Susu adalah minuman terburuk bagi Orang Dewasa

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?



"Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya," ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia.



Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.



Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita. Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat. Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan "enzim induk" yang seharusnya lebih baik dihemat.



Spoiler for Show:




Spoiler for Show:




Spoiler for Show:




Spoiler for Show:


Spoiler for Show:


Lapak ane, Kurambik senjata tangan nomor dua setelah Pistol

Kurambik, senjata khas dari Minangkabau

Ilmu memikat hati seseorang

Percakapan Diri

Kenalilah Tubuh, maka Agan akan tahu apa maunya

Kenapa kita perlu minum?

Cara Kita bisa berbeda

Bijaksana, sebait kata pendek

Siti Manggopoh, Beliau memang tidak se-terkenal R.a Kartini

Tehnik menyembuhkan penyakit secara ajaib

Minyak pemanggil lebah dan biasa dijadikan minyak pengasihan oleh Paranormal

Totok panas dari Dragon touch
loh, bukannya susu bagus untuk tulang ya gan??
wah..untung ane gak doyam susu
Quote:Original Posted By oebroet
Bener gan ane juga baca bukunya yg kedua Keajaiban Enzim awet muda, dan bener yg dibilang TS klo susu itu ga baik dan juga turunannya seperti keju, yoghurt , mentega, krim katanya karena akan mempengaruhi kinerja usus. Makanan yg baik 85 - 90 % makanan nabati, yg terdiri dari biji2am, sayuran hijau & kuning, dan buah2an. Sisanya 10 - 15 % hewani.
Hiromi Shinya, M.D. adalah dokter ahli saluran perncernaan dunia terkenal dan dihormati karena penemuannya mengenai kolonoskopi dan teknik loop snare wire untuk pengangkatan polip tanpa operasi invesif.

Agan2 bisa ngeliat kondisi usus dari tiap2 orang dengan kebiasaan makanan yg mereka makan sehari-hari di youtube. Coba cari dengan keyword Hiromi Shinya aja, nanti ada video dalemnya usus kaya gmn. Dan setelah treatment kaya gmn.

Btw, ada juga dokter di Indonesia, namanya dr. Tan Shot Yen, agan bisa juga cari profilnya. Dia juga menganjurkan tidak minum susu, dan tidak makan nasi malah.

Ane juga lg mencoba mengaplikasikan hidup lebih sehat dengan memilih makanan yg healthy dan bernutrisi, walaupun emg susah juga buat ninggalin kebiasaan makanan yg kita suka.

Page one klo berkenan gan



Quote:Original Posted By pandan10

Susu yang cocok untuk manusia adalah ASI. Sedangkan susu sapi tidak cocok untuk manusia. Karena :
1. protein dalam susu sapi mengandung 80% kasein yang sulit dicerna lambung
2. struktur molekul susu sapi tidak cocok bagi manusia

Coba lihat dan pelajari baik baik link ini. Banyak sekali literatur dan penelitian mengenai susu sapi : LInk : http://www.notmilk.com/
Adalah situs yang berisi ringkasan dan penelitian yang menyatakan susu sapi tidak cocok untuk manusia. Penulisnya adalah para pakar kesehatan.
Berikut yang bisa saya ringkas :
Susu sapi diduga berperan dalam :
1. Arthritis
2. Asam darah
3. Jerawat
4. Arthritis
5. ALERGI
6. Alergi musim (google terjemahan)
7. ALZHEIMER
8. ANEMIA
9. ASMA
10. Alergi bayi
11. Autisme ( woooo...)
12. Mengompol
13. Penyakit tulang/ Osteoporosis (KUNCI OSTEOPOROSIS :
Ini bukan berapa banyak kalsium yang Anda makan. Ini berapa banyak kalsium Anda mencegah meninggalkan tulang Anda. )
14. kanker payudara ( IGF-I diidentifikasi sebagai FAKTOR KUNCI dalam pertumbuhan kanker payudara. Dan IGF-I identik pada manusia dan sapi. )
15. GErakan usus ( sembelit)
16. Penyakit Crohn
17. Diabetes
18. INfeksi telinga pada anak
19. Penyakit jantung
20. Sakit kepala
21. infertilitas / mandul
22. kolik/ kram perut
23. kenakalan remaja ?? (untuk jelasnya lihat langsung ke linknya )
24. Batu Ginjal
25. Multiple Sclerosis
26. Sakit haid
27. kegemukan
28. kanker rahim
29. Rheumatoid Arthritis (rematik)
30. Sinusitis
31. kanker prostat
Mengapa negara-negara dengan tingkat terendah testis
dan kanker prostat (Korea, Vietnam, Aljazair, Cina) juga
memiliki tingkat terendah konsumsi susu?
Mengapa bahwa negara mengkonsumsi keju yang paling
memiliki tingkat tertinggi kanker testis?

