[Nafsu Besar Tenaga Kurang] Belasan RS Mundur dari Program KJS Andalan Jokowi

Spoiler for berita:


inilah namanya nafsu besar tenaga kurang, setelah beberapa kematian akibat program kjs yang ga becus ini, sekarang rumkit akan mengundurkan diri, akhirnya rakyat yang selalu jadi korban.
tp namanya jg jokowi
Pasal 1 jokowi tidak pernah salah
Pasal 2 kalau jokowi salah lihat pasal 1
Pasal 3 kalau ngotot jokowi salah paskukan keyboard akan diperintahkan melakukan propaganda
kader sapi kalo panik kemana2 yak
mending mabit sana biar hati tenterem
iyang di Solo sudah terbukti berhasil

Quote:Warga Solo Antre Kartu Sehat Peninggalan Jokowi

SOLO- Permohonan kartu sehat peninggalan mantan Wali Kota Solo Joko Widodo membludak.

Ratusan warga antre di depan pintu kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemkot Solo sejak pagi hari agar bisa mendapatkan Pemohon kartu Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo (PKMS) jenis Gold.

Pantauan Okezone, warga memenuhi kantor DKK hingga siang. Jumlah pemohon mengalami kenaikan, saat terakhir batas waktu pendaftaran PKMS baru berakhir.

Pendaftaran PKMS sendiri sudah dibuka sejak 10 hari lalu bagi peserta Jamkesmas lama yang tak lagi termasuk dalam kepersertaan Jamkesmas baru.

Hartini, warga Rejosari, Gilingan, mengaku sejak pagi hari antre mendaftarkan PKMS Gold. Dia mengeluhkan kondisi pendaftaran PKMS Gold yang kurang profesional bahkan ratusan warga antre berebut daftar PKMS Gold.

“Hari ini terakhir daftar PKMS Gold. Kemarin belum daftar karena syaratnya masih kurang, tapi hari ini ternyata penuh dan sesak,” keluhnya.

Sekretaris DKK,Yanti Winoh L, mengakui jumlah pendaftar PKMS Gold pada hari terakhir membludak. Jumlah ini mengalami kenaikan cukup signifikan dibanding pada hari biasanya yang rata-rata 600 pendaftar.

Yanti mengatakan, jumlah pemohon PKMS Gold mencapai 2.844 kepala keluarga (KK), dengan estimasi satu keluarga minimal dua pemohon. Sebagian besar pemohon PKMS Gold adalah peserta Jamkesmas lama dan tak lagi terdaftar sebagai peserta Jamkesmas baru.

Dia menambahkan kartu Jamkesmas lama tidak berlaku lagi per 1 Maret ini. Mereka diprioritaskan untuk mendapatkan kartu PKMS Gold. “Pemohon PKMS Gold sudah kami buka sejak 10 hari lalu. Dan hari ini paling ramai, karena hari terakhir pemohonnya sampai membludak,” tuturnya.

Pada 2013, Pemkot Solo mengalokasikan anggaran Rp18,3 miliar untuk PKMS. Anggaran tersebut menurun dibanding 2012 silam yang dialokasikan mencapai Rp23 miliar.
Quote:Original Posted By wonkcilikbanget
iyang di Solo sudah terbukti berhasil

ow iya jakarta kan sama kayak solo yah, banjirnya aja mirip sama solo, gampanglah ituuu
Quote:Original Posted By pinysang_hoeka

ow iya jakarta kan sama kayak solo yah, banjirnya aja mirip sama solo, gampanglah ituuu


solo gak banjir gan !

lagian program KJS baru aja dijalankan...ntar juga berhasil !

setidaknya jokowi ndak perlu nyolong sapi buat bikin program KJS

Quote:Original Posted By wonkcilikbanget
solo gak banjir gan !

lagian program KJS baru aja dijalankan...ntar juga berhasil !

