidak melalui rahim ibu)

Kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan.
(Semua saudaraku yang tidak kelihatan dan tidak terawat)

Kabeh kadang ingsun kang lahir bareng sadino sawengine karo aku.
(Semua saudaraku yang lahir siang malam bersamaku)

Jadi, memang benar saudara halus manusia itu ada banyak, mereka juga sering disebut sedulur sinarawedi-saudara terdekat. Dari sudut kebatinan, ada yang menyebut mereka makdum sarpin.

Perlu dikenal

Para pinisepuh Kejawen mengajarkan supaya kita semua mengenal dan syukur kalau mau ngerteni – memahami saudara halus kita. Mereka itu selalu mengawal dan membantu kita, disadari atau tidak, karena mereka dapat tugas dari Gusti, Tuhan. Tentunya, si manusia juga harus berbuat dan berkemauan yang baik.

Perlu diketahui bahwa para saudara halus tersebut merasa senang kalau kita mengetahui kehadiran dan keberadaan mereka, terlebih kalau kita memperhatikan mereka. Kalau mereka merasa dianggap dan diperhatikan tentu mereka akan lebih rajin dan giat membantu. Mereka senang bila setiap saat diajak berpartisipasi dalam setiap kegiatan kita, seperti : makan, minum, belajar, bekerja, menyopir, mandi dsb.

Contoh mengajak saudara halus kita, katakan dalam batin :


“ Semua saudara halusku ( secara lengkap adalah : Kakang kawah, adi ari-ari, getih, puser, kadang ingsun papat kalimo pancer, kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang ora metu saka margo ino, kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan, kabeh kadang ingsun kang lahir bareng sadino sawengine karo aku) - saya mau makan, bantulah saya – Aku arep mangan, ewang-ewangono.

Artinya supaya kita dibantu bisa makan dengan selamat dan makanan itu juga baik untuk kita.

“Semua saudara halusku, bantulah saya menyopir mobil ini atau naik motor ini supaya selamat dan lancar sampai ke kampus atau ke kantor”.

Artinya supaya dibantu supaya tidak ada halangan maupun kecelakaan.

“Semua saudara halusku, bantulah saya dalam bekerja, sehingga pekerjaan saya lancar dan benar”.

Perlindungan pada waktu tidur

Pada waktu tidur, kita tidak bilang supaya dibantu tidur. Nanti mereka semua tidur dan tidur itu bukan kebutuhan mereka.
Katakan dalam batin : “Kabeh sedulur alusku, aku arep turu, reksanen aku sajerone turu, yen ana kang ngganggu utawa mbebayani tandangono utawa gugahen aku”.

Artinya : “ Semua saudara halusku, saya mau tidur, lindungilah saya. Kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, kamu atasi atau kamu bangunkan aku”.

Sambil merebahkan badan ditempat tidur, sebelum menutup mata, letakkan telapak tangan kanan diatas dada , menyentuh jantung, katakan dalam batin : “Saya juga hidup “–“Aku iyo urip”.
Berdasarkan pengalaman, biasanya tidur nyenyak, selamat, bangun tidur sehat, cerah.

Akrab dengan saudara halus

Ini kisah yang kami alami sewaktu mengadakan acara Spiritual Oddesey Trip-2, ketika rombongan kami harus melanjutkan perjalanan spiritual dari Dlepih ke Candi Cetho

..... Tak ada pilihan yang lebih tepat selain saya akhirnya sambat-sebut kepada sedulur-sedulur titah alus untuk membantu mendorong bus no 6. Selain tenaganya lebih besar, tentu mereka tidak lah kesulitan untuk berkumpul di lokasi itu dengan cepatnya, apalagi memanggilnya tidak perlu menggunakan handphone dan pulsa. Praktis dan efektif.

Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh bangsa manusia pada sikon seperti itu. Itulah makna kenapa kita hidup harus selalu menebar welas asih kepada seluruh mahluk. Di saat-saat tertentu kita butuh bantuannya. Apalagi kehidupan yang beragam ini bermanfaat agar dapat saling menolong, saling melengkapi, saling memberi dan saling menutupi kekurangan.