http://www.notmilk.com/


Quote:Original Posted By pandan10

Misteri Kenapa Wanita di Cina Tidak Terkena Kanker Payudara

Oleh: Prof. Jane Plant, PhD, CBE


Saya tidak mempunyai pilihan lain kecuali mati atau menemukan obat untuk menyembuhkan diri saya sendiri yang saat ini menderita kanker payudara. Saya seorang ilmuwan, yang butuh penjelasan dan masuk akal tentang penyakit yang mematikan dan menyerang satu dari 12 wanita di Inggris ini.

Kanker Payudara

Saya telah telah menderita karena kehilangan satu payudara dan telah menjalani radioterapi. Sekarang saya menjalani kemoterapi yang menyakitkan dan saya juga telah diperiksa oleh beberapa spesialis yang paling terkemuka di negeri ini. Saya merasa maut akan menjemput saya. Tapi, saya ingin hidup karena saya mempunyai suami yang mencintai saya, rumah indah dan dua anak kecil yang memerlukan bimbingan saya.

Dan, keinginan hidup ini mendorong saya untuk menggali fakta-fakta, yang baru sedikit diketahui oleh sejumlah kecil ilmuwan pada waktu itu. Setiap orang yang berhubungan dengan kanker payudara akan tahu bahwa beberapa faktor penyebab atau resiko dari penyakit ini antara laini usia tua, mens terlalu dini, menopause terlambat dan sejarah keluarga dengan kanker payudara, sungguh-sungguh tidak dapat kita cegah. Tetapi ada banyak faktor resiko lainnya yang dapat kita kontrol dengan baik. Faktor-faktor resiko yang ‘terkontrol’ ini dengan mudah terwujud dalam perubahan-perubahan sederhana yang dapat kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita untuk mencegah atau mengobati kanker payudara.

Petunjuk pertama dalam memahami penyebab berkembangnya kanker payudara saya datang pada saat suami saya Peter, yang juga ilmuwan, pulang ke tanah air setelah bekerja di Cina, ketika saya sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Ia membawa kartu-kartu dan surat-surat, serta beberapa ramuan dari tumbuh-tumbuhan, yang diberikan oleh teman-teman dan ilmuwan-ilmuwan mitra saya di Cina.

Ramuan-ramuan itu dikirimkan kepada saya untuk menyembuhkan kanker payudara ini. Meskipun kami menghadapi keadaan yang menyedihkan pada saat itu, kami dapat tertawa lepas, dan saya ingat telah mencetuskan perkataan bahwa ramuan ini merupakan pengobatan bagi kanker payudara di Cina, dan tidak mengherankan bahwa wanita-wanita di Cina berusaha terhindar dari penyakit ini. Kata-kata itu selalu teringat di benak saya. “Mengapa wanita-wanita di Cina tidak terkena kanker payudara?” Saya pernah bekerja sama dengan mitra-mitra Cina dalam penelitian tentang hubungan antara kimia tanah dan penyakit, dan mengingat beberapa statistik yang telah dibuat.

Faktor Gaya Hidup

Penyakit ini boleh dikatakan tidak terdapat di seluruh negeri Cina.Hanya 10.000 wanita di Cina wafat karena penyakit ini, dibandingkan dengan persentase menakutkan bahwa satu di antara 12 wanita di Inggris meninggal dunia karena penyakit ini. Bahkan angka ini lebih mengerikan lagi dan menjadi rata-rata satu di antara 10 wanita di sebagian besar negara-negara Barat. Hal ini bukanlah karena Cina merupakan negeri yang lebih bersifat pedesaan, dan tidak banyak terkena polusi perkotaan. Di daerah Hong Kong yang padat, persentase meningkat menjadi 34 di antara 10.000 wanita, namun toh masih jauh lebih sedikit daripada di Barat.

Kota-kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang juga memiliki persentase yang hampir sama dengan Cina. Padahal kedua kota ini telah diserang dengan senjata nuklir, sehingga selain kanker yang berhubungan dengan polusi, kita dapat memperkirakan adanya kasus-kasus kanker yang terkait dengan radiasi.