setidaknya jokowi ndak perlu nyolong sapi buat bikin program KJS


janji lagi janji lagi, begitu mirip dengan junjungannya yang suka obral janji
Quote:Original Posted By pinysang_hoeka

janji lagi janji lagi, begitu mirip dengan junjungannya yang suka obral janji


yang di Solo bukan janji gan, udah terbukti

gak pake nyolong sapi lagi

paling mundur gara2 gak ada celah buat memeras rakyat kecil yg lg sakit


ORANG MISKIN DILARANG SAKIT


pas ngebangun visi gan, pasti dan selalu, dan akan, dan 100% ada hambatan.. justru ini ujiannya gan.. didukung supaya jalan aja gan.. bukan apa-apa sih, secara gw bukan orang Jakarta cuman, demi kemajuan bersama aja gann.. kalo jalan? keren kan..
Wah jadi inget pks....
Kl ngomongin nafsu.....
Sangat bisa dimengerti kenapa militan sapi benci bnget ama Jokohok.
Lha wong SBY aja yg udah berbaik hati kasi jatah menteri buat PKS msh dibuat pusing kok. Apalagi Jokowi yg dari awal menolak PKS mentah2 - pastilah jd target utama....
Quote:Original Posted By wonkcilikbanget
yang di Solo bukan janji gan, udah terbukti

gak pake nyolong sapi lagi


emang kita ngomongin solo ya? pinter aja umat jokowi ini ngeles
Quote:Original Posted By tristan99
Sangat bisa dimengerti kenapa militan sapi benci bnget ama Jokohok.
Lha wong SBY aja yg udah berbaik hati kasi jatah menteri buat PKS msh dibuat pusing kok. Apalagi Jokowi yg dari awal menolak PKS mentah2 - pastilah jd target utama....

thread soal yg agan ngemeng itu ada disebelah gan
dari yg ane tahu, berkecimpung di dunia rumahsakit. memang dari rumahsakit yg menolak atau mundur, termasuk rumahsakit "miskin" gak punya duit alias manajemen pas pasan. jadi ada baiknya, dikaji ulang tarifnya disesuaikan. atau lebih baik mundur gak usah ganggu rumahsakit lain yg memang mampu.

kesimpulan? dicuekin aja rumahsakit "tak mampu" ini. dan lanjutkan menolong orang miskin dg tepat guna.

ini bukanlah berita besar kok.
Quote:Original Posted By BeGroovy
dari yg ane tahu, berkecimpung di dunia rumahsakit. memang dari rumahsakit yg menolak atau mundur, termasuk rumahsakit "miskin" gak punya duit alias manajemen pas pasan. jadi ada baiknya, dikaji ulang tarifnya disesuaikan. atau lebih baik mundur gak usah ganggu rumahsakit lain yg memang mampu.

kesimpulan? dicuekin aja rumahsakit "tak mampu" ini. dan lanjutkan menolong orang miskin dg tepat guna.

ini bukanlah berita besar kok.
yak another klonengan
mana ada dokter yang mau miskin?
jarang gan ada dokter di Indonesia yang mau mengabdi?
di Indonesia ini kapitalisasi sudah dari lama merambah ke rumah sakit
perhitungan rumah sakit itu berdasarkan kepada LABA DAN RUGI

kuliah jadi dokter itu tujuannya pengen kaya coy

terima atau tidak, suka atau tidak memang kenyataannya begitu apalagi di jabodetabek

mau cari dokter yang penuh pengabdian silakan cari di daerah

di jakarta, dokternya kebanyakan sih ya gitu deh
you know lah
Gua teringat kata2 moyang gua, kalau luw isa buat karyawan luw seneng, percaya, usaha luw bakal maju. Orang seneng kalau kerja bakal lebih hati2, lebih telaten, lebih peduli, karena mereka merasa bahagia dan diorangkan.

Nah sekarang, kalau gaji tenaga kesehatan (apa juga lah, dokter spesialis, dokter umum, perawat, pembantu perawat, apoteker, praktisi laboratorium, tec.) dibuat tinggi, percaya ama gua mereka kerja juga seneng, MELAYANI LUW PADA juga baik.

Tanya kenapa dokter di SILOAM, di Mt. Elisabeth bisa enak ngobrol, dengerin curhatan pasien? Yah karena JUMLAH PASIEN DIBATASI dan take home pay mereka tinggi.