Hong wilaheng jagad dewa batara..nyai among kyai among, nyai slamet kyai slamet, nyai jogorogo kyai jogorogo, nyai biru kyai biru, kakang kawah adi ari-ari kadhangku kang lair nunggal sedino lan sewengi, sedulurku papat keblat, kelimo pancerku…ewangono nyurung mobil-mobil sing ora kuwat.

Seyogyanyalah kita jangan sampai merasa takabur (ojo dumeh), dumeh dadi menungso, dumeh rumongso sempurno, kemudian menganggap hina mahluk lainnya. Sikap dumeh itu hanya akan mencelakai dan merugikan diri kita sendiri. Karena di balik sikap dumeh pasti ada sikap suka meremehkan kehidupan lainnya. Bagai boomerang, sikap itu menjadi sumber bencana kehidupan buat bangsa manusia sendiri.

(http://sabdalangit.wordpress.com/201...dyssey-trip-2/)

Hubungan akrab dengan semua saudara halus bisa dilakukan dengan biasa melakukan komunikasi. Seperti juga dalam pergaulan antar manusia, kalau sering terjadi komunikasi, tentulah hubungannya menjadi lebih terbiasa dan bahkan menjadi akrab. Kalau sudah akrab, bisa terjadi hubungan yang saling membantu.

Jalinan komunikasi pertama adalah : Anda sering menyebut nama mereka secara lengkap, satu per satu. Ini anda lakukan karena anda perlu minta dibantu atau dilindungi. Dengan menyebut mereka dan minta bantuan itu artinya anda mengakui keberadaan mereka dan bahwa mereka adalah saudara-saudara anda yang anda sayangi dan perlukan. Jadi menyebut mereka dan minta kerjasama mereka, itu tidak merendahkan mereka maupun anda, itulah kenyataan yang digariskan Gusti, sesuai Kejawen. Ini adalah tindakan terhormat karena anda dan saudara-saudara anda adalah dari satu sumber yang sama yaitu atas karsa Gusti.

Seandainya anda, tidak pernah menyapa mereka, maka sebagai sesama makhluk mereka juga merasa bahwa keberadaan mereka tidak anda perhatikan dan perlukan. Mereka akan tidak antusias mendampingi, melindungi dan membantu anda, meskipun itu tugas alami mereka atas kehendak Gusti. Maka jangan heran kalau kita lihat banyak teman, kenalan kita yang hidupnya kesandhung-sandhung – banyak menghadapi kendala, sial, nasib jelek dan sebagainya. Mungkin saja mereka tidak dibantu secara optimal oleh saudara-saudara halusnya sendiri, selain ada masalah karma.

Hendaknya diketahui bahwa para saudara halus itu berada didunia dengan tanpa raga fisik, itu adalah juga latihan bagi mereka, bila nanti satu ketika ,mereka diperbolehkan menjalani kehidupan sebagai manusia oleh Gusti, Tuhan. Bila mereka bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik, itu harapan lebih besar dan lebih cepat untuk muncul dibumi sebagai manusia.

Mereka juga senang kalau manusia yang dikawal sukses, maju dan baik kehidupannya. Sebaliknya ,bila yang dikawal tidak baik, tidak memahami mereka, mereka juga punya rasa bosan. Lalu timbul perasaannya :” Buat apa mendampingi lama-lama manusia seperti ini. Lebih baik dia cepat dipanggil kembali kealam asal yaitu alam suksma dan kamipun juga bebas tugas dan juga kembali kealam suksma. Disana kami menanti anugerah Gusti untuk diciptakan sebagai manusia dan boleh hidup dibumi sesuai ketentuan”.

Komunikasi dan ajakan kepada saudara halus yang utama adalah ketika kita manembah kepada Gusti. Kita ajak mereka, disebut namanya satu persatu untuk membantu dan melindungi kita dan penyembahan kita, semadi kita, meditasi kita diperkenankan oleh Gusti.

Pendekatan kita yang kedua adalah ketika kita melakukan laku spiritual untuk memperteguh iman kita untuk percaya, berbakti dan mendekatkan diri kepada Gusti. Ajaklah saudara halus untuk membantu dan melindungi.

