KASKUS

Quote:Original Posted By yodhayasa



Trimakasih sis



mantap mas aries, nunut ngiyup nggih.
Salam seduluran dari KKS buat sedulur Kaskuser ..........

Salam tepang njih .....bila ada waktu silahkan singgah ke KKS jogya, alamat sudah disampaikan oleh mas Yodha
Selamat datang...semoga juga bisa ikutan gabung di KKS....

SEKILAS : PARANGKUSUMO dan CEPURI

PANTAI PARANGKUSUMO merupakan pantai di pesisir selatan yang berdampingan dengan pantai Parangtritis dan pantai Depok, Pantai ini secara administratif berada di desa yang sama dengan Pantai Parangtritis yakni di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Parangkusumo merupakan salah satu pantai yang dipandang keramat dan mistis karena dalam budaya dan tradisi Jawa, pantai Parangkusumo yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta diyakini sebagai sebagai Gerbang utama menuju Kraton Gaib Laut Selatan, sebuah kerajaan Ratu Laut Kidul yang menguasai Laut Selatan (Samudera Hindia).

Di dekat pantai ini terdapat 2 batu karang yang sekelilingnya di pagar beton. “Batunya ada dua. Yang sebelah utara tempat duduknya Panembahan Senapati sementara yang selatan tempat duduknya Gusti Kanjeng Ratu Kidul. Dulunya tempat ini ada persis di pinggir pantai Selatan,” Tempat yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar tersebut dikenal dengan nama CEPURI. Batu karang tersebut dulunya sebagai petilasan Panembahan Senopati dan tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa laut selatan. Pertemuan Senopati dengan Ratu Kidul itu mempunyai rangkaian cerita yang unik dan berpengaruh terhadap hubungan Kraton Yogyakarta dengan Kraton Bale Sokodhomas yang dikuasai Ratu Kidul.

Menurut Babad Tanah Jawa, pada suatu saat Panembahan Senopati yang mendambakan menjadi penguasa Mataram, melakukan tapa ngeli sebagai bagian dari ritual untuk untuk menambah kesaktian. Dalam tapa ngeli itu Panembahan Senopati bersila di atas balok kayu jati berukuran panjang 5 m dan diameter 25 cm yang bernama Balok Kyai Tunggul Wulung. Balok tersebut adalah bekas titihan (kendaraan/perahu) ketika Panembahan Senopati bertapa menghanyutkan diri di sungai Opak hingga sampai di kratonnya jagad halus, ialah Kanjeng Ratu Kidul. Saat tapa ngeli itulah dikisahkan terjadi huru-hara di Pantai Selatan( http://sabdalangit.wordpress.com/2008/10/14/77/)

Pada saat itu penguasa Keraton Bale Sokodhomas, Kanjeng Ratu Kidul memperlihatkan wujudnya dan menemui Penambahan Senopati. Begitu melihat rupa dan kesaktian P. Senopati, Kanjeng Ratu Kidul jatuh cinta. Kanjeng Ratu Kidul berjanji akan membantu keinginan Panembahan Senopati menjadi penguasa Mataram serta melindungi semua keturunannya sampai sekarang ini.

Sejarah kemudian mencatat, Panembahan Senopati berhasil menduduki Tahta Kerajaan Mataram berkat bantuan dari kanjeng ratu Kidul. Hal ini kemudian diterjemahkan masyarakat bila menginginkan sesuatu dengan melakukan bertapa di “Batu Cinta” di areal Puri Cepuri Parangkusuma maka semuanya bakal terkabul.

Cepuri merupakan tempat yang penting untuk acara yang bersifat adat dan spiritual contohnya acara labuhan. Benda yang mau dilabuh harus dimasukan ke Cepuri dan didoakan oleh para juru kunci sebelum benda tersebut di buang atau dilarung kelaut selatan. RP Suraksodinomo, Juru Kunci sekaligus sesepuh warga di Pantai Parangsumo mengatakan labuhan di Parangkusumo kepada Kanjeng Ratu Kidul merupakan sebuah ritual yang penting bagi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ratu Kidul telah berjanji untuk melindungi Panembahan Senopati dan seluruh keturunannya dan Kerajaan Mataram ketika berada dalam kesulitan.