Kesimpulan yang dapat kita peroleh dari statistik ini sungguh mengejutkan. Apabila seorang wanita Barat pindah ke kota industri Hiroshima yang terkena radiasi, resiko terkena kanker payudara ini dapat menjadi satu berbanding dua. Tentu saja hal ini tidak masuk akal. Saya merasa yakin bahwa ada sebuah faktor gaya hidup yang bukan terkait dengan polusi, urbanisasi atau lingkungan hidup yang nyata-nyata telah meningkatkan kemungkinan wanita Barat terkena kanker payudara.

Saya kemudian menemukan bahwa penyebab perbedaan besar dalam persentase kanker payudara antara negara-negara Timur dan Barat bukanlah karena faktor genetika. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa apabila orang Cina atau Jepang pindah ke Barat, dalam satu atau dua generasi persentase kanker payudara mereka mendekati persentase dari penduduk negara di mana mereka tinggal.

Hal yang sama terjadi apabila orang-orang Timur sepenuhnya meniru gaya hidup Barat di Hong Kong . Sesungguhnya, nama populer yang disebutkan orang di Cina bagi kanker payudara adalah ‘Penyakit Wanita Kaya’. Ini disebabkan bahwa di Cina, hanya orang-orang kaya yang dapat menikmati apa yang disebut sebagai ‘Makanan Hong Kong.’

Orang-orang Cina menggambarkan semua makanan Barat, termasuk semua kudapan dari es krim dan coklat sampai spaghetti dan keju, sebagai ‘Makanan Hong Kong’ karena hanya terdapat di bekas koloni Inggris dan dulu jarang ada di daratan Cina.

Jadi sungguh masuk akal bagi saya bahwa apa yang menyebabkan kanker payudara saya ini dan banyaknya penderita penyakit tersebut di negara saya hampir dipastikan berasal dari sesuatu yang berhubungan dengan gaya hidup Barat kita, dari kalangan menengah yang lebih baik. Angka ini juga besar bagi para pria di sini. Saya telah mengamati dalam penelitian saya bahwa banyak data tentang kanker prostat juga sampai pada kesimpulan yang sama.

Tidak Mengkonsumsi Produk Susu

Produk-produk dari susu

Menurut angka dari WHO, jumlah pria yang terkena kanker prostat di Cina pedesaan hampir tidak ada, hanya 0,5 pria di antara 100.000. Namun demikian di Inggris, Skotlandia dan Wales , angka ini 70 kali lebih tinggi. Seperti kanker payudara, penyakit ini merupakan penyakit kalangan menengah dan terutama menyerang kelompok-kelompok sosial yang lebih kaya dan mempunyai kehidupan sosial-ekonomi yang lebih tinggi, yaitu mereka yang dapat menikmati makanan yang bergizi tinggi. Saya teringat berkata kepada suami saya, “Ayo Peter, kamu baru saja pulang dari Cina. Apa sih gaya hidup Cina yang sangat berbeda dengan kita?”
“Mengapa mereka tidak terkena kanker payudara?”

Kami memutuskan untuk menggunakan latar belakang ilmu kami bersama-sama dan melakukan pendekatan dengan logika. Kami memeriksa data ilmiah yang mengarahkan kami pada kandungan lemak dalam makanan. Para peneliti pada tahun 1980-an telah menemukan bahwa hanya 14% kalori di hidangan Cina terdiri atas lemak, dibandingkan dengan hampir 36% di Barat.

Tetapi makanan yang telah saya makan selama bertahun-tahun sebelum terkena kanker payudara ini sangat rendah lemak dan berserat tinggi. Selain itu, sebagai ilmuwan saya tahu bahwa asupan lemak pada orang dewasa tidak menunjukkan peningkatan resiko kanker payudara dalam sebagian besar investigasi yang telah dilakukan pada kelompok-kelompok besar wanita selama dua belas tahun.

Lalu pada suatu hari sesuatu yang agak istimewa terjadi. Peter dan saya telah bekerja sama begitu erat selama bertahun-tahun lamanya sehingga saya tidak yakin siapa di antara kami berdua yang berkata terlebih dahulu: “Orang-orang Cina tidak makan produk dari susu!”