Pendekatan ketiga supaya akrab dengan saudara halus adalah supaya mereka membantu kita dalam menjalankan tugas kehidupan yang baik dan benar supaya berhasil dan tidak terkena halangan atau goda yang negatif.Pendekatan yang lain ketika kita mengajak saudara halus kita membantu kita supaya kita berhasil mencapai cita-cita dan keinginan yang baik.

Menurut pengalaman para pinisepuh dan yang sudah akrab dengan saudara-saudara halus, sebenarnya mereka itu masing-masing punya kekhususan a.l .:

Mar Marti, hanya membantu dalam hal yang sungguh perlu dalam kehidupan seseorang.

Kakang Kawah dan Adi Ari-ari adalah yang banyak membantu dalam memenuhi kehendak yang baik. Kakang Kawah selalu membantu sebaik-baiknya terjadinya satu cita-cita/ keinginan, sedangkan Adi Ari-ari selalu mendukung dan menyenangkan.

Getih membantu menggerakkan gairah dan semangat,

Puser memperhatikan kemauan dan kebutuhan duniawi.

Sedangkan bagi saudara-saudara spiritualis yang sudah serasi hubungannya dengan Pribadi Sejati atau Higher Self, Pribadi Sejati bukan untuk permintaan apapun, apalagi yang bersifat keduniawian, tetapi untuk sumarah – berpasrah total kepada Gusti.

Pada tataran ini seorang manusia sejati sebenarnya telah memasuki tataran kesadaran spiritual yang jarang digapai oleh orang biasa.
Quote:Original Posted By gembologeni


pakde ingsun pun nate ngamalake,,
ketemu , serammm



wah om, mau praktekin yaaa
__________________


hati hati gilaaa
gak semudah itu mempelajarinya

Guru sejati adalah diri sendiri
Quote:Original Posted By bambmargera
Guru sejati adalah diri sendiri


Kata siapa mbahe ????
Quote:Original Posted By yodhayasa
Dikutip dari http://gedhangawohpakel.blogspot.com...ulur-alus.html

SEDULUR ALUS

Di zaman modern ini,selain ada banyak orang yang bertanya :

” Siapa Aku ini?” – “Who am I?”,

“ Mengapa Aku disini?’ – “ Why am I here?”

“ Dari mana Aku datang?’- “ Where do I come from?”.

Ada juga yang bertanya apakah sebenarnya ada ”saudara-saudara halus” dari seorang manusia. Anak muda sekarang menyebutnya antara lain dengan istilah soulmates, teman atau saudara jiwa.

Soulmates yang utama adalah jiwa yang amat dekat ikatannya seperti yang menjadi suami atau istri, saudara kandung pria dan wanita, anak atau orang tua ataupun sahabat dekat. Soulmates yang menjadi teman-teman baik didalam kehidupan duniawi, ada juga kelompok soulmates yang adalah para individu yang sering saling berhubungan karena ada sebabnya/ kepentingannya. Misalnya antara murid dengan pengajarnya.

Di dunia yang banyak ditinggali manusia, didalam pergaulan ini selain ada soul/jiwa yang sudah dikenal sebelumnya di alam kelanggengan atau immortal life, banyak pula yang tidak dikenal. Ini sesuatu yang lumrah saja, karena didunia ini, kita juga tidak mungkin berhubungan dekat ataupun bahkan mengenal dari dekat dengan semua orang.

Saudara-saudara Halus

Sejak kuno, spiritualitas Jawa mengakui bahwa setiap orang mempunyai saudara-saudara halus yang mendampinginya. Mereka tentu tidak kelihatan oleh mata biasa ,karena mereka tidak berbadan fisik. Mereka itu ada dan berbadan halus yang berujud sinar.

Dalam pemahaman spiritualitas universal dinyatakan bahwa setiap manusia selalu didampingi oleh spirit guide atau pengawal suksma, bisa satu pengawal bisa lebih. Para guides atau pengawal juga berasal dari dunia suksma.

Seperti kita telah fahami bahwa manusia sejati adalah suksma yang memakai pakaian badan halus dan badan fisik yang sesuai. Suksma atau jiwa hidup langgeng atau immortal, yang rusak adalah raga. Bila raga rusak, maka suksma/jiwa kembali kealam asal atau dalam bahasa sehari-hari disebut meninggal dunia. Orang Jawa kuno bilang : Kembali kemula-mula, pulang keharibaan Gusti, Tuhan.