Berdasarkan sejarah, Labuhan Ageng pertama kali dilakukan oleh Raja Mataram pertama yakni Panembahan Senopati. Kala itu, Panembahan Senopati berhasil mengalahan Aryo Penangsang, Bupati Jipang Panolan. Kemenangan itu membuat Panembahan Senopati memperoleh tempat bernama Alas Mentalok yang berada di tenggara Kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Banguntapan. Alas Mentalok adalah hutan dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Karena merasa diganggu, Senopati pun meminta bantuan Kanjeng Ratu Kidul untuk mengusir makhluk-makhluk itu. Permintaan tersebut kemudian melahirkan beberapa perjanjian, salah satunya adalah Labuhan. Sejak saat itu, labuhan terus dilakukan oleh raja-raja Mataram selanjutnya.

SAJAK CEPURI

CEPURI-1

membiarkanku rebah
dipelataranmu
diselimuti
hamparan pasir masa lalu
aku
telungkup
di depan dua batu
merunduk malu
menatap bisu
merasakan
indahnya
dua hati berpadu
penuh kasih
berbalut rindu ...

CEPURI-2

di sini
persis di hadapanmu
dua batu
tak pernah lelah
setia
menjadi saksi bisu
bertemunya
Sang Panembahan dan Kanjeng Ratu

di sini
tepat di atas dua batu
dua makhluk tuhan
pancarkan cahaya ungu
satukan kalbu
bahu-membahu
berharap semesta
berikan restu
curahkan berkat
menjaga wahyu

di sini
di mana
berada dua batu
Perjalanan mataram
menapaki langkah : satu

CEPURI, MEI 2013

JSP/Catatan SO-3
Quote:Original Posted By jspjogja
CEPURI-1

membiarkanku rebah
dipelataranmu
diselimuti
hamparan pasir masa lalu
aku
telungkup
di depan dua batu
merunduk malu
menatap bisu
merasakan
indahnya
dua hati berpadu
penuh kasih
berbalut rindu ...

CEPURI-2

di sini
persis di hadapanmu
dua batu
tak pernah lelah
setia
menjadi saksi bisu
bertemunya
Sang Panembahan dan Kanjeng Ratu

di sini
tepat di atas dua batu
dua makhluk tuhan
pancarkan cahaya ungu
satukan kalbu
bahu-membahu
berharap semesta
berikan restu
curahkan berkat
menjaga wahyu

di sini
di mana
berada dua batu
Perjalanan mataram
menapaki langkah : satu

CEPURI, MEI 2013

JSP/Catatan SO-3



Wuih...keren sajaknya mas JSP

Apa waktu meditasi di cepuri dpt dawuh dari Kanjeng Panembahan Senopati utk menulis sajak itu mas?

Quote:Original Posted By cakra_byuha
Selamat datang...semoga juga bisa ikutan gabung di KKS....



Sugeng Rahayu

Kami dengan senang hati menyambut tali silaturahmi utk semua sedulur sedulur

Salam Rahayu

Heart 

Quote:Original Posted By jspjogja
CEPURI-1

membiarkanku rebah
dipelataranmu
diselimuti
hamparan pasir masa lalu
aku
telungkup
di depan dua batu
merunduk malu
menatap bisu
merasakan
indahnya
dua hati berpadu
penuh kasih
berbalut rindu ...

CEPURI-2

di sini
persis di hadapanmu
dua batu
tak pernah lelah
setia
menjadi saksi bisu
bertemunya
Sang Panembahan dan Kanjeng Ratu

di sini
tepat di atas dua batu
dua makhluk tuhan
pancarkan cahaya ungu
satukan kalbu
bahu-membahu
berharap semesta
berikan restu
curahkan berkat
menjaga wahyu

di sini
di mana
berada dua batu
Perjalanan mataram
menapaki langkah : satu

CEPURI, MEI 2013

Wuah Ki JSP sepertinya sdh mendapat wangsit bagaimana membuat puisi yang romantis dan rada mistis namun tetap mengandung magis....mantap Ki

JSP/Catatan SO-3


Quote:Original Posted By abie abiyyu
Sugeng siang sedulur2 sedanten ......

