KASKUS

[TRUE STORY] Bekas Sopir ungguli istri Ketua DPD PDIP Jatim di Pilkada Malang


Abah Anton (kiri) dan pasangan Pilkadanya (politisi PKB)

Bekas sopir ungguli istri Ketua DPD PDIP Jatim di Pilkada Malang
Kamis, 23 Mei 2013 18:46:07

Hari ini (23/5), 612.565 warga Kota Malang, Jawa Timur, menentukan pemimpinnya yang baru untuk lima tahun ke depan. Dari hasil quick count, Sri Rahayu, istri Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Sirmadji tertinggal dari pesaingnya.

Sesuai perhitungan cepat (quick count) Lembaga Survey Proximity, pasangan HM Anton-Sutiaji, yang diusung PKB dan Partai Gerindra berhasil menyingkirkan lima pasangan yang menjadi kompetitornya. Mereka berhasil mengumpulkan 31,91 persen suara. Bertengger di urutan kedua, pasangan yang diusung PDIP, Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo, memperoleh 27, 98 persen suara. HM Anton atau Abah Anton dikenal sebagai pengusaha yang merintis karier dari bawah. Pekerjaan sebagai sopir pernah dijalaninya.

Sekadar tahu, Sri Rahayu merupakan istri dari Ketua Umum DPD PDIP Jawa Timur, Sirmadji. Kekalahan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo ini, sekaligus menjadi pukulan telak bagi PDIP. Sebab, Kota Malang merupakan salah satu basis partai berlambang banteng dengan moncong putih tersebut.

Selanjutnya, posisi ketiga dihuni pasangan Heri Pudji Utami-Sofyan Edi Jarwoko yang diusung Partai Golkar dan koalisi 15 partai. Mereka mengumpulkan 27,68 persen suara. Kemudian disusul pasangan independen, Dwi Cahyono-M Nur Uddin yang hanya memperoleh 5,25 persen suara saja. Di urutan lima, pasangan Agus Dono Wirawanto-Arif HS yang diusung Partai Demokrat, PKS, Hanura, dan PKPB mendapat 4,16 persen suara, serta pasangan Mujais-Yunar Mulya yang berada di urutan buncit, mendapat 3,53 persen suara.

"Yang jelas, faktor figur yang paling menentukan. Figur Sri Rahayu masih kalah dari pasangan Anton-Sutiaji. Selain itu, pasangan Anton-Sutiaji punya cara tersendiri dalam berkampanye. Pendekatan Anton-Sutiaji ke masyarakat cukup intensif," kata President Director Proximity, Whima Edy N di Surabaya, Kamis petang (23/5).

Dijelaskan Edy, quick count yang digelar Proximity ini, menggunakan metodologi Multi Stage Random Sampling. Jumlah pemilih tersampling adalah 76.564 pemilih dari 612.565 DPT. Sedangkan jumlah TPS tersampling adalah 150 TPS dari 1.202 TPS di 57 desa/kelurahan di lima kecamatan se-Kota Malang. "Dari hasil quick count ini, pasangan Anton-Sutiaji dipastikan menang di satu putaran. Karena margin error dari survey ini hanya sekitar 1 persen saja," tandas dia.
http://www.merdeka.com/peristiwa/bek...da-malang.html


Abah Anton

Bekas sopir yang mengadu peruntungan jadi wali kota Malang
Rabu, 22 Mei 2013 08:03:14

Ibarat roda yang berputar, kehidupan salah satu calon wali kota Malang 2013, Haji Mochammad Anton juga pernah berada di bawah. Sebelum menjadi pengusaha sukses sebagai penyuplai tetes tebu ke perusahaan besar di Indonesia, Anton pernah kerja serabutan sebagai sales bahkan sopir.

Sejak duduk di bangku sekolah, pria 37 tahun itu sudah melakoni usaha kecil-kecilan sebagai penjual kue. Maklum, dirinya sudah lahir dari keluarga pas-pasan bahkan bisa dibilang kurang mampu. Selain berjualan kue dirinya juga menjadi penjual sembako. Setiap hari dirinya harus berkeliling dari kampung ke kampung untuk mengantarkan sembako.

"Saya sempat menjadi sopir saat SMA dan kuliah," katanya kepada merdeka.com, Selasa (21/5). Dari pengalaman itu, pria yang sempat mengenyam pendidikan di jurusan Teknik Sipil dan Perencanaan sampai semester enam ini kemudian bekerja di Surabaya, lagi-lagi menjadi sopir. Dia mengambil cuti terminal dan alhasil kuliahnya tidak pernah lulus, karena kondisi keuangannya.