Manusia hidup yang berujud bleger- raga eteris dan fisik, didalamnya berupa suksma, yang dalam spiritualitas sering dipanggil pribadi sejati atau Higher Self dan pada penampilan luarnya berujud manusia yang beraga.( Mengenai Pribadi Sejati atau Higher Self, ada sementara spiritualis muda kita, yang menyebutnya dengan “ Kembaran Saya”, mereka berdalih pada waktu ketemu dengan Pribadi Sejati, rupa dan bentuknya persis seperti dirinya).

Menurut kawruh Kejawen, pengetahuan spiritual Jawa yang merupakan satu kebenaran dan kenyataan, setiap manusia selalu didampingi oleh saudara-saudara halusnya. Dari begitu banyak bibit kehidupan berupa sperma sehat calon Bapak yang masuk dalam gua garba ibu, hanya satu yang menjadi janin dan ketika sudah 9/sembilan bulan dikandungan ibu, terlahir sebagai bayi.

Bisa juga dua atau lima , kalau terjadi bayi kembar. Jadi banyak bibit kehidupan yang tidak mendapatkan kesempatan untuk terlahir sebagai bayi manusia.Sedangkan yang telah menjadi bayi , tumbuh menjadi manusia untuk menjalani kehidupan didunia ini. Oleh karena itu, kita yang menjadi manusia , wajib mensyukuri hidup ini dan mengisi kehidupan didunia ini dengan benar, baik dan berguna bagi sesama dan jagat ini.

Manusia dalam kiprahnya menjalani kehidupan dibumi , selalu didampingi oleh saudara-saudara halusnya kapanpun dan dimanapun dia berada. Para saudara halus ini mendapatkan tugas dari Sang Pencipta Kehidupan, Gusti, Tuhan untuk membantu dan menjaga saudaranya yang pada saat ini menjadi manusia dibumi.

Siapa saja saudara halus itu?

Saudara halus – sedulur alus yang tidak berbadan fisik itu menurut kepercayaan tradisional Jawa selalu membantu saudaranya yang manusia dengan jalan menyertai, melindungi, membantu supaya saudaranya yang manusia menjalani kehidupannya dengan selamat, sehat, sejahtera selama hidup dibumi ini. Tugas sedulur alus tersebut sesuai dengan paugeran – ketentuan dari Gusti.

Saudara halus itu jumlahnya banyak, mari kita coba mengenali mereka :

Mar dan Marti, biasa dipanggil Mar Marti

Mereka adalah saudara manusia yang lebih tua. Mereka tidak ikut dilahirkan melalui gua garba ibu. Mar yang paling tua merefleksikan perjuangan ibu sewaktu melahirkan bayi. Dia adalah daya, kekuatan yang kuat, hebat untuk hidup dan melindungi hidup. Marti merefleksikan perjuangan ibu setelah melahirkan. Perjuangannya berhasil, lega rasanya. Oleh karena itu Mar Marti tinggi pangkatnya, sebagai Raja dan Ratu. Secara mistis warnanya berupa cahaya putih bersih dan kuning muda jernih.

Mar Marti membantu manusia yang dikawalnya ,hanya untuk hal-hal yang penting, dalam keadaan yang benar-benar diperlukan. Karena derajat Mar Marti adalah bagai Raja dan Ratu, maka manusia yang meminta bantuan mereka adalah yang punya perbuatan, pikiran dan rasa yang jernih. Menurut istilah Kejawen adalah manusia yang telah melakukan tapabrata terlebih dahulu, yang sudah melakukan laku spiritual yang sungguh-sungguh.

Sedulur papat kalimo pancer
Saudara empat yang kelima pancer, yaitu :


Kakang Kawah : Kakak Kawah, yang keluar dari rahim ibu, sebelum sibayi. Warnanya putih, tempatnya di Timur.

Adi Ari-ari : Adik ari-ari, yang keluar dari rahim ibu, sesudah si bayi. Warnanya kuning, tempatnya di Barat.

Getih : Darah yang keluar dari rahim ibu sewaktu melahirkan. Warnanya merah, tempatnya di Selatan.