Sekilas tentang pengalaman perjalanan saya mengikuti "Spiritual Odyssey Trip 3", yang diselenggarakan pada tanggal 24-25 Mei 2013 dan peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Pesarean Agung Imogiri

Kami menghaturkan sembah bekti kami kepada Kanjeng Sultan Agung Hanyokrokusumo dan Kanjeng Ratu Batang. Serta berterima kasih karena beliau telah mewariskan nusantara ini kepada kita anak2 bangsa. Rasa sesak melanda dada karena merasakan bagaimana rakyat negeri ini tidak lagi bisa merasakan nyaman hidup di negeri sendiri.


Cepuri Parangkusumo

Kedatangan kami disambut rintik hujan gerimis dan mendung tebal, kami menyebutnya sebagai sambutan hangat dan berkah bagi seluruh peserta. Setelah itu perlahan tapi pasti ....mendung menipis dan muncul wajah bulan penuh yang sangat indah.

Setelah melakukan meditasi Pancer, tercium bau sangaaat wangi ...kemudian terlihat mahkotanya dan pakaian hijaunya sangat indah gemerlap. KRK bukan sosok seperti pemahaman banyak orang banyak yang katanya jin,dedemit,setan dll. KRK itu adalah Bidadari yang penuh welas asih dll. Beliau adalah yang mengatur keseimbangan alam ini

Luar Biasa ........puji syukur alam selalu mendukung kita




Candi Sukuh

Mencermati segala kejadian alam, dari hal yang paling sederhana untuk mendekati kesempurnaan.

Astana Girilayu

Nembang serat Wedhatama, entah bagaimana awalnya ....tiba2 kami semua seperti hapal diluar kepala dan terisak menangis dalam kesedihan. Raja Mangkunegaran IV, beliau adalah raja Mangkunegaran yang terkaya sekaligus "Sang Maestro" Serat Wedhatama

Dus Gusti ...semoga kami dapat meneruskan perjuangan ini, agar nusantara tetap jaya ....bersatu, merapatkan barisan dan saling bahu membahu membangun Nusantara. Surodiro Jayaningrat Lebur dening Pangastuti. Rahayu .....







Sungguh luhur warisan budaya yang di siapkan oleh leluhur agung kita, dari pilgrimage SO 3 diatas menggambarkan bagaimana kita sudah sewajarnya berselaras dengan alam, meluhurkan ajaran leluhur yang sangat arief dan bijaksana....Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya leluhurnya sendiri....Dan karpet merah sudah disiapkan untuk menuju kebesaran Nusantara Jaya.....SOPO WERUH ING PANUJU sasat SUGIH PAGER WESI. [Dalam kehidupan siapa yg punya Cita 2 luhur, jalannya seakan tertuntun].....
Quote:Original Posted By jspjogja
PANTAI PARANGKUSUMO merupakan pantai di pesisir selatan yang berdampingan dengan pantai Parangtritis dan pantai Depok, Pantai ini secara administratif berada di desa yang sama dengan Pantai Parangtritis yakni di Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pantai Parangkusumo merupakan salah satu pantai yang dipandang keramat dan mistis karena dalam budaya dan tradisi Jawa, pantai Parangkusumo yang terletak 30 km dari pusat kota Yogyakarta diyakini sebagai sebagai Gerbang utama menuju Kraton Gaib Laut Selatan, sebuah kerajaan Ratu Laut Kidul yang menguasai Laut Selatan (Samudera Hindia).

Di dekat pantai ini terdapat 2 batu karang yang sekelilingnya di pagar beton. “Batunya ada dua. Yang sebelah utara tempat duduknya Panembahan Senapati sementara yang selatan tempat duduknya Gusti Kanjeng Ratu Kidul. Dulunya tempat ini ada persis di pinggir pantai Selatan,” Tempat yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar tersebut dikenal dengan nama CEPURI. Batu karang tersebut dulunya sebagai petilasan Panembahan Senopati dan tempat bertemunya Panembahan Senopati dengan Kanjeng Ratu Kidul penguasa laut selatan. Pertemuan Senopati dengan Ratu Kidul itu mempunyai rangkaian cerita yang unik dan berpengaruh terhadap hubungan Kraton Yogyakarta dengan Kraton Bale Sokodhomas yang dikuasai Ratu Kidul.