Sulit untuk menjelaskan kepada orang yang bukan ilmuwan terjadinya ‘dentingan’ pikiran dan perasaan yang mendadak ketika menyadari bahwa pikiran kita terbuka pada sesuatu hal yang penting. Rasanya seperti ada banyak potongan gambar di dalam otak kita dan tiba-tiba, dalam beberapa detik, semua teka-teki ini terangkai dengan baik sehingga membentuk gambar yang jelas.

Tiba-tiba saya teringat kembali betapa banyak orang Cina yang tidak dapat mencernakan susu dengan baik, betapa orang-orang Cina yang bekerja dengan saya selalu berkata bahwa susu hanya untuk bayi, dan bagaimana salah seorang sahabat karib saya, yang keturunan Cina, dengan sopan selalu menolak keju pada saat jamuan malam.

Saya tahu bahwa tak ada orang Cina yang hidup secara tradisional, yang menggunakan susu sapi atau produk dari susu untuk memberi makan kepada bayinya. Dalam adat istiadat mereka, mereka menggunakan inang untuk menyusui tetapi tidak pernah produk dari susu. Dan, secara budaya, orang-orang Cina menganggap gaya Barat kita yang sangat menyukai susu dan produk dari susu sebagai sesuatu yang sangat aneh. Saya teringat ketika menjamu sebuah delegasi besar ilmuwan Cina tidak lama setelah berakhirnya Revolusi Budaya di Cina pada tahun 1980-an.

Atas nasihat Biro Luar Negeri, kami telah meminta kepada perusahaan jasa boga untuk menyediakan puding yang mengandung banyak es krim. Setelah menanyakan dari apa puding itu dibuat, semua ilmuwan Cina itu, termasuk interpreter, dengan sopan namun tegas menolak untuk memakannya, dan mereka tidak dapat dibujuk untuk mengubah pikiran mereka. Pada waktu itu kami semua senang dan menikmati porsi tambahan!

Saya menemukan bahwa susu adalah salah satu penyebab umum alergi makanan. Sekitar 70% penduduk dunia tidak dapat mencernakan gula susu, Laktosa, sehingga para ahli gizi berpendapat bahwa kondisi ini normal bagi orang dewasa, dan bukan merupakan sebuah Deficiency (kekurangan) . Mungkin alam berusaha mengatakan kepada kita bahwa kita telah mengkonsumsi makanan yang salah.

Menghentikan Produk Susu

Sebelum saya terkena kanker payudara untuk pertama kali, saya telah makan banyak produk dari susu, seperti susu tanpa lemak, keju rendah lemak dan yoghurt. Saya menggunakannya sebagai sumber protein saya yang utama. Saya juga makan daging cincang sapi yang tidak berlemak, yang sekarang baru saya sadari mungkin sering berasal dari sapi perah.

Agar dapat mengatasi kemoterapi untuk tonjolan kanker saya yang kelima ini, saya telah makan yoghurt organik agar alat-alat pencernaan saya dapat pulih kembali dan mengembalikan bakteri-bakteri ‘yang baik’ ke dalam usus saya.

Baru-baru ini, saya menemukan bahwa pada tahun 1989 yang lalu, yoghurt telah terlibat dalam kanker ovarium (indung telur). Dr. Daniel Cramer dari University of Harvard telah meneliti ratusan wanita penderita kanker indung telur dan telah mencatat dengan rinci apa yang biasa mereka makan. Coba saya tahu tentang hal ini ketika ia pertama kali menemukannya.

Mengikuti nasihat Peter dan pendapat saya tentang makanan Cina, saya memutuskan untuk tidak saja menghentikan yoghurt tetapi semua produk dari susu, saat ini juga. Keju, mentega dan yoghurt serta semua makanan yang mengandung susu saya buang ke sampah. Betapa mengherankan bahwa begitu banyak produk termasuk sup buatan, biskuit dan kue mengandung susu. Bahkan banyak merk margarin yang dijual dengan bahan dari minyak kedelai, minyak bunga matahari atau minyak zaitun dapat mengandung produk susu. Oleh karena itu saya kemudian membaca semua kandungan yang tercetak di label-label makanan.

Sampai saat itu, saya setia mengukur perkembangan tonjolan kanker saya yang kelima ini dengan alat pengukur dan mencatat hasilnya. Meskipun para dokter dan suster banyak memberi semangat dan berkata positif kepada saya, pengamatan saya sendiri mengungkapkan kenyataan yang pahit.

Seri kemoterapi saya yang pertama untuk tonjolan kelima ini tidak berhasil – tonjolan itu tetap sama. Kemudian saya menghapuskan produk-produk dari susu. Beberapa hari kemudian tonjolan itu mulai mengecil.