Lah kalau per-pasien masih segitu, take home pay tenaga kesehatan masih di bawah buruh dan JAM KERJA YANG PANJANG (percaya apa nggak, dokter di salah satu rumah sakit RUJUKAN NASIONAL di JAKARTA kalau lagi giliran jaga malam artinya mereka nggak tidur kuirang lebih 36 JEM! Nggak NGERI luw ditangani tenaga kesehatan yg nggak liat bantal 36 jem?) ya mana bisa menuntut layanan seperti di Mt. Elisabeth kan?

Mikirnya dibalik?
Masak toolpusher di Apexindo minta diservice macam toolpusher di ENSCO?
(itu analogi pake dunia gua ya?)

Masak luw bayar tiket Sriwijaya Air minta nasi ayam panas + kacang+free flow water seperti di kelas bisnis GARUDA?

Masak bayar ceban minta wagyu well done di Rits Carlton?

Ada harga ada layanan...
Kalau luw cuma RELA ngelempar recehan 23 rebu sebulan (atau 15 rebu sebulan) BUAT BAYAR PREMI KESEHATAN LUW...masak luw minta premium servicenya ALIANZ?

Orang jaman dulu bilang, LU NGELEMPAR KACANG, YANG DATANG YA MONYET.

Masak lu cuma rela ngelempar kacang, ngarepin Tom Cruise yang datang?








Beberapa suara dari belakang Om...

Quote:Original Posted By tifotif


setuju... pun dah begitu bisa jadi pemda bayarnya sering telat... jadi bisa dimaklumin tuh RS pada mundur.. ibarat perusahaan... raport Q1 jokowi-ahok untuk KJS ini merah... dari pada berlanjut di Q2, Q3 dan baru menyesal di Q4... mending dicerain nih program di akhir Q1

[/B]


Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Oh tapi nggak begitu juga sih Om...
Pada dasarnya TEROBOSAN Pakde Joko sangat baik. Bagaimapun, indonesia ini punya banyak orang pintar, tapi sedikit orang yang berani bikin TEROBOSAN. ACTION! Bukan cuma wacana, retorika, rapat, wacana lagi, retorika di media, rapat lagi.

Terobosan Pakde Joko dan Pak Basuki penting untuk saat ini, menyadarkan bahwa HARSUNYA SEPERI INI, hanya saja, besaran premi yang belum PAS.

Gua yakin, kalau yang detail2 sudah selesai atau diperbaiki maka akan jadi baik kok.

Everybody have a price kok, kalau besaran premi dinaikan, take home pay tenga medis dinaikan, pembayaran nggak molor2, pasti rumah sakit akan senang.

Gua aja disuruh idup di tengah laut, di atas reservoar hidrocarbon yang siap mbleduk aja senang. Kok seneng? Ya seneng...wong dibayar mahal. Nah....everybody have a price, my company knows my price and they pay me well. I'm happy, my company happy, stakeholder happy, shareholder happy.



Quote:Original Posted By tifotif


Terobosannya mungkin baik, tp entah some how dia gak siap dengan Program Kerjanya sendiri... Bahkan KJS saat ini sendiri dah "berbeda" dengan KJS yang di Kampanyekan dahulu... bakalan Makin banyak Filter, syarat dan ketentuannya... (jadi mirip jamkedanya pokemon)

soal premi sebenernya ada contoh paling mudah kalo mau dipakai... Premi ASKES PNS.. setau gw 2% dari gaji.. kalo gol II berarti berkisar 40rban

yak persoalan utamanya kalo menurut gw justru molornya... bisa jadi itu 16 rumah sakit dah ngerasain susahnya 5 bulan ini..

