KASKUS

Assalamu'alaikum...

Selalu menarik jika membicarakan masalah keberadaan Tuhan. Memang kalau kita lihat dalam Al-Qur'an, disitu banyak ayat yg menyebutkan masalah ini tapi bagi kita yg awam akan menimbulkan pertanyaan yg pelik karena antara ayat yg satu dan ayat yg lain seolah2 saling bertentangan. Coba lihat QS. Al-Hadid:4 (Allah ada di Arsy tp juga bersamamu dimanapun kamu berada), di QS. Al-Qaaf:16 (Allah lebih dekat daripada urat leher) lalu di QS. Al-Baqarah:115 (kemanapun kau memandang disitu wajah Allah). So, apakah itu berarti Allah ada dimana-mana? Tunggu dulu gan...

Dalam QS. An-Nuur:35, Allah ada menyatakan atau memperumpamakan diri-Nya sebagai Cahaya. Inilah jalan/tanda untuk kita mengetahui-mempelajari keberadaan Tuhan. Jadi rupanya mempelajari cahaya itu sangat penting sebab cahaya ini ada kaitannya dg iman, tidak ada iman maka batal segala ibadah. Nabi sendiri suka berdoa: "Ya Allah jadikanlah dalam hatiku cahaya dan lidahku cahaya dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya dan penglihatanku cahaya dan jadikanlah di belakangku cahaya dan di hadapanku cahaya dan di bawahku cahaya, Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya". Sedangkan dalam Al-Qur'an disebutkan: "Dan apakah orang yg sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yg terang, yg dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yg keadaannya berada dalam gelap gulita yg sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?…" (QS. Al-An’am:122).

Belajar masalah cahaya mari kita lihat Matahari. Menurut sunnatullah, hanya cahaya Matahari saja yg satu-satunya sampai pada Matahari, tak ada yg sampai pada Matahari, melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yg se-ringan2nya (spt: Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dll) tak ada yg sampai pada Matahari, semua vacuum. Yang sampai pada Matahari hanya cahayanya karena ia terbit dari padanya dan tak bercerai siang dan malam dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun maka cahayanya pun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau Matahari hilang, maka cahayanya pun hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, Matahari pun tak dapat dilihat.

Maka perumpamaan itu dapat kita pakai untuk menjelaskan bahwa Allah memang berada di atas Arsy yg jauhnya tak terhingga (unlimited) dan yg dekat dan selalu bersama kita sebagaimana dikutip QS. Qaaf dan QS. Al-Hadid adalah cahaya-Nya (Nur Ilahi), dan yg terlihat manakala kita memandang ke arah manapun sebagaimana disinggung dalam QS. Al-Baqarah adalah cahaya-Nya (Nur Ilahi) juga. Maka barangsiapa mau mengenal Allah, carilah dan temukanlah cahaya-Nya (Nur Ilahi) yg begitu dekat dengan kita itu. Tidak akan sampai kepada Allah kecuali cahaya-Nya, karena Ia terbit dari Fi’il, Sifat, dan Zat Allah. Dengan melihat dan merasakan cahaya-Nya maka berarti kita telah melihat atau mengenal Allah dan merasakan kehadirannya dekat dengan kita.

Kenapa kita harus mencari cahaya-Nya? Karena kita belum tentu mendapatkannya secara otomatis. Lihat kembali QS. An-Nuur: 35 yg menyebutkan, “Cahaya di atas Cahaya, Allah menunjuki siapa yg dikehendaki-Nya kepada nur-Nya itu.” Nah begitulah ternyata tidak semua manusia mendapatkan cahaya-Nya. Jadi ayat yang menyebutkan bahwa Allah selalu bersamamu dan kemanapun kamu memandang disanalah Wajah Allah adalah ayat yg khusus ditujukan kepada manusia-manusia beriman dan bertaqwa yg telah mengenal-Nya yakni orang-orang yang telah mendapatkan nur-Nya.

Sekian,
Wassalam

Note: sorry kalau terlalu panjang lebar, bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi...


kagak ngerti juga ane gan mngkin bawah ane tau
Mantap !!!
No Comment.. takut salah..
Ane ga tau gan
pertanyaan yg terlihat biasa tapi jawabnya susah gan ini,
semoga agan segera mendapat hidayah
Tuhan itu lebih deket daripada urat leher kita
dihati umatnya gan
di hati ente masing2
Kalo ane malah nanya ke ortu ane gan pas masih kecil
bagi kepercayaan ane... Dia meliputi segala sesuatu..
Mungkin bawah ane bisa jawab
klo gue tanya mimin balik, apa bukti klo Tuhan itu ada?
Tuhan itu ada disetiap Hati Hambanya.
Quote:Original Posted By kidthekill
Assalamu'alaikum...