Sekitar dua minggu setelah seri kemoterapi saya yang kedua dan seminggu setelah tidak mengkonsumsi produk dari susu, tonjolan di leher saya mulai terasa gatal. Kemudian tonjolan itu melunak dan mengecil. Garis di alat pengukur, yang tadinya tidak menunjukkan perubahan, sekarang menunjuk ke bawah setelah tumor itu menjadi kecil dan mengecil lagi.

Dan secara signifikan, saya mencatat bahwa daripada menurun secara perlahan-lahan (membentuk curve yang halus) seperti biasanya terjadi pada kanker, tumor yang mengecil ini digambarkan seperti garis lurus yang menuju ke bagian bawah alat pengukur, yang menggambarkan penyembuhan, bukan pembasmian (atau pengurangan) tumor.

Tonjolan Menghilang

Pada hari Sabtu siang sekitar enam minggu setelah tidak mengkonsumsi produk-produk susu ini, saya melakukan meditasi selama sejam kemudian meraba apa yang yang masih tersisa dari tonjolan saya. Saya tidak menemukannya lagi. Padahal saya sangat berpengalaman dalam mendeteksi tonjolan kanker, karena saya menemukan kelima tonjolan kanker saja itu sendiri. Saya turun ke tingkat bawah rumah dan meminta suami saya meraba leher saya. Ia pun tidak menemukan tonjolan apapun juga.

Hari Kamis berikutnya saya harus memeriksakan diri saya pada dokter spesialis kanker saya di Cross Hospital London . Ia memeriksa saya dengan teliti, terutama leher saya di mana sebelumnya ada tumor. Tadinya ia tercengang dan kemudian gembira ketika berkata, “Saya tidak menemukannya,”. Ternyata tidak seorangpun dari dokter-dokter saya yang memperkirakan bahwa seseorang dengan jenis dan stadium kanker saya (yang jelas-jelas sudah menyebar ke sistem getah bening) dapat bertahan hidup, apalagi begitu sehat dan gembira.

Dokter spesialis saya merasa sangat bahagia seperti saya. Tadinya ketika saya membicarakan gagasan saya dengannya, ia dapat memahami tetapi bersikap skeptis. Tetapi saya tahu bahwa sekarang ia menggunakan peta yang menunjukkan persentase kanker di Cina di dalam kuliah-kuliah yang diberikannya, dan menganjurkan makanan tanpa produk susu bagi pasien-pasien penderita kanker.

Saya sekarang meyakini adanya kesamaan dalam pertalian antara produk dari susu dan kanker payudara dengan merokok dan kanker paru-paru. Saya percaya bahwa dengan mengidentifikasi pertalian antara kanker payudara dan produk susu dan kemudian mengembangkan makanan yang khusus ditujukan untuk mempertahankan kesehatan dari payudara dan sistem hormon saya, telah menyembuhkan saya.

Sangat sulit bagi saya, dan mungkin juga bagi anda, untuk menerima bahwa sebuah zat yang begitu ‘alami’ seperti susu dapat berdampak begitu mencelakakan bagi kesehatan. Tetapi saya merupakan bukti hidup bahwa hal itu benar-benar terjadi dan mulai besok saya akan mengungkapkan rahasia kegiatan saya yang mengubah semuanya ini.

Dikutip dari buku “Your Life in Your Hands” karangan Professor Jane Plant, Ph.D, CBE. (RS/FGD)
http://www.canceractive.com/cancer-a...ink.aspx?n=319


Quote:Original Posted By rianfive
Ane setuju dengan TS. Ane sering mengikuti seminar2 seputar kesehatan, dan ada banyak yang menyatakan susu itu justru tidak baik untuk kesehatan. Sebenarnya justru susu penyebab osteoporosis. Kita bisa melihat kenyataan di negara barat, orang2 berkoar2 kalau susu baik utk mencegah osteoporosis, tapi kenapa kenyataannya justru negara2 barat yang minuman nya kebanyakan susu justru mengidap osteoporosis tertinggi di dunia. Padahal mereka rajin minum susu, tapi kenapa tingkat osteoporosis tertinggi di dunia ada di sana? Ini menjadi kontroversi yang di mana para pengusaha susu tidak ingin kehilangan pangsa mereka. Tapi setelah melihat bukti2 yang ada, bagaimana pihak pabrik susu untuk memberi komentar? Susu unsur vitaminnya memang baik, tapi hal yang merugikan justru lebih banyak.
Quote:Original Posted By puxxx
wah..untung ane gak doyam susu