Pasien membludak berkali2 lipat, Tenaga kesehatannya bekerja "lembur" setiap hari sedangkan Pemda bayarnya telat... yah jelas ogah tuh 16 RS....

ane balik lagi kepojokan nyuruput kopi... nunggu rasionalisasi para abdi jokowi yang bakalan mencak2... Cabut ijin 16 RS ini... persulit tuh RS dsb pernyataan yang serupa dengan itu... pemanasan sebelum ahok turun tangan


Quote:Original Posted By kardozo



Masih mending gan klo nglembur,lebih aneh lg temen ane semua pd bwt wacana utk mengundurkan diri bekerja,mrk bahkan ingin cari pekerjaan selain RS atau buka usaha sendiri.jika keadaan masih kacau begini.
Selamat nyruput kopi gan


Quote:Original Posted By Yudhix81

Iya setuju banget gan
Selama ini masyarakat terutama kelas bawah minta pelayanan medis bagus dan gratis, tp kompensasi utk tenaga medis rendah. Kalo dokter digaji tinggi, pada protes,pdhal yg gaji pemerintah.
Giliran ada miskomunikasi dikit aja, lgs malpraktek. Padahal mereka sendiri digaji rendah, disuruh kerja sesuai jam kerja aja protes, kayak pekerja yg paling berat aja
Apalgi ada jargon, kalo mau kaya jgn jadi dokter. Kami sekolah tinggi2,sulit, lama lagi, bekerja dgn jam kerja yg panjang, dibilang ga boleh kaya, enak aja




Quote:Original Posted By kukkiwon


weh top gan
komennya bagus banget

klo ada pemilihan momod agan jadi kandidatnya dah gw pasti vote agan...


Quote:Original Posted By atrox


wiks, mantep. analoginya dalem banget.. hehe

emang ciri khas orang kita dengan biaya serendah-rendahnya dapet fasilitas yang super mewah. itu kali prinsip ekonomi yg dipake masyarakat kita, hehe

padahal ada harga ada rupa, lha wong asuransi cuman 23rb/bln tapi ngarepnya pelayan kesehatan lengkap. hiks.. udah gitu banyak orang kismin kagak tau diri lagi, pake ngancem segala dokter dan perawat, ngamuk minta pelayan dokter spesialis padahal hanya sakit ringan, minta rujukan ke RS padahal Puskesmas juga mamapu.. parah


Quote:Original Posted By kutuaer


mahluk satu ini kok klo komen lebih sering benernya yak .. coba sekali kali lu salah gitu om , biar ada yg counter ..


klo si om pake istilah toolpusher ... gw pake juga ah
lu mau pasang UTP Cat 7 tapi cuma pake crimping tool 45 rebu


gw nyoblos jokowi ahok kemarenan ... dengan tetap menyimpan pertanyaan "masa sih kanker bisa dibiayain pemprov?" ... karena nyokap gw pengidap kanker rahim dan gw tau persis berapa biayanya ..



Quote:Original Posted By MrThinker


gak jamin. UUTDNM, ujung ujungnya tetep duit nyawa melayang.

menurut saya, tergantung personalnya sih. nenek saya hampir mati gara gara dokter nubitol nyaranin operasi tulang, tapi gak jadi, karena ada saran dari dokter senior yang lain supaya dibiarkan saja penyakitnya (dibiarin, tanpa operasi).

menurut saya, kebanyakan personal orang Indonesia itu cuman ramah sama yang kenal aja. apalagi kalo yang jelek, item, bau, rada nggak ikhlas melayaninya.


Quote:Original Posted By Hashimi


idiot you dont know the problems

masalahnya bukan dibesar premi yg cuma 23rb, tp moral hazard gara2 kriteria pengguna kjs yg terlalu longgar. Mau ditambah jd 50rb juga tetep bakal overload


Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Huawahahahahaha....
Makasih Om, wah Om di Trakindo ya? Jualannya Caterpillar...barang bagus itu Om, tahan, bandel, cuma suara mesinnya lebih keras daripada Komatsu ya?

Oiya, soal kanker, kalau nyokap kena kanker rahim (dan sudah di-verified PASTI kena kanker rahim) maka ALL COST is free di RS. Dharmais (sebagai pusat rujukan kanker nasional). FREE dengan KARTU JAKARTA SEHAT ya.