Tak disangka, dia bertemu dengan seseorang dari Jakarta yang meminta dirinya untuk mencarikan tetes tebu pada 1998. "Di sini saya jadi perantara," katanya. Saat itu, belum ada orang yang melirik usaha tetes tebu karena dianggap sebagai limbah. Meski berbeda jauh dari bidang pendidikan yang dia tempuh, Anton menyanggupi permintaan tersebut. Dengan gigih dia berhasil memenuhi permintaan tetes tebu dari Pabrik Gula Krebet Bululawang. Dia melakoni usaha tetes tebu tanpa modal dan pengalaman tentang tebu.

"Saat itu saya mampu mengirimkan 3.000 ton dengan omset ratusan juta," lanjutnya. Padahal dia mendapatkan secara gratis karena dianggap limbah oleh masyarakat. Kala itu harganya masih sekitar RP 150.000 per ton, saat ini harganya bisa mencapai Rp 2,5 juta," ujarnya.

Tak lama kemudian dia berhenti jadi perantara dan menyuplai tetes tebu secara langsung ke salah satu pabrik penyedap rasa. Sampai saat ini Anton mampu menyuplai tetes tebu ke dua pabrik besar penyedap rasa sebanyak 300 ribu ton per tahun. Tetes tebu yang dihasilkan tidak hanya dari pabrik gula di Jawa Timur, melainkan di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Omzet yang diraih pun jumlahnya miliaran.

Kesuksesan dalam melanggengkan usaha tetes tebu tidak lepas dengan sinerginya dengan petani tebu. Dia membina lebih dari 10 ribu petani tebu di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Meski berlatar belakang pengusaha, dia optimis untuk memajukan masyarakat Malang. "Banyak yang bertanya, pengusaha bisa apa?" ungkapnya. Tentu dia juga belajar mengenai politik. Setelah empat bulan terjun ke politik, dia mempunyai kesan tersendiri. "Dunia politik banyak permainan kotor," bebernya.

Jika dia terpilih sebagai wali kota nanti, ayah tiga anak itu berujar akan berintegrasi dengan KPK. Serta mengajak staf ahli untuk membangun kota Malang menjadi lebih baik. Dalam pilkada Malang, Kamis besok, Anton akan bersaing dengan kandidat kuat seperti Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo serta Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko.

Survei yang dilakukan Laboratorium Politik dan Rekayara Kebijakan (LaPoRa) FISIP Universitas Brawijaya (UB) menempatkan pasangan Moch Anton-Sutiaji (Aji) pada posisi teratas dengan raihan suara 41,4 persen dari total responden sebanyak 600 orang.

Sedangkan survei yang dilakukan oleh Lembaga Politics, Policy and Development Institute (Polldev) menempatkan pasangan Heri Puji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (Dadi) pada urutan pertama dengan perolehan suara sebanyak 36 persen dari 1.500 responden.

Survei yang dilakukan LaPoRa pada 8-16 Mei dan Polldev pada 10-18 Mei. Responden yang disurvei LaPoRa merata di lima kecamatan dan sebagian besar laki-laki, yakni 63 persen, sedangkan Polldev juga dari lima kecamatan, namun diambil dari daftar pemilih tetap (DPT).
http://www.merdeka.com/politik/bekas...ta-malang.html

Hitung Cepat: Pasangan AJI Unggul di Pilkada Kota Malang
Kamis, 23 Mei 2013 | 17:39 WIB


Jumpa pers LSI hasil Quick Count Pilkada Kota Malang, Kamis (23/5/2013) di Hotel Santika, Kota Malang.

MALANG, KOMPAS.com — Dari hasil hitung cepat (quick count) pemilihan kepala daerah Kota Malang, Jawa Timur, yang dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pasangan Muhammad Anton-Sutiaji (AJI) yang diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra meraih 48,15 persen suara. Dari konferensi pers di Hotel Santika, Kota Malang, Kamis (23/5/2013) pada pukul 16.16 WIB, Manajer Riset LSI Setia Darma mengatakan, jumlah sampel yang diambil sebanyak 223 TPS. "Sampelnya proporsional, tergantung banyaknya pemilih di masing-masing kelurahan. Adapun margin of error-nya, 1 persen," jelasnya.

Pilkada Kota Malang diikuti enam pasangan yang memperebutkan 612.565 suara. "Hasil quick count LSI, untuk pasangan nomor urut 1, yakni Dwi Cahyono-M Uddin, mendapat 5,69 persen suara, pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo meraih 21,61 persen," kata Setia. Pasangan Heri Pudji Utami (Dadi) meraih 18,14 persen suara. Pasangan Mujais-Yunar Mulya (Raja) mendapatkan 2,44 persen suara. "Sedangkan pasangan Agus Dono-Arif HS (Doa) meraih 3.97 persen suara, dan untuk pasangan AJI, meraih 48,15 persen suara," katanya.