Selalu menarik jika membicarakan masalah keberadaan Tuhan. Memang kalau kita lihat dalam Al-Qur'an, disitu banyak ayat yg menyebutkan masalah ini tapi bagi kita yg awam akan menimbulkan pertanyaan yg pelik karena antara ayat yg satu dan ayat yg lain seolah2 saling bertentangan. Coba lihat QS. Al-Hadid:4 (Allah ada di Arsy tp juga bersamamu dimanapun kamu berada), di QS. Al-Qaaf:16 (Allah lebih dekat daripada urat leher) lalu di QS. Al-Baqarah:115 (kemanapun kau memandang disitu wajah Allah). So, apakah itu berarti Allah ada dimana-mana? Tunggu dulu gan...

Dalam QS. An-Nuur:35, Allah ada menyatakan atau memperumpamakan diri-Nya sebagai Cahaya. Inilah jalan/tanda untuk kita mengetahui-mempelajari keberadaan Tuhan. Jadi rupanya mempelajari cahaya itu sangat penting sebab cahaya ini ada kaitannya dg iman, tidak ada iman maka batal segala ibadah. Nabi sendiri suka berdoa: "Ya Allah jadikanlah dalam hatiku cahaya dan lidahku cahaya dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya dan penglihatanku cahaya dan jadikanlah di belakangku cahaya dan di hadapanku cahaya dan di bawahku cahaya, Ya Allah berikanlah kepadaku cahaya". Sedangkan dalam Al-Qur'an disebutkan: "Dan apakah orang yg sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yg terang, yg dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yg keadaannya berada dalam gelap gulita yg sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya?…" (QS. Al-An’am:122).

Belajar masalah cahaya mari kita lihat Matahari. Menurut sunnatullah, hanya cahaya Matahari saja yg satu-satunya sampai pada Matahari, tak ada yg sampai pada Matahari, melainkan cahayanya sendiri. Juga gas-gas yg se-ringan2nya (spt: Xenon, Crypton, Argon, Helium, Hydrogen dll) tak ada yg sampai pada Matahari, semua vacuum. Yang sampai pada Matahari hanya cahayanya karena ia terbit dari padanya dan tak bercerai siang dan malam dengannya. Kalaulah matahari umurnya 1 (satu) juta tahun maka cahayanya pun akan berumur sejuta tahun pula. Kalau Matahari hilang, maka cahayanya pun hilang. Matahari hanya dapat dilihat melalui cahayanya, tanpa cahaya, Matahari pun tak dapat dilihat.

Maka perumpamaan itu dapat kita pakai untuk menjelaskan bahwa Allah memang berada di atas Arsy yg jauhnya tak terhingga (unlimited) dan yg dekat dan selalu bersama kita sebagaimana dikutip QS. Qaaf dan QS. Al-Hadid adalah cahaya-Nya (Nur Ilahi), dan yg terlihat manakala kita memandang ke arah manapun sebagaimana disinggung dalam QS. Al-Baqarah adalah cahaya-Nya (Nur Ilahi) juga. Maka barangsiapa mau mengenal Allah, carilah dan temukanlah cahaya-Nya (Nur Ilahi) yg begitu dekat dengan kita itu. Tidak akan sampai kepada Allah kecuali cahaya-Nya, karena Ia terbit dari Fi’il, Sifat, dan Zat Allah. Dengan melihat dan merasakan cahaya-Nya maka berarti kita telah melihat atau mengenal Allah dan merasakan kehadirannya dekat dengan kita.

Kenapa kita harus mencari cahaya-Nya? Karena kita belum tentu mendapatkannya secara otomatis. Lihat kembali QS. An-Nuur: 35 yg menyebutkan, “Cahaya di atas Cahaya, Allah menunjuki siapa yg dikehendaki-Nya kepada nur-Nya itu.” Nah begitulah ternyata tidak semua manusia mendapatkan cahaya-Nya. Jadi ayat yang menyebutkan bahwa Allah selalu bersamamu dan kemanapun kamu memandang disanalah Wajah Allah adalah ayat yg khusus ditujukan kepada manusia-manusia beriman dan bertaqwa yg telah mengenal-Nya yakni orang-orang yang telah mendapatkan nur-Nya.

Sekian,
Wassalam

Note: sorry kalau terlalu panjang lebar, bukan bermaksud menggurui, hanya sekedar berbagi...




Hobi ngumpet.
emang bner jawabannya kalee
×