Nah kalau masih suspect, maka di Dharmais dateng ke unit deteksi dini, tapi NGGAK ISA FREE karena belum terverifikasi sebagai kanker. Maka itu kalau belum pasti kanker saran gua, lu dateng ke RSUD di manapun di JAKARTA (free dengan KJS) dan setelah dapat diagnosa pasti kanker baru dirujuk ke Dharmais.

Kok gua tawu?
Yah sampai sekarang gua inget kata2 moyang gua (moyang gua emang bawel), pertemanan dengan orang2 yang bae membawa hal2 bae....(intinya temen2 gua ada yg jadi dokter di Dharmais Om)


Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Huawhahahahahaha...

KJS (suatu hari nanti) diharapkan menjadi sistem kesehatan nasional (macam blue shield and red shield nya di US), maka itu SEMUA boleh ikut. Luw mau naik Pajero atau Ertiga atau tukang Bajaj ya boleh TAPI....service ya sekelas PREMI yang luw bayar.

Karena premi kemurahan (23 rebu Om! Marlboro black menthol aja 15 rebu!) maka duit yg dikumpulin ndak sebanyak kalau premi (misalnya goban keik luw bilang). Karena premi terkumpul kecil, maka pengelolaan juga terbatas, yang jatoh sampai ke tangan operator kesehatan ya juga sedikit.

Misalnya preminya digedein (yang seperti gua bilang, masak lu cuma rela ngelempar kacang ngarepin Tom Cruise dateng) maka duit yang diperoleh isa gede, akibatnya pengelolaan lebnih gampang, yang jatoh ke tangan operator kesehatan lebih gede (kalaupun pakai sisten kapitasi lebih gede total anggarannya).

Ngerti Om paradigma melihat KJS?


Everybody has a price...


Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Nggak tau sih...
Tapi kalau di luar, dokter dari indo terkenal pinter dan bae.

Luw ke UAE atau semisal di Durban atau luw kalau pernah diservis oleh service company namanya ISOS atau Frontier Medex, itu dokter2 yg dari indo sih pinter+bae2. Kita beda ketemu orang kali ya?

But anyway...itulah gunanya ada internet, luw kan isa googling di WEBMD, Mayoclinic, EMEDICINE. Baca and liat tuh dari internet. Jangan males baca dan belajar makannya.

Atau tanya momod yang dokter tuh....drtomy94...




Quote:Original Posted By maulindralana12


dokter kan kerja, cari nafkah buat keluarga juga, jangan liat yang kaya2nya aja dong..

SETUJU BANGET GAN!!!

mau murah ya dapetnya fasilitas yang sebanding,
bayar ongkos bajaj tapi minta naek silver bird

terobosan KJS bagus, ya tinggal dibenahin sitemnya aja, kan dulu Jokowi juga udah memperkirakan kalo bakal banyak masalah di perjalanannnya

Quote:Original Posted By MrThinker


Mungkin karena pasien di LN juga pinter dan bae. budaya indo dengan LN beda jauh beda standar beda mental pula, jadi jangan dibanding bandingin. Bandingkan dengan yang dalam negeri saja.


Quote:Original Posted By Ade_Passau


imho ini memang percontohan untuk bjps 2014 by askes. yg gw gedein fontnya bener banget, preminya dinaikin lah jadi 50-100rb/kepala perbulan. kesehatna itu mahal hrganya kalo udah sakit ini mencegah untuk kita jangan sampai habis menjual barang saat sakit.



Quote:Original Posted By Hashimi


ketinggian lu bandingin ama amrik, mereka aja anggarannya jebol ampe ngutang gara2 kebanyakan ngasih bansos.

pelonggaran kjs cuma bikin moral hazard dan pembengkakan anggaran. Enggak usah bingung jokohok kenapa pasien cuma demam 3 hr udah ke rumah sakit, kenapa orang udah sehat tetep mau rawat inap.

Ujung2nya aturan kjs diperketat kaya jaman jamkesda foke, dan para fansboy penyembah jokowi kembali menyanjung2 junjungannya.


Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.



BETOOOL Om...

Kemenkes kudunya membuat program promotive and preventive campaign agains the illness bukan cuma ngabisin duwit buat ngobatin.