Menurut Babad Tanah Jawa, pada suatu saat Panembahan Senopati yang mendambakan menjadi penguasa Mataram, melakukan tapa ngeli sebagai bagian dari ritual untuk untuk menambah kesaktian. Dalam tapa ngeli itu Panembahan Senopati bersila di atas balok kayu jati berukuran panjang 5 m dan diameter 25 cm yang bernama Balok Kyai Tunggul Wulung. Balok tersebut adalah bekas titihan (kendaraan/perahu) ketika Panembahan Senopati bertapa menghanyutkan diri di sungai Opak hingga sampai di kratonnya jagad halus, ialah Kanjeng Ratu Kidul. Saat tapa ngeli itulah dikisahkan terjadi huru-hara di Pantai Selatan( http://sabdalangit.wordpress.com/2008/10/14/77/)

Pada saat itu penguasa Keraton Bale Sokodhomas, Kanjeng Ratu Kidul memperlihatkan wujudnya dan menemui Penambahan Senopati. Begitu melihat rupa dan kesaktian P. Senopati, Kanjeng Ratu Kidul jatuh cinta. Kanjeng Ratu Kidul berjanji akan membantu keinginan Panembahan Senopati menjadi penguasa Mataram serta melindungi semua keturunannya sampai sekarang ini.

Sejarah kemudian mencatat, Panembahan Senopati berhasil menduduki Tahta Kerajaan Mataram berkat bantuan dari kanjeng ratu Kidul. Hal ini kemudian diterjemahkan masyarakat bila menginginkan sesuatu dengan melakukan bertapa di “Batu Cinta” di areal Puri Cepuri Parangkusuma maka semuanya bakal terkabul.

Cepuri merupakan tempat yang penting untuk acara yang bersifat adat dan spiritual contohnya acara labuhan. Benda yang mau dilabuh harus dimasukan ke Cepuri dan didoakan oleh para juru kunci sebelum benda tersebut di buang atau dilarung kelaut selatan. RP Suraksodinomo, Juru Kunci sekaligus sesepuh warga di Pantai Parangsumo mengatakan labuhan di Parangkusumo kepada Kanjeng Ratu Kidul merupakan sebuah ritual yang penting bagi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Ratu Kidul telah berjanji untuk melindungi Panembahan Senopati dan seluruh keturunannya dan Kerajaan Mataram ketika berada dalam kesulitan.

Berdasarkan sejarah, Labuhan Ageng pertama kali dilakukan oleh Raja Mataram pertama yakni Panembahan Senopati. Kala itu, Panembahan Senopati berhasil mengalahan Aryo Penangsang, Bupati Jipang Panolan. Kemenangan itu membuat Panembahan Senopati memperoleh tempat bernama Alas Mentalok yang berada di tenggara Kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Banguntapan. Alas Mentalok adalah hutan dan dihuni oleh banyak makhluk halus. Karena merasa diganggu, Senopati pun meminta bantuan Kanjeng Ratu Kidul untuk mengusir makhluk-makhluk itu. Permintaan tersebut kemudian melahirkan beberapa perjanjian, salah satunya adalah Labuhan. Sejak saat itu, labuhan terus dilakukan oleh raja-raja Mataram selanjutnya.



bagus mbah
bagus juga editan potone

selamat mbah ts.... mudah-mudah semakin mempererat tali silaturahmi sesama penghuni forsup

dan terus dunk ekspose lg tempat bersejarah lainnya puh...
Quote:Original Posted By abie abiyyu
Salam seduluran dari KKS buat sedulur Kaskuser ..........