Puser : Pusar, yang dipotong sesudah kelahiran bayi. Warnanya hitam, tempatnya di Utara.

Pancer : Pancer adalah bleger ,wujud badan jasmani yang ada ditengah keempat saudara yang lain yang tidak punya raga fisik.

Sedulur papat kalimo pancer juga disebut Keblat papat, kalimo tengah ,artinya : Kiblat empat, yang kelima ditengah.

Para saudara halus ini mempunyai tugas untuk membantu manusia didalam menjalani kehidupan sehari-hari.Selanjutnya ada saudara-saudara halus yang dipanggil sebagai :

Kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang ora metu saka marga ino.
(Semua saudaraku, yang ada melalui rahim ibu dan yang tidak melalui rahim ibu)

Kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan.
(Semua saudaraku yang tidak kelihatan dan tidak terawat)

Kabeh kadang ingsun kang lahir bareng sadino sawengine karo aku.
(Semua saudaraku yang lahir siang malam bersamaku)

Jadi, memang benar saudara halus manusia itu ada banyak, mereka juga sering disebut sedulur sinarawedi-saudara terdekat. Dari sudut kebatinan, ada yang menyebut mereka makdum sarpin.

Perlu dikenal

Para pinisepuh Kejawen mengajarkan supaya kita semua mengenal dan syukur kalau mau ngerteni – memahami saudara halus kita. Mereka itu selalu mengawal dan membantu kita, disadari atau tidak, karena mereka dapat tugas dari Gusti, Tuhan. Tentunya, si manusia juga harus berbuat dan berkemauan yang baik.

Perlu diketahui bahwa para saudara halus tersebut merasa senang kalau kita mengetahui kehadiran dan keberadaan mereka, terlebih kalau kita memperhatikan mereka. Kalau mereka merasa dianggap dan diperhatikan tentu mereka akan lebih rajin dan giat membantu. Mereka senang bila setiap saat diajak berpartisipasi dalam setiap kegiatan kita, seperti : makan, minum, belajar, bekerja, menyopir, mandi dsb.

Contoh mengajak saudara halus kita, katakan dalam batin :


“ Semua saudara halusku ( secara lengkap adalah : Kakang kawah, adi ari-ari, getih, puser, kadang ingsun papat kalimo pancer, kabeh kadang ingsun kang metu saka margo ino lan kang ora metu saka margo ino, kabeh kadang ingsun kang ora katon miwah kang ora karawatan, kabeh kadang ingsun kang lahir bareng sadino sawengine karo aku) - saya mau makan, bantulah saya – Aku arep mangan, ewang-ewangono.

Artinya supaya kita dibantu bisa makan dengan selamat dan makanan itu juga baik untuk kita.

“Semua saudara halusku, bantulah saya menyopir mobil ini atau naik motor ini supaya selamat dan lancar sampai ke kampus atau ke kantor”.

Artinya supaya dibantu supaya tidak ada halangan maupun kecelakaan.

“Semua saudara halusku, bantulah saya dalam bekerja, sehingga pekerjaan saya lancar dan benar”.

Perlindungan pada waktu tidur

Pada waktu tidur, kita tidak bilang supaya dibantu tidur. Nanti mereka semua tidur dan tidur itu bukan kebutuhan mereka.
Katakan dalam batin : “Kabeh sedulur alusku, aku arep turu, reksanen aku sajerone turu, yen ana kang ngganggu utawa mbebayani tandangono utawa gugahen aku”.

Artinya : “ Semua saudara halusku, saya mau tidur, lindungilah saya. Kalau ada yang mengganggu atau membahayakan, kamu atasi atau kamu bangunkan aku”.

Sambil merebahkan badan ditempat tidur, sebelum menutup mata, letakkan telapak tangan kanan diatas dada , menyentuh jantung, katakan dalam batin : “Saya juga hidup “–“Aku iyo urip”.
Berdasarkan pengalaman, biasanya tidur nyenyak, selamat, bangun tidur sehat, cerah.

