KASKUS

Kisah Di Balik Tragedi Mei 98, Terbakar Saat Jarah Gitar Idaman

Quote:



Lima belas tahun sudah tragedi Mei 1998 berlalu. Kerusuhan dan penjarahan toko-toko terjadi di seluruh penjuru Jakarta. Yogya Plaza yang berada di daerah Klender, Jakarta Timur, menjadi sasaran amuk masa jelang kejatuhan rezim orde baru.

Leo (55), lelaki paruh baya ini masih mengingat jelas peristiwa pembakaran Yogya Plaza yang menewaskan putra pertamanya , Toni yang ketika itu berusia 16 tahun. Leo mengaku tak percaya saat mengetahui sang anak tewas terpanggang .

"Waktu itu, anak saya memang meminta izin untuk melihat ke sana, soalnya banyak tetangga yang pulang membawa hasil jarahan dari sana, dan sudah saya larang tapi dia nekat," ucapnya saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (11/5) malam.

Leo melanjutkan, khawatir keberadaan putranya saat mengetahui adanya pembakaran pusat perbelanjaan favorit bagi warga Klender itu. Dia pun mendengar kabar bahwa sang anak ikut masuk ke dalam bangunan berlantai enam itu dari salah satu teman Toni yang sempat bertemu sebelum terbakar.

"Temannya bernama Roy bilang, anak saya masuk ke dalam katanya mau ngambil sebuah gitar, karena memang dia senang gitar. Mendengar itu istri saya langsung pingsan," kisahnya.

Pria yang bekerja sebagai sopir taksi ini awalnya masih tidak percaya putranya ikut menjarah. Namun, sehari pasca pembakaran dia mulai meyakini anaknya memang telah menjadi korban. Sebab, Toni tidak kunjung pulang ke rumahnya usai kejadian nahas itu .

"Pagi harinya saya langsung ke Yogya, di sana memang sudah banyak mayat-mayat yang hangus. Di situ saya sudah pasrah," terangnya.

Di hari kedua, Leo terus mencari tahu keberadaan anaknya, dia tetap berharap anaknya masih hidup dan tidak berada di antara tumpukan mayat-mayat . Namun, kabar duka menghampirinya saat itu juga, tim evakuasi menemukan jenazah putranya yang tengah memeluk sebuah benda, yaitu gitar.

"Saat itu badan lemas, saya melihat jenazah anak saya memeluk gitar yang memang sudah hangus sebagian. Saya tahu itu anak saya, dari baju biru bertuliskan nama sekolah yang dipakai saat terakhir bertemu. Itu ada sebagian yang tidak terbakar," kenangnya dengan wajah sedih .

Kini Yogya Plaza telah dibangun kembali dan bernama Mall Citra Klender. Seminggu setelah pembakaran, cerita mistis pun sering menjadi pembicaraan masyarakat sekitar terkait peristiwa yang menewaskan ratusan orang ini . Bahkan saat peresmian Mall Citra Klender, acara doa bersama (tahlilan) pun di adakan besar-besaran dengan memotong satu ekor kerbau sebagai syarat mengusir mahluk halus pada saat itu.

SUMBER

Menurut Ane
Quote:Kasian ya mereka meninggal saat menjarah barang orang
tapi moga aja mereka di terima di sisinya dan di ampuni dosa nya (apa lagi yang lagi menjarah barang)
dan moga Mall nya gak anker
Amiiiin ...!!

MOGA AGAN BISA MENGAMBIL HIKMAHNYA..!!

Quote:
Spoiler for :
biar mampus tuch ** SENSOR **2.....ga usah harap belasan kasihan dari masyarakat untuk org2 bermental mling seperti itu
mungkin hukuman nya sama dgn maling
mau NYURI malah MATI trus minta DIKASIHANI tapi gk ada yg PEDULI
Quote:Original Posted By jhony300
biar mampus tuch ** SENSOR **2.....ga usah harap belasan kasihan dari masyarakat untuk org2 bermental mling seperti itu


mereka dah tiada gan di balas nya di akhirat
meninggalnya ketika sedang melakukan perbuatan yg salah

kasihan
Quote:Original Posted By On Track
mau NYURI malah MATI trus minta DIKASIHANI tapi gk ada yg PEDULI

iya gan kita mah ambil hikmah nya ja dah

udah hukum alam tuh gan ... dolo ane cuma liat doang saolnya masih sekola STM kelas 2
"korban"???
korbannya tuh yg tokonya dijarah dan dibakar
yg ngejarah ya pelaku
Quote:Original Posted By gembel_elite
meninggalnya ketika sedang melakukan perbuatan yg salah

kasihan

iya gan

Quote:Original Posted By x.nitro
udah hukum alam tuh gan ... dolo ane cuma liat doang saolnya masih sekola STM kelas 2


pasti ngeri tuh
Quote:Original Posted By firewallshop
"korban"???
korbannya tuh yg tokonya dijarah dan dibakar
yg ngejarah ya pelaku

simak dlo gan ceritanya

jadi penjarah n kebakar yah salah sendiri lah
dari dulu kok belum ketemu pelakunya .. masif dan sistemik, kek pilkada ..
Quote:Original Posted By rhockmantick

simak dlo gan ceritanya



Udah disimak sebaik-baiknya. Ini anak umur 16 tahun mati terbakar saat mengambil Gitar Idaman yang sama sekali bukan haknya.... (kata halusnya menjarah).

Buat saya dia bukan korban, tapi dia adalah maling yang memang pantas mati terbakar
Quote:Original Posted By rhockmantick

simak dlo gan ceritanya



nyimak cerita ketika si anak mau jarah gitar dari dalam mal yang lagi terbakar?
kasihan, trenyuh, haru, kesal, campur aduk
berumur 16tahun jiwa muda ingin gitar gratisan, suasana chaos saat itu memungkinkan melakukan penjarahan.
Uang trilyunan kerugian pengusaha yang terkena dampak.

Loe pasti kalau ada kerusuhan saat ini, pasti ngincer jarah barang yg loe inginkan, bisa mobil, motor, dsb.

Semoga tidak terjadi kerusuhan 98 lagi dimasa mendatang.
Quote:Original Posted By jimmy_bp


Udah disimak sebaik-baiknya. Ini anak umur 16 tahun mati terbakar saat mengambil Gitar Idaman yang sama sekali bukan haknya.... (kata halusnya menjarah).

Buat saya dia bukan korban, tapi dia adalah maling yang memang pantas mati terbakar


Quote:Original Posted By SunLink


nyimak cerita ketika si anak mau jarah gitar dari dalam mal yang lagi terbakar?


Quote:Original Posted By fanyoktav
Tiket VVIP menuju neraka,

TSNYA goblok, itu bukan korban cok, itu maling!!!
yg korban tuh yg dijarah n tokonya dibakar
tolol dipiara

tapi kan dia meninggl di tragedi itu otomatis dia korban lah
meskipun dia maling tapi tetep kan di korban lalapan api (tragedi itu)

miris aja ane
Quote:Original Posted By stampel
berumur 16tahun jiwa muda ingin gitar gratisan, suasana chaos saat itu memungkinkan melakukan penjarahan.
Uang trilyunan kerugian pengusaha yang terkena dampak.

Loe pasti kalau ada kerusuhan saat ini, pasti ngincer jarah barang yg loe inginkan, bisa mobil, motor, dsb.

Semoga tidak terjadi kerusuhan 98 lagi dimasa mendatang.

iya broo dari pada barang angus begitu aja mending kita slametin aja