1 lagi...gua setuju PREMI dinaikan, cepek ceng lah. Wong beli rokok 15 rebu isa, bli pulsa goban isa, bli tablet unyu buat maen angry bird isa...masak buat bayar PREMI KESEHATAN LUW SENDIRI 100 rebu protes?

Ajaib gua pikir mah.



Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Huawahahahaha...jangan salah luw Om.
Blue shield and red shield sempet geger karena banyak dana yang dicollect dari pesertanya abis untuk DIAGNOSTIC PHASE dari suatu rangkaian pengobatan. KENAPA? Karena angka sue masyarakat US pada medical team/hospital tinggi hingga medical team males melanjutkan pengobatan kalau evidance base nya ndak segede gunung. Nah gimana cara cari evidance base yang banyak, disuruhlah pasien2 itu melakukan berbagai supporting examination mulai dari EKG, Treadmill, Echo, nuclear imaging, pemeriksaan darah semua, tumor marker, etc. Bangkrutlah blue and red shield.

Ngerti luw?

Jangan ngomong sok tahu, keliahatannya tahu, tapi dalemnya kosong ya Om, xixixi.... Ketemu org keik gua di-counter abis luw.

Moral hazard di KJS? Pasien panas ke RS? Pasien nggak mau balik? Sekarang gua tanya...ranah rujuk merujuk, kapan masuk ward kapan masuk NICU, ICU, kapan balik itu yang punya authority saha? MEDICAL TEAM kan? kenapa jadi menyalahkan sistem KJS kalau medical team nya sendiri yang tidak firm dalam melakukan tugasnya sementara itu adalah otoritasnya?

Gua nih sakit gigi, gua bawa kartu KJS...dateng ke rumah sakit. DI sana ketemu dokter...langsung minta, "Dok gua minta profenid!" Dikasi ama dokternya. Yah dokternya yang goblok, jangan nyalahin KJS nya.

Ngerti luw? Cuma segini nih kepinteran berargumen pendukung FOKE? Pantes kalah junjungannya.


Quote:Original Posted By gmmvgx


Mantap bro

Logika jalan, demen liat komen kayak gini

Setuju ane, pendeknya "harga tidak pernah bohong". Premi Rp. 21.000 ala JS pasti beda dengan premi standart pudenti*l Rp.500.000.

Kalo dipaksakan, kasihan owner RSnya, bisa gulung tikar mereka.


Quote:Original Posted By Ade_Passau


100rb gw setuju om, artinya masyarakat dipaksa itu "investasi kesehatan" lah buat yg lain2 aja gk oenting bsia beli.

mencukupi tidak om ya dananya kira2, kalo saya kira mirip subsidi silang krn tidka semua secara serentak menggunakan fasilitas kesehatan itu. pencegahan dilingkungan yg katanya juga bakal dilaksanakan imho jg bs mengurangi biaya sakit.


Quote:Original Posted By sang..pencerah


gw gak salahkan kjsnya tp ketololan kalian tim hore jokowow. Sebelum ada kjs udah ada jamkesda, bedanya jamkesda lebih ketat dlm memverifikasi orang miskin. Terbukti dulu jokowi kelabakan nyuruh orang miskin ke puskesmas dulu baru RS.

yg bangkrut gara2 asuransi kesehatan bukan cuma amrik doang, negara2 eropa juga. Moral hazard pasien ato dokter sama aja, pasien gak keberatan dilakukan test macem2 toh bukan mereka yg bayar. Dokter make test macem2 toh pasien juga setuju2 aja.

jamkesda bukan eksklusif milik jakarta, coba lihat daerah lain ada gak yg ampe eksodus massal? nunggak emang ada, tp klo ampe keluar berarti itu udah keterlaluan! yah paling nanti si ahok caper maki2 dokter, rs, dinkes di yutub. Abis itu para penjilat ngaminin kaya burung beo

oh ya gw bukan fansboy foke ato pks


Quote:Original Posted By jeerabbit


nah, pendukung johok akhirnya nyalahin rs nya
KJS emang program gak mendidik kok bener kali bakal menyebabkan moral hazard, ingat ya om kewajiban pemerintah itu bukan hanya membuat kebijakan pro rakyat, tapi juga kebijakan, yang pro rakyat tapi juga mendidik.....

kita liat aja, berapa lama akan bertahan program ini, oh yah satu lagi jgn lupa dengan kesejahteraan pegawai medis nya, sudah kerja kayak robot, gaji kecil lagi...



Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Ya beda atuh Om...luw pada ngerti nggak sih bedanya KJS dengan Jamkesda. KJS kan sistemnya akan menjadi insurance, sama seperti inhealth, avrist, etc. Sistemnya adalah dana dihimpun dari peserta insurance (yaitu org yang pakai KTP Jakarta) dan digunakansebagai dana kapitasi untuk medical service. Anybody bisa itu, tukang ojek, penjual terong, naik Biantte juga boleh ASAL SETUJU DENGAN SYARAT2 berlaku.

Lah kalau MORAL HAZARD yang luw jadikan peluru buat nyalahin KJS, kenapa luw nggak salahin Avrist, inHealth, ALIANZ, prulink segala? Mereka juga insurance (sama seperti dalam KJS ya mereka digantikan oleh pemprov DKI), customernya adalah warga JAKARTA.

Sorry gua ndak paham maksud lu yang ini Om: "jamkesda bukan eksklusif milik jakarta, coba lihat daerah lain ada gak yg ampe eksodus massal? nunggak emang ada, tp klo ampe keluar berarti itu udah keterlaluan!"

Gimana maksudnya?

Maki2 dokter dan rumah sakit?
Kok ketika dia ke Dharmais nggak gitu ya Om?
Di rumah sakit mana dia maki2 dokter Om?





Siapa yang nyalahin RS-nya? Gua bilang, soal rujuk merujuk, kapan dia pulang, and any medical stuff kan yang ngatur medical team, KALIAN YANG PUNYA OTORITAS, yah kalau leaking di situ ya kalian yang punya authority di situ yg wanprestasi dong.

BETUL....maka itu gua bilang kan sebelumnya, PROMOTIVE AND PREVENTIVE CAMPAIGN is one of the government mandatory action. Jangan cuma muter2 di kuratif thok. Abis duitnya nanti di situ doang. Dan soal PROMOTIVE AND PREVENTIVE CAMPAIG...apa itu tugas JOKOWI yang belom setahun itu? Itu ya tugas pemerintah pusat lah. Kalau luw mau nyalahin Jokowi, LIAT NOH 15 TAON TERAKHIR di bawah Sutiyoso ma Foke...mereka ngapain?

Kesejahteraan medical team? Luw tanya deh, gaji medical team yang PNS dinas kesehatan DKI berapa JIKA dibandingkan PNS pusat. Dari situ luw isa liat, kalau pemprov DKI memberikan GAJI much better than pemerintah pusat. Lah kalau soal medical team yang swasta....gua ndak tau...tapi apakah itu semua tanggung jawab Jokowi ya?

Sekali lagi gua bilang, gua ndak bilang KJS sempurna loh, sebagai bukan medical team aja gua nggak setuju kalau premi cuma 23 rebu/kepala/bulan...KEMURAHAN itu! 100 rebu minimal. Wong marlboro black mentol aja 15 rebu masak yang buat bikin sehat cuma 23 rebu SEBULAN? Itu memang kudu diperbaiki TAPI secara konsep...KJS ya sudah bener.


Quote:Original Posted By psaddict


Janjimu janji palsu....blm setahun aja udah amburadul...apalagi lima tahun???? Ampunnnnnn





Quote:Original Posted By ErnestoGuevara.


Diadu aja argumen gua Om...
Biar ndak keliatan macam orang BODO gitu.


2 Postingan di atas hasil DISKUSI di THREAD yang SAMA beberapa jam sebelumnya.

Daripada ngalor ngidul dari awal lagi.

Dilanjut aja ya Om diskusinya...
Klo perlu jokowi tambahin KNB
Kartu Nasi Bungkus

lempar nasbung aja para barisan sakit hati