Akrab dengan saudara halus

Ini kisah yang kami alami sewaktu mengadakan acara Spiritual Oddesey Trip-2, ketika rombongan kami harus melanjutkan perjalanan spiritual dari Dlepih ke Candi Cetho

..... Tak ada pilihan yang lebih tepat selain saya akhirnya sambat-sebut kepada sedulur-sedulur titah alus untuk membantu mendorong bus no 6. Selain tenaganya lebih besar, tentu mereka tidak lah kesulitan untuk berkumpul di lokasi itu dengan cepatnya, apalagi memanggilnya tidak perlu menggunakan handphone dan pulsa. Praktis dan efektif.

Sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh bangsa manusia pada sikon seperti itu. Itulah makna kenapa kita hidup harus selalu menebar welas asih kepada seluruh mahluk. Di saat-saat tertentu kita butuh bantuannya. Apalagi kehidupan yang beragam ini bermanfaat agar dapat saling menolong, saling melengkapi, saling memberi dan saling menutupi kekurangan.

Hong wilaheng jagad dewa batara..nyai among kyai among, nyai slamet kyai slamet, nyai jogorogo kyai jogorogo, nyai biru kyai biru, kakang kawah adi ari-ari kadhangku kang lair nunggal sedino lan sewengi, sedulurku papat keblat, kelimo pancerku…ewangono nyurung mobil-mobil sing ora kuwat.

Seyogyanyalah kita jangan sampai merasa takabur (ojo dumeh), dumeh dadi menungso, dumeh rumongso sempurno, kemudian menganggap hina mahluk lainnya. Sikap dumeh itu hanya akan mencelakai dan merugikan diri kita sendiri. Karena di balik sikap dumeh pasti ada sikap suka meremehkan kehidupan lainnya. Bagai boomerang, sikap itu menjadi sumber bencana kehidupan buat bangsa manusia sendiri.

(http://sabdalangit.wordpress.com/201...dyssey-trip-2/)

Hubungan akrab dengan semua saudara halus bisa dilakukan dengan biasa melakukan komunikasi. Seperti juga dalam pergaulan antar manusia, kalau sering terjadi komunikasi, tentulah hubungannya menjadi lebih terbiasa dan bahkan menjadi akrab. Kalau sudah akrab, bisa terjadi hubungan yang saling membantu.

Jalinan komunikasi pertama adalah : Anda sering menyebut nama mereka secara lengkap, satu per satu. Ini anda lakukan karena anda perlu minta dibantu atau dilindungi. Dengan menyebut mereka dan minta bantuan itu artinya anda mengakui keberadaan mereka dan bahwa mereka adalah saudara-saudara anda yang anda sayangi dan perlukan. Jadi menyebut mereka dan minta kerjasama mereka, itu tidak merendahkan mereka maupun anda, itulah kenyataan yang digariskan Gusti, sesuai Kejawen. Ini adalah tindakan terhormat karena anda dan saudara-saudara anda adalah dari satu sumber yang sama yaitu atas karsa Gusti.

Seandainya anda, tidak pernah menyapa mereka, maka sebagai sesama makhluk mereka juga merasa bahwa keberadaan mereka tidak anda perhatikan dan perlukan. Mereka akan tidak antusias mendampingi, melindungi dan membantu anda, meskipun itu tugas alami mereka atas kehendak Gusti. Maka jangan heran kalau kita lihat banyak teman, kenalan kita yang hidupnya kesandhung-sandhung – banyak menghadapi kendala, sial, nasib jelek dan sebagainya. Mungkin saja mereka tidak dibantu secara optimal oleh saudara-saudara halusnya sendiri, selain ada masalah karma.

Hendaknya diketahui bahwa para saudara halus itu berada didunia dengan tanpa raga fisik, itu adalah juga latihan bagi mereka, bila nanti satu ketika ,mereka diperbolehkan menjalani kehidupan sebagai manusia oleh Gusti, Tuhan. Bila mereka bisa menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik, itu harapan lebih besar dan lebih cepat untuk muncul dibumi sebagai manusia.

Mereka juga senang kalau manusia yang dikawal sukses, maju dan baik kehidupannya. Sebaliknya ,bila yang dikawal tidak baik, tidak memahami mereka, mereka juga punya rasa bosan. Lalu timbul perasaannya :” Buat apa mendampingi lama-lama manusia seperti ini. Lebih baik dia cepat dipanggil kembali kealam asal yaitu alam suksma dan kamipun juga bebas tugas dan juga kembali kealam suksma. Disana kami menanti anugerah Gusti untuk diciptakan sebagai manusia dan boleh hidup dibumi sesuai ketentuan”.