Salam tepang njih .....bila ada waktu silahkan singgah ke KKS jogya, alamat sudah disampaikan oleh mas Yodha


sarasehan di kediaman ki sabda langit tah dijogja?
salam tepang njih mas Naruto menawi teng jakarta monggo mampir, njih
Quote:Original Posted By loetchfie
selamat mbah ts.... mudah-mudah semakin mempererat tali silaturahmi sesama penghuni forsup

dan terus dunk ekspose lg tempat bersejarah lainnya puh...


Sugeng Rahayu dan Salam kenal gan...

Untuk saat ini memang KKS lebih banyak marak sowan ke makam dan petilasan leluhur besar Nusantara yg ada di wilayah Jogjakarta-Jawa Tengah dst, pernah juga ke Tanah Pajajaran dan pernah ada yg ke Kaltim (Kutai Kertanegara).

Untuk marak sowan ke leluhur besar Nusantara kadang sesuai dawuh ke mana kita harus sowan, disamping yang sudah direncanakan sebelumnya,
seperti yg akan kita jalankan tgl 24-25 juni bulan depan ke Trowulan.

Salam Rahayu

Thumbs up 

Quote:Original Posted By deadmanksih


sarasehan di kediaman ki sabda langit tah dijogja?


Njih leres teng Wijilan dalemipun Ki Sabdolangit

Quote:Original Posted By abie abiyyu


Njih leres teng Wijilan dalemipun Ki Sabdolangit



yg msh sering kumpul spo wae kang?
Quote:Original Posted By yodhayasa
Sugeng Rahayu dan Salam kenal gan...

Untuk saat ini memang KKS lebih banyak marak sowan ke makam dan petilasan leluhur besar Nusantara yg ada di wilayah Jogjakarta-Jawa Tengah dst, pernah juga ke Tanah Pajajaran dan pernah ada yg ke Kaltim (Kutai Kertanegara).

Untuk marak sowan ke leluhur besar Nusantara kadang sesuai dawuh ke mana kita harus sowan, disamping yang sudah direncanakan sebelumnya,
seperti yg akan kita jalankan tgl 24-25 juni bulan depan ke Trowulan.

Salam Rahayu

mangstab puh...
Quote:Original Posted By yodhayasa
Sugeng Rahayu dan Salam kenal gan...

Untuk saat ini memang KKS lebih banyak marak sowan ke makam dan petilasan leluhur besar Nusantara yg ada di wilayah Jogjakarta-Jawa Tengah dst, pernah juga ke Tanah Pajajaran dan pernah ada yg ke Kaltim (Kutai Kertanegara).

Untuk marak sowan ke leluhur besar Nusantara kadang sesuai dawuh ke mana kita harus sowan, disamping yang sudah direncanakan sebelumnya,
seperti yg akan kita jalankan tgl 24-25 juni bulan depan ke Trowulan.

Salam Rahayu

Ada rencana buat ke banten ga puh??... kalo ada ane pengen ikut soalnya kalo ke jateng n dst ane kejauhan... hehehe... smoga sukses puh... mudah-mudahan bisa ikut...
Quote:Original Posted By yodhayasa


Sugeng Rahayu dan Salam kenal gan...

Untuk saat ini memang KKS lebih banyak marak sowan ke makam dan petilasan leluhur besar Nusantara yg ada di wilayah Jogjakarta-Jawa Tengah dst, pernah juga ke Tanah Pajajaran dan pernah ada yg ke Kaltim (Kutai Kertanegara).

Untuk marak sowan ke leluhur besar Nusantara kadang sesuai dawuh ke mana kita harus sowan, disamping yang sudah direncanakan sebelumnya,
seperti yg akan kita jalankan tgl 24-25 juni bulan depan ke Trowulan.

Salam Rahayu

ada registrasi??untuk umum gak kang???
Quote:Original Posted By loetchfie

Ada rencana buat ke banten ga puh??... kalo ada ane pengen ikut soalnya kalo ke jateng n dst ane kejauhan... hehehe... smoga sukses puh... mudah-mudahan bisa ikut...


Belum ada rencana untuk ke Banten dlm waktu dekat ini.

Bisakah agan memberikan informasi petilasan dan makam leluhur2 besar Nusantara yg berada di Banten dst?

Akan lebih baik lagi bila diinformasikan sejarahnya.

Salam Rahayu
×