Dari hitung cepat tersebut, kata Setia Darma, hasil yang bisa berubah kemungkinan pada pasangan Mujais-Yunar Mulya dari calon independen, Agus Dono-Arif HS, dan Dwi Cahyono-M Uddin. "Hal itu melihat margin of error-nya," kata dia. Setia menjelaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih sebanyak 62,81 persen dari 612.565 pemilih. "Adapun data yang masuk sampai pukul 15.25 WIB sebanyak 99.10 persen," ungkap Setia seraya menambahkan bahwa pasangan AJI diketahui unggul di semua kecamatan di seluruh Kota Malang

Pada kesempatan yang sama, Direktur Strategi LSI Agus Tinus Budi Praseyo mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan sebelumnya, pasangan AJI unggul karena warga Kota Malang belum bersedia dipimpin seorang perempuan. "Tapi, menginginkan pemimpin laki-laki," katanya. Selain itu, hawa perubahan yang diusung pasangan AJI masih diharapkan warga Kota Malang. "Dan tingkat popularitas, Abah Anton mengungguli calon lain. Terakhir pada tingkat pengenalan cukup unggul dan warga juga menyukai karena Abah Anton banyak bukti," katanya.
http://regional.kompas.com/read/2013...da.Kota.Malang

-------------------------------



Jago-jago asal PDIP yang keok di Pilkada Kota Malang 2013. Sri Rahayu (kiri) adalah anggota DPR-RI dari PDIP dan bininya Ketua DPD PDIP Jawa Timur. Lainnya adalah Puji Utami (kanan) adalah Isteri Walikota Malang, Bendahara DPC PDIP. Sri Rahayu memperoleh dukungan resmi Megawati, sementara Puji Utami ditolak mentah-mentah oleh DPP PDIP (meski suaminya, walikota sekarang, adalah Ketua DPC PDIP kota Malang yang dipecat Megawati gara-gara perseteruan Pilkada ini sebelumnya).

Sementara sang pemenang, Abah Anton, dikenal sebagai tokoh China muslim yang dekat dengan para Kyai di Jawa Timur. Beliau juga dikenal sebagai pengusaha, dan saat ini menjadi pimpininan PITI (Persatuan Tionghoa Islam Indonesia) kota Malang. Dikenal akrab dengan rakyat, dan jujur. Dengan kekalahan jago-jago PDIP disarang utamanya di kota Malang Jawa Timur, diperkirakan akan membalik peta politik di sleuruh Jawa Timur dan Nasional umumnya. Rakyat mulai cerdas, mereka lebih memilih figur yang berakar di masyarakat, jujur dan dekat dengan mereka
great... Megatron suruh pulang kandang aja..
selama yang menang emang lebih berkualitas ane dukung aja

nepotisme mesti dibumihanguskan :

btw warga ga milih abah anton karena dia bekas supir loh yah tapi karena dia udah sukses sebagai pengusaha dan kasi bukti soal kepemimpinan dia
politik DINASTI ternyata mulai memperoleh perlawanan umum dari rakyat!

pelajaran bagi semua pejabat di negeri ini ke depannya, kalau tak mau dipecudangi rakyatnya sendiri dalam pilkada atau pilpres?
semoga nanti malang jd maju sam,aku yo melok seneng yen tambah maju
bener kan yang bener" ingin daerahnya maju yang menang
efek ini akan membawa indonesia ke masa depan yang cerah
untung yang menang kayaknya bukan muka koruptor
ane cm brharap smoga smua calon walkot + gubernur pdip pd rontok smua. jateng, bali n nex jatim pd rontok biar si mbok pd mikir rkyat tu milih krn liat trek record bkn krn liat orang yg bwa2 nama bpaknya.. jd sdar mski bwa2 jokowi unt jurkam gk ngaruh!
"bekas sopir"
kebiasaan!
itu taon kapan woy!!
kenapa gak sekalian tulis "bekas anak ingusan"
semoga aja pimpinan baru kota malang tau jati diri kota malang ,
jgn kyak yg kemaren kota malang yg ijo royo-royo diubah jadi ijo ruko-ruko
baguslah kagak ada politik dinasti...enggak kayak daerah ane, bapak turun, anak naek jadi wabup...
bunda kalah
Tapi tetep PBSK, Peni Bangga Sama Kamu


Sokorin.bangkrut deh bangkruutt...KPK KPK tolong diusut ini suami sama istrinya sekalian...cacattt
Quote:Original Posted By batasan
untung yang menang kayaknya bukan muka koruptor


Emangnya muka koruptor kayak gimana gan

Daftar KPK gan, sebagai ahli pembaca wajah sapa tau bisa bantu2 disana
inspiratif kisahnya

panciiiiiiiii

panci rusak
×