Komunikasi dan ajakan kepada saudara halus yang utama adalah ketika kita manembah kepada Gusti. Kita ajak mereka, disebut namanya satu persatu untuk membantu dan melindungi kita dan penyembahan kita, semadi kita, meditasi kita diperkenankan oleh Gusti.

Pendekatan kita yang kedua adalah ketika kita melakukan laku spiritual untuk memperteguh iman kita untuk percaya, berbakti dan mendekatkan diri kepada Gusti. Ajaklah saudara halus untuk membantu dan melindungi.

Pendekatan ketiga supaya akrab dengan saudara halus adalah supaya mereka membantu kita dalam menjalankan tugas kehidupan yang baik dan benar supaya berhasil dan tidak terkena halangan atau goda yang negatif.Pendekatan yang lain ketika kita mengajak saudara halus kita membantu kita supaya kita berhasil mencapai cita-cita dan keinginan yang baik.

Menurut pengalaman para pinisepuh dan yang sudah akrab dengan saudara-saudara halus, sebenarnya mereka itu masing-masing punya kekhususan a.l .:

Mar Marti, hanya membantu dalam hal yang sungguh perlu dalam kehidupan seseorang.

Kakang Kawah dan Adi Ari-ari adalah yang banyak membantu dalam memenuhi kehendak yang baik. Kakang Kawah selalu membantu sebaik-baiknya terjadinya satu cita-cita/ keinginan, sedangkan Adi Ari-ari selalu mendukung dan menyenangkan.

Getih membantu menggerakkan gairah dan semangat,

Puser memperhatikan kemauan dan kebutuhan duniawi.

Sedangkan bagi saudara-saudara spiritualis yang sudah serasi hubungannya dengan Pribadi Sejati atau Higher Self, Pribadi Sejati bukan untuk permintaan apapun, apalagi yang bersifat keduniawian, tetapi untuk sumarah – berpasrah total kepada Gusti.

Pada tataran ini seorang manusia sejati sebenarnya telah memasuki tataran kesadaran spiritual yang jarang digapai oleh orang biasa.


panjang banget mbah puh!!!
Quote:Original Posted By kimahosakti
Kata siapa mbahe ????

Kata petuah zaman dlu
Quote:Original Posted By BantengMirc
SEDULUR PAPAT LIMA PANCER (Saudara Empat Lima Pusat)
Mengambil dari Kitab Kidungan Purwajati dimulai dari kidung Dhandanggula yang berbunyi sebagai berikut:

Ana kidung a kadang permati,Among tuwung ing kawasanira,Nganakake saciptane, Kakang kawah puniku, Kang rumekso ing awak mami, Anekakaken sedya,Ing kawasanipun, Adi ari ari ika,Kang mayungi ing laku kawasaneki,Nekakaken pangarah.

Punang getih ing raine wengi,Ngrerewangi ulah kang kuwasa,Andadekaken karsane,Puser kawasanipun,Nguyu uyu sabawa mami,Nuruti ing paneda,Kawasanireku,Jangkep kadang ingsun papat,Kalimane pancer wus dadi sawiji,Tunggal sawujud ingwang.

Yeku kadang ingsung kang umijil,Saking marga ina sareng samya,Sadino awor enggone,Sakawan kadang ingsun,Ingkang nora umijil saking,Marga ina punika,Kumpule lan ingsun,Dadya makdum sarpin sira,Wewayangan in dat samya dadya kanti,Saparan datan pisah.