Hehehe, Sangat beruntung memang jika sudah dewasa tidak suka minum susu, hehehe, terimakasih atas komentarnya yang baik Gan
Ane setuju gan... tapi kalo yogurt atau yakult gimana?
Klo minum itu pencernaan ane malah lancar gan..
ga salah ini info nya?apa ngaco mode on??
benar semua yang dikatakan prof tersebut. cuman sayang kok susah sekali ya diterapkan.

seperti mengunyah, ane makan mana pernah kunyah sampai 30x boro boro 70x.

mungkin usus ane teriak teriak kali ya gan.
sumbernya darimana gan..
siapakah Prof.Hiromi?
Quote:Original Posted By kaydoc
Ane setuju gan... tapi kalo yogurt atau yakult gimana?
Klo minum itu pencernaan ane malah lancar gan..


Betul Gan, kalau yogurt, itu baru minuman yang hebat, dibarat sana, yogurt disebut minuman panjang umur karena memang sangat dianjurkan, Tapi jauh sebelum orang barat mengambil kesimpulan seperti itu, Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk meminum susu yang telah difermentasikan (Yogurt)
Sangat terimakasih atas komentarnya yang baik Gan dan ane senang terhubung dengan Agan disini
Terus kenapa orang barat kebanyakan minum susu buat sebagai minuman pokok sehari hari dan rata rata susu instant ? berarti orang barat paling besar potensinya kena penyakit tersebut dong ?
Quote:Original Posted By comikus
ga salah ini info nya?apa ngaco mode on??


Jauh sebelum Prof ini menulis bukunya ini, Ane pada tahun 1999 telah membahas hal yang hampir serupa di Ruangan Direktorat UNHAS dengan beberapa Dosen-dosen dan Prof serta Mahasiswa yang menjadi Murid ane dalam beladiri, Mereka setuju dengan ulasan ane ketika itu, hanya sayangnya Ane bukan anak kuliahan Gan, jadi gak terpikir untuk menulis buku
mari kita stop minum susu sapi

MINUMLAH SUSU PACAR KALIAN MASING MASING
masih ragu2 dengan info ini.hmmm.
Quote:Original Posted By 10han
benar semua yang dikatakan prof tersebut. cuman sayang kok susah sekali ya diterapkan.

seperti mengunyah, ane makan mana pernah kunyah sampai 30x boro boro 70x.

mungkin usus ane teriak teriak kali ya gan.


Hehehe, betul sekali Gan, sangat terimakasih atas komentarnya yang baik ya, ane sangat senang terhubung dengan Agan disini
aneh ga ngerti ane tong tong
Quote:Original Posted By ..es..
sumbernya darimana gan..
siapakah Prof.Hiromi?


Jika Agan pemerhati kesehatan, ada kemungkinan dapat informasi mengenai Prof. Hiromi ini, cari saja bukunya di Gramedia Gan, terimakasih ya Gan, senang terhubung dengan Agan disini
Quote:Original Posted By lukmanhkim33
Terus kenapa orang barat kebanyakan minum susu buat sebagai minuman pokok sehari hari dan rata rata susu instant ? berarti orang barat paling besar potensinya kena penyakit tersebut dong ?


Yang ane lihat, Orang Barat mencampur susu kemakanannya Gan, sehingga menjadi padat, semoga informasi ini bermamfaat ya Gan, terimakasih
Quote:Original Posted By calon.dewa
mari kita stop minum susu sapi

MINUMLAH SUSU PACAR KALIAN MASING MASING


Quote:Original Posted By nightman2008
masih ragu2 dengan info ini.hmmm.


Biasa itu Gan, jika selama ini yang kita anggap baik, lantas datang pengetahuan baru yang mengatakan itu kurang baik, maka ane juga akan ragu, tapi karena ane memang mengamalkan hal seperti ini dari tahun 1997, waktu itu ane dapat pencerahan dari pituah Nabi Ane dalam suatu hadist, lalu ane selidiki karena ane biasa mengobati orang Gan, terlepas dari salah atau benar informasi ini, hanya waktu yang membuktikan, semoga ane dan Agan mendapatkan keyakinan sesuai dengan pemikiran masing-masing, semoga informasi ini bermamfaat ya Gan, terimakasih telah mampir disini