Pada lagu diatas, disebutkan bahwa “Saudara Empat, lima pancer” itu adalah

Kakang Kawah,
Adhi Ari – Ari
Ponang Getih
Puser
Pancer

-Kakang Kawah :saat melahirkan, yang keluar terlebih dahulu adalah Air Kawah (Air Ketuban) dengan demikian Kawah lantas dianggap saudara tua yang biasa disebut Kakang Kawah yaitu berasal dari daya anasir air
-Adhi Ari-Ari:setelah bayi lahir barulah keluar Ari – ari (placenta/ tembuni). Karena Ari – ari keluar setelah bayi lahir, maka disebut Adhi Ari-Ari. yang melambangkan daya dari anasir tanah
-Ponang Getih: Darah/Rah yang keluar pada persalinan (darah nifas) merupakan perwujudan dari daya anasir api
-Puser(udel): Pusar(Tali pusar) itu umumnya gugur (Pupak) ketika bayi sudah berumur tujuh hari.
Pancer: yaitu saudara kita yang dudah bersatu dengan kita.

Pancer/pusat sering di identikan dengan jiwa, suksma sejati,alam bawah sadar atau nurani yang telah menyatu dengan diri kita, Posisi pancer berada ditengah, diapit oleh empat saudaranya di empat arah mata angin
Dari situlah muncul istilah ‘Sedulur papat Lima Pancer’

sedulur papat lima pancer ini juga dikenal dengan sedulur keblat papat,yaitu saudara yang menjaga/berada di 4 arah mata angin.

timur: nama Retna Dumilah, perlambang: lairing rahina, warna putih, hal kebijaksanaan
selatan: Bambang Bunar buwana,perlambang: uriping rahina, warna merah, hal kesehatan
barat: Kencana Remeng,perlambang: lairing wengi, warna kuning, hal rejeki
utara:Srikolem, perlambang: uriping wengi, warna hitam, hal kebahagiaan


setelah masuknya Islam maka kepercayaan ini di isi dengan istilah2 arab :

Amarah : Bila manusia hanya mengutamakan nafsu amarah saja,tentulah tidak tentram
Supiyah : yaitu nafsu Keindahan. Manusia itu umumnya senang dengan hal hal yang bersifat keindahan misalnya wanita (asmara).
Aluamah : yaitu nafsu Serakah Manusia itu pada dasarnya memiliki rasa serakah
Mutmainah : yaitu Keutamaan, Walaupun nafsu ini merupakan kebajikan, namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik. Contohnya: memberi uang kepada orang yang kekurangan itu bagus, namun apabila memberikan semua uangnya sehingga keluarga kita sendiri menjadi terlantar, jelas itu bukan hal yang baik.


berikut mantra untuk meminta pertolongan sedulur papat lima pancer:

niat ingsun amatak ajiku si wisakarma
"Kakang Kawah, Adhi Ari-Ari, getih, Puser.
sedulurku papat kalima pancer,
sedulurku kang mijil saking marga ina lan sedulurku kang ora mijil saking marga ina,
sedulurku kang karawatan lan sedulurku kang ora karwatan,
sedulurku kan katon lan sedulurku kang ora katon,
sedulurku kang ana keblat papat kalima tengah lan sedulurku kabeh,
bukaken gedhongku
rewangono aku....(sebutkan jika anda mempunyai kepentingan)
Bapanta ana ngarep Ibunta ana mburi
mara enggal tumandanga bebarengan"

Pada mantra ini ada kata "Bapanta" yang dimaksud dengan kata ini adalah Bapa Angkasa (Tuhan di tempat yang maha tinggi),sedangkan "Ibunta"adalah ibu pertiwi (Shakti nya)
yaitu energi maskulin dan feminin dari Tuhan ( Purusha dan Prakriti )
yaitu permohonan pada Tuhan untuk mengabulkan permintaan kita melalui sedulur papat lima pancer.

untuk dapat menggunakan ajian ini dikenal adanya pitukon/mahar yaitu berupa puasa selama 40 hari dan membaca mantra ini pada tengah malam selama 40 hari berturut2 dimulai pada weton yang bersangkutan. atau untuk keperluan yang khusus, mantra dibaca pagi hari menghadap ke timur, siang menghadap ke selatan, sore menghadap ke barat dan tengah malam menghadap ke utara, setelah kesulitan diatasi (hari ke 41) harus mengadakan selamatan

NB: banyak sekali versi dari sedulur papat lima pancer ini, harus di ingat mengenai versi manakah yang benar tentu setiap penghayat versi tersebut mengklaim versinyalah yang asli dan benar


manteb puh lengkap lagi penjelasanya, ijin nyimak n mempelajari lebih dalem dulu
Sangar..